Kewedanaan


Kewedanaan[1] (bahasa Jawa: kawedanan) atau distrik (bahasa Belanda: district) adalah wilayah administrasi kepemerintahan yang berada di bawah kabupaten dan di atas kecamatan. Bentuk wilayah ini berlaku pada masa Hindia Belanda, dan beberapa tahun setelah kemerdekaan Indonesia di beberapa provinsi misalnya di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Pemimpin suatu kewedanaan disebut wedana.
Pada tahun 1819, Pemerintah Hindia Belanda berdasarkan Staatsblad Nomor 16 Tahun 1819 membentuk 20 Residentie atau keresidenan di Pulau Jawa. Keresidenan ini ruang lingkupnya terbagi menjadi regentschap atau Kabupaten, yang kembali terbagi menjadi kewedanaan atau distrik, yang kemudian terbagi lagi menjadi asisten kewedanan atau onderdistrict (ini yang sekarang menjadi kecamatan). Di luar Jawa sendiri, pemerintahan terbagi menjadi tiga "gouvernement". Gouvernement van Sumatra, Gouvernement van Borneo en Onderhoorigheden, dan Gouvernement Grote Oost. Gouvernement ini terbagi menjadi residentie. Kawedanan bersama dengan keresidenan sudah dihapuskan melalui Peraturan Presiden Nomor 22 Tahun 1963 karena penyederhanaan tingkat pemerintahan daerah.
Berikut ini adalah daftar kawedanan di Pulau Jawa pada tahun 1936 beserta cakupan wilayahnya:[2][3][4] (Perlu dicatat bahwa nama kecamatan di tabel ini memakai nama kecamatan yang dipakai sekarang)
Peta kawedanan (1936)
[sunting | sunting sumber]Keresidenan Bantam (Banten)
[sunting | sunting sumber]Keresidenan Buitenzorg (Bogor)
[sunting | sunting sumber]Kawedanan Tjibaroesa (Cibarusah) di tabel ini nantinya mengalami perubahan batas wilayah yang signifikan. Wilayahnya akan mengalami pemekaran, bagian utara digabung dengan Kawedanan Cikarang sedangkan bagian selatan berubah menjadi Kawedanan Jonggol.
Galeri
[sunting | sunting sumber]- Peta Kawedanan Tjibaroesa / Jonggol tahun 1933
Keresidenan Priangan (Bandung dan sekitarnya)
[sunting | sunting sumber]Keresidenan Cheribon (Cirebon)
[sunting | sunting sumber]| Kabupaten (Regentschap) | Kawedanan (District) | Cakupan wilayah kecamatan |
|---|---|---|
| Bodjonegoro | Bodjonegoro | Bojonegoro, Kapas, Trucuk (sebagian), Balen, Dander, Sukosewu, Sugihwaras, Temayang |
| Baoereno | Baureno, Kanor, Sumberejo, Kepohbaru, Kedungadem | |
| Ngoempak | Kalitidu, Malo, Trucuk (sebagian), Gayam, Ngasem, Bubulan, Gondang | |
| Padangan | Padangan, Purwosari, Kasiman, Kedewan | |
| Tambakredjo | Tambakrejo, Ngraho, Margomulyo, Ngambon, Sekar | |
| Toeban | Toeban | Tuban, Merakurak, Semanding, Palang |
| Rengel | Rengel, Soko, Grabagan, Plumpang, Widang | |
| Bantjar | Bancar, Tambakboyo, Kerek, Jenu | |
| Singgahan | Singgahan, Senori, Montong, Parengan | |
| Djatirogo | Jatirogo, Bangilan, Kenduruan | |
| Lamongan | Lamongan | Lamongan, Deket, Turi, Sarirejo, Tikung, Kembangbahu |
| Soekodadi | Sukodadi, Pucuk, Sekaran, Maduran, Karanggeneng | |
| Karangbinangoen | Karangbinangun, Glagah, Kalitengah | |
| Babad | Babat, Sugio, Kedungpring, Modo | |
| Ngimbang | Ngimbang, Sambeng, Mantup, Bluluk, Sukorame | |
| Patjiran | Paciran, Brondong, Solokuro, Laren |
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ (Indonesia) Arti kata kewedanaan dalam situs web Kamus Besar Bahasa Indonesia oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia.
- 1 2 "Administratieve indeling van Java en Madoera - sheet 1". Leiden University Libraries. Batavia: Topografische dienst in Nederlandsch-Indië. 1936.
- 1 2 "Administratieve indeling van Java en Madoera - sheet 2". Leiden University Libraries. Batavia: Topografische dienst in Nederlandsch-Indië. 1936.
- 1 2 "Administratieve indeling van Java en Madoera - sheet 3". Leiden University Libraries. Batavia: Topografische dienst in Nederlandsch-Indië. 1936.
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]- Mukim (Aceh) Bentuk wilayah administrasi kepemerintahan setingkat di Aceh