Timbal(II) hidroksida
| Nama | |
|---|---|
| Nama IUPAC
Timbal(II) Hidroksida | |
| Penanda | |
Model 3D (JSmol) |
|
| ChemSpider | |
| ECHA InfoCard | Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'. Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'. |
| Nomor EC | |
| Nomor E | Lua error in mw.lua at line 656: invalid value (nil) at index 1 in table for 'concat'. |
PubChem CID |
|
| Nomor RTECS | {{{value}}} |
CompTox Dashboard (EPA) |
|
| |
| |
| Sifat | |
| Pb(OH)2 | |
| Massa molar | 241.21 g/mol |
| Penampilan | white amorphous powder |
| Densitas | 7.41 g/cm3[4] |
| Titik lebur | 135 °C (275 °F; 408 K) (berdekomposisi) |
| 0.0155 g/100 mL (20 °C)[5] | |
| Hasil kali kelarutan, Ksp | 1.42 x 10−20 |
| Kelarutan | Dapat larut dalam asam dan alkali encer; tidak dapat larut dalam aseton dan asam asetat |
| Bahaya | |
Klasifikasi UE (DSD) (usang) |
|
| Frasa-R | R25 |
| Frasa-S | (S1/2) S20/21 S29/56 S45 |
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa). | |
| Referensi | |
Timbal(II) hidroksida adalah senyawa anorganik dengan rumus kimia Pb(OH)2. Unsur timbal di dalam senyawa ini memiliki bilangan oksidasi +2. Keberadaan senyawa sederhana seperti ini masih diragukan.[6] Timbal putih (PbCO3·2Pb(OH)2) atau timbal(II) oksida (PbO) dapat ditemui di tempat keberadaan timbal hidroksida, sehingga telah menimbulkan kebingungan sebelumnya.
Preparasi
[sunting | sunting sumber]Saat hidroksida ditambahkan ke dalam larutan garam timbal(II), timbal oksida yang terhidratasi PbO·xH2O (dengan x < 1) diperoleh. Hidrolisis larutan timbal(II) asetat yang dilakukan dengan hati-hati akan menghasilkan kristalin dengan rumus 6PbO·2H2O = Pb6O4(OH)4.[7]
Reaksi
[sunting | sunting sumber]Di dalam larutan, timbal(II) hidroksida merupakan basa lemah yang membentuk ion timbal(II) (Pb2+) di dalam kondisi asam lemah. Kation ini berhidrolisis, dan jika kadar alkalinitas terus meningkat akan membentuk Pb(OH)+, Pb(OH)2(berair), Pb(OH)3−, dan senyawa-senyawa lainnya, seperti Pb4(OH)44+, Pb3(OH)42+, Pb6O(OH)64+.[7]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- http://www.commonchemistry.org/ChemicalDetail.aspx?ref=1319-46-6&terms=lead(II)+hydroxide
- ↑ http://www.commonchemistry.org/ChemicalDetail.aspx?ref=1319-46-6&terms=lead(II)+hydroxide
- ↑ http://www.commonchemistry.org/ChemicalDetail.aspx?ref=1319-46-6&terms=lead(II)+hydroxide
- ↑ Pradyot Patnaik. Handbook of Inorganic Chemicals. McGraw-Hill, 2002, ISBN 0-07-049439-8
- ↑ Handbook of Chemistry and Physics, 1st edition, 2000, CRC Press ISBN 0-8493-0740-6
- ↑ G. Todd and E. Parry (1964). "Character of Lead Hydroxide and Basic Lead Carbonate". Nature. 202 (4930): 386–387. doi:10.1038/202386a0.
- 1 2 Von Egon Wiberg, Nils Wiberg, Arnold Frederick Holleman, "Inorganic Chemistry", Academic Press, 2001 (Google books).
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- Case Studies in Environmental Medicine - Lead Toxicity
- ToxFAQs: Lead
- National Pollutant Inventory - Lead and Lead Compounds Fact Sheet