Kepulauan Solomon

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Disambig gray.svg
Kepulauan Solomon
Solomon Islands (Inggris)
Bendera
MottoTo Lead is to Serve
(Inggris: "Memimpin berarti Mengabdi")
Lagu kebangsaanGod Save Our Solomon Islands
Ibu kota
(dan kota terbesar)
Honiara
9°28′LU 159°49′BT / 9,467°LS 159,817°BT / -9.467; 159.817
Bahasa resmi Inggris
Pemerintahan Monarki konstitusional
 -  Ratu Elizabeth II
 -  Gubernur Jenderal Frank Kabui
 -  Perdana Menteri Manasseh Sogavare
Legislatif National Parliament
Kemerdekaan
 -  Dari Britania Raya 7 Juli 1978 
Luas
 -  Total 28.400 km2 (142)
 -  Perairan (%) 3,2
Penduduk
 -  Perkiraan 2013 581.344 (170)
 -  Kepadatan 18,2/km2 (200)
PDB (KKB) Perkiraan 2014
 -  Total $1.090 miliar (178)
 -  Per kapita $1.895 (166)
PDB (nominal) Perkiraan 2014
 -  Total $1.155 miliar (172)
 -  Per kapita $2.009 (136)
Gini n/a
IPM (2013) 0,491 (rendah) (157)
Mata uang Dolar Kepulauan Solomon (SI$) (SBD)
Zona waktu Waktu Kepulauan Solomon (SBT) (UTC+11)
Lajur kemudi kiri
Kode ISO 3166 SB
Ranah Internet .sb
Kode telepon +677

Kepulauan Solomon atau Kepulauan Salomo adalah sebuah negara kepulauan di Samudra Pasifik bagian selatan yang terletak di sebelah timur Papua Nugini dan merupakan bagian dari Persemakmuran. Dia terdiri dari 992 pulau yang secara keseluruhan membentuk wilayah seluas 28.450 km².

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kepulauan Solomon memiliki sejumlah pulau seperti Guadalcanal, Malaita, Santa Isabel, Makira dan Sikaiana. Jarak antara pulau paling barat dan paling timur ialah ±1.500 km.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Kapal penjelajah Spanyol Álvaro de Mendaña de Neira pertama kali mencatat tentang pulau Santa Isabel pada 7 Februari 1568. Karena adanya tanda-tanda emas di Guadalcanal, Mendaña percaya bahwa ia menemukan sumber kekayaan Raja Salomo, dan menamai pulau itu "Pulau Salomo". Pada 1595 dan 1605 Spanyol mengirim beberapa ekspedisi untuk mendiami pulau tersebut dan mendirikan sebuah koloni, namun gagal. Pada 1767 Kapten Philip Carteret menemukan kembali Santa Cruz dan Malaita. Kemudian penjelajah dari Belanda, Perancis, dan Inggris berturut-turut mengunjungi pulau-pulau tersebut; penerimaan penduduk setempat tidak ramah.

Pada 1886, Britania Raya dan Jerman membagi pulau tersebut di antara mereka. Tentara Australia lalu mengambil alih bagian yang dikuasai Jerman hingga 1920. Jepang menguasai wilayah ini antara tahun 1942 dan 1943 sebelum pihak Sekutu merebutnya.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]