Indeks Persepsi Korupsi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Peta yang menunjukkan negara dan wilayah menurut Indeks Persepsi Korupsi tahun 2021.
  Skor lebih tinggi dari 89
  Skor sama dengan atau antara 80 hingga 89
  Skor sama dengan atau antara 70 hingga 79
  Skor sama dengan atau antara 60 hingga 69
  Skor sama dengan atau antara 50 hingga 59
  Skor sama dengan atau antara 40 hingga 49
  Skor sama dengan atau antara 30 hingga 39
  Skor sama dengan atau antara 20 hingga 29
  Skor sama dengan atau antara 10 hingga 19
  Skor lebih rendah dari 10
  Data tidak tersedia

Semenjak tahun 1995, Transparansi Internasional telah menerbitkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) setiap tahun yang mengurutkan negara-negara di dunia berdasarkan persepsi (anggapan) publik terhadap korupsi di jabatan publik dan politis.

Survei tahun 2003 mencakup 133 negara. Hasilnya menunjukan tujuh dari setiap sepuluh negara (dan sembilan dari setiap sepuluh negara berkembang) memiliki indeks 5 poin dari 10. Pada 2006 survei mencakup 163 negara. Indonesia berada pada peringkat 130 dari 163 negara tersebut dengan nilai indeks 2,4. Pada 2007 survei mencakup 180 negara. Indonesia berada pada peringkat 145 dari 180 negara tersebut dengan nilai indeks 2,3. Pada tahun 2009 survei mencakup 178 negara. Indonesia berada pada peringkat 110 dengan nilai indeks 2,8, dan pada 2010 naik menjadi peringkat 100 dari 182 negara dengan nilai indeks 3,0.[1]

Nilai dari indeks ini sedang didebatkan, karena berdasarkan survei, hasilnya tidak bisa dihindarkan dari bersifat subjektif. Karena korupsi selalu bersifat tersembunyi, maka mustahil untuk mengukur secara langsung, sehingga digunakan berbagai parameter untuk mengukur tingkat korupsi. Contohnya adalah dengan mengambil sampel survei persepsi publik melalui berbagai pertanyaan, mulai dari "Apakah Anda percaya pada pemerintah?" atau "Apakah korupsi masalah besar di negara Anda?". Selain itu, apa yang didefinisikan atau dianggap sah sebagai korupsi berbeda-beda di berbagai wilayah hukum: sumbangan politis sah di satu wilayah hukum mungkin tidak sah di wilayah lain; sesuatu yang dianggap sebagai pemberian tip biasa di satu negara bisa dianggap sebagai penyogokan di negara lain. Dengan demikian, hasil survei harus dimengerti secara khusus sebagai pengukuran persepsi (anggapan) publik, bukannya satu ukuran yang objektif terhadap korupsi.

Negara-negara terbersih dan terkorup di dunia[sunting | sunting sumber]

IPK 2021, yang diterbitkan pada Januari 2022, saat ini memeringkat 180 negara "dalam skala dari 100 (sangat bersih) hingga 0 (sangat korup)" berdasarkan situasi antara Mei 2020 dan Mei 2021.[2] Denmark, Finlandia, Selandia Baru, Norwegia, Singapura, dan Swedia dianggap sebagai negara yang paling tidak korup di dunia, secara konsisten menempati peringkat tinggi di antara transparansi keuangan internasional, berturut-turut memiliki skor 88 dan 85 dari 100, sementara negara yang paling korup di dunia adalah Somalia, Suriah, and Sudan Selatan, berturut-turut memiliki skor 13 dan 11 dari 100 pada tahun 2021.[3]

Peringkat[sunting | sunting sumber]

Legenda[sunting | sunting sumber]

Skor Dianggap kurang korup Dianggap lebih korup
99–90 89–80 79–70 69–60 59–50 49–40 39–30 29–20 19–10 9–0

2019–2021[sunting | sunting sumber]

Tabel Indeks Persepsi Korupsi:

Peringkat Negara atau wilayah Skor 2021[3] Skor 2020[4] Skor 2019[5]
1  Denmark 88 88 87
1  Finlandia 88 85 86
1  Selandia Baru 88 88 87
4  Norwegia 85 84 84
4  Singapura 85 85 85
4  Swedia 85 85 85
7  Swiss 84 85 85
8  Belanda 82 82 82
9  Luksemburg 81 80 80
10  Jerman 80 80 80
11  Britania Raya 78 77 77
12  Hong Kong 76 77 76
13  Austria 74 76 77
13  Estonia 74 75 74
13  Irlandia 74 72 74
13  Islandia 74 75 78
13  Kanada 74 77 77
18  Australia 73 77 77
18  Belgia 73 76 75
18  Jepang 73 74 73
18  Uruguay 73 71 71
22  Prancis 71 69 69
23  Seychelles 70 66 66
24  Uni Emirat Arab 69 71 71
25  Bhutan 68 68 68
25  Taiwan 68 65 65
27  Chili 67 67 67
27  Amerika Serikat 67 67 69
29  Barbados 65 64 62
30  Bahama 64 63 64
31  Qatar 63 63 62
32  Korea Selatan 62 61 59
32  Portugal 62 61 62
34  Lituania 61 60 60
34  Spanyol 61 62 62
36  Brunei 60 60 60
37  Israel 59 60 60
37  Latvia 59 57 56
37  Saint Vincent dan Grenadine 59 59 59
40  Kosta Rika 58 57 56
40  Tanjung Verde 58 58 58
42  Slovenia 57 60 60
43  Italia 56 53 53
43  Polandia 56 56 58
43  Saint Lucia 56 56 55
46  Botswana 55 60 61
46  Dominika 55 55 55
46  Georgia 55 56 56
49  Ceko 54 54 56
49  Malta 54 53 54
49  Mauritius 54 53 52
52  Arab Saudi 53 53 53
52  Grenada 53 53 53
52  Rwanda 53 54 53
52  Siprus 53 57 58
56  Oman 52 54 52
56  Slowakia 52 49 50
58  Armenia 49 49 42
58  Namibia 49 51 52
58  Yordania 49 49 48
58  Yunani 49 50 48
62  Malaysia 48 51 53
63  Kroasia 47 47 47
64  Kuba 46 47 48
64  Montenegro 46 45 45
66  Rumania 45 44 44
66  Sao Tome dan Principe 45 47 46
66  Tiongkok 45 42 41
66  Vanuatu 45 43 46
70  Afrika Selatan 44 44 44
70  Jamaika 44 44 43
70  Tunisia 44 44 43
73  Ghana 43 43 41
73  Hongaria 43 44 44
73  Kepulauan Solomon 43 42 42
73  Kuwait 43 42 40
73  Senegal 43 45 45
78  Bahrain 42 42 42
78  Benin 42 41 41
78  Bulgaria 42 44 43
78  Burkina Faso 42 40 40
82  Belarus 41 47 45
82  Timor Leste 41 40 38
82  Trinidad dan Tobago 41 40 40
85  India 40 40 41
85  Maladewa 40 43 29
87  Etiopia 39 38 37
87  Guyana 39 41 40
87  Kolombia 39 39 37
87  Kosovo 39 36 36
87  Makedonia Utara 39 35 35
87  Maroko 39 40 41
87  Suriname 39 38 44
87  Tanzania 39 38 37
87  Vietnam 39 36 37
96  Argentina 38 42 45
96  Brasil 38 38 35
96  Indonesia 38 37 40
96  Lesotho 38 41 40
96  Serbia 38 38 39
96  Turki 38 40 39
102  Gambia 37 37 37
102  Kazakhstan 37 38 34
102  Sri Lanka 37 38 38
105  Ekuador 36 39 38
105  Moldova 36 34 32
105  Panama 36 35 36
105  Pantai Gading 36 36 35
105  Peru 36 38 36
110  Albania 35 36 35
110  Bosnia dan Herzegovina 35 35 36
110  Malawi 35 30 31
110  Mongolia 35 35 35
110  Thailand 35 36 36
115  El Salvador 34 36 34
115  Sierra Leone 34 33 33
117  Aljazair 33 36 35
117  Filipina 33 34 34
117  Mesir 33 33 35
117  Nepal 33 33 34
117  Zambia 33 33 34
122  Eswatini 32 33 34
122  Ukraina 32 33 30
124  Gabon 31 30 31
124  Meksiko 31 31 29
124  Niger 31 32 32
124  Papua Nugini 31 27 28
128  Azerbaijan 30 30 30
128  Bolivia 30 31 31
128  Jibuti 30 27 30
128  Kenya 30 31 28
128  Laos 30 29 29
128  Paraguay 30 28 28
128  Republik Dominika 30 28 28
128  Togo 30 29 29
136  Angola 29 27 26
136  Liberia 29 28 28
136  Mali 29 30 29
136  Rusia 29 30 28
140  Mauritania 28 29 28
140  Myanmar 28 28 29
140  Pakistan 28 31 32
140  Uzbekistan 28 26 25
144  Kamerun 27 25 25
144  Kirgizstan 27 31 30
144  Uganda 27 27 28
147  Bangladesh 26 26 26
147  Madagaskar 26 25 24
147  Mozambik 26 25 26
150  Guatemala 25 25 26
150  Guinea 25 28 29
150  Iran 25 25 26
150  Tajikistan 25 25 25
154  Afrika Tengah 24 26 25
154  Lebanon 24 25 28
154  Nigeria 24 25 26
157  Honduras 23 24 26
157  Irak 23 21 20
157  Kamboja 23 21 20
157  Zimbabwe 23 24 24
161  Eritrea 22 21 23
162  Guinea-Bissau 21 19 18
162  Republik Demokratik Kongo 21 18 18
162  Republik Kongo 21 19 19
165  Chad 20 21 20
165  Haiti 20 18 18
165  Komoro 20 21 25
165  Nikaragua 20 22 22
165  Sudan 20 16 16
170  Burundi 19 19 19
170  Turkmenistan 19 19 19
172  Guinea Khatulistiwa 17 16 16
172  Libya 17 17 18
174  Afganistan 16 19 16
174  Korea Utara 16 18 17
174  Yaman 16 15 15
177  Venezuela 14 15 16
178  Somalia 13 12 9
178  Suriah 13 14 13
180  Sudan Selatan 11 12 12

Kritik Terhadap Index[sunting | sunting sumber]

Statistik dari tahun yang berbeda belum tentu bisa dibandingkan. ICCR sendiri menjelaskan, "...perubahan dari tahun ke tahun di hasil dari satu negara ditimbulkan bukan hanya dari perubahan persepsi terhadap penampilan suatu negara, namun juga dari perubahan sampel dan metodologi. Setiap tahun, beberapa sumber tidak diperbaharui dan harus dihilangkan dari IPK, sementara sumber baru dan tepercaya ditambahkan. Dengan berbeda-bedanya peserta dan metodologi, perubahan skor suatu negara bisa juga berhubungan dengan kenyataan bahwa pandangan-pandangan berbeda telah dikumpulkan dan pertanyaan-pertanyaan berbeda telah diberikan...(walaupun telah ada) reformasi antikorupsi...(atau) penyibakan skandal korupsi terbaru...Adalah sulit untuk memperbaiki IPK skor dalam waktu singkat, seperti dalam dua tahun. IPK adalah berdasarkan dari data selama tiga tahun terakhir (lihat narasumber di bawah). Ini berarti bahwa perubahan dalam persepsi korupsi hanya akan muncul dalam indeks selama waktu yang lebih lama." Mereka pun telah membicarakan bahwa dalam waktu yang lama mereka telah bergeser dari survei publik di suatu negara ke survei para ahli, dan mereka telah meningkatkan jumlah survei para ahli dari negara-negara berkembang tentang persepsi mereka tentang korupsi di negara-negara maju.[6]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 1 November 2010. Diakses tanggal 28 Oktober 2010. 
  2. ^ "Corruption Perceptions Index 2021". Transparency International. Diakses tanggal 16 Mei 2022. 
  3. ^ a b "CPI 2021". Transparency International. Diakses tanggal 16 Mei 2022. 
  4. ^ "CPI 2020". Transparency International. Diakses tanggal 16 Mei 2022. 
  5. ^ "CPI 2019". Transparency International. Diakses tanggal 16 Mei 2022. 
  6. ^ "Frequently Asked Questions". Internet Center for Corruption Research. Diakses tanggal 4 Juli 2012. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]