Metaloid

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Metaloid (bahasa Yunani: metallon - logam, eidos - mirip) adalah kelompok unsur kimia yang memiliki sifat antara logam dan nonlogam. Ada 8 (10 jika benar) unsur yang dikelompokkan sebagai metaloid, yaitu boron (B), silikon (Si), germanium (Ge), arsen (As), antimon (Sb), telurium (Te), polonium (Po), dan astatin (At). Tenesin (Ts) dan oganeson (Og) diperkirakan akan masuk ke kategori ini. Metaloid sulit dibedakan dengan logam, perbedaan utamanya adalah bahwa umumnya metaloid adalah semikonduktor sedangkan logam adalah konduktor.

Sifat-sifat metaloid:

  1. Memiliki sifat baik sebagai logam maupun nonlogam
  2. Lebih rapuh daripada logam, kurang rapuh dibandingkan dengan nonlogam
  3. Umumnya bersifat semikonduktor terhadap listrik
  4. Beberapa metaloid berkilauan seperti logam

Unsur Metaloid[sunting | sunting sumber]

Dalam tabel periodik, metaloid membentuk garis diagonal dari boron ke astatin. Unsur-unsur di kanan atas garis ini termasuk nonlogam sedangkan yang berada di kiri bawah adalah logam.

13 14 15 16 17 18





2
He
Helium
5
B
Boron
6
C
Karbon
7
N
Nitrogen
8
O
Oksigen
9
F
Fluorin
10
Ne
Neon
13
Al
Aluminium
14
Si
Silikon
15
P
Fosforus
16
S
Belerang
17
Cl
Klorin
18
Ar
Argon
31
Ga
Galium
32
Ge
Germanium
33
As
Arsen
34
Se
Selenium
35
Br
Bromin
36
Kr
Kripton
49
In
Indium
50
Sn
Timah
51
Sb
Antimon
52
Te
Telurium
53
I
Iodin
54
Xe
Xenon
81
Tl
Talium
82
Pb
Timbal
83
Bi
Bismut
84
Po
Polonium
85
At
Astatin
86
Rn
Radon
113
Nh
Nihonium
114
Fl
Flerovium
115
Mc
Moskovium
116
Lv
Livermorium
117
Ts
Tenesin
118
Og
Oganeson
  Unsur metaloid
  Kemungkinan akan menjadi metaloid
  Bukan metaloid

Galeri[sunting | sunting sumber]

Boron
Silikon
Germanium
Arsen
Antimon
Telurium
Astatin

Lihat pula[sunting | sunting sumber]