Wikipedia:Artikel pilihan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Bantuan · Komunitas · Portal · ProyekWiki · Permintaan artikel · Pengusulan
Bintang ini melambangkan artikel pilihan di Wikipedia.
Artikel pilihan adalah artikel-artikel terbaik di Wikipedia, yang ditentukan oleh komunitas. Sebelum dimasukkan ke dalam daftar ini, artikel-artikel tersebut dinilai dan dibahas di Wikipedia:Artikel pilihan/Usulan, untuk memastikan keakuratan, kenetralan, kelengkapan, dan gaya penulisan, berdasarkan Wikipedia:Kriteria artikel pilihan.

Saat ini terdapat 340 artikel pilihan dari 551.909 artikel di Wikipedia, yang berarti ada satu artikel pilihan untuk setiap 1.623 artikel di Wikipedia.

Artikel yang berhasil mendapatkan status artikel pilihan akan diberikan bintang (Fairytale bookmark gold.svg) pada pojok kanan atasnya. Selain itu, apabila suatu artikel merupakan artikel pilihan di Wikipedia bahasa lain, akan diberikan bintang pada pranala interwiki di sisi kiri bawah artikel.

Hapus singgahan

Artikel pilihan
2004 2005
2006 2007
2008 2009
2010 2011
2012 2013
2014 2015
2016 2017
2018 2019
2020 2021
Menurut topik
Usulan

Artikel pilihan:

Artikel pilihan periode ini

Lukisan karya Thomas Whitcombe yang menggambarkan pelabuhan Batavia pada tahun 1806.

Penyerangan Batavia merupakan upaya Angkatan Laut Britania Raya dalam menghancurkan skuadron Belanda di Jawa, Hindia Belanda, yang menjadi ancaman bagi aktivitas pelayaran Britania di Selat Malaka. Armada Britania yang dikomandoi oleh Laksamana Sir Edward Pellew memimpin pelayaran empat kapal tiang, dua fregat, dan satu kapal brig menuju Batavia (kini Jakarta) untuk menyerang armada Belanda yang terdiri dari sejumlah kapal tiang dan beberapa kapal yang lebih kecil. Namun, kapal-kapal besar Belanda telah berlayar menuju Gresik satu bulan sebelumnya, dan pasukan Britania hanya menemukan fregat Phoenix dan beberapa kapal kecil yang sedang merapat di pelabuhan. Semua kru kapal tersebut memilih untuk melarikan diri daripada harus berurusan dengan pasukan Pellew. Kapal-kapal yang ditinggalkan kemudian dibakar, dan Pellew, yang tidak menyadari keberadaan armada Belanda di Gresik, kembali ke markasnya di Madras pada musim dingin. (Selengkapnya...)


Penggambaran Perpustakaan Aleksandria karya seniman Jerman O. Von Corven dari abad ke-19. Gambar ini didasarkan pada bukti arkeologi yang tersedia pada masa tersebut.

Perpustakaan Aleksandria di Kota Aleksandria, Mesir merupakan salah satu perpustakaan terbesar dan terpenting pada zaman kuno. Perpustakaan ini merupakan bagian dari sebuah lembaga penelitian yang lebih besar, Mouseion, yang dipersembahkan untuk para Musai (sembilan dewi yang melambangkan seni). Gagasan mengenai sebuah perpustakaan untuk segala bidang di Aleksandria mungkin diusulkan oleh Demetrios dari Faleron (seorang negarawan asal Athena yang menjalani pengasingannya di Aleksandria) kepada Raja Ptolemaios I Soter pada zaman Helenistik. Rancangan untuk mendirikan perpustakaan ini mungkin sudah disusun pada masa raja tersebut, tetapi perpustakaan ini kemungkinan baru dibangun pada masa pemerintahan anaknya, yaitu Ptolemaios II Filadelfos. Berkat dukungan dari raja-raja Wangsa Ptolemaios, perpustakaan ini dengan segera memperoleh banyak sekali gulungan papirus. Tidak diketahui secara pasti berapa jumlah gulungan papirus yang disimpan di perpustakaan ini, tetapi perkiraannya berkisar antara 40.000 hingga 400.000 gulungan.(Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya: Sejarah awal Gowa dan TalloMandar dengkur95 dalil Luther

Laksamana Sir Edward Pellew karya James Northcote.

Penyerangan Gresik adalah serangan Britania Raya terhadap pelabuhan Belanda di Griessie (kini Gresik) di Pulau Jawa, Hindia Belanda, pada bulan Desember 1807 selama Perang Napoleon. Serangan ini merupakan aksi terakhir dalam serangkaian pertempuran antara skuadron Britania di Samudra Hindia dengan angkatan laut Belanda di Pulau Jawa. Pertempuran ini berakhir dengan skuadron Britania menghancurkan dua kapal tiang Belanda, kapal perang terakhir yang dimiliki oleh Belanda di wilayah tersebut. Skuadron Britania di bawah komando Laksamana Sir Edward Pellew (gambar) berusaha untuk melumpuhkan Belanda dalam upayanya untuk menguasai rute perdagangan dengan Tiongkok di Selat Malaka; kapal-kapal Britania sering kali dijarah oleh perompak Belanda yang beroperasi dari pelabuhan utama di Batavia (kini Jakarta). Pada musim panas 1806, fregat Britania melakukan pengintaian di Laut Jawa dan dicegat oleh dua fregat Belanda, yang mendorong Pellew untuk melancarkan serangan besar-besaran di Batavia yang mengakibatkan hancurnya fregat terakhir milik Belanda. Sebelum penyerangan Batavia, Laksamana Belanda, Hartsink, telah memerintahkan agar kapal-kapalnya berlayar ke arah timur dan berlindung di Gresik, dekat Surabaya. (Selengkapnya...)

Artikel pilihan sebelumnya

Lihat pula