Wikipedia:Artikel pilihan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Bantuan · Komunitas · Portal · ProyekWiki · Permintaan artikel · Pengusulan
Bintang ini melambangkan artikel pilihan di Wikipedia.
Artikel pilihan adalah artikel-artikel terbaik di Wikipedia, yang ditentukan oleh komunitas. Sebelum dimasukkan ke dalam daftar ini, artikel-artikel tersebut dinilai dan dibahas di Wikipedia:Artikel pilihan/Usulan, untuk memastikan keakuratan, kenetralan, kelengkapan, dan gaya penulisan, berdasarkan Wikipedia:Kriteria artikel pilihan.

Saat ini terdapat 345 artikel pilihan dari 567.592 artikel di Wikipedia, yang berarti ada satu artikel pilihan untuk setiap 1.645 artikel di Wikipedia.

Artikel yang berhasil mendapatkan status artikel pilihan akan diberikan bintang (Fairytale bookmark gold.svg) pada pojok kanan atasnya. Selain itu, apabila suatu artikel merupakan artikel pilihan di Wikipedia bahasa lain, akan diberikan bintang pada pranala interwiki di sisi kiri bawah artikel.

Hapus singgahan

Artikel pilihan
2004 2005
2006 2007
2008 2009
2010 2011
2012 2013
2014 2015
2016 2017
2018 2019
2020 2021
Menurut topik
Usulan

Artikel pilihan:

Artikel pilihan periode ini

Hasan al-Kharrat

Hasan al-Kharrat (1861–1925) adalah salah satu komandan pemberontak Suriah utama pada Pemberontakan Besar Suriah melawan Mandat Prancis. Wilayah operasi utamanya berada di Damaskus dan pinggiran Ghouta-nya. Ia tewas saat berjuang dan dianggap sebagai seorang pahlawan oleh bangsa Suriah. Sebagai qabaday (bos pemuda lokal) dari wilayah al-Shaghour, Damaskus, al-Kharrat berhubungan dengan Nasib al-Bakri, seorang nasionalis dari keluarga paling berpengaruh di wilayah tersebut. Atas undangan al-Bakri, al-Kharrat bergabung dengan pemberontakan pada Agustus 1925 dan membentuk kelompok pejuang dari al-Shaghour dan wilayah lainnya di wilayah tersebut. Ia memimpin serangan pemberontakan melawan Damaskus, secara singkat menaklukkan kediaman Komisioner Tinggi Prancis Maurice Sarrail sebelum mereka mundur akibat pengeboman oleh Prancis. Menjelang akhir 1925, hubungan makin tegang antara al-Kharrat dan para pemimpin pemberontak lainnya, terutama Sa'id al-'As dan Ramadan al-Shallash, karena mereka saling melayangkan tuduhan bahwa pihak tertuduh telah menjarah desa-desa atau memalak para penduduk lokal. Al-Kharrat masih memimpin operasi-operasi di Ghouta, tetapi di situ ia tewas akibat penyergapan oleh Prancis. Pemberontakan diredam pada 1927, namun ia meraih reputasi berkelanjutan sebagai seorang syahid pemberontakan Suriah melawan kekuasaan Prancis. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Perang Dayak DesaRepublik Sosialis Soviet AbkhaziaKleopatra


Perang Dayak Desa adalah perang antara Suku Dayak Desa dengan pasukan Kekaisaran Jepang pada masa pendudukan Jepang di Kalimantan Barat. Perang ini berlangsung pada tahun 1944 hingga 1945 di Sanggau, Kalimantan Barat, dan dilatarbelakangi oleh perlakuan Jepang yang sewenang-wenang terhadap Suku Dayak Desa. Akibat romusa, banyak penduduk yang meninggal karena bekerja pada perusahaan perkayuan Jepang. Pada 13 Mei 1945, anak perempuan Pang Linggan (tokoh masyarakat Dayak Desa), hendak dikawini oleh seorang mandor Jepang yang bernama Osaki. Perkawinan ini tidak disetujui oleh Pang Linggan. Rakyat lalu menyiapkan strategi untuk menyerang Osaki, yang kemudian tewas tanpa perlawanan berarti. Hal ini menyebabkan pertempuran pecah di perusahaan kayu. Suku-suku Dayak dari Ketapang hingga Sekadau berkumpul melalui peredaran mangkuk merah. Wilayah Meliau berhasil direbut oleh Suku Dayak pada Juni 1945, meskipun kembali dikuasai Jepang antara 17 Juli hingga 31 Agustus 1945, hingga pasukan Jepang menyerah pada Sekutu dan meninggalkan wilayah tersebut. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Republik Sosialis Soviet AbkhaziaKleopatraTikal

Komodor Udara Cobby (kiri) dan Kapten Grup Caldwell (kanan) di Morotai pada Januari 1945

Pemberontakan Morotai adalah sebuah insiden bulan April 1945 yang melibatkan anggota Australian First Tactical Air Force yang berpangkalan di pulau Morotai, Hindia Belanda. Delapan pilot senior, termasuk penerbang ulung Australia, Kapten Grup Clive Caldwell, menyatakan pengunduran diri mereka untuk memprotes suatu hal yang mereka anggap sebagai penurunan pangkat terhadap skadron tempur Royal Australian Air Force (RAAF) yang dipindahtugaskan ke misi-misi serangan darat tak penting dari segi strategi melawan pasukan Jepang yang sudah dilewati oleh kampanye "lompat pulau" Sekutu. Penyelidikan pemerintah menyatakan bahwa para "pemberontak", dan tiga perwira berpangkat tinggi di First Tactical Air Force Headquarters, termasuk sang komandan, Komodor Udara Harry Cobby, penerbang ulung Australian Flying Corps semasa Perang Dunia I, dipecat dari jabatannya. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya

Lihat pula