Donald Trump

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Donald Trump
Presiden terpilih Amerika Serikat
Mulai menjabat
20 Januari 2017
Wakil Presiden Mike Pence (terpilih)
Akan menggantikan Barack Obama
Informasi pribadi
Lahir Donald John Trump
14 Juni 1946 (umur 70)
New York City, New York, Amerika Serikat
Partai politik Republik (1987–1999, 2009–2011, 2012–sekarang)
Afiliasi politik
lain
Suami/istri
Anak
Alma mater Universitas Fordham
Universitas Pennsylvania (BS)
Kekayaan bersih US$4,5 miliar[3]
Tanda tangan Tanda tangan Donald J. Trump
Media sosial
Situs web greatagain.gov

Donald John Trump (/ˈdɒnəld ɒn trʌmp/; lahir 14 Juni 1946) adalah pebisnis, tokoh televisi realita, politikus, dan Presiden terpilih Amerika Serikat. Sejak 1971, ia memimpin The Trump Organization, perusahaan induk utama untuk semua usaha properti dan kepentingan bisnis lain miliknya. Sepanjang karier bisnisnya, Trump telah membangun gedung perkantoran, hotel, kasino, lapangan golf, dan fasilitas bermerek lainnya di seluruh dunia. Ia terpilih sebagai presiden Amerika Serikat ke-45 pada pilpres 2016 dari Partai Republik; ia mengalahkan calon dari Partai Demokrat, Hillary Clinton. Ia akan dilantik pada tanggal 20 Januari 2017.

Trump lahir dan besar di New York City. Ia mendapat gelar sarjana dari jurusan ekonomi Wharton School di Universitas Pennsylvania pada tahun 1968. Tahun 1971, ia mengambil alih operasi perusahaan properti dan konstruksi milik bapaknya, Fred Trump. Trump tampil di berbagai ajang Miss USA yang penyelenggaraannya dikuasai Trump sejak tahun 1996 sampai 2015. Ia juga tampil secara mendadak di sejumlah film dan seri televisi. Ia sempat mencalonkan diri sebagai presiden dari Partai Reformasi pada tahun 2000, namun mengundurkan diri sebelum pemungutan suara dimulai. Ia merupakan pembawa acara dan produser The Apprentice, seri televisi realita di NBC, pada tahun 2004 sampai 2015. Pada 2016, ia terdaftar di Forbes sebagai orang terkaya ke-324 di dunia dan ke-113 di Amerika Serikat dengan kekayaan bersih $4,5 miliar.[3]

Pada Juni 2015, Trump mengumumkan pencalonan dirinya sebagai presiden dari Partai Republik dan langsung menjadi calon unggulan. Bulan Mei 2016, para pesaingnya di Partai Republik menghentikan kampanyenya masing-masing. Bulan Juli 2016, ia secara resmi dicalonkan sebagai presiden pada Konvensi Nasional Republik 2016. Kampanye Trump mendapat liputan media dan perhatian luas di dalam maupun luar negeri. Banyak pernyataan Trump dalam berbagai wawancara, Twitter, maupun kegiatan kampanyenya yang memicu kontroversi atau terbukti keliru. Sejumlah kegiatan kampanye Trump sepanjang pemilihan pendahuluan dibarengi oleh unjuk rasa. Setelah Trump menang pemilu, ia memulai proses transisi pemerintahan. Pada usia 70 tahun, ia merupakan orang tertua yang menjabat sebagai presiden Amerika Serikat.

Kebijakan Trump meliputi renegosiasi perjanjian dagang A.S.–Cina, penolakan terhadap beberapa perjanjian dagang seperti NAFTA dan Kemitraan Trans-Pasifik, penegakan hukum imigrasi yang lebih ketat serta membangun tembok di sepanjang perbatasan A.S.–Meksiko, reformasi perawatan veteran, pembatalan dan penggantian Undang-Undang Layanan Kesehatan Terjangkau (Affordable Care Act), dan pemotongan pajak. Setelah serangan Paris November 2015, Trump mengusulkan penghentian sementara imigrasi Muslim ke Amerika Serikat; ia kemudian mengubah rencana kebijakannya menjadi "pemeriksaan latar sangat ketat" dari negara-negara tertentu.[4]

Kehidupan awal dan karier

Trump lahir tanggal 14 Juni 1946 di Jamaica, Queens, salah satu permukiman di New York City.[5] Ia merupakan anak keempat dari lima bersaudara. Tiga saudaranya masih hidup: Maryanne, Elizabeth, dan Robert. Kakak Trump, Fred Jr., meninggal dunia pada tahun 1981 akibat alkoholisme. Atas alasan inilah, Donald tidak pernah meminum minuman beralkohol atau merokok.[6]

Trump memiliki keturunan Jerman dari pihak bapaknya dan Skotlandia dari pihak ibunya. Keempat kakek-neneknya lahir di Eropa. Bapaknya, Fred Trump (1905–1999), lahir di Queens dari orang tua yang berasal dari Kallstadt, Jerman, dan menjadi salah satu pengembang properti terbesar di New York City.[7][8] Ibunya, Mary Trump (née MacLeod, 1912–2000), lahir di Tong, Lewis, Skotlandia.[9] Fred dan Mary bertemu di New York dan menikah pada tahun 1936, lalu membangun rumah tangga di Queens.[9][10] Pamannya, John G. Trump, seorang dosen di Institut Teknologi Massachusetts dari tahun 1936 sampai 1973, terlibat dalam penelitian radar pihak Sekutu pada Perang Dunia Kedua dan membantu merancang mesin sinar-X yang memperpanjang usia penderita kanker. Pada tahun 1943, Federal Bureau of Investigation meminta John Trump mempelajari penelitian dan alat-alat Nikola Tesla setelah Tesla meninggal di kamarnya di New Yorker Hotel.[11] Kakek Donald Turmp adalah Frederick Trump, pengusaha restoran dan asrama di sekitar Seattle dan Klondike, Kanada.[12]

Keluarga Trump aslinya merupakan pengikut Lutheran, namun orang tua Trump merupakan jemaat Gereja Reformed Amerika.[13] Nama keluarga Trump sebelumnya dieja Drumpf atau Drumpft, kemudian berubah menjadi Trump semasa Perang Tiga Puluh Tahun pada abad ke-17.[14] Trump mengatakan bahwa ia bangga akan darah Jermannya; ia menjabat marsekal tinggi pada pagelaran German-American Steuben Parade tahun 1999 di New York City.[15]

Pendidikan

A black-and-white photograph of Donald Trump as a teenager, smiling and wearing a dark uniform with various badges and a light-colored stripe crossing his right shoulder. This image was taken while Trump was in the New York Military Academy in 1964.
Trump pada usia 18 tahun di New York Military Academy, 30 Juni 1964

Keluarga ini memiliki rumah dua lantai berarsitektur Kebangkitan Tudor di Midland Parkway, Jamaica Estates, tempat Trump menetap saat masih bersekolah di The Kew-Forest School.[16] Trump berhenti sekolah pada usia 13 tahun dan mendaftar di New York Military Academy (NYMA),[17] Cornwall, New York. Di sana, Trump lulus setelah menyelesaikan kelas delapan. Pada tahun 1983, Fred Trump mengatakan kepada seorang wartawan bahwa Donald itu "anak yang cukup bandel ketika masih kecil."[18] Trump ikut serta dalam latiha ngerak baris, mengenakan seragam, dan mendapat pangkat kapten pada tahun seniornya. Ia dipindahkan dari jabatan komandan setelah salah satu anggotanya diduga memplonco anggota baru di baraknya; Trump mengatakan bahwa ia "naik pangkat" dengan pemindahan tersebut.[19] Tahun 2015, Trump memberitahu penulis biografinya bahwa NYMA memberinya "latihan militer yang lebih keras dibandingkan orang-orang yang terlibat di militer".[20]

Trump kuliah di Universitas Fordham di Bronx selama dua tahun sejak Agustus 1964. Ia kemudian pindah ke Wharton School, Universitas Pennsylvania, Philadelphia. Wharton School saat itu merupakan salah satu perguruan yang memiliki departemen kajian properti di Amerika Serikat.[21][22] Ia menyambi bekerja di perusahaan milik keluarganya, Elizabeth Trump & Son, yang menggunakan nama nenek Trump dari pihak bapak.[23] Trump lulus dari Wharton bulan Mei 1968 dengan gelar Bachelor of Science dari jurusan ekonomi.[22][24][25]

Trump tidak ikut wajib militer pada masa Perang Vietnam.[26] Semasa kuliah tahun 1964 sampai 1968, ia mendapat empat surat penangguhan medis.[27] Tahun 1966, ia dinilai layak ikut wajib militer setelah mengikuti uji kesehatan militer. Tahun 1968, ia dinilai layak oleh dewan wajib militer daerah, tetapi diberikan surat penangguhan medis 1-Y pada Oktober 1968.[28] Dalam sebuah wawancara untuk biografi tahun 2015, Trump mengatakan bahwa ia diberi surat penangguhan medis karena memiliki taji tumit.[20] Bulan Desember 1969, Trump mendapat nilai tinggi pada undian wajib militer sehingga ia boleh tidak ikut dinas militer.[28][29][30]

Karier properti

Semasa kuliah, Trump mengawali karier di dunia properti lewat perusahaan milik bapaknya,[31] Elizabeth Trump and Son,[32] yang mengutamakan rumah sewa kelas menengah di distrik Brooklyn, Queens, dan Staten Island. Fred dan Donald Trump menanam modal sebesar $500.000 untuk membuka kembali komplek apartemen Swifton Village di Cincinnati, Ohio.[33]

Operasi perusahaan diserahkan ke Trump pada tahun 1971. Trump mengganti nama perusahaan menjadi The Trump Organization.[34][35] Ia diangkat sebagai presiden organisasi pada tahun 1973. Pada tahun yang sama, ia dan bapaknya menarik perhatian luas setelah Departemen Kehakiman menuduh mereka mendiskriminasi orang-orang kulit hitam yang ingin menyewa apartemen dan tidak melakukan pemeriksaan latar ekonomi seperti yang dijanjikan sebelumnya. Dalam sebuah perjanjian tertulis, Trump mengaku tidak melakukan perbuatan curang dan calon penyewa minoritas yang layak akan diwakili oleh Urban League.[36][37]

Proyek pertama Trump di Manhattan adalah renovasi Grand Hyatt Hotel pada tahun 1978 di sebelah Grand Central Terminal setelah sebelumnya ditempati Commodore Hotel. Sebagian besar renovasi ini didanai oleh pinjaman sebesar $70 juta yang dijamin oleh Fred Trump dan jaringan hotel Hyatt.[38][39]

Pendidikan

Saat berusia 13 tahun, orang tuanya mengirim ke sekolah militer New York dengan harapan energinya tersalurkan secara langsung dan ia bisa menjadi orang yang tegas yang selalu berbicara dengan baik.

Pada saat kuliah Trump menjadi pekerja honorer di kampusnya NYMA (New York Military Academy).

Pada tahun 1962, Trump bergabung dengan regu sepak bola, kemudian pada tahun 1962 sampai 1964 ia masuk ke team bisbol dan menjadi kaptennya. Trump pernah mendapat penghargaan Coachs Award tahun 1964 dan pernah dipromosikan menjadi Kapten Taruna Militer S4 (Cadet Battalion Logistics Officer).

Trump kuliah di Fordhan University selama dua tahun sebelum dipindahkan ke Wharton School di University of Pennsylvania. Setelah kuliah tahun 1968 pada jurusan ekonomi dengan konsentrasi dibidang keuangan, ia bergabung di perusahaan penjualan rumah mewah milik ayahnya. Saat itu statusnya masih lajang.

Karier dan bisnis

Trump memulai kariernya di perusahaan ayahnya, The Trump Organization yang berkonsentrasi di bidang penyewaan rumah kelas menengah. Salah satu proyek pertamanya adalah merenovasi komplek apartemen Swifton Village di Cincinnati, Ohio. Trump mengubah komplek apartemen 1200 unit dan menaikkan tarif 66% menjadi 100%. Ketika menjual kembali Swifton Village seharga US$ 12 juta, Trump Organization meraup keuntungan sebesar US$ 6 juta.

Pada tahun 1970an, Trump mendapat keuntungan dari Pemerintah kota New York atas pembayaran pajak sebagai ganti krisis keuangan yang dihadapi Hotel Commodore. Trump juga sukses mengembangkan bidang properti untuk Javits Convention Center. Berkembangnya Javits Convention Center membuat Trump berurusan dengan pemerintah kota New York. Salah satu proyeknya yang bernilai US$ 110 juta ternyata membuat New York membayar antara US$ 750 juta hingga US$ 1 miliar. Trump menawarkan untuk mengganti rugi proyek itu tetapi tawarannya ditolak.

Keadaan yang serupa terjadi ketika New York berusaha untuk merenovasi Wollman Rink di Central Park. Sebuah proyek pada tahun 1980 yang ditagetkan selesai dalam 2,5 tahun, tetapi hingga tahun 1986 dan US$ 12 juta telah dikeluarkan proyek belum selesai. Trump menawarkan untuk menangani proyek itu dan ia menyelesaikannya dalam waktu 6 bulan dengan dana hanya US$ 2,750,000. Menariknya, selama awal tahun 1980an, Trump mengambil alih usaha jasa Roy Cohn, kepala Senat Komite Permanen pada Penyelidikan ( Senate Permanent Subcommittee on Investigations).

Resesi dan kebangkrutan

Pada tahun 1990, sebagai dampak dari resesi, Trump kesulitan membayar utangnya. Ia dihadapkan pada masalah pembayar pinjaman atas kasino ketiganya yaitu Taj Mahal yang setara dengan 1 miliar dollar dengan bunga sangat tinggi.

Meski ia harus mempertahankan bisnisnya dengan tambahan pinjaman dan menunda pembayaran bunga pinjaman, pada tahun 1991 melonjaknya hutang membuat bisnisnya mengalami kemunduran yang besar. Bank-bank telah kehilangan ratusan juta dolar.

Pada tanggal 2 November 1992, Trump Plaza Hotel terpaksa merencanakan paket perlindungan dari kebangkrutan setelah tidak mampu membayar tunggakan pinjaman. Dalam rencananya, Trump bersedia untuk memberikan 49 persen saham dari Hotel mewah tersebut. Kepada Citibank dan 5 penyandang dana lainnya. Namun sebaliknya, Trump menerima keadaan yang lebih baik yaitu menjabat posisi sebagai Chief Executive, meski tanpa bayaran.

Pada tahun 1994, Trump kehilangan 900 juta dolar dari rekening pribadinya dan kerugian drastis pada sektor bisnis sebesar 3,5 miliar dolar. Ketika ia dipaksa untuk meninggalkan Trump Shuttle, ia diharuskan untuk mengurus Trump Tower di New York City dan mengontrol 3 buah kasino di Atlantic City.

Chase Manhattan Bank yang telah meminjamkan uang kepada Trump untuk membeli West Side Yards, yang merupakan parsel Manhattan terbesarnya, terpaksa harus dijual kepada pengembang-pengembang di Asia.

Menurut anggota pembentuk Organisasi Trump, Trump tidak mengembalikan semua kepemilikan atas Real Estate. Para pemilik berjanji untuk memberikan 30 persen dari keuntungan manakala bangunan-bangunan tersebut selesai dikembangkan atau terjual. Hingga masa itu, para pemilik menginginkan apa yang telah Trump lakukan yaitu membangun kerja. Mereka kemudian memberikan model konstruksi terbaru dan dana manajemen untuk mempercepat pembangunan.

Di media

Donald Trump telah muncul di media dengan versi karikatur di seri-seri televisi dan film-film seperti Home Alone 2, The Nanny, The Fresh Prince of Bel Air, Pays of Our live dan sebagai karakter ia sendiri adalah The Little Rascals, serta menjadi bintang tamu acara-acara talk show.

Tahun 2004, Trump menjadi produser eksekutif dan pembawa acara di NBC acara realitas, The Apprentice, yang mana keduanya merupakan persaingan grup manajemen kelas atas. Kontestan ada yang dipecat atau terminasi dari permainan. Pemenang dari permainan ini akan dikontrak selama 1 tahun di perusahaan Trump dengan gaji 250 ribu dolar. Untuk satu tahun pertama, Trump mendapat bayaran sebesar 50.000 dolar per episode, namun karena acara tersebut sukses, ia kemudian dibayar 3 juta dolar per episode, dan ini menjadi orang pertelevisian dengan bayaran tertinggi. Pada tahun 2007 Trump mendapat penghargaan atas program The Apprentice dengan menerima sebuah bintang di Hollywood Walk of Fame.

Trump juga dikenal sebagai penggemar Wrestling Entertaintment. Ia menjadi pembawa acara di Wrestles Mania IV dan V di Trump Palza, dan juga menampilkan beberapa selebritis pada acara Wresles Mania VII dan XX. Trump juga terlibat dalam acara WWE yang kemudian dikenal dengan “Perang Milyarder”. Cerita ini berawal ketika Trump mengumbar kata-kata bahwa ia dapat mengalahkan pemilik WWE, Vince McMahon dengan segala kemampuan. McMahon menjadi geram dan ia ingin bertarung dngan Trump satu lawan satu. Tapi keduanya sepakat untuk bertarung melalui pegulat mereka dalam acara Wrestle Mania 23. trump menunjuk Bobby Lashley sebagai petarung untuk melawan petarung McMahon, Umaga.

Organisasi Miss Universe dimiliki oleh Trump dan NBC. Organisasi ini memproduksi Miss Universe, Miss USA dan Miss Teen USA. Tahun 2005, Trump meluncurkan sebuah perusahaan pendidikan bisnis yang bernama Trump University. Pada suatu ketika Trump juga meluncurkan perusahaan-perusahaan yang ia beri nama Trump Buffet, Trump Catering dan Trump ice Cream Parlor. Januari 2006, Trump meluncurkan sebuah situs perjalanan daring, GoTrump.com. Situs ini berisikan beberapa properti milik Trump seperti hotel dan biro-biro perjalanan.

Kehidupan pribadi

Trump menikah sebanyak 3 kali yaitu:

  • Ivana Zelnickova, lahir tahun 1949, Trump menikahinya tahun 1977, Ivana melahirkan 3 orang anak yaitu Donald Jr pada tanggal 31 Desember 1977, Ivanka pada tanggal 30 Oktober 1981 dan Eric tanggal 11 Januari 1984. Pada Tahun 1992 mereka bercerai.
  • Marla Maples, lahir tahun 1963, Trump menikahinya tahun 1993 dan mereka memiliki 1 anak yaitu Tiffany yang lahir pada tanggal 13 Oktober 1993.
  • Melanija Kanvs, lahir tahun 1970. Trump melamarnya tanggal 26 April 2004 kemudian menikahinya tanggal 22 Januari 2005 di Bethesda, Pantai Palm, Florida. Hadir padasaat itu Bill Clinton, Barbara Walters, Tony Bennett dan Radolph Giulani. Mereka punya 1 anak yang lahir pada tanggal 20 Maret 2006.

Lihat pula

Catatan

Referensi

  1. ^ Gillin, Joshua (August 24, 2015). "Bush says Trump was a Democrat longer than a Republican `in the last decade’". PolitiFact. Diakses tanggal October 21, 2015. 
  2. ^ Sargent, Hilary (January 22, 2014). "The Man Responsible for Donald Trump’s Never-Ending Presidential Campaign". Boston.com. A New Hampshire Republican activist named Mike Dunbar dreamed up the idea of a Donald Trump presidency [in] early summer of 1987... Dunbar launched a ‘Draft Trump’ campaign... Stories about a possible Trump presidency ran in newspapers across the country... (Trump was registered as a Democrat at the time...) 
  3. ^ a b "#324 Donald Trump". Forbes. 
  4. ^ Kamisar, Ben (October 9, 2016). "Trump: Muslim ban 'morphed' into 'extreme vetting'". The Hill. Diakses tanggal November 14, 2016. 
  5. ^ Jamaica Hospital (June 14, 1946). "Certificate of Birth: Donald John Trump" (PDF). Fox News Channel. Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal April 9, 2011. Diakses tanggal May 31, 2016. 
  6. ^ Horowitz, Jason (January 2, 2016). "For Donald Trump, Lessons From a Brother's Suffering". The New York Times. Diakses tanggal July 24, 2016. 
  7. ^ Blair, Gwenda (August 24, 2015). "The Man Who Made Trump Who He Is". Politico. Diakses tanggal July 24, 2016. 
  8. ^ "Mary MacLeod Trump Philanthropist, 88". The New York Times (Obituary). August 9, 2000. Diakses tanggal May 12, 2016. 
  9. ^ a b Pilon, Mary (June 24, 2016). "Donald Trump's Immigrant Mother". The New Yorker. 
  10. ^ McGrane, Sally (April 29, 2016). "The Ancestral German Home of the Trumps". The New Yorker. 
  11. ^ Davidson, Amy (April 8, 2016). "Donald Trump’s Nuclear Uncle". The New Yorker. Diakses tanggal July 24, 2016. 
  12. ^ "Donald Trump's grandfather ran Canadian brothel during gold rush". CBC News. September 19, 2015. Diakses tanggal December 10, 2015. 
  13. ^ Blair, Gwenda (2001). The Trumps: Three Generations of Builders and a Presidential Candidate (1st ed.). Simon & Schuster. pp. 28–29 and p. 453. ISBN 9780743210799.
  14. ^ Blair, Gwenda (2001). The Trumps: Three Generations That Built an Empire. New York: Simon & Schuster. p. 26. ISBN 978-0-7432-1079-9. 
  15. ^ Frates, Chris (August 24, 2015). "Donald Trump's Immigrant Wives". CNN. Diakses tanggal September 3, 2015. 
  16. ^ Horowitz, Jason (September 22, 2015). "Donald Trump's Old Queens Neighborhood Contrasts With the Diverse Area Around It". The New York Times. Diakses tanggal January 17, 2016. 
  17. ^ Strauss, Valerie (July 17, 2015). "Yes, Donald Trump really went to an Ivy League school". The Washington Post. Diakses tanggal February 27, 2016. 
  18. ^ Bender, Marylin (August 7, 1983). "The empire and ego of Donald Trump". The New York Times. Diakses tanggal May 22, 2008. 
  19. ^ Miller, Michael (January 9, 2016). "50 years later, disagreements over young Trump's military academy record". The Washington Post. Diakses tanggal April 9, 2016. 
  20. ^ a b Barbaro, Michael (September 8, 2015). "Donald Trump Likens His Schooling to Military Service in Book". The New York Times. Diakses tanggal September 8, 2015. 
  21. ^ Blair, Gwenda (2005). Donald Trump: Master Apprentice. Simon and Schuster. pp. 16–. ISBN 978-0-7432-7510-1. 
  22. ^ a b Viser, Matt (August 28, 2015). "Even in college, Donald Trump was brash". The Boston Globe. 
  23. ^ Ehrenfreund, Max (September 3, 2015). "The real reason Donald Trump is so rich". The Washington Post. Diakses tanggal January 17, 2016. 
  24. ^ "The Best Known Brand Name in Real Estate". The Wharton School. Spring 2007. 
  25. ^ "Two Hundred and Twelfth Commencement for the Conferring of Degrees" (PDF). University of Pennsylvania. May 20, 1968. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal July 19, 2016. 
  26. ^ Montopoli, Brian (April 29, 2011). "Donald Trump avoided Vietnam with deferments, records show". CBS News. Diakses tanggal July 17, 2015. 
  27. ^ Lee, Kurtis (August 4, 2016). "How deferments protected Donald Trump from serving in Vietnam". Los Angeles Times. ISSN 0458-3035. Diakses tanggal August 4, 2016. 
  28. ^ a b Whitlock, Craig (July 21, 2015). "Questions linger about Trump's draft deferments during Vietnam War". The Washington Post. 
  29. ^ Goldman, Russell (April 29, 2011). "Donald Trump's Own Secret: Vietnam Draft Records". ABC News. Diakses tanggal August 1, 2016. Nor do the documents categorically suggest it was deferments and not a high draft number that ultimately allowed him to avoid the draft. 
  30. ^ Eder, Steve; Philipps, Dave (August 1, 2016). "Donald Trump's Draft Deferments: Four for College, One for Bad Feet". The New York Times. ISSN 0362-4331. Diakses tanggal August 2, 2016. Because of his medical exemption, his lottery number would have been irrelevant, said Richard Flahavan, a spokesman for the Selective Service System, who has worked for the agency for three decades... Still, Mr. Trump, in the interviews, said he believed he could have been subject to another physical exam to check on his bone spurs, had his draft number been called. 'I would have had to go eventually because that was a minor medical...' But the publicly available draft records of Mr. Trump include the letters 'DISQ' next to his exam date, with no notation indicating that he would be re-examined. 
  31. ^ "In Step With: Donald Trump". Parade. November 14, 2004. Diarsipkan dari versi asli tanggal October 14, 2010. 
  32. ^ Trump, Donald J.; Schwartz, Tony (January 1989) [First published 1987]. Trump: The Art of the Deal. Warner Books. p. 46. ISBN 978-0-446-35325-0. He called his company Elizabeth Trump & Son ... 
  33. ^ "Donald Trump's Bond Hill connection". The Enquirer. August 12, 2015. 
  34. ^ Blair, Gwenda (2005). Donald Trump: Master Apprenticel. Simon & Schuster. p. 23. ISBN 978-0-7432-7510-1. 
  35. ^ Kelly, Conor (July 27, 2015). "Meet Donald Trump: Everything You Need To Know (And Probably Didn't Know) About The 2016 Republican Presidential Candidate". ABC News. 
  36. ^ Dunlap, David (July 30, 2015). "1973: Meet Donald Trump". The New York Times. Diarsipkan dari versi asli tanggal July 31, 2015. Trump Management... was also to allow the league to present qualified applicants for every fifth vacancy... Trump himself said he was satisfied that the agreement did not 'compel the Trump Organization to accept persons on welfare as tenants unless as qualified as any other tenant.' 
  37. ^ Kranish, Michael; O'Harrow, Robert (January 23, 2016). "Inside the government's racial bias case against Donald Trump's company, and how he fought it". The Washington Post. Civil rights groups in the city viewed the Trump company as just one example of a nationwide problem of housing discrimination. But targeting the Trumps provided a chance to have an impact, said Eleanor Holmes Norton, who was then chairwoman of the city's human rights commission. 'They were big names.' 
  38. ^ Wooten, Sara McIntosh (2009). Donald Trump: From Real Estate to Reality TV. pp. 32–35. ISBN 0-7660-2890-9. 
  39. ^ Kessler, Glenn (March 3, 2016). "Trump's false claim he built his empire with a 'small loan' from his father". The Washington Post. 

Pranala luar

Jabatan bisnis
Didahului oleh:
Fred Trump
Ketua dan Presiden The Trump Organization
1971–sekarang
Petahana
Jabatan politik
Didahului oleh:
Barack Obama
Presiden Amerika Serikat
Terpilih

Mulai menjabat 2017
Petahana
Jabatan partai politik
Didahului oleh:
Mitt Romney
Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik
2016
Pejabat terkini

Templat:Donald Trump