Wikipedia:Bak pasir

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Amperemeter adalah alat ukur kuat arus listrik pada suatu rangkaian listrik.  Pengukuran kuat arus listrik dengan amperemeter harus dalam posisi rangkaian seri terhadap beban listrik. (Daryanto, 2016 hal:13). Amperemeter juga digunakan sebagai salah satu instrumen percobaan dasar yang bertujuan memberikan diagnosa terhadao masalah yang terjadi di dalam rangkaian listrik. (Daryanto, 2010, hal 73).


Jenis

Berdasarkan prinsip kerjanya

Prinsip kumparan putar

Amperemeter merupakan salah satu alat ukur yang dapat menerapkan prinsip kumparan putar. Prinsip kerja kumparan putar ialah menggunakan daya listrik yang kecil. Pada pengukuran arus bolak-balik, kumparan putar harus ditambahkan penyearah, sedangkan pada arus searah tidak ada penambahan komponen apapun. Kemampuan ukur arus pada amperemeter yang menggunakan prinsip kumparan putar ialah 1,5 x 10^-6 - 10^2 Ampere. (Daryanto,2010,hal 136).

Prinsip termokopel

Amperemeter merupakan salah satu alat ukur yang dapat menerapkan prinsip kerja termokopel. Pada jenis alat ukur ini, amperemeter menggunakan daya listrik dalam jumlah yang kecil. Jenis ini dapat dipakai untuk arus searah maupun bolak-balik. Kemampuan ukur arus berkisar antara 10^-3 sampai 10 A, (Daryanto,2010,hal 136).

Amperemeter merupakan salah satu alat ukur yang dapat menerapkan prinsip kerja besi putar. Pada prinsip besi putar, amperemeter menggunakan daya listrik dalam jumlah yang besar dan dapat dipakai dalam arus searah maupun bolak-balik.Kemampuan ukur arus listriknya berkisar antara 10^2 sampai 10^2 A,(Daryanto,2010,hal 136).

Berdasarkan nilai arus listrik yang dikur

Amperemeter adlah suatu alat ukur yang menera kuat arus listrik dalam suatu amper (A). Kepekaan ukur menunjukkan spesifikasi dari alat ukurnya. Cara pemakaian alat ukur amperemeter harus dihubungkan seri terhadap instrument dari alat pemakai. Untuk mengukur arus yang lebih kecil digunakan alat ukur miliamperemeter. Bahkan untuk yang lebih kecil digunakan mikroamperemeter. Apabila dalam pengukuran menggunkan AVO  meter maka selctor harus ditempatkan pada posisi D cm A. Jika menggunakan AVO analog maka cara membaca hasil pengukuran adalah batas ukur dibagi dengan penyimpanan skala penuh, kemudian dikalikan dengan penunjukkan jarum atau dapat dituliskan dengan rumus: Hasil = batas ukur/simpangan skala penuh x penunjukan. Misalkan butuh AVO meter analog untuk mengukur arus dengan batas ukur 10 ampere dan simpangan skala penuh 50. Apabila penunjukkan jarum pada angka 5 maka besarnya pengukuran adalah 10/50 x 5 = 1 ampere. Apabila dalam pengukuran menggunakan AVO digital maka pembacaan harga pengukuran, tinggal melihat angka yang ditunjukkan dalam layar. (Daryanto,2010,hal 158).

Komponen penyusun

Bagian utama dari amperemeter adalah galvanometer. Galvanometer bekerja dengan prinsip gaya antara medan magnet dan kumparan berarus. Galvanometer dapat digunakan dengan langsung untuk mengukur kuat arus searah yang kecil. Semakin besar arus yang melewati kumparan semakin besar simpangan pada galvanometer. Amperemeter terdiri dari galvanometer yang dihubungkan paralel dengan resistor yang mempunyai hambatan rendah. Tujuannya adalah untuk menaikkan batas ukur amperemeter. Hasil pengukuran akan dapat terbaca pada skala yang ada pada amperemeter.  (Daryanto,2014,hal 33).

Pemasangan

Amperemeter harus dipasang pada posisi seri dan tidak dapat dipasang pada posisi paralel dalam rangkaian listrik. Pemasangan amperemeter dalam posisi paralel akan merusak komponen penyusun amperemeter. (Riskawati, dkk. 2019 hal:68). Sebaliknya, pemasangan alat ukur Ampere dipasang seri. Hal ini disebabkan tahanan dalam dari Amperemeter sangat kecil. (Daryanto,2010,hal 87).

Sebaliknya, pemasangan alat ukur Ampere dipasang seri. Hal ini disebabkan tahanan dalam dari Amperemeter sangat kecil. (Daryanto,2010,hal 87).

Ammeter digunakan untuk mengukur aliran arus dalam sirkuit listrik. Ammeter dihubungkan seri dengan sirkuit. Putuskan sirkuit, kemudian sambung kembali dengan Ammmeter  (Daryanto,2010,hal 74).

Pengukuran

Amperemeter harus melakukan pengukuran dengan mempunyai komponen tahanan dalam yang nilainya sangat kecil. Tahanan dalam dengan nilai yang besar dapat merusak komponen penyusun amperemeter.  (Daryanto, 2010, hal 159).   Setelah itu, amperemeter dipasang secara seri dengan beban listrik. Pemasangan amperemeter harus memutuskan salah satu sisi rangkaian listrik yang menuju ke beban listrik kemudian disambungkan dengan amperemeter. Pengukuran dengan amperemeter menggunakan batas ukur sehingga pembacaan harus memperhatikan skala yang digunakan. (Daryanto,2014,hal 34). Jika jarum penunjuk menunjukkan jarum penunjuk melebihi skala pengukurang, maka batas ukur alat perlu diubah menjadi lebih besar.  Sakelar pengatur batas ukur perlu diposisikan ke batas ukur yan lebih besar. Jika alat ukur tidak mempunyai batas ukur yang lebih besar maka dilakukan rekayasa rangkaian listrik untuk mengurangi nilai arus yang melalui alat ukur. Pada rangkaian ditambahkan hambatan yang dihubungkan secara paralel pada amperemeter. (Daryanto,2014,hal 35).

Sirkuit yang akan dites diatur dalam keadaan "OFF" (putuskan sirkuit dengan baterai atau pada hubungan dalam rangkaiannya). (Daryanto,2010,hal 75). Pada suatu rangkaian akan mengalir arus, apabila dipenuhi syarat-sayarat sebagai berikut. Rangkaian arus dibedakan dengan:-adanya sumber tegangan, -adanya alat penghubung -adanya beban. Pada kondisi sakelar terbuka maka arus tidak akan mengalir melalui beban. Apabila sakelar ditutup maka akan mengalir arus ke beban listrik dan ampere meter akan menunjuk. Dengan kata lain, syarat mengalir arus pada suatu rangkaian harus tertutup. (Daryanto,2010,hal 86).


Standar satuan

Standar satuan listrik internasional pertama kali ditetapkan pada tahun 1893. Pemberlakuan standar satuan listrik diterapkan kepada satuan Ohm, Ampere dan Volt. Salah satu ketetapan dalam standar satuan listrik internasional adalah definisi tentang satuan Ampere. Menurut standar ini, Ampere adalah arus listrik dengan nilai konstan yang dapat mengendapkan perak dengan kecepatan 0,001 1 1B gram per detik, apabila melalui Iarutan perak nitrat dalam air yang sesuai dengan spesifikasi standar. Pada tanggal 1 Januari 1948 M, standar listrik internasional ini dimodifikasi menjadi sistem absolut. Amper internasional kemudian diartikan sebagai 0,99835 ampere absolut. (Poerwanto, Juliza hidayati, Nizar. 2012, hal 7).