Internasionalisme (politik)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Internasionalisme adalah gerakan yang mengusung kerja sama ekonomi dan politik antarbangsa yang lebih besar demi kemaslahatann bersama.[1] Para pendukung gerakan ini, misalnya pendukung Gerakan Federalis Dunia, mengklaim bahwa semua bangsa harus bekerja sama karena kepentingan bersamanya dalam jangka panjang jauh lebih penting daripada kebutuhan perorangan dalam jangka pendek. Internasionalisme merupakan reaksi lain terhadap situasi yang sama. Seperti nasionalisme, internasionalisme jauh lebih ambigu dan rumit ketimbang kerangka teorinya. Internasionalitas kapitalis menciptakan nasionalisme dan internasionalisme. Sejak Imperium Revolusi Perancisnya Napoleon bangkit dan runtuh, nasionalisme dan internasionalisme saling bersitegang dengan satu sama lain.[2]

Pada dasarnya, internasionalisme berbeda dengan ultranasionalisme, jingoisme, dan chauvinisme nasional.[3] Internasionalisme mengajarkan bahwa semua bangsa memiliki kesamaan yang lebih banyak daripada perbedaan sehingga mereka harus memperlakukan satu sama lain secara tanpa pilih kasih. Istilah internasionalisme sering disalahartikan sebagai sinonim dari kosmopolitanisme. "Kosmopolitanis" juga kadang dijadikan istilah untuk mengejek kaum internasionalis.

Kegunaan lain[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Internationalism is... described as the theory and practice of transnational or global cooperation. As a political ideal, it is based on the belief that nationalism should be transcended because the ties that bind people of different nations are stronger than those that separate them." N. D. Arora, Political Science, McGraw-Hill Education. ISBN 0-07-107478-3, (p.2).
  2. ^ Tom Nairn (1997). Faces of Nationalism: Janus Revisited. Verso. hlm. 28. ISBN 978-1-85984-194-5. Diakses tanggal 23 August 2013. 
  3. ^ Hans Morgenthau, Politics Among Nations, Fifth Edition, 1980, chapter on Internationalism and International Law.
  4. ^ Geyer, Martin (2001). The Mechanics of Internationalism. London: Oxford University Press.