Vladimir Lenin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Vladimir Lenin
Владимир Ленин
Ketua Dewan Komisar Rakyat Uni Soviet
(Perdana Menteri Uni Soviet)
Masa jabatan
30 Desember 1922 – 21 Januari 1924
Didahului oleh Jabatan baru
Digantikan oleh Alexey Rykov
Ketua Dewan Komisar Rakyat Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia
Masa jabatan
8 November 1917 – 21 Januari 1924
Didahului oleh Jabatan baru
Digantikan oleh Alexey Rykov
Anggota Politbiro
Masa jabatan
25 Maret 1919 – 21 Januari 1924
Masa jabatan
23 Oktober 1917 – 7 November 1917
Informasi pribadi
Lahir Vladimir Ilyich Ulyanov

(bahasa Rusia: Владимир Ильич Ульянов)
22 April 1870
Simbirsk, Kekaisaran Rusia

Meninggal 21 Januari 1924 (umur 53)
Gorki, RSFS Rusia, Uni Soviet
Kebangsaan  Uni Soviet
 Kekaisaran Rusia
Partai politik Partai Komunis Rusia (Bolshevik)
Suami/istri Nadezhda Krupskaya (1898-1924)
Profesi Pengacara, revolusioner, politikus
Agama Ateisme
Tanda tangan

Vladimir Ilyich Ulyanov,[a] yang lebih dikenal dengan sebutan Lenin[b] (22 April [K.J.: 10 April] 1870 – 21 Januari 1924), adalah revolusioner komunis, politikus, dan penggagas teori politik berkebangsaan Rusia. Nama Lenin sebenarnya adalah nama samaran yang diambil dari nama Sungai Lena di Siberia. Ia menjabat sebagai pemimpin RSFS Rusia sejak tahun 1917, lalu Perdana Menteri Uni Soviet sejak tahun 1922 hingga kematiannya. Lenin berhaluan politik Marxis dan telah ikut menyumbangkan gagasan politiknya dalam pemikiran Marxis yang disebut sebagai Leninisme. Gagasannya itu bila digabung dengan teori ekonomi Marx dikenal dengan sebutan Marxisme–Leninisme.

Lenin terlahir sebagai putra dari keluarga kelas menengah di Simbirsk, Kekaisaran Rusia. Ketertarikannya pada politik revolusioner sayap kiri diawali dari hukuman mati yang dijatuhkan kepada seorang kakak laki-lakinya pada tahun 1887. Ia sempat mengenyam pendidikan di Universitas Negeri Kazan, tetapi dikeluarkan karena terlibat dalam protes anti-tsar sehingga pada tahun-tahun berikutnya, ia berjuang mendapatkan gelar sarjana hukum dan bergabung ke aliran politik radikal sebagai pengikut Marx. Pada tahun 1893, ia pindah ke St. Petersburg, menjadi tokoh senior dalam Liga Perjuangan Kesetaraan Kelas Buruh. Lenin kemudian ditangkap karena dituduh telah menghasut orang banyak dan diasingkan selama tiga tahun ke Siberia di mana ia menikah dengan Nadezhda Krupskaya. Setelah itu, ia mengasingkan diri ke Jerman, Inggris, dan Swiss. Ia baru pulang ke Rusia pasca-Revolusi Februari 1917 yang menyebabkan turunnya tsar dan berkuasanya pemerintahan sementara.

Sebagai pemimpin faksi Bolshevik dari Partai Buruh Sosial Demokrat Rusia, ia memegang peran utama dalam melancarkan Revolusi Oktober 1917 yang berhasil menggulingkan Pemerintahan Sementara Rusia dan mendirikan Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia, negara sosialis pertama di dunia secara konstitusional. Segera setelah itu, Lenin menerapkan reformasi sosialis yang meliputi pengalihan hak milik atas tanah dan bangunan kepada soviet (dewan pekerja). Adanya ancaman serangan dari Jerman membuat Lenin terpaksa menandatangani perjanjian damai yang menandai keluarnya Rusia dari Perang Dunia I. Pada tahun 1921, ia menggagas Kebijakan Ekonomi Baru, suatu sistem kapitalisme negara yang memulai proses industrialisasi dan pemulihan keadaan pasca-Perang Sipil Rusia. Setahun kemudian, RSFS Rusia bergabung dengan wilayah lain yang dulu juga termasuk wilayah kekuasaan Kekaisaran Rusia untuk membentuk Uni Soviet dengan Lenin sebagai pemimpinnya.

Pasca-kematiannya, Marxisme–Leninisme berkembang menjadi beberapa cabang pemikiran baru seperti Stalinisme, Trotskyisme, dan Maoisme. Lenin hingga saat ini masih menjadi tokoh dunia yang kontroversial. Para pencelanya memberi label diktator kepadanya karena ia dianggap telah melanggar banyak hak asasi manusia selama berkuasa, sedangkan para pendukungnya melawan pendapat itu dengan beranggapan bahwa kekuasaan Lenin saat itu terbatas dan memberinya gelar sebagai pembela kaum buruh. Lenin memiliki peranan besar dalam gerakan komunis internasional dan menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia pada abad ke-20.

Kehidupan awal[sunting | sunting sumber]

Masa kecil: 1870–87[sunting | sunting sumber]

Ayah Lenin, Ilya Nikolayevich Ulyanov, berasal dari keluarga budak Kalmyk, Rusia, dan Chuvash.[2] Disamping latar belakang kelas bawah ini, ia naik tingkat menjadi kelas menengah, belajar fisika dan matematika Universitas Kekaisaran Kazan sebelum mengajar di Institut Penza untuk Bangsawan.[3] Ilya menikah dengan Maria Alexandrovna Blank pada pertengahan 1863.[4] Dididik dengan baik dari berasal dari latar belakang yang relatif makmur, istrinya merupakan putri dari wanita JermanSwedia dan dokter Yahudi Rusia yang telah berpindah ke agama Kristen.[5] Setelah pernikahan mereka, Ilya meraih pekerjaan di Nizhny Novgorod, naik pangkat menjadi Direktur Sekolah Dasar di distrik Simbirsk enam tahun kemudian. Lima tahun setelah itu, ia diangkat menjadi Direktur Sekolah Negeri untuk provinsi tersebut, yang mengurusi pendirian lebih dari 450 sekolah sebagai bagian dari rencana pemerintah untuk modernisasi. Dedikasinya untuk pendidikan membuatnya meraih Ordo St. Vladimir, yang memberikannya status bangsawan warisan .[6]

Rumah masa kecil Lenin di Simbirsk

Pasangan tersebut memiliki dua anak, Anna (kelahiran 1864) dan Alexander (kelahiran 1868), sebelum Lenin lahir dengan nama Vladimir "Volodya" Ilyich di Simbirsk pada 10 April 1870, dan dibaptis beberapa hari kemudian. Mereka disusul dengan tiga anak lainnya, Olga (kelahiran 1871), Dmitry (kelahiran 1874), dan Maria (kelahiran 1878). Dua saudara terakhir meninggal saat dilahirkan.[7] Ilya adalah anggota Gereja Ortodoks Rusia yang taat dan membaptis anak-anaknya dalam gereja tersebut, meskipun Maria – seorang Lutheran – memiliki perbedaan yang sangat besar pada Kekristenan, sebuah pandangan yang mempengaruhi anak-anaknya.[8]

Kedua orangtuanya adalah monarkis dan konservatif liberal, yang memperjuangkan reformasi emansipasi 1861 yang diperkenalkan oleh reformis Tsar Alexander II; mereka memegang paham politik yang radikal dan tidak ada bukti bahwa polisi menengkap mereka karena pemikiran semacam itu.[9] Setiap musim panas, mereka berlibur ke sebuah pedesaan di Kokushkino.[10] Diantara saudara-saudaranya, Lenin dekat dengan saudarinya Olga, yang sering ia arahkan; ia memiliki alam yang sangat kompetitif dan terkesan desktruktif, namun biasanya dikarenakan perilakunya yang salah.[11] Sebagai seorang olahragawan yang handal, ia menjalani waktu luangnya di luar ruangan atau bermain catur, dan unggul di sekolahnya, sekolah disipliner dan konservatif Simbirsk Klasik Gimnazia.[12]

Ilya Ulyanov meninggal karena haemorrhage otak pada Januari 1886, saat Lenin pada usia 16 tahun.[13] Kemudian, perilaku Lenin menjadi keras kepala dan pemberontak, dan ia kemudian meninggalkan kepercayaannya terhadap Tuhan.[14] pada waktu itu, kakak Lenin, Alexander belajar di Universitas Saint Petersburg. Terlibat dalam penentangan politik melawan monarki absolut dari reaksioner Tsar Alexander III, ia mempelajari tulisan-tulisan sayap kiri yang dicekal dan menyelenggarakan unjuk rasa anti-pemerintah. Ia bergabung dengan sel revolusioner yang merencanakan pembunuhan Tsar dan dipilih untuk membuat sebuah bom. Sebelum serangan tersebut dilakukan, para konspirator ditangkap dan ditahan, dan pada Mei, saudaranya Alexander dihukum mati dengan cara digantung.[15] Disamping trauma emosionalnya terhadap kematian ayahnya dan kakaknya, Lenin tetap melanjutkan stui, lulus dengan medali emas untuk penampilan unggul, dan memutuskan untuk belajar hukum di Universitas Kazan.[16]

Universitas dan radikalisasi politik: 1887–93[sunting | sunting sumber]

Lenin mendapat pengaruh dari Karl Marx.

Setelah masuk Universitas Kazan pada August 1887, Lenin berpindah ke sebuah rumah susun terdekat.[17] Disana, ia bergabung dengan zemlyachestvo, sebuah bentuk perhimpunan universitas yang mewakili kaum pemuda di wilayah tersebut.[18] Kelompok tersebut memilihnya sebagai perwakilannya untuk dewan zemlyachestvo universitas tersebut, dan pada bulan Desember, ia ikut unjuk rasa melawan kebijakan pemerintah yang melarang perhimpunan pelajar. Polisi menangkap Lenin dan menuduhnya sebagai biang kerok dalam unjuk rasa tersebut; ia dikeluarkan dari universitas tersebut dan Kementerian Urusan Dalam Negeri mengasingkannya ke estate Kokushkino milik keluarganya.[19] Disana, ia membaca novel pro-revolusioner 1863 Nikolay Chernyshevsky Apa Yang Harus Dilakukan?.[20]

Ibu Lenin menyadari radikalisasi putranya, dan meminta Kementerian Dalam Negeri untuk membolehkannya kembali ke kota Kazan, meskipun tidak kembali masuk universitasnya.[21] Saat ia kembali, ia bergabung dengan lingkar revolusioner Nikolai Fedoseev, dimana ia menemukan buku 1867 Karl Marx Kapital. Hal ini meluaskan pemahamannya dalam Marxisme, sebuah teori sosio-politik yang menyatakan bahwa masyarakat dikembangkan bertahap, yang pengembangannya dihasilkan dari perjuangan kelas, dan bahwa masyarakat kapitalis memberikan calan untuk masyarakat sosialis dan kemudian masyarakat komunis.[22] Khawatir akan pandangan politiknya, ibu Lenin membawanya ke sebuah estate negara di desa Alakaevka, Oblast Samara, dengan harapan agar putranya tertarik terhadap pertanian. Namun, ia hanya memiliki sedikit minat dalam pengurusan pertanian, dan ibunya menjual lahan tersebut dan menjadikannya rumah musim panas.[23]

Pada September 1889, keluarga Ulyanov berpindah ke kota Samara, dimana Lenin bergabung dengan lingkar diskusi sosialis Alexei Sklyarenko.[24] Baik Sklyarenko dan Lenin sama-sama mengadopsi Marxisme, dan Lenin menerjemahkan pamflet politik 1848 Marx dan Friedrich Engels, Manifesto Komunis, ke dalam bahasa Rusia.[25] Ia mulai membaca karya-karya Marxis Rusia Georgi Plekhanov, yang sepakat dengan argumen Plekhanov bahwa Rusia beralih dari feodalisme ke kapitalisme dan sehingga sosialisme akan diimplementasikan oleh proletariat, atau kelas pekerja kota, ketimbang petani.[26] Pandangan Marxis ini berseberangan dengan pandangan gerakan agrarian-sosialis Narodnik, yang memandang bahwa kaum petani harus mendirikan sosialisme di Rusia dengan membentuk komune-komune petani, sehingga melengserkan kapitalisme. Pandangan Narodnik ini berkembang pada 1860an dengan Partai Kebebasan Rakyat dan kemudian menjadi dominan dalam gerakan revolusioner Rusia .[27] Meskipun Lenin menolak pengutamaan argumen agrarian-sosialis, ia dipengaruhi oleh agrarian-sosialis seperti Pëtr Tkachëvi dan Sergei Nechaev, dan berteman dengan beberapa anggota Narodnik.[28]

Pada Mei 1890, Maria—yang memiliki pengaruh sosialita sebagai janda bangsawan—meminta otoritas untuk membolehkan Lenin untuk mengambil ujiannya secara eksternal di Universitas St Petersburg, diman ia meraih gelar yang setara dengan gelar kelas pertama. Perayaan kelulusan tersebut berubah saat saudarinya Olga meninggal karena tifoid.[29] Lenin menetap di Samara selama beberapa tahun, mula-mula bekerja sebagai asisten hukum untuk pengadilan regional dan kemudian pengacara lokal.[30] Ia mencurahkan waktunya untuk politik radikal dengan tetap aktif dalam kelompok Skylarenko dan merumuskan gagasa-gagasan tentang bagaimana Marxisme diterapkan di Rusia. Terinspirasi oleh karya Plekhanov, Lenin mengumpulkan data tentang masyarakat Rusia, menggunakannya untuk mendukung interpretasi Marxis perkembangan sosialita dan melawan klaim-klaim Narodnik.[31] Ia menulis sebuah makalah tentang ekonomi petani, meskipun hal tersebut disangkal oleh jurnal liberal Pemikiran Rusia.[32]

Aktivitas revolusioner[sunting | sunting sumber]

Aktivitas awal dan penahanan: 1893–1900[sunting | sunting sumber]

Pada musim gugur 1893, Lenin berpindah ke Saint Petersburg.[33] Di sana, ia bekerja sebagai asisten barrister dan diangkat pada jabatan senior dalam sebuah sel revolusioner Marxis yang menyebut diri mereka sendiri "Sosial-Demokrat" yang mengambil nama dari Partai Demokrat Sosial Jerman yang Marxis.[34] Secara terbuka menyanjung Marxisme pada gerakan sosialis tersebut, ia mendirikan sel-sel revolusioner di pusat-pusat industri Rusia .[35] Pada musim gugur 1894, ia memimpin sebuah lingkar buruh Marxis, dan meneliti rintangan-rintangannya, mengetahui bahwa mata-mata polisi berusaha untuk menggerogoti gerakan tersebut.[36] Ia memulai hubungan percintaan dengan Nadezhda "Nadya" Krupskaya, seorang guru sekolah Marxis.[37] Ia juga mengarang sebuah traktat politik yang mengkritik agrarian-sosialis Narodnik, Apa Itu "Teman-Teman Rakyat" dan Bagaimana Mereka Melawan Sosial-Demokrat, yang sebagian besar berdasarkan pada pengalamannya di Samara; sekitar 200 salinan secara ilegal dicetak pada 1894.[38]

Lenin berharap dapat menjalin hubungan antara Sosial-Demokrat pimpinannya dengan Emansipasi Buruh, sebuah kelompok migran Marxis Rusia yang berbasis di Swiss; ia mengunjungi negara tersebut untuk bertemu dengan anggota-anggota grup tersebut yakni Plekhanov dan Pavel Axelrod.[39] Ia kemudian pergi ke Paris untuk bertemu keponakan Marx Paul Lafargue dan untuk meneliti Komune Paris 1871, yang ia anggap prototipe awal untuk sebuah pemerintahan proletarian.[40] Dibiayai oleh ibunya, ia singgah di sebuah spa kesehatan Swiss sebelum berkunjung ke Berlin, dimana ia belajar selama enam minggu di Staatsbibliothek dan bertemu aktivis Marxis Wilhelm Liebknecht.[41] Kembali ke Rusia dengan mebawa publikasi revolusioner ilegal, ia berkunjung ke berbagai kota untuk menyebarkan tulisan-tulisan yang ditujukan bagi para buruh.[42] Saat terlibat dalam memproduksi lembaran berita, Rabochee delo ("Sebab Buruh"), ia menjadi salah satu dari 40 aktivis yang ditangkap di St. Petersburg dan dijatuhi hukuman.[43]

Lenin (duduk tengah) dengan para anggota lainnya dari Liga Perjuangan Emansipasi Kelas Buruh pada 1897

Menolak perwakilan atau jaminan hukum, Lenin membantah seluruh dakwaan terhadapnya namun ia masih ditahan selama setahun sebelum didakwa.[44] Ia menjalani waktunya dengan berteori dan menulis. Dalam karyanya, ia menyatakan bahwa perkembangan kapitalisme industrial di Rusia telah menyebabkan sejumlah besar petani pindah ke kota, dimana mereka membuat sebuah proletariat. Dari sudut pandang Marxis-nya, Lenin berpendapat bahwa proletariat Rusia ini akan mengembangkan kesenjangan kelas, yang akan berujung pada keruntuhan Tsarisme, aristokrasi, dan borjuis dan mendirikan sebuah negara proletariat yang memajukan sosialisme.[45]

Pada Februari 1897, ia didakwa tanpa diadili untuk diasingkan tiga tahun di timur Siberia, meskipun diberi beberapa hari ke Saint Petersburg untuk mengurusi urusannya. Ia menggunakan waktu tersebut untuk bertemu dengan apra anggota Sosial-Demokrat, yang telah mengganti nama mereka sendiri menjadi Liga Perjuangan untuk Emansipasi Kelas Buruh.[46] Perjalanannya ke timur Siberia memakan waktu 11 minggu, karena ia ditemani oleh ibunya dan saudari-saudarinya. Karena hanya dianggap memberikan ancaman kecil kepada pemerintah, ia diasingkan ke sebuah gubuk petani di Shushenskoye, Distrik Minusinsky, dimana ia berada di bawah pengawasan polisi; ia tak pernah dapat menghubungi revolusioner lainnya, beberapa diantaranya mengunjunginya, dan diijinkan untuk pergi berenang di Sungai Yenisei dan berburu bebek dan snipe.[47]

Pada Mei 1898, Nadya bergabung dengannya dalam pengasingan, yang ditangkap pada Agustus 1896 karena mengorganisir sebuah serangan. Meskipun awalnya diposkan ke Ufa, ia meminta otoritas untuk memindahkannya ke Shushenskoye, yang mengklaim bahwa ia dan Lenin bertunangan; mereka menikah di sebuah gereja pada 10 Juli 1898.[48] Tinggal dalam sebuah kehidupan keluarga dengan ibu Nadyam, Elizaveta Vasilyevna, di Shushenskoye, pasangan tersebut menerjemahkan sastra sosialis berbahasa Inggris ke dalam bahasa Rusia.[49] Tetap giat mengembangkan Marxisme Jerman – dimana ideologi tersebut telah menjadi sebuah ideologi yang terpecah, dengan kalangan revisionis seperti Eduard Bernstein yang menunjung perdamaian sebagai jalan elektoral untuk sosialisme – Lenin masih berniat melakukan revolusi kekerasan, dengan menyerang argumen-argumen revisionist argumen dalam Sebuah Protes dari Sosial-Demokrat Rusia.[50] Ia juga menyelesaikan Perkembangan Kapitalisme di Rusia (1899), buku terpanjang yang pernah ia buat, yang mengkritik agrarian-sosialis dan mempromosikan analisis Marxis terhadap perkembangan ekonomi Rusia. Diterbitkan dengan pseudomin "Vladimir Ilin", setelah diterbitkan, buku tersebut umumnya meraih ulasan yang buruk.[51]

Munich, London, dan Jenewa: 1900–05[sunting | sunting sumber]

Setelah ia diasingkan, Lenin bermukim di Pskov pada awal 1900.[52] Disana, ia mulai mengumpulkan sumbangan untuk sebuah surat kabar, Iskra ("Percikan Api"), sebuah organ dari Partai Marxis Rusia, yang sekarang menyebut diri mereka sendiri Partai Buruh Sosial Demokrat Rusia (PBSDR.[53] Pada Juli 1900, Lenin pergi dari Rusia ke Eropa Barat; di Swiss, ia bertemu Marxis-Marxis Rusia lainnya, dan di sebuah konferensi Corsier, mereka sepakat untuk meluncurkan sebuah makalah dari Munich, dimana Lenin berpindah pada September.[54] Berisi kontribusi-kontribusi dari Marxis-Marxis Eropa, Iskra diseludupkan ke Rusia,[55] menjadikannya publikasi bawah tanah paling sukses di negara tersebut selama 50 tahun.[56] Ia mula-mula mengadopsi pseudonim "Lenin" pada Desember 1901, yang diyakini berasal dari penyebutan Sungai Lena;[57] ia seringkali menggunakan pseudonim lengkap "N. Lenin", dan meskipun N tidak memiliki arti apapun, sebuah kesalahpahaman populer kemudian berkembang yang menyatakan bahwa huruf tersebut mewakili kata "Nikolai".[58] Di bawah pseudonim tersebut, ia menerbitkan pamflet politik Apa Yang Harus Dilakukan? pada 1902; publikasi paling berpengaruh buatannya sampai saat ini, karya tersebut berisi pemikiran-pemikiran Lenin tentang kebutuhan untuk partai vanguard untuk memimpin proletariat menuju revolusi.[59]

Rumah Lenin di Zurich, Swiss.

Nadya bergabung dengan Lenin di Munich, menjadikannya sekretaris pribadinya.[60] Mereka melanjutkan agitasi politik mereka, yang Lenin wujudkan dengan menulis untuk Iskra dan mencanangkan program PBSDR, yang menyerang lawan-lawan ideologi dan kritikus-kritikus eksternal, terutama Partai Sosialis Revolusioner (SR),[61] sebuah kelompok agrarian-sosialis Narodnik yang didirikan pada 1901.[62] Disamping masih menjadi Marxis, ia menerima pandangan Narodnik tentang kekuatan revolusioner dari kaum petani Rusia, menurut penulisan pamflet 1903 Untuk Kemiskinan Desa.[63] Untuk menghindari polisi Bayern, Lenin pindah ke London dengan Iskra pada April 1902,[64] dimana ia berteman dengan Marxis Rusia sejawat Leon Trotsky.[65] Di London, Lenin terkenal penyakit erisipelas dan tidak dapat memegang peran utama pada badan editorial Iskra; dalam absensinya, badan tersebut memindahkan basis operasinya ke Jenewa.[66]

Kongres PBSDR kedua diadakan di London pada Juli 1903.[67] Pada konferensi tersebut, sebuah perpecahan terjadi antara pendukung Lenin dan pendukung Julius Martov. Martov berpendapat bahwa para anggota partai harus dapat mengekspresikan diri mereka sendiri secara independen dari kepemimpinan partai; Lenin tidak setuju, dengan menyatakan bahwa butuh kepemimpinan yang kuat dengan kontrol penuh dari partai tersebut.[68] Pendukung Lenin berjumlah mayoritas, dan Lenin menjuluki mereka "mayoritarian" (bol'sheviki dalam bahasa Rusia; kemudian Bolshevik); sebagai tanggapannya, Martov menjuluki pengikutnya "minoritarian" (men'sheviki dalam bahasa Rusia; kemudian Menshevik).[69] Argumen antara Bolshevik dan Menshevik berlanjut setelah konferensi; Bolshevik menuduh lawan mereka oportunis dan reformis yang kurang disiplin, sementara Menshevik menuduh Lenin lalim and otokrat.[70] Dikarenakan Menshevik, Lenin mengundurkan diri dari badan editorial Iskra dan pada Mei 1904 menerbitkan traktat anti-Menshevik Satu Langkah Kedepan, Dua Langkah Kebelakang.[71] Lenin menjadi stres dan memutuskan untuk liburan mendaki di pedesaan Swiss.[72] Faksi Bolshevik bertambah kuat; pada musim semi, seluruh anggota Komite Pusat PBSDR Bolshevik,[73] dan pada Desember mereka mendirikan surat kabar Vperëd (Kedepan).[74]

Revolusi 1905 dan setelahnya: 1905–14[sunting | sunting sumber]

Pada Januari 1905, pembantaian Minggu Berdarah terhadap para pengunjuk rasa diSt. Petersburg meluas menjadi ketegangan sipil yang dikenal sebagai Revolusi 1905.[75] Lenin memerintahkan Bolshevik untuk mengambil peran besar dalam peristiwa tersebut, yang berbuntut pemerontakan kekerasan.[76] Pada saat melakukannya, ia mengadopsi slogan-slogan SR yang berbunyi "pemberontakan bersenjata", "teror massal", dan "perampasan tanah bangsawan", yang mengakibatkan Menshevik menuduh bahwa ia memegang Marxisme ortodoks.[77] Timbal baliknya, ia memutuskan agar Bolshevik memisahkan diri secara menyeluruh dengan Menshevik, meskipun beberapa Bolshevik menolak dan kedua kelompok tersebut menghadiri Kongres PBSDR Ketiga, yang diadakan di London pada April 1905.[78] Lenin mempersembahkan beberapa gagasannya dalam pamflet Dua Taktik Demokrasi Sosial dalam Revolusi Demokratik, yang diterbitkan pada Agustus 1905. Disana, ia memprediksi bahwa kaum burjois liberal Rusia akan mengalami peralihan menuju monarki konstitusional dan kemudian mengkhianati revolusi; selain itu ia berpendapat bahwa proletariat akan membangun sebuah aliansi dengan kaum petani untuk melengserkan rezim Tsaris dan mendirikan "kediktatoran revolusioner provisional dari proletariat dan kaum petani".[79]

Kebangkitan telah dimulai. Pasukan melawan pasukan. Pertikaian jalanan bergejolak, barikade-barikade diterjunkan, senapan-senapan ditembakkan, meriam-meriam diletuskan. Sungai-sungai darah mengalir, perang saudara untuk kebebasan meledak. Moskwa dan wilayah Selatan, Kaukasus dan Polandia siap bergabung dengan proletariat St. Petersburg. Slogan para buruh menjadi: Mati atau Merdeka!

Lenin pada Revolusi 1905[80]

Dalam menanggapi reovlusi 1905, Tsar Nikolas II mengadakan serangkaian reformasi liberal dalam Manifesto Oktober-nya, setelah Lenin merasa aman untuk kembali ke St. Petersburg.[81] Bergabung dengan badan editorial Novaya Zhizn ("Hidup Baru"), sebuah surat kabar hukum radikal yang dijalankan oleh Maria Andreyeva, ia menggunakannya untuk mendiskusikan masalah-masalah yang dihadapi PBSDR.[82] Ia mendorong partai tersebut mencari anggota yang banyak, dan menganjurkan peningkatan berkelanjutan terhadap konfrontasi kekerasan, yang diyakini meningkatkan kesuksesan revolusi.[83] Menyadari bahwa biaya keanggotaan dan sumbangan dari beberapa simpatisan kaya tidak memadai untuk membiayai aktivitas-aktivitas Bolshevik, Lenin mengeluarkan gagasan untuk merampok kantor-kantor pos, stasiun-stasiun kereta api, kereta-kereta dan bank-bank. Di bawah kepemimpinan Leonid Krasin, kelompok Bolshevik mulai melakukan aksi-aksi kejahatan semacam itu, yang paling dikenal terjadi pada Juni 1907, saat sekelompok Bolshevik yang berada di bawah kepemimpinan Joseph Stalin melakukan sebuah perampokan bersenjata terhadap sebuah Bank Negara di Tiflis, Georgia.[84]

Meskipun ia mendukung gagasan rekonsiliasi antara Bolshevik dan Menshevik,[85] Advokasi kekerasan dan perampokan Lenin disinggung oleh Menshevik di Kongres Partai Keempat, yang diadakan di Stockholm pada April 1906.[86] Lenin terlibat dalam pembentukan Pusat Bolshevik di Kuokkala, Kadipaten Agung Finlandia, yang pada waktu itu merupakan bagian semi-otonomi dari Kekaisaran Rusia, setelah Bolshevik meraih dominansi di PBSDR di Kongres Kelima-nya, yang diadakan di London pada Mei 1907.[87] Namun, karena Tsaris menentang perlawanan – keduanya dilarang majelis legislatif Rusia, Duma Kedua, dan memerintahkan polisi rahasia-nya, Okhrana, untuk menangkap para revolusioner – Lenin kabur dari Finlandia ke Swiss.[88] Disana, ia berusaha untuk menukar uang-uang yang dicuri di Tiflis yang teridentifikasi nomor serinya.[89]

Alexander Bogdanov dan Bolshevik berpengaruh lainnya memutuskan untuk memindahkan Pusat Bolshevik ke Paris; meskipun Lenin tidak setuju, ia pindah ke kota tersebut pada Desember 1908.[90] Lenin tidak suka Paris, menjulukinya sebagai "lubang busuk", dan saat disana ia menggugat seorang pengendara mobil yang menyenggolnya dari sepeda.[91] Lenin menjadi sangat kritis terhadpa pandangan Bogdanov yang menyatakan bahwa proletariat Rusia telah mengembangkan budaya sosialis dalam rangka menjadi kendaraan revolusioner yang sukses. Sementara itu, Lenin suka dengan vanguard intelijensia sosialis yang akan memimpin kelas pekerja dalam revolusi. Selain itu, Bogdanov – yang dipengaruhi oleh Ernest Mach – meyakini bahwa seluruh konsep di dunia adalah relatif, sementara Lenin memegang pandangan Marxis ortodoks yang menyatakan hal tersebut adalah sebuah obyek realitas independen dari pengamatan manusia.[92] Meskipun Bogdanov dan Lenin berlibur bersama di vila Maxim Gorky, Capri pada April 1908,[93] saat kembali ke Paris, Lenin memecah faksi Bolshevik menjadi antara pengikutnya dan pengikut Bogdanov, dengan menuduh pengikut Bogdanov menyimpang dari Marxisme.[94]

Lenin melakukan penelitian di British Museum, London

Pada Mei 1908, Lenin tinggal di London, dimana ia menggunakan British Museum Reading Room untuk menulis Materialisme dan Empirio-kritisisme, sebuah serangan yang ia sebut sebagai "kepalsuan reaksioner burjois" dari relativisme Bogdanov.[95] Faksionalisme Lenin mulai mengasingkan sejumlah Bolshevik, termasuk mantan pendukung dekatnya Alexei Rykov dan Lev Kamenev.[96] Okhrana mengguncang faksionalisnya dengan mengirim seorang mata-mata, Roman Malinovsky, untuk bertindak sebagai pendukung Lenin vokal dalam partai tersebut. Berbagai Bolshevik mengekspresikan kecurigaan mereka terhadap Malinovsky kepada Lenin, meskipun tak jelas jika Malinovsky bertindak sebagai mata-mata ganda; diyakini ia menggunakan Malinovsky untuk mengirim informasi palsu kepada Okhrana.[97]

Pada Agustus 1910, Lenin menghadiri Kongres Kedelapan Second International – sebuah pertemuan sosialis internasional – di Kopenhagen sebagai perwakilan PBSDR, setelah berlibur di Stockholm dengan ibunya.[98] Dengan istri dan saudari-saudarinya, ia kemudian berpindah ke Perancis, mula-mula bermukim di Bombon dan kemudian Paris.[99] Disana, ia menjadi teman dekat Bolshevik Perancis Inessa Armand; beberapa biografer berkesimpulan bahwa mereka memiliki hubungan khusus dari 1910 sampai 1912.[100] Selain itu, di sebuah pertemuan Paris pada Juni 1911, Komite Pusat PBSDR memutuskan untuk mengalihkan fokus operasi mereka kembali ke Rusia, dalam rangka memerintah langsung Pusat Bolshevik dan surat kabarnya, Proletari.[101] Dalam rangka membangun kembali pengaruhnya di partai tersebut, Lenin mengadakan sebuah konferensi partai yang diadakan di Praha pada Januari 1912, dan meskipun 16 dari 18 hadirin adalah Bolshevik, ia sangat mengkritik tendensi faksionalisnya dan gagal meningkatkan statusnya di partai tersebut.[102]

Berpindah ke Kraków di Kerajaan Galisia dan Lodomeria, sebuah bagian Polandia yang secara kebudayaan dari Kekaisaran Austria-Hongaria, ia menggunakan perpustakaan Universitas Jagellonian untuk melakukan penelitian.[103] Ia mengadakan kontak dekat dengan PBSDR, yang beroperasi di Kekaisaran Rusia, yang memerintahkan anggota Bolshevik Duma untuk memisahkan diri dari aliansi parlementer mereka dengan Menshevik.[104] Pada Januari 1913, Stalin – yang Lenin sebut sebagai "orang Georgia yang menakjubkan" – mengunjunginya, dan mereka membicarakan masa depan kelompok-kelompok etnis non-Rusia di Kekaisaran tersebut.[105] Karena kendala kesehatan Lenin dan istrinya, mereka berpindah ke kota pedesaan Biały Dunajec,[106] setelah pergi ke Bern untuk membedah gondok Nadya.[107]

Perang Dunia Pertama: 1914–17[sunting | sunting sumber]

Perang [Dunia Pertama] merupakan perpecahan koloni-koloni dan perampokan teritorial asing; pencuri-pencuri berjatuhan–dan kekalahan memberikan kenangan bagi salah satu pencuri dalam rangka mengidentifikasikan kepentingan seluruh pencuri dengan kepentingan negara atau tanah air adalah sebuah kebohongan borjuis.

Lenin pada interpretasinya terhadap Perang Dunia Pertama[108]

Lenin berada di Galisia saat Perang Dunia Pertama pecah.[109] Perang tersebut membuat Kekaisaran Rusia bertarung melawan Kekaisaran Austria-Hongaria, dan karena kewarganegaraan Rusia-nya, Lenin ditangkap dan ditahan sampai pandangan anti-Tsarisnya terkuak.[110] Lenin dan istrinya kembali ke Bern,[111] sebelum berpindah ke Zürich pada Februari 1916.[112] Lenin murka saat menyadari bahwa Partai Sosial-Demokrat Jerman mendukung upaya perang Jerman – bertentangan dengan resolusi Stuttgart Second International yang menyatakan bahwa partai-partai sosialis harus menentang konflik tersebut – dan memandang Second International telah runtuh.[113] Ia menghadiri Konferensi Zimmerwald pada September 1915 dan Konferensi Kienthal pada April 1916,[114] dan menyatakan agar para sosialis di seluruh benua tersebut untuk mengalihkan "perang imperialis" menjadi "perang saudara" seluruh benua dengan proletariat melawan burjois dan aristokrasi.[115] Pada Juli 1916, ibu Lenin meninggal, namun ia tidak bisa menghadiri pemakamannya.[116] Kematiannya sangat berdampao padanya, dan ia menjadi depresi, takut ia meninggal sebelum melihat revolusi proletarian.[117]

Pada September 1917, Lenin menerbitkan Imperialisme, Tahap Tertinggi Kapitalisme, yang menyatakan bahwa imperialisme adalah produk monopoli kapitalisme, karena kaum kapitalis meningkatkan keuntungan mereka dengan meluaskan ke teritorial baru dimana upahnya lebih rendah dan bahan-bahan mentahnya lebih urah. Ia meyakini bahwa kompetisi dan konflik akan meningkat dan perang antara kekuatan imperialis akan berlanjut sampai mereka diruntuhkan oleh revolusi proletariat dan sosialisme didirikan.[118] Ia menjalani masa tersebut dengan membaca karya-karya Georg Wilhelm Friedrich Hegel, Ludwig Feuerbach, dan Aristoteles, yang semuanya menjadi pengaruh penting bagi Marx.[119] Ini mengubah interpretasi Lenin terhadap Marxisme; sementara ia sempat meyakini bahwa kebijakan-kebijakan akan berkembang berdasarkan pada ketentuan prinsip-prinsip saintifik, ia menyatakan bahwa hanya tes yang menentukan apakah sebuah kebijakan dapat dipraktikan dengan baik.[120] Meskipun masih menganggap dirinya sendiri sebagai Marxis ortodoks, ia mulai menyimpang dari beberapa prediksi Marx tentang perkembangan masyarakat; walau Marx meyakini bahwa "revolusi burjois-demokrat" dari kelas menengah terjadi sebelum "revolusi sosialis" proletariat, Lenin meyakini bahwa di Rusia, proletariat akan meruntuhkan rezim Tsaris tanpa revolusi perantara.[121]

Revolusi Februari dan Hari-Hari Juli: 1917[sunting | sunting sumber]

Pada Februari 1917, Revolusi Februari pecah di St. Petersburg – berganti nama menjadi Petrograd pada permulaan Perang Dunia Pertama – saat para buruh industrial menyerang toko-toko makanan dan tertekan dengan kondisi pabrik. Ketegangan menyebar ke bagian-bagian Rusia lainnya, dan karena takut ia akan diturunkan paksa, Tsar Nikolas II mengundurkan diri. Duma Negara mengambil alih negara tersebut, mendirikan Pemerintahan Provisional dan mengubah Kekaisaran menjadi Republik Rusia.[122] Saat Lenin mengetahui peristiwa tersebut dari basisnya di Swiss, ia merayakannya dengan para pembangkang lainnya.[123] Ia memutuskan untuk kembali ke Rusia untuk mengambil alih Bolshevik, namun menyadari bahwa sebagian besar jalur menuju negara tersebut diblokir karena konflik yang sedang terjadi. Ia membuat sebuah rencana dengan para pembangkang lainnya untuk menegosiasikan sebuah jalan bagi mereka melalui Jerman, yang saat itu berperang dengan Dusia. Menyadari bahwa para pembangkang tersebut akan menyebabkan masalah bagi musuh-musuh Rusia mereka, pemerintah Jerman sepakat untuk mengijinkan 32 warga negara Rusia menumpangi sebuah gerbong kereta di wilayah mereka, termasuk Lenin dan istrinya.[124] Kelompok tersebut pergi menggunakan kereta dari Zürich ke Sassnitz, menggunakan feri ke Trelleborg, Swedia, dan dari sana menuju ke Helsinki sebelum menumpangi kereta terakhir menuju Petrograd.[125]

Lenin kembali ke Rusia menumpangi sebuah kereta yang digerakkan oleh lokomorif uap ini, sekarang berada di pameran permanen Stasiun Finlandia

Saat datang ke Stasiun Finlandia, Petrograd, Lenin memberikan sebuah ceramah untuk para pendukung Bolshevik yang mengutuk Pemerintahan Provisional dan kembali menyerukan revolusi proletariat di seluruh benua Eropa.[126] Pada hari-hari berikutnya, ia berkata pada pertemuan Bolshevik, mencerca orang-orang yang ingin rekonsiliasi dengan Mensheviks dan mengeluarkan Tesis April buatannya, sebuah garis besar dari rencana-rencananya untuk Bolshevik, yang ia tulis saat perjalanan dari Swiss.[127] Ia secara terbuka menuduh Mensheviks dan Sosial Revolusioner – yang mendominasi Petrograd Soviet – mendukung Pemerintahan Provisional, yang ia anggap sebagai pengkhianatan terhadap sosialisme. Menganggap pemerintahan sama saja dengan rezim imperialis Tsaris, ia mengadvokasikan perdamaian dengan Jerman dan Austria-Hongaria, pemerintahan soviet, nationalisasi industri dan bank, dan ekspropriasi lahan negara, semuanya dilakukan dengan mendirikan sebuah pemerintahan proletariat dan menghimpun masyarakat sosialis. Sebaliknya, Menshevik meyakini bahwa Rusia tidak layak untuk beralih ke sosialisme dan menuduh Lenin berusaha untuk menjatuhkan Republik baru tersebut ke dalam perang saudara.[128] Sepanjanb bulan-bu,an berikutnya, ia mengkampanyekan kebijakan-kebijakan buatannya, menghadiri pertemuan-pertemuan Komite Pusat Bolshevik, menulis untuk surat kabar Bolshevik Pravda, dan memberikan pidato-pidato publik di Petrograd dalam rangka menarik perhatian para buruh, prajurit, pelaut dan petani.[129]

Dalam rangka menumbuhkan rasa frustasi terhadap para pendukung Bolshevik, Lenin memerintahkan sebuah unjuk rasa politik bersenjata di Petrograd untuk mengetes tanggapan pemerintah.[130] Namun, dengan alasan kesehatan menurun, ia meninggalkan kota tersebut untuk memulihkan diri di desa Finlandia Neivola.[131] Unjuk rasa bersenjata Bolshevik, Hari-Hari Juli, terjadi saat Lenin pergi, namun menyadari bahwa para demonstrator beradu kekerasan dengan pasukan pemerintah, ia kembali ke Petrograd dan memerintahkan mereka untuk tenang.[132] Dalam menanggapi kekerasan tersebut, pemerintah memerintahkan penangkapan Lenin dan Bolshevik berpengaruh lainnya, menyatroni kantor-kantor mereka, dan secara terbuka menuduh bahwa ia adalah seorang agent provocateur Jerman.[133] Dalam rangka menghindari penangkapan, Lenin bersembunyi di serangkaian tempat aman Petrograd.[134] Khawatir ia akan dibunuh, Lenin dan Bolshevik senior sejawatnya Grigory Zinoviev kemudian melarikan diri dari Petrograd dan berpindah ke Razliv.[135] Disana, Lenin mulai mengerjakan buku yang menjadi Negara dan Revolusi, sebuah eksposisi tentang bagaimana ia meyakini negara sosialis akan berkembang setelah revolusi proletariat, dan bagaimana kemudian negara tersebut akan secara bertahap berjalan, meninggalkan masyarakat komunis murni.[136] Ia mulai memerintahkan pemberontakan bersenjatayang dipimpin oleh Bolshevik untuk melengserkan pemerintah, meskipun di sebuah pertemuan komite pusat partainya gagasan tersebut ditolak.[137] Lenin kemudian pergi menggunakan kereta dan berjalan kaki ke Finlandia, datang ke Helsinki pada 10 Agustus, dimana ia bersembunyi di tempat aman milik para simpatisan Bolshevik.[138]

Revolusi Oktober: 1917[sunting | sunting sumber]

Lukisan Lenin di depan Institut Smolny karya Isaak Brodsky

Pada Agustus 1917, saat Lenin berada di Finlandia, Jenderal Lavr Kornilov, Ketua Komandan Angkatan Darat Rusia, memgirim pasukan ke Petrograd dalam apa yang menjadi upaya kudeta militer melawan Pemerintahan Provisional. Perdana Menteri Alexander Kerensky turun tangan ke Petrograd Soviet – termasuk anggota-anggota Bolshevik-nya – untuk membantu, mengijinkan para revolusioner untuk mengorganisir para pekerja sebagai Pertahanan Merah untuk mempertahankan kota tersebut. Kudeta tersebut dilumpuhkan sebelum mencapai Petrograd, meskipun peristiwa tersebut membuat Bolshevik dapat kembali ke arena politik terbuka.[139] Khawatir akan terjadi kontra-revolusi dari pasukan sayap kanan terhadap sosialisme, Menshevik dan Sosialis Revolusioner yang mendominasi Petrograd Soviet meminta pemerintah untuk menormalisasikan hubungan dengan Bolshevik.[140] Menshevik dan Sosialis Revolusioner telah kehilangan dukungan populer karena afiliasinya dengan Pemerintah Provisional dan perang yang masih berlanjut. Bolshevik menjadi tersohor, dan kemudian Marxis pro-Bolshevik Marxist Trotsky menjadi pemimpin terpilih Petrograd Soviet.[141] Pada bulan September, Bolshevik meraih suara mayoritas dari kalangan buruh Moskwa dan Petrograd Soviet.[142]

Menganggap bahwa keadaan lebih aman baginya, Lenin kembali ke Petrograd.[143] Disana, ia menghadiri pertemuan Komite Pusat Bolshevik pada 10 Oktober, dimana ia kembali menyatakan bahwa partai tersebut harus memimpin sebuah pemberontakan bersenjata untuk menggulingkan Pemerintah Provinsional. Pada waktu itu, argumen tersebut menang dengan sepuluh suara lawan dua.[144] Kritikus dari rencananya tersebut, Zinoviev dan Kamenev, berpengdapat bahwa para buruh Rusia tidak akan mendukung kudeta kekerasan melawan resim dan bahwa tidak ada bukti jelas untuk tuduhan Lenin bahwa seluruh Eropa berada pada revolusi proletarian.[145] partai tersebut mulai berencana mengadakan sebuah perlawanan, dengan mengadakan sebuah pertemuan akhir di Institut Smolny pada 24 Oktober.[146] Tempat tersebut adalah basis Komite Revolusioner Militer (KRM), sebuah pasukan militer bersenjata yang sebagian besar loyal dengan Bolshevik yang didirikan oleh Petrograd Soviet pada masa kudeta yang dituduh dibuat oleh Kornilov.[147]

Pada bulan Oktober, KRM diperintahkan mengambil kendali pusat perlengkapan, percetakan, komunikasi dan transportasi penting di Petrograd, dan tanpa pertumpahan darah.[148] Bolsheviks mengepung pemerintah di Istana Musim Dingin, dan menangkap para menterinya setelah kapal jelajah Aurora, yang dikontrol oleh pelaut Bolshevik, menembaki gedung tersebut.[149] Saat pemberontakan tersebut, Lenin memberikan pidato kepada Petrograd Soviet yang mengumumkan bahwa Pemerintahan Provisional telah runtuh.[150] Bolshevik mendeklarasikan pemberontakan pemerintahan baru, Dewan Komisar Rakyat atau "Sovnarkom". Lenin awalnya menurunkan posisi utama Ketua, atas saran Trotsky, namun Bolshevik lainnya menolak dan Lenin mengembalikannya.[151] Lenin dan Bolshevik lainnya kemudian menghadiri Kongres Soviet Kedua pada 26 dan 27 Oktober, dan mengumumkan pembuatan pemerintahan baru. Para hadirin Menshevik menggugat perluasan kekuasaan yang tidak sah dan resiko perang saudara.[152] Dalam hari-hari awal rezim baru tersebut, berbicara dalam istilah sosialis dan Marxis sehingga tidak asing bagi masyarakat Rusia, dan juga berbicara tentang sebuah negara yang dikendalikan oleh para buruh.[153] Lenin dan beberapa Bolshevik lainnya menyatakan revolusi proletariat agar menyapu seluruh Eropa dalam berhari-hari atau berbulan-bulan.[154]

Pemerintahan Lenin[sunting | sunting sumber]

Membentuk pemerintahan Soviet: 1917–18[sunting | sunting sumber]

Lenin di kantornya, 1918

Pemerintah Provisional telah berencana agar Majelis Konstituen dipilih pada November 1917; bertentangan dengan obyeksi Lenin, Sovnarkom sepakat agar pemilihan tersebut dijadwalkan.[155] Dalam pemilihan konstitusional, Bolsheviks meraih sekitar seperempat suara, dikalahkan oleh Partai Sosialis Revolusioner yang berfokus pada agrarian.[156] Lenin berpendapat bahwa pemilihan tersebut bukanlah refleksi adil dari kehendak rakyat, yang elektoratnya tidak memiliki waktu untuk memahami program politik Bolshevik, dan bahwa daftar kandidatnya dibuat sebelum Sosialis Revolusiner Sayap Kiri terpecah dari Sosialis Revolusioner.[157] Selain itu, Majelis Konstituen Rusia yang baru terpilih dikonvenkan di Petrograd pada Januari 1918.[158] Sovnarkom berpendapat bahwa ini merupakan kontra-revoluaioner karena ini akan menghapuskan kekuatan dari soviet, namun Sosialis Revolusioner dan Mensheviks membantahnya.[159] Bolshevik mencabut sebagian besar kekuatan hukum pada Majelis tersebut; saat Majelis menentang perlakuan tersebut, Sovnarkom mendeklarasikannya sebagai bukti dari alam kontra-revolusionernya dan terpaksa membubarkannya.[160]

Lenin menolak menerima seruan – termasuk dari beberapa Bolshevik – untuk mendirikan sebuah pemerintahan koalisi dari partai sosialis lainnya.[161] Namun, Sovnarkom setengah mengalah; meskipun menolak sebuah koalisi dengan Menshevik atau Sosialis Revolusioner, pada Desember 1917 mereka memperbolehkan Sosialis Revolusioner Sayap Kiri memegang lima jabatan dalam kabinet. Koalisi tersebut hanya berlangsung empat bulan, sampai Maret 19818, saat Sosialis Revolusioner Sayap Kiri ditendang dari pemerintah atas pertidaksetujuan terhadap keputusan Bolshevik untuk mengakhiri Perang Dunia Pertama.[162] Di Kongres ke-7 mereka pada Maret 1918, Bolshevik mengubah nama resmi mereka dari "Partai Buruh Sosial Demokrat Rusia" menjadi "Partai Komunis Rusia", karena Lenin ingin memisahkan kelompok tersebut dari reformis Partai Sosialis Demokrat Jerman dan untuk mewujudkan tujuan utamanya: sebuah masyarakat komunis.[163]

Foto hitam-putih dari adegan kerumuman. Seorang pria berdiri di atas sebuah platform di tengah kiri, berpidato secara dramatis kepada kerumunan.
Lenin menyampaikan pidato kepada kerumunan di Lapangan Sverdlov, 1920. Trotsky berdiri di kanan platform.

Meskipun kekusaaan pemerintahan negara tersebut secara resmi dipegang oleh Sovnarkom dan Komite Eksekutif (VTSIK) yang dipilih oleh Kongres Soviet Seluruh Rusia (KSSR), Partai Komunis secara de facto mengendalikan Rusia, seperti yang diketahui oleh para anggotanya pada waktu itu.[164] Pada 1918, Sovnarkom mulai bertindak secara unilateral, mengklaim butuh perluasan, dengan KSSR dan VTSIK menjadi semakin termarginalisasi,[165] sehingga soviet-soviet tidak lama memiliki sebuah peran dalam memerintah Rusia.[166] Pada 1918 dan 1919, pemerintah mengeluarkan Menshevik dan Sosialis Revolusioner dari soviet-soviet.[167] Rusia menjadi negara satu partai.[168]

Partai tersebut mengadakan sebuah Biro Politik ("Politburo") dan Biro Organisasi ("Orgburo") untuk mendirikan Komite Pusat; keputusan dari badan-badan partai tersebut diadopsi oleh Sovnarkom dan Dewan Buruh dan Pertahanan.[169] Lenin merupakan figur penting dalam struktur pemerintagan tersebut; serta menjadi Ketua Sovnarkom dan duduk pada Dewan Buruh dan Pertahanan, ia ikut dalam Komite Pusat dan Politburo Partai Komunis.[170] Satu-satunya orang yang memiliki kedekatan pengaruh adalah pria tangan kanan Lenin, Yakov Sverdlov, yang meninggal pada Maret 1919 saat wabah flu.[171] Pada November 1917, Lenin dan istrinya bertempat di apartemen dua kamar di Institut Smolny, meskipun pada bulan berikutnya mereka pergi berlibur ke Halia, Finlandia.[172] Pada Januari 1918, ia selamat dari sebuah upaya pembunuhan di Petrograd; Fritz Platten, yang bersama dengan Lenin pada waktu itu, melindunginya dan terluka oleh sebuah peluru.[173]

Mengetahui bahwa Angkatan Darat Jerman mengancam akan menyerang Petrograd, pada Maret 1918 Sovnarkom berpindah ke Moskwa, awalnya untuk sementara.[174] Disana, Lenin, Trotsky, dan pemimpin Bolshevik lainnya berpindah ke Kremlin, dimana Lenin tinggal dengan istrinya dan saudarinya Maria di rumah susun lantai pertama yang berdekatan dengan ruang dimana pertemuan Sovnarkom diselenggarakan.[175] Lenin tidak menyukai Moskwa,[176] meskipun ia jarang meninggalkan pusat kota tersebut sepanjang masa hidupnya.[177] Di kota tersebut pada Agustus 1918, ia selamat dari upaya pembunuhan kedua; ia ditembak setelah pidato publik dan luka berat.[178] Seorang Sosialis Revolusioner, Fanny Kaplan, ditangkap dan dihukum mati.[179] Serangan tersebut sangat disoroti dalam pers Rusia, menimbulkan banyak simpati untuknya dan meningkatkan ketenarannya.[180] Saat pulih, pada September 1918 Lenin berpindah ke estate Gorki, tepat di luar Moskwa, yang diberikan oleh pemerintah untuknya.[181]

Reformasi sosial, hukum, dan ekonomi: 1917–18[sunting | sunting sumber]

Kepada seluruh buruh, prajurit dan petani. Otoritas Soviet akan mempersiapkan perdamaian demokratis kepada seluruh bangsa dan gencatan senjata pada seluruh front. Kami akan mengamankan peralihan tanpa kompensasi dari seluruh lahan – tuan tanah, kekaisaran, dan biara – kepada komite-komite petani; kami akan mempertahankan hak-hak prajurit, mengenalkan demokratisasi bulat terhadap tentara; kami akan mendirikan kontrol buruh atas industri; kami akan menyelesaikan konvokasi Majelis Konstituen pada waktu yang ditentukan; kami akan menyuplai kota-kota dengan roti dan desa-desa dengan artikel-artikel kebutuhan pertama; dan kami akan mengamankan hak penentuan diri seluruh warga negara yang tinggal di Rusia ... Panjang umur revolusi!

Program politik Lenin, Oktober 1917[182]

Setelah meraih kekuasaan, rezim Lenin mengeluarkan serangkaian dekrit. Yang pertama adalah Dekrit Lahan, yang menyatakaj bahwa estate lahan aristokrasi dan Gereja Ortodoks akan dinasionalisasi dan dikembalikan kepada petani oleh pemerintah lokal. Ini berserberangan dengan rencana Lenin untuk kolektivisasi pertanian namun mengakui bahwa perampasan lahan petani telah merebak.[183] Pada November 1917, pemerintah mengeluarkan Dekrit Pers yang menuntut beberapa otlet media oposisi yang menyerukan kontra-revolusioner. Mereka mengklaim bahwa keputusan tersebut bersifat sementara, meskipun dekrit tersebut sangat dikritik, termasuk oleh beberapa Bolshevik, karena mencederai kebebasan pers.[184]

Pada November 1917, Lenin mengeluarkan Deklarasi Hak-Hak Rakyat Rusia, yang menyatakan bahwa kelompok etnis non-Rusia yang tinggal di dalam Republik memiliki hak yang diberikan dari otoritas Rusia dan mendirikan negara independen mereka sendiri.[185] Hasilnya, beberapa negara mendeklarasikan kemerdekaan: Finlandia dan Lithuania pada Desember 1917, Latvia dan Ukraina pada Januari 1918, Estonia pada Februari 1918, Transkaukasia pada April 1918, dan Polandia pada November 1918.[186] Kemudian, Bolshevik secara aktif mempromosikan partai-partai komunis di negara-negara independen tersebut,[187] sementara pada Juli 1918, di Kongres Soviet Seluruh Rusia Kelima, sebuah konstitusi menyatakan bahwa Republik Rusia akan direformasi menjadi Republik Sosialis Federatif Soviet Rusia.[188] Dalam rangka memodernisasi negara tersebut, pemerintah secara resmi mengkonversi Rusia dari kalender Julian ke kalender Gregorian yang digunakan di Eropa.[189]

Pada November 1917, Sovnarkom mengeluarkan sebuah dekrit yang meniadakan sistem hukum Rusia dan menyerukan penggunaan "hati nurani revolusioner" untuk menggantikan hukum yang ditiadakan tersebut.[190] Pengadilan digantikan oleh dua pasang sistem: Pengadilan Revolusioner untuk menindak kejahatan kontra-revolusioner,[191] dan Pengadilan Rakyat untuk menindak kejahatan sipil dan tindak kejahatan lainnya. Mereka memutuskan untuk mengabaikan hukum yang telah ada sebelumnya, dan mendasarkan peraturan mereka dengan dekrit Sovnarkom dan "esensi keadilan sosialis".[192] Pasukan bersenjata juga diurus pada bulan November; Sovnarkom mengimplementasikan ukuran egalitarian, meniadakan pangkat gelar, dan medali pada masa sebelumnya, dan menyerukan para prajurit untuk mendirikan komite untuk memiliki komandan mereka.[193]

Psoter kartun politik Bolshevik dari 1920, yang menampilkan Lenin menyapu penguasa monarki, rohaniwan, dan kapitalis

Pada Oktober 1917, Lenin mengeluarkan sebuah dekrit yang membatasi kerja untuk setiap orang di Rusia menjadi delapan jam per hari.[194] Ia juga mengeluarkan Dekrit Pendidikan Populer yang menyatakan bahwa pemerintah akan menggratiskan pendidikan sekuker untuk seluruh anak-anak di Rusia,[194] dan sebuah dekrit yang mendirikan sistem panti asuhan negara.[195] Untuk melawan buta huruf massal, sebuah kampanye melek huruf diadakan; sekitar 5 juta orang diberi kursus tata bahasa dasar dari 1920 sampai 1926.[196] Dalam rangka mewujudkan kesamaan gender, diperkenalkanlah hukum yang membantu emansipasi wanita, dengan memberikan otonomi ekonomi dari suami-suami mereka dan menghapus larangan perceraian.[197] Organisasi wanita Bolshevik, Zhenotdel, didirikan untuk mewujudkan tujuan tersebut.[198] Secara ateis militan, Lenin dan Partai Komunis ingin meniadakan agama terorganisir,[199] dan pada Januari 1918, pemerintah mengeluarkan keputusan pemisahan gereja dan agama dan melarang pelajaran agama di sekolah-sekolah.[200]

Pada November 1917, Lenin mengeluarkan Dekrit Kontrol Buruh, yang menyerukan agar para buruh berwirausaha untuk mendirikan sebuah komite terpilih untuk memantau manajemen wirausaha merek.[201] Pada bulan tersebut, mereka juga mengeluarkan sebuah perintah penggantian emas negara,[202] dan menasionalisasikan bank-bank, yang Lenin pandang sebagai langkah besar menuju sosialisme.[203] Pada bulan Desember, Sovnarkom mendirikan Dewan Tertinggi Ekonomi Nasional (VSNKh), yang memiliki otoritas atas industri, perbankan, pertanian, dan perdagangan.[204] Komite-komite pabrik adalah cabang dari serikat dagang, yang merupakan cabang dari VSNKh; kemudian, rencana ekonomi yang disentralisasikan di negara tersebut memprioritaskan kepentingan ekonomi lokal para buruh.[205] Pada awal 1918, Sovnarkom menunda seluruh utang luar negeri dan menolak membayar kepentingan mereka.[206] Pada April 1918, mereka menasionalisasikan perdagangan luar negeri, mendirikan monopoli negara atas impor dan ekspor.[207] Pada Juni 1918, mereka memutuskan untuk menasionalisasikan kebutuhan publik, perkeretaapian, teknik, tekstil, pengerjaan logam, dan pertambangan, meskipun seringkali hanya namanya yang dimiliki negara.[208] Nasionalisasi skala penuh tidak terjadi sampai November 1920, saat wirausaha-wirausaha industrial berskala kecil berada di bawah kontrol negara.[209]

Sebuah faksi Bolshevik yang dikenal sebagai "Komunis Kiri" mengkritik kebijakan ekonomi Sovnarkom karena terlalu moderat; mereka ingin nasionalisasi seluruh industri, pertanian, perdagangan, keuangan, transportasi, dan komunikasi.[210] Lenin percaya bahwa ini tidak perlu dipraktikan, dan dan bahwa pemerintah hanya harus menasionalisasikan wirausaha-wirausaha kapitalis berskala besar Rusia, seperti bank-bank, perkeretaapian, estate lahan besar, dan pabrik-pabrik dan pertambangan-pertambangan besar, membolehkan usaha-usaha kecil untuk beroperasi secara pribadi sampai mereka bertumbuh besar agar dapat sukses dinasionalisasikan.[210] Lenin juga tidak setuju dengan Komunis Kiri tentang organisasi ekonomi; pada Juni 1918, ia berpendapat bahwa diperlukan kontrol ekonomi tersentralisasi, sementara Komunis Kiri ingin setiap pabrik dikontrol oleh para buruhnya, sebuah pernyataan sindikalis yang Lenin anggap merugikan sebab-sebab sosialisme.[211]

Mengadopsi sudut pandang libertarian sayap kiri, Komunis Kiri dan faksi-faksi lainnya dalam Partai Komunis mengkritik pembubaran lembaga-lembaga demokratik di Rusia.[212] Secara internasional, beberapa sosialis menyesalkan rezim Lenin dan menyangkal bahwa ia mendirikan sosialis; secara garis besar, mereka menyoroti kurangnya persebaran partisipasi politik, konsultasi populer, dan demokrasi industrial.[213] Pada musim gugur 1918, Marxis Ceko-Austria Karl Kautsky mengarang sebuah pamflet anti-Leninis yang menyoroti alam anti-demokratik Soviet Rusia, yang sangat Lenin kecam.[214] Marxis Jerman Rosa Luxemburg mendukung pandangan Kautsky,[215] sementara anarkis Rusia Peter Kropotkin menyebut perluasan kekuasaan Bolshevik sebagai "penguburan Revolusi Rusia".[216]

Traktat Brest-Litovsk: 1917–18[sunting | sunting sumber]

[Pada masa sebelum perang] kami tak biasanya memperkuat imperialisme Jerman, dan perdamaian akan selalu terjadi, namun saat perdamaian akan menjadi memburuk karena kami akan ditaklukan oleh beberapa negara ketimbang oleh kami sendiri. Tidak ada keraguan perdamaian yang kami saat ini paksakan untuk mencapai perdamaian tabu, namun jika perang terjadi, pemerintahan kami akan menindaknya dan perdamaian akan diinjak oleh pemerintah lain.

Lenin tentang perdamaian dengan Kekuatan Sentral[217]

Setelah mengambil kekuasaan, Lenin percaya bahwa kebijakan penting dari pemerintahannya harus menarik diri dari Perang Dunia Pertama dengan mendirikan gencatan senjata dengan Kekuatan Sentral Jerman dan Austria-Hongaria.[218] Ia percaya bahwa perang yang terjadi akan membuat pengiriman kembali pasukan Rusia – untuk menjanjikan perdamaian – dan bahwa pasukan tersebut dan pergerakan Tentara Jerman mengancam pemerintahannya sendiri dan sosialisme internasional.[219] Sebaliknya, Bolshevik lainnya – terutama Bukharin dan Komunis Kiri – percaya bahwa perdamaian dengan Kekuatan Sentral akan mencederai sosialisme internasional dan Rusia akan menghadapi "perang pertahanan revolusioner" yang akan menimbulkan kebangkitan proletariat Jerman melawan pemerintahannya sendiri.[220]

Lenin mengeluarkan gencatan senjata tiga bulan dalam Dekrit Perdamaian-nya pada November 1917, yang disetujui oleh Kongres Soviet Kedua dan diserahkan kepada pemerintah Jerman dan Austria-Hongaria.[221] Jerman menanggapinya dengan baik, memandangnya sebagai kesempatan untuk berfokus pada Front Barat dan menghindari kekalahan.[222] Pada November, perbincangan gencatan senjata dimulai di Brest-Litovsk, markas besar komando tinggi Jerman di Front Timur, dengan delegasi Rusia dipimpin oleh Trotsky dan Adolph Joffe.[223] Sehingga, gencatan senjata sampai Januari disetujui.[224] Saat negotiasi, Jerman tetap berniat mempertahankan taklukan masa perangnya – yang meliputi Polandia, Lithuania, dan Courland – sementara Rusia menanggapinya dengan menuntut hak negara-negara tersebut untuk penentuan nasib sendiri.[225] Beberapa Bolshevik mencurahkan harapan agar hasil negosiasi tersebut bertahan sampai revolusi proletarian pecah di seluruh Eropa.[226] Pada 7 Januari 1918, Trotsky kembali dari Brest-Litovsk ke St. Petersburg dengan sebuah ultimatum dari Kekuatan Sentral: Rusia menerima tawaran wilayah Jerman atau perang berlanjut.[227]

Penandatanganan Traktat Brest-Litovsk

Pada Januari dan kembali pada Februari, Lenin meminta Bolshevik untuk menerima proposal Jerman. Ia menyatakan bahwa wilayah yang direbut tersebut didapatkan jika proposal tersebut disetujui pemerintah yang dipimpin Bolshevik. Kebanyakan Bolshevik menolaknya, berharap gencatan senjata berkelanjutan dan membujuk Jerman.[228] Pada 18 Februari, Tentara Jerman meluncurkan kembali sebuah serangan, maju ke wilayah yang dikuasai Rusia dan dalam sehari menaklukan Dvinsk.[229] Pada saat itu, Lenin akhirnya menepati mayoritas kecil Komite Sentral Bolshevik untuk menerima tawaran Kekuatan Sentral.[230] Namun, pada 23 Februari, Kekuatan Sentral mengeluarkan sebuah ultimatum baru: Rusia harus mengakui kekuasaan Jerman tak hanya atas Polandia dan negara-negara Baltik namun jika Ukraina, atau Rusia menghadapi invasi berskala besar.[231]

Pada 3 Maret, Traktat Brest-Litovsk ditandatangani.[232] Traktat tersebut menyebabkan Rusia kehilangan teritorial secara masif, dengan 26% dari bekas Kekaisaran, 37% wilayah pertanian, 28% industri, 26% trek perkeretaapiannya, dan tiga per empat deposit batubara dan besinya ditransfer ke kontrol Jerman.[233] Selain itu, Taktat tersebut mengecewakan spektrum politik Rusia,[234] dan beberapa Bolshevik dan Sosialis Revolusioner Kiri mengundurkan diri dari Sovnarkom sebagai bentuk protes.[235] Setelah Traktat tersebut, Sovnarkom berupaya untuk mengadakan revolusi proletarian di Jerman, mengeluarkan publikasi anti-perang dan anti-pemerintah di negara tersebut; pemerintah Jerman menanggapinya dengan mengusir diplomat-diplomat Rusia.[236] Pada November 1918, Kaisar Jerman Wilhelm II mengundurkan diri dan pemerintahan baru negara tersebut menandatangani Gencatan Senjata dengan Sekutu. Akibatnya, Sovnarkom menyatakan Traktat Brest-Litovsk dicabut.[237]

Kampanye Anti-Kulak, Cheka, dan Teror Merah: 1918–22[sunting | sunting sumber]

[Kaum burjois] mempraktikan teror melawan kaum buruh, prajurit dan petani dalam kepentingan sekelompok kecil tuan tanah dan bankir, sementara rezim Soviet menerapkan ukuran desisif melawan para tuan tanah, perampas dan mereka yang ikut dalam kepentingan kaum buruh, prajurit dan petani.

Lenin saat Teror Merah[238]

Pada musim semi 1918, beberapa kota di barat Rusia menghadapi bencana kelaparan akibat penyusutan pangan yang kronis.[239] Lenin menuduh bahwa para kulak, atau para petani kaya, menyeludupkan hasil panen yang mereka produksi untuk meningkatkan nilai keuangan mereka. Pada Mei 1918, ia mengeluarkan perintah kepada detasemen bersenjata untuk memaksa para kulak agar mengirimkan hasil panen mereka ke kota-kota, dan pada bulan Juni menyerukan pembentukan Komite Petani Miskin untuk membantu pelaksanaannya.[240] Kebijakan ini mengakibatkan kekerasan dan ketegangan sosial, karena detasemen bersenjata seringkali bertikai dengan kelompok petani, yang menciptakan terjadinya perang saudara.[241] Contoh penting dari pandangan Lenin adalah telegram Agustus 1918-nya kepada Bolshevik Penza, yang menyerukan kepada para petani untuk menggantung sekitar 100 orang yang "diketahui sebagai kulak, orang kaya, [dan] penghisap darah".[242]

Memerintahkan agar para petani memproduksi hasil panen yang lebih banyak ketimbang yang mereka konsumsi sendiri, dan kemudian produksinya merosot.[243] Ledakan pasar gelap membuat negara memberlakukan,[244] dan Lenin menyerukan agar spekulator, pemasar gelap dan perampas ditembak .[245] Sosialis Revolusioner dan Sosialis Revolusioner Kiri menyatakan penolakan pasukan bersenjata terhadap kebijakan hasil panen di Kongres Soviet Seluruh Rusia Kelima pada Juli 1918.[246] Menyadari bahwa Komite Petani Miskin juga menganiaya kaum petani yang bukan kulak dan menimbulkan perasaan anti-pemerintahan di kalangan petani, pada Desember 1918, Lenin membubarkannya.[247]

Lenin masih menginginkan terjadinya teror dan kekerasan untuk melengserkan tatanan lama dan agar revolusi tersebut menjadi sukses.[248] Saat berbicara kepada Komite Eksekutif Pusat Soviet Seluruh Rusia pada November 1917, ia mendeklarasikan bahwa "negara adalah sebuah lembaga yang dibangun untuk mengguncang kekerasan yang terjadi. Sebelumnya, kekerasan tersebut terjadi karena dipegangnya kantung-katung uang atas sejumlah orang sekarang kami ingin ... untuk melakukan kekerasan demi kepentingan rakyat."[249] Ia sangat menentang nasehat untuk meniadakan hukuman mati.[250] Khawatir pasukan anti-Bolshevik akan melengserkan pemerintahannya, pada Desember 1917 Lenin memerintahkan pendirian Komisi Darurat Melawan Kontra-Revolusi dan Sabotase, atau Cheka, sebuah pasukan polisi politik yang dipimpin oleh Felix Dzerzhinsky.[251]

Lenin dengan istri dan saudarinya di sebuah mobil setelah menonton pawai Tentara Merah di Lapangan Khodynka, Moskwa pada Hari Buruh 1918.

Pada September 1918, Sovnarkom mengeluarkan sebuah dekrit yang meluncurkan Teror Merah, sebuah sistem opresi yang diselenggarakan oleh Cheka.[252] Meskipun terkadang disebut sebagai upaya untuk mengeliminasi kaum burjois secara keseluruhan,[253] Lenin tidak ingin menendang seluruh anggota dari kelas tersebut, terutama orang-orang yang setia dengan pemerintahannya.[254] Kebanyakan korban Teror tersebut adalah warga negara tersohor atau bekas anggota pemerintahan Tsaris,[255] namun terdapat pula anti-Bolshevik non-burjois dan orang-orang yang secara sosial dianggap melenceng seperti para pelacur.[256] Cheka mengklaim hak untuk mendakwa dan mengeksekusi siapapun yang dianggap menjadi musuh pemerintah, tanpa melewati Pengadilan Revolusioner.[257] Sehingga, pembunuhan yang dilakukan oleh Soviet Rusia dan Cheka seringkali berjumlah besar.[258] Contohnya, Petrograd Cheka mengeksekusi 512 orang dalam beberapa hari.[259] Tidak ada catatan yang selamat yang mencantumkan jumlah akurat dari orang-orang yang tertimpa Teror Merah,[260] meskipun para sejarawan memperkirakan jumlahnya dari 10,000 sampai 15,000 dalam satu perkiraan,[261] dan 50,000 sampai 140,000 dalam perkiraan lainnya.[262]

Lenin tidak pernah menyaksikan kekerasan tersebut atau ikut sebagai tangan pertama,[263] dan secara publik menjauhi diri sendiri dari kejadian tersebut.[264] Pidato-pidato dan artikel-artikel yang ia publikasikan jarang menyebut eksekusi-eksekusi tersebut, meskipun ia giat menyebutkannya dalam telegram-telegramnya yang terkode dan catatan-catatan konfidensial.[265] Beberapa Bolshevik menyatakan ketidaksetujuan terhadap eksekusi massal Cheka dan khawatir organisasi tersebut menjadi tak terakuntabilitas.[266] Partai berupaya untuk menarik aktivitas-aktivisnya pada Februari 1919, melucuti kekuasaan pengadilannya dan eksekusi di wilayah-wilayah yang tidak berada di bawah hukum bela diri] resmi, meskipun Cheka tetap berlanjut.[267] By 1920, the Cheka telah menjadi lembaga paling berkuasa di Soviet Rusia yang meraih pengaruh atas seluruh aparatus negara lainnya.[268]

Sebuah dekrit yang dikeluarkan pada April 1919 menghasilkan pendirian kamp-kamp konsentrasi, yang dipercayakan kepada Cheka,[269] meskipun mereka kemudian diurus oleh sebuah agensi pemerintahan baru, Gulag.[270] Pada akhir 1920, 84 kamp telah didirikan di Soviet Rusia, menampung sekitar 50,000 tahanan; pada Oktober 1923, jumlahnya bertambah menjadi 315 kamp dan sekitar 70,000 tahanan.[271] Orang-orang yang dimasukkan dalam kamp-kamp tersebut dijadikan sebagai buruh budak.[272] Dari Juli 1922, kaum intelektual yang dituduh menentang pemerintahan Bolshevik diasingkal ke wilayah-wilayah yang tidak menyehatkan atau dideportasi dari Rusia; Lenin secara pribadi memegang daftar orang-orang yang akan diperlakukan demikian.[273] Pada Mei 1922, Lenin mengeluarkan sebuah dekrit yang menyerukan untuk eksekusi para pendeta anti-Bolshevik, yang menyebabkan antara 14,000 dan 20,000 orang tewas.[274] Selain Gereja Ortodoks Rusia yang terkenal dampaknya, kebijakan-kebijakan anti-agama pemerintah juga berdampak pada gereja-gereja Katolik Roma dan Protestan, sinagoga-sinagoga Yahudi, dan masjid-masjid Islam.[275]

Perang Saudara dan Perang Polandia–Soviet: 1918–20[sunting | sunting sumber]

Keberadaan Republik Soviet bersama dengan negara-negara imperliasi yang berjalan lama tak terpikirkan. Pada akhirnya, salah satu atau yang lainnya akan menang. Dan sampai akhir tersebut akan datang, serangkaian konflik paling menakutkan antara Republik Soviet dan pemerintah-pemerintah burjois menjadi tak terelakkan. Artinya bahwa kelas pemerintah, proletariat, jika hanya berharap untuk memerintah dan memerintah, harus mengecam hal ini juga dengan organisasi militernya.

Lenin saat perang[276]

Meskipun Lenin berharap arsitokrasi dan burjois Russia akan menentang pemerintahannya, ia meyakini bahwa superioritas numerik kelas bawah, dipasangkan dengan kemampuan Bolshevik untuk secara efektif mengorganisir mereka, memandu kemenangan dalam konflik manapun.[277] Dalam hal ini, ia gagal untuk mengantisipasi kemampuan oposisi keras terhadap pemerintah Bolshevik di Rusia.[277] Perang Saudara Rusia tak hanya terjadi antara pro-Bolshevik Merah dengan anti-Bolshevik Putih, namun juga disertai konflik etnis di perbatasan Rusia dan konflik antara tentara Merah dan Putih dengan kelompok petani lokal, tentara Hijau, di seluruh bekas Kekaisaran tersebut.[278] Selain itu, berbagai sejarawan memandang perang saudara tersebut mewakili dua konflik perbeda, yang satu antara revolusioner dan kontra-revolusioner, dan yang lainnya antar faksi revolusioner yang berbeda.[279]

Tentara putih didirikan oleh para mantan perwira militer Tsaris,[280] dan meliputi Tentara Sukarelawan pimpinan Anton Denikin di Rusia Selatan,[281] pasukan Alexander Kolchak di Siberia,[282] dan pasukan Nikolai Yudenich di negara-negara Baltik yang baru merdeka.[283] Pasukan Putih meningkat saat 35,000 anggota Legiun Ceko – para tahanan perang dari konflik dengan Kekuatan Sentral – berbalik melawan Sovnarkom dan bersekutu dengan Komite Para Anggota Majelis Konstituen (Komuch), sebuah pemerintahan anti-Bolshevik yang didirikan di Samara.[284] Tentara Putih juga dibekingi oleh pemerintah-pemerintah Barat yang menganggap Traktat Brest-Litovsk sebagai pengkhianatan upaya perang Sekutu dan kekhawatiran akan seruan Bolshevik untuj revoluai dunia.[285] Pada 1918, Britania Raya, Perancis, Amerika Serikat, Kanada, Italia, dan Serbia mendaratkan 10,000 pasukan di Murmansk, menyerang Kandalaksha, sementara setahun kemudian, pasukan Inggris, Amerika dan Jepang mendarat di Vladivostok.[286] Pasukan Barat mundur dari perang saudara, sehingga pasukan Putih hanya didukung dengan para perwira, teknisi dan persenjataan, namun Jepang masih bertahan karena mereka memandang konflik tersebut sebagai kesempatan untuk ekspansi teritorial.[287]

Lenin menugaskan Trotsky untuk mendirikan Tentara Merah Buruh dan Petani, dan dengan dukungannya, Trotsky mengorganisir Dewan Militer Revolusioner pada September 1918, dimana ia menjadi ketuanya sampai 1925.[288] Mengakui pengalaman militer berharganya, Lenin sepakat agar para perwira dari tentara Tsaris lama dapat bertugas dalam Tentara Merah, meskipun Trotsky mendirikan dewan-dewan militer untuk memantau aktivitas mereka.[289] Tentara Merah mengambil kontrol dua kota terbesar di Rusia, Moskwa dan Petrograd, serta sebagian besar Rusia Raya, sementara Tentara Putih memegang sebagian besar wilayah pinggiran bekas Kekaisaran tersebut.[290] Tentara Putih khawatir dengan wilayah geografi yang terpecah,[291] dan karena supremasisme etnis Rusia mereka menyudutkan minoritas-minoritas nasional di wilayah tersebut.[292] Tentara anti-Bolshevik melakukan Teror Putih, sebuah kampanye kekerasan melawan para pendukung Bolshevik, meskipun terjadi lebih spontan ketimbang Teror Merah yang dibuat oleh negara.[293] Tentara Putih dan Merah sama-sama bertanggung jawab atas serangan melawan komunitas Yahudi, yang membuat Lenin mengeluarkan kecaman terhadap anti-Semitisme, yang ia anggap propaganda kapitalis.[294]

Sebuah poster propaganda anti-Bolshevik Rusia Putih, dimana Lenin digambarkan mengenakan jubah merah, membantu para Bolshevik lainnya dalam mengurbankan Rusia kepada sebuah patung Marx

Pada Juli 1918, Sverdlov mengabarkan Sovnarkom di Wilayah Ural Soviet bahwa telah terjadi pembantaian bekas keluarga Tsar dan kerabat-kerabatnya di Yekaterinburg dalam rangka agar mereka tidak diselamatkan oleh kemajuan pasukan Putih.[295] Meskipun kurang disetujui, para biografer dan sejarawan seperti Richard Pipes dan Dmitri Volkogonov mengeluarkan pandangan bahwa pembantaian tersebut mungkin dilakukan oleh Lenin;[296] sedangkan, sejarawan James Ryan menyatakan bahwa "tidak ada alasan" untuk mempercayainya.[297] Namun, bagi Lenin, pembantaian tersebut diperlukan; ia membandingkannya dengan eksekusi Louis XVI dalam Revolusi Perancis.[298]

Setelah Traktat Brest-Litovsk, Sosialis Revolusioner Kiri membubarkan koalisi tersebut dan meningkatkan pandangan bahwa Bolshevik adalah pengkianat revolusi.[299] Pada Juli 1918, Sosialis Revolusioner Kiri Yakov Grigorevich Blumkin membunuh duta besar Jerman untuk Rusia, Wilhelm von Mirbach, dengan harapan menumbuhkan insiden diplomatik yang berujung pada diluncurkannya kembali perang revolusioner melawan Jerman.[300] Sosialis Revolusioner Kiri kemudian meluncurkan sebuah kudeta di Moskwa, mengepung Kremlin dan merebut kantor pos pusat kota tersebut sebelum dihentikan oleh pasukan Trotsky.[301] Para pemimpin dan beberapa anggota partai tersebut ditangkap dan ditahan, namun diperlakukan lebih halus ketimbang lawan-lawan Bolshevik lainnya.[302]

Pada 1919, pasukan putih kembali bergerak dan pada 1920 mereka mengalahkan seluruh tiga front.[303] Namun, Perang Polandia-Soviet pecah apda tahun tersebut, setelah Polandia berupaya untuk menganeksasikan bagian Belarus dan Ukraina Barat; pada Mei 1920, mereka menaklukan Kiev.[304] Setelah Tentara Polandia mundur, Lenin menyatakan bahwa Tentara Merah menekan Polandia itu sendiri, dengan meyakini bahwa proletariat Polandia akan bangkit untuk mendukung pasukan Rusia dan melancarkan revolusi Eropa. Meskipun Trotsky dan Bolshevik lainnya bersikap skeptis, mereka kemudian sepakat terhadap invasi tersebut. Namun, proletariat Polandia tidak bangkit, dan Tentara Merah dikalahkan di Pertempuran Warsawa.[305] Tentara Polandia mulai menekan Tentara Merah kembali ke Rusia, memaksa Sovnarkom untuk berdamai; perang memuncak dalam Perdamaian Riga, dimana Rusia menyerahkan wilayah ke Polandia dan membayar ganti ruginya.[306]

Comintern dan revolusi dunia: 1919–20[sunting | sunting sumber]

Foto Lenin pada 1919, diambil oleh Grigori Petrowitsch Goldstein

Setelah Gencatan Senjata pada Front Barat, Lenin meyakini bahwa pecahnya revolusi Eropa akan terjadi.[307] Melihat kesempatan ini, Sovnarkom mendukung pendirian pemerintahan Komunis di Hongaria oleh Béla Kun pada Maret 1919, disusul oleh pemerintah komunis di Bayern dan berbagai kebangkitan sosialis revolusioner di bagian Jerman lainnya, termasuk Liga Spartakus.[308] Pada masa Perang Saudara Rusia, Tentara Merah dikirim ke republik-republik nasional independen yang baru di perbatasan-perbatasan Rusia untuk membantu kaum Marxis disana dalam nedirikan sistem pemerintahan soviet.[309] Di Eropa, peristiwa tersebut menghasilkan pembentukan negara-negara baru yang dipimpin Komunis di Estonia, Latvia, Lithuania, Belarus, dan Ukraina, yang semuanya secara resmi merdeka dari Rusi,[309] sementara di wilayah timur berujung pada pembentukan pemerintahan Soviet di Georgia, dan kemudian di Mongolia Luar.[310] Berbagai Bolshevik senior ingin negara-negara tersebut masuk dalam negara Rusia; Lenin menyatakan bahwa sensibilitas nasional harus diperhatikan, namun menganggap kembali bahwa pemerintahan-pemerintahan Partai Komunis baru dari negara-negara tersebut adalah cabang-cabang regional de facto dari pemerintahan Moskwa.[311]

Pada akhir 1918, Partai Buruh Inggris menyerukan pendirian sebuah konferensi partai-partai sosialis internasional, Buruh dan Sosialis Internasional.[312] Lenin memandangnya sebagai kebangkitan Second International, yang telah ia kesampingkan, dan merumuskan konferensi sosialis internasional tandingannya sendiri untuk menyiapkan dampaknya.[313] Ia mengadakan konferensi tersebut dengan bantuan Zinoviev, Trotsky, Christian Rakovsky, dan Angelica Balabanoff.[313] Pada Maret 1919, Kongres Pertama Komunis Internasional ("Comintern") dibuka di Moskwa.[314] Karena kurangnya perhatian global, 34 delegasi bermajelis, 30 perwakilan dari negara-negara bekas Kekaisaran Rusia, dan sebagian besar delegasi internasional secara resmi tak diakui oleh partai-partai sosialis di negara-negara mereka sendiri.[315] Selain itu, Bolshevik mendominasi pemprosesannya,[316] dengan Lenin kemudian mengarang serangkaian regulasi yang menyatakan bahwa hanya partai-partai sosialis pemegang pandangan Bolshevik yang diijinkan untuk bergabung dengan Comintern.[317] Pada konferensi pertama tersebut, Lenin berbicara kepada para delegasi, dengan menyerukan wadah parlementer untuk sosialis yang dipegang oleh Marxis revisionis seperti Kautsky dan mengulang seruannya untuk melengserkan pemerintahan-pemerintahan borjuis Eropa.[318] Meskipun Zinoviev menjadi Presiden badan Internasional tersebut, Lenin tetap memegang kontrol besar terhadapnya.[319]

Kongres Komunis Internasional Kedua dibuka di Institut Smolny, Petrograd pada Juni 1920, mewakili kali terakhir Lenin mengunjungi sebuah kota selain Moskwa.[320] Disana, ia menyatakan kepada delegasi-delegasi asing agar meluaskan kekuasaan Bolshevik, dan meruntuhkan sudut pandang kapitalis yang berdiri lama merupakan tahap yang diperlukan dalam pengembangan masyarakat, termasuk negara-negara yang berada di bawah pendudukan kolonial untuk mengubah masyarakat pra-kapitalis mereka secara langsung menjadi sosialis.[321] Untuk konferensi tersebut, ia mengarang Komunisme "Sayap Kiri": Sebuah Penyakit Infantil, sebuah buku pendek yang menjabatkan kritikannya terhadap unsur-unsur kiri jauh dalam partai-partai komunis Inggris dan Jerman yang menolak untuk memasuki serikat-serikat dagang dan sistem-sistem parlementer negara tersebut; selain itu menyerukan mereka untuk memajukan sebab-sebab revolusioner.[322] Kongres tersebut telah tertunda selama beberapa hari karena perang yang terjadi dengan Polandia,[323] sebelum Kongres tersebut kemudian dipindahkan ke Moskwa, dimana kongres tersebut dilanjutkan pada sesi-sesi sampai bulan Agustus.[324] Namun, revolusi dunia yang diprediksi Lenin tidak terwujud, karena pemerintah Komunis Hongaria runtuh dan kebangkitan Marxis Jerman tertunda.[325]

Bencana kelaparan dan Kebijakan Ekonomi Baru: 1920–22[sunting | sunting sumber]

Dalam Partai Komunis, terdapat perpecahan dari dua faksi, Kelompok Sentralisme Demokrat dan Oposisi Buruh, keduanya menuduh negara Rusia terlalu tersentralisasi dan birokratik.[326] Oposisi Buruh, yang memiliki hubungan dengan serikat dagang negara resmi, juga mengekspresikan perhatian bahwa pemerintah telah kehilangan kepercayaan dari kelas buruh Rusia.[327] Mereka murka terhadap saran Tortsky yang meminta serikat-serikat dagang dieliminasi. Ia menganggap serikat-serikat tersebut telalu berlebihan dalam sebuah "negara buruh", namun Lenin tak sepakat, yang meyakini bahwa hal tersebut adalah hal yang terbaik bagi mereka; sebagian besar Bolshevik mengangkat pandangan Lenin dalam 'diskusi serikat buruh'.[328] Untuk menyelesaikan perpecahan tersebut, di Kongres Partai Kesepuluh pada Februari 1921, Lenin mengenalkan sebuah larangan aktivitas faksional di dalam partai.[329]

Korban-korban bencana kelaparan di Buzuluk, kawasan Volga, sebelah Saratov

Akibatnya, terjadilah, bencana kelaparan Rusia 1921 yang merupakan bencana paling beruntun yang negara tersebut alami sejak yang terjadi pada 1891,[330] mengakibatkan sekitar lima juta orang tewas.[331] Kelaparan tersebut disebabkan oleh kebijakan pemerintah, serta ekspor bahan pangan Rusia dalam kuantitas besar.[332] Untuk membantu korban-korban bencana kelaparan tersebut, pemerintah AS mendirikan sebuah Administrasi Pemulihan Amerika untuk mendistribusikan pangan,[333] meskipun Lenin menganggap buruk bantuan tersebut dan sangat memantaunya.[334] Pada saat bencana kelaparan tersebut, Patriarkh Tikhon menyerukan gereja-gereja Ortodoks untuk menjual barang-barang tak diperlukan untuk membantu memberi makan orang-orang yang kelaparan, sebuah tindakan yang didukung oleh pemerintah.[335] Pada Februari 1922, Sovnarkom menyerukan lebih lanjut agar seluruh barang-barang berharga dari lembaga-lembaga agama dikeluarkan dan dijual.[336] Tikhon menentang penjualan barang-barang yang digunakan dalam Ekaristi dan beberapa rohaniwan menentang seruan tersebut, yang mengakibatkan kekerasan.[337]

Pada 1920 dan 1921, oposisi lokal menghasilkan kebangkitan petani anti-Bolshevik yang pecah di seluruh Rusia, meskipun kemudian diredam.[338] Salah satu peristiwa paling signifikan adalah Pemberontakan Tambov, yang diredam oleh Tentara Merah.[339] Pada Februari 1921, para buruh menyerang Petrograd, yang mengakibatkan pemerintah memproklamasikan hukum bela diri di kota tersebut dan mengirim Tentara Merah untuk melumpuhkan demonstrasi.[340] Pada bulan Maret, pemberontakan Kronstadt dimulai saat para pelaut di Kronstadt memberontak melawan pemerintah Bolshevik, menuntut agar seluruh sosialis diijinkan untuk bebas melakukan publikasi, agar serikat-serikat dagang independen diberi kebebasan bermajelis dan agar para petani diperbolehkan masuk pasar-pasar bebas dan tidak menjadi subyek penekanan. Lenin mendeklarasikan bahwa para penutut tersebut didalangi oleh Sosialis Revolusioner dan imperialis asing dan menyerukan untuk membalasnya dengan kekerasan.[341] Di bawah kepemimpinan Trotsky, Tentara Merah melumpuhkan pemberontakan tersebut pada 17 Maret, yang menyebabkan ribuan orang tewas dan korban-korban selamatnya dikirim ke kamp buruh.[342]

Kamu harus mula-mula berupaya untuk membangun jembatan-jembatan kecil yang menuju ke arah tanah para pemegang petani kecil melalui Kapitalisme Negara ke Sosialisme. Pada jalan yang lainnya kamu tidak akan pernah memimpin sepuluh juta orang ke Komunisme. Ini adalah apa yang menjadi pasukan obyektif dari pengembangan Revolusi yang telah diajarkan.

Lenin pada KEB, 1921[343]

Pada Februari 1921, Lenin mengenalkan Kebijakan Ekonomi Baru (KEB) kepada Politburo; ia menyatakan kepada sebagian besar Bolshevik senior bahwa kebijakan tersebut diperlukan dan disahkan dalam hukum pada bulan April.[344] Lenin menjelaskan kebijakan tersebut dalam sebuah buklet, Tentang Pajak Pangan, dimana ia menyatakan bahwa KEB mewakili kembalinya rencana-rencana ekonomi Bolshevik asli; ia mengklaim bahwa hal tersebut disebabkan oleh perang saudara, dimana Sovknarkom memaksa untuk mewujudkan kebijakan ekonomi "komunisme perang".[345] KEB mengijinkan beberapa wirausaha swasta di Rusia, mengijinkan pengenalan kembali sistem upah dan mengijinkan para petani untuk menjual produksi di pasar terbuka sementara pajak mereka dapatkan.[346] Kebijakan tersebut juga membolehkan kembalinya industri kecil yang dimiliki swasta, meskipun industri dasar, transportasi dan perdagangan asing masih berada di bawah kekuasaan negara.[347] Lenin menjulukinya "kapitalisme negara",[348] dan beberapa Bolshevik menganggap kebijakan tersebut telah mencederai prinsip-prinsip sosialis.[349] Para biografer Lenin seringkali mengkarakteristikan pengenalan KEB sebagai salah satu prestasi paling menonjolnya dan beberapa meyakini bahwa kebijakan tersebut tidak diimplementasikan Sovnarkom pada waktu itu yang akan dengan cepat diruntuhkan dengan kebangkitan populer.[350]

Pada Januari 1920, pemerintah mengeluarkan konskripsi buruh universal, yang menyatakan agar seluruh warga negara dari usia antara 16 sampai 50 tahun untuk bekerja.[351] Lenin juga menyerukan proyek elektrifikasi massal, rencana GOELRO, yang dimulai pada Februari 1920; Lenin mendeklarasikan bahwa "komunisme yang merupakan kekuatan Soviet ditambah elektrifikasi terhadap seluruh negara" akan meluas pada bertahun-tahun berikutnya.[352] Melihat kemajuan ekonomi Rusia melalui perdagangan asing, Sovnarkom mengirim delegasi-delegasi ke Konferensi Genoa; Lenin berharap dapat menghadirinya namun terhalang karena sakit.[353] Kongerensi tersebut menghasilkan perjanjian Rusia dengan Jerman, yang menyusul perjanjian dagang dengan Britania Raya.[354] Lenin berharap agar perusahaan-perusahaan asing diperbolehkan untuk berinvestasi di Rusia, Sovnarkom berniat memperburuk permusuhan antar negara-negara asing dan mempercepat kejatuhan mereka; ia berusaha untuk menyewa ladang-ladang minyak Kamchatka kepada sebuah perusahaan Amerika untuk meningkatkan ketegangan antara AS dan Jepang, yang menginginkan Kamchatka untuk kekaisaran mereka.[355]

Kesehatan menurun dan adu pendapat dengan Stalin: 1920–23[sunting | sunting sumber]

Untuk menyemarakkan Lenin, pada April 1920 Bolshevik mengadakan sebuah pesta untuk merayakan ulang tahunnya yang kelima puluh, yang juga ditandai dengan merebaknya perayaan di seluruh Rusia dan publikasi puisi-puisi dan biografi-biografi yang didedikasikan untuknya.[356] Anatara 1920 dan 1926, dua puluh volume Kumpulan Karya-Karya Lenin diterbitkan; beberapa bahan dihilangkan.[357] Pada 1920, sejumlah tokoh Barat penting mengunjungi Lenin di Rusia; tokoh-tokoh tersebut meliputi pengarang H. G. Wells dan filsuf Bertrand Russell,[358] serta anarkis Emma Goldman dan Alexander Berkman.[359] Lenin juga dikunjungi di Kremlin oleh Armand, yang kesehatannya semakin menurun.[360] Ia mengirimkannya ke sebuah sanatorium di Kislovodsk, Kaukasus Utara untuk pemulihan, namun ia meninggal disana pada September 1920 saat wabah kolera.[361] Jenasahnya dibawa ke Moskwa, dimana Lenin tampoak berduka menyaksikan pemakamannya di bawah Tembok Kremlin.[362]

Lenin menjalani sebagian besar tahun-tahun akhirnya di mansion Gorki-nya

Lenin mengidap sakit berat pada paruh akhir 1921,[363] dengan gejala hiperakusis, insomnia, dan sering pusing.[364] Dalam ketidakhadiran Politburo, pada bulan Juli, ia meninggalkan Moskwa selama sebulan di mansion Gorki-nya, dimana ia dirawat oleh istri dan saudarinya.[365] Lenin mulai memikirkan untuk melakukan bunuh diri, dengan meminta Krupskaya dan Stalin untuk memberikan potasium sianida kepadanya.[366] 26 dokter berupaya untuk membantu Lenin pada tahun-tahun terakhirnya; beberapa diantaranya berasal dari luar negeri dan telah mendapatkan pengalaman besar.[367] Beberapa menyimpulkan bahwa sakitnya disebabkan karena oksidasi metal dari peluru-peluru yang bersarang di tubuhnya dari upaya pembunuhan 1918; pada April 1922 ia melakukan operasi bedah untuk menghilangkannya.[368] Karena gejalanya masih berlanjut, dan para dokter Lenin tidak sepakat tentang penyebabnya; beberapa menyimpulkan bahwa ia mengidap neurasthenia atau serebral arteriosklerosis, meskipun yang lainnya meyakini bahwa ia mengidap sifilis,[369] sebuah gagasan dikeluarkan dalam sebuah laporan 2004 oleh tim neurosaintis, yang menyatakan bahwa penyebabnya kemudian disembunyikan oleh pemerintah.[370] Pada Mei 1922, ia terserang gejala stroke pertamanya, yang secara temporer kehilangan kemampuannya untuk berbicara dan menggerakkan bagian kanan tubuhnya.[371] Ia dibawa ke Gorki, dan sebagian besar pulih pada bulan Juli.[372] pada bulan Oktober, ia kembali ke Moskwa, meskipun pada bulan Desember, ia terserang stroke kedua dan kembali ke Gorki.[373]

Meskipun sakit, Lenin masih menyimpan minat dalam pengembangan politik. Saat memimpin Partai Sosialis Revolusioner, ditemukan persekongkolan melawan pemerintah dalam sebuah pengadilan yang diadakan antara Juni dan Agustus 1922, Lenin menyerukan agar mereka dieksekusi; meskipun mereka masih ditahan pada waktu itu dan baru dieksekusi saat Pembersihan Besar-Besaran pada masa kepemimpinan Stalin.[374] Dengan dukungan Lenin, pemerintah juga meneruskan penekanan Menshevisme di Rusia dengan mengeluarkan seluruh Menshevik dari lembaga-lembaga dan wirausaha-wirausaha negara pada Maret 1923 dan menahan para anggota partai tersebut di kamp-kamp konsentrasi.[375] Lenin khawatir dengan kelangsungan sistem birokratik Tsaris di Soviet Rusia,[376] dan menjadi semakin khawatir dalam tahun-tahun terakhirnya.[377] Mengutuk sikap birokratik, ia menyarankan agar perbaikan total dilakukan untuk menangani masalah semacam itu,[378] dalam satu surat menyatatakan bahwa "kita sedang tersedot dalam sebuah rawa biokratik busuk".[379]

Pada Desember 1922 dan Januari 1923, Lenin mengeluarkan "Perjanjian Lenin", dimana ia mendiskusikan kualitas pribadi dari para ajudannya, terutama Trotsky dan Stalin.[380] Ia menyarankan agar Stalin dihapuskan dari jabatan Sekretaris Jenderal Partai Komunis, dengan alasan ia tidak cocok untuk jabatan tersebut.[381] Selain itu, ia merekomendasikan Trotsky untuk pekerjaan tersebut, dengan menyebutnya sebagai "pria paling mampu dalam Komite Pusat saat ini"; ia menyanjung tingginya intelektualitas Trotsky namun pada saat yang bersamaan mengkritik keyakinan dirinya dan kecenderungan terhadap pemerintahan yang berlebihan.[382] Pada masa tersebut, ia mengeluarkan kritikan terhadap alam biokratik Inspektorat Buruh dan Petani, menyerukan untuk perekrutan staf kelas pekerja baru untuk menyelesaikan masalah tersebut,[383] sementara di artikel lainnya ia menyerukan agar negara melawan buta huruf, mempromosikan ketepatan waktu dan perhatian terhadap masyarakat, dan mendorong para petani untuk bergabung dalam koperasi-koperasi.[384]

Dalam ketidakhadiran Lenin, Stalin mulai mengkonsolidasikan kekuasaannya dengan melantik para pendukungnya ke jabatan-jabatan penting,[385] dan menumbuhkan citranya sendiri sebagai penerus mutlak dan orang terdekat Lenin.[386] Pada Desember 1922, Stalin mengambil tanggung jawab untuk resimen Lenin, yang ditugaskan oleh Politburo untuk mengendalikan siapa yang telah mengaksesnya.[387] Namun, Lenin sangat mengkritik Stalin; sementara Lenin menyatakan bahwa negara harus mempertahankan monopolinya di perdagangan internasional pada musim panas 1922, Stalin memimpin sejumlah Bolshevik lainnya dalam penentangan gagal tersebut.[388] Terdapat juga adu pendapat antar keduanya; Stalin memerintahkan Krupskaya untuk mencekalnya saat konservasi telepon, yang membuat Lenin sangat murki, yang mengirimkan Stalin sebuah surat yang mengekspresikan keprihatinannya.[389]

Perpecahan politik paling signifikan antara keduanya terjadi saat Urusan Georgia. Stalin berpendapat bahwa Georgia dan negara-negara tetangganya seperti Azerbaijan dan Armenia harus digabung dalam negara Rusia, meskipun terdapat penentangan pada pemerintahan nasional mereka.[390] Lenin memandangnya sebagai ekspresi chauvisime etnis Rusia Besar yang dikeluarkan oleh Stalin dan para pendukungnya, yang sebagai gantinya menyerukan agar negara-negara tersebut bergabung dengan Rusia sebagai bagian semi-independen dari sebuah uni kebesaran, yang ia sebut Uni Republik Soviet Eropa dan Asia.[391] Stalin awalnya menolak proposal tersebut, namun kemudian menerimanya, meskipun – dengan perjanjian Lenin – ia mengubah namanya menjadi Uni Republik Sosialis Soviet (URSS).[392] Lenin mengirim Trotsky untuk berbicara sebagai perantaranya di plenum Komite Pusat pada bulan Desember, dimana rencana-rencana untuk URSS disahkan; rencana tersebut kemudian diratifikasikan pada 30 Desember oleh Kongres Soviet, yang menghasilkan pembentukan Uni Soviet.[393] Meskipun kesehatannya menurun, Lenin dipilih menjadi ketua pemerintahan baru Uni Soviet.[394]

Kematian dan pemakaman: 1923–24[sunting | sunting sumber]

Pada Maret 1923, Lenin terserang stroke ketiga dan kehilangan kemampuannya untuk berbicara;[395] pada hulan tersebut, ia kehilangan kemampuan geraknya pada sisi kanannya dan mulai mengalami afasia sensori.[396] Pada bulan Mei, ia menjalani pemulihan perlahan, karena ia mulai kehilangan kemampuan mobilitas, berpidato dan menulisnya.[397] Pada Oktober, ia membuat kunjungan terakhirnya ke Moskwa dan Kremlin.[398] Pada minggu terakhirnya, Lenin dikunjungi oleh Zinoviev, Kamenev, dan Bukharin dengan Bukharin mengunjunginya di mansion Gorki-nya pada hari kematiannya.[399] Lenin meninggal di rumah Gorki-nya pada 21 Januari 1924, setelah jatuh koma pada hari sebelumnya.[400] Penyebab kematian resminya adalah penyakit penyumbatan pembuluh darah.[401]

Para pengangkut jenazah membawa peti Lenin pada saat pemakamannya, dari Terminal Rel Paveletsky ke Kuil Buruh

Pemerintah secara terbuka mengumumkan kematian Lenin pada hari berikutnya.[402] Pada 23 Januari, para pelayat dari Partai Komunis, serikat dagang, dan soviet mengunjungi rumah Gorki-nya untuk melihat jasadnya, yang dimasukkan dalam sebuah peti merah oleh para Bolshevik utama.[403] Dibawa menggunakan kereta menuju Moskwa, peti tersebut dibawa ke Gedung Serikat Dagang, dimana jenazahnya disemayamkan.[404] Pada tiga hari berikutnya, sekitar sejuta pelayat datang untuk melihat jenazahnya, beberapa diantaranya bertahan selama berjam-jam dalam kondisi dingin.[405] Pada 26 Januari, Kongres Seluruh Uni Soviet bertemu untuk berbela sungkawa terhadap almarhum, dengan pidato yang dibuat oleh Kalinin, Zinoviev, dan Stalin, namun tidak dengan Trotsky, yang sedang berada di Kaukasus.[405] Pemakaman Lenin diadakan pada hari berikutnya, dimana jenazahnya dibawa ke Lapangan Merah, diiringi oleh musik, dimana kerumunan menyimak serangkaian pidato sebelum jenazah tersebut ditempatkan dalam sebuah mausoleum yang didirikan secara khusus.[406] Meskipun bersuhu dingin, sepuluh ribu orang hadir.[407]

Bertentangan dengan saran Krupskaya, jasad Lenin diawetkan untuk ditempatkan pada tempat penyimpanan publik berjangka panjang di mausoleum Lapangan Merah.[408] Pada proses tersebut, otak Lenin diangkat; pada 1925, sebuah lembaga didirikan untuk memeriksanya, dan menyimpulkan bahwa Lenin telah terserang sklerosis.[409] Pada Juli 1929, Politburo sepakat untuk mengganti mausoleum temporer tersebut dengan bangunan granit permanen alternatif, yang diselesaikan pada 1933.[410] Sebuah sarkofagus dimana jasad Lenin ditempatkan digantikan pada 1940 dan lagi pada 1970.[411] Dari 1941 sampai 1945, jenazahnya dipindahkan dari Moskwa dan dibawa ke Tyumen untuk dilindungi dari Perang Dunia Kedua.[412]

Ideologi politik[sunting | sunting sumber]

Kami tidak percaya bahwa Marx dan Marxis mengetahui jalan menuju sosialisme dalam seluruh kekonkretannya. Itu tidaklah masuk akal. Kami tahu pengarahan jalan, kami tahu apa pasukan-pasukan kelas akan memimpinnya, namun secara konkret, praktik, ini akan diperlihatkan oleh pengalaman jutaan orang saat mereka mengambil tindakan tersebut.

Lenin, 11 September 1917[413]

Lenin adalah seorang pemegang teguh Marxisme,[414] dan meyakini bahwa interpretasinya terhadap Marxisme – yang mula-mula disebut "Leninisme" oleh Martov pada 1904[415] – adalah sebuah hal tunggal yang otentik dan ortodoks.[416] menurut sudut pandang Marxis-nya, umat manusia akan meraih komunisme murni, menjadi tak bernegara, tak berkelas, masyarakat buruh egalitarian yang bebas dari eksploitasi dan alienasi, dikendalikan oleh pikiran mereka sendiri, dan dijunjung dengan peran "dari setiap orang menurut kemampuannya, menuju setiap orang untuk kebutuhannya".[417] Menurut Volkogonov, Lenin "sangat dan telah lama" meyakini bahwa wadah yang ia bentuk pada Rusia akan langsung berujung pada pendirian masyarakat komunis tersebut.[418]

namun, kepercayaan Marxis Lenin membuatnya memandang bahwa masyarakat tidak berubah langsung dari keadaan saat ininya ke komunisnya, namun mula-mula harus memasuki periode sosialisme, sehingga perhatian utamanya adalah bagaimana mengubah Rusia menjadi masyarakat sosialis. Sampai disitu, ia meyakini bahwa kediktatoran proletatiat adalah keperluan untuk menekan burjois dan mengembangkan ekonomi sosialis.[419] Ia mendefinisikan sosialisme sebagai "sebuah tatanan kooperator tersipilisasi dimana alat produksi dimiliki secara sosial",[420] dan meyakini bahwa sistem ekonomi tersebut akan berakhir sampai masyarakat akan menjadi masyarakat berkelimpahan.[417] Untuk mencapainya, ia menempatkan ekonomi Rusia di bawah kontrol negara agar menjadi perhatian utamanya, dengan – dalam kata-katanya – "seluruh warga negara" menjadi "pekerja dari negara".[421] Interpretasi sosialisme Lenin tersentralisasi, terencana dan statis, dengan produksi dan distribusi yang terkendali.[417] Ia meyakini bahwa seluruh buruh di seluruh negara tersebut akan secara sukarela bergabung bersama untuk mewujudkan sentralisasi ekonomi dan politik di negara tersebut.[422] Dalam cara tersebut, seruannya untuk "kontrol buruh" dari ukuran produksi tak hanya menuju kontrol langsung wirausaha-wirausaha oleh para pekerja mereka, namun operasi seluruh wirausaha di bawah kontrol "negara buruh".[423] Hal tersebut menghasilkan dua tema yang bertentangan pada pemikiran Lenin: kontrol buruh populer, dan aparatus negara koerktif, hierarkial dan tersentralisasi.[424]

Lenin berpidato pada 1919

Sebelum 1914, Lenin sangat sepakat dengan Marxis Eropa ortodoks arus utama.[414] Namun, Leninisme mengenalkan revisi dan inovasi terhadap Marxisme ortodoks, dan mengadopsi sudut pandang terdoktrinasi dan lebih absolut.[414] Selain itu, Leninisme membedakan dirinya sendiri dari varian-varian Marxisme oleh intensitas emosional terhadap visi liberasionisnya dan fokusnya terhadap peran kepemimpinan proletatiat penggerak revolusioner.[425] Kemudian, Lenin memberikan pernyataan dari arus utara Marxis tentang masalah bagaimana mendirikan sebuah negara proletarian; ia meyakini bahwa aparatus negara yang kuat akan mengeluarkan kaum burjois yang berkonflik dengan pandangan Marxis Eropa seperti Kautsky yang mendorong pemerintahan demokratik parlementer dimana proletariat menjadi mayoritas.[425] Selain itu, menurut sejarawan James Ryan, Lenin adalah "pakar teori Marxis pertama dan paling signifikan yang secara dramatis meningkatkan peran kekerasan sebagai alat revolusioner".[426] Lenin memasukkan peningkatan perubahan ke dalam sistem kepercayaannya,[427] dan realitas pragmatik dari pemerintah Rusia saat menghadapi perang, bencana kelaparan, dan kejatuhan ekonomi yang membuatnya menyimpang dari beberapa gagasan Marxis yang telah ia artikulasikan sebelum Revolusi Oktober.[428]

Gagasan-gagasan Lenin sangat dipengaruhi oleh pemikiran yang telah ada sebelum gerakan revolusioner Rusia, dan oleh varian-varian teoretikal Marxisme Rusia, yang sangat berfokus terhadap bagaimana penulisan Marx dan Engels akan diterapkan kepada Rusia.[429] Selain itu, Lenin juga terpengaruhi oleh pemikiran sosialis Rusia seperti orang-orang dari agrarian-sosialis Narodnik.[430] Meskipun demikian, ia menampik Marxis yang mengadopsi gagasan dari filsuf dan sosiolog non-Marxis kontemporer.[431] Dalam penulisan teoretikalnya, terutama Imperialisme, ia menyatakan bahwa apa yang ia pikirkan adalah perkembangan dalam kapitalisme sejak kematian Marx, dengan berpendapat bahwa telah terjadi tahap baru, kapitalisme monopoli negara.[432] Sebelum meraih kekuasaan pada 1917, ia meyakini bahwa meskipun ekonomi Rusia masih didominasi oleh kaum petani, pada kenyataannya monopoli kapitalisme yang ada di Rusia menandakan bahwa negara tersebut secara material bergerak menuju sosialisme.[433]

[Lenin] meyakini kebenaran dipegang oleh Marx dan data dan argumen terpilih yang menggelembungkan kebenaran tersebut. Ia tidak mempertanyakan naskah Marxis lama, ia mengomentarinya, dan komentar tersebut menjadi sebuah naskah baru.

Biografer Louis Fischer, 1964[434]

Lenin adalah seorang internasionalis dan pendukung revolusi dunia, melampaui batas-batas dunia untuk menjadi sebuah konsep dan nasionalisme dari perjuangan kelas.[435] Ia meyakini bahwa di bawah sosialisme revolusioner, akan ada "penggabungan negara-negara" dan pendirian "Persatuan Negara-Negara Dunia".[436] Ia menentang federalisme, menganggapnya burjois, dan sebagai gantinya menyerukan kebutuhan untuk negara uniter tersentralisasi.[437] Lenin merupakan seorang anti-imperialis, dan meyakini bahwa seluruh negara menyajikan "hak penentuan nasib sendiri".[437] Ia juga mendukung perang-perang pembebasan nasional, menyatakan bahwa konflik tersebut merupakan keperluan bagi sebuah kelompok minoritas untuk terpecah dari negara sosialis, karena negara-negara sosialis tidaklah "suci atau bertentangan dengan kesalahpahaman atau kesadaran".[438]

Ia mengekspresikan pandangan bahwa "pemerintahan Soviet adalah beberapa juta kali lebih demokratis ketimbang kebanyakan republik burjois demokratik", yang ia anggap "demokrasi untuk kekayaan".[439] Ia menuntut agar "kediktatoran proletariat"-nya menjadi demokratis melalui pemilihan perwakilan untuk soviet-soviet, dan para buruh memilih para pemimpin mereka sendiri, dengan giat digiliar dan melibatkan seluruh buruh dalam pemerintahan negara tersebut.[440] Lenin meyakini bahwa demokrasi perwakilan dari negara-negara kapitalis telah digunakan untuk memberi ilusi demokrasi sesambil mengutamakan kediktatoran burjois; saat menyinggung sistem perwakilan demokratis Amerika Serikat, ia menyebutnya "duel spektakuler dan kurang berarti antara dua partai burjois," yang keduanya dipimpin oleh "multi-jutawan cerdik" yang mengeksploitasi proletariat Amerika.[441] Ia juga menentang liberalisme, mengeluarkan antipati besar terhadap kebebasan sebagai sebuah nilai,[442] dan meyakini bahwa kebebasan liberalisme adalah kecurangan karena bukanlah kebebasan buruh dari eksploitasi kapitalis.[443]

Kehidupan pribadi dan karakteristik[sunting | sunting sumber]

Lenin memandang dirinya sendiri sebagai orang penentu, dan meyakini hak atas sebab-sebabnya dan kemampuannya sendiri sebagai pemimpin revolusioner.[444] Biografer Louis Fischer menyebutnya sebagai "seorang pecinta perubahan radikal dan kebangkitan maksimum", seorang pria yang "tidak pernah menjadi menengah kebawah. Ia merupakan seorang eksagerator hitam atau merah".[445] Menyoroti "kapasitas luar biasa atas karya kedisiplinan" dan "devosi sebab revolusioner" Lenin, Pipes menyatakan bahwa ia mencurahkan karisma penuh.[446] Hal yang sama diutarakan oleh Volkogonov yang meyakini bahwa "dengan kekuatan kepribadiannya, [Lenin] memiliki pengaruh terhadap rakyat.[447] Meskipun demikian, teman Lenin Gorky menyatakan bahwa dalam penampilan fisiknya sebagai "orang berkepala botak, gempal dan tegak", revolusioner komunis tersebut "terlalu biasa" dan tidak memberikan "impresi menjadi seorang pemimpin".[448]

[Kumpulan tulisan-tulisan Lenin] mengungkapkan secara rinci seorang pria dengan kehendakbesi, memperbudak sendiri disiplin diri, mencemooh lawan dan tantangan, penentuan dingin fanatik, pengendalian fanatik, dan kemampuan untuk meyakinkan atau menggertak orang lemah dengan keperluan tunggalnya, memaksakan intensitas, pendekatan impersonal, pengorbanan pribadi, kecerdasan politik, dan keyakinan penuh terhadap kepemilikan kebenaran mutlak. Hidupnya menjadi sejarah gerakan Bolshevik.

—Biografer Louis Fischer, 1964[449]

Salah satu penulis biografi Lenin, sejarawan Robert Service, menjelaskan bahwa Lenin merupakan "seorang muda yang emosinya meledak-ledak"[450] dan menunjukkan "kebencian mendalam" terhadap "sedikit saja tanda-tanda pelanggaran hukum atau korupsi" yang dilihatnya dalam pemerintahan Tsar.[451] Service juga menyatakan bahwa Lenin memiliki "ikatan batin" dengan para pahlawan ideologisnya seperti Marx, Engels, dan Chernyshevsky yang ditunjukkan dengan menyimpan foto-foto mereka,[452] dan secara pribadi menyebut dirinya sendiri "cinta" dengan Marx dan Engels.[453] Menurut biografer Lenin James D. White, Lenin menganggap tulisan-tulisan mereka sebagai "tulisan suci", "dogma relijius", yang harus "tidak dipertanyakan namun dipercaya".[454] Dalam pandangan Volkogonov, Lenin menerima Marxism sebagai "kebenaran absolut", dan bertindak seperti "fanatik relijius".[455] Hal yang sama juga diutarakan oleh Bertrand Russell yang menyatakan bahwa Lenin memamerkan "kepercayaan teguh – kepercayaan relijius dalam injil Marxian".[456] Biografer Christopher Read menyimpulkan bahwa Lenin merupakan "orang sekuler yang setara dengan para pemimpin teokratik yang memberikan pengesahan mereka dari kebenaran doktrin-doktrin mereka, bukannya mandat populer".[457] Lenin adalah seorang ateis dan kritikus agama, meyakini bahwa sosialisme adalah ateistik inheren; ia menganggap sosialisme Kristen adalah sebuah kontradiksi.[458]

Lebih lanjut, Service beranggapan bahwa Lenin bisa jadi sosok yang "sikap dan pendiriannya mudah berubah",[459] dan Pipes menyebutnya "pembenci setiap orang",[460] sebuah pandangan yang disangkal oleh Read, yang menyoroti beberapa hal dimana Lenin menyimpan rasa baik hati, terutama kepada anak-anak.[461] Menurut beberapa biografer, Lenin, bersikap intoleran terhadap oposisi dan sering menyingkirkan opini-opini yang berbeda dari miliknya sendiri.[462] Ia akan "mengecam kriitikan terhadapnya dri orang lain", memberikan cemoohan, ejekan, dan serangan ad hominem terhadap orang-orang yang tidak setuju dengannya.[463] Ia mengabaikan kenyataan yang tidak selaras dengan argumennya,[464] menolak berkompromi,[465] dan sangat jarang membenahi kesalahannya sendiri.[466] Ia menolak untuk menarik opini-opininya, sampai ia menyangkalnya secara bulat, setelah ia menerima pandangan baru jika hal tersebut tidak menyimpang.[467] Meskipun ia tidak menunjukkan sikap sadisme atau kepribadian yang menyukai tidak kekerasan, Lenin mendorong tindak kekerasan terhadap orang lain dan menunjukan pertidaktanggungjawaban terhadap orang-orang yang tewas karena sebab revolusioner.[468] Mengadopsi pendirian amoral, dalam pandangan Lenin pada akhirnya selalu menjustifikasikan pengartian tersebut;[469] menurut Service, Lenin "mengkriteriakan moralitas secara sederhana: apakah tindakan tersebut memajukan atau memundurkan sebab Revolusi?"[470]

Lenin yang pada bagian luar tampaknya begitu lembut dan baik hati, yang suka tertawa, menyayangi binatang dan rawan kenangan sentimental, berubah saat pertanyaan kelas atau politik muncul. Ia sekaligus menjadi sangat kejam, tanpa kompromi, jahat dan pendendam. Namun, bahkan dalam keadaan seperti itu, ia mampu membuat humor gelap.

—Biografer Dmitri Volkogonov, 1994[471]

Disamping bahasa Rusia, Lenin dapat berbicara dan membaca bahasa Perancis, Jerman, dan Inggris.[472] Selain pemanasan fisik, ia giat[473] bersepeda, berenang, dan berburu,[474] dan juga mengembangkan minat untuk mendaki gunung di puncak-puncak Swiss.[475] Ia juga pecinta hewan,[476] terutama kucing.[477] Meskipun hidup berkemewahan, ia menjalani gaya hidup sederhana,[478] dan Pipes menyatakan bahwa Lenin "sangat sederhana dalam kebutuhan pribadinya", yang berujung pada "gaya hidup yang keras dan hampir asketis".[479] Lenin menyukai kerapian yang ditunjukkan oleh meja kerjanya yang selalu tertata rapi dan pensil-pensil yang selalu runcing, dan mengambil sikap ketenangan total saat bekerja.[480] Menurut Fischer, Lenin "tidak terlalu sombong",[481] dan karena alasan tersebut, ia tidak menyukai kultus personalitas yang pemerintah Soviet mulai bangun untuknya; ia tidak pernah menerima bahwa hal tersebut memiliki beberapa manfaat dalam menyatukan gerakan komunis.[482]

Disamping politik revolusionernya, Lenin membenci eksperimentasi revolusioner dalam sastra dan seni rupa, selain mengekpresikan kebenciannya terhadap ekspresionisme, futurisme, dan kubisme, dan menyukai realisme dan sastra klasik Rusia.[483] Lenin juga memiliki pandangan konservatif terhadap seks dan pernikahan.[484] Sepanjang kehidupan dewasanya, ia menjalin hubungan dengan Krupskaya, seorang Marxis sejawatnya yang ia nikahi. Lenin dan Krupskaya merasa sedih karena mereka tidak pernah memiliki anak,[485] meskipun mereka dihibur teman-teman mereka.[486] Read menyatakan bahwa Lenin memiliki "hubungan seumur hidup, hangat, dan sangat dekat" dengan para anggota keluarga dekatnya,[487] meskipun ia tidak memiliki teman seumur hidup, dan Armand disebut sebagai satu-satunya orang dekat kepercayaannya.[488]

Secara etnis, Lenin diidentifikasikan sebagai orang Rusia.[489] Ia nampaknya tidak meyadari bahwa ibunya adalah keturunan Yahudi, dan baru disadari oleh saudarinya Anna setelah Lenin meninggal.[490] Service menyebut Lenin "tidak terlalu sombong dalam hal nasional, sosial dan kebudayaan".[491] Pemimpin Bolshevik tersebut meyakini bahwa negara-negara Eropa lainnya, khususnya Jerman, memiliki budaya superior ketimbang Rusia,[492] "salah satu negara yang terlalu kemalaman, abad pertengahan dan bahkan terbelakang dari negara-negara Asia".[441] Ia menyayangkan terhadap apa yang ia anggap kurangnya kehati-hatian dan disiplin dari masyarakat Rusia, dan dari masa mudanya, ia ingin Rusia menjadi lebih modern dari Eropa dan Barat.[493]

Warisan[sunting | sunting sumber]

Volkogonov mengklaim bahwa "orang tersebut dapat menandingi orang lainnya dalam sejarah yang membuat perubahan besar pada masyarakat pada skala semacam itu".[494] Pemerintahan Lenin menjadi kertas kerja untuk sistem pemerintahan yang memerintah Rusia selama tujuh dekade dan menyediakan model tersebut untuk negara-negara yang kemudian dipimpin Komunis yang meliputi wilayah yang paling banyak diduduki ketiga pada pertengahan abad ke-20.[495] Sehingga, pengaruh Lenin bersifat global.[496] Sebagai seorang figur kontroversial, Lenin masih dihormati sekaligus dicerca;[426] ia dipuja oleh kaum komunis, dan dipandang buruk oleh para kritikus baik dari sayap kiri, seperti demokrat sosialis dan anarki, dan sayap kanan, seperti konservatif dan fasis.[497] Bahkan pada masa hidupnya, Lenin "dicintai dan dibenci, dikagumi dan dicemooh" oleh masyarakat Rusia.[498]

Patung Lenin yang didirikan oleh pemerintah Marxis-Leninis Jerman Timur di Leninplatz, Berlin Timur, Jerman Timur (dihancurkan pada 1992)

Sejarawan Albert Resis berkesimpulan bahwa jika Revolusi Oktober dianggap menjadi peristiwa paling signifikan pada abad ke-20, maka Lenin "seharusnya entah baik atau buruk dianggap menjadi pemimpin politik paling signifikan pada abad tersebut".[499] White menyebut Lenin sebagai "salah satu figur menakjubkan tak terbantahkan pada sejarah modern",[500] sementara Service menyatakan bahwa pemimpin Rusia tersebut sangat dipahami sebagai salah satu "aktor utama" abad ke-20.[501] Read menganggapnya "salah satu ikon yang paling tersohor dan diakui secara universal pada abad kedua puluh",[502] sementara Ryan menyebutnya "salah satu figur berpengaruh dan paling signifikan pada sejarah modern".[503] Majalah Time mengangkat Lenin menjadi salah satu dari 100 tokoh paling berpengaruh pada abad ke-20,[504] dan salah satu dari 25 ikon politik papan atas mereka sepanjang masa.[505]

Di dunia Barat, para biografer mulai menulis tentang Lenin setelah ia meninggal, beberapa diantaranya – seperti Christopher Hill – menyatakan rasa simpatetik terhadapnya, dan yang lainnya – seperti Richard Pipes dan Robert Gellately – mengekspresikan cemoohan. Sejumlah biografer pada masa berikutnya, seperti Read dan Lars Lih, memberikan komentar-komentar positif dan cemooh terhadapnya, bahkan stereotipe yang dipolitisasi.[506] Bagi para simpatisannya, ia dianggap sebagai pakar teori Marxis yang jenius yang mempengaruhi kondisi sosio-ekonomi Rusia.[507] Pandangan Soviet mengkarakteristikannya sebagai seorang pria yang diakui secara sejarah tak terelakkan dan membantu membuat peristiwa tak terelakkan.[508] Sebaliknya, sebagian besar sejarawan Barat memandangnya sebagai orang yang memanipulasi peristiwa dalam rangka meraih dan mempertahankan kekuasaan politik, selain menganggap gagasan-gagasannya sebagai upaya untuk menjustifikasikan kebijakan-kebijakan pragmatiknya secara ideologi.[508] Yang paling terkini, kaum revisionis baik di Rusia dan dunia Barat menyoroti dampak dari gagasan sebelumnya dan pengaruh populer yang merasuki Lenin dan kebijakan-kebijakannya.[509]

Berbagai sejarawan dan biografer mengkarakteristikan pemerintahan Lenin sebagai totalitarian,[510] dan sebagai seorang negara polisi,[511] dan beberapa mendeskripsikannya sebagai kediktatoran satu partai.[512] Beberapa sarjana semacam itu menyebut Lenin sebagai diktator,[513] meskipun Ryan menyatakan bahwa ia "bukanlah seorang diktator dalam hal bahwa seluruh rekomendasinya diterima dan diimplementasikan", karena beberapa koleganya tidak setuju dengannya pada berbagai masalah.[514] Fischer menyatakan bahwa meskipun "Lenin adalah seorang diktator, [ia] bukanlah jenis dari diktator Stalin yang kemudian ada",[515] sementara Volkogonov meyakini bahwa meskipun Lenin mendirikan "kediktatoran Partai", baru di bawah kepemimpinan Stalin dimana Uni Soviet menjadi "kediktatoran satu orang".[516]

Sebaliknya, berbagai pengamat Marxis – termasuk sejarawan Barat Hill dan John Rees – menyatakan penentangan pandangan bahwa pemerintahan Lenin adalah sebuah kediktatoran, dan sebagai gantinya memandangnya sebagai cara tidak bagus untuk menyajikan unsur-unsur demokrasi tanpa beberapa proses yang ditemukan di negara-negara demokrat liberal.[517] Ryan menyatakan bahwa sejarawan sayap kiri Paul Le Blanc "membuat poin yang sangat valid bahwa kualitas pribadi membuat Lenin mengeluarkan kebijakan-kebijakan brutal yang sangat tidak diperlukan ketimbang beberapa pemimpin Barat besar dari abad kedua puluh".[518] Sejarawan J. Arch Getty menyatakan bahwa, "Lenin menyajikan pemikiran yang menyatakan bahwa gagasannya dapat diwarisi dunia, bahwa hal tersebut dapat menjadi sebuah gerakan politik yang berdasarkan pada keadilan sosial dan kesetaraan."[519] Beberapa intelektual sayap kiri, seperti Slavoj Žižek, Alain Badiou, Lars T. Lih, dan Fredric Jameson, menyerukan untuk membangkitkan jiwa revolusioner tak berkompromi Lenin untuk menyetir masalah-masalah global kontemporer.[520]

Di Uni Soviet[sunting | sunting sumber]

Mausoleum Lenin, di depan Kremlin, pada 2007

Di Uni Soviet, sebuah kultus personalitas yang mendevosikan Lenin mulai berkembang pada masa hidupnya, namun baru sepenuhnya berdiri setelah ia meninggal.[521] Menurut sejarawan Nina Tumarkin, kultus tersebut mewakili "kultus paling erat dari seorang pemimpin revolusioner" di dunia semenjak George Washington di Amerika Serikat,[522] dan masih dianggap sebagai "quasi-relijius".[523] Patung-patung atau patung-patung dagang Lenin didirikan di hampir setiap desa,[524] dan wajahnya tercantum pada perangko-perangko pos, peralatan rumah tangga, poster, dan laman-laman depan surat kabar Soviet Pravda dan Isvestia.[525] Tempat-tempat dimana ia tinggal atau singgah dijasikan museum untuk mendevosikannya.[524] Perpustakaan, jalan, kebun, museum, klota, dan seluruh kawasan dinamai dengan namanya,[524] dengan kota Petrograd diganti menjadi "Leningrad" pada 1924,[526] dan tempat kelahirannya Simbirsk menjadi "Ulyanovsk".[527] Ordo Lenin didirikan sebagai salah sati penghargaan tertinggi di negara tersebut.[525] Itu semua berseberangan dengan keinginan Lenin sendiri, dan secara terbuka dikritik oleh janda istrinya.[407]

Berbagai biografer menyatakan bahwa tulisa-tulisan Lenin telah diperlakukan mirip dengan naskah suci di Uni Soviet,[528] sementara Pipes menyatakan bahwa "setiap opininya digunakan untuk menjustifikasikan satu kebijakan atau yang lainnya dan diperlakukan seperti Injil".[529] Stalin menyinggung Leninisme pada serangkaian ceramahnya di Universitas Sverdlov, yang kemudian diterbitkan dengan judul Pertanyaan-Pertanyaan Leninisme.[530] Stalin juga mengumpulkan tulisan-tulisan almarhum pemimpin tersebut dan menyimpannya dalam sebuah arsip rahasia di institut Marx-Engels-Lenin.[531] Material-material seperti koleksi buku Lenin di Kraków juga dikumpulkan dari luar negeri untuk disimpan di Institut tersebut, seringkali dalam jumlah besar.[532] Pada era Soviet, tulisan-tulisan tersebut sangat dikontrol dan hanya sedikit orang yang dapat mengaksesnya.[533] Seluruh tulisan Lenin yang disetujui untuk digunakan oleh Stalin diterbitkan, namun yang lainnya masih disembunyikan,[534] dan kabar darah non-Rusia Lenin dan status kebangsawanannya memberikan sebuah keterkejutan.[525] Sehingga, darah Yahudinya mengagetkan sampai 1980an,[535] meskipun Soviet memegang sikap anti-Semitisme,[536] dan tak terpikirkan saat upaya Rusifikasi yang dilakukan oleh Stalin,[537] dan tidak menyediakan pemenuhan untuk sentimen anti-Soviet terhadap anti-semit internasional.[536] Di bawah rezim Stalin, Lenin aktif digambarkan sebagai teman dekat Stalin yang mendukung tawaran Stalin untuk menjadi pemimpin Soviet berikutnya.[538] Pada era Soviet, lima edisi terpisah dari karya-karya yang diterbitkan Lenin diterbitkan dalam bahasa Rusia, yang pertama diterbitkan pada 1920 dan yang terakhir dari 1958 sampai 1965; meskipun edisi kelimanya disebut "lengkap", pada kenyataannya banyak dihilangkan untuk kepentingan politik.[539]

Koin peringatan satu rubel yang dicetak pada tahun 1970 untuk memperingati seabad kelahiran Lenin.

Setelah kematian Stalin, Nikita Khruschev menjadi pemimpin Uni Soviet dan memulai proses de-Stalinisasi, mengutip tulisan-tulisan Lenin, termasuk hal-hal tentang Stalin, untuk mensahkan proses tersebut.[540] Saat Mikhail Gorbachev berkuasa pada 1985 dan memperkenalkan kebijakan glastnost dan perestroika, ia banyak mengutip aksi-aksi tersebut sebagai kembalinya prinsip-prinsip Lenin.[541] Pada akhir 1991, saat pembubaran Uni Soviet, Presiden Rusia Boris Yeltsin memerintahkan agar arsip Lenin diangkat dari kontrol Partai Komunis dan ditempatkan di bawah kontrol badan negara, Pusat Preservasi dan Pembelajaran Dokumen Sejarah Terkini Rusia, dimana terbongkar lebih dari 6,000 tulisan Lenin yang belum diterbitkan. Karya-karya tersebut dideklasifikasikan dan tersedia untuk pembelajaran sekolah.[542] Namun, Yeltsin tidak membongkar mausoleum Lenin karena mengakui bahwa Lenin terlalu populer dan sangat penting di kalangan masyarakat Rusia.[543]

Di Rusia pada 2012, sebuah proposal dari Partai Liberal Demokrat Rusia, dengan dukungan beberapa anggota partai pemerintahan Rusia Bersatu, memproporsalkan menurunkan seluruh monumen Lenin, sebuah proposal yang sanagt ditentang keras oleh Partai Komunis Federasi Rusia.[544] Di Ukraina, pada saat protes Euromaidan 2013–14, beberapa patung Lenin dirusak atau dihancurkan oleh para pemprotes yang memandangnya sebagai lambang imperialisme Rusia,[545] dan pada April 2015 pemerintah Ukraina memerintahkan agar patung-patung lainnya dibongkar atas dasar hukum dekomunisasi.[546] Setelah diketahui bahwa Lenin adalah keturunan Yahudi, aspek tersebut dipegang oleh sayap kanan jauh Rusia, yang mengklaim bahwa warisan genetik Yahudinya telah mendorongnya untuk mencabut masyarakat tradisional Rusia.[547]

Dalam gerakan komunis internasional[sunting | sunting sumber]

Menurut biografer Lenin David Shub, yang menulis pada 1965, gagasan Lenin "membentuk dasar gerakan Komunis pada masa sekarang".[548] Rezim-rezim komunis yang menempatkan persekutuannya terhadap gagasan-gagasan Lenin muncul di berbagai bagian dunia pada abad ke-20.[503]

Setelah kematian Lenin, pemerintah Stalin mendirikan sebuah ideologi yang dikenal sebagai Marxisme-Leninisme, sebuah gerakan yang diinterpretasikan secara berbeda oleh berbagai faksi dalam gerakan Komunis.[549] Setelah diasingkan oleh pemerintah Stalin, Trotsky menyatakan bahwa Stalinisme adalah sebuah penghinaan terhadap Leninisme, yang didominasi oleh birokratisme dan kediktatoran pribadi Stalin sendiri.[550] Marxisme-Leninisme diadaptasi beberapa gerakan revolusioner paling penting pada abad ke-20, terbentuk dalam varian-varian seperti Stalinisme, Maoisme, Juche, Pemikiran Ho Chi Minh, dan Castroisme.[502] Meskipun demikian, beberapa komunis Barat seperti Manuel Azcárate dan Jean Ellenstein yang terlibat dalam gerakan Eurokomunis mengekspresikan pandangan bahwa Lenin dan gagasannya tidak relevan bagi keobyektivitasan mereka sendiri, sehingga menyatakan diri mereka sebagai seorang Marxis namun bukan dari sudut pandang Marxis-Leninis.[551]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ bahasa Rusia: Владимир Ильич Ульянов [vlɐˈdʲimʲɪr ɪˈlʲitɕ ʊˈlʲanəf].
  2. ^ Dibaca /ˈlɛnɪn/;[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Lenin". Random House Webster's Unabridged Dictionary. Diakses tanggal 7 May 2016. 
  2. ^ Fischer 1964, pp. 1–2; Rice 1990, pp. 12–13; Volkogonov 1994, p. 7; Service 2000, pp. 21–23; White 2001, pp. 13–15; Read 2005, p. 6.
  3. ^ Fischer 1964, pp. 1–2; Rice 1990, pp. 12–13; Service 2000, pp. 21–23; White 2001, pp. 13–15; Read 2005, p. 6.
  4. ^ Fischer 1964, p. 5; Rice 1990, p. 13; Service 2000, p. 23.
  5. ^ Fischer 1964, pp. 2–3; Rice 1990, p. 12; Service 2000, pp. 16–19, 23; White 2001, pp. 15–18; Read 2005, p. 5; Lih 2011, p. 20.
  6. ^ Fischer 1964, p. 6; Rice 1990, pp. 13–14, 18; Service 2000, pp. 25, 27; White 2001, pp. 18–19; Read 2005, pp. 4, 8; Lih 2011, p. 21.
  7. ^ Fischer 1964, p. 6; Rice 1990, pp. 12, 14; Service 2000, pp. 13, 25; White 2001, pp. 19–20; Read 2005, p. 4; Lih 2011, pp. 21, 22.
  8. ^ Fischer 1964, pp. 3, 8; Rice 1990, pp. 14–15; Service 2000, p. 29.
  9. ^ Fischer 1964, p. 8; Service 2000, p. 27; White 2001, p. 19.
  10. ^ Rice 1990, p. 18; Service 2000, p. 26; White 2001, p. 20; Read 2005, p. 7; Petrovsky-Shtern 2010, p. 64.
  11. ^ Fischer 1964, p. 7; Rice 1990, p. 16; Service 2000, pp. 32–36.
  12. ^ Fischer 1964, p. 7; Rice 1990, p. 17; Service 2000, pp. 36–46; White 2001, p. 20; Read 2005, p. 9.
  13. ^ Fischer 1964, pp. 6, 9; Rice 1990, p. 19; Service 2000, pp. 48–49; Read 2005, p. 10.
  14. ^ Fischer 1964, p. 9; Service 2000, pp. 50–51, 64; Read 2005, p. 16; Petrovsky-Shtern 2010, p. 69.
  15. ^ Fischer 1964, pp. 10–17; Rice 1990, pp. 20, 22–24; Service 2000, pp. 52–58; White 2001, pp. 21–28; Read 2005, p. 10; Lih 2011, pp. 23–25.
  16. ^ Fischer 1964, p. 18; Rice 1990, p. 25; Service 2000, p. 61; White 2001, p. 29; Read 2005, p. 16.
  17. ^ Fischer 1964, p. 18; Rice 1990, p. 26; Service 2000, pp. 61–63.
  18. ^ Rice 1990, pp. 26–27; Service 2000, pp. 64–68, 70; White 2001, p. 29.
  19. ^ Fischer 1964, p. 18; Rice 1990, p. 27; Service 2000, pp. 68–69; White 2001, p. 29; Read 2005, p. 15; Lih 2011, p. 32.
  20. ^ Fischer 1964, p. 18; Rice 1990, p. 28; White 2001, p. 30; Read 2005, p. 12; Lih 2011, pp. 32–33.
  21. ^ Fischer 1964, p. 18; Rice 1990, p. 310; Service 2000, p. 71.
  22. ^ Fischer 1964, p. 19; Rice 1990, pp. 32–33; Service 2000, p. 72; White 2001, pp. 30–31; Read 2005, p. 18; Lih 2011, p. 33.
  23. ^ Rice 1990, p. 33; Service 2000, pp. 74–76; White 2001, p. 31; Read 2005, p. 17.
  24. ^ Rice 1990, p. 34; Service 2000, p. 78; White 2001, p. 31.
  25. ^ Rice 1990, p. 34; Service 2000, p. 77; Read 2005, p. 18.
  26. ^ Rice 1990, pp. 34, 36–37; Service 2000, pp. 55–55, 80, 88–89; White 2001, p. 31; Read 2005, pp. 37–38; Lih 2011, pp. 34–35.
  27. ^ Fischer 1964, pp. 23–25, 26; Service 2000, p. 55; Read 2005, pp. 11, 24.
  28. ^ Service 2000, hlm. 79, 98.
  29. ^ Rice 1990, pp. 34–36; Service 2000, pp. 82–86; White 2001, p. 31; Read 2005, pp. 18, 19; Lih 2011, p. 40.
  30. ^ Fischer 1964, p. 21; Rice 1990, p. 36; Service 2000, p. 86; White 2001, p. 31; Read 2005, p. 18; Lih 2011, p. 40.
  31. ^ Fischer 1964, p. 21; Rice 1990, pp. 36, 37.
  32. ^ Fischer 1964, p. 21; Rice 1990, p. 38; Service 2000, pp. 93–94.
  33. ^ Pipes 1990, p. 354; Rice 1990, pp. 38–39; Service 2000, pp. 90–92; White 2001, p. 33; Lih 2011, pp. 40, 52.
  34. ^ Pipes 1990, p. 354; Rice 1990, pp. 39–40; Lih 2011, p. 53.
  35. ^ Rice 1990, pp. 40, 43; Service 2000, p. 96.
  36. ^ Pipes 1990, p. 355; Rice 1990, pp. 41–42; Service 2000, p. 105; Read 2005, pp. 22–23.
  37. ^ Fischer 1964, p. 22; Rice 1990, p. 41; Read 2005, pp. 20–21.
  38. ^ Fischer 1964, p. 27; Rice 1990, pp. 42–43; White 2001, pp. 34, 36; Read 2005, p. 25; Lih 2011, pp. 45–46.
  39. ^ Fischer 1964, p. 30; Pipes 1990, p. 354; Rice 1990, pp. 44–46; Service 2000, p. 103; White 2001, p. 37; Read 2005, p. 26; Lih 2011, p. 55.
  40. ^ Rice 1990, p. 46; Service 2000, p. 103; White 2001, p. 37; Read 2005, p. 26.
  41. ^ Fischer 1964, p. 30; Rice 1990, p. 46; Service 2000, p. 103; White 2001, p. 37; Read 2005, p. 26.
  42. ^ Rice 1990, pp. 47–48; Read 2005, p. 26.
  43. ^ Fischer 1964, p. 31; Pipes 1990, p. 355; Rice 1990, p. 48; White 2001, p. 38; Read 2005, p. 26.
  44. ^ Fischer 1964, p. 31; Rice 1990, pp. 48–51; Service 2000, pp. 107–108; Read 2005, p. 31; Lih 2011, p. 61.
  45. ^ Fischer 1964, p. 31; Rice 1990, pp. 48–51; Service 2000, pp. 107–108.
  46. ^ Fischer 1964, p. 31; Rice 1990, pp. 52–55; Service 2000, pp. 109–110; White 2001, pp. 38, 45, 47; Read 2005, p. 31.
  47. ^ Fischer 1964, pp. 31–32; Rice 1990, pp. 53, 55–56; Service 2000, pp. 110–113; White 2001, p. 40; Read 2005, pp. 30, 31.
  48. ^ Fischer 1964, p. 33; Pipes 1990, p. 356; Service 2000, pp. 114, 140; White 2001, p. 40; Read 2005, p. 30; Lih 2011, p. 63.
  49. ^ Fischer 1964, pp. 33–34; Rice 1990, pp. 53, 55–56; Service 2000, p. 117; Read 2005, p. 33.
  50. ^ Rice 1990, pp. 61–63; Service 2000, p. 124; Rappaport 2010, p. 31.
  51. ^ Rice 1990, pp. 57–58; Service 2000, pp. 121–124, 137; White 2001, pp. 40–45; Read 2005, pp. 34, 39; Lih 2011, pp. 62–63.
  52. ^ Fischer 1964, pp. 34–35; Rice 1990, p. 64; Service 2000, pp. 124–125; White 2001, p. 54; Read 2005, p. 43; Rappaport 2010, pp. 27–28.
  53. ^ Fischer 1964, p. 35; Pipes 1990, p. 357; Rice 1990, pp. 66–65; White 2001, pp. 55–56; Read 2005, p. 43; Rappaport 2010, p. 28.
  54. ^ Fischer 1964, p. 35; Pipes 1990, p. 357; Rice 1990, pp. 64–69; Service 2000, pp. 130–135; Rappaport 2010, pp. 32–33.
  55. ^ Rice 1990, pp. 69–70; Read 2005, p. 51; Rappaport 2010, pp. 41–42, 53–55.
  56. ^ Rice 1990, hlm. 69–70.
  57. ^ Fischer 1964, pp. 4–5; Service 2000, p. 137; Read 2005, p. 44; Rappaport 2010, p. 66.
  58. ^ Rappaport 2010, p. 66; Lih 2011, pp. 8–9.
  59. ^ Fischer 1964, p. 39; Pipes 1990, p. 359; Rice 1990, pp. 73–75; Service 2000, pp. 137–142; White 2001, pp. 56–62; Read 2005, pp. 52–54; Rappaport 2010, p. 62; Lih 2011, pp. 69, 78–80.
  60. ^ Fischer 1964, p. 37; Rice 1990, p. 70; Service 2000, p. 136; Read 2005, p. 44; Rappaport 2010, pp. 36–37.
  61. ^ Fischer 1964, p. 37; Rice 1990, pp. 78–79; Service 2000, pp. 143–144; Rappaport 2010, pp. 81, 84.
  62. ^ Read 2005, hlm. 60.
  63. ^ Fischer 1964, p. 38; Lih 2011, p. 80.
  64. ^ Fischer 1964, pp. 38–39; Rice 1990, pp. 75–76; Service 2000, p. 147; Rappaport 2010, p. 69.
  65. ^ Fischer 1964, pp. 40, 50–51; Rice 1990, p. 76; Service 2000, pp. 148–150; Read 2005, p. 48; Rappaport 2010, pp. 82–84.
  66. ^ Rice 1990, pp. 77–78; Service 2000, p. 150; Rappaport 2010, pp. 85–87.
  67. ^ Pipes 1990, p. 360; Rice 1990, pp. 79–80; Service 2000, pp. 151–152; White 2001, p. 62; Read 2005, p. 60; Rappaport 2010, p. 92; Lih 2011, p. 81.
  68. ^ Rice 1990, pp. 81–82; Service 2000, pp. 154–155; White 2001, p. 63; Read 2005, pp. 60–61; Rappaport 2010, p. 93.
  69. ^ Fischer 1964, p. 39; Rice 1990, p. 82; Service 2000, pp. 155–156; Read 2005, p. 61; White 2001, p. 64; Rappaport 2010, p. 95.
  70. ^ Rice 1990, p. 83; Rappaport 2010, p. 107.
  71. ^ Rice 1990, pp. 83–84; Service 2000, p. 157; White 2001, p. 65; Rappaport 2010, pp. 97–98.
  72. ^ Service 2000, pp. 158–159, 163–164; Rappaport 2010, pp. 97, 99, 108–109.
  73. ^ Rice 1990, p. 85; Service 2000, p. 163.
  74. ^ Fischer 1964, p. 41; Rice 1990, p. 85; Service 2000, p. 165; White 2001, p. 70; Read 2005, p. 64; Rappaport 2010, p. 114.
  75. ^ Fischer 1964, p. 44; Rice 1990, pp. 86–88; Service 2000, p. 167; Read 2005, p. 75; Rappaport 2010, pp. 117–120; Lih 2011, p. 87.
  76. ^ Fischer 1964, pp. 44–45; Pipes 1990, pp. 362–363; Rice 1990, pp. 88–89.
  77. ^ Service 2000, hlm. 170–171.
  78. ^ Pipes 1990, pp. 363–364; Rice 1990, pp. 89–90; Service 2000, pp. 168–170; Read 2005, p. 78; Rappaport 2010, p. 124.
  79. ^ Fischer 1964, p. 60; Pipes 1990, p. 367; Rice 1990, pp. 90–91; Service 2000, p. 179; Read 2005, p. 79; Rappaport 2010, p. 131.
  80. ^ Rice 1990, hlm. 88–89.
  81. ^ Fischer 1964, p. 51; Rice 1990, p. 94; Service 2000, pp. 175–176; Read 2005, p. 81; Read 2005, pp. 77, 81; Rappaport 2010, pp. 132, 134–135.
  82. ^ Rice 1990, pp. 94–95; White 2001, pp. 73–74; Read 2005, pp. 81–82; Rappaport 2010, p. 138.
  83. ^ Rice 1990, pp. 96–97; Service 2000, pp. 176–178.
  84. ^ Fischer 1964, pp. 70–71; Pipes 1990, pp. 369–370; Rice 1990, p. 104.
  85. ^ Rice 1990, p. 95; Service 2000, pp. 178–179.
  86. ^ Fischer 1964, p. 53; Pipes 1990, p. 364; Rice 1990, pp. 99–100; Service 2000, pp. 179–180; White 2001, p. 76.
  87. ^ Rice 1990, pp. 103–105; Service 2000, pp. 180–182; White 2001, pp. 77–79.
  88. ^ Rice 1990, pp. 105–106; Service 2000, pp. 184–186; Rappaport 2010, p. 144.
  89. ^ Brackman 2000, hlm. 59, 62.
  90. ^ Service 2000, hlm. 186–187.
  91. ^ Fischer 1964, pp. 67–68; Rice 1990, p. 111; Service 2000, pp. 188–189.
  92. ^ Fischer 1964, p. 64; Rice 1990, p. 109; Service 2000, pp. 189–190; Read 2005, pp. 89–90.
  93. ^ Fischer 1964, pp. 63–64; Rice 1990, p. 110; Service 2000, pp. 190–191; White 2001, pp. 83, 84.
  94. ^ Rice 1990, pp. 110–111; Service 2000, pp. 191–192; Read 2005, p. 91.
  95. ^ Fischer 1964, pp. 64–67; Rice 1990, p. 110; Service 2000, pp. 192–193; White 2001, pp. 84, 87–88; Read 2005, p. 90.
  96. ^ Fischer 1964, p. 69; Rice 1990, p. 111; Service 2000, p. 195.
  97. ^ Fischer 1964, pp. 81–82; Pipes 1990, pp. 372–375; Rice 1990, pp. 120–121; Service 2000, p. 206; White 2001, p. 102; Read 2005, pp. 96–97.
  98. ^ Fischer 1964, p. 70; Rice 1990, pp. 114–116.
  99. ^ Fischer 1964, pp. 68–69; Rice 1990, p. 112; Service 2000, pp. 195–196.
  100. ^ Fischer 1964, pp. 75–80; Rice 1990, p. 112; Pipes 1990, p. 384; Service 2000, pp. 197–199; Read 2005, p. 103.
  101. ^ Rice 1990, p. 115; Service 2000, p. 196; White 2001, pp. 93–94.
  102. ^ Fischer 1964, pp. 71–72; Rice 1990, pp. 116–117; Service 2000, pp. 204–206; White 2001, pp. 96–97; Read 2005, p. 95.
  103. ^ Fischer 1964, p. 72; Rice 1990, pp. 118–119; Service 2000, pp. 209–211; White 2001, p. 100; Read 2005, p. 104.
  104. ^ Fischer 1964, pp. 93–94; Pipes 1990, p. 376; Rice 1990, p. 121; Service 2000, pp. 214–215; White 2001, pp. 98–99.
  105. ^ Rice 1990, p. 122; White 2001, p. 100.
  106. ^ Service 2000, p. 216; White 2001, p. 103; Read 2005, p. 105.
  107. ^ Fischer 1964, pp. 73–74; Rice 1990, pp. 122–123; Service 2000, pp. 217–218; Read 2005, p. 105.
  108. ^ Fischer 1964, hlm. 85.
  109. ^ Rice 1990, p. 127; Service 2000, pp. 222–223.
  110. ^ Fischer 1964, p. 94; Pipes 1990, pp. 377–378; Rice 1990, pp. 127–128; Service 2000, pp. 223–225; White 2001, p. 104; Read 2005, p. 105.
  111. ^ Fischer 1964, p. 94; Pipes 1990, p. 378; Rice 1990, p. 128; Service 2000, p. 225; White 2001, p. 104; Read 2005, p. 127.
  112. ^ Fischer 1964, p. 107; Service 2000, p. 236.
  113. ^ Fischer 1964, p. 85; Pipes 1990, pp. 378–379; Rice 1990, p. 127; Service 2000, p. 225; White 2001, pp. 103–104.
  114. ^ Fischer 1964, p. 94; Rice 1990, pp. 130–131; Pipes 1990, pp. 382–383; Service 2000, p. 245; White 2001, pp. 113–114, 122–113; Read 2005, pp. 132–134.
  115. ^ Fischer 1964, p. 85; Rice 1990, p. 129; Service 2000, pp. 227–228; Read 2005, p. 111.
  116. ^ Pipes 1990, p. 380; Service 2000, pp. 230–231; Read 2005, p. 130.
  117. ^ Rice 1990, p. 135; Service 2000, p. 235.
  118. ^ Fischer 1964, pp. 95–100, 107; Rice 1990, pp. 132–134; Service 2000, pp. 245–246; White 2001, pp. 118–121; Read 2005, pp. 116–126.
  119. ^ Service 2000, hlm. 241–242.
  120. ^ Service 2000, hlm. 243.
  121. ^ Service 2000, hlm. 238–239.
  122. ^ Rice 1990, pp. 136–138; Service 2000, p. 253.
  123. ^ Service 2000, hlm. 254–255.
  124. ^ Fischer 1964, pp. 109–110; Rice 1990, p. 139; Pipes 1990, pp. 386, 389–391; Service 2000, pp. 255–256; White 2001, pp. 127–128.
  125. ^ Fischer 1964, p. 110–113; Rice 1990, pp. 140–144; Pipes 1990, pp. 391–392; Service 2000, pp. 257–260.
  126. ^ Fischer 1964, pp. 113, 124; Rice 1990, p. 144; Pipes 1990, p. 392; Service 2000, p. 261; White 2001, pp. 131–132.
  127. ^ Pipes 1990, pp. 393–394; Service 2000, p. 266; White 2001, pp. 132–135; Read 2005, pp. 143, 146–147.
  128. ^ Service 2000, pp. 266–268, 279; White 2001, pp. 134–136; Read 2005, pp. 147, 148.
  129. ^ Service 2000, pp. 267, 271–272; Read 2005, pp. 152, 154.
  130. ^ Service 2000, p. 282; Read 2005, p. 157.
  131. ^ Pipes 1990, p. 421; Rice 1990, p. 147; Service 2000, pp. 276, 283; White 2001, p. 140; Read 2005, p. 157.
  132. ^ Pipes 1990, pp. 422–425; Rice 1990, pp. 147–148; Service 2000, pp. 283–284; Read 2005, pp. 158–61; White 2001, pp. 140–141; Read 2005, pp. 157–159.
  133. ^ Pipes 1990, pp. 431–434; Rice 1990, p. 148; Service 2000, pp. 284–285; White 2001, p. 141; Read 2005, p. 161.
  134. ^ Fischer 1964, p. 125; Rice 1990, pp. 148–149; Service 2000, p. 285.
  135. ^ Pipes 1990, pp. 436, 467; Service 2000, p. 287; White 2001, p. 141; Read 2005, p. 165.
  136. ^ Pipes 1990, pp. 468–469; Rice 1990, p. 149; Service 2000, p. 289; White 2001, pp. 142–143; Read 2005, pp. 166–172.
  137. ^ Service 2000, hlm. 288.
  138. ^ Pipes 1990, p. 468; Rice 1990, p. 150; Service 2000, pp. 289–292; Read 2005, p. 165.
  139. ^ Pipes 1990, pp. 439–465; Rice 1990, pp. 150–151; Service 2000, p. 299; White 2001, pp. 143–144; Read 2005, p. 173.
  140. ^ Pipes 1990, hlm. 465.
  141. ^ Pipes 1990, pp. 465–467; White 2001, p. 144; Lee 2003, p. 17; Read 2005, p. 174.
  142. ^ Pipes 1990, p. 471; Rice 1990, pp. 151–152; Read 2005, p. 180.
  143. ^ Pipes 1990, pp. 473, 482; Rice 1990, p. 152; Service 2000, pp. 302–303; Read 2005, p. 179.
  144. ^ Pipes 1990, pp. 482–484; Rice 1990, pp. 153–154; Service 2000, pp. 303–304; White 2001, pp. 146–147.
  145. ^ Pipes 1990, pp. 471–472; Service 2000, p. 304; White 2001, p. 147.
  146. ^ Service 2000, hlm. 306–307.
  147. ^ Rigby 1979, pp. 14–15; Leggett 1981, pp. 1–3; Pipes 1990, p. 466; Rice 1990, p. 155.
  148. ^ Pipes 1990, pp. 485–486, 491; Rice 1990, pp. 157, 159; Service 2000, p. 308.
  149. ^ Pipes 1990, pp. 492–493, 496; Service 2000, p. 311; Read 2005, p. 182.
  150. ^ Pipes 1990, p. 491; Service 2000, p. 309.
  151. ^ Pipes 1990, p. 499; Service 2000, pp. 314–315.
  152. ^ Pipes 1990, pp. 496–497; Rice 1990, pp. 159–161; Service 2000, pp. 314–315; Read 2005, p. 183.
  153. ^ Pipes 1990, p. 504; Service 2000, p. 315.
  154. ^ Service 2000, hlm. 316.
  155. ^ Shub 1966, p. 314; Service 2000, p. 317.
  156. ^ Shub 1966, p. 315; Pipes 1990, pp. 540–541; Rice 1990, p. 164; Volkogonov 1994, p. 173; Service 2000, p. 331; Read 2005, p. 192.
  157. ^ Volkogonov 1994, p. 176; Service 2000, pp. 331–332; White 2001, p. 156; Read 2005, p. 192.
  158. ^ Rice 1990, hlm. 164.
  159. ^ Pipes 1990, hlm. 546–547.
  160. ^ Pipes 1990, pp. 552–553; Rice 1990, p. 165; Volkogonov 1994, pp. 176–177; Service 2000, pp. 332, 336–337; Read 2005, p. 192.
  161. ^ Fischer 1964, p. 158; Shub 1966, pp. 301–302; Rigby 1979, p. 26; Leggett 1981, p. 5; Pipes 1990, pp. 508, 519; Service 2000, pp. 318–319; Read 2005, pp. 189–190.
  162. ^ Rigby 1979, pp. 166–167; Leggett 1981, pp. 20–21; Pipes 1990, pp. 533–534, 537; Volkogonov 1994, p. 171; Service 2000, pp. 322–323; White 2001, p. 159; Read 2005, p. 191.
  163. ^ Fischer 1964, pp. 219, 256, 379; Shub 1966, p. 374; Service 2000, p. 355; White 2001, p. 159; Read 2005, p. 219.
  164. ^ Rigby 1979, pp. 160–164; Volkogonov 1994, pp. 374–375; Service 2000, p. 377.
  165. ^ Sandle 1999, p. 74; Rigby 1979, pp. 168–169.
  166. ^ Fischer 1964, hlm. 432.
  167. ^ Leggett 1981, p. 316; Lee 2003, pp. 98–99.
  168. ^ Rigby 1979, pp. 160–161; Leggett 1981, p. 21; Lee 2003, p. 99.
  169. ^ Service 2000, p. 388; Lee 2003, p. 98.
  170. ^ Service 2000, hlm. 388.
  171. ^ Rigby 1979, pp. 168, 170; Service 2000, p. 388.
  172. ^ Service 2000, p. 325–326, 333; Read 2005, p. 211–212.
  173. ^ Shub 1966, p. 361; Pipes 1990, p. 548; Volkogonov 1994, p. 229; Service 2000, pp. 335–336; Read 2005, p. 198.
  174. ^ Fischer 1964, p. 156; Shub 1966, p. 350; Pipes 1990, p. 594; Volkogonov 1994, p. 185; Service 2000, p. 344; Read 2005, p. 212.
  175. ^ Fischer 1964, pp. 320–321; Shub 1966, p. 377; Pipes 1990, pp. 94–595; Volkogonov 1994, pp. 187–188; Service 2000, pp. 346–347; Read 2005, p. 212.
  176. ^ Service 2000, hlm. 345.
  177. ^ Fischer 1964, p. 466; Service 2000, p. 348.
  178. ^ Fischer 1964, p. 280; Shub 1966, pp. 361–362; Pipes 1990, pp. 806–807; Volkogonov 1994, pp. 219–221; Service 2000, pp. 367–368; White 2001, p. 155.
  179. ^ Fischer 1964, pp. 282–283; Shub 1966, pp. 362–363; Pipes 1990, pp. 807, 809; Volkogonov 1994, pp. 222–228; White 2001, p. 155.
  180. ^ Volkogonov 1994, hlm. 222, 231.
  181. ^ Service 2000, hlm. 369.
  182. ^ Rice 1990, hlm. 161.
  183. ^ Fischer 1964, pp. 252–253; Pipes 1990, p. 499; Volkogonov 1994, p. 341; Service 2000, pp. 316–317; White 2001, p. 149; Read 2005, pp. 194–195.
  184. ^ Shub 1966, p. 310; Leggett 1981, pp. 5–6, 8, 306; Pipes 1990, pp. 521–522; Service 2000, pp. 317–318; White 2001, p. 153; Read 2005, pp. 235–236.
  185. ^ Fischer 1964, p. 249; Pipes 1990, p. 514; Service 2000, p. 321.
  186. ^ Fischer 1964, p. 249; Pipes 1990, p. 514; Read 2005, p. 219.
  187. ^ White 2001, hlm. 159–160.
  188. ^ Fischer 1964, hlm. 249.
  189. ^ Sandle 1999, p. 84; Read 2005, p. 211.
  190. ^ Leggett 1981, pp. 172–173; Pipes 1990, pp. 796–797; Read 2005, p. 242.
  191. ^ Leggett 1981, p. 172; Pipes 1990, pp. 798–799; Ryan 2012, p. 121.
  192. ^ Hazard 1965, p. 270; Leggett 1981, p. 172; Pipes 1990, pp. 796–797.
  193. ^ Volkogonov 1994, hlm. 170.
  194. ^ a b Service 2000, hlm. 321.
  195. ^ Fischer 1964, hlm. 260–261.
  196. ^ Sandle 1999, hlm. 174.
  197. ^ Fischer 1964, pp. 554–555; Sandle 1999, p. 83.
  198. ^ Sandle 1999, hlm. 122–123.
  199. ^ Fischer 1964, p. 552; Leggett 1981, p. 308; Sandle 1999, p. 126; Read 2005, pp. 238–239; Ryan 2012, pp. 176, 182.
  200. ^ Volkogonov 1994, p. 373; Leggett 1981, p. 308; Ryan 2012, p. 177.
  201. ^ Pipes 1990, p. 709; Service 2000, p. 321.
  202. ^ Volkogonov 1994, hlm. 171.
  203. ^ Rigby 1979, pp. 45–46; Pipes 1990, pp. 682, 683; Service 2000, p. 321; White 2001, p. 153.
  204. ^ Rigby 1979, p. 50; Pipes 1990, p. 689; Sandle 1999, p. 64; Service 2000, p. 321; Read 2005, p. 231.
  205. ^ Fischer 1964, pp. 437–438; Pipes 1990, p. 709; Sandle 1999, pp. 64, 68.
  206. ^ Fischer 1964, pp. 263–264; Pipes 1990, p. 672.
  207. ^ Fischer 1964, hlm. 264.
  208. ^ Pipes 1990, pp. 681, 692–693; Sandle 1999, pp. 96–97.
  209. ^ Pipes 1990, pp. 692–693; Sandle 1999, p. 97.
  210. ^ a b Fischer 1964, p. 236; Service 2000, pp. 351–352.
  211. ^ Fischer 1964, hlm. 259, 444–445.
  212. ^ Sandle 1999, hlm. 120.
  213. ^ Service 2000, hlm. 354–355.
  214. ^ Fischer 1964, pp. 307–308; Volkogonov 1994, pp. 178–179; White 2001, p. 156; Read 2005, pp. 252–253; Ryan 2012, pp. 123–124.
  215. ^ Shub 1966, pp. 329–330; Service 2000, p. 385; White 2001, p. 156; Read 2005, pp. 253–254; Ryan 2012, p. 125.
  216. ^ Shub 1966, hlm. 383.
  217. ^ Fischer 1964, hlm. 193–194.
  218. ^ Shub 1966, p. 331; Pipes 1990, p. 567.
  219. ^ Fischer 1964, p. 151; Pipes 1990, p. 567; Service 2000, p. 338.
  220. ^ Fischer 1964, pp. 190–191; Shub 1966, p. 337; Pipes 1990, p. 567; Rice 1990, p. 166.
  221. ^ Fischer 1964, pp. 151–152; Pipes 1990, pp. 571–572.
  222. ^ Fischer 1964, p. 154; Pipes 1990, p. 572; Rice 1990, p. 166.
  223. ^ Fischer 1964, p. 161; Shub 1966, p. 331; Pipes 1990, p. 576.
  224. ^ Fischer 1964, pp. 162–163; Pipes 1990, p. 576.
  225. ^ Fischer 1964, pp. 171–172, 200–202; Pipes 1990, p. 578.
  226. ^ Rice 1990, p. 166; Service 2000, p. 338.
  227. ^ Service 2000, hlm. 338.
  228. ^ Fischer 1964, p. 195; Shub 1966, pp. 334, 337; Service 2000, pp. 338–339, 340; Read 2005, p. 199.
  229. ^ Fischer 1964, pp. 206, 209; Shub 1966, p. 337; Pipes 1990, pp. 586–587; Service 2000, pp. 340–341.
  230. ^ Pipes 1990, p. 587; Rice 1990, pp. 166–167; Service 2000, p. 341; Read 2005, p. 199.
  231. ^ Shub 1966, p. 338; Pipes 1990, pp. 592–593; Service 2000, p. 341.
  232. ^ Fischer 1964, pp. 211–212; Shub 1966, p. 339; Pipes 1990, p. 595; Rice 1990, p. 167; Service 2000, p. 342; White 2001, pp. 158–159.
  233. ^ Pipes 1990, p. 595; Service 2000, p. 342.
  234. ^ Fischer 1964, pp. 213–214; Pipes 1990, pp. 596–597.
  235. ^ Service 2000, hlm. 344.
  236. ^ Fischer 1964, pp. 313–314; Shub 1966, pp. 387–388; Pipes 1990, pp. 667–668; Volkogonov 1994, pp. 193–194; Service 2000, p. 384.
  237. ^ Fischer 1964, pp. 303–304; Pipes 1990, p. 668; Volkogonov 1994, p. 194; Service 2000, p. 384.
  238. ^ Volkogonov 1994, hlm. 182.
  239. ^ Fischer 1964, p. 236; Pipes 1990, pp. 558, 723; Rice 1990, p. 170; Volkogonov 1994, p. 190.
  240. ^ Fischer 1964, pp. 236–237; Shub 1966, p. 353; Pipes 1990, pp. 560, 722, 732–736; Rice 1990, p. 170; Volkogonov 1994, pp. 181, 342–343; Service 2000, pp. 349, 358–359; White 2001, p. 164; Read 2005, p. 218.
  241. ^ Fischer 1964, p. 254; Pipes 1990, pp. 728, 734–736; Volkogonov 1994, p. 197; Ryan 2012, p. 105.
  242. ^ Fischer 1964, pp. 277–278; Pipes 1990, p. 737; Service 2000, p. 365; White 2001, pp. 155–156; Ryan 2012, p. 106.
  243. ^ Fischer 1964, p. 450; Pipes 1990, p. 726.
  244. ^ Pipes 1990, pp. 700–702; Lee 2003, p. 100.
  245. ^ Fischer 1964, p. 195; Pipes 1990, p. 794; Volkogonov 1994, p. 181; Read 2005, p. 249.
  246. ^ Fischer 1964, hlm. 237.
  247. ^ Service 2000, p. 385; White 2001, p. 164; Read 2005, p. 218.
  248. ^ Shub 1966, p. 344; Pipes 1990, pp. 790–791; Volkogonov 1994, pp. 181, 196; Read 2005, pp. 247–248.
  249. ^ Shub 1966, hlm. 312.
  250. ^ Fischer 1964, hlm. 435–436.
  251. ^ Shub 1966, pp. 345–347; Rigby 1979, pp. 20–21; Pipes 1990, p. 800; Volkogonov 1994, p. 233; Service 2000, pp. 321–322; White 2001, p. 153; Read 2005, pp. 186, 208–209.
  252. ^ Leggett 1981, p. 174; Volkogonov 1994, pp. 233–234; Sandle 1999, p. 112; Ryan 2012, p. 111.
  253. ^ Shub 1966, p. 366; Sandle 1999, p. 112.
  254. ^ Ryan 2012, hlm. 116.
  255. ^ Pipes 1990, p. 821; Ryan 2012, pp. 114–115.
  256. ^ Shub 1966, p. 366; Sandle 1999, p. 113; Read 2005, p. 210; Ryan 2012, pp. 114–115.
  257. ^ Leggett 1981, pp. 173–174; Pipes 1990, p. 801.
  258. ^ Leggett 1981, pp. 199–200; Pipes 1990, pp. 819–820; Ryan 2012, p. 107.
  259. ^ Shub 1966, p. 364; Ryan 2012, p. 114.
  260. ^ Pipes 1990, hlm. 837.
  261. ^ Ryan 2012, hlm. 114.
  262. ^ Pipes 1990, hlm. 834.
  263. ^ Volkogonov 1994, p. 202; Read 2005, p. 247.
  264. ^ Pipes 1990, hlm. 796.
  265. ^ Volkogonov 1994, hlm. 202.
  266. ^ Pipes 1990, p. 825; Ryan 2012, pp. 117, 120.
  267. ^ Leggett 1981, pp. 174–175, 183; Pipes 1990, pp. 828–829; Ryan 2012, p. 121.
  268. ^ Pipes 1990, hlm. 829–830, 832.
  269. ^ Leggett 1981, pp. 176–177; Pipes 1990, pp. 832, 834.
  270. ^ Pipes 1990, p. 835; Volkogonov 1994, p. 235.
  271. ^ Leggett 1981, p. 178; Pipes 1990, p. 836.
  272. ^ Leggett 1981, p. 176; Pipes 1990, pp. 832–833.
  273. ^ Volkogonov 1994, pp. 358–360; Ryan 2012, pp. 172–173, 175–176.
  274. ^ Volkogonov 1994, pp. 376–377; Read 2005, p. 239; Ryan 2012, p. 179.
  275. ^ Volkogonov 1994, hlm. 381.
  276. ^ Pipes 1990, hlm. 610.
  277. ^ a b Service 2000, hlm. 357.
  278. ^ Service 2000, hlm. 391–392.
  279. ^ Lee 2003, hlm. 84, 88.
  280. ^ Read 2005, hlm. 205.
  281. ^ Shub 1966, p. 355; Leggett 1981, p. 204; Rice 1990, pp. 173, 175; Volkogonov 1994, p. 198; Service 2000, pp. 357, 382; Read 2005, p. 187.
  282. ^ Fischer 1964, pp. 334, 343, 357; Leggett 1981, p. 204; Service 2000, pp. 382, 392; Read 2005, pp. 205–206.
  283. ^ Leggett 1981, p. 204; Read 2005, p. 206.
  284. ^ Fischer 1964, pp. 288–289; Pipes 1990, pp. 624–630; Service 2000, p. 360; White 2001, pp. 161–162; Read 2005, p. 205.
  285. ^ Fischer 1964, hlm. 262–263.
  286. ^ Fischer 1964, p. 291; Shub 1966, p. 354.
  287. ^ Fischer 1964, hlm. 331, 333.
  288. ^ Pipes 1990, pp. 610, 612; Volkogonov 1994, p. 198.
  289. ^ Fischer 1964, p. 337; Pipes 1990, pp. 609, 612, 629; Volkogonov 1994, p. 198; Service 2000, p. 383; Read 2005, p. 217.
  290. ^ Fischer 1964, hlm. 248, 262.
  291. ^ Pipes 1990, p. 651; Volkogonov 1994, p. 200; White 2001, p. 162; Lee 2003, p. 81.
  292. ^ Fischer 1964, p. 251; White 2001, p. 163; Read 2005, p. 220.
  293. ^ Leggett 1981, p. 201; Pipes 1990, p. 792; Volkogonov 1994, pp. 202–203; Read 2005, p. 250.
  294. ^ Leggett 1981, p. 201; Volkogonov 1994, pp. 203–204.
  295. ^ Shub 1966, pp. 357–358; Pipes 1990, pp. 781–782; Volkogonov 1994, pp. 206–207; Service 2000, pp. 364–365.
  296. ^ Pipes 1990, pp. 763, 770–771; Volkogonov 1994, p. 211.
  297. ^ Ryan 2012, hlm. 109.
  298. ^ Volkogonov 1994, hlm. 208.
  299. ^ Pipes 1990, hlm. 635.
  300. ^ Fischer 1964, p. 244; Shub 1966, p. 355; Pipes 1990, pp. 636–640; Service 2000, pp. 360–361; White 2001, p. 159; Read 2005, p. 199.
  301. ^ Fischer 1964, p. 242; Pipes 1990, pp. 642–644; Read 2005, p. 250.
  302. ^ Fischer 1964, p. 244; Pipes 1990, p. 644; Volkogonov 1994, p. 172.
  303. ^ Leggett 1981, p. 184; Service 2000, p. 402; Read 2005, p. 206.
  304. ^ Fischer 1964, p. 389; Rice 1990, p. 182; Volkogonov 1994, p. 281; Service 2000, p. 407; White 2001, p. 161.
  305. ^ Fischer 1964, pp. 391–395; Shub 1966, p. 396; Rice 1990, pp. 182–183; Service 2000, pp. 408–409, 412; White 2001, p. 161.
  306. ^ Rice 1990, p. 183; Volkogonov 1994, p. 388; Service 2000, p. 412.
  307. ^ Shub 1966, p. 387; Rice 1990, p. 173.
  308. ^ Fischer 1964, p. 333; Shub 1966, p. 388; Rice 1990, p. 173; Volkogonov 1994, p. 395.
  309. ^ a b Service 2000, hlm. 385–386.
  310. ^ Fischer 1964, hlm. 531, 536.
  311. ^ Service 2000, hlm. 386.
  312. ^ Shub 1966, hlm. 389–390.
  313. ^ a b Shub 1966, hlm. 390.
  314. ^ Fischer 1964, p. 525; Shub 1966, p. 390; Rice 1990, p. 174; Volkogonov 1994, p. 390; Service 2000, p. 386; White 2001, p. 160; Read 2005, p. 225.
  315. ^ Fischer 1964, p. 525; Shub 1966, pp. 390–391; Rice 1990, p. 174; Service 2000, p. 386; White 2001, p. 160.
  316. ^ Service 2000, p. 387; White 2001, p. 160.
  317. ^ Fischer 1964, p. 525; Shub 1966, p. 398; Read 2005, pp. 225–226.
  318. ^ Service 2000, hlm. 387.
  319. ^ Shub 1966, p. 395; Volkogonov 1994, p. 391.
  320. ^ Shub 1966, p. 397; Service 2000, p. 409.
  321. ^ Service 2000, hlm. 409–410.
  322. ^ Fischer 1964, pp. 415–420; White 2001, pp. 161, 180–181.
  323. ^ Service 2000, hlm. 410.
  324. ^ Shub 1966, hlm. 397.
  325. ^ Fischer 1964, p. 341; Shub 1966, p. 396; Rice 1990, p. 174.
  326. ^ Fischer 1964, pp. 437–438; Shub 1966, p. 406; Rice 1990, p. 183; Service 2000, p. 419; White 2001, pp. 167–168.
  327. ^ Shub 1966, p. 406; Service 2000, p. 419; White 2001, p. 167.
  328. ^ Fischer 1964, pp. 436, 442; Rice 1990, pp. 183–184; Sandle 1999, pp. 104–105; Service 2000, pp. 422–423; White 2001, p. 168; Read 2005, p. 269.
  329. ^ White 2001, hlm. 170.
  330. ^ Fischer 1964, pp. 507–508; Rice 1990, pp. 185–186.
  331. ^ Ryan 2012, hlm. 164.
  332. ^ Volkogonov 1994, hlm. 343, 347.
  333. ^ Fischer 1964, p. 508; Shub 1966, p. 414; Volkogonov 1994, p. 345; White 2001, p. 172.
  334. ^ Volkogonov 1994, hlm. 346.
  335. ^ Volkogonov 1994, hlm. 374–375.
  336. ^ Volkogonov 1994, pp. 375–376; Read 2005, p. 251; Ryan 2012, pp. 176, 177.
  337. ^ Volkogonov 1994, p. 376; Ryan 2012, p. 178.
  338. ^ Fischer 1964, p. 467; Shub 1966, p. 406; Volkogonov 1994, p. 343; Service 2000, p. 425; White 2001, p. 168; Read 2005, p. 220; Ryan 2012, p. 154.
  339. ^ Fischer 1964, p. 459; Leggett 1981, pp. 330–333; Service 2000, pp. 423–424; White 2001, p. 168; Ryan 2012, pp. 154–155.
  340. ^ Shub 1966, pp. 406–407; Leggett 1981, pp. 324–325; Rice 1990, p. 184; Read 2005, p. 220; Ryan 2012, p. 170.
  341. ^ Fischer 1964, pp. 469–470; Shub 1966, p. 405; Leggett 1981, pp. 325–326; Rice 1990, p. 184; Service 2000, p. 427; White 2001, p. 169; Ryan 2012, p. 170.
  342. ^ Fischer 1964, pp. 470–471; Shub 1966, pp. 408–409; Leggett 1981, pp. 327–328; Rice 1990, pp. 184–185; Service 2000, pp. 427–428; Ryan 2012, pp. 171–172.
  343. ^ Shub 1966, hlm. 412–413.
  344. ^ Shub 1966, p. 411; Rice 1990, p. 185; Service 2000, pp. 421, 424–427, 429; Read 2005, p. 264.
  345. ^ Fischer 1964, pp. 479–480; Sandle 1999, p. 155; Service 2000, p. 430; White 2001, pp. 170, 171.
  346. ^ Shub 1966, p. 411; Sandle 1999, pp. 153, 158; Service 2000, p. 430; White 2001, p. 169; Read 2005, pp. 264–265.
  347. ^ Shub 1966, p. 412; Service 2000, p. 430; Read 2005, p. 266; Ryan 2012, p. 159.
  348. ^ Fischer 1964, pp. 479; Shub 1966, p. 412; Sandle 1999, p. 155; Ryan 2012, p. 159.
  349. ^ Sandle 1999, p. 151; Service 2000, p. 422; White 2001, p. 171.
  350. ^ Service 2000, hlm. 421, 434.
  351. ^ Pipes 1990, pp. 703–707; Sandle 1999, p. 103; Ryan 2012, p. 143.
  352. ^ Fischer 1964, pp. 423, 582; Sandle 1999, p. 107; White 2001, p. 165; Read 2005, p. 230.
  353. ^ Fischer 1964, hlm. 567–569.
  354. ^ Fischer 1964, pp. 574, 576–577; Service 2000, pp. 432, 441.
  355. ^ Fischer 1964, hlm. 424–427.
  356. ^ Fischer 1964, p. 414; Rice 1990, pp. 177–178; Service 2000, p. 405; Read 2005, pp. 260–261.
  357. ^ Volkogonov 1994, hlm. 283.
  358. ^ Fischer 1964, pp. 404–409; Rice 1990, pp. 178–179; Service 2000, p. 440.
  359. ^ Fischer 1964, hlm. 409–411.
  360. ^ Fischer 1964, pp. 433–434; Shub 1966, pp. 380–381; Rice 1990, p. 181; Service 2000, pp. 414–415; Read 2005, p. 258.
  361. ^ Fischer 1964, p. 434; Shub 1966, pp. 381–382; Rice 1990, p. 181; Service 2000, p. 415; Read 2005, p. 258.
  362. ^ Rice 1990, pp. 181–182; Service 2000, p. 416–417; Read 2005, p. 258.
  363. ^ Shub 1966, p. 426; Lewin 1969, p. 33; Rice 1990, p. 187; Volkogonov 1994, p. 409; Service 2000, p. 435.
  364. ^ Shub 1966, p. 426; Rice 1990, p. 187; Service 2000, p. 435.
  365. ^ Service 2000, p. 436; Read 2005, p. 281; Rice 1990, p. 187.
  366. ^ Volkogonov 1994, pp. 420, 425–426; Service 2000, p. 439; Read 2005, pp. 280, 282.
  367. ^ Volkogonov 1994, p. 443; Service 2000, p. 437.
  368. ^ Fischer 1964, pp. 598–599; Shub 1966, p. 426; Service 2000, p. 443; White 2001, p. 172; Read 2005, p. 258.
  369. ^ Service 2000, hlm. 444–445.
  370. ^ Lerner, Finkelstein & Witztum 2004, hlm. 372.
  371. ^ Fischer 1964, p. 600; Shub 1966, pp. 426–427; Lewin 1969, p. 33; Service 2000, p. 443; White 2001, p. 173; Read 2005, p. 258.
  372. ^ Shub 1966, pp. 427–428; Service 2000, p. 446.
  373. ^ Fischer 1964, p. 634; Shub 1966, pp. 431–432; Lewin 1969, pp. 33–34; White 2001, p. 173.
  374. ^ Fischer 1964, pp. 600–602; Shub 1966, pp. 428–430; Leggett 1981, p. 318; Sandle 1999, p. 164; Service 2000, pp. 442–443; Read 2005, p. 269; Ryan 2012, pp. 174–175.
  375. ^ Volkogonov 1994, p. 310; Leggett 1981, pp. 320–322; Aves 1996, pp. 175–178; Sandle 1999, p. 164; Lee 2003, pp. 103–104; Ryan 2012, p. 172.
  376. ^ Lewin 1969, pp. 8–9; White 2001, p. 176; Read 2005, pp. 270–272.
  377. ^ Fischer 1964, p. 578; Rice 1990, p. 189.
  378. ^ Rice 1990, hlm. 192–193.
  379. ^ Fischer 1964, hlm. 578.
  380. ^ Fischer 1964, pp. 638–639; Shub 1966, p. 433; Lewin 1969, pp. 73–75; Volkogonov 1994, p. 417; Service 2000, p. 464; White 2001, pp. 173–174.
  381. ^ Fischer 1964, p. 647; Shub 1966, pp. 434–435; Rice 1990, p. 192; Volkogonov 1994, p. 273; Service 2000, p. 469; White 2001, pp. 174–175; Read 2005, pp. 278–279.
  382. ^ Fischer 1964, p. 640; Shub 1966, pp. 434–435; Volkogonov 1994, pp. 249, 418; Service 2000, p. 465; White 2001, p. 174.
  383. ^ Fischer 1964, pp. 666–667, 669; Lewin 1969, pp. 120–121; Service 2000, p. 468; Read 2005, p. 273.
  384. ^ Fischer 1964, pp. 650–654; Service 2000, p. 470.
  385. ^ Shub 1966, pp. 426, 434; Lewin 1969, pp. 34–35.
  386. ^ Volkogonov 1994, hlm. 263–264.
  387. ^ Lewin 1969, p. 70; Rice 1990, p. 191; Volkogonov 1994, pp. 273, 416.
  388. ^ Fischer 1964, p. 635; Lewin 1969, pp. 35–40; Service 2000, pp. 451–452; White 2001, p. 173.
  389. ^ Fischer 1964, pp. 637–638, 669; Shub 1966, pp. 435–436; Lewin 1969, pp. 71, 85, 101; Volkogonov 1994, pp. 273–274, 422–423; Service 2000, pp. 463, 472–473; White 2001, pp. 173, 176; Read 2005, p. 279.
  390. ^ Fischer 1964, pp. 607–608; Lewin 1969, pp. 43–49; Rice 1990, pp. 190–191; Volkogonov 1994, p. 421; Service 2000, pp. 452, 453–455; White 2001, pp. 175–176.
  391. ^ Fischer 1964, p. 608; Lewin 1969, p. 50; Leggett 1981, p. 354; Volkogonov 1994, p. 421; Service 2000, p. 455; White 2001, p. 175.
  392. ^ Service 2000, hlm. 455, 456.
  393. ^ Lewin 1969, pp. 40, 99–100; Volkogonov 1994, p. 421; Service 2000, pp. 460–461, 468.
  394. ^ Rigby 1979, hlm. 221.
  395. ^ Fischer 1964, p. 671; Shub 1966, p. 436; Lewin 1969, p. 103; Leggett 1981, p. 355; Rice 1990, p. 193; White 2001, p. 176; Read 2005, p. 281.
  396. ^ Fischer 1964, p. 671; Shub 1966, p. 436; Volkogonov 1994, p. 425; Service 2000, p. 474; Lerner, Finkelstein & Witztum 2004, p. 372.
  397. ^ Fischer 1964, p. 672; Rigby 1979, p. 192; Rice 1990, pp. 193–194; Volkogonov 1994, pp. 429–430.
  398. ^ Fischer 1964, p. 672; Shub 1966, p. 437; Volkogonov 1994, p. 431; Service 2000, p. 476; Read 2005, p. 281.
  399. ^ Rice 1990, p. 194; Volkogonov 1994, p. 299; Service 2000, pp. 477–478.
  400. ^ Fischer 1964, pp. 673–674; Shub 1966, p. 438; Rice 1990, p. 194; Volkogonov 1994, p. 435; Service 2000, pp. 478–479; White 2001, p. 176; Read 2005, p. 269.
  401. ^ Volkogonov 1994, p. 435; Lerner, Finkelstein & Witztum 2004, p. 372.
  402. ^ Rice 1990, hlm. 7.
  403. ^ Rice 1990, hlm. 7–8.
  404. ^ Fischer 1964, p. 674; Shub 1966, p. 439; Rice 1990, pp. 7–8; Service 2000, p. 479.
  405. ^ a b Rice 1990, hlm. 9.
  406. ^ Shub 1966, p. 439; Rice 1990, p. 9; Service 2000, pp. 479–480.
  407. ^ a b Volkogonov 1994, hlm. 440.
  408. ^ Fischer 1964, p. 674; Shub 1966, p. 438; Volkogonov 1994, pp. 437–438; Service 2000, p. 481.
  409. ^ Fischer 1964, pp. 625–626; Volkogonov 1994, p. 446.
  410. ^ Volkogonov 1994, hlm. 444, 445.
  411. ^ Volkogonov 1994, hlm. 445.
  412. ^ Volkogonov 1994, hlm. 444.
  413. ^ Fischer 1964, hlm. 150.
  414. ^ a b c Ryan 2012, hlm. 18.
  415. ^ Volkogonov 1994, hlm. 409.
  416. ^ Sandle 1999, p. 35; Service 2000, p. 237.
  417. ^ a b c Sandle 1999, hlm. 41.
  418. ^ Volkogonov 1994, hlm. 206.
  419. ^ Sandle 1999, hlm. 35.
  420. ^ Shub 1966, hlm. 432.
  421. ^ Sandle 1999, hlm. 42–43.
  422. ^ Sandle 1999, hlm. 38.
  423. ^ Sandle 1999, hlm. 43–44, 63.
  424. ^ Sandle 1999, hlm. 36.
  425. ^ a b Ryan 2012, hlm. 19.
  426. ^ a b Ryan 2012, hlm. 3.
  427. ^ Ryan 2012, hlm. 13.
  428. ^ Sandle 1999, p. 57; White 2001, p. 151.
  429. ^ Sandle 1999, p. 29; White 2001, p. 1.
  430. ^ Service 2000, hlm. 173.
  431. ^ Service 2000, hlm. 203.
  432. ^ Sandle 1999, hlm. 34.
  433. ^ White 2001, hlm. 150–151.
  434. ^ Fischer 1964, hlm. 213.
  435. ^ Fischer 1964, p. 54; Shub 1966, p. 423; Pipes 1990, p. 352.
  436. ^ Fischer 1964, hlm. 88–89.
  437. ^ a b Fischer 1964, hlm. 87.
  438. ^ Fischer 1964, hlm. 91, 93.
  439. ^ Fischer 1964, p. 310; Shub 1966, p. 442.
  440. ^ Sandle 1999, hlm. 36–37.
  441. ^ a b Rice 1990, hlm. 121.
  442. ^ Volkogonov 1994, hlm. 471.
  443. ^ Shub 1966, hlm. 443.
  444. ^ Service 2000, pp. 159, 202; Read 2005, p. 207.
  445. ^ Fischer 1964, hlm. 47, 148.
  446. ^ Pipes 1990, hlm. 348, 351.
  447. ^ Volkogonov 1994, hlm. 246.
  448. ^ Fischer 1964, hlm. 57.
  449. ^ Fischer 1964, hlm. 21–22.
  450. ^ Service 2000, hlm. 73.
  451. ^ Fischer 1964, p. 44; Service 2000, p. 81.
  452. ^ Service 2000, hlm. 118.
  453. ^ Service 2000, p. 232; Lih 2011, p. 13.
  454. ^ White 2001, hlm. 88.
  455. ^ Volkogonov 1994, hlm. 362.
  456. ^ Fischer 1964, hlm. 409.
  457. ^ Read 2005, hlm. 262.
  458. ^ Fischer 1964, pp. 40–41; Volkogonov 1994, p. 373; Service 2000, p. 149.
  459. ^ Service 2000, hlm. 116.
  460. ^ Pipes 1996, p. 11; Read 2005, p. 287.
  461. ^ Read 2005, hlm. 259.
  462. ^ Fischer 1964, p. 67; Pipes 1990, p. 353; Read 2005, pp. 207, 212.
  463. ^ Petrovsky-Shtern 2010, hlm. 93.
  464. ^ Pipes 1990, hlm. 353.
  465. ^ Fischer 1964, hlm. 69.
  466. ^ Service 2000, p. 244; Read 2005, p. 153.
  467. ^ Fischer 1964, hlm. 59.
  468. ^ Fischer 1964, p. 45; Pipes 1990, p. 350; Volkogonov 1994, p. 182; Service 2000, p. 177; Read 2005, p. 208; Ryan 2012, p. 6.
  469. ^ Fischer 1964, p. 415; Shub 1966, p. 422; Read 2005, p. 247.
  470. ^ Service 2000, hlm. 293.
  471. ^ Volkogonov 1994, hlm. 200.
  472. ^ Service 2000, hlm. 242.
  473. ^ Fischer 1964, p. 56; Rice 1990, p. 106; Service 2000, p. 160.
  474. ^ Fischer 1964, p. 56; Service 2000, p. 188.
  475. ^ Read 2005, hlm. 20, 64, 132–37.
  476. ^ Shub 1966, hlm. 423.
  477. ^ Fischer 1964, hlm. 367.
  478. ^ Fischer 1964, hlm. 368.
  479. ^ Pipes 1990, hlm. 812.
  480. ^ Service 2000, hlm. 99–100, 160.
  481. ^ Fischer 1964, hlm. 245.
  482. ^ Pipes 1990, pp. 349–350; Read 2005, pp. 284, 259–260.
  483. ^ Fischer 1964, pp. 489, 491; Shub 1966, pp. 420–421; Sandle 1999, p. 125; Read 2005, p. 237.
  484. ^ Fischer 1964, p. 79; Read 2005, p. 237.
  485. ^ Service 2000, hlm. 199.
  486. ^ Shub 1966, p. 424; Service 2000, p. 213; Rappaport 2010, p. 38.
  487. ^ Read 2005, hlm. 19.
  488. ^ Fischer 1964, p. 515; Volkogonov 1994, p. 246.
  489. ^ Petrovsky-Shtern 2010, hlm. 67.
  490. ^ Petrovsky-Shtern 2010, hlm. 66–67.
  491. ^ Service 2000, hlm. 453.
  492. ^ Service 2000, hlm. 389.
  493. ^ Pipes 1996, p. 11; Service 2000, p. 389–400.
  494. ^ Volkogonov 1994, hlm. 326.
  495. ^ Service 2000, hlm. 391.
  496. ^ Volkogonov 1994, hlm. 259.
  497. ^ Read 2005, hlm. 284.
  498. ^ Fischer 1964, hlm. 414.
  499. ^ Albert Resis. "Vladimir Ilich Lenin". Encyclopædia Britannica. Diarsipkan dari versi asli tanggal 19 June 2015. Diakses tanggal 4 February 2016. 
  500. ^ White 2001, hlm. iix.
  501. ^ Service 2000, hlm. 488.
  502. ^ a b Read 2005, hlm. 283.
  503. ^ a b Ryan 2012, hlm. 5.
  504. ^ David Remnick (13 April 1998). "TIME 100: Vladimir Lenin". Diarsipkan dari versi asli tanggal 25 April 2011. 
  505. ^ Feifei Sun (4 February 2011). "Top 25 Political Icons: Lenin". Time. Diarsipkan dari versi asli tanggal 14 January 2015. Diakses tanggal 4 February 2016. 
  506. ^ Lee 2003, p. 14; Ryan 2012, p. 3.
  507. ^ Lee 2003, hlm. 14.
  508. ^ a b Lee 2003, hlm. 123.
  509. ^ Lee 2003, hlm. 124.
  510. ^ Fischer 1964, p. 516; Shub 1966, p. 415; Leggett 1981, p. 364; Volkogonov 1994, pp. 307, 312.
  511. ^ Leggett 1981, hlm. 364.
  512. ^ Lewin 1969, p. 12; Rigby 1979, pp. x, 161; Sandle 1999, p. 164; Service 2000, p. 506; Lee 2003, p. 97; Read 2005, p. 190; Ryan 2012, p. 9.
  513. ^ Fischer 1964, p. 417; Shub 1966, p. 416; Pipes 1990, p. 511; Pipes 1996, p. 3; Read 2005, p. 247.
  514. ^ Ryan 2012, hlm. 1.
  515. ^ Fischer 1964, hlm. 524.
  516. ^ Volkogonov 1994, hlm. 313.
  517. ^ Lee 2003, hlm. 120.
  518. ^ Ryan 2012, hlm. 191.
  519. ^ "Vladimir Lenin Biography". Biography. A&E Television Networks. 42:10 menit.
  520. ^ Ryan 2012, p. 3; Budgen, Kouvelakis & Žižek 2007, pp. 1–4.
  521. ^ Volkogonov 1994, p. 327; Tumarkin 1997, p. 2; White 2001, p. 185; Read 2005, p. 260.
  522. ^ Tumarkin 1997, hlm. 2.
  523. ^ Pipes 1990, p. 814; Service 2000, p. 485; White 2001, p. 185; Petrovsky-Shtern 2010, p. 114; Read 2005, p. 284.
  524. ^ a b c Volkogonov 1994, hlm. 328.
  525. ^ a b c Service 2000, hlm. 486.
  526. ^ Volkogonov 1994, p. 437; Service 2000, p. 482.
  527. ^ Lih 2011, hlm. 22.
  528. ^ Shub 1966, p. 439; Pipes 1996, p. 1; Service 2000, p. 482.
  529. ^ Pipes 1996, hlm. 1.
  530. ^ Service 2000, p. 484; White 2001, p. 185; Read 2005, pp. 260, 284.
  531. ^ Volkogonov 1994, hlm. 274–275.
  532. ^ Volkogonov 1994, hlm. 262.
  533. ^ Volkogonov 1994, hlm. 261.
  534. ^ Volkogonov 1994, hlm. 263.
  535. ^ Petrovsky-Shtern 2010, p. 99; Lih 2011, p. 20.
  536. ^ a b Read 2005, hlm. 6.
  537. ^ Petrovsky-Shtern 2010, hlm. 108.
  538. ^ Service 2000, hlm. 485.
  539. ^ Pipes 1996, pp. 1–2; White 2001, p. 183.
  540. ^ Volkogonov 1994, pp. 452–453; Service 2000, pp. 491–492; Lee 2003, p. 131.
  541. ^ Service 2000, hlm. 491–492.
  542. ^ Pipes 1996, hlm. 2–3.
  543. ^ Service 2000, hlm. 492.
  544. ^ "All monuments of Lenin to be removed from Russian cities". RT. 20 November 2012. Diarsipkan dari versi asli tanggal 17 November 2015. 
  545. ^ "Ukraine crisis: Lenin statues toppled in protest". BBC News. 22 February 2014. Diarsipkan dari versi asli tanggal 5 January 2016. 
  546. ^ "Goodbye, Lenin: Ukraine moves to ban communist symbols". BBC News. 14 April 2015. Diarsipkan dari versi asli tanggal 7 March 2016. 
  547. ^ Petrovsky-Shtern 2010, hlm. 134, 159–161.
  548. ^ Shub 1966, hlm. 10.
  549. ^ Shub 1966, p. 9; Service 2000, p. 482.
  550. ^ Lee 2003, hlm. 132.
  551. ^ Lee 2003, hlm. 132–133.

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

Aves, Jonathan (1996). Workers Against Lenin: Labour Protest and the Bolshevik Dictatorship. London: I.B. Tauris. ISBN 978-1-86064-067-4. 
Brackman, Roman (2000). The Secret File of Joseph Stalin: a Hidden Life. Portland, Oregon: Psychology Press. ISBN 978-0-7146-5050-0. 
Budgen, Sebastian; Kouvelakis, Stathis; Žižek, Slavoj (2007). Lenin Reloaded: Toward a Politics of Truth. Durham, North Carolina: Duke University Press. ISBN 978-0-8223-3941-0. 
Fischer, Louis (1964). The Life of Lenin. London: Weidenfeld and Nicolson. 
Hazard, John N. (1965). "Unity and Diversity in Socialist Law". Law and Contemporary Problems 30 (2): 270–290. JSTOR 1190515. Diakses tanggal 8 August 2016. 
Lee, Stephen J. (2003). Lenin and Revolutionary Russia. London: Routledge. ISBN 978-0-415-28718-0. 
Leggett, George (1981). The Cheka: Lenin's Political Police. Oxford: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-822552-2. 
Lerner, Vladimir; Finkelstein, Y.; Witztum, E. (2004). "The Enigma of Lenin's (1870–1924) Malady". European Journal of Neurology 11 (6): 371–376. doi:10.1111/j.1468-1331.2004.00839.x. PMID 15171732. 
Lewin, Moshe (1969). Lenin's Last Struggle. London: Faber and Faber. 
Lih, Lars T. (2011). Lenin. Critical Lives. London: Reaktion Books. ISBN 978-1-86189-793-0. 
Petrovsky-Shtern, Yohanan (2010). Lenin's Jewish Question. New Haven, Connecticut: Yale University Press. ISBN 978-0-300-15210-4. JSTOR j.ctt1npd80. 
Pipes, Richard (1990). The Russian Revolution: 1899–1919. London: Collins Harvill. ISBN 978-0-679-73660-8. 
Templat:Long dash (1996). The Unknown Lenin: From the Secret Archive. New Haven, Connecticut: Yale University Press. ISBN 978-0-300-06919-8. 
Rappaport, Helen (2010). Conspirator: Lenin in Exile. New York: Basic Books. ISBN 978-0-465-01395-1. 
Read, Christopher (2005). Lenin: A Revolutionary Life. Routledge Historical Biographies. London: Routledge. ISBN 978-0-415-20649-5. 
Rice, Christopher (1990). Lenin: Portrait of a Professional Revolutionary. London: Cassell. ISBN 978-0-304-31814-8. 
Rigby, T. H. (1979). Lenin's Government: Sovnarkom 1917–1922. Cambridge, England: Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-22281-5. 
Ryan, James (2012). Lenin's Terror: The Ideological Origins of Early Soviet State Violence. London: Routledge. ISBN 978-1-138-81568-1. 
Sandle, Mark (1999). A Short History of Soviet Socialism. London: UCL Press. doi:10.4324/9780203500279. ISBN 978-1-85728-355-6. 
Service, Robert (2000). Lenin: A Biography. London: Macmillan. ISBN 978-0-333-72625-9. 
Shub, David (1966). Lenin: A Biography (revised ed.). London: Pelican. 
Tumarkin, Nina (1997). Lenin Lives! The Lenin Cult in Soviet Russia (enlarged ed.). Cambridge, Massachusetts: Harvard University Press. ISBN 978-0-674-52431-6. 
Volkogonov, Dmitri (1994). Lenin: Life and Legacy. London: HarperCollins. ISBN 978-0-00-255123-6. 
White, James D. (2001). Lenin: The Practice and Theory of Revolution. European History in Perspective. Basingstoke, England: Palgrave. ISBN 978-0-333-72157-5. 

Bacaan tambahan[sunting | sunting sumber]

Cliff, Tony (1986). Building the Party: Lenin, 1893–1914. Chicago: Haymarket Books. ISBN 978-1-931859-01-1. 
Felshtinsky, Yuri (2010). Lenin and His Comrades: The Bolsheviks Take Over Russia 1917–1924. New York: Enigma Books. ISBN 978-1-929631-95-7. 
Gellately, Robert (2007). Lenin, Stalin, and Hitler: The Age of Social Catastrophe. New York: Knopf. ISBN 978-1-4000-3213-6. 
Gooding, John (2001). Socialism in Russia: Lenin and His Legacy, 1890–1991. Basingstoke, England: Palgrave Macmillan. doi:10.1057/9781403913876. ISBN 978-0-333-97235-9. 
Hill, Christopher (1971). Lenin and the Russian Revolution. London: Pelican Books. 
Lih, Lars T. (2008) [2006]. Lenin Rediscovered: What is to be Done? in Context. Chicago: Haymarket Books. ISBN 978-1-931859-58-5. 
Lukács, Georg (1970) [1924]. Lenin: A Study on the Unity of his Thought. Diakses tanggal 7 August 2016. 
Nimtz, August H. (2014). Lenin's Electoral Strategy from 1907 to the October Revolution of 1917: The Ballot, the Streets—or Both. New York: Palgrave Macmillan. ISBN 978-1-137-39377-7. 
Pannekoek, Anton (1938). Lenin as Philosopher. Diakses tanggal 16 August 2016. 
Payne, Robert (1967). The Life And Death of Lenin. Simon & Schuster. 
Ryan, James (2007). "Lenin's The State and Revolution and Soviet State Violence: A Textual Analysis". Revolutionary Russia 20 (2): 151–172. doi:10.1080/09546540701633452. 
Service, Robert (1985). Lenin: A Political Life – Volume One: The Strengths of Contradiction. Indiana University Press. ISBN 978-0-253-33324-7. 
Templat:Long dash (1991). Lenin: A Political Life – Volume Two: Worlds in Collision. Indiana University Press. ISBN 978-0-253-33325-4. 
Templat:Long dash (1995). Lenin: A Political Life – Volume Three: The Iron Ring. Indiana University Press. ISBN 978-0-253-35181-4. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]