Stronsium karbonat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Stronsium karbonat
SrCO3.jpg
Nama
Nama IUPAC
Stronsium karbonat
Nama lain
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChemSpider
ECHA InfoCard 100.015.131
Nomor EC 216-643-7
Nomor RTECS WK8305000
UNII
Sifat
SrCO3
Massa molar 147.63 g/mol
Penampilan Bubuk putih
Bau Tidak bau
Densitas 3.74 g/cm3
Titik lebur 1494 °C (2721 °F; 1767 K) (berdekomposisi)
0.0011 g/100 mL (18 °C)
0.065 g/100 mL (100 °C)
Kelarutan dapat larut dalam amonium klorida
agak dapat larut dalam amonia
−47.0·10−6 cm3/mol
Indeks bias (nD) 1.518
Struktur
rombik
Bahaya
Lembar data keselamatan External MSDS data
Titik nyala Tidak mudah terbakar
Senyawa terkait
Kation lainnya
Magnesium karbonat
Kalsium karbonat
Barium karbonat
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
YaY verify (what is YaYN ?)
Sangkalan dan referensi

Stronsium karbonat (SrCO3) adalah garam anorganik yang terlihat seperti bubuk yang berwarna putih atau abu-abu. Secara alami senyawa ini muncul dalam mineral stronsianit.

Properti kimia[sunting | sunting sumber]

Stronsium karbonat adalah bubuk yang berwarna putih, tidak berwarna dan tidak memiliki rasa. Senyawa ini merupakan basa yang lemah, sehingga senyawa ini reaktif terhadap asam. Senyawa ini tidak dapat larut dalam air. Kelarutannya meningkat jika karbon dioksida dijenuhkan di dalam air. Sementara itu, senyawa stronsium karbonat dapat larut dalam asam encer.

Pembuatan[sunting | sunting sumber]

Stronsium karbonat dapat dibuat dari mineral selestin yang ada di alam (yang juga dikenal dengan nama stronsium sulfat, SrSO4) atau dengan mereaksikan garam stronsium dengan garam karbonat (biasanya natrium atau amonium karbonat). Contohnya, jika larutan natrium karbonat direaksikan dengan larutan yang mengandung stronsium nitrat:

Sr(NO3)2 (aq) + Na2CO3 (aq) → SrCO3 (s) + 2 NaNO3 (aq).

Kegunaan[sunting | sunting sumber]

Senyawa ini sering digunakan sebagai pewarna dalam kembang api. Stronsium dan garamnya mengeluarkan warna merah cerah di dalam api. Tidak seperti garam stronsium lainnya, garam ini lebih sering digunakan karena biayanya yang murah dan juga karena bahan ini tidak higroskopik. Kemampuannya untuk menetralisasi garam juga berguna dalam bidang piroteknik.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]