Yahudi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Bangsa Yahudi

bahasa Ibrani: יהודים (Yehudim)

Maimonides-2.jpg
Spinoza.jpg
SholemAleichem.jpg
Albert Einstein (Nobel).png
Noether (petite image).png
David bengurion.jpg
Shagal Choumoff.jpg
George Gershwin 1937.jpg
Natalie Portman Thor 2 cropped.png
Jumlah populasi

13.854.800–18.197.400 orang[1]

Kawasan dengan konsentrasi signifikan
 Israel 6.251.000 [2][3]
 Amerika Serikat 5.425.000 (2011) [4]–6,800,000
 Perancis 480.000 [4]
 Kanada 375.000 [4]
 Britania Raya 291.000 [4]
 Rusia 194.000–sekitar 500,000[5] [4]
 Argentina 182.300 – 230.000[6] [4]
 Jerman 119.000 [4]
 Brasil 110.000 [7]
 Australia 107.500 [4]
 Hongaria 100.000–120.000 [4][8]
 Afrika Selatan 70.800 [4]
 Ukraina 67.000–200,000[9] [4]
 Meksiko 67.476 [10]
 Belgia 30.300 [4]
 Belanda 30.000 [4]
 Italia 28.400 [4]
 Turki 26.000 [11]
 Chili 18.500 [4]
 Kolombia 12.000—sekitar 25,000 [12]
Negara lainnya 250.200 [4]
Bahasa
bahasa Ibrani, bahasa Yiddish, bahasa Arab, bahasa Aram, dan lain-lain.
Agama
Agama Yahudi.
Kelompok etnik terdekat
Arab atau bangsa Semitik, terutama orang Palestina, orang Suriah dan Libanon.

Yahudi adalah istilah yang merujuk kepada sebuah agama atau suku bangsa. Sebagai agama, istilah ini merujuk kepada umat yang beragama Yahudi.

Berdasarkan etnisitas, kata ini merujuk kepada suku bangsa yang berasal dari keturunan Eber (Kejadian 10:21) (yang disebut "Ibrani") atau Yakub (yang juga bernama "Israel") anak Ishak anak Abraham (Ibrahim) dan Sara, atau keturunan Suku Yehuda, yang berasal dari Yehuda anak Yakub. Etnis Yahudi juga termasuk Yahudi yang tidak beragama Yahudi tetapi beridentitas Yahudi dari segi tradisi.

Agama Yahudi adalah kombinasi antara agama dan suku bangsa. Agama Yahudi dibahas lebih lanjut dalam artikel agama Yahudi; artikel ini hanya membahas dari segi suku bangsa saja. Kepercayaan semata-mata dalam agama Yahudi tidak menjadikan seseorang menjadi Yahudi. Di samping itu, dengan tidak memegang kepada prinsip-prinsip agama Yahudi tidak menjadikan seorang Yahudi kehilangan status Yahudinya. Tetapi, definisi Yahudi undang-undang kerajaan Israel tidak termasuk Yahudi yang memeluk agama yang lain.

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Kata "Yahudi" diambil menurut salah satu marga dari dua belas leluhur Suku Israel yang paling banyak keturunannya, yakni Yehuda. Yehuda ini adalah salah satu dari 12 putera Yakub, seorang nabi yang hidup sekitar abad 18 SM dan bergelar Israil. Seluruh turunan dari 12 putera Yakub (Israel) itu dikenal dengan sebutan Bani Israel (keturunan langsung Israel) yang kemudian berkembang menjadi besar dinamakan menjadi Suku Israel.

Setelah berabad-abad turunan Yahudi berkembang menjadi bagian yang dominan dan mayoritas dari Bani Israel, sehingga sebutan Yahudi tidak hanya mengacu kepada orang-orang dari turunan Yahuda, tapi mengacu kepada segenap turunan dari Israel (Yakub).

Pada awalnya bangsa Yahudi hanya terdiri dari satu kelompok keluarga di antara banyak kelompok keluarga yang hidup di tanah Kan’an pada abad 18 SM. Ketika terjadi bencana kelaparan di Kan’an, mereka pergi mencari makan ke Mesir, yang memiliki persediaan makanan yang cukup berkat peran serta Yusuf. Karena kedudukan Yusuf yang tinggi di Dinasti Hyksos, Mesir, seluruh anggota keluarga Yakub diterima dengan baik di Mesir dan bahkan diberi lahan pertanian di bagian timur laut Mesir.

Pada akhirnya keseluruh bangsa Israel, tanpa memandang warga negara atau tanah airnya, disebut juga sebagai orang-orang Yahudi dan begitu pula semua penganut ajarannya disebut dengan nama yang sama pula.

Siapakah orang yang berhak disebut Yahudi?[sunting | sunting sumber]

Halakha, atau hukum-hukum agama Yahudi, memberikan definisi Yahudi kepada seorang yang:

  • Suku Bangsa Yahudi, suku bangsa ini terbagi lagi menjadi dua:[13]
    • Seorang anak yang terlahir dari ayah dan ibu Yahudi disebut Yahudi asli,
    • Seorang anak yang terlahir dari ayah Yahudi dan ibu dari bangsa lain, Yahudi campuran ini termasuk kategori Yahudi Kelas Dua,
  • Seorang yang memeluk agama Yahudi menurut hukum-hukum Yahudi.

Definisi ini diwajibkan oleh Talmud, sumber Hukum-Hukum Tak-tertulis yang menerangkan Taurat, kitab suci asal hukum-hukum Yahudi (lima kitab pertama kitab Tanakh/Perjanjian Lama). Menurut Talmud, definisi ini dipegang semenjak pemberian Sepuluh Perintah Allah di Gunung Sinai kira-kira 3.500 tahun dahulu kepada nabi Musa. Sejarawan Yahudi non-Ortodoks berkeyakinan bahwa definisi ini tidak diikuti sehingga tidak lama berlaku, tetapi ia mengaku bahwa definisi ini digunakan sekurang-kurangnya 2.000 tahun sampai saat ini.

Pada akhir abad ke-20, dua kumpulan Yahudi (terutama di Amerika Serikat) yang liberal dari segi teologi, Yahudi Reformasi dan Yahudi Rekonstruksi telah membenarkan orang yang tidak memenuhi kriteria tersebut untuk menyebut diri mereka sebagai Yahudi. Mereka tidak lagi mewajibkan orang memeluk agama tersebut demi memenuhi adat istiadat pemelukan tradisional, dan mereka menganggap seseorang sebagai Yahudi jika ibu mereka bukan Yahudi, asalkan berayah Yahudi.

Yahudi adalah agama tertutup.

Kelompok Yahudi[sunting | sunting sumber]

Dewasa ini ada sejumlah kelompok Yahudi utama:

  1. Kaum Ashkenazim
  2. Kaum Sefardim
  3. Kaum Mizrahim atau "Orang dari Timur"

Anti-semitisme[sunting | sunting sumber]

Selama berabad-abad orang Yahudi banyak mengalami Diskriminasi dari kaum Kristen di Eropa. Diskriminasi terhadap orang Yahudi ini secara khusus disebut antisemitisme. Puncak diskriminasi ini terjadi pada Perang Dunia II, yakni ketika Yahudi dibantai di Eropa oleh kaum Nazi Jerman karena dituduh mengambil kekayaan secara paksa.[butuh rujukan]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ 13,85 juta orang (populasi utama Yahudi) berdasarkan: 14-14,5 juta orang berdasarkan: 18,19 juta orang (populasi Yahudi secara luas/di seluruh dunia) berdasarkan:
  2. ^ "It's Independence Day: Israel's Population Rises to 8.345 Million". Jewish Business News. Diakses tanggal 23 Mei 2015. 
  3. ^ Tova Dvorin (2015-04-21). "Israel's Population Grows 2% Over 2014 to 8.345 Million". Israel National News. Diakses tanggal 27 Juni 2015. 
  4. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p DellaPergola, Sergio (2 November 2012). Dashefsky, Arnold; Sheskin, Ira, ed. "World Jewish Population, 2012" (PDF). Current Jewish Population Reports. Storrs, Connecticut: North American Jewish Data Bank. Diakses tanggal 2013-09-21. 
  5. ^ DellaPergola, Sergio (2 November 2012). "World Jewish Population, 2012" (PDF). North American Jewish Data Bank. Diakses tanggal 2013-07-21. 
  6. ^ Congreso Judío Latinoamericano. "Comunidades judías latinoamericanas: Argentina" (in Spanyol). Diakses tanggal 21 Desember 2014. 
  7. ^ "Após cristãos e mulçumanos, sem-religião são 3º maior grupo no mundo" (in Portugis). BBC Brasil. Diakses tanggal 12 Juni 2015. 
  8. ^ "Hungary". World Jewish Congress. Diakses tanggal 2014-08-09. 
  9. ^ Aliyah from Ukraine Spikes, By AFP and Arutz Sheva, First Publish: 5/4/2014
  10. ^ "Panorama de las religiones en México 2010" (PDF) (in Spanyol). INEGI. p. 3. Diakses tanggal 7 Juli 2015. 
  11. ^ "Turkish - Jewish Friendship Over 500 Years". turkishjews.com. Diakses tanggal 2015-03-12. 
  12. ^ "'Lost Jews' Of Colombia Say They've Found Their Roots : NPR". npr.org. Diakses tanggal 2015-03-12. 
  13. ^ Suku Bangsa Yahudi terbagi dua: Yahudi asli yang terlahir dari ayah ibu Yahudi dan Yahudi campuran yang terlahir, dari ayah Yahudi dan ibu dari bangsa lain. Yahudi campuran termasuk Yahudi Kelas Dua.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Informasi
Organisasi
Lain-lain