Swedia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Kerajaan Swedia
Konungariket Sverige (Swedia)
Bendera
MotoFör Sverige, i tiden
(Swedia: "Untuk Swedia, bersama sang waktu")
Lagu kebangsaanDu gamla, Du fria
Lagu kerajaanKungssången
Ibu kota
(dan kota terbesar)
Stockholm
59°21′LU 18°4′BT / 59,35°LU 18,067°BT / 59.350; 18.067
Bahasa resmi Swedia
Pemerintahan Monarki konstitusional
 -  Raja Carl XVI Gustaf
 -  Perdana Menteri Stefan Löfven
Legislatif Riksdag
Pembentukan
 -  Penyatuan Swedia Awal abad ke-12 
 -  Uni Kalmar 1397 
 -  Swedia-Norwegia 4 November 1814 
 -  Uni Swedia-Norwegia dibubarkan 13 Agustus 1905 
Luas
 -  Total 450.295 km2 (57)
 -  Perairan (%) 8,7
Penduduk
 -  Perkiraan 2015 9.816.666 (90)
 -  Kepadatan 21,7/km2 (196)
PDB (KKB) Perkiraan 2015
 -  Total $467.450 miliar[1] (41)
 -  Per kapita $47.319[1] (17)
PDB (nominal) Perkiraan 2015
 -  Total $483.724 milyar[1] (22)
 -  Per kapita $48.966[1] (11)
Gini (2011) 25,4 (rendah)[2]
IPM (2013) 0,898 (sangat tinggi) (12)
Mata uang Krona Swedia (kr) (SEK)
Zona waktu Waktu Eropa Tengah (CET) (UTC+1)
 -  Musim panas (DST) Waktu Musim Panas Eropa Tengah (CEST) (UTC+2)
Lajur kemudi kanan
Kode ISO 3166 SE
Ranah Internet .se
Kode telepon +46

Swedia , nama resminya Kerajaan Swedia (Bahasa Swedia: Tentang suara ini Konungariket Sverige ), adalah sebuah negara Nordik di Skandinavia, Eropa Utara. Negara ini berbatasan dengan Norwegia di barat dan Finlandia di timur laut, Selat Skagerrak dan Selat Kattegat di barat daya, serta Laut Baltik dan Teluk Bothnia di timur. Swedia terhubung dengan Denmark melalui sebuah jembatan-terowongan melewati Öresund. Dengan luas 450,295 square kilometer (173,860 sq mi), Swedia adalah negara terluas ketiga di Uni Eropa, dengan total penduduk sekitar 9,8 juta jiwa.[3] Swedia memiliki kepadatan penduduk rendah dengan 21 inhabitants per square kilometer (54 /sq mi), sebagian besar penduduk tinggal di setengah belahan selatan negara. Sekitar 85% penduduk tinggal di kawasan perkotaan.[4] Swedia Utara sebagian besar merupakan kawasan pertanian, sedangkan di utara sebagian besar hutan. Swedia bagian dari kawasan geografi Fennoscandia.

Orang Jermanik telah menempati negara ini sejak zaman prasejarah, kemudian dikenal dengan Geats/Götar dan Swedes/Svear dan tinggal di pesisir pantai yang sekarang menjadi Norsemen. Swedia menjadi negara independen pada masa Abad Pertengahan. Di abad ke-17, Swedia mengembangkan wilayahnya membentuk Kekaisaran Swedia, menjadi salah satu kekuatan utama di Eropa sampai awal abad ke-18. Kekuasaan Swedia di luar Semenanjung Scandinavia pelan-pelan menghilang di abad ke-18 dan ke-19, diawali dengan aneksasi wilayah Finlandia saat ini oleh Kekaisaran Rusia tahun 1809. Perang terakhir ketika Swedia terlibat langsung adalah ketika Norwegia dipaksa secara militer bergabung menjadi Persatuan Swedia dan Norwegia tahun 1814.

Sejak saat itu, Swedia menampilkan posisi damai, menjaga kebijakan resminya menjadi negara netral dalam kebijakan luar negerinya.[5] Persatuan dengan Norwegia kemudian dipisahkan secara damai tahun 1905, menjadi batas Swedia saat ini. Meski secara formal negara ini netral di kedua perang dunia, Swedia ikut dalam usaha kemanusiaan seperti menerima pengungsi dari kawasan Eropa yang diduduki Jerman. Setelah berakhirnya Perang Dingin, Swedia bergabung dengan Uni Eropa pada 1 Januari 1995, namun menolak keanggotaan NATO.

Saat ini, Swedia adalah negara monarki konstitusional dan demokrasi parlementer, dengan monarki sebagai kepala negara. Ibukotanya adalah Stockholm, juga merupakan kota terbesar di negara ini. Kekuasaan legislatif ditentukan oleh 349-anggota unikameral Riksdag. Kekuasaan eksekutif dipegang oleh pemerintah yang dipimpin oleh Perdana Menteri. Swedia adalah negara kesatuan, saat ini dibagi menjadi 21 county dan 290 munisipalitas.

Swedia menerapkan sistem jaminan sosial Nordik yang menyediakan layanan kesehatan universal dan pendidikan tinggi untuk warga negaranya. Swedia menempati posisi kedelapan dalam pendapatan per kapita di dunia dan menempati posisi tinggi dalam berbagai sektor, seperti kualitas hidup, kesehatan, pendidikan, perlindungan kebebasan sipil, kekompetitifan ekonomi, kesetaraan, kemakmuran dan Indeks Pengembangan Manusia.[6][7][8][9][10] Swedia menjadi anggota Uni Eropa sejak 1 Januari 1995, namun menolak keanggotaan zona Euro setelah referendum. Negara ini juga anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, Dewan Nordik, Dewan Eropa, Organisasi Perdagangan Dunia dan Organisasi untuk Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

Politik[sunting | sunting sumber]

Swedia telah merupakan sebuah kerajaan selama hampir satu milenium. Sistem perpajakannya diatur oleh Riksdag (parlemen). Riksdag terdiri dari empat majelis, terdiri dari wakil-wakil dari 4 kategori: masyarakat awam, bangsawan, klerik, dan townsmen, sampai 1866 ketika Swedia menjadi monarki konstitusional dengan sebuah parlemen bikameral. Majelis pertamanya dipilih langsung dalam pemilihan nasional setiap empat tahun.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Artikel Utama: Geografi Swedia

Daerah Swedia terletak di belahan bumi utara dan di utara, terdapat wilayah di dalam Lingkaran Arktik namun beriklim sedang.

Di sebelah timur, wilayahnya dibatasi Laut Baltik dan Teluk Bothnia. Batasnya di barat dengan Norwegia adalah Pegunungan Skandinavia. Kepadatan penduduk cenderung lebih tinggi di daerah selatan yang mayoritas agrikultur dan semakin ke utara, hutan semakin lebat.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Pendapatan Regional Bruto (PRB) per kapita dalam ribuan kronor (2004).
Nordstan adalah salah satu pusat belanja terbesar di Eropa Utara

Swedia adalah negara terkaya ketujuh di dunia menurut PDB (pendapatan domestik bruto) per kapita dan tingginya standar hidup yang dirasakan oleh warga negaranya. Swedia adalah negara ekonomi campuran berbasis ekspor. Kayu, tenaga air dan bijih besi adalah sumber daya alam utama. Sektor rekayasa di Swedia menyumbang 50% keluaran dan ekspor, sedangkan telekomunikasi, otomotif, dan farmasi juga sangat penting. Swedia adalah pengekspor senjata terbesar kesembilan di dunia. Pertanian menyumbang 2% PDB dan angkatan kerja. Negara ini berada di posisi tertinggi untuk penetrasi akses telepon dan internet.[11]

Tahun 2010, koefisien Gini pendapatan negara ini adalah yang terendah ketiga di antara negara-negara maju dengan 0.25—sedikit di atas Jepang dan Denmark-sehingga kesenjangan pendapatan di negara ini rendah. Namun, koefisien kekayaan Swedia adalah 0.853, menjadikannya kedua tertinggi di negara maju dan di atas rata-rata Eropa, menyebabkan kesenjangan kekayaan tinggi.[12][13]

Dari strukturnya, ekonomi Swedia dikarakterisasikan pada sektor manufaktur berorientasi ekspor berbasis pengetahuan, sektor jasa bisnis, dan sektor pelayanan publik. Organisasi besar, baik manufaktur dan jasa, mendominasi ekonomi Swedia.[14] Manufaktur teknologi medium dan tinggi menyumbang 9.9% PDB.[15]

20 perusahaan terbesar di Swedia tahun 2007 adalah Volvo, Ericsson, Vattenfall, Skanska, Sony Ericsson Mobile Communications AB, Svenska Cellulosa Aktiebolaget, Electrolux, Volvo Personvagnar, TeliaSonera, Sandvik, Scania, ICA, Hennes & Mauritz, IKEA, Nordea, Preem, Atlas Copco, Securitas, Nordstjernan dan SKF.[16] Sebagian besar industri di Swedia dipegang swasta. Perusahaan publik tidak memegang peranan yang besar.

Pertumbuhan PDB Swedia, 1996–2006.

Sekitar 4,5 juta penduduk Swedia memiliki pekerjaan dan sekitar sepertiga angkatan kerja menyelesaikan pendidikan tinggi. Dalam hal PDB per jam kerja, Swedia menempati posisi kesembilan tertinggi tahun 2006, dengan US$31, dibandingkan US$22 di Spanyol da US$35 di Amerika Serikat.[17] PDB per jam kerja tumbuh 2.5% per tahun dan pertumbuhan produktivitas neraca dagang sekitar 2%.[17] Menurut OECD, deregulasi, globalisasi, dan pertumbuhan sektor teknologi menjadi penggerak produktivitas utama.[17] Swedia adalah pemimpin dunia dalam hal privatisasi pensiun dan masalah pendanaan pensiun relatif kecil dibandingkan negara-negara Eropa lainnya.[18]

Swedia bagian dari Kawasan Schengen dan pasar tunggal Uni Eropa.

Total pajak yang dikumpulkan negara ini sebagai persentase PDB pernah mencapai puncaknya tahun 1990 yaitu 52.3%.[19] Negara ini mengalami krisis perbankan dan real estat tahun 1990–1991, dan kemudian meluncurkan reformasi pajak tahun 1991.[20][21] Sejak 1990, pajak sebagai persentase PDB yang dikumpulkan negara semakin berkurang, dengan total tingkat pajak dari pendapatan tertinggi mengalami penurunan terbanyak.[22] Tahun 2010 45.8% PDB negara dikumpulkan dari pajak, tertinggi kedua di antara negara-negara OECD, dan hampir 2x dari Amerika atau Korea Selatan.[19]

Swedia adalah negara dengan ekonomi paling kompetitif keempat di dunia, menurut Forum Ekonomi Dunia dalam Laporan Kekompetitifan Global 2012–2013.[10] Swedia juga menempati posisi terbaik dalam Indeks Ekonomi Hijau Dunia (Global Green Economy Index, GGEI) 2014.[23] Swedia menempati posisi keempat dalam IMD World Competitiveness Yearbook 2013.[24] Menurut buku The Flight of the Creative Class yang dibuat oleh profesor ekonomi Amerika Richard Florida dari Universitas Toronto, Swedia memiliki kreativitas terbaik di Eropa untuk berbisnis dan bisa menjadi magnet bagi pekerja-pekerja dunia.[25]

Swedia mempertahankan mata uangnya, krona Swedia (SEK), sebagai bagian dari penolakan euro pada sebuah referendum. Riksbank—didirikan 1668 dan menjadi bank sentral tertua di dunia—saat ini berfokus pada stabilitas harga dengan target inflasi 2%. Menurut Survei Ekonomi Swedia 2007 oleh OECD, inflasi rata-rata negara ini adalah yang terendah di antara negara-negara Eropa sejak pertengahan 1990-an, berkat deregulasi dan mengikuti globalisasi.[17]

Mitra dagang terbesar negara ini adalah Jerman, Amerika Serikat, Norwegia, Inggris, Denmark, dan Finlandia.

Demografi[sunting | sunting sumber]

Artikel Utama: Demografi Swedia

Pada 12 Agustus 2004, populasi Swedia mencapai angka 9 juta jiwa dan memiliki tingkat harapan hidup yang tinggi dibanding negara-negara umumnya. Penduduk aslinya adalah Orang Sami. Sebagian besar orang Finn Swedia adalah pendatang atau keturunan pendatang dari abad ke-20 namun terdapat sekitar 50.000 suku Finn asli yang merupakan salah satu minoritas di Swedia.

Setelah Perang Dunia II, Swedia banyak menerima pendatang terutama karena perang di negara lain seperti dari Irak, Iran, Yugoslavia, dan Palestina serta orang-orang Amerika Serikat yang tidak ikut Perang Vietnam. Namun, kelompok imigran terbesar adalah suku Finn dari Finlandia.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

 Uni Eropa

Bacaan lebih lanjut[sunting | sunting sumber]

  • Negara dan Bangsa Jilid 6: Eropa. Jakarta: Widyadara. 1988. ISBN 979-8087-05-4.  (Indonesia)

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d "Sweden". International Monetary Fund. Diakses tanggal Oktober 2015. 
  2. ^ "Gini coefficient of equivalised disposable income (source: SILC)". Eurostat Data Explorer. Diakses tanggal 13 Agustus 2013. 
  3. ^ "Population Statistics". Statistics Sweden. Diakses tanggal 7 February 2015. 
  4. ^ Yearbook of Housing and Building Statistics 2007
  5. ^ "WikiLeaks reveal Swedes gave intel on Russia, Iran". Washington Times. 2 December 2010. Diakses tanggal 10 June 2013. 
  6. ^ Kavitha A. Davidson (21 March 2013). Democracy Index 2013: Global Democracy At A Standstill, The Economist Intelligence Unit's Annual Report Shows. The Huffington Post. Retrieved 27 August 2013.
  7. ^ "2013 Human Development Report" (PDF). United Nations Development Programme. Diakses tanggal 28 July 2013. 
  8. ^ "OECD Better Life Index". OECD Publishing. Diakses tanggal 27 August 2013. 
  9. ^ "2013 Legatum Prosperity Index™: Global prosperity rising while US and UK economies decline". Diakses tanggal 17 September 2014. 
  10. ^ a b "Global Competitiveness Report 2012–2013". World Economic Forum. 5 September 2012. Diakses tanggal 9 June 2013. 
  11. ^ "CIA – The World Factbook". Cia.gov. 
  12. ^ "The Real Wealth of Nations: Pathways to Human Development (2010 Human Development Report – see Human Development Statistical Tables)". United Nations Development Program. 2011. pp. 152–156. 
  13. ^ "Global Wealth Databook" (PDF). Credit Suisse (using Statistics Sweden data). 2010. pp. 14–15, 83–86. [nonaktif]
  14. ^ "Doing Business Abroad – Innovation, Science and Technology". Infoexport.gc.ca. Diarsipkan dari versi asli tanggal 4 October 2006. Diakses tanggal 6 May 2009. [nonaktif]
  15. ^ "High- and medium-high-technology manufacturing". Conferenceboard.ca. Diakses tanggal 22 September 2012. 
  16. ^ "20 largest companies in Sweden". Largestcompanies.com. 6 October 2009. Diakses tanggal 25 August 2010. [nonaktif]
  17. ^ a b c d "Economic survey of Sweden 2007". Oecd.org. 1 January 1970. Diakses tanggal 25 August 2010. [nonaktif]
  18. ^ "Pension Reform in Sweden: Lessons for American Policymakers". The Heritage Foundation. Diakses tanggal 17 September 2014. 
  19. ^ a b "Revenue Statistics – Comparative tables". OECD, Europe. 2011. 
  20. ^ Agell, Jonas; Englund, Peter and Södersten, Jan (December 1996). "Tax reform of the Century – the Swedish Experiment" (PDF). National Tax Journal 49 (4): 643–664. 
  21. ^ "Financial Crisis – Experiences from Sweden, Lars Heikensten (1998)". Riksbank.se. 15 July 1998. Diakses tanggal 13 March 2013. 
  22. ^ Bengtsson, Niklas; Holmlund, Bertil and Waldenström, Daniel (June 2012). "Lifetime Versus Annual Tax Progressivity: Sweden, 1968–2009". Uppsala University, Sweden. 
  23. ^ "2014 Global Green Economy Index" (PDF). Dual Citizen LLC. 19 October 2014. Diakses tanggal 19 October 2014. 
  24. ^ "IMD World Competitiveness Yearbook 2013". Imd.ch. 30 May 2013. Diakses tanggal 9 June 2013. 
  25. ^ "Sweden most creative country in Europe & top talent hotspot di Wayback Machine (diarsipkan 21 Mei 2007)[nonaktif], Invest in Sweden Agency, 25 June 2005. Retrieved from Internet Archive 13 January 2014.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]