Amonium klorida

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Amonium klorida
Gambar
Gambar
Identifikasi
Nomor CAS 12125-02-9
Nomor EINECS 235-186-4
KEGG D01139
ChEBI 31206
ChemSpider 23807
Nomor RTECS BP4550000
Kode ATC
SMILES [Cl-].[NH4+]
InChI 1/ClH.H3N/h1H;1H3
Sifat
Rumus kimia H4ClN
Massa molar 53.49 g mol−1
Penampilan Padatan putih, higroskopis
Bau Tak berbau
Densitas 1,5274 g/cm3[2]
Titik lebur 338 °C
Titik didih 520 °C
Kondisi sublimasi Menyublim pada 337,6 °C[4]
ΔsublHo = 176,1 kJ/mol[6]
Kelarutan dalam air 244 g/L (−15 °C)
294 g/L (0 °C)
283,0 g/L (25 °C)
454,4 g/L (40 °C)
740,8 g/L (100 °C)[3]
Hasil kali kelarutan, Ksp 30,9 (395 g/L)[1]
Kelarutan Larut dalam cairan amonia, hidrazin, alkohol, metanol, gliserol
Agak larut dalam aseton
Tak larut dalam dietil eter, etil asetat[4]
Kelarutan dalam metanol 3,2 g/100 g (17 °C)
3,35 g/100 g (19 °C)
3,54 g/100 g (25 °C)[4]
Kelarutan dalam etanol 6 g/L (19 °C)[2]
Kelarutan dalam gliserol 97 g/kg[4]
Kelarutan dalam belerang dioksida 0,09 g/kg (0 °C)
0,031 g/kg (25 °C)[4]
Kelarutan dalam asam asetat 0.67 g/kg (16.6 °C)[4]
Tekanan uap 133,3 Pa (160,4 °C)[5]
6,5 kPa (250 °C)
33,5 kPa (300 °C)[2]
Keasaman (pKa) 9,24
Indeks bias (nD) 1,642 (20 °C)[4]
Termokimia
Entalpi pembentukan standarfHo) −314,43 kJ/mol[2]
Entropi molar standar (So) 94,56 J/mol·K[2]
Kapasitas kalor (C) 84,1 J/mol·K[2]
Energi bebas GibbsfG) −202,97 kJ/mol[2]
Bahaya
Klasifikasi EU Berbahaya Xn Iritan Xi
NFPA 704
NFPA 704.svg
0
2
0
 
Frasa-R R22, R36
Frasa-S S2, S22
Titik nyala Non-flammable
Batas imbas kesehatan Amerika Serikat (NIOSH):
LD50 1650 mg/kg (rats, oral)
Senyawa terkait
Anion lain
Amonium fluorida
Amonium bromida
Amonium iodida
Kation lainnya Natrium klorida
Kalium klorida
Hidroksilamonium klorida
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku
pada temperatur dan tekanan standar (25 °C, 100 kPa)

Sangkalan dan referensi

Amonium klorida, adalah senyawa anorganik dengan rumus NH4Cl, berupa garam kristal putih yang sangat mudah larut dalam air. Larutan amonium klorida bersifat asam lemah. Sal amoniak adalah nama alami, bentuk mineral amonium klorida. Mineral ini umum terbentuk pada pembakaran batubara akibat kondensasi gas-gas yang dihasilkan. Mineral ini juga ditemukan di sekitar beberapa jenis lubang vulkanik. Amonium klorida digunakan sebagai bahan penyedap pada beberapa jenis liquorice. Amonium klorida merupakan produk reaksi asam klorida dan amonia.

Sumber[sunting | sunting sumber]

Merupakan produk dari proses Solvay yang digunakan untuk memproduksi natrium karbonat.[6]

CO2 + 2 NH3 + 2 NaCl + H2O → 2 NH4Cl + Na2CO3

Tambahan yang menjadi metode dasar untuk pabrikasi amonium klorida, metode ini digunakan untuk meminimalisir amonia yang dibebaskan pada operasional industri. Amonium klorida disiapkan secara komersial dengan mereaksikan amonia (NH3) dengan asam klorida, baik berbentuk gas maupun larutannya dalam air:[6]

NH3 + HCl → NH4Cl

Amonium klorida terdapat secara alami pada daerah vulkanik, membentuk batuan vulkanik pada lubang-lubang pengeluaran uap (fumarol). Kristal terbentuk langsung dari fase gasnya, dan cenderung berusia pendek karena sangat mudah larut dalam air.[8]

Reaksi[sunting | sunting sumber]

Amonium klorida nampak menyublim pada pemanasan. Namun sesungguhnya, ini adalah dekomposisi menjadi amonia dan gas hidrogen klorida.[6]

NH4Cl → NH3 + HCl

Amonium klorida bereaksi dengan basa kuat, misalnya natrium hidroksida, sambil membebaskan gas amonia:

NH4Cl + NaOH → NH3 + NaCl + H2O

Amonium klorida juga bereaksi dengan karbonat logam alkali pada temperatur yang meningkat, menghasilkan amonia dan klorida logam alkali:

2 NH4Cl + Na2CO3 → 2 NaCl + CO2 + H2O + 2 NH3

Larutan amonium klorida dalam air dengan konsentrasi 5% (b/b) mempunyai rentang pH antara 4,6 s/d 6,0.[9]

Beberapa reaksi amonium klorida dengan bahan kimia lainnya bersifat endotermis. Misalnya reaksinya dengan barium hidroksida, dan pelarutannya dalam air.

Aplikasi[sunting | sunting sumber]

Kristal amonium klorida

Aplikasi utama amonium klorida adalah sebagai sumber nitrogen pada pupuk (mencakup 90% produksi amonium klorida dunia), misalnya kloroamonium fosfat. Tanaman utamanya adalah padi dan gandum di Asia.[10]

Amonium klorida pernah digunakan dalam piroteknik pada abad ke-18 tetapi digantikan dengan bahan kimia yang lebih aman dan kurang higroskopis. Fungsinya sebagai donor klor untuk meningkatkan warna hijau dan biru dari ion tembaga dalam nyala api.

Penggunaan sekunder adalah untuk menghasilkan asap putih, tetapi karena reaksi dekomposisi ganda yang sangat mudah terjadi dengan kalium klorat menghasilkan amonium klorat yang sangat tidak stabil, membuat penggunaannya menjadi sangat langka.[11][12][13]

Karya logam[sunting | sunting sumber]

Amonium klorida digunakan sebagai fluks pada preparasi logam yang akan dilapis dengan timah secara galvanis. Fluks membersihkan permukaan logam yang akan diaplikasi dengan cara mereaksikannya dengan oksida logam pada permukaan untuk membentuk klorida logam yang mudah menguap. Untuk fungsi ini, amonium klorida dijual dalam bentuk blok untuk digunakan membersihkan ujung solder besi.

Pengobatan[sunting | sunting sumber]

Amonium klorida digunakan sebagai ekspektoran pada obat batuk. Aksi ekspektorannya disebabkan aksi iritatifnya pada mukosa bronchiale. Ini akan menyebabkan produksi lendir secara berlebihan yang lebih memudahkan batuk. Garam amonium dapat mengiritasi kelenjar perut dan dapat memicu mual dan muntah.

Amonium klorida digunakan sebagai zat asidifikasi pada perawatan beberapa alkalosis metabolis, pada uji keasaman mulut untuk diagnosis asidosis renal tubular, untuk menjaga pH urin pada beberapa penderita saluran kemih.

Makanan[sunting | sunting sumber]

Di beberapa negara, amonium klorida, dikenal juga sebagai sal amoniak, digunakan sebagai bahan tambahan makanan dengan kode E510. Umum digunakan sebagai nutrisi ragi pada pembuatan roti. Merupakan suplemen makanan untuk ternak dan merupakan zat gizi pada media ragi dan mikroorganisme.

Amonium klorida digunakan untuk memberikan rasa pedas pada permen hitam disebut salty liquorice (sangat populer di negara-negara Skandinavia, terutama Finlandia), memberikan tekstur krispi pada biskuit, dan menambah rasa pada vodka Salmiakki Koskenkorva. Di India dan Pakistan, amonium klorida disebut "Noshader" dan digunakan untuk menambah kerenyahan snack seperti samosas dan jalebi.

Di laboratorium[sunting | sunting sumber]

Amonium klorida digunakan untuk menghasilkan temperatur rendah pada penangas dingin (cooling bath).[14] Larutan amonium klorida dan amonia digunakan sebagai larutan penyangga (buffer).

Dalam bidang paleontologi, uap amonium klorida terdeposit pada fosil, yang membentuk lapisan tipis kristal halus berwarna putih cemerlang yang bersifat inert, mudah dilepaskan dan tidak berbahaya. Ini menutupi semua pewarnaan fosil, dan jika disinari pada sudut yang tepat akan memberikan efek tiga dimensi pada fotorgrafi. Teknik yang sama digunakan juga pada arkeologi untuk menghilangkan refleksi kaca dan spesimen lainnya pada fotografi.

Flotasi[sunting | sunting sumber]

Cumi-cumi raksasa dan beberapa spesies cumi-cumi besar lainnya menjaga gaya apungnya dalam air laut menggunakan larutan amonium klorida yang ditemukan di seluruh tubuhnya dan lebih ringan daripada air laut. Hal ini berbeda dari metode flotasi yang digunakan oleh sebagian besar ikan, yang menggunakan kantong udara. Larutan mempunyai rasa seperti salmiakki dan membuat cumi-cumi raksasa tidak menarik untuk dikonsumsi oleh manusia.

Penggunaan lain[sunting | sunting sumber]

Larutan amonium klorida ~5% digunakan pada pekerjaan kilang minyak yang mempunyai masalah lempung. Digunakan pula sebagai elektrolit pada batere zinc-karbon. Penggunaan lainnya antara lain shampo rambut, perekat kayu lapis, dan produk-produk pembersih. Di dalam shampo, amonium klorida berfungsi sebagai zat pengikat dalam sistem surfaktan berbasis amonia seperti amonium lauril sulfat. Amonium klorida digunakan dalam industri tekstil dan kulit untuk bahan pewarna, penggelap, percetakan tekstil, dan pengilau kapas.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Solubility Products of Selected Compounds". http://www.saltlakemetals.com. Salt Lake Metals. Diakses tanggal 2014-06-11. 
  2. ^ a b c d e f g Pradyot, Patnaik (2003). Handbook of Inorganic Chemicals. The McGraw-Hill Companies, Inc. ISBN 0-07-049439-8. 
  3. ^ Seidell, Atherton; Linke, William F. (1919). Solubilities of Inorganic and Organic Compounds (2nd ed.). D. Van Nostrand Company. 
    Results here are multiplied by water's density at temperature of solution for unit conversion.
  4. ^ a b c d e f g http://chemister.ru/Database/properties-en.php?dbid=1&id=371
  5. ^ Sigma-Aldrich Co., Ammonium chloride. Retrieved on 2014-06-11.
  6. ^ a b c d Wiberg, Egon; Wiberg, Nils (2001). Inorganic Chemistry (illustrated ed.). Academic Press. p. 614. ISBN 0-12-352651-5. 
  7. ^ "NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards #0029". National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH). 
  8. ^ Rowley, Steven P. (2011). General Chemistry I Laboratory Manual (Second ed.). Kendall Hunt. ISBN 978-0-7575-8942-3. 
  9. ^ Dr. K. G. Bothara (7 October 2008). Inorganic Pharmaceutical Chemistry. Pragati Books Pvt. Ltd. pp. 13–. ISBN 978-81-85790-05-3. Diakses tanggal 12 October 2011. 
  10. ^ Karl-Heinz Zapp "Ammonium Compounds" in Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry 2012, Wiley-VCH, Weinheim. doi:10.1002/14356007.a02_243
  11. ^ John A. Conkling; Christopher J. Mocella (2010). Chemistry of Pyrotechnics (2nd ed.). CRC Press. ISBN 978-1574447408. 
  12. ^ Tenney L Davis (2012). Chemistry of Powder and Explosives. Angriff Press. ISBN 978-0945001171. 
  13. ^ K. L. Kosanke; B. J. Kosanke; Barry T. Sturman; Robert M. Winokur (2012). Encyclopedic Dictionary of Pyrotechnics (and Related Subjects). Journal of Pyrotechnics. ISBN 978-1889526195. 
  14. ^ "A New Frigorifick Experiment Shewing, How a Considerable Degree of Cold May be Suddenly Produced without the Help of Snow, Ice, Haile, Wind, or Niter, and That at Any Time of the Year" (PDF). Philosophical Transactions 1: 255–261. 18 July 1666. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]