Paul von Hindenburg

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Paul von Hindenburg
Presiden Jerman ke-2
Presiden Reich Jerman ke-2
Masa jabatan
12 Mei 1925 – 2 Augustus 1934
Kanselir Hans Luther (1925–1926)
Wilhelm Marx (1926–1928)
Hermann Müller (1928–1930)
Heinrich Brüning (1930–1932)
Franz von Papen (1932)
Kurt von Schleicher (1932–1933)
Adolf Hitler (1933–1934)
Didahului oleh Friedrich Ebert
Digantikan oleh Adolf Hitler
(Sebagai Führer dan Kanselir)
Karl Dönitz
(dalam gelar)
Kepala Staf Jenderal Jerman
Masa jabatan
29 Augustus 1916 – 3 Juli 1919
Penguasa monarki Wilhelm II
Didahului oleh Erich von Falkenhayn
Digantikan oleh Wilhelm Groener
Informasi pribadi
Lahir Paul Ludwig Hans Anton von Beneckendorff und von Hindenburg
2 Oktober 1847
Posen, Kepangeranan Agung Posen (kini Poznań, Provinsi Polandia Besar, Polandia)
Meninggal 2 Agustus 1934 (umur 86)
Neudeck dekat Rosenberg,Prusia Timur, Jerman (sekarang Ogrodzieniec dekat Susz, Polandia)
Kebangsaan Jerman
Partai politik Independen
Suami/istri Gertrud von Hindenburg
Anak Oskar von Hindenburg,
Irmengard Pauline von Hindenburg,
Annemaria von Hindenburg
Agama Lutheranisme
Tanda tangan

Paul Ludwig Hans Anton von Beneckendorff und von Hindenburg (2 Oktober 18472 Agustus 1934), dilahirkan di Posen (sekarang Poznań, Polandia) adalah Presiden Jerman pada masa Republik Weimar. Setelah mendapat pendidikan di sekolah kadet Wahlstatt dan Berlin ia berperang dalam Perang Koniggratz (1866) dan pada Perang Perancis-Rusia (1870-71). Ia naik pangkat menjadi jenderal pada 1903. Hindenburg berhenti dari ketentaraan pada 1911.

Pada pecahnya Perang Dunia I Hindenburg dipanggil kembali oleh Angkatan Bersenjata Jerman dan setelah dikirim ke Front Timur ia memenangkan kemenangan menentukan atas Rusia di Tannenberg (1914) dan Danau Masaurian (1915). Dipandang sebagai penyelamat Prusia Timur, ia dinaikkan pangkat pada panglima tertinggi dan pada 29 Agustus 1916, ia menjadi Kepala Staf Ketentaraan Jerman.

Dengan dukungan pejabat militer senior dan industriawan sayap kanan, Hindenburg dan jenderal intendannya Erich von Ludendorff, membentuk yang kemudian dikenal sebagai Komando Tertinggi Ketiga. Kediktatoran industri militer ini memegang kekuasaan sampai 29 September 1918, saat dengan kekalahan yang tak bisa dielakkan karena ofensif yang gagal di Perancis, pemerintahan Jerman kembali ke Reichstag.

Hindenburg istirahat dari Tentara Jerman pada Oktober 1918, namun meneruskan mengambil kepentingan aktif dalam politik. Pada 1925, Hindenburg menggantikan Friedrich Ebert sebagai Presiden Jerman dengan dukungan kelompok partai kanan. Terpilih kembali pada 1932,namun ia tak mampu menentang perkembangan Adolf Hitler dan pada Januari 1933,ia terpaksa mengangkat Hitler sebagai kanselir setelah perundingan yang dilakukan Joseph Goebbels. Begitu terkenalnya Paul von Hindenburg di kalangan rakyat Jerman sehingga Hitler hanya sanggup menggulingkan pemerintahan konstitusi setelah kematian Von Hindenburg pada tahun 1934.


Didahului oleh:
Erich von Falkenhayn
Chief of the General Staff
1916 – 1919
Diteruskan oleh:
Wilhelm Groener
Didahului oleh:
Friedrich Ebert
Presiden Jerman
1925 – 1934
Diteruskan oleh:
Adolf Hitler
(Führer & Kanselir)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]