Bismut

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Bismut,  83Bi
Bismuth crystals and 1cm3 cube.jpg
Sifat umum
Nama, simbol bismut, Bi
Pengucapan /ˈbɪzməθ/ BIZ-məth
Penampilan lustrous silver
Bismut di tabel periodik
Hydrogen (diatomic nonmetal)
Helium (noble gas)
Litium (alkali metal)
Berilium (alkaline earth metal)
Boron (metalloid)
Karbon (polyatomic nonmetal)
Nitrogen (diatomic nonmetal)
Oksigen (diatomic nonmetal)
Fluor (diatomic nonmetal)
Neon (noble gas)
Natrium (alkali metal)
Magnesium (alkaline earth metal)
Aluminium (post-transition metal)
Silikon (metalloid)
Fosfor (polyatomic nonmetal)
Belerang (polyatomic nonmetal)
Klor (diatomic nonmetal)
Argon (noble gas)
Kalium (alkali metal)
Kalsium (alkaline earth metal)
Skandium (transition metal)
Titanium (transition metal)
Vanadium (transition metal)
Kromium (transition metal)
Mangan (transition metal)
Besi (transition metal)
Kobalt (transition metal)
Nikel (transition metal)
Tembaga (transition metal)
Seng (transition metal)
Galium (post-transition metal)
Germanium (metalloid)
Arsenik (metalloid)
Selenium (polyatomic nonmetal)
Bromin (diatomic nonmetal)
Kripton (noble gas)
Rubidium (alkali metal)
Stronsium (alkaline earth metal)
Itrium (transition metal)
Zirkonium (transition metal)
Niobium (transition metal)
Molibdenum (transition metal)
Teknesium (transition metal)
Rutenium (transition metal)
Rodium (transition metal)
Paladium (transition metal)
Perak (transition metal)
Kadmium (transition metal)
Indium (post-transition metal)
Timah (post-transition metal)
Antimon (metalloid)
Telurium (metalloid)
Yodium (diatomic nonmetal)
Xenon (noble gas)
Sesium (alkali metal)
Barium (alkaline earth metal)
Lantanum (lanthanide)
Serium (lanthanide)
Praseodimium (lanthanide)
Neodimium (lanthanide)
Prometium (lanthanide)
Samarium (lanthanide)
Europium (lanthanide)
Gadolinium (lanthanide)
Terbium (lanthanide)
Disprosium (lanthanide)
Holmium (lanthanide)
Erbium (lanthanide)
Tulium (lanthanide)
Iterbium (lanthanide)
Lutesium (lanthanide)
Hafnium (transition metal)
Tantalum (transition metal)
Tungsten (transition metal)
Renium (transition metal)
Osmium (transition metal)
Iridium (transition metal)
Platinum (transition metal)
Emas (transition metal)
Raksa (transition metal)
Talium (post-transition metal)
Timbal (post-transition metal)
Bismut (post-transition metal)
Polonium (post-transition metal)
Astatin (metalloid)
Radon (noble gas)
Fransium (alkali metal)
Radium (alkaline earth metal)
Aktinium (actinide)
Torium (actinide)
Protaktinium (actinide)
Uranium (actinide)
Neptunium (actinide)
Plutonium (actinide)
Amerisium (actinide)
Kurium (actinide)
Berkelium (actinide)
Kalifornium (actinide)
Einsteinium (actinide)
Fermium (actinide)
Mendelevium (actinide)
Nobelium (actinide)
Lawrensium (actinide)
Ruterfordium (transition metal)
Dubnium (transition metal)
Seaborgium (transition metal)
Bohrium (transition metal)
Hasium (transition metal)
Meitnerium (unknown chemical properties)
Darmstadtium (unknown chemical properties)
Roentgenium (unknown chemical properties)
Kopernisium (transition metal)
Nihonium (unknown chemical properties)
Flerovium (post-transition metal)
Moskovium (unknown chemical properties)
Livermorium (unknown chemical properties)
Tenesin (unknown chemical properties)
Oganeson (unknown chemical properties)
Sb

Bi

Uup
Pbbismutpolonium
Nomor atom (Z) 83
Golongan, blok golongan 15 (pniktogen), blok-p
Periode periode 6
Kategori unsur   logam pasca-transisi
Massa atom standar (±) (Ar) 208.98040(1)
Konfigurasi elektron [Xe] 4f14 5d10 6s2 6p3
per kulit
2, 8, 18, 32, 18, 5
Sifat fisika
Fase solid
Titik lebur 544.7 K ​(271.5 °C, ​520.7 °F)
Titik didih 1837 K ​(1564 °C, ​2847 °F)
Kepadatan mendekati s.k. 9.78 g/cm3
saat cair, pada t.l. 10.05 g/cm3
Kalor peleburan 11.30 kJ/mol
Kalor penguapan 151 kJ/mol
Kapasitas kalor molar 25.52 J/(mol·K)
Tekanan uap
P (Pa) 1 10 100 1 k 10 k 100 k
at T (K) 941 1041 1165 1325 1538 1835
Sifat atom
Bilangan oksidasi 3, 5 ​sedikit oksida asam
Elektronegativitas Skala Pauling: 2.02
Energi ionisasi
(artikel)
Jari-jari atom empiris: 156 pm
Jari-jari kovalen 148±4 pm
Jari-jari Van der Waals 207 pm
Lain-lain
Struktur kristal rombohedron[1]
Struktur kristal Rhombohedral untuk bismut
Kecepatan suara batang ringan 1790 m/s (suhu 20 °C)
Ekspansi kalor 13.4 µm/(m·K) (suhu 25 °C)
Kondusivitas termal 7.97 W/(m·K)
Resistivitas listrik 1.29 µ Ω·m (suhu 20 °C)
Arah magnet diamagnetik
Modulus Young 32 GPa
Modulus Shear 12 GPa
Modulus Bulk 31 GPa
Rasio Poisson 0.33
Skala Mohs 2.25
Skala Brinell 94.2 MPa
Nomor CAS 7440-69-9
Isotop bismut terstabil
iso NA waktu paruh DM DE (MeV) DP
207Bi syn 31.55 y ε, β+ 2.399 207Pb
208Bi syn 368,000 y ε, β+ 2.880 208Pb
209Bi 100% (1.9 ± 0.2) ×1019y α 3.14 205Tl
210mBi syn 3.04×106y IT 0.271 210Bi
| referensi | di Wikidata

Bismut adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Bi dan nomor atom 83. Logam dengan kristal trivalen ini memiliki sifat kimia mirip dengan arsen dan antimoni. Dari semua jenis logam, unsur ini paling bersifat diamagnetik dan merupakan unsur kedua setelah raksa yang memiliki konduktivitas termal terendah. Senyawa bismut bebas timbal sering digunakan sebagai bahan kosmetik dan dalam bidang medis.

Sifat-sifat Menonjol[sunting | sunting sumber]

Di antara logam berat lainnya, bismut tidak berbahaya seperti unsur-unsur tetangganya seperti Timbal, Thallium, dan Antimoni. Dulunya, bismut dikenal sebagai elemen dengan isotop yang stabil, namun sekarang diketahui bahwa itu tidak benar. Tidak ada material lain yang lebih natural diamaknetik dibandingkan bismut.Bismut mempunyai ketahanan listrik yang tinggi.Ketika terbakar dengan oksigen, bismut terbakar dengan nyala yang berwarna biru.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Bismut( berasal dari bahasa latin bisemutun, dari bahasa Jerman Wismuth)Pada awalnya membingungkan dengan timah dan timbal di mana dia mempunyai kemiripan dengan elemen itu.Basilius akhirnya menjelaskan sebagian sifatnya pada tahun 1450.Claude Francois Geoffroy menunjukkan pada tahun 1753 bahwa logam ini berbeda dengan timbal.

Kejadian[sunting | sunting sumber]

Di dalam kulit bumi, bismut kira-kira 2 kali lebih berlimpah daripada emas.Biasanya tidak ekonomis bila menjadikannya sebagai tambang utama.Melainkan biasanya diproduksi sebagai sampingan pemrosesan biji logam lainnya misalnya timbal, tungsten dan campuran logam lainnya.

Kegunaan[sunting | sunting sumber]

Bismut oxychloride digunakan dalam bidang kosmetik dan bismut subnitrate and subcarbonate digunakan dalam bidang obat-obatan.

  • Magnet permanen yang kuat bisa dibuat dari campuran bismanol (MnBi)
  • Bismut digunakan dalam produksi besi lunak
  • Bismut sedang dikembangkan sebagai katalis dalam pembuatan acrilic fiber
  • Bismut telah digunakan dalam peyolderan, bismut rendah racun terutama

untuk penyolderan dalam pemrosesan peralatan makanan.

  • Sebagai bahan lapisan kaca keramik

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Cucka, P.; Barrett, C. S. (1962). "The crystal structure of Bi and of solid solutions of Pb, Sn, Sb and Te in Bi". Acta Crystallographica 15 (9): 865. doi:10.1107/S0365110X62002297. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]