Bintang ini melambangkan artikel pilihan di Wikipedia. Artikel pilihan adalah artikel-artikel terbaik di Wikipedia, yang ditentukan oleh komunitas. Sebelum dimasukkan ke dalam daftar ini, artikel-artikel tersebut dinilai dan dibahas di Wikipedia:Artikel pilihan/Usulan, untuk memastikan keakuratan, kenetralan, kelengkapan, dan gaya penulisan, berdasarkan Wikipedia:Kriteria artikel pilihan.
Saat ini terdapat 436 artikel pilihan dari 769.425 artikel di Wikipedia, yang berarti ada satu artikel pilihan untuk setiap 1.765 artikel di Wikipedia.
Artikel yang berhasil mendapatkan status artikel pilihan akan diberikan bintang () pada pojok kanan atasnya. Selain itu, apabila suatu artikel merupakan artikel pilihan di Wikipedia bahasa lain, akan diberikan bintang pada pranala interwiki di sisi kiri bawah artikel.
Muhammad IV dari Granada adalah penguasa Kesultanan Granada di Semenanjung Iberia dari tahun 1325 sampai 1333. Ia adalah sultan keenam dari dinasti Nashri, naik takhta pada usia sepuluh tahun ketika ayahnya, Ismail I, dibunuh. Tahun-tahun awal pemerintahannya ditandai dengan konflik di antara para menterinya. Ia juga memperoleh dukungan dari Alfonso XI dari Kastilia (m.1312–1350), penguasa kerajaan Kristen Granada di utara yang terletak di dekat Granada. Perang saudara berakhir pada tahun 1328 ketika Muhammad IV mulai mengambil peran yang lebih aktif dalam pemerintahan. Pada tahun 1328 dan 1329, Alfonso XI membentuk aliansi anti-Granada dengan raja Iberia lainnya, Alfonso IV dari Aragon. Kedua kerajaan Kristen tersebut menyerbu Granada pada tahun 1330. Pada bulan September 1332, Muhammad berlayar ke istana Mariniyah di Fez untuk meminta bantuan. Sultan Mariniyah yang baru, Abu al-Hasan Ali, mengirim 5.000 pasukan, yang mengepung orang Kastilia di Gibraltar. Kota itu menyerah pada Juni 1333 tetapi kemudian dikepung oleh Alfonso XI. Situasi tersebut mengakibatkan kebuntuan yang mendorong gencatan senjata pada 24 Agustus 1333 dan memulihkan perjanjian tahun 1331. Sehari kemudian, Muhammad dibunuh pada usia 18 tahun. Ia digantikan oleh saudaranya Yusuf I. (Selengkapnya...)
Bunga merupakan struktur reproduktif pada tumbuhan berbunga. Umumnya, bunga tersusun dalam empat lingkar tingkat yang mengitari ujung tangkai. Keempatnya meliputi: kelopak, yakni daun yang termodifikasi untuk menyangga bunga; mahkota, yang kerap berevolusi untuk menarik penyerbuk; benang sari sebagai organ jantan tempat serbuk sari dihasilkan; serta putik sebagai organ betina tempat serbuk sari diterima dan digerakkan menuju sel telur. Bunga pertama kali berevolusi sekitar 150 hingga 190 juta tahun lalu, pada periode Jura. Tumbuhan berbunga kemudian menggantikan berbagai tumbuhan berbiji tak berbunga di banyak ekosistem karena keunggulan reproduktifnya. Dalam kajian klasifikasi tumbuhan, bunga menjadi ciri utama yang digunakan untuk membedakan berbagai kelompok tumbuhan. Selama ribuan tahun manusia memanfaatkan bunga untuk beragam tujuan: hiasan, pengobatan, bahan pangan, serta pembuatan wewangian. (Selengkapnya...)
Pada tahun 1257, terjadi sebuah letusan dahsyat di Samalas, sebuah gunung berapi yang terletak di pulau Lombok, Indonesia. Peristiwa ini diperkirakan memiliki Indeks Daya Ledak Vulkanik sebesar 7, menjadikannya salah satu letusan gunung berapi terbesar pada kala Holosen. Letusan tersebut menghasilkan sebuah kaldera besar yang kini menampung Danau Segara Anak. Aktivitas vulkanik berikutnya kemudian membentuk pusat-pusat erupsi baru di dalam kaldera itu, termasuk kerucut Barujari yang masih aktif hingga kini. Letusan Samalas menciptakan kolom erupsi yang menjulang puluhan kilometer ke atmosfer dan menghasilkan aliran piroklastik yang menimbun sebagian besar wilayah Lombok serta melintasi laut hingga mencapai pulau tetangga, Sumbawa. Aliran tersebut menghancurkan berbagai permukiman manusia, termasuk kota Pamatan, ibu kota kerajaan yang pernah berdiri di Lombok. Abu vulkanik dari letusan ini jatuh sejauh 340 kilometer (210mi) hingga ke Jawa; gunung ini memuntahkan lebih dari 10 kilometer kubik (2,4cumi) batuan dan abu vulkanik. (Selengkapnya...)