Che Guevara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Ernesto Guevara de la Serna
CheHigh.jpg
foto terkenal karya Alberto Korda.
Sebab meninggal Trauma balistik
Almamater Universitas Buenos Aires
Pekerjaan Dokter, Pengarang, guerrilla, government official
Organisasi Gerakan 26 Juli, Partai Revolusi Sosialis Kuba Bersatu,[1] Tentara Pembebasan Nasional (Bolivia)
Dikenal karena Guevarisme
Pasangan Hilda Gadea (1955–1959)
Aleida March (1959–1967, kematiannya)
Anak Hilda (1956–1995)
Aleida (lahir 1960)
Camilo (lahir 1962)
Celia (lahir 1963)
Ernesto (lahir 1965)
Orang tua Ernesto Guevara Lynch[2]
Celia de la Serna y Llosa[2]
Tanda tangan
CheGuevaraSignature.svg

Ernesto Guevara Lynch de La Serna (lahir di Rosario, Argentina, 14 Juni 1928 – meninggal di Bolivia, 9 Oktober 1967 pada umur 39 tahun) adalah seorang revolusioner, dokter, pengarang, pemimpin gerilya, diplomat dan pakar teori militer Marxis Argentina. Sebagai figur besar dari Revolusi Kuba, jasa-jasanya telah menjadi simbol pemberontakan kontra-kebudayaan dan lambang global dalam budaya populer.[3]

Sebagai pelajar medis muda, Guevara menjelajahi seluruh Amerika Selatan dan menyoroti kemiskinan, kelaparan dan penyakit yang ia saksikan .[4] Kesinisannya terhadap kaum burjois membuatnya ikut turun tangan pada apa yang ia pandang sebagai eksploitasi kapitalis Amerika Latin oleh Amerika Serikat melalui keterlibatannya dalam reformasi sosial Guatemala di bawah kepemimpinan Presiden Jacobo Árbenz, yang kemudian dilengserkan atas bantuan CIA atas perantara United Fruit Company yang memandatkan ideologi politik Guevara.[4] Kemudian, di Mexico City, ia bertemu Raúl dan Fidel Castro, ikut Gerakan 26 Juli mereka, dan berlayar ke Kuba menumpangi yacht Granma, dengan tujuan melengserkan diktator Kuba bekingan AS Fulgencio Batista.[5] Guevara kemudian meraih ketenaran sebagai salah satu pemberontak, diangkat menjadi komandan kedua, dan memainkan peran penting dalam kampanye gerilya selama dua tahun yang melengserkan rezim Batista.[6]

Setelah Revolusi Kuba, Guevara menunjukkan sejumlah peran penting dalam pemerintahan baru. Peran-peran tersebut meliputi pengecekan banding dan skuad tembak bagi orang-orang yang didakwa melakukan kejahatan perang saat pengadilan revolusioner,[7] melaksanakan reformasi lahan agraria sebagai menteri industri, membantu menyebarkan kampanye melek huruf di seluruh belahan negara tersebut, menjabat sebagai direktur instruksional sekaligus presiden bank nasional untuk angkatan bersenjata Kuba, dan berkeliling dunia sebagai diplomat atas perantaraan sosialisme Kuba. Jabatan-jabatan semacam itu juga membolehkannya untuk memainkan peran utama dalam melatih pasukan militer yang melawan Invasi Teluk Babi[8] dan mengirim misil-misil balistik bersenjata nuklir Soviet ke Kuba yang berujung pada Krisis Misil Kuba 1962.[9] Selain itu, ia merupakan seorang penulis dan pembuat buku harian, membuat sebuah buku paduan tentang perang gerilya, bersama dengan sebuah memoir dengan penjualan terbaik perjalanan masa mudanya menggunakan sepeda motor. Pengalamannya dan pembelajarannya terhadap Marxisme–Leninisme membuatnya meyakini bahwa negara-negara berkembang dan diduduki merupakan akibat tak langsung dari imperialisme, neokolonialisme, dan monopoli kapitalisme, dengan hanya diperbaiki dengan internasionalisme proletarian dan revolusi dunia.[10][11] Guevara meninggalkan Kuba pada 1965 untuk mengadakan revolusi di luar negeri mula-mula gagal di Kongo-Kinshasa dan kemudian di Bolivia, dimana ia ditangkap oleh pasukan Bolivia yang dibantu CIA dan kemudian dieksekusi.[12]

Guevara masih menjadi figur sejarah yang dipuja dan dikecam, yang tertuang dalam imajinasi kolektif dalam berbagai biografi, memoir, esay, dokumenter, lagu, dan film. Akibat kemartirannya, dorongan putis terhadap perjuangan kelas, dan menghindarkan terjadinya hati nurani "manusia baru" disetir oleh moral ketimbang tujuan materil,[13] ia terlibat dalam berbagai gerakan yang terinspirasi oleh sayap kiri. Majalah Time mengangkatnya menjadi salah satu dari 100 tokoh paling berpengaruh pada abad ke-20,[14] sementara sebuah fotonya yang diambil oleh Alberto Korda, berjudul Guerrillero Heroico, dikutip oleh Maryland Institute College of Art sebagai "foto paling terkenal di dunia".[15]

Kehidupan awal[sunting | sunting sumber]

Ernesto remaja (kiri) dengan orangtua dan saudara-saudaranya, s. 1944. Yang duduk di sampingnya, dari kiri ke kanan: Celia (ibu), Celia (saudari), Roberto, Juan Martín, Ernesto (ayah) dan Ana María.

Ernesto Guevara lahir dari pasangan Ernesto Guevara Lynch dan istrinya, Celia de la Serna y Llosa, pada 14 Juni 1928,[16] di Rosario, Argentina, sebagai anak sulung dari lima bersaudara dalam sebuah keluarga Argentina kelas menengah keturunan Spanyol (termasuk Basque dan Cantabria), serta Irlandia dalam hal leluhur aristokratiknya Patrick Lynch.[17][18][19] Sesuai dengan kebiasaan penamaan Spanyol, nama sahnya (Ernesto Guevara) terkadang muncul dengan penyertaan "de la Serna" dan/atau "Lynch".[20] Merujuk kepada alam "kurang istirahat" dari Che, ayahnya mendeklarasikan "hal pertama yang diberikan kepada putrkua adalah menanamkan penghormatan terhadap pertumpahan darah para pemberontak Irlandia".[21]

Pada masa awal hidupnya, Ernestito (sebutannya pada masa itu) berkembang menjadi orang yang "peduli terhadap kaum miskin".[22] Dibesarkan dalam keluarga berpemahaman sayap kiri, Guevara diperkenalkan pada spektrum besar sudut pandang politik bahkan pada masa kecilnya.[23] Ayahnya, seorang pendukung garis keras Republikan dari Perang Saudara Spanyol, seringkali mengelu-elukan beberapa veteran dari konflik tersebut di rumah Guevara.[24]

Disamping mengidap asma akut sepanjang hidupnya, ia cekatan sebagai seorang atlet, menikmati olahraga renang, sepak bola, golf, dan menembak, disamping juga menjadi seorang pesepeda yang "kurang handal".[25][26] Ia merupakan seorang pemain rugbi,[27] dan bermain pada posisi fly-half untuk Club Universitario de Buenos Aires.[28] Permainan rugbinya membuatnya dijuluki "Fuser"—sebuah persamaan kata dari El Furibundo (hebat) dan marga ibunya, de la Serna—untuk gaya bermainnya yang agresif.[29]

Peminatan intelektual dan kesusastraan[sunting | sunting sumber]

Guevara di usia 22 tahun pada 1951

Guevara belajar catur dari ayahnya dan mulai ikut turnamen lokal pada usia 12 tahun. Pada masa remaja dan sepanjang hodupnya, ia memiliki semangat terhadap puisi, khususnya dari Pablo Neruda, John Keats, Antonio Machado, Federico García Lorca, Gabriela Mistral, César Vallejo, dan Walt Whitman.[30] Ia juga mengutip lagi "If—" karya Rudyard Kipling dan Martín Fierro karya José Hernández di dalam hati.[30] Rumah Guevara berisi lebih dari 3,000 buku, yang membuat Guevara menjadi antusias dan rajin membaca, dengan pemahaman-pemahaman dari Karl Marx, William Faulkner, André Gide, Emilio Salgari dan Jules Verne.[31] Selain itu, ia menikmati karya-karya Jawaharlal Nehru, Franz Kafka, Albert Camus, Vladimir Lenin, dan Jean-Paul Sartre; serta Anatole France, Friedrich Engels, H. G. Wells, dan Robert Frost.[32]

Saat ia bertumbuh besar, ia mengembangkan minat terhadap penulis-penulis Amerika Latin Horacio Quiroga, Ciro Alegría, Jorge Icaza, Rubén Darío, dan Miguel Asturias.[32] Beberapa gagasan pengarang tersebut ia katalogkan dalam buku-buku catatan tulis tangannya sendiri tentang konsep, definisi, dan filsafat dari kaum intelektual berpengaruh. Itu meliputi sketsa-sketsa analitikal dari Buddha dan Aristoteles, bersama dengan pandangan Bertrand Russell terhadap cinta dan patriotisme, Jack London terhadap masyarakat, dan Nietzsche terhadap gagasan kematian. Gagasan Sigmund Freud merasukinya saat ia mengutipnya pada berbagai topik dari mimpi dan libido terhadap narsisisme dan kompleks Oedipus.[32] Pelajaran-pelajaran kesukaannya di sekolah meliputi filsafat, matematika, teknik, ilmu politik, sosiologi, sejarah dan arkeologi.[33][34]

Bertahun-tahun berikutnya, pada 13 Februari 1958, 'laporan biografi dan kepribadian' CIA yang tak terklasifikasikan menyatakan soal sebagian besar pemahaman akademik dan intelektual Cuevara, dengan menyebutnya "cepat terbaca" disamping menambahkan bahwa "Che terlalu cerdas untuk orang Latino."[35]

Berkeliling Argentina dengan sepeda motor[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1949 ia memulai perjalanan panjangnya yang pertama, menjelajahi Argentina Utara hanya dengan bersepeda motor. Itulah untuk pertama kalinya ia bersentuhan langsung dengan orang miskin dan sisa suku Indian. Selanjutnya pada tahun 1951 setelah menempuh ujian-ujian pertengahan semester Che mengadakan perjalanan yang lebih panjang didampingi dengan seorang an diterbitkan dalam sebuah buku dengan judul Buku Harian Sepeda Motor (The Motorcycle Diaries), yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada 1996 dan kemudian difilmkan dengan judul yang sama pada 2004.dia bersama temannya Albert Gustafo Mendes berjuang bersama melawan keserakahan rusia.

Perjalanan Che Guevara[sunting | sunting sumber]

Ia kembali ke daerah asalnya dengan sebuah keyakinan bulat atas satu hal bahwa ia tidak mau menjadi profesional kelas menengah dikarenakan keahliannya sebagai seorang spesialis kulit. Kemudian pada masa revolusi nasional ia pergi ke La Paz, Bolivia di sana ia dituduh sebagai seorang oportunis. Dari situ ia melanjutkan perjalanan ke Guatemala dan mencukupi kebutuhan hidupnya dengan menulis artikel arkeologi tentang reruntuhan Indian Maya dan Inca. Guatemala saat itu diperintah oleh Presiden Jacobo Arbenz Guzman yang seorang sosialis. Meskipun Che telah menjadi penganut paham marxisme dan ahli sosial Lenin ia tak mau bergabung dalam Partai Komunis. Hal ini mengakibatkan hilangnya kesempatan baginya untuk menjadi tenaga medis pemerintah, oleh karena itu ia menjadi miskin. Ia tinggal bersama istrinya, penganut paham Marxis keturunan Indian lulusan pendidikan politik. Orang inilah yang memperkenalkannya kepada Nico Lopez, salah satu Letnan Fidel Castro. Di Guatemala dia melihat kerja agen CIA sebagai agen kontrarevolusi dan semakin yakin bahwa revolusi hanya dapat dilakukan dengan jaminan persenjataan. Ketika Presiden Arbenz turun jabatan, Guevara pindah ke Kota Mexico (September 1954) dan bekerja di Rumah Sakit Umum, diikuti Hilda Gadea dan Nico Lopez. Guevara bertemu dan kagum pada Raúl Castro dan Fidel Castro juga para emigran politik dan ia menyadari bahwa Fidel-lah pemimpin yang ia cari.

Sekembalinya di Kuba ia diangkat sebagai Menteri Perindustrian, menandatangani pakta pernikhan (Februari 1960) dengan Uni Soviet yang melepaskan industri gula Kuba pada ketergantungan pasar Amerika. Ini merupakan isyarat akan kegagalannya di Kongo dan Bolivia sebuah aksioma akan sebuah kekeliruan yang tak akan terelakkan. "Tidaklah penting menunggu sampai kondisi yang memungkinkan sebuah revolusi terwujud sebab fokus instruksional dapat mewujudkannya" ucapnya dan dengan ajaran Mao Ze Dong ia percaya bahwa daerah daerah pasti membawa revolusi ke kota yang sebagian besar penduduknya adalah petani. Juga pada saat ini ia menyebarkan filosofi komunisnya (diterbitkan kemudian dalam "The Socialism and Man in Cuba", 12 Maret 1965). Ia meringkas pahamnya menjadi "Manusia dapat sungguh mencapai tingkat kemanusiaan yang sempurna ketika berproduksi tanpa dipaksa oleh kebutuhan fisiknya sehingga ia harus menjual dirinya sebagai barang dagangan".

Konfrontasi dengan Uni Soviet[sunting | sunting sumber]

Penentangan resminya terhadap komunis Uni Soviet tampak ketika dalam organisasi untuk Solidaritas Asia Afrika di Aljazair (Februari 1965) menuduh Uni Soviet sebagai kaki tangan imperialisme dengan berdagang tak hanya dengan negara-negara blok komunis dan memberikan bantuan pada negara berkembang sosialis atas pertimbangan pengembaliannya. Ia juga menyerang pemerintahan Soviet atas kebijakan hidup bertetangga dan juga atas Revisionisme. Guevara mengadakan konferensi Tiga Benua untuk merealisasikan program revolusioner, pemberontakan, kerjasama gerilya dari Afrika, Asia dan Amerika Selatan. Di samping itu setelah terpaksa berhubungan dengan Amerika Serikat, ia sebagai perwakilan Kuba di PBB menyerang negara-negara Amerika Utara atas keserakahan mereka dan imperialisme yang kejam di Amerika Latin.

Sikap Che yang tidak kenal kompromi pada dua negara kapitalis mendorong negara komunis untuk memaksa Castro memberhentikan Che (1965, bukan secara resmi tetapi secara nyata. Untuk beberapa bulan tempat tinggalnya dirahasiakan dan kematiannya santer diisukan. Ia berada di berbagai Negara Afrika terutama Kongo di mana dia mengadakan survei akan kemungkinan mengubah pemberontakan Kinshasa menjadi sebuah revolusi komunis dengan taktik gerilya Kuba. Ia kembali ke Kuba untuk melatih para sukarelawan untuk proyek ini dan mengirim kekuatan 120 orang Kuba ke Kongo. Anak buahnya bertempur dengan sungguh-sungguh tetapi tidak demikian halnya dengan para pemberontak Kinshasa. Mereka sia-sia saja melawan kekejaman Belgia dan ketika musim gugur 1965 Che meminta Castro untuk menarik mundur saja bantuan Kuba.

Kematian Che Guevara[sunting | sunting sumber]

Petualangan revolusioner terakhir Che adalah di Bolivia, karena ia salah memperkirakan potensi negara itu yang mengakibatkan konsekuensi yang buruk. Tertangkapnya Che oleh tentara Bolivia pada 8 Oktober 1967 adalah akhir dari segala usahanya dan hukuman tembak dijatuhkan sehari setelah itu.

Pada tanggal 12 Juli 1997 jenazahnya dikuburkan kembali dengan upacara kemiliteran di Santa Clara, di provinsi Las Villas, di mana Guevara mengalami kemenangan dalam pertempuran ketika revolusi Kuba.

Che menjadi legenda. Ia dikenang karena keganasannya, penampilannya yang romantis, gayanya yang menarik, sikapnya yang tak kenal kompromi dan penolakan atas penghormatan berlebihan atas semua reformasi murni dan pengabdiannya untuk kekejaman dan sikapnya yang flamboyan. Ia juga idola para pejuang revolusi dan bahkan kaum muda generasi tahun 1960-1970 atas tindakan revolusi yang berani yang tampak oleh jutaan orang muda sebagai satu-satunya harapan dalam perombakan lingkup borjuis kapitalisme, industri dan komunisme.

Penghormatan terhadap Che Guevara[sunting | sunting sumber]

Berbagai tokoh sastra, musik dan seni telah mempersembahkan komposisinya kepada Che Guevara. Penyiar Chili Pablo Neruda mempersembahkan kepadanya puisi Tristeza en la muerte de un héroe (Kesedihan karena kematian seorang pahlawan) dalam karyanya Fin del mundo (Akhir dunia) pada 1969. Pengarang Uruguay, Mario Benedetti menerbitkan pada 1967 serangkaian puisi yang dipersembahkan kepadanya dengan judul A Ras del Sueño (Pada tingkat impian). Penyanyi Carlos Puebla mempersembahkan sebuah lagu Hasta siempre comandante Che Guevara (Untuk selamanya komandan Che Guevara) dan Los Fabulosos Cadillacs, Gallo Rojo (Ayam jantan merah), yang muncul dalam album El León (Singa) pada 1991.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Dokumentasi[sunting | sunting sumber]

Forum[sunting | sunting sumber]

Foto[sunting | sunting sumber]

  • ^ Partido Unido de la Revolución Socialista de Cuba, a.k.a. PURSC.
  • ^ a b Unknown, Autor. "Guevara, Che". Encyclopædia Britannica Online. Diakses tanggal 30 September 2001. 
  • ^ Casey 2009, p. 128.
  • ^ a b On Revolutionary Medicine Speech by Che Guevara to the Cuban Militia on August 19, 1960. "Because of the circumstances in which I traveled, first as a student and later as a doctor, I came into close contact with poverty, hunger and disease; with the inability to treat a child because of lack of money; with the stupefaction provoked by the continual hunger and punishment, to the point that a father can accept the loss of a son as an unimportant accident, as occurs often in the downtrodden classes of our American homeland. And I began to realize at that time that there were things that were almost as important to me as becoming a famous or making a significant contribution to medical science: I wanted to help those people."
  • ^ Beaubien, NPR Audio Report, 2009, 00:09–00:13.
  • ^ "Castro's Brain", 1960.
  • ^ Taibo 1999, p. 267.
  • ^ Kellner 1989, pp. 69–70.
  • ^ Anderson 1997, pp. 526–530.
  • ^ "On Development" Speech delivered by Che Guevara at the plenary session of the United Nations Conference on Trade and Development in Geneva, Switzerland on March 25, 1964. "The inflow of capital from the developed countries is the prerequisite for the establishment of economic dependence. This inflow takes various forms: loans granted on onerous terms; investments that place a given country in the power of the investors; almost total technological subordination of the dependent country to the developed country; control of a country's foreign trade by the big international monopolies; and in extreme cases, the use of force as an economic weapon in support of the other forms of exploitation."
  • ^ At the Afro-Asian Conference in Algeria A speech by Che Guevara to the Second Economic Seminar of Afro-Asian Solidarity in Algiers, Algeria on February 24, 1965."The struggle against imperialism, for liberation from colonial or neocolonial shackles, which is being carried out by means of political weapons, arms, or a combination of the two, is not separate from the struggle against backwardness and poverty. Both are stages on the same road leading toward the creation of a new society of justice and plenty. ... Ever since monopoly capital took over the world, it has kept the greater part of humanity in poverty, dividing all the profits among the group of the most powerful countries. The standard of living in those countries is based on the extreme poverty of our countries. To raise the living standards of the underdeveloped nations, therefore, we must fight against imperialism. ... The practice of proletarian internationalism is not only a duty for the peoples struggling for a better future, it is also an inescapable necessity."
  • ^ Ryan 1998, p. 4.
  • ^ Footnote for Socialism and man in Cuba (1965): "Che argued that the full liberation of humankind is reached when work becomes a social duty carried out with complete satisfaction and sustained by a value system that contributes to the realization of conscious action in performing tasks. This could only be achieved by systematic education, acquired by passing through various stages in which collective action is increased. Che recognized that this would be difficult and would take time. In his desire to speed up this process, however, he developed methods of mobilizing people, bringing together their collective and individual interests. Among the most significant of these instruments were moral and material incentives, while deepening consciousness as a way of developing toward socialism. See Che's speeches: Homage to Emulation Prize Winners (1962) and A New Attitude to Work (1964)."
  • ^ Dorfman 1999.
  • ^ Maryland Institute of Art, referenced at BBC News May 26, 2001.
  • ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama birthdate
  • ^ Nama akhir Che Guevara berasal dari bentuk Kastilianisasi dari Basque Gebara, sebuah nama tempat dari provinsi Álava, sementara neneknya, Ana Lynch, adalah keturunan dari Patrick Lynch, yang beemigrasi dari County Galway, Irlandia pada 1740an.
  • ^ Guevara Lynch 2007, pp. i. "The father of Che Guevara, Ernesto Guevara Lynch was born in Argentina in 1900 of Irish and Basque origin."
  • ^ The Origins of Guevara's Name - written in Spanish
  • ^ Di Spanyol, seseorang mendapatkan marga dari ayahnya serta dari ibunya, dalam urutan tersebut. Beberapa orang mendapatkan keduanya, yang lainnya hanya mendapatkan marga ayahnya. Dalam kasus Guevara, beberapa orang keturunan Irlandia akan ditambahkan "Lynch" untuk menandakan hubungannya dengan Irlandia. Yang lainnya ditambahkan "de la Serna" untuk memberikan penghormatan terhadap ibu Guevara.
  • ^ Lavretsky 1976.
  • ^ Kellner 1989, p. 23.
  • ^ Argentina: Che's Red Mother Time Magazine, July 14, 1961.
  • ^ Anderson 1997, pp. 22–23.
  • ^ Sandison 1996, p. 8.
  • ^ Kellner 1989, p. 24.
  • ^ Argentine Rugby Inspired by Che Guevara by Brendan Gallagher, The Daily Telegraph, October 5, 2007
  • ^ Cain, Nick & Growden, Greg. "Chapter 21: Ten Peculiar Facts about Rugby" in Rugby Union for Dummies (2nd Edition), John Wiley and Sons; ISBN 978-0-470-03537-5, p. 293.
  • ^ Anderson 1997, p. 28.
  • ^ a b Hart 2004, p. 98.
  • ^ Haney 2005, p. 164.
  • ^ a b c (Anderson 1997, pp. 37–38).
  • ^ Sandison 1996, p. 10.
  • ^ Kellner 1989, p. 26.
  • ^ Ratner 1997, p. 25.