Petrus I dari Rusia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Pyotr yang Agung)
Jump to navigation Jump to search
Pyotr yang Agung
Пётр Вели́кий
Peter der-Grosse 1838.jpg
Kaisar dan Autokrat seluruh Rusia
Berkuasa 2 November 1721 –
8 Februari 1725 (3 tahun, 98 hari)
Penobatan 25 Juni 1682
Pengganti Yekaterina I
Tsar seluruh Rusia
Berkuasa 7 May 1682 – 2 November 1721
Pendahulu Fyodor III
Bersama Ivan V
Lahir (1672-06-09)9 Juni 1672
Moskwa
Wafat 8 Februari 1725(1725-02-08) (umur 52)
Wangsa Wangsa Romanov
Ayah Alexis dari Rusia
Ibu Nataliya Naryshkina
Pasangan Eudoxia Lopukhina
Martha Skavronskaya
Anak
Alexei Petrovich
Alexander Petrovich
Anna Petrovna
Elizabeth dari Rusia
Natalia Petrovna
Tanda tangan Tanda tangan Petrus I dari Rusia

Pyotr I yang Agung atau Pyotr Alekseyevich Romanov (bahasa Rusia: Пётр Алексе́евич Рома́нов, Пётр I, Pyotr I, atau Пётр Вели́кий, Pyotr Velikiy) (9 Juni [K.J.: 30 Mei] 1672 – 8 Februari [K.J.: 28 Januari] 1725) adalah Tsar Rusia terakhir (berkuasa tahun 1682 - 1721) dan Kaisar Rusia pertama (berkuasa tahun 1721 - 1724). Melalui berbagai keberhasilannya dalam perang, dia menjadikan Ketsaran Rusia menjadi salah satu kekaisaran besar yang menjadi salah satu kekuatan penting di Eropa. Dia memimpin perubahan budaya yang menggantikan tatanan lama dan tradisional beserta sistem politiknya dengan tatanan baru yang lebih modern, ilmiah, dan kebarat-baratan berdasarkan Pencerahan.

Awal kehidupan[sunting | sunting sumber]

Pyotr dinamai dengan mengikuti nama Petrus. Ayahnya adalah Aleksey, Tsar Rusia yang memerintah pada 1645 sampai 1676. Ibunya adalah Permaisuri Natalya Naryshkina, istri kedua Tsar Aleksey. Saat Aleksey mangkat pada 1676, takhta diwariskan kepada Fyodor III, putra Aleksey dengan istri pertamanya, Permaisuri Maria Miloslavskaya. Pada masa pemerintahan kakak tiri Pyotr yang sakit-sakitan ini, negara dipegang oleh Artamon Matveev.

Keadaan berubah saat Fyodor mangkat pada 1682. Dikarenakan Fyodor tidak meninggalkan anak, terjadi perselisihan antara keluarga Miloslavsky (keluarga dari Maria Miloslavskaya) dan keluarga Naryshkin (keluarga dari Natalya Naryshkina) terkait pihak yang harusnya mewarisi takhta. Secara urutan, harusnya Pangeran Ivan, putra Aleksis dan Maria, yang harusnya menjadi tsar, tetapi dia memiliki penyakit parah dan lemah pikiran. Pada akhirnya, Dewan Bangsawan Rusia menetapkan Pyotr yang baru berusia sepuluh tahun menjadi tsar.

Namun kemudian, terjadi pemberontakan yang dipimpin oleh Putri Sofya Romanova, saudari kandung Ivan pada April-Mei 1682. Pemberontakan ini menjadikan sebagian kerabat dan sahabat Pyotr terbunuh dan Pyotr menyaksikan tindakan kekerasan politik ini. Sofya dan para pendukungnya berhasil mendesak untuk menjadikan Pyotr dan Ivan sebagai penguasa dwitunggal dengan Ivan berperan sebagai tsar senior. Sofya sendiri berperan sebagai wali bagi dua tsar. Di ruang takhta, sebuah lubang dibuat di belakang dua singgasana tsar dan menjadi tempat Sofya duduk dan mendengarkan saat Pyotr berbicara dengan para bangsawan.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Peta kuno St. Petersburg dan Kronstadt; kota-kota yang dibangun Tsar Peter.