Timbal

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
"PB" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain, lihat PB (disambiguasi).
Timbal,  82Pb
Lead electrolytic and 1cm3 cube.jpg
Sifat umum
Nama, simbol timbal, Pb
Pengucapan /ˈlɛd/ LED
Penampilan abu-abu metalik
Timbal di tabel periodik
Hydrogen (diatomic nonmetal)
Helium (noble gas)
Litium (alkali metal)
Berilium (alkaline earth metal)
Boron (metalloid)
Karbon (polyatomic nonmetal)
Nitrogen (diatomic nonmetal)
Oksigen (diatomic nonmetal)
Fluor (diatomic nonmetal)
Neon (noble gas)
Natrium (alkali metal)
Magnesium (alkaline earth metal)
Aluminium (post-transition metal)
Silikon (metalloid)
Fosfor (polyatomic nonmetal)
Belerang (polyatomic nonmetal)
Klor (diatomic nonmetal)
Argon (noble gas)
Kalium (alkali metal)
Kalsium (alkaline earth metal)
Skandium (transition metal)
Titanium (transition metal)
Vanadium (transition metal)
Kromium (transition metal)
Mangan (transition metal)
Besi (transition metal)
Kobalt (transition metal)
Nikel (transition metal)
Tembaga (transition metal)
Seng (transition metal)
Galium (post-transition metal)
Germanium (metalloid)
Arsenik (metalloid)
Selenium (polyatomic nonmetal)
Bromin (diatomic nonmetal)
Kripton (noble gas)
Rubidium (alkali metal)
Stronsium (alkaline earth metal)
Itrium (transition metal)
Zirkonium (transition metal)
Niobium (transition metal)
Molibdenum (transition metal)
Teknesium (transition metal)
Rutenium (transition metal)
Rodium (transition metal)
Paladium (transition metal)
Perak (transition metal)
Kadmium (transition metal)
Indium (post-transition metal)
Timah (post-transition metal)
Antimon (metalloid)
Telurium (metalloid)
Yodium (diatomic nonmetal)
Xenon (noble gas)
Sesium (alkali metal)
Barium (alkaline earth metal)
Lantanum (lanthanide)
Serium (lanthanide)
Praseodimium (lanthanide)
Neodimium (lanthanide)
Prometium (lanthanide)
Samarium (lanthanide)
Europium (lanthanide)
Gadolinium (lanthanide)
Terbium (lanthanide)
Disprosium (lanthanide)
Holmium (lanthanide)
Erbium (lanthanide)
Tulium (lanthanide)
Iterbium (lanthanide)
Lutesium (lanthanide)
Hafnium (transition metal)
Tantalum (transition metal)
Tungsten (transition metal)
Renium (transition metal)
Osmium (transition metal)
Iridium (transition metal)
Platinum (transition metal)
Emas (transition metal)
Raksa (transition metal)
Talium (post-transition metal)
Timbal (post-transition metal)
Bismut (post-transition metal)
Polonium (post-transition metal)
Astatin (metalloid)
Radon (noble gas)
Fransium (alkali metal)
Radium (alkaline earth metal)
Aktinium (actinide)
Torium (actinide)
Protaktinium (actinide)
Uranium (actinide)
Neptunium (actinide)
Plutonium (actinide)
Amerisium (actinide)
Kurium (actinide)
Berkelium (actinide)
Kalifornium (actinide)
Einsteinium (actinide)
Fermium (actinide)
Mendelevium (actinide)
Nobelium (actinide)
Lawrensium (actinide)
Ruterfordium (transition metal)
Dubnium (transition metal)
Seaborgium (transition metal)
Bohrium (transition metal)
Hasium (transition metal)
Meitnerium (unknown chemical properties)
Darmstadtium (unknown chemical properties)
Roentgenium (unknown chemical properties)
Kopernisium (transition metal)
Nihonium (unknown chemical properties)
Flerovium (post-transition metal)
Moskovium (unknown chemical properties)
Livermorium (unknown chemical properties)
Tenesin (unknown chemical properties)
Oganeson (unknown chemical properties)
Sn

Pb

Fl
taliumtimbalbismut
Nomor atom (Z) 82
Golongan, blok golongan 14 (golongan karbon), blok-p
Periode periode 6
Kategori unsur   logam pasca-transisi
Massa atom standar (Ar) 207.2
Konfigurasi elektron [Xe] 4f14 5d10 6s2 6p2
per kulit
2, 8, 18, 32, 18, 4
Sifat fisika
Fase solid
Titik lebur 600.61 K ​(327.46 °C, ​621.43 °F)
Titik didih 2022 K ​(1749 °C, ​3180 °F)
Kepadatan mendekati s.k. 11.34 g/cm3
saat cair, pada t.l. 10.66 g/cm3
Kalor peleburan 4.77 kJ/mol
Kalor penguapan 179.5 kJ/mol
Kapasitas kalor molar 26.650 J/(mol·K)
Tekanan uap
P (Pa) 1 10 100 1 k 10 k 100 k
at T (K) 978 1088 1229 1412 1660 2027
Sifat atom
Bilangan oksidasi 4, 2 (oksida Amfoter)
Elektronegativitas Skala Pauling: 2.33
Jari-jari atom empiris: 175 pm
Jari-jari kovalen 146±5 pm
Jari-jari Van der Waals 202 pm
Lain-lain
Struktur kristal kubus acuan muka (fcc)
Struktur kristal Face-centered cubic untuk timbal
Kecepatan suara batang ringan (annealed)
1190 m/s (pada s.k.)
Ekspansi kalor 28.9 µm/(m·K) (suhu 25 °C)
Kondusivitas termal 35.3 W/(m·K)
Resistivitas listrik 208 n Ω·m (suhu 20 °C)
Arah magnet diamagnetik
Modulus Young 16 GPa
Modulus Shear 5.6 GPa
Modulus Bulk 46 GPa
Rasio Poisson 0.44
Skala Mohs 1.5
Skala Brinell 38.3 MPa
Nomor CAS 7439-92-1
Isotop timbal terstabil
iso NA waktu paruh DM DE (MeV) DP
204Pb 1.4% >1.4×1017 thn α 2.186 200Hg
205Pb syn 1.53×107 thn ε 0.051 205Tl
206Pb 24.1% Pb stabil dengan 124 neutron
207Pb 22.1% Pb stabil dengan 125 neutron
208Pb 52.4% Pb stabil dengan 126 neutron
210Pb sisa 22.3 y α 3.792 206Hg
β 0.064 210Bi
| referensi | di Wikidata

Timbal adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Pb dan nomor atom 82.

Lambangnya diambil dari bahasa Latin Plumbum.[butuh rujukan] Timbal (Pb) adalah logam berat yang terdapat secara alami di dalam kerak bumi.[butuh rujukan] Keberadaan timbal bisa juga berasal dari hasil aktivitas manusia, yang mana jumlahnya 300 kali lebih banyak dibandingkan Pb alami yang terdapat pada kerak bumi.[butuh rujukan] Pb terkonsentrasi dalam deposit bijih logam.[butuh rujukan] Unsur Pb digunakan dalam bidang industri modern sebagai bahan pembuatan pipa air yang tahan korosi, bahan pembuat cat, baterai, dan campuran bahan bakar bensin tetraetil.[butuh rujukan]

Timbal (Pb) adalah logam yang mendapat perhatian khusus karena sifatnya yang toksik (beracun) terhadap manusia.[butuh rujukan] Timbal (Pb) dapat masuk ke dalam tubuh melalui konsumsi makanan, minuman, udara, air, serta debu yang tercemar Pb.[butuh rujukan]

Toksisitas[sunting | sunting sumber]

Keracunan akibat kontaminasi Pb bisa menimbulkan berbagai macam hal diantaranya[butuh rujukan]:

  1. Menghambat aktivitas enzim yang terlibat dalam pembentukan hemoglobin (Hb)
  2. Meningkatnya kadar asam δ-aminolevulinat dehidratase (ALAD) dan kadar protoporphin dalam sel darah merah
  3. Memperpendek umur sel darah merah
  4. Menurunkan jumlah sel darah merah dan retikulosit, serta meningkatkan kandungan logam Fe dalam plasma darah.

Timbal bersifat kumulatif.[butuh rujukan] Dengan waktu paruh timbal dalam sel darah merah adalah 35 hari, dalam jaringan ginjal dan hati selama 40 hari, sedangkan dalam tulang selama 30 hari.[butuh rujukan]

Mekanisme toksisitas Pb berdasarkan organ yang dipengaruhinya adalah[butuh rujukan]:

  • 1. Sistem haemopoietik; di mana Pb menghambat sistem pembentukan hemoglobin (Hb) sehingga menyebabkan anemia.
  • 2. Sistem saraf; di mana Pb dapat menyebabkan kerusakan otak dengan gejala epilepsi, halusinasi, kerusakan otak besar, dan delirium.
  • 3. Sistem urinaria; di mana Pb bisa menyebabkan lesi tubulus proksimalis, lengkung henle, serta menyebabkan aminosiduria.
  • 4. Sistem pencernaan; di mana Pb dapat menyebabkan kolik dan konstipasi.
  • 5. Sistem kardiovaskular; di mana Pb dapat menyebabkan peningkatan permeabilitas pembuluh darah.
  • 6. Sistem reproduksi; di mana Pb dapat menyebabkan keguguran, tidak berkembangnya sel otak embrio, kematian janin waktu lahir, serta hipospermia dan teratospermia pada pria.
  • 7. Sistem endokrin; di mana Pb dapat menyebabkan gangguan fungsi tiroid dan fungsi adrenal
  • 8. Bersifat karsinogenik dalam dosis tinggi.

Paparan Pb dosis tinggi mengakibatkan kadar Pb darah mencapai 80 µg/dL pada orang dewasa dan 70 µg/dL pada anak-anak sehingga terjadi ensefalopati, kerusakan arteriol dan kapiler , edeme otak, meningkatkanya tekanan zalir serebrospinal, degenerasi neuron, serta perkembangbiakan sel glia yang disertai dengan munculnya ataksia, koma, kejang-kejang, dan hiperaktivitas.[butuh rujukan]

Kandungan Pb dalam darah berkorelasi dengan tingkat kecerdasan manusia.[butuh rujukan] Semakin tinggi kadar Pb dalam darah, semakin rendah poin IQ.[butuh rujukan] Apabila dalam darah ditemukan kadar Pb sebanyak tiga kali batas normal (intake normal sekitar 0,3 mg/hari), maka akan terjadi penurunan kecerdasan intelektual.[butuh rujukan]

Intoksikasi Pb bisa terjadi melalui jalur oral, lewat makanan, minuman, pernapasan, kontak lewat kulit, kontak lewat mata, serta lewat parenteral.[butuh rujukan] Logam Pb tidak dibutuhkan oleh tubuh manusia sehingga bila makanan atau minuman tercemar Pb dikonsumsi, maka tubuh akan mengeluarkannya[butuh rujukan]. Sebagian kecil Pb diekskresikan melalui urin atau feses karena sebagian terikat oleh protein dan sebagian lainnya lagi terakumulasi dalam ginjal, hati, kuku, jaringan lemak, dan rambut.[butuh rujukan]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Daftar Pustaka[sunting | sunting sumber]

  • Herman DZ (2006). "Tinjauan terhadap tailing mengandung unsur pencemar As, Hg, Pb, dan Cd". J Geol Indones 1: 31–36. 
  • Klaassen CD, Amdur MO, Doull J (1986). Toxicology The Basic Science of Poisons. New York: Macmillan Publishing Company. 
  • Widowati W, Sastiono A, Jusuf R (2008). Efek Toksik logam Pencegahan dan Penanggulangan Pencemaran. Yogyakarta: Andi. ISBN 978-979-29-0448-2.