Wehrmacht

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Angkatan Bersenjata Jerman
Wehrmacht
Balkenkreuz.svg
Balkenkreuz dengan salib yang lurus, sebuah versi dari Salib Besi, lambang dari Wehrmacht
Aktif1935–46[3]
Negara Jerman (1935–45)
Templat:Country data Allied-occupied Germany (1945–46)
AliansiJerman Nazi
CabangHeer
Kriegsmarine
Luftwaffe
PeranAngkatan bersenjata Jerman Nazi
Jumlah personel20.700.000 (total yang mengabdi) 2.200.000 (1945)
MarkasZossen
PelindungAdolf Hitler
Warna seragamFeldgrau
PertempuranPerang Saudara Spanyol (1936 - 1939)
Perang Dunia II (1939 - 1945)
DekorasiSee full list.
Komandan tempur
Wakil komandanAdolf Hitler (1934-1945)
Karl Dönitz (1945)
Tokoh berjasaAdolf Hitler
Hermann Göring
Wilhelm Keitel
Erich Raeder
Karl Dönitz
Robert Ritter von Greim
Erwin Rommel
Insignia
Tanda pengenalBalkenkreuz
Tanda pengenalSwastika

Wehrmacht adalah nama angkatan bersenjata Nazi-Jerman sejak tahun 1935 sampai 1945. Selama Perang Dunia II, Wehrmacht terdiri dari Heer (Angkatan Darat), Kriegsmarine (Angkatan Laut), dan Luftwaffe (Angkatan Udara).

Asal dan penggunaan istilah[sunting | sunting sumber]

Istilah"Wehrmacht " berasal dari kata majemuk Jerman: wehren, "untuk membela" dan Macht , "kekuatan" dan secara harfiah berarti "Untuk membela kekuatan". setelah bangkitnya NSDAP, istilah Wehrmacht mulai digunakan dalam arti umum untuk menyebutkan angkatan bersenjata dari bangsa manapun, yang difungsikan sebagai "pertahanan tanah air". Contohnya, istilah Britische Wehrmacht berarti menunjuk kepada angkatan bersenjata Inggris.

Pasal 47 dari Undang-undang Dasar Republik Weimar tahun 1919 menyatakan "Reichspräsident memegang kekuasaan tertinggi semua angkatan bersenjata Reich". Untuk memberi ciri khas, istilah Reichswehr digunakan untuk menyebut angkatan bersenjata Jerman.

Pada tahun 1935, atau pada saat Kaum Nazi bangkit, Reichswehr kemudian diganti menjadi Wehrmacht. Maka, istilah Wehrmacht secara tak resmi digunakan untuk merujuk kepada angkatan bersenjata Jerman selama masa Reich ke-3 dan PD II.

Struktur komando[sunting | sunting sumber]

Struktur Wehrmacht 1939 - 1945
Struktur Wehrmacht antara tahun 1939 - 1945

Secara hukum, Panglima tertinggi Wehrmacht adalah Adolf Hitler dalam kapasitasnya sebagai Presiden Jerman, jabatannya pun diperoleh Hitler setelah kematian Presiden Paul von Hindenburg pada Agustus 1934. Dengan mendirikan Wehrmacht pada tahun 1935, Hitler menunjuk dirinya sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Wehrmacht, ia mempertahankan posisinya sebagai Presiden atau Kanselir sampai bunuh diri pada tanggal 30 April 1945. Gelar Panglima Tertinggi diberikan kepada Menteri Reichswehr, yaitu Werner von Blomberg yang secara bersamaan berganti nama menjadi Menteri Perang Reich. Setelah Blomberg-Fritsch Affair, Blomberg mengundurkan diri dan Hitler menghapuskan sistem Kementerian Perang pada Wehrmacht. Sebagai pengganti kementerian, Komando Tinggi Wehrmacht, yakni Oberkommando der Wehrmacht (OKW), di bawah Field Marshal Wilhelm Keitel, ditempatkan sebagai pengganti Kementerian Perang.

di bawah kekuasaan OKW, ada tiga cabang dalam OKW: Oberkommando des Heeres (OKH), Oberkommando der Marine (OKM), dan Oberkommando der Luftwaffe (OKL). OKW dimaksudkan untuk berfungsi sebagai komando bersama dan mengoordinasikan semua kegiatan militer, dan Hitler sebagai atasannya. Meskipun banyak perwira senior seperti von Manstein, OKW telah mengadvokasi untuk Komando Bersama tri-layanan nyata, atau penunjukan Kepala Staf Gabungan tunggal, Hitler menolak. Bahkan setelah kekalahan besarnya di Stalingrad, Hitler sudah menolak, ia menyatakan bahwa Göring sebagai Reichsmarschall dan wakil Hitler, tidak akan diperintah oleh orang lain atau melihat dirinya setara dengan komandan militer Wehrmacht layanan lainnya. Namun, alasan yang lebih mungkin adalah Hitler khawatir itu akan merusak citranya tentang "sentuhan Midas" mengenai strategi militer.

Dengan mendirikan OKW, Hitler memperkuat kendalinya atas Wehrmacht. Menampilkan pengekangan di awal perang, Hitler juga menjadi semakin terlibat dalam operasi militer yang dilakukan oleh Jerman.

Selain itu, ada kekompakan yang jelas antara ketiga Komando Tinggi dan OKW, karena jenderal senior tidak menyadari kebutuhan, kemampuan, dan keterbatasan cabang-cabang lainnya. Dengan Hitler menjabat sebagai Panglima Tertinggi, perintah cabang sering dipaksa untuk memperebutkan pengaruh dengan Hitler. Namun, pengaruh dengan Hitler tidak hanya datang dari pangkat dan prestasi, tetapi juga yang dianggap Hitler sebagai loyal, yang mengarah ke persaingan antar-layanan, bukan kohesi antara penasihat militernya.

Korban[sunting | sunting sumber]

Menurut perkiraan, 6.000.000 tentara terluka selama perang, sementara lebih dari 11.000.000 tentara menjadi tahanan perang. Secara keseluruhan, sekitar 5.318.000 tentara dari Jerman dan negara-negara lain berperang untuk angkatan bersenjata Jerman, termasuk personil Waffen-SS, Volkssturm, dan kolaborator asing diperkirakan tewas dalam perang, atau meninggal karena luka, dan juga meninggal dalam tahanan oleh sekutu atau hilang dalam Perang dunia II. Termasuk juga dalam jumlah ini adalah 215.000 warga sipil Soviet yang dipaksa masuk militer oleh Jerman.

Kejahatan perang[sunting | sunting sumber]

Selama Perang Dunia Kedua dari awal hingga akhir, Angkatan bersenjata Jerman (Wehrmacht) telah banyak melakukan kejahatan perang. Dari semua kejahatan yang ada, Holokaus menjadi yang paling terkenal, terkait dengan pembataian yang membunuh lebih dari 11 juta orang. Selain itu, Wehrmacht melakukan kejahatan perang dengan menginvasi negara-negara lain. Seperti Prancis (Tahun 1940), Uni Soviet (1941) serta Afrika Utara (1941/1942). Jerman pula melakukan kejahatan perang dengan menginvasi Uni Soviet pada 1941 berjumlah sekitar 3 juta tentara Jerman yang ikut melakukan kejahatan perang (seperti melakukan penembakan warga sipil di Uni Soviet) selama invasi berlangsung.

Hal-hal yang dilakukan tersebut terkait dengan kepemimpinan Adolf Hitler dan propaganda Nazi yang sangat membenci Komunisme dan Yahudi (termasuk Bolshevik Yahudi) serta etnik Mongolia (maupun etnik-etnik di Asia). Hal yang membuat Hitler membenci Komunis adalah Perang Saudara Rusia dimana keluarganya termasuk kaum Menshevik yang telah mengalami kekalahan dalam perang tersebut dalam mengalahkan pihat Komunis (Bolshevik). Kebencian Hitler pada Yahudi adalah dengan dugaan bahwa Orang Yahudi ingin menguasai dunia.

Pasukan Wehrmacht yang sedang mengantar warga sipil untuk dieksekusi.
Tentara-tentara Wehrmacht yang mengeksekusi tawanan perang Sekutu di Serbia pada tanggal 20 Agustus, 1941.


Pasca Perang Dunia II[sunting | sunting sumber]

Setelah Nazi Jerman menyerah tanpa syarat pada tanggal 7 Mei 1945, Jerman dilarang memiliki angkatan bersenjata. Terbelahnya Jerman pada masa Perang Dingin memicu pembentukan angkatan militer di Republik Federal Jerman (Jerman Barat) dan Republik Demokratik Jerman (Jerman Timur).

Militer Jerman Barat terbentuk pada tanggal 5 Mei 1955 dengan nama Bundeswehr yang berarti Angkatan Pertahanan Federal. Sementara militer Jerman Timur dibentuk pada 1 Maret 1956 dengan nama Tentara Rakyat Nasional (Nationale Volksarmee).

Catatan[sunting | sunting sumber]

  • Adalah tidak tepat jika menyamakan Wehrmacht hanya dengan angkatan darat (Heer). Kendaraan Wehrmacht yang digunakan oleh Heer, Luftwaffe atau angkatan laut memiliki plat nomor dengan WH, WL, WM.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Enactments and Approved Papers of the Control Council and Coordinating Committee Germany For Year 1945" (PDF). Diakses tanggal 2015-01-26. 
  2. ^ "Enactments and Approved Papers of the Control Council and Coordinating Committee Germany For Year 1945" (PDF). Diakses tanggal 2015-01-26. 
  3. ^ Official dissolution of the Wehrmacht began with the German Instrument of Surrender of 8 May 1945. Reasserted in Proclamation No. 2 of the Allied Control Council on 20 September 1945 the dissolution was officially declared by Law No. 34 of 20 August 1946.[1][2]