Hubungan Rusia dengan Tiongkok
Rusia |
Tiongkok |
|---|---|


Hubungan diplomatik antara Tiongkok dan Rusia secara dramatis terjadi setelah pembubaran Uni Soviet dan pendirian Federasi Rusia pada 1991. Kedua negara tersebut berbagi perbatasan tanah yang diatur pada 1991, dan menandatangani Perjanjian Ketetanggaan yang Baik dan Kerjasama Persahabatan pada 2001. Pada malam kunjungan negara 2013 di Moskow oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin menandai ulang bahwa negara tersebut menjalin hubungan khusus.[1] Setelah terjadinya invasi Ukraina Februari 2022 Tiongkok sama sekali tidak mengutuk Rusia tapi juga tidak mendukung Rusia karena sikap Tiongkok terhadap Rusia netral. Mengingat hubungan khusus dan kepentingan bersama walaupun disisi lain Tiongkok telah menjual persenjataannya ke Rusia. Semenjak Rusia terkena sanksi ekonomi dan terisolasi dari negara-negara barat, hubungan antara Rusia dan Tiongkok semakin kuat dan Rusia semakin bergantung dengan Tiongkok dari segi ekonomi.Tiongkok telah membantu dan meningkatkan investasi ekonomi besar besaran ke Rusia terutama perusahaan-perusahaan otomotif asal Tiongkok yang mulai banyak berekspansi ke Rusia untuk menggantikan mobil-mobil asal Eropa di Rusia. Yang membuat Tiongkok menjadi salah satu mitra dagang paling penting dan peringkat teratas bagi Rusia semenjak terkena sanksi ekonomi dari negara-negara Barat karena invasinya ke Ukraina pada Februari 2022.
Perbandingan negara
[sunting | sunting sumber]| Wilayah | 9,640,011 km² (3,717,813 sq mi) | 17,125,242 km² (6,612,093 sq mi) |
| Populasi | 1,365,700,000 | 146,068,400 (2014) |
| Kepadatan Penduduk | 140/km² (363/sq mi) | 8.3/km² (21.5/sq mi) |
| Ibukota | Beijing | Moskow |
| Kota terbesar | Shanghai (23,019,148) | Moskow (14,837,510) |
| Pemerintahan | Republik sosialis unitaris | Republik semi-presidensial Federal |
| Bahasa resmi | Mandarin | Rusia |
| GDP (nominal) | $9.181 triliun | $2.118 triliun (2013) |
| GDP (PPP) | $17,632 triliun [2] | $3,558 triliun [2] |
| GDP (nominal) per kapita | $6,747 | $14,818 |
| GDP (PPP) per kapita | $11,907 | $24,114 |
| Indeks Pengembangan Manusia | 0.719 (high)[3] | 0.788 (high) |
| Reserve pertukaran luar negeri | 3,990,000 (juta USD) | 467,200 (juta USD) |
| Ekspeditur militer - % dari GDP | $131.57 miliar [4] | $90.7 miliar (2013)[5] |
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Smolchenko, Anna. "Putin Welcomes China's Xi for landmark talks." Diarsipkan 2013-04-11 di Archive.is AFP. 22 Maret 2013.
- 1 2 ""Gross domestic product 2014, PPP", International Monetary Fund, accessed on 5 February 2015".
- ↑
- ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-11-29. Diakses tanggal 2015-04-15.
- ↑ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-10-14. Diakses tanggal 2015-04-15.
Bacaan tambahan
[sunting | sunting sumber]- Challenges and Opportunities: Russia and the Rise of China and India by Dmitri Trenin in Strategic Asia 2011–12: Asia Responds to Its Rising Powers – China and India (September 2011)
- Russia-China relations: Current state, alternative futures, and implications for the West by Arkady Moshes and Matti Nojonen (eds.) FIIA Report 30, The Finnish Institute of International Affairs (September 2011)
- Cardenal, Juan Pablo; Araújo, Heriberto (2011). La silenciosa conquista china (dalam bahasa Spanyol). Barcelona: Crítica. hlm. 41–46, 215–225.
- Efremenko D. New Russian Government’s Foreign Policy towards East Asia and the Pacific // The Journal of East Asian Affairs, v. 26, No. 2, Fall / Winter 2012. – Seoul: Institute for National Security Strategy. Mode of access: http://www.inss.re.kr/app/board/view.act?metaCode=en_m_pub&boardId=a57b3ef8b2bff73bb9e00084&pkey=1 Diarsipkan 2014-02-02 di Wayback Machine.