Antimon

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Antimon,  51Sb
Antimony-4.jpg
Sifat umum
Nama, simbol antimon, Sb
Pengucapan /ˈæntɪmɵnɪ/
AN-ti-mo-nee[note 1]
Penampilan abu-abu perak
Antimon di tabel periodik
Hydrogen (diatomic nonmetal)
Helium (noble gas)
Litium (alkali metal)
Berilium (alkaline earth metal)
Boron (metalloid)
Karbon (polyatomic nonmetal)
Nitrogen (diatomic nonmetal)
Oksigen (diatomic nonmetal)
Fluor (diatomic nonmetal)
Neon (noble gas)
Natrium (alkali metal)
Magnesium (alkaline earth metal)
Aluminium (post-transition metal)
Silikon (metalloid)
Fosfor (polyatomic nonmetal)
Belerang (polyatomic nonmetal)
Klor (diatomic nonmetal)
Argon (noble gas)
Kalium (alkali metal)
Kalsium (alkaline earth metal)
Skandium (transition metal)
Titanium (transition metal)
Vanadium (transition metal)
Kromium (transition metal)
Mangan (transition metal)
Besi (transition metal)
Kobalt (transition metal)
Nikel (transition metal)
Tembaga (transition metal)
Seng (transition metal)
Galium (post-transition metal)
Germanium (metalloid)
Arsenik (metalloid)
Selenium (polyatomic nonmetal)
Bromin (diatomic nonmetal)
Kripton (noble gas)
Rubidium (alkali metal)
Stronsium (alkaline earth metal)
Itrium (transition metal)
Zirkonium (transition metal)
Niobium (transition metal)
Molibdenum (transition metal)
Teknesium (transition metal)
Rutenium (transition metal)
Rodium (transition metal)
Paladium (transition metal)
Perak (transition metal)
Kadmium (transition metal)
Indium (post-transition metal)
Timah (post-transition metal)
Antimon (metalloid)
Telurium (metalloid)
Yodium (diatomic nonmetal)
Xenon (noble gas)
Sesium (alkali metal)
Barium (alkaline earth metal)
Lantanum (lanthanide)
Serium (lanthanide)
Praseodimium (lanthanide)
Neodimium (lanthanide)
Prometium (lanthanide)
Samarium (lanthanide)
Europium (lanthanide)
Gadolinium (lanthanide)
Terbium (lanthanide)
Disprosium (lanthanide)
Holmium (lanthanide)
Erbium (lanthanide)
Tulium (lanthanide)
Iterbium (lanthanide)
Lutesium (lanthanide)
Hafnium (transition metal)
Tantalum (transition metal)
Tungsten (transition metal)
Renium (transition metal)
Osmium (transition metal)
Iridium (transition metal)
Platinum (transition metal)
Emas (transition metal)
Raksa (transition metal)
Talium (post-transition metal)
Timbal (post-transition metal)
Bismut (post-transition metal)
Polonium (post-transition metal)
Astatin (metalloid)
Radon (noble gas)
Fransium (alkali metal)
Radium (alkaline earth metal)
Aktinium (actinide)
Torium (actinide)
Protaktinium (actinide)
Uranium (actinide)
Neptunium (actinide)
Plutonium (actinide)
Amerisium (actinide)
Kurium (actinide)
Berkelium (actinide)
Kalifornium (actinide)
Einsteinium (actinide)
Fermium (actinide)
Mendelevium (actinide)
Nobelium (actinide)
Lawrensium (actinide)
Ruterfordium (transition metal)
Dubnium (transition metal)
Seaborgium (transition metal)
Bohrium (transition metal)
Hasium (transition metal)
Meitnerium (unknown chemical properties)
Darmstadtium (unknown chemical properties)
Roentgenium (unknown chemical properties)
Kopernisium (transition metal)
Nihonium (unknown chemical properties)
Flerovium (post-transition metal)
Moskovium (unknown chemical properties)
Livermorium (unknown chemical properties)
Tenesin (unknown chemical properties)
Oganeson (unknown chemical properties)
As

Sb

Bi
timahantimontelurium
Nomor atom (Z) 51
Golongan, blok golongan 15 (pniktogen), blok-p
Periode periode 5
Kategori unsur   metaloid
Massa atom standar (±) (Ar) 121.760(1)
Konfigurasi elektron [Kr] 4d10 5s2 5p3
per kulit
2, 8, 18, 18, 5
Sifat fisika
Fase solid
Titik lebur 903.78 K ​(630.63 °C, ​1167.13 °F)
Titik didih 1860 K ​(1587 °C, ​2889 °F)
Kepadatan mendekati s.k. 6.697 g/cm3
saat cair, pada t.l. 6.53 g/cm3
Kalor peleburan 19.79 kJ/mol
Kalor penguapan 193.43 kJ/mol
Kapasitas kalor molar 25.23 J/(mol·K)
Tekanan uap
P (Pa) 1 10 100 1 k 10 k 100 k
at T (K) 807 876 1011 1219 1491 1858
Sifat atom
Bilangan oksidasi 5, 3, -3
Elektronegativitas Skala Pauling: 2.05
Energi ionisasi
(artikel)
Jari-jari atom empiris: 140 pm
Jari-jari kovalen 139±5 pm
Jari-jari Van der Waals 206 pm
Lain-lain
Struktur kristal trigon
Struktur kristal Simple trigonal untuk antimon
Kecepatan suara batang ringan 3420 m/s (suhu 20 °C)
Ekspansi kalor 11 µm/(m·K) (suhu 25 °C)
Kondusivitas termal 24.4 W/(m·K)
Resistivitas listrik 417 n Ω·m (suhu 20 °C)
Arah magnet diamagnetik[1]
Modulus Young 55 GPa
Modulus Shear 20 GPa
Modulus Bulk 42 GPa
Skala Mohs 3.0
Skala Brinell 294 MPa
Nomor CAS 7440-36-0
Isotop antimon terstabil
iso NA waktu paruh DM DE (MeV) DP
121Sb 57.36% Sb stabil dengan 70 neutron
123Sb 42.64% Sb stabil dengan 72 neutron
125Sb syn 2.7582 y β 0.767 125Te
| referensi | di Wikidata

Antimon adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Sb dan nomor atom 51. Lambangnya diambil dari bahasa Latin Stibium. Antimon merupakan metaloid dan mempunyai empatalotropi bentuk. Bentuk stabil antimon adalah logam biru-putih. Antimoni kuning dan hitam adalah logam tak stabil. Antimon digunakan sebagai bahan tahan api, cat, keramik, elektronik, dan karet.

Sifat-sifat[sunting | sunting sumber]

Antimon merupakan unsur dengan warna putih keperakan, berbentuk kristal padat yang rapuh. Daya hantar listrik (konduktivitas) dan panasnya lemah. Zat ini menyublim (menguap dari fase padat) pada suhu rendah. Sebagai sebuah metaloid, antimon menyerupai logam dari penampilan fisiknya tetapi secara kimia ia bereaksi berbeda dari logam sejati.

Manfaat[sunting | sunting sumber]

Antimon dimanfaatkan dalam produksi industri semikonduktor dalam produksi diode dan detektor infra merah. Sebagai sebuah campuran, logam semu ini meningkatkan kekuatan mekanik bahan. Manfaat yang paling penting dari antimon adalah sebagai penguat timbal untuk batere. Kegunaan-kegunaan lain adalah campuran antigores, korek api, obat-obatan, dan pipa.

Oksida dan sulfida antimon, sodium antimonat, dan antimon triklorida digunakan dalam pembuatan senyawa tahan api, keramik, gelas, dan cat. Antimon sulfida alami (stibnit) diketahui telah digunakan sebagai obat-obatan dan kosmetika dalam masa Bibel.

Peringatan[sunting | sunting sumber]

Antimon dan senyawa-senyawanya adalah toksik (meracun). Secara klinis, gejala akibat keracunan antimon hampir mirip dengan keracunan arsen. Dalam dosis rendah, antimon menyebabkan sakit kepala dan depresi. Dalam dosis tinggi, antimon akan mengakibatkan kematian dalam beberapa hari.

Pada temperatur tinggi, antimon terkadang bisa mendai katalisator, membantu terurainya senyawa kimia menjadi unsur kimia asal terutama pada senyawa yang mempunyai relatif suhu leleh tinggi atau suhu nyala tinggi misalnya menguraikan thiner dari material anti gores pada cat logam atau menguraikan alkohol dari cairan rem atau minyak pelumas.

Senyawa antimon[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Magnetic susceptibility of the elements and inorganic compounds, in Handbook of Chemistry and Physics 81st edition, CRC press.


Kesalahan pengutipan: Ditemukan tag <ref> untuk kelompok bernama "note", tapi tidak ditemukan tag <references group="note"/> yang berkaitan