Wikipedia:Artikel pilihan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Bantuan · Komunitas · Portal · Isi Pilihan · ProyekWiki · Permintaan artikel · Pengusulan
Bintang ini melambangkan artikel pilihan di Wikipedia.
Artikel pilihan adalah artikel-artikel terbaik di Wikipedia, yang ditentukan oleh komunitas. Sebelum dimasukkan ke dalam daftar ini, artikel-artikel tersebut dinilai dan dibahas di Wikipedia:Artikel pilihan/Usulan, untuk memastikan keakuratan, kenetralan, kelengkapan, dan gaya penulisan, berdasarkan Wikipedia:Kriteria artikel pilihan.

Saat ini terdapat 377 artikel pilihan dari 399.090 artikel di Wikipedia, yang berarti ada satu artikel pilihan untuk setiap 1.059 artikel di Wikipedia.

Artikel yang berhasil mendapatkan status artikel pilihan akan diberikan bintang (Fairytale bookmark gold.svg) pada pojok kanan atasnya. Selain itu, apabila suatu artikel merupakan artikel pilihan di Wikipedia bahasa lain, akan diberikan bintang pada pranala interwiki di sisi kiri bawah artikel.

Hapus tembolok

Masjidil Haram

Masjidil Haram adalah sebuah masjid di kota Mekkah yang dipandang sebagai tempat tersuci bagi umat Islam. Masjid ini juga merupakan tujuan utama dalam ibadah haji. Masjid ini dibangun mengelilingi Ka'bah yang menjadi arah kiblat bagi umat Islam dalam mengerjakan ibadah Salat. Masjid ini juga merupakan masjid terbesar di dunia, diikuti oleh Masjid Nabawi di Madinah al-Munawwarah sebagai masjid terbesar kedua di dunia serta merupakan dua masjid suci utama bagi umat Muslim. Luas keseluruhan masjid ini mencapai 356,800 m2 (3,841,000 sq ft) dengan kemampuan menampung jamaah sebanyak 820.000 jamaah ketika musim Haji dan mampu bertambah menjadi dua juta jamaah ketika salat Id. Kepentingan masjid ini sangat diperhitungkan dalam agama Islam, karena selain menjadi kiblat, masjid ini juga menjadi tempat bagi para jamaah Haji melakukan beberapa ritual wajib, yaitu tawaf, dan sa'i. (Selengkapnya...)


Musa Menerima Kedua Loh Batu karya João Zeferino da Costa

Sepuluh Perintah Allah dalam Katolik Roma dipandang penting untuk pertumbuhan dan kesehatan rohani yang baik, serta berfungsi sebagai dasar keadilan sosial Katolik. Sepuluh Perintah Allah dibahas dalam tulisan-tulisan Gereja yang paling awal; Katekismus menyatakan bahwa Sepuluh Perintah Allah telah "menempati suatu tempat utama" dalam pengajaran iman sejak zaman Agustinus dari Hippo (tahun 354–430 M). Katekismus pertama yang digunakan secara luas dalam Gereja pada tahun 1566 menyediakan "pembahasan yang menyeluruh mengenai masing-masing perintah", tetapi memberikan penekanan yang lebih besar pada ketujuh sakramen. Ajaran Gereja mengenai Sepuluh Perintah Allah utamanya didasarkan pada Perjanjian Baru dan Lama serta tulisan-tulisan para Bapa Gereja awal. Dalam Perjanjian Baru, Yesus membebaskan para pengikutnya dari 613 peraturan, namun tetap mempertahankan Sepuluh Perintah Allah. Sepuluh Perintah Allah menginstruksikan semua orang agar menjalin hubungan dalam kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama sesuai rangkuman oleh Yesus dalam dua "Perintah yang Utama". Tiga perintah pertama dari Sepuluh Perintah Allah menuntut penghormatan terhadap nama Allah, peringatan Hari Tuhan, dan melarang pemujaan allah lain. Perintah lainnya berkaitan dengan hubungan antar pribadi manusia, misalnya antara orang tua dan anak; perintah-perintah lain ini termasuk larangan berbohong, mencuri, membunuh, berzina, dan keinginan akan hal-hal yang dilarang. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: ? (film)Barthélemy BogandaLaju cahaya

Sajian restoran di Yerusalem meliputi falafel, hummus dan salad Israel

Masakan Israel meliputi hidangan lokal dari orang pribumi di Israel dan hidangan yang dibawa ke Israel oleh Yahudi dari Diaspora. Sejak sebelum pendirian Negara Israel pada 1948, dan sebagian sejak akhir 1970an, masakan fusion Yahudi Israel telah dikembangkan. Masakan Israel mengadopsi, dan kemudian mengadaptasi, unsur-unsur dari berbagai gaya masakan Yahudi dan masakan Arab, sebagian bergaya masak Mizrahi, Sefardim dan Ashkenazi. Masakan tersebut meliputi beberapa makanan yang biasanya disantap dalam masakan Levantin, Timur Tengah dan Mediterania, dan makanan-makanan seperti falafel, hummus, msabbha, shakshouka, couscous, dan za'atar sekarang terkenal di Israel. Pengaruh lain pada masakan tersebut terdapat pada makanan umum di kawasan Mediterania, khususnya jenis-jenis buah dan sayuran, produk susu dan ikan; makanan tradisional yang khas dihidangkan pada masa hari raya; tradisi menaati hukum kosher; dan tradisi memakan makanan tertentu pada hari Sabat dan hari-hari raya Yahudi yang berbeda, seperti challah, jachnun, malawach, ikan gefilte, hamin dan sufganiyot. (Selengkapnya...)

Pengusulan artikel pilihan

Artikel pilihan sebelumnya

Lihat pula