Stronsium hidroksida

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stronsium hidroksida
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChEBI
ChemSpider
Nomor EC 242-367-1
Referensi Gmelin 847042
Sifat
Sr(OH)2
Massa molar 121.63 g/mol (anhidrat)
139.65 g/mol (monohidrat)
265.76 g/mol (oktahidrat)
Penampilan kristal tidak berwarna dan prismatik
Densitas 3.625 g/cm3 (anhidrat)
1.90 g/cm3 (oktahidrat)
Titik lebur 535 °C (995 °F; 808 K) (anhidrat, 375K untuk oktahidrat)
Titik didih 710 °C (1310 °F; 983 K) berdekomposisi (anhidrat)
0.41 g/100 mL (0 °C)
1.77 g/100 mL (40 °C)
21.83 g/100 mL (100 °C) [1]
Kelarutan tidak dapat larut dalam aseton
dapat larut dalam asam, NH4Cl
Kebasaan (pKb) 0.3 (OH pertama), 0.83 (OH kedua)[2]
−40.0·10−6 cm3/mol
Struktur
tetragonal (oktahidrat)
Bahaya
Titik nyala Tidak mudah terbakar
Senyawa terkait
Anion lain
Stronsium oksida
Stronsium peroksida
Kation lainnya
Berilium hidroksida
Magnesium hidroksida
Kalsium hidroksida
Barium hidroksida
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
N verifikasi (apa ini YaYN ?)
Sangkalan dan referensi

Stronsium hidroksida adalah senyawa anorganik dengan rumus Sr(OH)2. Senyawa ini merupakan alkali yang terdiri dari ion stronsium dan dua ion hidroksida. Bahan ini disintesiskan dengan menggabungkan garam stronsium dengan basa yang kuat. Sr(OH)2 dapat ditemui dalam bentuk anhidrat, monohidrat atau oktahidrat.

Pembuatan[sunting | sunting sumber]

Sr(OH)2 agak dapat larut dalam air, sehingga pembuatannya dapat dilakukan dengan mudah dengan menambahkan basa yang kuat seperti NaOH atau KOH setetes demi setetes ke dalam larutan garan stronsium yang dapat larut (biasanya stronsium nitrat atau Sr(NO3)2). Sr(OH)2 akan mengalami pengendapan dan terlihat seperti bubuk putih. Kemudian larutan ini disaring dan Sr(OH)2 dicuci dengan air dingin dan dikeringkan.[3]

Keamanan[sunting | sunting sumber]

Stronsium hidroksida dapat menyebabkan iritasi pada kulit, mata dan saluran pernapasan. Senyawa ini dapat membahayakan kesehatan jika ditelan.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Pradyot Patnaik. Handbook of Inorganic Chemicals. McGraw-Hill, 2002, ISBN 0-07-049439-8
  2. ^ "Sortierte Liste: pKb-Werte, nach Ordnungszahl sortiert. - Das Periodensystem online" (dalam bahasa Jerman). 
  3. ^ Brauer, Georg (1963). Handbook Of Preparative Inorganic Chemistry. Academic Press. hlm. 935.