Kelaparan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Martin Luther King (center), one of many 20th century political figures who considered it important to fight hunger: "When I die, don't build a monument to me. Don't bestow me degrees from great universities. Just clothe the naked. Say that I tried to house the homeless. Let people say that I tried to feed the hungry." [1]

Kelaparan adalah suatu kondisi di mana tubuh masih membutuhkan makanan, biasanya saat perut telah kosong baik dengan sengaja maupun tidak sengaja untuk waktu yang cukup lama. Kelaparan adalah bentuk ekstrem dari nafsu makan normal. Istilah ini umumnya digunakan untuk merujuk kepada kondisi kekurangan gizi yang dialami sekelompok orang dalam jumlah besar untuk jangka waktu yang relatif lama, biasanya karena kemiskinan, konflik politik, maupun kekeringan cuaca.

Bencana kelaparan di Indonesia yang terbaru dilaporkan terjadi pada Desember 2005 di Kabupaten Yahukimo, Papua.

Kelaparan di dunia[sunting | sunting sumber]

Jumlah orang kurang gizi (juta) pada 2000-2002, menurut FAO, negara-negara berikut memiliki lebih dari 5 juta orang kurang gizi:

Negara Jumlah orang kurang gizi (juta jiwa)
India 250,4
Republik Rakyat Tiongkok 142,1
Bangladesh 42,5
Republik Demokratik Kongo 35,5
Ethiopia 31,3
Pakistan 29,3
Filipina 17,2
Tanzania 15,6
Brasil 15,6
Vietnam 14,7
Indonesia 12,6
Thailand 12,2
Nigeria 11,0
Kenya 10,3
Sudan 8,5
Mozambik 8,5
Korea Utara 8,1
Yaman 6,7
Madagaskar 6,0
Kolombia 5,7
Zimbabwe 5,6
Meksiko 5,2
Zambia 5,2
Angola 5,1

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  • ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama foodAndFamine