Magnesium hidroksida

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Magnesium hidroksida
Gambar
Gambar
Identifikasi
Nomor CAS 1309-42-8
PubChem 14791
Nomor EINECS 215-170-3
ChEBI 6637
ChemSpider 14107
Nomor RTECS OM3570000
Kode ATC
SMILES [Mg+2].[OH-].[OH-]
InChI 1/Mg.2H2O/h;2*1H2/q+2;;/p-2
Sifat
Rumus molekul Mg(OH)2
Massa molar 58,3197 g/mol
Penampilan padatan putih
Bau odorless
Densitas 2,3446 g/cm3
Titik lebur 350 °C (662 °F) (terdekomposisi)
Kelarutan dalam air 0,00064 g/100 mL (25 °C)
0,004 g/100 mL (100 °C)
Hasil kali kelarutan, Ksp 1,5×10−11
Indeks bias (nD) 1,559[1]
Struktur
Struktur kristal Hexagonal, hP3[2]
Grup ruang P3m1 No. 164
Konstanta kisi
Termokimia
Entalpi pembentukan standarfHo) −924.7 kJ·mol−1[3]
Entropi molar standar (So) 64 J·mol−1·K−1[3]
Kapasitas kalor (C) 77.03 J/mol K
Energi bebas GibbsfG) -833.7 kJ/mol
Bahaya
MSDS External MSDS
Indeks EU Tidak terdaftar
NFPA 704
NFPA 704.svg
0
1
0
 
Titik nyala Tidak mudah terbakar
LD50 8500 mg/kg (rat, oral)
Senyawa terkait
Anion lain
Magnesium oksida
Kation lainnya Berilium hidroksida
Kalsium hidroksida
Strontium hidroksida
Barium hidroksida
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku
pada temperatur dan tekanan standar (25 °C, 100 kPa)

Sangkalan dan referensi

Magnesiumhydroxide.PNG

Magnesium adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Mg dan nomor atom 12.

Magnesium hidroxida adalah suatu senyawa anorganik dengan rumus kimia (dalam keadaan basah) Mg(OH)2. Biasanya Magnesium terdapat dalam bentuk klorida, silikat, hidrat, oksida, sulfat, atau karbonat. Oksigen dalam tabel periodik memiliki simbol O dengan nomor Atom 16, Magnesium berreaksi dengan Oksigen menghasilkan Mg(OH)2. Karakteristik dari Magnesium Hidroksida yaitu berbentuk serbuk putih, tidak berrasa, mengabsorsi CO2 secara perlahan dari udara. Magnesium Hidroksida tidak larut dalam air, alkohol, kloroform, dan eter namun larut dalam asam encer. Magnesium Hidroksida adalah antasida yang digunakan bersama-sama dengan Aluminium Hidroksida untuk menetralisir asam lambung. Hal ini mengingat dari karakteristik Magnesium Hidroksida itu sendiri yang larut dalam asam encer. Di dalam tubuh manusia, kelenjar lambung setiap harinya memproduksi cairan lambung yang bersifat asam. Cairan ini mengandung HCl dengan konsentrasi sekitar 0,03 M, hal ini menyebabkan lambung bersifat asam dengan pH sekitar 1,5. Produksi asam lambung yang berlebihan akan menyebabkan penyakit tukak lambung atau maag. Reaksi Magnesium Hidroksida di dalam lambung berlangsung sebagai berikut:

Mg(OH)2 + 2 HCl → MgCl2 + 2 H2O

Magnesium Hidroksida bereaksi dengan asam lambung menghasilkan magnesium klorida dan air. Selain menetralkan asam lambung, antasida juga meningkatkan pertahanan mukosa lambung denagn memicu produksi prostaglandin pada mukosa lambung, tetapi ketika jumlahnya berlebih akan menjadi obat pencahar yang menyebabkan diare. Metabolisme senyawa ini dalam tubuh yaitu Magnesium Hidroksida digunakan sebagai katartik dan antasida yang tidak larut dan efektif sebelum obat ini bereaksi dengan HCl membentuk MgCl2. 1 gram Mg(OH)2 dapat menetralisir 32,6 mEg dari asam lambung. Disamping itu terdapat beberapa efek samping yang disebabkan dari penggunaan Magnesium Hidroksida di dalam antasida, diantaranya adalah menyebabkan diare, sebanyak 5-10% magnesium diabsorsi dan dapat menyebabkan kelainan neurologi, neuromuskular, dan kardivoaskular. Magnesium Hidroksida juga digunakan di dalam pasta gigi, hal berfungsi untuk asam yang ada di dalam mulut dan mencegah terjadi kerusakan gigi, serta gangguan pencernaan terutama pada lambung.

Padatan putih magnesium hidroksida

Sifat Fisik[sunting | sunting sumber]

  • Massa molekul : 58,3 g/mol
  • System kristal :Heksagonal
  • Densitas : 2,36 g/cm3
  • Warna : Tidak berwarna
  • Titik lebur : 350 °C

Sifat Kimia[sunting | sunting sumber]

  • Mudah larut dalam HCl
  • Tidak larut dalam air
  • Mudah larut dalam garam-garam ammonium
  • Tidak bereaksi dengan HCl jika pada Mg(OH)2 terdapat garam-garam ammonium[4][5][6][7]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Pradyot Patnaik. Handbook of Inorganic Chemicals. McGraw-Hill, 2002, ISBN 0-07-049439-8
  2. ^ Toshiaki Enoki and Ikuji Tsujikawa (1975). "Magnetic Behaviours of a Random Magnet, NipMg(1-p)(OH2)". J. Phys. Soc. Jpn. 39 (2): 317–323. doi:10.1143/JPSJ.39.317. 
  3. ^ a b Zumdahl, Steven S. (2009). Chemical Principles 6th Ed. Houghton Mifflin Company. p. A22. ISBN 0-618-94690-X. 
  4. ^ Sitanggang,SL.(2010).USU Institutional Repository.https://www.google.com/search?q=ikatan+magnesium+hidroksida&client=firefox-a&rls=org.mozilla:id:official&channel=fflb&biw=1366&bih=550&source=lnms&sa=X&ei=46KqVIyvAtDIuATSqoHoDQ&ved=0CAUQ_AUoAA&dpr=1.[4 Januari 2015]
  5. ^ Utomo, Ghanie Ripadi.(2011).Magnesium.http://bilangapax.blogspot.com/2011/02/magnesium-dan-paduannya.html.[4 januari 2015]
  6. ^ Khasanah,uus.(2012).Makalah Kimia farmasi Antasida (Al(OH)3 dan Mg(OH)2) Obat Sakit Maag.http://uus07khasanah.wordpress.com/kimia-farmasi/.[4 Januari 2015]
  7. ^ Hao Tang,Xiao-bai Zhou,Xiao-lu Liu.(2013).Effect of Magneium Hydroxide on the Flame Retardant Properties of Unsaturated Polyester Resin.http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1877705813002695.[4 januari 2015]