Wikipedia:Artikel pilihan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Bantuan · Komunitas · Portal · ProyekWiki · Permintaan artikel · Pengusulan
Bintang ini melambangkan artikel pilihan di Wikipedia.
Artikel pilihan adalah artikel-artikel terbaik di Wikipedia, yang ditentukan oleh komunitas. Sebelum dimasukkan ke dalam daftar ini, artikel-artikel tersebut dinilai dan dibahas di Wikipedia:Artikel pilihan/Usulan, untuk memastikan keakuratan, kenetralan, kelengkapan, dan gaya penulisan, berdasarkan Wikipedia:Kriteria artikel pilihan.

Saat ini terdapat 351 artikel pilihan dari 589.373 artikel di Wikipedia, yang berarti ada satu artikel pilihan untuk setiap 1.679 artikel di Wikipedia.

Artikel yang berhasil mendapatkan status artikel pilihan akan diberikan bintang (Fairytale bookmark gold.svg) pada pojok kanan atasnya. Selain itu, apabila suatu artikel merupakan artikel pilihan di Wikipedia bahasa lain, akan diberikan bintang pada pranala interwiki di sisi kiri bawah artikel.

Hapus singgahan

Artikel pilihan
2004 2005
2006 2007
2008 2009
2010 2011
2012 2013
2014 2015
2016 2017
2018 2019
2020 2021
Menurut topik
Usulan

Artikel pilihan:

Artikel pilihan periode ini

Awan jamur bom atom di langit Hiroshima (kiri) dan Nagasaki (kanan)

Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di kota Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, pada bulan Agustus 1945, tahap akhir Perang Dunia Kedua. Dua operasi pengeboman yang menewaskan sedikitnya 129.000 jiwa ini merupakan penggunaan senjata nuklir masa perang untuk pertama dan terakhir kalinya dalam sejarah. Tanggal 6 Agustus, A.S. menjatuhkan bom atom uranium jenis bedil (Little Boy) di Hiroshima. Tiga hari kemudian, pada tanggal 9 Agustus, A.S. menjatuhkan bom plutonium jenis implosi (Fat Man) di Nagasaki. Dalam kurun dua sampai empat bulan pertama setelah pengeboman terjadi, dampaknya menewaskan 90.000–146.000 orang di Hiroshima dan 39.000–80.000 di Nagasaki; kurang lebih separuh korban di setiap kota tewas pada hari pertama. Pada bulan-bulan seterusnya, banyak orang yang tewas karena efek luka bakar, penyakit radiasi, dan cedera lain disertai sakit dan kekurangan gizi. Di dua kota tersebut, sebagian besar korban tewas merupakan warga sipil meskipun terdapat garnisun militer besar di Hiroshima. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Isidor Isaac RabiKerja sama tertingkatkanMohammad Natsir


Isidor Isaac Rabi

Isidor Isaac Rabi adalah seorang fisikawan berkebangsaan Amerika Serikat. Lahir ke dalam sebuah keluarga Yahudi-Polandia tradisional di Rymanów, Galicia, Rabi datang ke Amerika saat masih bayi dan dibesarkan di Lower East Side, New York. Ia dianugerahi Penghargaan Nobel Fisika pada tahun 1944 untuk penemuan resonansi magnet inti yang digunakan dalam pencitraan resonansi magnetik. Ia juga merupakan salah satu ilmuwan pertama di AS yang mengembangkan magnetron, yang digunakan dalam radar mikrogelombang dan oven mikrogelombang. Selain itu, bersama dengan Gregory Breit, ia mengembangkan persamaan Breit-Rabi dan memprediksi bahwa eksperimen Stern–Gerlach dapat dimodifikasi untuk membuktikan sifat-sifat inti atom. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Kerja sama tertingkatkanMohammad NatsirJohannes Latuharhary

Sebuah B-29 Superfortress milik Komando Pengebom XX (jenis pesawat dan satuan yang sama dengan yang mengebom Palembang), lepas landas dari India pada Juni 1944

Pengeboman Palembang adalah serangan udara yang dilancarkan oleh Komando Pengebom XX Pasukan Udara AD Amerika Serikat (USAAF) terhadap Palembang yang berada di bawah pendudukan Jepang di tengah Perang Dunia II. Serangan ini terjadi pada malam 10/11 Agustus 1944 dalam upaya melakukan pengeboman terhadap sebuah kilang minyak di Palembang serta pemasangan ranjau dari udara di Sungai Musi untuk menghambat lalu lintas sungai tersebut. Serangan ini merupakan bagian dari rangkaian serangan terhadap kota-kota yang diduduki Jepang di Asia Tenggara, yang dilakukan selagi Komando Pengebom XX melancarkan misi utamanya yaitu pengeboman Jepang. Pengeboman ini menempuh jarak lebih dari 6.000 km untuk pulang pergi dalam waktu sekitar 19 jam, dan merupakan salah satu misi tempur terpanjang dalam Perang Dunia II. Operasi ini juga menjadi awal dari taktik penggunaan B-29 untuk menempatkan ranjau yang selanjutnya sering dilakukan Sekutu. Serangan dilakukan pada malam yang sama dengan serangan udara Komando Pengebom XX terhadap kota Nagasaki. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya

Lihat pula