Mikhail Gorbachev

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Mikhail Gorbachev
Михаил Горбачёв
Gorbachev (cropped).png
Gorbachev pada saat KTT Oktober 1986 di Reykjavík, Islandia
Presiden Uni Soviet
Masa jabatan
15 Maret 1990 – 25 Desember 1991[a]
Wakil PresidenGennady Yanayev[b]
PendahuluJabatan dibentuk
(menjabat sebagai Ketua Majelis Agung Uni Soviet)
PenggantiJabatan dihapuskan[c]
Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet
Masa jabatan
11 Maret 1985 – 24 Agustus 1991
Perdana Menteri
WakilVladimir Ivashko
PendahuluKonstantin Chernenko
PenggantiVladimir Ivashko (pejabat)
Ketua Majelis Agung Uni Soviet
Masa jabatan
25 Mei 1989 – 15 Maret 1990
WakilAnatoly Lukyanov
PendahuluDirinya sendiri sebagai Ketua Presidium Majelis Agung Soviet
PenggantiAnatoly Lukyanov
Ketua Presidium Majelis Agung Uni Soviet
Masa jabatan
1 Oktober 1988 – 25 Mei 1989
PendahuluAndrei Gromyko
PenggantiDirinya sendiri sebagai Ketua Majelis Agung Soviet
Informasi pribadi
Lahir
Mikhail Sergeyevich Gorbachev

2 Maret 1931 (umur 90)
Privolnoye, RSFSR, Uni Soviet (sekarang Rusia)
KebangsaanSoviet (1931–1991)
Rusia (sejak 1991)
Partai politikPersatuan Sosial Demokrat (sejak 2007)
Afiliasi politik
lainnya
Suami/istri
(m. 1953; wafat 1999)
AnakIrina Mikhailovna Virganskaya
AlmamaterUniversitas Negeri Moskwa
Penghargaan sipilPenghargaan Nobel Perdamaian (1990)
Tanda tangan
Situs webSitus web resmi
Keanggotaan lembaga pusat

Jabatan lain yang pernah dipegang
  • 2001–2004: Ketua Partai Sosial Demokratik Rusia
  • 1985–1991: Ketua Dewan Pertahanan
  • 1970–1978: Sekretaris Utama Komite Regional Stavropol
Pemimpin Uni Soviet

Mikhail Sergeyevich Gorbachev (bahasa Rusia: Михаил Сергеевич Горбачёв, Mikhail Sergeyevich Gorbachyov; lahir 2 Maret 1931) adalah seorang politikus Rusia dan mantan politikus Uni Soviet. Ia merupakan pemimpin Uni Soviet kedelapan dan terakhir yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet sejak tahun 1985 hingga 1991. Ia juga merupakan Kepala Negara Uni Soviet dari 1988 sampai 1991, Ketua Presidium Majelis Agung Uni Soviet dari 1988 sampai 1989, Ketua Majelis Agung Uni Soviet dari 1989 sampai 1990, dan Presiden Uni Soviet dari 1990 hingga pengunduran dirinya pada tahun 1991. Gorbachev pada awalnya menganut ideologi Marxisme–Leninisme sebelum berubah haluan ke demokrasi sosial pada awal 1990-an.

Mikhail Gorbachev dilahirkan di sebuah keluarga petani miskin di Privolnoye, Krai Stavropol. Tumbuh di masa kepemimpinan Josef Stalin, Gorbachev mengoperasikan pemanen kombinasi di lahan pertanian kolektif pada masa mudanya sebelum bergabung dengan Partai Komunis, yang kemudian memerintah Uni Soviet sebagai negara satu partai berdasarkan doktrin MarxismeLeninisme. Ketika menempuh studi di Universitas Negeri Moskwa, Gorbachev menikah dengan Raisa Titarenko—yang juga seorang mahasiswi di universitas tersebut—pada tahun 1953 sebelum menerima gelar sarjana hukumnya pada tahun 1955. Berpindah ke Stavropol, Gorbachev bekerja untuk organisasi pemuda Komsomol yang menjadi pendukung keras reformasi de-Stalinisasi oleh Pemimpin Soviet Nikita Khrushchev setelah meninggalnya Stalin. Pada tahun 1970, ia ditunjuk menjadi Sekretaris Utama Partai untuk Komite Regional Stavropol. Pada saat menjabat jabatan tersebut, Gorbachev mengawasi pembangunan Kanal Besar Stavropol. Pada tahun 1978, Gorbachev kembali ke Moskwa untuk menjadi Sekretaris Komite Pusat Partai dan bergabung dengan Politbiro pada tahun 1979. Dalam tiga tahun setelah kematian Leonid Brezhnev, diikuti dengan kepemimpinan singkat Yuri Andropov dan Konstantin Chernenko, Politbiro pada tahun 1985 menunjuk Gorbachev menjadi Sekretaris Umum Partai, kepala pemerintahan de facto Uni Soviet.

Meskipun Gorbachev berkomitmen untuk menjaga keberlangsungan negara Soviet dan cita-cita sosialisnya, Gorbachev percaya bahwa reformasi yang signifikan diperlukan, terutama setelah Bencana Chernobyl 1986. Ia menarik diri dari Perang Soviet–Afganistan dan mulai melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan untuk membahas pembatasan senjata nuklir dan menghentikan Perang Dingin. Ia memulai kebijakan glasnost ("keterbukaan") untuk peningkatan kebebasan berbicara dan kebebasan pers serta kebijakan perestroika ("restrukturisasi") untuk mendesentralisasikan pembuatan keputusan ekonomi untuk meningkatkan efisiensi. Langkah-langkah demokratisasinya dan pembentukan Kongres Perwakilan Rakyat membuat Uni Soviet bukan lagi sebuah negara bersistem satu partai. Gorbachev juga menolak mengintervensi secara militer negara-negara Blok Timur yang meninggalkan pemerintahan komunisnya pada tahun 1989–1990. Di dalam negeri, sentimen nasionalis berkembang dan mengancam pembubaran Uni Soviet yang menyebabkan para penganut Marxisme–Leninisme garis keras melakukan kudeta yang gagal kepada Gorbachev pada tahun 1991. Setelahnya, Uni Soviet dibubarkan atas keinginan Gorbachev dan ia mengundurkan diri dari jabatannya. Setelah meninggalkan jabatannya, Gorbachev membentuk Yayasan Gorbachev yang menjadi kritik vokal bagi pemerintahan Boris Yeltsin dan Vladimir Putin serta menyerukan gerakan sosial demokratik di Rusia.

Dianggap sebagai salah satu tokoh paling penting di paruh kedua abad ke-20, Gorbachev selalu menjadi subjek kontroversi. Sebagai penerima berbagai penghargaan, termasuk penghargaan Nobel Perdamaian, Gorbachev dipuji secara luas atas peran pentingnya dalam mengakhiri Perang Dingin, memperkenalkan kebebasan politik baru di Uni Soviet, serta menoleransi kejatuhan administrasi Marxis–Leninis di Eropa Timur dan Eropa Tengah, juga menoleransi reunifikasi Jerman. Sebaliknya, ia sering dicemooh di Rusia akibat membiarkan kejatuhan Uni Soviet yang menyebabkan berkurangnya pengaruh Rusia di mata internasional dan memicu terjadinya krisis ekonomi Rusia.

Kehidupan awal[sunting | sunting sumber]

Masa kecil: 1931–1950[sunting | sunting sumber]

Gorbachev lahir pada tanggal 2 Maret 1931 di desa Privolnoye, Krai Stavropol, Republik Sosialis Federasi Soviet Rusia, salah satu republik konstituen Uni Soviet.[1] Pada waktu itu, Privolnoye terbagi menjadi etnis Rusia dan Ukraina dengan jumlah hampir sama.[2] Keluarga ayahnya merupakan etnis Rusia dan pindah ke daerah itu dari Voronezh beberapa generasi sebelumnya, sementara keluarga ibunya adalah keturunan etnis Ukraina dan pindah ke daerah itu dari Chernigov.[3] Orang tua Gorbachev menamainya Victor, namun atas desakan ibunya—seorang Kristen Ortodoks taat—ia dibaptis secara rahasia, dimana kakeknya membaptisnya Mikhail.[4] Hubungannya dengan ayahnya, Sergey Andreyevich Gorbachev, termasuk dekat; sedangkan hubungannya dengan ibunya, Maria Panteleyevna Gorbacheva (alias Gopkalo), lebih dingin dan sering dihukum.[5] Orang tuanya tergolong miskin,[6] dan hidup sebagai petani.[7] Orang tua Gorbachev menikah ketika remaja pada tahun 1928.[8] Sesuai tradisi lokal, mereka tinggal bersama di rumah ayah Sergei, sebuah gubuk berdinding bata, sebelum mereka bisa membangun rumah sendiri.[9]

Gorbachev dan keluarga ibunya yang beretnis Ukraina, akhir 1930-an

Uni Soviet adalah negara satu partai yang diperintah oleh Partai Komunis. Pada masa kanak-kanak Gorbachev, Uni Soviet berada di bawah kepemimpinan Joseph Stalin. Stalin memulai proyek kolektivisasi massal di pedesaan, bersama dengan ide-ide Marxis–Leninisnya yang lain. Ia percaya proyek tersebut dapat membantu mengubah negaranya menjadi sebuah masyarakat sosialis.[10] Kakek dari ibu Gorbachev bergabung dengan Partai Komunis dan membentuk kolkhoz (pertanian kolektif) pertama di desa itu tahun 1929 dan menjadi ketuanya.[11] Pertanian ini berada 19 kilometer (12 mi) di luar desa Privolnoye dan ketika berumur 3 tahun, Gorbachev meninggalkan rumah orang tuanya dan pindah ke kolkhoz bersama kedua orang tua ibunya.[12]

Uni Soviet mengalami bencana kelaparan tahun 1932–33 yang menyebabkan dua paman dan satu bibi dari keluarga ayahnya meninggal.[13] Hal ini diikuti dengan Pembersihan Besar-Besaran, dimana semua orang yang dituduh sebagai "musuh rakyat", termasuk orang-orang yang bersimpati kepada interpretasi saingan Marxisme seperti Trotskyisme, ditangkap dan dihukum di kamp kerja paksa, jika tidak dieksekusi. Kedua kakek Gorbachev ditangkap (kakek dari pihak ibunya tahun 1934 dan kakek dari ayahnya tahun 1937) dan menghabiskan waktu di kamp Gulag sebelum dibebaskan akhir tahun 1938.[14] Setelah dibebaskan bulan Desember 1938, kakek dari pihak ibunya mengatakan bahwa ia disiksa oleh polisi rahasia yang berpengaruh pada Gorbachev muda.[15]

Setelah pecahnya Perang Dunia II tahun 1939, Tentara Jerman menginvasi Uni Soviet bulan Juni 1941. Tentara Jerman menduduki Privolnoye selama 4,5 bulan tahun pada 1942.[16] Ayah Gorbachev bergabung dengan Tentara Merah Soviet dan berperang di garis depan; ia sempat salah dinyatakan telah gugur dalam konflik dan berjuang di Pertempuran Kursk sebelum kembali ke rumah dalam kondisi terluka.[17] Setelah Jerman dikalahkan, orang tua Gorbachev memiliki anak kedua, Aleksandr, pada tahun 1947.[8]

Sekolah di desanya ditutup selama perang namun dibuka kembali pada musim gugur tahun 1944.[18] Gorbachev awalnya tidak mau kembali sekolah, tetapi akhirnya ia melanjutkan dan menyelesaikannya dengan baik.[19] Ia sangat suka membaca. Ia berganti-ganti bacaan dari novel Barat karya Thomas Mayne Reid hingga karya-karya Vissarion Belinsky, Aleksandr Pushkin, Nikolai Gogol, dan Mikhail Lermontov.[20] Pada tahun 1946, Gorbachev bergabung dengan Komsomol—organisasi politik remaja Soviet—menjadi pemimpin di grup lokalnya, dan terpilih menjadi komite Komsomol di distrik tersebut.[21] Dari sekolah dasar, ia pindah ke sekolah menengah di Molotovskeye. Ia tinggal di sana selama seminggu dan pulang ke rumah dengan berjalan kaki sejauh 19 km (12 mi) ketika akhir pekan.[22] Ia menjadi anggota komunitas drama sekolah,[23] panitia olahraga dan kegiatan sosial, serta memimpin kelas latihan pagi.[24] Ia rutin pulang ke rumah pada musim panas tahun 1946 hingga 1951 untuk membantu ayahnya mengoperasikan pemanen kombinasi. Terkadang, mereka dapat bekerja hingga 20 jam sehari.[25] Pada tahun 1948, mereka berhasil memanen lebih dari 8.000 kuintal gandum. Dari keberhasilan pemanenan ini, ayah Gorbachev dianugerahi Orde Lenin sementara Gorbachev dianugerahi Orde Panji Merah Buruh.[26]

Universitas: 1950–1955[sunting | sunting sumber]

Saya merasa terhormat untuk menjadi bagian dari partai Komunis kaum Bolshevik yang maju dan revolusioner. Saya berjanji untuk setia pada Lenin dan Stalin, dan mendedikasikan seumur hidup saya pada perjuangan komunisme partai.

— Surat Gorbachev meminta keanggotaan Partai Komunis, 1950[27]

Bulan Juni 1950, Gorbachev menjadi kandidat anggota Partai Komunis.[27] Ia juga mendaftarkan diri di fakultas hukum Universitas Negeri Moskwa (MSU), universitas paling prestisius di negara itu. Ia diterima tanpa diminta mengikuti ujian, kemungkinan karena latar belakang keluarganya sebagai petani serta ia memiliki Orde Panji Merah Buruh.[28] Ia memilih studi di bidang hukum, sesuatu yang tidak biasa saat itu karena bidang hukum tidak terlalu dilirik masyarakat Uni Soviet kala itu.[29] Pada umur 19 tahun, ia pergi ke Moskwa dengan kereta. Peristiwa ini merupakan pertama kalinya bagi Gorbachev untuk meninggalkan daerah tempat tinggalnya.[30]

Di Moskwa, ia tinggal bersama kawan universitasnya di asrama di daerah Distrik Sokolniki.[31] Ia dan teman-teman dari desa awalnya merasa canggung dengan teman-teman dari kota Moskwa namun dapat dengan cepat beradaptasi.[32] Temannya mengatakan bahwa ia bekerja sangat keras dan sering hingga larut malam.[33] Ia mendapatkan reputasi sebagai mediator ketika ada perselisihan,[34] dan dikenal kritis di kelas, meskipun hanya beberapa kali ia menyampaikan pendapatnya secara pribadi. Salah satunya adalah ia pernah menyampaikan kritiknya ke beberapa siswa mengenai norma yurisprudensi Soviet tentang pengakuan bersalah, mencatat bahwa pengakuan tersebut bisa saja dipaksakan.[35] Ketika menjalani studinya, kampanye antisemitisme sedang merajalela di Uni Soviet yang berpuncak pada Rencana Para Dokter. Gorbachev secara publik membela seorang siswa Yahudi yang dituduh tidak loyal pada negara oleh salah satu teman mereka.[36]

Di MSU, ia menjadi kepala Komsomol dan sekretaris deputi Komsomol untuk propaganda dan agitasi di fakultas hukum.[37] Salah satu penugasannya dari Komsomol di Moskwa adalah memonitor proses pemilihan di Distrik Krasnopresnenskaya untuk memastikan keinginan pemerintah agar jumlah pemilih dapat mendekati 100%. Gorbachev menemukan bahwa sebagian besar dari mereka memilih "karena takut".[38] Tahun 1952, ia terpilih sebagai anggota penuh Partai Komunis.[39] Sebagai anggota partai dan Komsomol, ia ditugaskan untuk memonitor siswa-siwa yang berpotensi subversif; beberapa temannya mengatakan bahwa ia melakukannya dengan minimal dan mereka mempercayainya untuk menyimpan beberapa informasi rahasia yang tidak diketahui otoritas.[40] Gorbachev berteman baik dengan Zdeněk Mlynář, murid Cekoslowakia yang nantinya menjadi tokoh utama dalam Musim Semi Praha 1968. Mlynář teringat bahwa mereka berdua tetap berkomitmen menjadi seorang Marxis-Leninis meski mereka khawatir mengenai sistem stalinisme.[41] Setelah kematian Stalin bulan Maret 1953, Gorbachev dan Mlynář bergabung dengan rakyat lainnya untuk berkumpul melihat pembaringan kenegaraan jasad Stalin.[42]

Gorbachev bersekolah di Universitas Negeri Moskwa tahun 1950 sampai 1955

Di MSU, Gorbachev bertemu dengan Raisa Titarenko, perempuan Ukraina yang belajar di departemen filsafat.[43] Raisa sebenarnya sudah berlamaran dengan pria lain namun gagal dan akhirnya memulai hubungan dengan Gorbachev.[44] Mereka pergi ke toko buku, museum, dan pertunjukan seni bersama-sama.[45] Awal tahun 1953, Gorbachev magang di sebuah kantor prokurator di distrik Molotovskoye, tetapi ia kesal dengan arogansi dan ketidakkompetenan pegawai di sana.[46] Pada musim panasnya, ia kembali ke Privolnoye untuk bekerja membantu ayahnya memanen dan uangnya digunakan untuk menikah.[47] Pada tanggal 25 September 1953, ia dan Raisa mendaftarkan pernikahan mereka di Kantor Registrasi Sokolniki;[47] dan pada bulan Oktober mereka pindah bersama-sama ke asrama Bukit Lenin.[48] Raisa menyadari bahwa ia hamil. Keduanya ingin mempertahankan kehamilan Raisa namun pada akhirnya ia jatuh sakit dan membutuhkan aborsi untuk menyelamatkan hidupnya.[49]

Bulan Juni 1955, Gorbachev lulus dengan pujian;[50] skripsi akhirnya membahas keunggulan "demokrasi sosialis" (sistem politik Soviet) dari "demokrasi borjuis" (demokrasi liberal).[51] Setelahnya, ia ditugaskan di kantor Kejaksaan Soviet dan berfokus pada rehabilitasi korban tak bersalah akibat pembersihan Stalin, tetapi mereka tidak memiliki pekerjaan untuknya.[52] Ia ditawarkan sebuah pekerjaan di MSU di sebuah kelas khusus mengenai hukum kolkhoz, namun menolak.[53] Gorbachev tetap ingin tinggal di Moskwa, dimana Raisa diterima di program doktoral, tetapi akhirnya malah mendapat pekerjaan di Stavropol. Raisa sendiri akhirnya meninggalkan studinya untuk tinggal bersamanya disana.[54]

Perkembangan di Partai Komunis[sunting | sunting sumber]

Komsomol di Stavropol: 1955–1969[sunting | sunting sumber]

Nikita Khrushchev, pemimpin Soviet yang anti-Stalin yang didukung oleh Gorbachev

Bulan Agustus 1955, Gorbachev mulai bekerja di kantor prokurator Stavropol, namun tidak suka dengan pekerjaannya dan memanfaatkan kenalannya untuk memindahkannya ke Komsomol.[55] Di Komsomol, ia menjadi wakil direktur departemen agitasi dan propaganda di daerah itu.[56] Saat memegang jabatan ini, ia mengunjungi desa-desa di kawasan itu dan mencoba meningkatkan taraf hidup penduduk; ia membuat lingkar diskusi di desa Gorkaya Balka untuk membantu para petani meningkatkan kehidupan sosial.[57]

Gorbachev dan Raisa mulanya menyewa ruangan kecil di Stavropol,[58] tiap malam berjalan kaki keliling kota dan mendaki daerah pedesaan di akhir pekan.[59] Bulan Januari 1957, Raisa melahirkan putrinya, Irina,[60] dan pada tahun 1958 mereka pindah ke sebuah apartemen komunal dengan menyewa dua ruangan.[61] Pada tahun 1961, Gorbachev menempuh gelar keduanya di bidang produksi pertanian. Ia mengambil pendidikan jarak jauh di Institut Pertanian Stavropol dan menyelesaikannya tahun 1967.[62] Istrinya juga menempuh gelar keduanya dan mendapatkan gelar PhD bidang sosiologi pada tahun 1967 dari Institut Pendidikan Moskwa;[63] sementara di Stavropol ia juga bergabung dengan Partai Komunis.[64]

Nikita Khrushchev yang melanjutkan Stalin sebagai pemimpin Soviet, mengecam kepemimpinan serta kultus pribadinya dalam sebuah pidato bulan Februari 1956, dimana ia meluncurkan proses de-Stalinisasi kepada seluruh masyarakat Soviet.[65] William Taubman mengatakan bahwa Gorbachev "mendukung semangat reformis" rezim Khrushchev.[66] Ia membantu menyebarkan pesan anti-Stalin Khrushchev di Stavropol, tetapi menghadapi banyak tentangan dari mereka yang menganggap Stalin sebagai pahlawan atau mereka yang memuji pembersihan Stalin.[67]

Gorbachev naik perlahan di tingkat administrasi lokal.[68] Pemerintah menganggapnya sebagai tokoh yang dapat diandalkan secara politis[69] dan ia akan memuji atasannya, contohnya mendapat bantuan dari politisi lokal terkemuka Fyodor Kulakov.[70] Dengan kemampuannya mengendalikan lawan politik, beberapa rekan membenci kesuksesannya.[71] Bulan September 1956, ia dipromosikan menjadi Sekretaris Utama Komsomol Stavropol.[72] Pada bulan April 1958, ia ditunjuk menjadi wakil kepala Komsomol di seluruh kawasan itu.[73] Pada titik ini, ia telah mendapatkan akomodasi yang lebih baik: apartemen 2 ruangan dengan dapur, toilet, dan kamar mandi pribadi.[74] Di Stavropol, ia membentuk klub diskusi bagi remaja[75] dan membantu memobilisasi anak muda lokal untuk ambil bagian dalam kampanye pertanian dan pembangunan Khrushchev.[76]

Gorbachev sewaktu kunjungan ke Jerman Timur tahun 1966

Bulan Maret 1961, Gorbachev menjadi Sekretaris Utama Komsomol Stavropol,[77] dimana ia berusaha untuk menunjuk perempuan sebagai pemimpin kota dan distrik.[78] Tahun 1961, Gorbachev menjadi tuan rumah delegasi Italia untuk Festival Remaja Dunia di Moskwa.[79] Pada bulan Oktobernya, ia menghadiri Kongres Partai Komunis Uni Soviet ke-22.[80] Bulan Januari 1963, Gorbachev dipromosikan menjadi kepala anggota komite pertanian regional partai[81] dan menjadi Sekretaris Utama Organisasi Partai Kota Stavropol ("Gorkom") pada bulan September 1966.[82] Pada tahun 1968, ia sempat frustasi dengan pekerjaannya—sebagian besarnya karena reformasi Khrushchev yang terhenti atau bahkan mengalami kemunduran—ia berpikir untuk meninggalkan politik dan kembali menjadi akademisi.[83] Namun, pada bulan Agustus 1968, ia ditunjuk sebagai Sekretaris Kedua Kraikom Stavropol, menjadikan Gorbachev wakil dari Sekretaris Utama Leonid Yefremov dan tokoh paling senior kedua di daerah Stavrapol.[84] Tahun 1969, ia terpilih sebagai wakil Majelis Agung Uni Soviet dan menjadi anggota Komisi Tetap Perlindungan Lingkungan.[85]

Diizinkan untuk bepergian ke negara-negara Blok Timur, pada tahun 1966 ia menjadi bagian dari delegasi yang berkunjung ke Jerman Timur. Pada tahun 1969 dan 1974, ia juga mengunjungi Bulgaria.[86] Bulan Agustus 1968, Uni Soviet memimpin invasi ke Cekoslowakia untuk mengakhiri Musim Semi Praha, sebuah masa liberalisasi politik di negara yang menganut Marxisme–Leninisme. Meskipun Gorbachev nantinya menyatakan bahwa ia memiliki kekhawatiran pribadi mengenai invasi ini, secara publik ia mendukungnya.[87] Bulan September 1969, ia menjadi bagian dari delegasi Soviet yang dikirim ke Cekoslowakia, dimana ia mendapati para penduduk sangat tidak menyukai mereka.[88] Tahun itu, otoritas Soviet memerintahkannya untuk menghukum Fagien B. Sadykov, seorang agronomis dari Stavropol yang ide-idenya dianggap sebagai kritik kebijakan pertanian Soviet. Gorbachev memastikan bahwa Sadykov dipecat dari mengajar namun tidak menghiraukan perintah untuk menghukumnya lebih jauh.[89] Gorbachev lantas menceritakan bahwa ia "sangat terpengaruh" oleh insiden itu; "hati nurani menyakitiku" melihat penganiayaan Sadykov.[90]

Memimpin Kawasan Stavropol: 1970–1977[sunting | sunting sumber]

Bulan April 1970, Yefremov dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi di Moskwa dan Gorbachev meneruskan jabatannya menjadi Sekretaris Utama Kraikom Stavropol. Dari jabatannya yang baru ini, Gorbachev memiliki kekuatan yang signifikan di seluruh kawasan Stavropol.[91] Ia diperiksa oleh pemimpin senior Kremlin untuk jabatan ini dan diberitahu keputusan mereka oleh pemimpin Soviet, Leonid Brezhnev.[92] Berumur 39 kala itu, Gorbachev jauh lebih muda daripada pendahulu-pendahulunya ketika naik di jabatan itu.[93] Sebagai kepala daerah Stavropol, secara otomatis ia menjadi anggota Komite Pusat Partai Komunis Uni Soviet pada tahun 1971.[94] Biografer Zhores Medvedev mengatakan bahwa Gorbachev "kini bergabung dengan super elite Partai".[95] Sebagai kepala daerah, Gorbachev mulanya menghubungkan kegagalan ekonomi dan bidang lainnya dengan "ketidakefisiensian dan ketidakkompetenan kader, kelemahan di struktur manajemen, atau kesenjangan legislasi", namun pada akhirnya menyimpulkan bahwa itu semua disebabkan oleh ekstra sentralisasi pembuatan kebijakan di Moskwa.[96] Gorbachev mulai membaca terjemahan bacaan-bacaan terlarang oleh penulis Marxis Barat seperti Antonio Gramsci, Louis Aragon, Roger Garaudy, dan Giuseppe Boffa, dan menjadi di bawah pengaruh mereka.[96]

Salah satu bagian dari Kanal Besar Stavropol yang dibangun pada masa kepemimpinan daerah Gorbachev.

Tugas utama Gorbachev sebagai kepala daerah adalah meningkatkan level produksi pertanian yang terhalang akibat kekeringan parah pada tahun 1975 dan 1976.[97] Ia mengawasi perluasan sistem irigasi Kanal Besar Stavropol.[98] Pada bulan Maret 1972, Gorbachev dianugerahi Orde Revolusi Oktober oleh Brezhnev dalam suatu upacara di Moskwa karena telah mengawasi rekor panen gandum di distrik Ipatovsky.[99] Gorbachev selalu berusaha menjaga kepercayaan Brezhnev kepadanya.[100] Sebagai seorang kepala daerah, Gorbachev berulang kali memuji Brezhnev dalam pidato-pidatonya, contohnya menyebutnya sebagai "negarawan luar biasa di zaman kita".[101] Gorbachev dan istrinya sempat berlibur ke Moskwa, Leningrad, Uzbekistan, dan sebuah resor di Kaukasus Utara.[102] Mereka berlibur bersama Kepala KGB Yuri Andropov yang baik kepada Gorbachev dan menjadi pelindung penting karier Gorbachev.[103] Gorbachev juga membangun hubungan baik dengan tokoh senior seperti Perdana Menteri Soviet Aleksey Kosygin[104] dan anggota lama senior partai Mikhail Suslov.[105]

Pemerintah menganggap Gorbachev cukup dapat dipercaya sehingga ia dikirimkan sebagai bagian dari delegasi Soviet ke Eropa Barat. Ia melakukan 5 kali perjalanan ke sana antara tahun 1970 hingga 1977.[106] Bulan September 1971, ia menjadi bagian dari delegasi yang pergi ke Italia. Di sana mereka bertemu dengan perwakilan Partai Komunis Italia. Gorbachev menyukai budaya Italia tetapi dikejutkan dengan kemiskinan dan kesenjangan yang ada di sana.[107] Ia mengunjungi Belgia dan Belanda pada tahun 1972; juga Jerman Barat pada tahun 1973.[108] Gorbachev dan istrinya mengunjungi Prancis tahun 1976 dan 1977, pada kesempatan terakhirnya berkeliling negara tersebut dengan seorang pemandu dari Partai Komunis Prancis.[109] Ia terkejut dengan betapa terbukanya orang-orang Eropa Barat untuk memberikan pendapat dan kritikan kepada pemimpin politik mereka, sesuatu yang absen di Uni Soviet, dimana kebanyakan orang tidak merasa aman untuk berbicara secara terbuka.[110] Ia lantas menceritakan bahwa ia dan istrinya dalam kunjungan-kunjungan ini "menggoyahkan kami atas keyakinan apriori superioritas sosialis di atas demokrasi borjuis".[111]

Di sela-sela kesibukannya, Gorbachev tetap dekat dengan kedua orang tuanya. Setelah ayahnya mulai sakit parah tahun 1974, Gorbachev bepergian bersamanya di Privolnoye sesaat sebelum kematiannya.[112] Putrinya, Irina, menikah dengan teman mahasiswanya, Anatoly Virgansky, bulan April 1978.[113] Pada tahun 1977, Majelis Agung Soviet menunjuk Gorbachev untuk mengetuai Komisi Tetap Urusan Pemuda atas pengalamannya memobilisasi para remaja di Komsomol.[114]

Sekretaris Komite Pusat: 1978–1984[sunting | sunting sumber]

Gorbachev bersikap skeptis terhadap pengerahan tentara Soviet di Afganistan (foto diambil tahun 1986).

Bulan November 1978, Gorbachev ditunjuk menjadi seorang Sekretaris Komite Pusat.[115] Penunjukannya sebagai sekretaris disetujui dengan suara bulat dari seluruh anggota Komite Pusat.[116] Untuk mengisi jabatan ini, Gorbachev dan istrinya berpindah ke Moskwa yang mulanya diberikan sebuah dacha tua di luar kota. Mereka kemudian pindah ke Sosnovka sebelum akhirnya ditempatkan di sebuah rumah yang baru saja dibangun.[117] Ia sebenarnya juga diberikan sebuah apartemen di dalam kota tetapi diberikan kepada putrinya dan menantunya karena Irina mulai bekerja di Institut Medis Kedua Moskwa.[118] Sebagai bagian dari elit politik Moskwa, Gorbachev dan istrinya kini memiliki akses perawatan kesehatan yang lebih mudah dan toko-toko khusus; mereka juga diberikan koki, pelayan, pengawal, dan sekretaris, meskipun sebagian besar dari mereka sebenarnya mata-mata KGB.[119] Di jabatan barunya, Gorbachev sering bekerja 12 hingga 16 jam sehari.[119] Ia dan istrinya sedikit bersosialisasi tetapi suka mengunjungi teater dan museum di Moskwa.[120]

Tahun 1978, Gorbachev ditunjuk mengisi Sekretariat Komite Pusat untuk Agrikultur menggantikan teman lamanya, Kulakov, yang meninggal akibat serangan jantung.[121] Konsentrasi perhatian Gorbachev dalam bidang agrikultur: hasil panen tahun 1979, 1980, dan 1981 semuanya buruk akibat kondisi cuaca sehingga negara harus melakukan impor untuk meningkatkan jumlah gandum.[122] Ia memiliki kekhawatiran yang meningkat tentang sistem manajemen agrikultur negara, menganggap pengambilan keputusan yang terlalu tersentralisasi yang seharusnya lebih banyak dari bawah ke atas.[123] Gorbachev mulai mengangkat poin-poin tersebut pada pidato pertamanya di sebuah Sidang Pleno Komite Pusat bulan Juli 1978.[124] Ia mulai mengkhawatirkan kebijakan-kebijakan yang lain juga. Bulan Desember 1979, Soviet mengirimkan tentara merah ke tetangganya, Afganistan untuk mendukung pemerintahan mereka yang berporos Soviet melawan pemberontak Islamis; Gorbachev secara pribadi berpikir bahwa ini adalah sebuah kesalahan.[125] Terkadang Gorbachev mendukung secara terbuka keputusan pemerintah; bulan Oktober 1980 misalnya, ia mendukung seruan Soviet agar pemerintah Marxis-Leninis Polandia menindak perbedaan pendapat internal negara.[125] Pada bulan yang sama, ia dipromosikan dari seorang kandidat anggota menjadi anggota penuh Politbiro, otoritas pembuat kebijakan tertinggi di Partai Komunis.[126] Gorbachev menjadi anggota termuda Politbiro saat itu.[126]

Bulan April 1983, Gorbachev memberikan pidato memperingati hari ulang tahun Lenin (gambar), pendiri Uni Soviet.

Setelah kematian Brezhnev bulan November 1982, Andropov menggantikannya sebagai Sekretaris Jenderal Partai Komunis, kepala pemerintahan de facto di Uni Soviet. Gorbachev sangat antusias dengan penunjukan itu.[127] Meskipun Gorbachev berharap Andropov akan memperkenalkan reformasi liberalisasi, yang akhirnya terjadi hanyalah pergantian personel saja dan bukannya perombakan struktural.[128] Gorbachev menjadi rekan terdekat Andropov di Politbiro;[129] atas desakan Andropov, Gorbachev terkadang mengetuai sidang Politbiro.[130] Andropov mendorong Gorbachev agar memperluas cakupan dari kebijakan agrikultur ke bidang-bidang lainnya untuk mempersiapkannya ke jabatan yang lebih tinggi.[131] Pada bulan April 1983, Gorbachev membawakan pidato tahunan memperingati hari ulang tahun Vladimir Lenin;[132] ini membuatnya harus membaca ulang tulisan-tulisan Lenin selanjutnya, dimana yang terakhir disebutkan adalah perihal reformasi dalam konteks Kebijakan Ekonomi Baru 1920-an dan mendorong keyakinan pribadi Gorbachev bahwa reformasi diperlukan.[133] Bulan Mei 1983, Gorbachev dikirimkan ke Kanada, bertemu dengan Perdana Menteri Pierre Trudeau, serta memberikan pidato di Parlemen Kanada.[134] Di sana, ia bertemu dan berteman dengan duta besar Soviet, Aleksandr Yakovlev, yang kemudian menjadi rekan politik kunci.[135]

Bulan Februari 1984, Andropov wafat; di ranjang kematiannya, Andropov mengindikasikan keinginannya agar Gorbachev yang meneruskannya.[136] Namun, banyak anggota Komite Pusat yang menganggap Gorbachev yang berumur 53 tahun kala itu masih terlalu muda dan tidak berpengalaman.[137] Sebagai gantinya, Konstantin Chernenko—rekan lama Brezhnev—ditunjuk menjadi Sekretaris Jenderal, tetapi ia sendiri memiliki kondisi kesehatan yang buruk.[138] Chernenko sering terlalu sakit untuk mengetuai sidang sehingga Gorbachev harus turun tangan di menit-menit terakhir.[139] Gorbachev terus mempererat rekan sekutu di Kremlin dan sekitarnya,[140] juga memberikan pidato utama dalam sebuah konferensi ideologi Soviet yang membuat para garis keras partai marah karena telah menyiratkan bahwa negara butuh reformasi.[141]

Bulan April 1984, Gorbachev ditunjuk mengetuai Komite Urusan Luar Negeri badan legislatif Soviet, sebuah jabatan kehormatan yang lebih besar.[142] Ia pergi ke Italia pada bulan Juni sebagai perwakilan Soviet dalam pemakaman Pemimpin Partai Komunis Italia Enrico Berlinguer;[143] sementara pada bulan September ia ke Sofia, Bulgaria untuk menghadiri perayaan hari jadi ke-40 pembebasan Sofia oleh Tentara Merah.[144] Bulan Desember di tahun yang sama ia berkunjung ke Britania atas permintaan Perdana Menteri Margaret Thatcher; Thatcher sadar bahwa Gorbachev adalah seorang yang berpotensi reformis sehingga Thatcher ingin bertemu dengannya.[145] Di akhir pertemuan mereka, Thatcher berkata, "Saya suka dengan Tuan Gorbachev. Kita bisa menjalankan urusan bersama."[146] Gorbachev merasa bahwa kunjungan ini dapat mengikis dominasi Andrey Gromyko atas kebijakan luar negeri Soviet yang pada saat yang bersamaan mengirim sinyal kepada pemerintah Amerika Serikat bahwa ia ingin memperbaiki hubungan Soviet dengan AS.[147]

Sekretaris Jenderal Partai Komunis[sunting | sunting sumber]

Gorbachev pada tahun 1985 dalam sebuah konferensi tingkat tinggi di Jenewa, Swiss.

Tanggal 10 Maret 1985, Chernenko meninggal.[148] Gromyko mengusulkan Gorbachev sebagai Sekretaris Jenderal berikutnya; sebagai anggota partai senior, rekomendasi Gromyko sangat dipertimbangkan oleh Komite Sentral.[149] Gorbachev memperkirakan akan banyak tentangan terhadap nominasinya sebagai Sekretaris Jenderal, tetapi akhirnya seluruh Politbiro mendukungnya.[150] Tidak lama setelah Chernenko meninggal, Politbiro dengan suara bulat memilih Gorbachev sebagai penerus; mereka lebih menginginkan Gorbachev daripada pemimpin yang lebih tua.[151] Dengan ini ia terpilih sebagai pemimpin ke-8 Uni Soviet.[7] Hanya sedikit kalangan pemerintahan yang memproyeksikan ia bakal menjadi seorang reformis yang terbukti radikal.[152] Meskipun tidak terlalu dikenal oleh publik Soviet, ada kelegaan bahwa pemimpin yang baru terpilih bukan orang tua dan mengidap penyakit. [153] Penampilan pertamanya di depan publik sebagai pemimpin adalah ketika pemakaman Chernenko di Lapangan Merah tanggal 14 Maret.[154] Dua bulan setelah terpilih, ia meninggalkan Moskwa untuk pertama kalinya dan berkunjung ke Leningrad, dimana ia berbicara di hadapan publik.[155] Bulan Juni ia mengunjungi Ukraina, bulan Juli ke Belarusia, dan bulan September ke Oblast Tyumen, meminta anggota partai di daerah untuk lebih bertanggung jawab memperbaiki permasalahan lokal.[156]

Tahun-tahun pertama: 1985–1986[sunting | sunting sumber]

Gaya kepemimpinan Gorbachev berbeda dari pendahulunya. Ia akan berhenti untuk bicara dengan rakyat di jalan, melarang pemasangan fotonya pada perayaan libur Lapangan Merah tahun 1985, dan mendorong diskusi terbuka pada rapat Politbiro.[157] Ke negara-negara Barat, Gorbachev dilihat lebih moderat dan pemimpin Soviet yang lebih tidak mengancam; tapi beberapa komentator Barat mempercayai bahwa aksinya untuk mengecoh negara-negara Barat untuk menurunkan tingkat keamanan.[158] Istrinya adalah penasehat utamanya yang terdekat, dan berperan seperti "ibu negara" dengan muncul bersama dengannya pada perjalanan luar negeri; kemunculan istrinya ini di publik merupakan pelanggaran praktik standar dan menimbulkan kebencian.[159] Pembantu dekatnya yang lain adalah Georgy Shakhnazarov dan Anatoly Chernyaev.[160]

Gorbachev menyadari bahwa Politbiro bisa saja menurunkan jabatannya, dan ia juga tidak bisa melanjutkan reformasi lebih jauh tanpa dukungan mayoritas di Politbiro.[161] Ia berusaha mengganti beberapa anggota senior dari Politbiro, di antaranya mendorong Grigory Romanov, Nikolai Tikhonov, dan Viktor Grishin untuk pensiun.[162] Ia mempromosikan Gromyko menjadi kepala negara, sebuah peran seremonial dengan sedikit pengaruh, dan menempatkan rekan dekatnya, Eduard Shevardnadze, untuk menempati bekas posisi Gromyko di kebijakan luar negeri.[163] Anggota lain yang dipromosikan olehnya termasuk Yakovlev, Anatoly Lukyanov, dan Vadim Medvedev.[164] Anggota lain yang dipromosikan oleh Gorbachev adalah Boris Yeltsin, yang dipilih menjadi Sekretaris Komite Pusat bulan Juli 1985.[165] Sebagian besar dari penunjukan ini berasal dari generasi baru pejabat-pejabat terdidik yang frustasi dengan era Brezhnev.[166] Dalam setahun pertamanya, 14 dari 23 kepala departemen di sekretariat diganti.[167] Hal ini mengamankan dominasi Gorbachev di Politbiro dalam setahun, lebih cepat daripada yang pernah dicapai Stalin, Khrushchev, atau Brezhnev.[168]

Kebijakan dalam negeri[sunting | sunting sumber]

Gorbachev di Gerbang Brandenburg dalam kunjungan ke Jerman Timur bulan April 1986.

Gorbachev berulang kali memperkenalkan istilah perestroika, yang pertama kali ia kemukakan bulan Maret 1984.[169] Ia melihat perestroika sebagai bagian dari reformasi untuk merestrukturisasi masyarakat dan ekonomi.[170] Gorbachev prihatin dengan produktivitas negara yang rendah, etos kerja yang rendah, dan kualitas barang produksi yang buruk;[171] dan negara nantinya hanya akan dianggap sebagai kekuatan tingkat kedua.[172] Tahap pertama dari perestroika adalah uskoreniye ("akselerasi"), istilah yang sering ia gunakan dalam 2 tahun pertama jabatannya.[173] Uni Soviet berada di belakang Amerika Serikat dalam banyak bidang produksi,[174] tetapi Gorbachev mengklaim bahwa program ini akan mempercepat dan menyamai hasil industri AS pada tahun 2000.[175] Rencana Lima Tahun 1985–90 ditargetkan untuk meningkatkan produksi antara 50 hingga 100%.[176] Untuk meningkatkan produktivitas pertanian, ia menggabungkan 5 kementerian dan sebuah komite negara menjadi satu entitas, yaitu Agroprom, meskipun pada akhir 1986 diakui bahwa merger ini adalah sebuah kegagalan.[177]

Tujuan dari reformasi adalah menopang ekonomi terencana yang terpusat—bukan bertransisi menuju sosialisme pasar. Dalam pidatonya pada akhir musim panas 1985 kepada para sekretaris urusan ekonomi komite-komite sentral negara-negara komunis di Eropa Timur, Gorbachev berkata, "Banyak dari Anda semua melihat solusi dari permasalahan-permasalahan yang ada dengan menggunakan mekanisme pasar daripada perencanaan langsung. Beberapa dari Anda sekalian yang melihat bahwa pasar adalah penyelamat ekonomi Anda. Tetapi, Kamerad, Anda seharusnya tidak memikirkan penyelamat tetapi cara menyelesaikannya, dan cara itu adalah sosialisme."[178] Perestroika Gorbachev juga memerlukan upaya untuk berpindah dari manajemen ekonomi teknokratis dengan semakin melibatkan para tenaga kerja dalam proses produksi industri.[179] Ia berpandangan bahwa sekalinya dibebaskan dari kontrol kuat perencanaan pusat, perusahaan milik negara akan menjadi sebuah pelaku ekonomi.[180] Ia dan pemimpin Soviet yang lain tidak mengantisipasi adanya oposisi dari reformasi perestroika; menurut interpretasi Marxisme mereka, mereka percaya bahwa dalam suatu masyarakat sosialis seperti Uni Soviet tidak akan ada "kontradiksi antagonis".[181] Bagaimanapun, akan ada persepsi publik di negara ini bahwa banyak birokrat hanya bercakap saja soal reformasi sambil mencoba merusaknya.[182] Gorbachev juga memulai konsep gospriyomka (penerimaan negara dari produksi) selama ia menjadi pemimpin,[183] yang merepresentasikan kontrol kualitas. Pada bulan April 1986, ia memperkenalkan reformasi agrarian menghubungkan upah dengan hasil dan memperbolehkan pertanian kolektif untuk menjual 30% produk mereka langsung kepada toko-toko atau koperasi daripada memberi semuanya kepada pemerintah untuk didistribusikan.[184] Dalam sebuah pidato bulan September 1986, ia merangkul ide-ide untuk mengenalkan kembali ekonomi pasar di negara di samping perusahaan privat, mengutip Kebijakan Ekonomi Baru Lenin sebagai pendahulunya; ia tetap menekankan bahwa ini bukanlah bentuk kembali kepada kapitalisme.[184]

Konsumsi alkohol di Uni Soviet meningkat terus menerus antara tahun 1950 dan 1985.[185] Pada tahun 1980-an, mabuk adalah masalah sosial utama dan Andropov telah merencanakan sebuah kampanye besar untuk membatasi konsumsi alkohol. Didorong oleh istrinya, Gorbachev—yang percaya bahwa kampanye ini akan meningkatkan kesehatan dan efisiensi kerja—mengawasi implementasi program ini.[186] Produksi alkohol dikurangi sekitar 40%, usia legal untuk minum minuman keras ditingkatkan dari 18 menjadi 21, harga alkohol dinaikkan, toko-toko dilarang menjualnya sebelum pukul 2 siang, dan hukuman lebih keras diperkenalkan apabila mabuk di depan umum, di tempat kerja, atau memproduksi alkohol di rumah.[187] Sebuah lembaga khusus dibuat untuk mengkampanyekan anti-alkohol; anggotanya mencapai 14 juta orang dalam 3 tahun.[188] Hasilnya, angka kejahatan turun dan harapan hidup meningkat antara tahun 1986 dan 1987.[189] Namun, produksi minuman ilegal juga meningkat,[190] dan reformasi ini cukup berpengaruh ke ekonomi Uni Soviet, sekitar 100 miliar dolar AS hilang antara tahun 1985 dan 1990.[191] Gorbachev kemudian menganggap kampanye ini gagal,[192] dan menghapusnya bulan Oktober 1988.[193] Setelah berakhir, butuh waktu beberapa tahun untuk mengembalikan produksi ke level sebelumnya, dimana kemudian konsumsi alkohol meningkat pesat di Rusia antara tahun 1990 dan 1993.[194]

Kunjungan Gorbachev ke Lituania tahun 1990 dalam upaya menghentikan deklarasi kemerdekaan Lituania yang disahkan dua bulan kemudian.

Di tahun kedua kepemimpinannya, Gorbachev mulai berbicara tentang glasnost, atau "keterbukaan".[195] Menurut Doder dan Branson, hal ini berarti "keterbukaan yang lebih besar dan keterusterangan dalam urusan pemerintahan dan untuk interaksi perbedaan serta terkadang ada perselisihan pandangan dalam debat politik, pers, dan budaya Soviet".[196] Sebagai dorongan untuk para reformis ke posisi media yang terkemuka, ia membawa masuk Sergey Zalygin menjadi kepala majalah Novy Mir dan Yegor Yakovlev menjadi kepala editor Moscow News.[197] Gorbachev menjadikan sejarawan Yuri Afanasiev Dekan Fakultas Arsip Bersejarah Negara, yang dari sini ia dapat mendesak pembukaan arsip rahasia dan menilai ulang sejarah Soviet.[166] Pemberontak terkenal seperti Andrey Sakharov dibebaskan dari pengasingan internal atau dari penjara.[198] Gorbachev menilai glasnost adalah tindakan yang diperlukan untuk memastikan perestroika dengan memperingati penduduk Soviet akan sifat masalah negara dengan harapan mereka dapat mendukung semangat Gorbachev dalam menyelesaikan masalah-masalah itu.[199] Sangat populer di kalangan inteligensia Soviet, yang menjadi pendukung utama Gorbachev,[200] glasnost menaikkan popularitasnya di masyarakat tetapi menjadi alarm bagi para garis keras Partai Komunis.[201] Bagi kebanyakan penduduk Soviet, tingkat kebebasan berbicara dan pres yang baru ini—dan pengungkapan masa lalu negara yang menyertainya—terasa tidak nyaman.[202]

Beberapa orang partai berpikir bahwa Gorbachev masih belum melangkah terlalu jauh dengan reformasinya, terutama oleh kritikus liberal terkemuka Boris Yeltsin. Popularitas Yeltsin meningkat pesat sejak 1985, terutama setelah mencapai peran sebagai penguasa Kota Moskwa.[203] Sama seperti anggota pemerintahan yang lain, Gorbachev bersikap skeptis kepada Yeltsin, yang menurutnya terlalu banyak mempromosikan diri sendiri.[204] Sementara itu, Yeltsin juga mengkritik Gorbachev, menganggap Gorbachev telah merendahkannya.[203] Pada awal tahun 1986, Yeltsin mulai menyerang Gorbachev dalam sidang Politbiro.[204] Ketika Kongres Partai ke-27, Yeltsin menyerukan reformasi yang lebih jauh dari yang dimulai Gorbachev dan mengkritisi kepemimpinan partai—meskipun tidak menyebut nama Gorbachev secara langsung—dan mengeklaim bahwa ini adalah pembentukan kultus individu yang baru. Gorbachev kemudian membuka mimbar untuk tanggapan, menyebabkan Yeltsin dikritik oleh para peserta secara terbuka selama beberapa jam.[205] Setelah kejadian ini, Gorbachev juga mengkritisi Yeltsin, mengklaim bahwa Yeltsin hanya peduli pada dirinya sendiri dan "buta politik".[206] Yeltsin kemudian mengundurkan diri dari jabatan penguasa Moskwa dan anggota Politbiro.[206] Dari titik ini, ketegangan antara keduanya meningkat menjadi saling membenci satu sama lain.[207]

Bulan April 1986, Bencana Chernobyl terjadi.[208] Tak lama setelah kejadian, para pejabat memberikan informasi yang salah pada Gorbachev untuk menganggap remeh insiden ini. Ketika skala bencana menjadi semakin jelas, 336.000 orang terpaksa mengungsi dari kawasan sekitar Chernobyl.[209] Taubman mencatat bahwa bencana ini menandai "titik balik bagi Gorbachev dan rezim Uni Soviet".[210] Beberapa hari setelahnya, ia memberikan kabar di televisi ke seluruh negeri.[211] Ia menyatakan bahwa bencana ini sebagai bukti dari masalah umum yang ia sebut dalam masyarakat Soviet, yaitu etos kerja yang payah dan lingkungan kerja yang tidak mau berubah.[212] Gorbachev juga mengatakan bahwa insiden ini meyakinkan ia mengenai skala inkompetensi dan kemampuan penanganan di Uni Soviet.[210] Mulai bulan April hingga akhir tahun, Gorbachev semakin terbuka dalam kritiknya mengenai sistem Soviet, termasuk produksi makanan, birokrasi negara, militer, dan begitu besarnya populasi narapidana.[213]

Kebijakan luar negeri[sunting | sunting sumber]

Pertemuan Presiden Reagan dan Gorbachev di Islandia tahun 1986.

Bulan Mei 1985, dalam sebuah pidato kepada Kementerian Luar Negeri Soviet—pertama kalinya pemimpin Soviet menyampaikan pesan secara langsung kepada para diplomatnya—Gorbachev mengemukakan "restrukturisasi radikal" kebijakan luar negeri.[214] Masalah utama dalam kepemimpinannya adalah keikutsertaan Soviet dalam perang sipil di Afganistan yang telah berlangsung lebih dari lima tahun.[215] Bertahun-tahun lamanya, tentara Soviet banyak memakan korban jiwa dan banyak menuai kritik di masyarakat dan militer.[215] Keluar dari perang ini adalah prioritas utama Gorbachev.[216] Bulan Oktober 1985, Gorbachev menemui pemimpin Marxis Afganistan Babrak Karmal, memintanya untuk menyadari rendahnya dukungan publik kepada pemerintahannya dan mencoba bekerja sama dengan oposisi.[216] Bulan itu juga, Politbiro menyetujui keputusan Gorbachev untuk menarik tentara dari Afganistan, meskipun tentara terakhir baru keluar bulan Februari 1989.[217]

Gorbachev juga mewarisi ketegangan tinggi pada era Perang Dingin.[218] Ia percaya bahwa sangat butuh memperbaiki hubungan dengan Amerika Serikat; ia terkejut dengan kemungkinan perang nuklir dan sadar bahwa Soviet tidak akan memenangkan perlombaan senjata. Kebutuhan untuk belanja militer yang tinggi juga merugikan keinginannya untuk reformasi dalam negeri.[218] Walaupun secara pribadi juga takut akan terjadinya perang nuklir, Presiden AS Ronald Reagan secara publik tidak menginginkan adanya penurunan tegangan antara kedua negara, menghapuskan détente dan kontrol senjata, memulai pengembangan militer, dan menyebut Uni Soviet sebagai "kekaisaran kejahatan".[219]

Gorbachev dan Reagan menginginkan sebuah pertemuan untuk mendiskusikan Perang Dingin, tetapi mereka mendapat banyak tentangan terhadap langkah-langkah yang dilakukan pemerintah untuk ini.[220] Mereka setuju untuk mengadakan pertemuan di Jenewa, Swiss bulan November 1985.[221] Gorbachev juga memperbaiki hubungan dengan anggota NATO lainnya, ia berkunjung ke Prancis bulan Oktober 1985 untuk bertemu Presiden François Mitterrand.[222] Di Pertemuan Jenewa, diskusi antara Gorbachev dan Reagan terkadang memanas, Gorbachev pada awalnya frustasi karena pihak Amerika Serikat "tidak mau mendengar apa yang saya katakan".[223] Selain mendiskusikan perang proksi di Afghanistan dan Nikaragua serta isu hak asasi manusia, mereka juga mendiskusikan kebijakan Strategic Defense Initiative (SDI) AS yang sangat ditentang Gorbachev.[224] Istri-istri mereka juga bertemu dan menghabiskan waktu bersama di pertemuan tersebut.[225] Pertemuan ini berakhir dengan komitmen bersama menghindari perang nuklir dan bertemu pada 2 pertemuan berikutnya di Washington D.C. (1986) dan di Moskwa (1987).[224] Setelah pertemuan ini, Gorbachev menuju Praha untuk bertemu dengan pemimpin Pakta Warsawa lainnya.[226]

Gorbachev bersama Erich Honecker, Pemimpin Jerman Timur. Gorbachev secara pribadi mengatakan kepada Chernyaev bahwa Honecker adalah seorang "bajingan".[227]

Bulan Januari 1986, Gorbachev mengusulkan 3 tahap program perlucutan senjata nuklir dunia pada akhir abad ke-20.[228] Sebuah kesepakatan kemudian dicapai untuk bertemu dengan Reagan di Reykjavík, Islandia bulan Oktober 1986. Gorbachev menginginkan jaminan keamanan bahwa SDI tidak akan diimplementasikan, dan sebagai gantinya ia mau mengurangi jumlah misil jarak jauh Uni Soviet hingga 50%.[229] Kedua pemimpin setuju dengan tujuan bersama melucuti senjata nuklir, tetapi Reagan menolak untuk menghapus program SDI dan tidak ada kesepakatan yang dicapai.[230] Setelah pertemuan itu, banyak sekutu Reagan mengkritisinya karena ketidaksetujuannya terhadap ide perlucutan senjata nuklir.[231] Gorbachev juga mengatakan pada Politbiro bahwa Reagan "luar biasa primitif, hidup di gua, dan lemah secara intelektual".[231]

Untuk hubungannya dengan negara berkembang, Gorbachev menemukan bahwa banyak negara sosialis atau pro-Soviet—seperti Muammar Khadafi (Libya) dan Hafez al-Assad (Suriah)—menjadi frustasi. Hubungan paling baik Gorbachev secara pribadi adalah dengan Perdana Menteri India Rajiv Gandhi.[215] Ia berpikir bahwa "kamp sosialis" yang berisi negara-negara dengan pemimpin Maxis–Leninis—negara-negara Blok Timur, Korea Utara, Vietnam, dan Kuba—merusak ekonomi Soviet karena mereka menerima barang jauh lebih banyak dari Uni Soviet ketimbang seluruh yang mereka berikan ke Uni Soviet.[232] Ia juga berusaha memperbaiki hubungan dengan Tiongkok, negara yang hubungannya sangat buruk dengan Soviet akibat Perpecahan Tiongkok-Soviet dan mengalami reformasi strukturalnya sendiri. Bulan Juni 1985, Gorbachev menandatangani perjanjian dagang sebesar US$14 miliar selama 5 tahun dan pada bulan Juli 1986, ia mengusulkan pengurangan tentara di sepanjang perbatasan Tiongkok-Soviet, menyebut Tiongkok sebagai "negara sosialis yang hebat".[233] Gorbachev menginginkan keanggotaan Soviet di Bank Pembangunan Asia dan menjalin hubungan lebih erat dengan negara-negara Pasifik, terutama Tiongkok dan Jepang.[234]

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Potret resmi Gorbachev. Banyak foto resmi dan penggambaran visual Gorbachev menghilangkan tanda lahir dari kepalanya.[235]

Dengan tinggi 1,75 meter,[236] Gorbachev memiliki nevus flammeus di bagian atas kepalanya.[237] Rambutnya menipis pada 1955[238] dan botak pada akhir 1965.[239] Sepanjang 1960-an ia berupaya melawan obesitas dan menjalani diet untuk mengontrol berat badannya;[83] Doder dan Branson mencirikannya sebagai "berisi namun tidak gemuk".[236] Gorbachev berbicara dengan aksen Rusia selatan[240] dan diketahui suka menyanyi lagu daerah maupun lagu pop.[241]

Selama hidupnya, Gorbachev selalu mencoba tampil modis.[242] Enggan minum minuman keras,[243] ia jarang minum dan tidak merokok.[244] Ia selalu protektif dengan kehidupan pribadinya dan menghindari mengundang orang ke rumahnya.[111] Ia sangat menyayangi istrinya[245] yang protektif kepadanya.[102] Ia merupakan orang tua dan kakek yang sering terlibat dalam urusan anak maupun cucunya.[246] Ia menyekolahkan putrinya—anak satu-satunya—ke sekolah lokal di Stavropol dan bukan ke sekolah yang dikhususkan untuk anak-anak para elit partai.[247] Tidak seperti orang sezamannya di pemerintahan Soviet, ia bukanlah seorang yang mata keranjang dan diketahui memperlakukan wanita dengan baik.[78]

Karya tulis[sunting | sunting sumber]

Tahun Judul Kopenulis Penerbit
1996 Memoirs Doubleday
2005 Moral Lessons of the Twentieth Century: Gorbachev and Ikeda on Buddhism and Communism Daisaku Ikeda I. B. Tauris
2016 The New Russia Polity
2018 In a Changing World
2020 What Is at Stake Now: My Appeal for Peace and Freedom Polity

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Ditangguhkan sekejap dari tanggal 19 hingga 21 Agustus 1991 selama Kudeta Agustus.
  2. ^ De facto hingga 21 Agustus 1991; de jure hingga 4 September.
  3. ^ Jabatan ini dihapuskan pada 25 Desember 1991 dan kekuasaan dipindahkan kepada Presiden Rusia Boris Yeltsin. Fungsi kepresidenan dilanjutkan oleh Majelis Kepala Negara dan Sekretaris Eksekutif Persemakmuran Negara-Negara Merdeka.
  4. ^ Dirinya sebagai Ketua Partai Persatuan Sosial Demokratik Rusia hingga 24 November 2001, dan Ketua Partai Sosial Demokratik Rusia hingga 20 Oktober 2007

Referensi[sunting | sunting sumber]

Kutipan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Medvedev 1986, hlm. 22; Doder & Branson 1990, hlm. 1; McCauley 1998, hlm. 15; Taubman 2017, hlm. 7.
  2. ^ Taubman 2017, hlm. 10.
  3. ^ McCauley 1998, hlm. 15; Taubman 2017, hlm. 10.
  4. ^ Doder, Branson & 1990, hlm. 4; McCauley & 1998, hlm. 15; Taubman & 2017, hlm. 7.
  5. ^ Taubman 2017, hlm. 8–9.
  6. ^ Taubman 2017, hlm. 9.
  7. ^ a b Medvedev 1986, hlm. 22.
  8. ^ a b Taubman 2017, hlm. 16.
  9. ^ Taubman 2017, hlm. 16, 17.
  10. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 1; Taubman 2017, hlm. 7.
  11. ^ McCauley 1998, hlm. 15; Taubman 2017, hlm. 12–13.
  12. ^ Taubman 2017, hlm. 14.
  13. ^ McCauley 1998, hlm. 16; Taubman 2017, hlm. 7.
  14. ^ McCauley 1998, hlm. 15–16; Taubman 2017, hlm. 7, 8.
  15. ^ Taubman 2017, hlm. 18–19.
  16. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 5–6; McCauley 1998, hlm. 17; Taubman 2017, hlm. 7, 20–22.
  17. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 5; McCauley 1998, hlm. 17; Taubman 2017, hlm. 8, 26–27.
  18. ^ Taubman 2017, hlm. 27.
  19. ^ Taubman 2017, hlm. 9, 27–28.
  20. ^ Taubman 2017, hlm. 29–30.
  21. ^ Taubman 2017, hlm. 8, 28–29.
  22. ^ Taubman 2017, hlm. 30.
  23. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 7; McCauley 1998, hlm. 18; Taubman 2017, hlm. 32.
  24. ^ Taubman 2017, hlm. 32.
  25. ^ McCauley 1998, hlm. 18; Taubman 2017, hlm. 34.
  26. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 6; McCauley 1998, hlm. 18; Taubman 2017, hlm. 8, 34.
  27. ^ a b Taubman 2017, hlm. 42.
  28. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 6, 8; McCauley 1998, hlm. 18; Taubman 2017, hlm. 40–41.
  29. ^ Medvedev 1986, hlm. 35.
  30. ^ Taubman 2017, hlm. 43.
  31. ^ Taubman 2017, hlm. 50.
  32. ^ Taubman 2017, hlm. 44.
  33. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 14; Taubman 2017, hlm. 48.
  34. ^ Taubman 2017, hlm. 53.
  35. ^ Taubman 2017, hlm. 52.
  36. ^ McCauley 1998, hlm. 19; Taubman 2017, hlm. 45, 52.
  37. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 10; McCauley 1998, hlm. 19; Taubman 2017, hlm. 46.
  38. ^ Taubman 2017, hlm. 46.
  39. ^ McCauley 1998, hlm. 19; Taubman 2017, hlm. 46.
  40. ^ Taubman 2017, hlm. 47.
  41. ^ Medvedev 1986, hlm. 36–37; Doder & Branson 1990, hlm. 11; McCauley 1998, hlm. 19; Taubman 2017, hlm. 45, 53, 56–57.
  42. ^ McCauley 1998, hlm. 20; Taubman 2017, hlm. 57–58.
  43. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 15; Taubman 2017, hlm. 59, 63.
  44. ^ Taubman 2017, hlm. 59–63.
  45. ^ Taubman 2017, hlm. 66.
  46. ^ Taubman 2017, hlm. 72–73.
  47. ^ a b McCauley 1998, hlm. 20; Taubman 2017, hlm. 68.
  48. ^ Taubman 2017, hlm. 70.
  49. ^ Taubman 2017, hlm. 70–71.
  50. ^ Medvedev 1986, hlm. 42; McCauley 1998, hlm. 20.
  51. ^ McCauley 1998, hlm. 20.
  52. ^ McCauley 1998, hlm. 20–21; Taubman 2017, hlm. 73–74.
  53. ^ McCauley 1998, hlm. 20; Taubman 2017, hlm. 74.
  54. ^ McCauley 1998, hlm. 20–21; Taubman 2017, hlm. 75.
  55. ^ McCauley 1998, hlm. 21; Taubman 2017, hlm. 77.
  56. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 31; Taubman 2017, hlm. 78.
  57. ^ Taubman 2017, hlm. 95.
  58. ^ McCauley 1998, hlm. 210; Taubman 2017, hlm. 81–83.
  59. ^ Taubman 2017, hlm. 81.
  60. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 19; McCauley 1998, hlm. 23; Taubman 2017, hlm. 86.
  61. ^ McCauley 1998, hlm. 23; Taubman 2017, hlm. 89.
  62. ^ Medvedev 1986, hlm. 56, 62; Doder & Branson 1990, hlm. 19; McCauley 1998, hlm. 29; Taubman 2017, hlm. 115–116.
  63. ^ Medvedev 1986, hlm. 63; Doder & Branson 1990, hlm. 19; McCauley 1998, hlm. 29; Taubman 2017, hlm. 111–113.
  64. ^ Taubman 2017, hlm. 86.
  65. ^ Taubman 2017, hlm. 90–91.
  66. ^ Taubman 2017, hlm. 90.
  67. ^ McCauley 1998, hlm. 22; Taubman 2017, hlm. 96–98.
  68. ^ Taubman 2017, hlm. 78.
  69. ^ Taubman 2017, hlm. 80.
  70. ^ Medvedev 1986, hlm. 74; Doder & Branson 1990, hlm. 32; McCauley 1998, hlm. 25; Taubman 2017, hlm. 105–106.
  71. ^ Taubman 2017, hlm. 103, 105.
  72. ^ Medvedev 1986, hlm. 47; Doder & Branson 1990, hlm. 31; McCauley 1998, hlm. 23; Taubman 2017, hlm. 98.
  73. ^ McCauley 1998, hlm. 23; Taubman 2017, hlm. 100.
  74. ^ Taubman 2017, hlm. 89.
  75. ^ McCauley 1998, hlm. 23; Taubman 2017, hlm. 99.
  76. ^ Taubman 2017, hlm. 100.
  77. ^ Medvedev 1986, hlm. 49; McCauley 1998, hlm. 23.
  78. ^ a b Taubman 2017, hlm. 102.
  79. ^ Taubman 2017, hlm. 149.
  80. ^ Medvedev 1986, hlm. 50; Doder & Branson 1990, hlm. 24; McCauley 1998, hlm. 24.
  81. ^ Taubman 2017, hlm. 107.
  82. ^ Medvedev 1986, hlm. 61; McCauley 1998, hlm. 26.
  83. ^ a b Taubman 2017, hlm. 116.
  84. ^ Medvedev 1986, hlm. 63; Doder & Branson 1990, hlm. 32; McCauley 1998, hlm. 28; Taubman 2017, hlm. 119.
  85. ^ Medvedev 1986, hlm. 64.
  86. ^ McCauley 1998, hlm. 30.
  87. ^ Taubman 2017, hlm. 123–124.
  88. ^ Medvedev 1986, hlm. 64–65; McCauley 1998, hlm. 30; Taubman 2017, hlm. 124.
  89. ^ McCauley 1998, hlm. 28–29; Taubman 2017, hlm. 125.
  90. ^ Taubman 2017, hlm. 125–126.
  91. ^ Medvedev 1986, hlm. 65; Doder & Branson 1990, hlm. 32; McCauley 1998, hlm. 29; Taubman 2017, hlm. 120.
  92. ^ Taubman 2017, hlm. 121–122.
  93. ^ Taubman 2017, hlm. 121.
  94. ^ Medvedev 1986, hlm. 73; Taubman 2017, hlm. 121.
  95. ^ Medvedev 1986, hlm. 65.
  96. ^ a b Taubman 2017, hlm. 127.
  97. ^ Taubman 2017, hlm. 129.
  98. ^ McCauley 1998, hlm. 31–32; Taubman 2017, hlm. 130.
  99. ^ McCauley 1998, hlm. 33; Taubman 2017, hlm. 131–132.
  100. ^ Taubman 2017, hlm. 123.
  101. ^ Taubman 2017, hlm. 128–129.
  102. ^ a b Taubman 2017, hlm. 157.
  103. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 35–36; Taubman 2017, hlm. 138–139.
  104. ^ McCauley 1998, hlm. 35; Taubman 2017, hlm. 145–146.
  105. ^ Medvedev 1986, hlm. 108, 113; McCauley 1998, hlm. 35.
  106. ^ Medvedev 1986, hlm. 78; Taubman 2017, hlm. 149.
  107. ^ Taubman 2017, hlm. 149–150.
  108. ^ Medvedev 1986, hlm. 30; Taubman 2017, hlm. 150–151.
  109. ^ Taubman 2017, hlm. 151–152.
  110. ^ Taubman 2017, hlm. 152.
  111. ^ a b Taubman 2017, hlm. 153.
  112. ^ Taubman 2017, hlm. 153–154.
  113. ^ Taubman 2017, hlm. 156.
  114. ^ Medvedev 1986, hlm. 77.
  115. ^ Medvedev 1986, hlm. 92; McCauley 1998, hlm. 36; Taubman 2017, hlm. 157.
  116. ^ Taubman 2017, hlm. 161.
  117. ^ Taubman 2017, hlm. 164–175.
  118. ^ Taubman 2017, hlm. 165, 166.
  119. ^ a b Taubman 2017, hlm. 165.
  120. ^ McCauley 1998, hlm. 40; Taubman 2017, hlm. 166.
  121. ^ Medvedev 1986, hlm. 95–96; Doder & Branson 1990, hlm. 38–39.
  122. ^ Medvedev 1986, hlm. 107; Doder & Branson 1990, hlm. 40.
  123. ^ Taubman 2017, hlm. 177–78.
  124. ^ McCauley 1998, hlm. 34.
  125. ^ a b Taubman 2017, hlm. 173.
  126. ^ a b Medvedev 1986, hlm. 107.
  127. ^ Medvedev 1986, hlm. 118, 121–122; Doder & Branson 1990, hlm. 43; McCauley 1998, hlm. 41; Taubman 2017, hlm. 179–180.
  128. ^ Taubman 2017, hlm. 180.
  129. ^ Medvedev 1986, hlm. 123.
  130. ^ Taubman 2017, hlm. 181, 191.
  131. ^ Galeotti 1997, hlm. 32; Taubman 2017, hlm. 181.
  132. ^ Medvedev 1986, hlm. 123; Galeotti 1997, hlm. 32; Taubman 2017, hlm. 181.
  133. ^ Taubman 2017, hlm. 182.
  134. ^ Medvedev 1986, hlm. 124; Doder & Branson 1990, hlm. 46–47; McCauley 1998, hlm. 31; Taubman 2017, hlm. 182–185.
  135. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 47; McCauley 1998, hlm. 31; Taubman 2017, hlm. 182.
  136. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 50; Taubman 2017, hlm. 190–191.
  137. ^ Medvedev 1986, hlm. 138; Doder & Branson 1990, hlm. 56.
  138. ^ Medvedev 1986, hlm. 138–139; Doder & Branson 1990, hlm. 51–52; McCauley 1998, hlm. 43; Taubman 1998, hlm. 192.
  139. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 57; McCauley 1998, hlm. 43; Taubman 2017, hlm. 193.
  140. ^ Taubman 2017, hlm. 193.
  141. ^ Medvedev 1986, hlm. 158–159; Taubman 2017, hlm. 193–195.
  142. ^ Medvedev 1986, hlm. 142; Taubman 2017, hlm. 196.
  143. ^ McCauley 1998, hlm. 44; Taubman 2017, hlm. 195.
  144. ^ Medvedev 1986, hlm. 155.
  145. ^ Medvedev 1986, hlm. 159; Doder & Branson 1990, hlm. 59; McCauley 1998, hlm. 44; Taubman 2017, hlm. 196.
  146. ^ Medvedev 1986, hlm. 159; McCauley 1998, hlm. 44; Taubman 2017, hlm. 201.
  147. ^ Taubman 2017, hlm. 197.
  148. ^ Medvedev 1986, hlm. 4; Doder & Branson 1990, hlm. 62; McCauley 1998, hlm. 45; Taubman 2017, hlm. 204.
  149. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 63–64; McCauley 1998, hlm. 45.
  150. ^ Taubman 2017, hlm. 205–206.
  151. ^ Medvedev 1986, hlm. 16; McCauley 1998, hlm. 46; Taubman 2017, hlm. 211–212.
  152. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 69.
  153. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 65.
  154. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 66.
  155. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 87; McCauley 1998, hlm. 59; Taubman 2017, hlm. 213.
  156. ^ Medvedev 1986, hlm. 194–195; Doder & Branson 1990, hlm. 101; McCauley 1998, hlm. 60; Taubman 2017, hlm. 237.
  157. ^ Taubman 2017, hlm. 228.
  158. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 76.
  159. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 20; Taubman 2017, hlm. 224–226.
  160. ^ McCauley 1998, hlm. 54; Taubman 2017, hlm. 223.
  161. ^ McCauley 1998, hlm. 52, 55.
  162. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 100; Taubman 2017, hlm. 219–220.
  163. ^ Medvedev 1986, hlm. 177; Doder & Branson 1990, hlm. 95; McCauley 1998, hlm. 52; Taubman 2017, hlm. 220.
  164. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 97; Taubman 2017, hlm. 221.
  165. ^ Medvedev 1986, hlm. 177; McCauley 1998, hlm. 53; Taubman 2017, hlm. 222.
  166. ^ a b Doder & Branson 1990, hlm. 94.
  167. ^ McCauley 1998, hlm. 54.
  168. ^ McCauley 1998, hlm. 52.
  169. ^ McCauley 1998, hlm. 50.
  170. ^ McCauley 1998, hlm. 55.
  171. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 81.
  172. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 82.
  173. ^ McCauley 1998, hlm. 51, 55; Taubman 2017, hlm. 235.
  174. ^ McCauley 1998, hlm. 50–51.
  175. ^ Taubman 2017, hlm. 236.
  176. ^ McCauley 1998, hlm. 56.
  177. ^ Taubman 2017, hlm. 236–237.
  178. ^ Bialer, Seweryn; Afferica, Joan (1985). "Special Supplement: The Genesis of Gorbachev's World"Perlu langganan berbayar. America and the World 1985 (dalam bahasa Inggris). 64 (3): 605–644. 
  179. ^ McCauley 1998, hlm. 56, 57.
  180. ^ McCauley 1998, hlm. 57.
  181. ^ McCauley 1998, hlm. 61–62.
  182. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 167; McCauley 1998, hlm. 58.
  183. ^ Giulietto, Chiesa (1991). Time of Change: An Insider's View of Russia's Transformation (dalam bahasa Inggris). I.B.Tauris. hlm. 30. ISBN 978-1-85043-305-7. 
  184. ^ a b Doder & Branson 1990, hlm. 166.
  185. ^ Tarschys 1993, hlm. 16; Bhattacharya, Gathmann & Miller 2013, hlm. 236.
  186. ^ Taubman 2017, hlm. 232, 234.
  187. ^ Medvedev 1986, hlm. 187–188; Doder & Branson 1990, hlm. 86; Bhattacharya, Gathmann & Miller 2013, hlm. 236.
  188. ^ Tarschys 1993, hlm. 19; Bhattacharya, Gathmann & Miller 2013, hlm. 236.
  189. ^ Taubman 2017, hlm. 232.
  190. ^ Medvedev 1986, hlm. 188; Tarschys 1993, hlm. 20.
  191. ^ McCauley 1998, hlm. 62; Taubman 2017, hlm. 233.
  192. ^ Taubman 2017, hlm. 233.
  193. ^ Tarschys 1993, hlm. 22; Bhattacharya, Gathmann & Miller 2013, hlm. 238.
  194. ^ Bhattacharya, Gathmann & Miller 2013, hlm. 233, 238.
  195. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 75, 140, 142.
  196. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 142–143.
  197. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 93.
  198. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 172; Taubman 2017, hlm. 250–251.
  199. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 143.
  200. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 148.
  201. ^ Taubman 2017, hlm. 251.
  202. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 146–147.
  203. ^ a b Taubman 2017, hlm. 322.
  204. ^ a b Taubman 2017, hlm. 324.
  205. ^ McCauley 1998, hlm. 71; Taubman 2017, hlm. 323, 326–328.
  206. ^ a b Taubman 2017, hlm. 329.
  207. ^ Taubman 2017, hlm. 330.
  208. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 129; Taubman 2017, hlm. 240.
  209. ^ Taubman 2017, hlm. 240.
  210. ^ a b Taubman 2017, hlm. 241.
  211. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 134.
  212. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 137.
  213. ^ Taubman 2017, hlm. 242–243.
  214. ^ Taubman 2017, hlm. 266.
  215. ^ a b c Taubman 2017, hlm. 271.
  216. ^ a b Taubman 2017, hlm. 272.
  217. ^ Taubman 2017, hlm. 272–273.
  218. ^ a b Taubman 2017, hlm. 263.
  219. ^ Taubman 2017, hlm. 275.
  220. ^ Taubman 2017, hlm. 278.
  221. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 109; Taubman 2017, hlm. 278.
  222. ^ Medvedev 1986, hlm. 237–238; McCauley 1998, hlm. 142; Taubman 2017, hlm. 278–279.
  223. ^ Taubman 2017, hlm. 285.
  224. ^ a b Taubman 2017, hlm. 286.
  225. ^ Taubman 2017, hlm. 289–291.
  226. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 114.
  227. ^ Taubman 2017, hlm. 484.
  228. ^ McCauley 1998, hlm. 80; Taubman 2017, hlm. 291.
  229. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 159–162; McCauley 1998, hlm. 81; Taubman 2017, hlm. 294.
  230. ^ McCauley 1998, hlm. 80–81; Taubman 2017, hlm. 297–301.
  231. ^ a b Taubman 2017, hlm. 304.
  232. ^ Taubman 2017, hlm. 267.
  233. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 154–155.
  234. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 222.
  235. ^ Medvedev 1998, hlm. 160.
  236. ^ a b Doder & Branson 1990, hlm. 50.
  237. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 50; Taubman & 2017, hlm. 7.
  238. ^ Taubman 2017, hlm. 77.
  239. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 32; Taubman 2017, hlm. 121.
  240. ^ Doder & Branson 1990, hlm. 50; Taubman 2017, hlm. 44.
  241. ^ Taubman 2017, hlm. 94.
  242. ^ Taubman 2017, hlm. 179.
  243. ^ McCauley 1998, hlm. 18.
  244. ^ Taubman 2017, hlm. 142.
  245. ^ Taubman 2017, hlm. 4.
  246. ^ Taubman 2017, hlm. 4–5.
  247. ^ Taubman 2017, hlm. 155.

Sumber dan bacaan lanjutan[sunting | sunting sumber]

  • Bhattacharya, Jay; Gathmann, Christina; Miller, Grant (2013). "The Gorbachev Anti-Alcohol Campaign and Russia's Mortality Crisis". American Economic Journal: Applied Economics (dalam bahasa Inggris). 5 (2): 232–260. doi:10.1257/app.5.2.232. JSTOR 43189436. PMC 3818525alt=Dapat diakses gratis. PMID 24224067. 
  • Bunce, Valerie (1992). "On Gorbachev". The Soviet and Post-Soviet Review (dalam bahasa Inggris). 19 (1): 199–206. doi:10.1163/187633292X00108. 
  • Doder, Dusko; Branson, Louise (1990). Gorbachev: Heretic in the Kremlin (dalam bahasa Inggris). London: Futura. ISBN 978-0708849408. 
  • Galeotti, Mark (1997). Gorbachev and his Revolution (dalam bahasa Inggris). London: Palgrave. ISBN 978-0333638552. 
  • Gooding, John (1990). "Gorbachev and Democracy". Soviet Studies (dalam bahasa Inggris). 42 (2): 195–231. doi:10.1080/09668139008411864. JSTOR 152078. 
  • Kotkin, Stephen (2008) [2001]. Armageddon Averted: The Soviet Collapse, 1970-2000 (dalam bahasa Inggris) (edisi ke-2). Oxford: Oxford University Press. ISBN 978-0195368642. 
  • McCauley, Martin (1998). GorbachevPerlu mendaftar (gratis). Profiles in Power (dalam bahasa Inggris). London & New York: Longman. ISBN 978-0582215979. 
  • McHugh, James T (1995). "Last of the enlightened despots: A comparison of President Mikhail Gorbachev and Emperor Joseph II". Social Science Journal 32.1 (dalam bahasa Inggris): 69–85. doi:10.1016/0362-3319(95)90020-9. 
  • Medvedev, Zhores (1986). Gorbachev (dalam bahasa Inggris). Oxford: Basil Blackwell. ISBN 978-0393023084. 
  • Steele, Jonathan (1996). "Why Gorbachev Failed". New Left Review (dalam bahasa Inggris). 216: 141–152. 
  • Tarschys, Daniel (1993). "The Success of a Failure: Gorbachev's Alcohol Policy, 1985–88". Europe-Asia Studies (dalam bahasa Inggris). 45 (1): 7–25. doi:10.1080/09668139308412074. JSTOR 153247. 
  • Taubman, William (2017). Gorbachev: His Life and Times (dalam bahasa Inggris). New York City: Simon and Schuster. ISBN 978-1471147968. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Jabatan partai politik
Didahului oleh:
Konstantin Chernenko
Sekretaris Jenderal Partai Komunis Uni Soviet
1985–1991
Diteruskan oleh:
Vladimir Ivashko (pejabat)
Jabatan politik
Didahului oleh:
Andrey Gromyko sebagai
Ketua Presidium Majelis Agung Uni Soviet
Ketua Presidium Majelis Agung Uni Soviet (1988–1989)
Ketua Majelis Agung Uni Soviet (1989–1990)
Presiden Uni Soviet (1990–1991)

1988–1991
Diteruskan oleh:
Jabatan dihapus
Penghargaan dan prestasi
Didahului oleh:
Bendera Filipina Corazon Aquino
Person of the Year
1987
Diteruskan oleh:
Bumi yang Terancam Punah
Didahului oleh:
Bumi yang Terancam Punah
Person of the Year (Man of the Decade)
1989
Diteruskan oleh:
Bendera Amerika Serikat George H.W. Bush
Didahului oleh:
Bendera Tibet Dalai Lama
Penerima Nobel Perdamaian
1990
Diteruskan oleh:
Bendera Myanmar Aung San Suu Kyi
Didahului oleh:
Belum ada
Penerima Penghargaan Kebebasan Ronald Reagan
1992
Diteruskan oleh:
Colin Powell