Wikipedia:Artikel pilihan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Bantuan · Komunitas · Portal · Isi Pilihan · ProyekWiki · Permintaan artikel · Pengusulan
Artikel bagus · Artikel pilihan · Gambar pilihan · Daftar pilihan
Bintang ini melambangkan artikel pilihan di Wikipedia.
Artikel pilihan adalah artikel-artikel terbaik di Wikipedia, yang ditentukan oleh komunitas. Sebelum dimasukkan ke dalam daftar ini, artikel-artikel tersebut dinilai dan dibahas di Wikipedia:Artikel pilihan/Usulan, untuk memastikan keakuratan, kenetralan, kelengkapan, dan gaya penulisan, berdasarkan Wikipedia:Kriteria artikel pilihan.

Saat ini terdapat 319 artikel pilihan dari 380.175 artikel di Wikipedia, yang berarti ada satu artikel pilihan untuk setiap 1.192 artikel di Wikipedia.

Artikel yang berhasil mendapatkan status artikel pilihan akan diberikan bintang (Fairytale bookmark gold.svg) pada pojok kanan atasnya. Selain itu, apabila suatu artikel merupakan artikel pilihan di Wikipedia bahasa lain, akan diberikan bintang pada pranala interwiki di sisi kiri bawah artikel.

Hapus tembolok

Bonshō

Bonshō adalah lonceng besar yang ditemukan di kuil-kuil Buddha di seluruh Jepang, yang digunakan untuk memanggil para biksu untuk berdoa dan menandai batas periode waktu. Bonshō (contoh gambar di Ryōan-ji) dibunyikan dengan cara dipukul di bagian luar menggunakan pemukul yang digenggam atau digantung pada tali. Lonceng tersebut biasanya terbuat dari perunggu, menggunakan salah satu metode pengecoran dengan cetakan sekali pakai. Lonceng ditambahkan dan dihiasi dengan berbagai bentuk tonjolan, pita, dan inskripsi. Bonshō tertua di Jepang diperkirakan berasal dari tahun 600 M. Desainnya yang umum mirip dengan lonceng Tiongkok dan menampilkan fitur-fitur seperti yang terlihat pada lonceng-lonceng Tiongkok kuno. Bunyi bonshō dapat terdengar hingga jarak yang cukup jauh, sehingga digunakan sebagai penanda, penunjuk waktu, dan alarm. Selain itu, suara lonceng tersebut memiliki karakter supranatural, antara lain suara tersebut dipercaya dapat didengar di dunia bawah tanah. Bonshō berperan penting dalam upacara-upacara Buddhis, khususnya festival tahun baru dan Obon. Sepanjang sejarah Jepang, lonceng tersebut dikaitkan dengan cerita-cerita dan legenda-legenda, baik fiksi, seperti lonceng Benkei dari Mii-dera, maupun sejarah, seperti lonceng Hōkō-ji. Pada masa modern, bonshō menjadi lambang perdamaian dunia. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Badak sumateraBa CụtAdolf Hitler

ArsipArtikel pilihan lainnya...


Dua Badak Sumatera

Badak sumatera adalah badak terkecil dari lima spesies badak yang masih ada. Spesies ini pernah menghuni hutan hujan, rawa, dan hutan pegunungan di India, Bhutan, Bangladesh, Myanmar, Laos, Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Tiongkok. Mereka sekarang terancam punah, dengan hanya enam populasi yang cukup besar di alam liar: empat di Sumatera, satu di Kalimantan, dan satu di Semenanjung Malaysia. Jumlah badak sumatera sulit ditentukan karena mereka adalah hewan penyendiri yang tersebar secara luas, tetapi dapat diperkirakan kalau jumlahnya kurang dari 100 ekor. Cula badak pernah diyakini penggunaannya secara luas sebagai afrodisiak; walaupun pada kenyataannya pengobatan tradisional Tionghoa tidak pernah menggunakannya untuk tujuan ini. Layaknya spesies Afrika, badak ini memiliki dua cula. Yang ukurannya lebih besar adalah cula hidung, biasanya hanya sepanjang 15–25 cm, namun ada spesimen yang tercatat berukuran 81 cm. Rambutnya dapat saja lebat ataupun jarang, dan biasanya berwarna coklat kemerahan. Mereka merupakan spesies badak yang paling vokal dan juga berkomunikasi dengan cara menandai tanah dengan kakinya, memelintir pohon kecil hingga membentuk pola, dan meninggalkan kotorannya. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Ba CụtAdolf HitlerJoehana

ArsipArtikel pilihan lainnya...

Eurydice pulchra, isopoda karnivora ditemukan di pantai berpasir

Isopoda adalah ordo (kelompok) dari krustasea yang meliputi kutu kayu, Ligia dan kerabatnya. Isopoda hidup di laut, di air tawar, atau di darat, dan sebagian besar adalah hewan keabu-abuan atau keputihan kecil dengan eksoskeleton (kerangka eksternal) kaku dan tersegmentasi. Mereka memiliki dua pasang antena, tujuh pasang kaki bersendi pada toraks, dan lima pasang embel-embel bercabang pada bagian abdomen yang digunakan dalam respirasi. Betina merawat anak mereka dalam kantong di bawah toraks mereka. Isopoda memiliki berbagai metode pemberian makan: beberapa makan tanaman dan hewan yang mati atau membusuk, yang lain perumput atau mendapatkan partikel makanan dari air di sekitar mereka, beberapa adalah predator, dan beberapa adalah parasit internal atau eksternal, sebagian besar pada ikan. Spesies air sebagian besar hidup di dasar laut atau di bawah perairan tawar, tetapi beberapa taksa yang lebih terderivasi (kelompok lanjutan) dapat berenang untuk jarak pendek. Bentuk terestrial bergerak dengan merangkak dan cenderung ditemukan dalam tempat dingin dan lembab. Beberapa spesies dapat menggulung diri menjadi bola untuk menghemat air atau sebagai mekanisme pertahanan. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: BonshōBadak sumateraBa Cụt

ArsipArtikel pilihan lainnya...

Pengusulan artikel pilihan

Artikel pilihan sebelumnya

Lihat pula