Ekonomi terencana

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Ekonomi terencana adalah sistem ekonomi yang mengatur investasi dan alokasi modal sesuai dengan rencana-rencana ekonomi dan produksi yang telah dicanangkan. Ekonomi terencana dapat didasarkan pada perencanaan ekonomi yang tersentralisasi, terdesentralisasi, atau bersifat partisipatif.[1][2] Sementara itu, ekonomi komando adalah ekonomi yang direncanakan di Uni Soviet dan Blok Timur - istilah ini menggarisbawahi peranan pemerintah pusat dalam mengalokasikan sumber daya di dalam suatu sistem ekonomi.[3][4]

Ekonomi terencana seringkali dikaitkan dengan sosialisme, dan dalam sejarah didukung dan diimplementasikan oleh negara sosialis Marxis-Leninis. Ekonomi terencana berlawanan dengan ekonomi tak terencana, seperti ekonomi pasar.

Meskipun kebanyakan ekonomi-ekonomi pada saat ini menggunakan ekonomi campuran berbasis pasar (yang hanya sebagian yang terencana), ekonomi terencana secara penuh seperti di Uni Soviet masih dijalankan di Kuba, Korea Utara dan Laos.[5]

Ekonomi terencana dalam fiksi[sunting | sunting sumber]

Novel 1888 Looking Backward karya Edward Bellamy menggambarkan sebuah ekonomi terencana fiksi di Amerika Serikat pada sekitar tahun 2000 yang telah menjadi sebuah utopia sosialis.

Negara Dunia di dalam novel Brave New World karya Aldous Huxley dan Airstrip One di dalam novel Nineteen Eighty Four karya George Orwell adalah contoh ekonomi komando.

Ekonomi terencana juga digambarkan di dalam novel We karya Yevgeny Zamyatin, yang terinspirasi dari novel Orwell. Seperti Nineteen Eighty Four, kisah distopia Anthem karya Ayn Rand juga merupakan sebuah penggambaran artistik dari ekonomi komando yang terinspirasi dari We. Perbedaannya adalah karya tersebut memakai ekonomi terencana yang primitif, sementara ekonomi terencana di novel We atau Brave New World menggunakan teknologi maju.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Studi-studi kasus

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Alec Nove (1987), "Planned Economy," The New Palgrave: A Dictionary of Economics, v. 3, hlm. 879.
  2. ^ Devine, Pat (July 26, 2010). Democracy and Economic Planning. Polity. ISBN 978-0745634791. 
  3. ^ Wilhelm, John Howard (1985). "The Soviet Union Has an Administered, Not a Planned, Economy". Soviet Studies. 37 (1): 118–30. doi:10.1080/09668138508411571. 
  4. ^ Ellman, Michael (2007). "The Rise and Fall of Socialist Planning". Dalam Estrin, Saul; Kołodko, Grzegorz W.; Uvalić, Milica. Transition and Beyond: Essays in Honour of Mario Nuti. New York: Palgrave Macmillan. hlm. 22. ISBN 0-230-54697-8. In the USSR in the late 1980s the system was normally referred to as the 'administrative-command' economy. What was fundamental to this system was not the plan but the role of administrative hierarchies at all levels of decision making; the absence of control over decision making by the population... 
  5. ^ von Brabant, Jozef M. (1992). The Planned Economies and International Economic Organizations. New York: Cambridge University Press. hlm. 16. ISBN 0-521-38350-1. 

Bacaan tambahan[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]