Timbal(II) hidroksida

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Timbal(II) hidroksida
Hydroxid olovnatý.PNG
Nama
Nama IUPAC
Timbal(II) Hidroksida
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChemSpider
ECHA InfoCard 100.039.358
Sifat
Pb(OH)2
Massa molar 241.21 g/mol
Penampilan white amorphous powder
Densitas 7.41 g/cm3 [2]
Titik lebur 135 °C (275 °F; 408 K) (berdekomposisi)
0.0155 g/100 mL (20 °C)[3]
Hasil kali kelarutan, Ksp 1.42 x 10−20
Kelarutan Dapat larut dalam asam dan alkali encer;
tidak dapat larut dalam aseton dan asam asetat
Bahaya
Beracun T
Frasa-R R25
Frasa-S (S1/2) S20/21 S29/56 S45
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
N verifikasi (apa ini YaYN ?)
Sangkalan dan referensi

Timbal(II) hidroksida adalah senyawa anorganik dengan rumus kimia Pb(OH)2. Unsur timbal di dalam senyawa ini memiliki bilangan oksidasi +2. Keberadaan senyawa sederhana seperti ini masih diragukan.[4] Timbal putih (PbCO3·2Pb(OH)2) atau timbal(II) oksida (PbO) dapat ditemui di tempat keberadaan timbal hidroksida, sehingga telah menimbulkan kebingungan sebelumnya.

Preparasi[sunting | sunting sumber]

Saat hidroksida ditambahkan ke dalam larutan garam timbal(II), timbal oksida yang terhidratasi PbO·xH2O (dengan x < 1) diperoleh. Hidrolisis larutan timbal(II) asetat yang dilakukan dengan hati-hati akan menghasilkan kristalin dengan rumus 6PbO·2H2O = Pb6O4(OH)4.[5]

Reaksi[sunting | sunting sumber]

Di dalam larutan, timbal(II) hidroksida merupakan basa lemah yang membentuk ion timbal(II) (Pb2+) di dalam kondisi asam lemah. Kation ini berhidrolisis, dan jika kadar alkalinitas terus meningkat akan membentuk Pb(OH)+, Pb(OH)2(berair), Pb(OH)3, dan senyawa-senyawa lainnya, seperti Pb4(OH)44+, Pb3(OH)42+, Pb6O(OH)64+.[5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ http://www.commonchemistry.org/ChemicalDetail.aspx?ref=1319-46-6&terms=lead(II)+hydroxide
  2. ^ Pradyot Patnaik. Handbook of Inorganic Chemicals. McGraw-Hill, 2002, ISBN 0-07-049439-8
  3. ^ Handbook of Chemistry and Physics, 1st edition, 2000, CRC Press ISBN 0-8493-0740-6
  4. ^ G. Todd and E. Parry (1964). "Character of Lead Hydroxide and Basic Lead Carbonate". Nature. 202 (4930): 386–387. doi:10.1038/202386a0. 
  5. ^ a b Von Egon Wiberg, Nils Wiberg, Arnold Frederick Holleman, "Inorganic Chemistry", Academic Press, 2001 (Google books).

Pranala luar[sunting | sunting sumber]