Perang Utara Raya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Perang Utara Raya (1700–1721) adalah sebuah konflik dalam sebuah koalisi yang dipimpin oleh Ketsaran Rusia yang berhasil memperebutkan supremasi Kekaisaran Swedia di Tengah, Utara, dan Timur Eropa.

Charles XII memimpin tentara Swedia.

Perang tersebut dimulai ketika sebuah aliansi dari Denmark–Norwegia, Saxony dan Rusia mendeklarasikan perang terhadap Kekaisaran Swedia

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Antara 1560 dan 1658, Swedia membentuk sebuah kekaisaran Baltik yang berpusat di Teluk Finlandia dan meliputi provinsi Karelia, Ingria, Estonia, dan Livonia. Perang ini dimulai saat Raja Swedia (?) Meninggal dan digantikan Putranya Charles Ke-13] saat itu Kekasiaran Russia,Kerajaan Denmark,Kerajaan Polan Lithuania membuat aliansi anti Swedia Kerajaan Denmark menginginkan Kembalinya tanah ditimur ibu kota Kopenhagen yang sudah direbut Swedia, sedangkan Polan Lithuania menginginkan tanah Livonia yang dikuasai swedia diutara daerah lithuania Dan Kekaisaran Russia yang menginginkan Tanah Saint Petersbourg dan membuka pelabuhan untuk berdagang dengan eropa barat Saat itu Aliansi Anti Swedia mendapatkan kesempatan karena meninggalnya Raja Swedia dan digantikan Putranya Charles XIII yang masih 17 tahun, sehingga aliansi ini mendeklarasikan perang kepada swedia Raja Charles XIII bukanlah orang yang bodoh tentang berperang Denmark: setelah aliansi anti swedia mendeklarasikan perang, Charles XIII langsung berlayar dan menginvasi kopenhagen ( Ibu kota Denmark )dan membuat denmark menyatakan menyerah dan membuat perdamaian dengan swedia

Polandia Lithuania: Setelah membuat denmark bertekuk lutut, Raja Charles XIII langsung mendarat di Livonia dan segera menginvasi Polandia Lithuania dan mengganti raja Augustus dengan raja Boneka buatan Swedia, setelah polandia bertekuk lutut maka tujuan raja Charles XIII adalah Kekaisaran Russia

Russia: Melihat kekuatan kerajaan Swedia yang luar biasa, Tsar Peter I tidak tinggal diam, dia segera berperang dengan Raja charles XIII, Antara Raja 18 tahun vs Raja 25 th Kekalahan demi kekalahan dialami russia sehingga menuntut mereka untuk lari dan mundur Tsar Peter I sangat kecewa dengan kejadian yang dialami pasukannya Kemenangan demi kemenangan diraih Raja Charles XIII sehingga dia benar-benar dicintai pasukannya hingga datang suatu musibah saat sedang berbincang dengan pasukannya yang tengah membuat lubang untuk perang Raja Charles XIII tertembak dijempol kakinya dan mengakibatkan tulang jempol kakinya patah dia tidak menangis ataupun menjerit dan tetap tenang dan tetap berbincang dengan pasukannya hingga mereka (para prajurit) mengetahui bahwa raja mereka telah tertembak dan segera dibawa ke dokter,Raja Charles XIII tidak ingin pasukannya untuk sedih melihat keadaan dirinya sehingga dia tidak berteriak dan tetap tenang saat jempol kakinya tertembak. Maka datanglah masa dimana Raja Charles mengsiagakan perang dibenteng Poltava Battle of Poltava Saat itu kekuatan pasukan swedia dengan russia berbanding 1: 4

17.000 pasukan swedia melawan 40.000 pasukan Russia Maka Raja Charles XIII memerintahkan untuk menembakkan meriam tanda perang dimulai maka perang berdarah terjadi serang dan menyerang terjadi, Tsar Peter I langsung memimpin perang dengan kudanya dia memimpin langsung Pasukannya sehingga moral dan semangat Berperang Russia bertambah dan membuat Benteng tengah swedia hampir hancur sehingga Raja Charles XIII yang saat itu tengah memimpin dengan terbaring dengan tandu (seperti jendral Sudirman) memerintahkan untuk membawanya ketengah perang kemudian Dia terjatuh dari tandunya,melihat hal ini salah satu prajurit russia segera menyerang raja Charles dan kemudian diselamatkan pasukan berkudanya Setelah kekalahannya di Poldava, dia kemudian menyusun strategi untuk menginvasi moscow dan membiarkan saint Petersbourg jatuh ketangan russia,ditengah perjalanan raja charles mengurungkan niatnya karena pasukannya kekurangan makanan (russia membumi hanguskan pasokan makanan didesa),datangnya musim dingin yang parah (paling parah dalam 500th terakhir) dan memilih untuk ke ukraina untuk mendapatkan pasokan makanan dan merekrut pasukan (beberapa Cossack) dan kemudian diterjang kembali oleh Tsar peter I dan Raja Charles XIII melarikan diri ke Kesultanan Ottoman(otoman ato apa ya ? saya lupa:v) Kemudian Raja Charles di terima dengan baik oleh Sultan, pasukannya diberi makanan Russia sangat marah akan hal ini karena swedia berhasil melarikan diri dan mendapat kabar bahwa mereka di selatan, sampai di berbatasan russia dan Ottoman, Tsar peter tidak berani memasuki kesultanan Ottoman karena kedua belah pihak sudah saling berdamai satu dengan lain, dan memerintahkan sultan untuk mengeluarkan Raja Charles dari istana kesultanan tetapi ditolak oleh Sultan, Tsar peter I mengancam apabila tidak dilaksanakan maka Kekaisaran Russia akan berperang kembali dengan Ottoman maka ottomanpun segera mengevasuasi Raja Charles dan menyuruhnya untuk pergi dari sini dan kembali keswedia, tapi raja charles menolak dan menginginkan ottoman untuk mendeklarasikan perang dengan russia tetapi sultan menolak dan akan memberikan uang apabila raja charles bersedia untuk kembali ke swedia dengan kapal ottoman, Raja charles menolak dan akan tetap tinggal diottoman,ini membuat sultan marah dan menangkap Raja Charles tapi setelah beberapa hari Raha charles di pulangkan keswedia

Norwegia: setelah sampai di swedia, raja charles tidak tinggal diam, dia segera merekrut 22.000 pasukan baru ditambah jumlah pasukannya yang lama dan segera menginvasi norwegia disebuah benteng saat malam datang raja dan pasukan swedia menggali palung untuk perang naas Raja Charles saat memata matai benteng tertembak dan meninggal ditempat,melihat raja mereka meninggal moral dan semangat pasukan swedia langsung turun drastis dan mundur ke swedia untuk mempertahankan diri dan mendengar bahwa denmark dan aliansi akan menyerang swedia dari segala arah (barat = denmark), ( timur = russia ), (selatan = polan Lithuania) Ditambah inggris, prussia juga ikut membantu maka Kerajaan Swedia jatuh dan banyak wilayahnya yang diambil Banyak Kepintaran dan Ide Brilian yang dilakukan Raja Charles untuk memenangkan pertarungan,cobalah untuk melihat wikipedia Inggris dan Youtube

Bacaan tambahan[sunting | sunting sumber]

  • Baskakov, Benjamin I. (1890) (in Russian). The Northern War of 1700–1721. Campaign from Grodno to Poltava 1706–1709 at Runivers.ru in DjVu and PDF formats
  • Bengtsson, Frans Gunnar (1960). The sword does not jest. The heroic life of King Charles XII of Sweden. St. Martin's Press. 
  • Donnert, Erich (1997). Europa in der Frühen Neuzeit: Festschrift für Günter Mühlpfordt. Aufbruch zur Moderne (dalam bahasa German). 3. Böhlau. ISBN 3-412-00697-1. 
  • Frost, Robert I (2000). The Northern Wars. War, State and Society in Northeastern Europe 1558–1721. Longman. ISBN 978-0-582-06429-4. 
  • Mattila, Tapani (1983). Meri maamme turvana (dalam bahasa Finnish). Jyväskylä: K. J. Gummerus Osakeyhtiö. ISBN 951-99487-0-8. 
  • Meier, Martin (2008). Vorpommern nördlich der Peene unter dänischer Verwaltung 1715 bis 1721. Aufbau einer Verwaltung und Herrschaftssicherung in einem eroberten Gebiet. Beiträge zur Militär- und Kriegsgeschichte (dalam bahasa German). 65. Munich: Oldenbourg Wissenschaftsverlag. ISBN 3-486-58285-2. 
  • North, Michael (2008). Geschichte Mecklenburg-Vorpommerns. Beck Wissen (dalam bahasa German). 2608. CH Beck. ISBN 3-406-57767-9. 
  • Peterson, Gary Dean (2007). Warrior kings of Sweden. The rise of an empire in the sixteenth and seventeenth centuries. McFarland. ISBN 0-7864-2873-2. 
  • Torke, Hans-Joachim (2005). Die russischen Zaren 1547–1917 (dalam bahasa German) (edisi ke-3). C.H.Beck. ISBN 3-406-42105-9. 
  • Wilson, Peter Hamish (1998). German armies. War and German politics, 1648–1806. Warfare and history. Routledge. ISBN 1-85728-106-3. 
Untuk referensi utama
  • Public Domain Artikel ini menyertakan teks dari suatu terbitan yang sekarang berada pada ranah publikChisholm, Hugh, ed. (1911). "perlu nama artikel ". Encyclopædia Britannica (edisi ke-11). Cambridge University Press. 
  • Sweden and the Baltic, 1523 – 1721, by Andrina Stiles, Hodder & Stoughton, 1992 ISBN 0-340-54644-1
  • The Struggle for Supremacy in the Baltic: 1600–1725 by Jill Lisk; Funk & Wagnalls, New York, 1967
  • Norges festninger by Guthorm Kavli; Universitetsforlaget; 1987; ISBN 82-00-18430-7
  • Admiral Thunderbolt by Hans Christian Adamson, Chilton Company, 1958
  • East Norway and its Frontier by Frank Noel Stagg, George Allen & Unwin, Ltd. 1956