Indeks Pembangunan Manusia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Peta dunia yang menunjukkan Indeks Pembangunan Manusia (didasarkan pada data 2015 yang dipublikasikan pada 21 Maret 2017)
  di atas 0,900
  0,850–0,899
  0,800–0,849
  0,750–0,799
  0,700–0,749
  0,650–0,699
  0,600–0,649
  0,550–0,599
  0,500–0,549
  0,450–0,499
  0,400–0,449
  0,350–0,399
  0,349 ke bawah
  data tak tersedia

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) / Human Development Index (HDI) adalah pengukuran perbandingan dari harapan hidup, melek huruf, pendidikan dan standar hidup untuk semua negara seluruh dunia. IPM digunakan untuk mengklasifikasikan apakah sebuah negara adalah negara maju, negara berkembang atau negara terbelakang dan juga untuk mengukur pengaruh dari kebijaksanaan ekonomi terhadap kualitas hidup.[1]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Indeks ini pada 1990 dikembangkan oleh pemenang nobel India Amartya Sen dan seorang ekonom Pakistan Mahbub ul Haq, serta dibantu oleh Gustav Ranis dari Universitas Yale dan Lord Meghnad Desai dari London School of Economics. Sejak itu, indeks ini dipakai oleh Program pembangunan PBB pada laporan IPM tahunannya.

Amartya Sen menggambarkan indeks ini sebagai "pengukuran vulgar" oleh karena batasannya. Indeks ini lebih berfokus pada hal-hal yang lebih sensitif dan berguna daripada hanya sekadar pendapatan perkapita yang selama ini digunakan. Indeks ini juga berguna sebagai jembatan bagi peneliti yang serius untuk mengetahui hal-hal yang lebih terinci dalam membuat laporan pembangunan manusianya.

Dimensi dasar IPM[2][sunting | sunting sumber]

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) memiliki tiga dimensi yang digunakan sebagai dasar perhitungannya:

  1. Umur panjang dan hidup sehat yang diukur dengan angka harapan hidup saat kelahiran
  2. Pengetahuan yang dihitung dari angka harapan sekolah dan angka rata-rata lama sekolah
  3. Standar hidup layak yang dihitung dari Produk Domestik Bruto/PDB (keseimbangan kemampuan berbelanja) per kapita

Manfaat IPM[2][sunting | sunting sumber]

Menurut Badan Pusat Statisitik (BPS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) memiliki beberapa manfaat:

  • IPM merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk)
  • IPM dapat menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah/negara
  • Bagi Indonesia, IPM merupakan data strategis karena selain sebagai ukuran kinerja Pemerintah, IPM juga digunakan sebagai salah satu alokator penentuan Dana Alokasi Umum (DAU)

Cara menghitung indeks komponen[2][sunting | sunting sumber]

Setiap komponen IPM distandardisasi dengan nilai minimum dan maksimum sebelum digunakan untuk menghitung IPM. Rumus yang digunakan sebagai berikut.

Dimensi Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Keterangan:

I : indeks komponen

AHH : angka harapan hidup

AHHmin : angka harapan hidup terendah

AHHmaks: angka harapan hidup tertinggi

Dimensi Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Keterangan:

I : indeks komponen

HLS : harapan lama sekolah

HLSmin : harapan lama sekolah terendah

HLSmaks: harapan lama sekolah tertinggi

Keterangan:

I : indeks komponen

RLS : rata-rata lama sekolah

RLSmin: rata-rata lama sekolah terendah

RLSmaks: rata-rata lama sekolah tertinggi

I : indeks komponen

HLS: harapan lama sekolah

RLS: rata-rata lama sekolah

Dimensi Pengeluaran[sunting | sunting sumber]

Keterangan:

I : indeks komponen

In : indeks komponen

pengeluaranmin : pengeluaran terendah

pengeluaranmaks: pengeluaran tertinggi

Cara menghitung Indeks Pembangunan Manusia[sunting | sunting sumber]

Keterangan:

IPM: indeks pembangunan manusia

I : indeks komponen

Indonesia[sunting | sunting sumber]

Tabel IPM Indonesia[3]
Tahun IPM Perubahan IPM
1990 0,528 N/A
1991 0,528 Steady
1992 0,534 0,006
1993 0,545 0,011
1994 0,554 0,009
1995 0,564 0,010
1996 0,577 0,013
1997 0,590 0,013
1998 0,590 Steady
1999 0,597 0,007
2000 0,604 0,007
2001 0,608 0,004
2002 0,613 0,005
2003 0,624 0,011
2004 0,629 0,005
2005 0,632 0,003
2006 0,638 0,008
2007 0,641 0,003
2008 0,645 0,004
2009 0,656 0,011
2010 0,662 0,006
2011 0,669 0,007
2012 0,677 0,008
2013 0,682 0,005
2014 0,686 0,004
2015 0,689 0,003

Catatan:

  Krisis Moneter dan krisis ekonomi lainnya
  Krisis Moneter dan kelabilan politik Indonesia (menyebabkan jatuhnya pendapatan per kapita)
  Proses pemulihan dari Krisis Moneter
  Pulih dari Krisis Moneter (pendapatan per kapita sama dengan sebelum krisis moneter) [4]
  Peningkatan IPM terendah
  Peningkatan IPM tertinggi
  Peningkatan IPM kurang dari rata-rata
  Peningkatan IPM lebih dari sama dengan rata-rata

Laporan 2016[sunting | sunting sumber]

Laporan ini diumumkan di Stockholm, Swedia pada 21 Maret 2017.[5]

  • = meningkat
  • Steady = tetap
  • = menurun

Pembangunan manusia sangat tinggi[sunting | sunting sumber]

Pembangunan manusia tinggi[sunting | sunting sumber]

Pembangunan manusia sedang[sunting | sunting sumber]

Pembangunan manusia rendah[sunting | sunting sumber]

Laporan 2010[sunting | sunting sumber]

Laporan ini diluncurkan pada 4 November 2010.[7][8]

  • = meningkat
  • Steady = tetap
  • = menurun

Pembangunan manusia sangat tinggi[sunting | sunting sumber]

Pembangunan manusia tinggi[sunting | sunting sumber]

Pembangunan manusia sedang[sunting | sunting sumber]

Pembangunan manusia rendah[sunting | sunting sumber]

Negara yang IPM-nya tidak dihitung[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Davies, A. and G. Quinlivan (2006), A Panel Data Analysis of the Impact of Trade on Human Development, Journal of Socioeconomics
  2. ^ a b c "Badan Pusat Statistik". www.bps.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-04-24. 
  3. ^ "United Nations Development Programme". http://hdr.undp.org/en/ (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 27-06-2017.  Hapus pranala luar di parameter |website= (bantuan)
  4. ^ "The World Bank" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 03-07-2017. 
  5. ^ "Human Development Report 2016 'Human Development for Everyone' to Launch 21 March 2017 in Stockholm, Sweden | Human Development Reports". hdr.undp.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-07-09. 
  6. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z aa ab ac ad ae af Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama UNDP2016
  7. ^ "2010 Human Development Report: 40-year trends analysis shows many countries making gains but some losing ground | UNAIDS". www.unaids.org. Diakses tanggal 2017-07-22. 
  8. ^ Human Development Report 2010 Complete English http://hdr.undp.org/sites/default/files/reports/270/hdr_2010_en_complete_reprint.pdf

wikipedia ensiklopedia bebas

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]