Halaman Utama

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Selamat datang di Wikipedia,
Sebuah ensiklopedia bebas yang dibangun oleh sukarelawan.

Artikel pilihan

Pertempuran antara tentara VOC dan Trunajaya, digambarkan di buku cerita Belanda tahun 1890.

Pemberontakan Trunajaya adalah pemberontakan yang dilakukan oleh bangsawan Madura Raden Trunajaya dan sekutunya pasukan dari Makassar terhadap Kesultanan Mataram yang dibantu oleh Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) di Jawa pada dekade 1670-an, dan berakhir dengan kemenangan Mataram dan VOC. Perang ini berawal dengan kemenangan pihak pemberontak: pasukan Trunajaya mengalahkan pasukan kerajaan di Gedogog (1676), lalu berhasil menduduki hampir seluruh pantai utara Jawa dan merebut keraton Mataram di Keraton Plered (1677). Raja Amangkurat I meninggal ketika melarikan diri dari keraton. Ia digantikan oleh anaknya, Amangkurat II yang meminta bantuan kepada VOC dan menjanjikan pembayaran dalam bentuk uang dan wilayah. Keterlibatan VOC berhasil membalikkan situasi. Pasukan VOC dan Mataram merebut kembali daerah Mataram yang diduduki, dan merebut ibu kota Trunajaya di Kediri (1678). Pemberontakan terus berlangsung hingga Trunajaya ditangkap VOC pada akhir 1679, dan juga kekalahan, kematian atau menyerahnya pemimpin pemberontakan lain (1679–1680). (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Kasus MortaraDi Bawah Lindungan Ka'bah (novel)Seri Rambai

Peristiwa terkini

Wikipedia tidak memberikan nasihat medis.
Saluran siaga COVID-19 Indonesia 119 ext 9 / 021-5210411 / 081212123119
Yoshihide Suga
Yoshihide Suga

Tahukah Anda

Tantangan kolaborasi

Hari ini dalam sejarah

26 September: Hari Bahasa Eropa; Hari Jajahan di Selandia Baru (1907)

Tanggal lain: 25 September 26 September 27 September

Hari ini tanggal 26 September 2020 (UTC) – Muat ulang

Gambar pilihan

Anjing penarik kereta luncur Husky di Kulusuk, Greenland
Anjing penarik kereta luncur Husky di Kulusuk, Greenland
(ukuran asli: 5.661 x 3.773 piksel, 10,25 MB)

Oleh: Markus Trienke
Lisensi: CC BY-SA 2.0