Tungkai

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Tungkai serangga

Tungkai atau kaki merupakan bagian ekstremitas pada binatang yang bergerak di atas permukaan tanah dan digunakan sebagai alat untuk berpindah tempat (lokomosi). Tungkai pada hewan vertebrata umumnya berpasangan.

Jumlah tungkai pada hewan sangatlah beragam. Pada hewan tetrapedal, khususnya hewan tetrapoda, seluruh ekstremitas merupakan tungkai. Pada hewan bipedal (termasuk manusia), dua ekstremitas merupakan tungkai sedangkan dua lainnya merupakan tangan atau sayap. Pada hewan serangga dan artropoda, tungkainya dapat berjumlah enam, delapan, atau lebih tetapi sering kali berjumlah genap dan berpasang-pasangan.

Pada hewan tetrapoda, pasangan tungkai yang terletak lebih dekat ke kepala disebut tungkai depan (ekstremitas anterior) dan yang lebih dekat ke bagian ekor disebut tungkai belakang (ekstremitas posterior).

Tungkai manusia[sunting | sunting sumber]

Diagram tulang pada tungkai manusia

Dalam ilmu anatomi manusia, definisi tungkai dan kaki dibedakan. Tungkai merupakan bagian ekstremitas (anggota gerak) bawah dari pangkal paha hingga pergelangan kaki, sedangkan kaki adalah bagian dari pergelangan kaki hingga ujung jari kaki.

Tungkai dibedakan menjadi tungkai atas dan tungkai bawah. Tungkai atas merupakan bagian paha yang terdiri dari tulang paha (femur). Tungkai bawah adalah bagian di antara lutut dan pergelangan kaki yang memiliki tulang kering (tibia) dan tulang betis (fibula). Tungkai bawah bagian belakang di mana terdapat tulang betis disebut betis. Lutut adalah bagian pertemuan tungkai atas dan bawah yang memiliki tulang tersendiri, yaitu tulang tempurung lutut (patela).

Tungkai manusia utamanya berfungsi sebagai penyokong batang tubuh agar manusia dapat berdiri, berjalan, dan aktivitas-aktivitas lainnya.