Wikipedia:Artikel pilihan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Bantuan · Komunitas · Portal · Isi pilihan · ProyekWiki · Permintaan artikel · Pengusulan
Bintang ini melambangkan artikel pilihan di Wikipedia.
Artikel pilihan adalah artikel-artikel terbaik di Wikipedia, yang ditentukan oleh komunitas. Sebelum dimasukkan ke dalam daftar ini, artikel-artikel tersebut dinilai dan dibahas di Wikipedia:Artikel pilihan/Usulan, untuk memastikan keakuratan, kenetralan, kelengkapan, dan gaya penulisan, berdasarkan Wikipedia:Kriteria artikel pilihan.

Saat ini terdapat 512 artikel pilihan dari 441.324 artikel di Wikipedia, yang berarti ada satu artikel pilihan untuk setiap 862 artikel di Wikipedia.

Artikel yang berhasil mendapatkan status artikel pilihan akan diberikan bintang (Fairytale bookmark gold.svg) pada pojok kanan atasnya. Selain itu, apabila suatu artikel merupakan artikel pilihan di Wikipedia bahasa lain, akan diberikan bintang pada pranala interwiki di sisi kiri bawah artikel.

Hapus tembolok

Artikel pilihan
2004 2005
2006 2007
2008 2009
2010 2011
2012 2013
2014 2015
2016 2017
2018 2019
Menurut topik
Usulan

Artikel pilihan:

Sampul buku cetakan ketiga, 1922

Sair Tjerita Siti Akbari adalah syair berbahasa Melayu karangan Lie Kim Hok yang diterbitkan pada tahun 1884. Diadaptasi dari Sjair Abdoel Moeloek, syair ini bercerita tentang seorang wanita yang menyamar sebagai lelaki untuk membebaskan suaminya dari Sultan Hindustan yang menangkapnya saat menyerang kerajaan mereka. Ditulis selama beberapa tahun dan dipengaruhi oleh sastra Eropa, Siti Akbari berbeda dari syair-syair sebelumnya dalam penggunaan penegangan dan penekanan pada prosa ketimbang bentuk puitis. Syair ini juga menggunakan realisme sastra Eropa untuk memperluas aliran syair, meskipun mempertahankan beberapa keunggulan dari syair-syair tradisional. Pendapat-pendapat kritis telah menggarisbawahi berbagai aspek cerita syair ini: dalam karya ini ditemukan sebuah empati yang berkembang bagi pemiikiran dan perasaan wanita, panggilan untuk adanya bahasa pemersatu di Hindia Belanda (sekarang Indonesia), dan polemik mengenai hubungan antara tradisi dan modernitas. Siti Akbari meraup sukses baik secara komersial maupun secara kritis sehingga mengalami dua kali cetak ulang. Sebuah adaptasi film juga digarap pada tahun 1940. Ketika pengaruh Sjair Abdoel Moeloek menjadi jelas pada tahun 1920, Lie kemudian dikritik sebagai penulis yang tidak orisinal. Namun, Siti Akbari tetap menjadi syair karangan penulis Tionghoa yang paling terkenal. Lie kemudian dikenang sebagai "bapak sastra Melayu Tionghoa". (Selengkapnya...)


Tentara pribumi dan tentara Afrika yang bertugas di dalam KNIL

Belanda Hitam adalah sebutan untuk budak-budak yang berasal dari Elmina (sekarang terletak di Ghana, Afrika Barat), yang direkrut Belanda untuk menjadi Tentara Kerajaan Hindia Belanda dan ditugaskan di Hindia Belanda (sekarang Indonesia). Di antara tahun 1831 hingga 1872, lebih dari tiga ribu orang Afrika direkrut dari Pantai Emas Belanda untuk dijadikan sebagai tentara kolonial di Hindia Belanda. Belanda mengikuti langkah kekuatan kolonial lain pada saat itu, seperti Britania Raya dan Perancis yang merekrut anggota dari Afrika untuk bertempur di tanah-tanah jajahan yang lain. Secara umum, anggota tentara asing tidak mungkin bersimpati dengan penduduk asli dalam perlawanan mereka dengan kekuasaan penjajah. Dalam kasus tentara yang direkrut dari Afrika dan KNIL, hampir semua anggota direkrut dari kalangan budak. Perekrutan berakhir pada tahun 1872 setelah Elmina diserahkan kepada Britania Raya dalam Perjanjian Sumatera 1871. Beberapa orang dari Afrika bisa pulang ke negara asalnya di Afrika Barat setelah selesai melakukan peperangan, tetapi sebagian besar juga menetap di Hindia Belanda setelah menikah dengan wanita setempat. Keturunan mereka dianggap sebagai masyarakat Indo-Eropa. Setelah Perang Dunia Kedua dan kemerdekaan Hindia Belanda sebagai negara Indonesia, kebanyakan dari mereka pindah ke Belanda. (Selengkapnya...)

Amir Hamzah

Boeah Rindoe adalah koleksi puisi karya Amir Hamzah (gambar) tahun 1941. Puisi-puisinya berasal dari tahun-tahun pertama Amir di Jawa, antara 1928 dan 1935. Menurut Anthony Johns dari Universitas Nasional Australia, puisi-puisi tersebut disusun secara kronologis, yang menandakan peningkatan kematangan Amir sebagai penulis ketika mengembangkan puisi. Koleksi tersebut meliputi dua puluh tiga puisi berjudul dan dua karya tak berjudul. Sepuluh puisi sebelumnya telah diterbitkan, termasuk karya-karya pertama yang diterbitkan Amir (keduanya dari 1932), "Mabuk..." dan "Sunyi". Dalam Buah Rindu, Amir menampilkan ketertarikan untuk menggunakan bentuk puisi Melayu tradisional seperti pantun, namun tidak seperti bentuk tradisional yang sangat tinggi, ia mencampur susunan ritme. Penggunaan bahasa oleh pengarang tersebut juga dikenal diwarnai oleh gagasan-gagasan dan istilah-istilah Jawa, dan sumber pengaruh lainnya berasal dari sastra India, dengan rujukan kepada dewa dan dewi Hindu. Buah Rindu diterbitkan secara keseluruhan dalam edisi Juni 1941 Poedjangga Baroe, sebuah majalah yang Amir bantu dirikan pada 1933. Karya tersebut kemudian diterbitkan ulang sebagai buku yang berdiri sendiri oleh Poestaka Rakjat di Jakarta. (Selengkapnya...)

Pengusulan artikel pilihan

Artikel pilihan sebelumnya

Lihat pula