Pedukuhan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pembagian administratif Indonesia
Garuda Pancasila
Tingkat I

Provinsi
Daerah khususDaerah istimewa

Tingkat II

KabupatenKota
Kabupaten administrasi
Kota administrasi

Tingkat III

Kecamatan
Distrik (Papua)

Antara tingkat III dan IV

Mukim (khusus Aceh)

Tingkat IV

KelurahanDesa
Gampong (Aceh)
Nagari (Sumatera Barat)
Dusun (Bungo)
Kampung (Riau)
Kampung (Lampung)
Pekon (Lampung)
Tiyuh (Lampung)
Kampung (Kalimantan Timur)
Lembang (Toraja)
Negeri (Maluku Tengah)
Kampung (Papua)

Tingkat V

Dusun
Jorong (Sumatra Barat)
Korong (Padang Pariaman)
Kampung (Bungo)
Rukun (Jawa)
Padukuhan (Jateng dan DIY)
Banjar (Bali)
Kampung (NTT)
Lingkungan (NTT)
Lingkungan (Sulsel)
Kampong (Sulsel)
Bori (Sulsel)
Wanua (Sulsel)

Tingkat VI

Rukun Warga
Rukun Kampung (Siak)
Banjar (Bali)

Lihat pula

Rukun Kampung
Rukun Tetangga
Kampung adat
Kampung kota
Kepenghuluan (Riau)

sunting

Padukuhan atau Pedukuhan adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia yang berkedudukan di bawah Kelurahan atau Desa. Orang yang memimpin padukuhan disebut sebagai kepala dukuh. Istilah ini kembali digunakan di Provinsi Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Timur, setelah pada masa Orde Baru, istilah padukuhan diganti dengan Dusun.

Dukuh adalah sekumpulan pemukiman yang berdekatan dan tidak dibatasi oleh suatu lahan bukan pemukiman. Secara umum, desa di Jawa merupakan sekumpulan pemukiman (dusun) yang dipisahkan oleh sungai, persawahan, ladang, kebun, atau hutan. Desa mencakup semua wilayah ini.

Pada beberapa kabupaten tertentu, pedukuhan masih harus membawahi Rukun Warga (RW) yang membawahi beberapa Rukun Tetangga (RT), tetapi di Kabupaten Bantul (DIY) pedukuhan langsung membawahi RT (tanpa ada RW)