Lompat ke isi

Asam selenit

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Asam selenit[1]
Struktur
Model
Nama
Nama IUPAC
Asam selenit
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChEBI
ChemSpider
Nomor EC
KEGG
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
  • InChI=1S/H2O3Se/c1-4(2)3/h(H2,1,2,3) checkY
    Key: MCAHWIHFGHIESP-UHFFFAOYSA-N checkY
  • InChI=1/H2O3Se/c1-4(2)3/h(H2,1,2,3)
    Key: MCAHWIHFGHIESP-UHFFFAOYAW
  • O=[Se](O)O
Sifat
H2SeO3
Massa molar 128,97 g/mol
Penampilan Kristal higroskopis putih
Densitas 3,0 g/cm3
Titik lebur Terdekomposisi pada suhu 70 °C
Sangat larut
Kelarutan Dapat larut dalam etanol
Keasaman (pKa) 2,46, 7,3[2]
−45,4·10−6 cm3/mol
Senyawa terkait
Anion lain
Asam selenat
Hidrogen selenida
Kation lainnya
Natrium selenit
Senyawa terkait
Asam sulfit
Asam telurit
Asam polonit
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
checkY verifikasi (apa ini checkYN ?)
Referensi

Asam selenit adalah sebuah senyawa anorganik dengan rumus H2SeO3. Jika dilihat dari strukturnya, rumus kimia yang lebih tepat adalah (HO)2SeO.

Pembentukan dan sifat

[sunting | sunting sumber]

Asam selenit analog dengan asam sulfit, tetapi asam ini lebih mudah diisolasi. Asam selenit dapat dibentuk dengan menambahkan selenium dioksida ke dalam air. Di dalam larutan asam ini merupakan asam diprotik:[3]

H2SeO3 H+ + HSeO3 (pKa = 2.62)
HSeO3 H+ + SeO2−3 (pKa = 8.32)

Asam ini tergolong sebagai oksidator, tetapi secara kinetis berlangsung lamban. Dalam 1 M H+:

H2SeO3 + 4 H+ + 4 e Se + 3 H2O (Eo = +0.74 V)

Dalam 1 M OH:

SeO2−3 + 4 e + 3 H2O Se + 6 OH (Eo = −0.37 V)

Asam ini digunakan dalam proses sintesis organik untuk menyintesiskan 1,2-diketon.[4]

Kegunaan utamanya adalah dalam melindungi dan mengubah warna baja, khususnya baja di senjata api.[5]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Lide, David R. (1998). Handbook of Chemistry and Physics (Edisi 87). Boca Raton, FL: CRC Press. hlm. 4–81. ISBN 0-8493-0594-2.
  2. Ka and pKa for Polyprotic Acids. ucdsb.on.ca
  3. Holleman, A. F.; Wiberg, E. "Inorganic Chemistry" Academic Press: San Diego, 2001. ISBN 0-12-352651-5.
  4. “Glyoxal Bisulfite”, Organic Syntheses, Collected Volume 3, hlm. 438 (1955).
  5. Scarlato, E.A.; Higa, J. (28 Juni 1990). USES/HIGH RISK CIRCUMSTANCES OF POISONING "SELENIUM". Diakses tanggal 29 Desember 2010.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]