Daftar kecamatan dan kelurahan di Jawa Tengah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Peta Lokasi Provinsi Jawa Tengah di Indonesia

Berikut adalah daftar kecamatan dan kelurahan di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Provinsi Jawa Tengah terdiri dari 29 kabupaten, 6 kotamadya, 537 kecamatan, 750 kelurahan dan 7.809 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya diperkirakan mencapai 35.712.824 jiwa dengan total luas wilayah 32.800,69 km².[1]

Kecamatan dan Desa/Kelurahan menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2017
No. Kode
Kemendagri
Kabupaten/
Kota
Luas Wilayah
(km²)
Penduduk
(2017)
2017
Kecamatan Kelurahan Desa
1 33.04 Kab. Banjarnegara 1.023,73 1.002.398 20 12 266
2 33.02 Kab. Banyumas 1.335,30 1.741.077 27 30 301
3 33.25 Kab. Batang 788,65 773.138 15 9 239
4 33.16 Kab. Blora 1.804,59 893.940 16 24 271
5 33.09 Kab. Boyolali 1.008,45 989.776 19 6 261
6 33.29 Kab. Brebes 1.902,37 1.896.243 17 5 292
7 33.01 Kab. Cilacap 2.124,47 1.840.594 24 15 269
8 33.21 Kab. Demak 900,12 1.116.343 14 6 243
9 33.15 Kab. Grobogan 2.013,86 1.448.535 19 7 273
10 33.20 Kab. Jepara 1.059,25 1.158.182 16 11 184
11 33.13 Kab. Karanganyar 775,44 896.991 17 15 162
12 33.05 Kab. Kebumen 1.211,74 1.362.524 26 11 449
13 33.24 Kab. Kendal 1.118,13 976.771 20 20 266
14 33.10 Kab. Klaten 658,22 1.304.519 26 10 391
15 33.19 Kab. Kudus 425,15 832.681 9 9 123
16 33.08 Kab. Magelang 1.102,93 1.280.679 21 5 367
17 33.18 Kab. Pati 1.489,19 1.283.790 21 5 401
18 33.26 Kab. Pekalongan 837,00 934.929 19 13 272
19 33.27 Kab. Pemalang 1.118,03 1.471.174 14 11 211
20 33.03 Kab. Purbalingga 677,55 953.304 18 15 224
21 33.06 Kab. Purworejo 1.091,49 771.203 16 25 469
22 33.17 Kab. Rembang 887,13 625.991 14 7 287
23 33.14 Kab. Sragen 941,54 981.416 20 12 196
24 33.22 Kab. Semarang 950,21 1.008.646 19 27 208
25 33.11 Kab. Sukoharjo 489,12 897.291 12 17 150
26 33.23 Kab. Temanggung 837,71 769.843 20 23 266
27 33.28 Kab. Tegal 876,10 1.444.074 18 6 281
28 33.12 Kab. Wonogiri 1.793,67 1.081.041 25 43 251
29 33.07 Kab. Wonosobo 981,41 858.273 15 29 236
30 33.71 Kota Magelang 16,06 129.303 3 17 -
31 33.75 Kota Pekalongan 45,25 305.052 4 27 -
32 33.72 Kota Surakarta 46,01 562.269 5 51 -
33 33.73 Kota Salatiga 57,36 186.859 4 23 -
34 33.74 Kota Semarang 373,78 1.653.035 16 177 -
35 33.76 Kota Tegal 39,68 280.940 4 27 -
Jawa Tengah 32.800,69 35.712.824 573 750 7.809
Indonesia 6.579 76.546
Sumber

Kabupaten Banjarnegara[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Banjarnegara terdiri dari 20 kecamatan, 12 kelurahan, dan 266 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.002.398 jiwa dengan luas wilayah 1.023,73 km² dan sebaran penduduk 979 jiwa/km².[1]

Kabupaten Banyumas[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Banyumas terdiri dari 27 kecamatan, 30 kelurahan, dan 301 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.741.077 jiwa dengan luas wilayah 1.335,30 km² dan sebaran penduduk 1.304 jiwa/km².[1]

Kabupaten Batang[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Batang terdiri dari 15 kecamatan, 9 kelurahan, dan 239 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 773.138 jiwa dengan luas wilayah 788,65 km² dan sebaran penduduk 980 jiwa/km².[1]

Kabupaten Blora[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Blora terdiri dari 16 kecamatan, 24 kelurahan, dan 271 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 893.940 jiwa dengan luas wilayah 1.804,59 km² dan sebaran penduduk 495 jiwa/km².[1]

Kabupaten Boyolali[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Boyolali terdiri dari 19 kecamatan, 6 kelurahan, dan 261 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 989.776 jiwa dengan luas wilayah 1.008,45 km² dan sebaran penduduk 981 jiwa/km².[1]

Kabupaten Brebes[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Brebes memiliki 17 kecamatan, 5 kelurahan, dan 292 desa dengan ibukotanya adalah Kota Brebes. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.896.243 jiwa dengan luas wilayah 1.902,37 km² dan sebaran penduduk 1.162 jiwa/km².[1]

Kabupaten Cilacap[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Cilacap terdiri dari 24 kecamatan, 15 kelurahan, dan 269 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.840.594 jiwa dengan luas wilayah 2.124,47 km² dan sebaran penduduk 866 jiwa/km².[1]

Kabupaten Demak[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Demak terdiri dari 14 kecamatan, 6 kelurahan, dan 243 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.116.343 jiwa dengan luas wilayah 900,12 km² dan sebaran penduduk 1.240 jiwa/km².[1]

Kabupaten Grobogan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Grobogan terdiri dari 19 kecamatan, 7 kelurahan, dan 273 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.448.535 jiwa dengan luas wilayah 2.013,86 km² dan sebaran penduduk 719 jiwa/km².[1]

Kabupaten Jepara[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Jepara terdiri dari 16 kecamatan, 11 kelurahan, dan 184 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.158.182 jiwa dengan luas wilayah 1.059,25 km² dan sebaran penduduk 1.093 jiwa/km².[1]

Kabupaten Karanganyar[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Karanganyar memiliki 17 kecamatan, 15 kelurahan, dan 162 desa. Luas wilayahnya mencapai 775,44 km² dan penduduk 896.991 jiwa (2017) dengan sebaran 209 jiwa/km².[1]

Kabupaten Kebumen[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kebumen terdiri dari 26 kecamatan, 11 kelurahan, dan 449 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.362.524 jiwa dengan luas wilayah 1.211,74 km² dan sebaran penduduk 1.124 jiwa/km².[1]

Kabupaten Kendal[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kendal terdiri dari 20 kecamatan, 20 kelurahan, dan 266 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 976.771 jiwa dengan luas wilayah 1.118,13 km² dan sebaran penduduk 873 jiwa/km².[1]

Kabupaten Klaten[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Klaten terdiri dari 26 kecamatan, 10 kelurahan, dan 391 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.304.519 jiwa dengan luas wilayah 658,22 km² dan sebaran penduduk 1.982 jiwa/km².[1]

Kabupaten Kudus[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Kudus terdiri dari 9 kecamatan, 9 kelurahan, dan 123 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 832.681 jiwa dengan luas wilayah 425,15 km² dan sebaran penduduk 1.958 jiwa/km².[1]

Kabupaten Magelang[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Magelang memiliki 21 kecamatan, 5 kelurahan, dan 367 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.280.679 jiwa dengan luas wilayah 1.102,93 km² dan sebaran penduduk 1.162 jiwa/km².[1]

Kabupaten Pati[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Pati terdiri dari 21 kecamatan, 5 kelurahan, dan 401 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.283.790 jiwa dengan luas wilayah 1.489,19 km² dan sebaran penduduk 862 jiwa/km².[1]

Kabupaten Pekalongan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Pekalongan terdiri dari 19 kecamatan, 13 kelurahan, dan 272 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 934.929 jiwa dengan luas wilayah 837,00 km² dan sebaran penduduk 1.117 jiwa/km².[1]

Kabupaten Pemalang[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Pemalang terdiri dari 14 kecamatan, 11 kelurahan, dan 211 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.471.174 jiwa dengan luas wilayah 1.118,03 km² dan sebaran penduduk 1.316 jiwa/km².[1]

Kabupaten Purbalingga[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Purbalingga terdiri dari 18 kecamatan, 15 kelurahan, dan 224 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 953.304 jiwa dengan luas wilayah 677,55 km² dan sebaran penduduk 1.406 jiwa/km².[1]

Kabupaten Purworejo[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Purworejo terdiri dari 16 kecamatan, 25 kelurahan, dan 469 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 771.203 jiwa dengan luas wilayah 1.091,49 km² dan sebaran penduduk 706 jiwa/km².[1]

Kabupaten Rembang[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Rembang terdiri dari 14 kecamatan, 7 kelurahan, dan 287 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 625.991 jiwa dengan luas wilayah 887,13 km² dan sebaran penduduk 705 jiwa/km².[1]

Kabupaten Semarang[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Semarang memiliki 19 kecamatan, 27 kelurahan, dan 208 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.008.646 jiwa dengan luas wilayah 950,21 km² dan sebaran penduduk 1.061 jiwa/km².[1]

Kabupaten Sragen[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Sragen terdiri dari 20 kecamatan, 12 kelurahan, dan 196 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 981.416 jiwa dengan luas wilayah 941,54 km² dan sebaran penduduk 1.042 jiwa/km².[1]

Kabupaten Sukoharjo[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Sukoharjo terdiri dari 12 kecamatan, 17 kelurahan, dan 150 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 897.291 jiwa dengan luas wilayah 489,12 km² dan sebaran penduduk 1.834 jiwa/km².[1]

Kabupaten Tegal[sunting | sunting sumber]

Secara administratif Kabupaten Tegal terbagi dalam 18 kecamatan, yang terdiri atas 281 desa dan 6 kelurahan. Sejak berdiri, pusat pemerintahan Kabupaten Tegal berada di Tegal. Namun sejak diterbitkannya Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 1984, pusat pemerintahannya dipindahkan dari wilayah Kota Tegal ke Kecamatan Slawi. Mulai akhir tahun 1989, Kecamatan Slawi dikembangkan menjadi Ibu kota Kabupaten Tegal. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.444.074 jiwa dengan luas wilayah 876,10 km² dan sebaran penduduk 1.648 jiwa/km².[1]

Kabupaten Temanggung[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Temanggung terdiri dari 20 kecamatan, 23 kelurahan, dan 266 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 769.843 jiwa dengan luas wilayah 837,71 km² dan sebaran penduduk 919 jiwa/km².[1]

Kabupaten Wonogiri[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Wonogiri terdiri dari 25 kecamatan, 43 kelurahan, dan 251 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.081.041 jiwa dengan luas wilayah 1.793,67 km² dan sebaran penduduk 602 jiwa/km².[1]

Kabupaten Wonosobo[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Wonosobo terdiri dari 15 kecamatan, 29 kelurahan, dan 236 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 858.273 jiwa dengan luas wilayah 981,41 km² dan sebaran penduduk 874 jiwa/km².[1]

Kota Magelang[sunting | sunting sumber]

Kota Magelang terdiri dari 3 kecamatan dan 17 kelurahan. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya diperkirakan sebesar 129.303 jiwa dan luas wilayah 16,06 km² dengan kepadatan 8.051 jiwa/km².[1]

Kota Pekalongan[sunting | sunting sumber]

Kota Pekalongan memiliki 4 kecamatan dan 27 kelurahan pasca-penggabungan (berdasarkan Perda Kota Pekalongan No.8 Tahun 2013).[2] Pada tahun 2017, jumlah penduduknya diperkirakan sebesar 305.052 jiwa dan luas wilayah 45,25 km² dengan kepadatan 6.741 jiwa/km².[1]

Kota Salatiga[sunting | sunting sumber]

Kota Salatiga memiliki 4 kecamatan dan 23 kelurahan. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya diperkirakan sebesar 186.859 jiwa dan luas wilayah 57,36 km² dengan kepadatan 3.257 jiwa/km².[1]

Kota Semarang[sunting | sunting sumber]

Kota Semarang memiliki 16 kecamatan dan 177 kelurahan. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya diperkirakan sebesar 1.653.035 jiwa dan luas wilayah 373,78 km² dengan kepadatan 4.422 jiwa/km².[1]

Kota Surakarta[sunting | sunting sumber]

Kota Surakarta memiliki 5 kecamatan dan 51 kelurahan dengan kode pos 57110 hingga 57157. Per tahun 2010, jumlah penduduk di lima kecamatan Surakarta adalah 500.642 yang terdiri atas 243.363 pria dan 257.279 wanita (sex rasio 94.59) dengan tingkat kepadatan penduduk di Surakarta adalah 11.370 jiwa/km², yang merupakan kepadatan tertinggi di Jawa Tengah (kepadatan Jawa Tengah hanya 992 jiwa/km²).[3] Pada tahun 2017, jumlah penduduknya diperkirakan sebesar 562.269 jiwa dan luas wilayah 46,01 km² dengan kepadatan 12.220 jiwa/km².[1]

Kelurahan paling barat adalah Karangasem, Laweyan, paling utara Kadipiro, Banjarsari, paling timur Jebres, Jebres, paling selatan Joyotakan, Serengan.

Kota Tegal[sunting | sunting sumber]

Kota Tegal memiliki 4 kecamatan dan 27 kelurahan. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya diperkirakan sebesar 280.940 jiwa dan luas wilayah 39,68 km² dengan kepadatan 7.659 jiwa/km².[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z aa ab ac ad ae af ag ah ai aj "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 5 Desember 2018. 
  2. ^ "Biro Hukum". www.jdih.setjen.kemendagri.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-10-12. 
  3. ^ http://www.bps.go.id/hasilSP2010/jateng/3372.pdf

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]