Oganeson

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Oganeson,  118Og
Sifat umum
Nama, simbol oganeson, Og
Pengucapan /ɒɡəˈnɛsɒn/
o-gə-NES-on
Oganeson di tabel periodik
Hydrogen (diatomic nonmetal)
Helium (noble gas)
Litium (alkali metal)
Berilium (alkaline earth metal)
Boron (metalloid)
Karbon (polyatomic nonmetal)
Nitrogen (diatomic nonmetal)
Oksigen (diatomic nonmetal)
Fluor (diatomic nonmetal)
Neon (noble gas)
Natrium (alkali metal)
Magnesium (alkaline earth metal)
Aluminium (post-transition metal)
Silikon (metalloid)
Fosfor (polyatomic nonmetal)
Belerang (polyatomic nonmetal)
Klor (diatomic nonmetal)
Argon (noble gas)
Kalium (alkali metal)
Kalsium (alkaline earth metal)
Skandium (transition metal)
Titanium (transition metal)
Vanadium (transition metal)
Kromium (transition metal)
Mangan (transition metal)
Besi (transition metal)
Kobalt (transition metal)
Nikel (transition metal)
Tembaga (transition metal)
Seng (transition metal)
Galium (post-transition metal)
Germanium (metalloid)
Arsenik (metalloid)
Selenium (polyatomic nonmetal)
Bromin (diatomic nonmetal)
Kripton (noble gas)
Rubidium (alkali metal)
Stronsium (alkaline earth metal)
Itrium (transition metal)
Zirkonium (transition metal)
Niobium (transition metal)
Molibdenum (transition metal)
Teknesium (transition metal)
Rutenium (transition metal)
Rodium (transition metal)
Paladium (transition metal)
Perak (transition metal)
Kadmium (transition metal)
Indium (post-transition metal)
Timah (post-transition metal)
Antimon (metalloid)
Telurium (metalloid)
Yodium (diatomic nonmetal)
Xenon (noble gas)
Sesium (alkali metal)
Barium (alkaline earth metal)
Lantanum (lanthanide)
Serium (lanthanide)
Praseodimium (lanthanide)
Neodimium (lanthanide)
Prometium (lanthanide)
Samarium (lanthanide)
Europium (lanthanide)
Gadolinium (lanthanide)
Terbium (lanthanide)
Disprosium (lanthanide)
Holmium (lanthanide)
Erbium (lanthanide)
Tulium (lanthanide)
Iterbium (lanthanide)
Lutesium (lanthanide)
Hafnium (transition metal)
Tantalum (transition metal)
Tungsten (transition metal)
Renium (transition metal)
Osmium (transition metal)
Iridium (transition metal)
Platinum (transition metal)
Emas (transition metal)
Raksa (transition metal)
Talium (post-transition metal)
Timbal (post-transition metal)
Bismut (post-transition metal)
Polonium (post-transition metal)
Astatin (metalloid)
Radon (noble gas)
Fransium (alkali metal)
Radium (alkaline earth metal)
Aktinium (actinide)
Torium (actinide)
Protaktinium (actinide)
Uranium (actinide)
Neptunium (actinide)
Plutonium (actinide)
Amerisium (actinide)
Kurium (actinide)
Berkelium (actinide)
Kalifornium (actinide)
Einsteinium (actinide)
Fermium (actinide)
Mendelevium (actinide)
Nobelium (actinide)
Lawrensium (actinide)
Ruterfordium (transition metal)
Dubnium (transition metal)
Seaborgium (transition metal)
Bohrium (transition metal)
Hasium (transition metal)
Meitnerium (unknown chemical properties)
Darmstadtium (unknown chemical properties)
Roentgenium (unknown chemical properties)
Kopernisium (transition metal)
Nihonium (unknown chemical properties)
Flerovium (post-transition metal)
Moskovium (unknown chemical properties)
Livermorium (unknown chemical properties)
Tenesin (unknown chemical properties)
Oganeson (unknown chemical properties)
Rn

Og

(Usb)
tenesinoganesonununenium
Nomor atom (Z) 118
Golongan, blok golongan 18, blok-p
Periode periode 7
Kategori unsur tidak diketahui, mungkin gas mulia
Bobot atom standar (Ar) [294]
Konfigurasi elektron [Rn] 5f14 6d10 7s2 7p6 (prediksi)[1][2]
per kulit
2, 8, 18, 32, 32, 18, 8 (prediksi)
Sifat fisika
Fase solid (prediksi)[1]
Titik didih 350±30 K ​(80±30 °C, ​170±50 °F) (ekstrapolasi)[1]
Kepadatan saat cair, pada t.l. 4.9–5.1 g/cm3 (prediksi)[3]
Titik kritis 439 K, 6.8 MPa (ekstrapolasi)[4]
Kalor peleburan 23.5 kJ/mol (ekstrapolasi)[4]
Kalor penguapan 19.4 kJ/mol (ekstrapolasi)[4]
Sifat atom
Bilangan oksidasi −1,[2] 0, +1,[5] +2,[6] +4,[6] +6[2](prediksi)
Energi ionisasi ke-1: 839.4 kJ/mol (prediksi)[2]
ke-2: 1563.1 kJ/mol (prediksi)[7]
Jari-jari kovalen 157 pm (prediksi)[8]
Lain-lain
Nomor CAS 54144-19-3
Sejarah
Penamaan Yuri Oganessian
Prediksi Niels Bohr (1922)
Penemuan Joint Institute for Nuclear Research dan Lawrence Livermore National Laboratory (2002)
Isotop oganeson terstabil
iso NA waktu paruh DM DE (MeV) DP
294Og[9] syn ~0.89 ms α 11.65±0.06 290Lv
SF
| referensi | di Wikidata

Oganeson (dikenal juga dengan nama ununoktium atau eka-radon) adalah unsur kimia sintetik super berat yang dalam tabel periodik bersimbolkan Og dan bernomor atom 118. Unsur ini pernah diperkirakan memiliki sifat yang sama dengan unsur-unsur segolongannya, yaitu gas mulia, namun sekarang diprediksi berbentuk padat karena efek relativistik.[1]

Asal nama[sunting | sunting sumber]

Nama Oganeson berasal dari nama fisikawan nuklir Rusia Yuri Oganessian, yang merupakan ketua dari tim peneliti yang pertama kali mendeteksi atom oganesson pada tahun 2006. Nama tersebut diresmikan oleh IUPAC pada tanggal 28 November 2016.[10]

Sebelum diberi nama Oganesson, unsur ini diberi nama Ununoktium. Nama Ununoktium berasal dari kata uno yang berarti satu dan okta yang berarti delapan, sehingga Ununoktium secara harfiah bermakna "satu satu delapan". Nama ini merupakan standar penamaan oleh IUPAC dalam penamaan senyawa sementara.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1999, ilmuwan dari Laboratorium Nasional Lawrence Berkeley mengumumkan penemuan unsur kimia 116 dan 118 dalam sebuah tulisan ilmiah yang dipublikasikan di Physical Review Letters.

Pada tahun berikutnya, mereka menarik kembali hasil klaim mereka setelah ilmuwan lain tidak bisa mengulang kembali proses tersebut. Pada Juni 2002, direktur laboratorium mengumumkan bahwa klaim penemuan kedua unsur kimia tersebut berdasarkan data yang direkayasa oleh seorang ilmuwan Victor Ninov. Sebuah kelompok ilmuwan dari Amerika Serikat pernah ingin mengusulkan agar memberi nama unsur tersebut Ghiorsium untuk Albert Ghiorso sebelum menarik kembali klaim mereka.

Pada 2006, ilmuwan dari Joint Institute for Nuclear Research Rusia dan Lawrence Livermore National Laboratory di California mengumumkan di Physical Review C bahwa mereka telah secara tidak langsung mendeteksi unsur 118 yang diproduksi lewat tubrukan antara atom-atom Kalifornium dan Kalsium.

Menyusul proses pembuatan ununoktium pada 14 Oktober 2006, pernah diusulkan bahwa unsur tersebut dinamai dengan nama Dubnadium (sesuai dengan tempat pembuatannya Dubna, Rusia) dengan simbol Dn. Namun, pada Juni 2016, IUPAC mengumumkan bahwa unsur tersebut akan diberi nama Oganeson dengan simbol Og, yang melekat sampai sekarang.

Isolasi[sunting | sunting sumber]

Eksperimen yang dilakukan di Laboratorium Flerov untuk Reaksi Nuklir (Dubna, Rusia) dalam penemuan unsur ke-118 dilakukan dengan cara menembakkan sinar dari atom Kalsium ke atom Kalifornium dalam reaksi sebagai berikut:

Setelah atom 118 terbentuk, dalam waktu yang singkat isotop Uuo-118 meluruh dengan cara memancarkan 3 sinar alfa dalam reaksi berikut.

Peluruhan atom 118 melalui peluruhan alfa

Dalam eksperimen ini, ilmuwan di Dubna telah berhasil menemukan 2 buah unsur baru yang melengkapi susunan tabel periodik, yaitu unsur 118 (Og) dan 116 (Lv).

Penggunaan[sunting | sunting sumber]

Saat ini, unsur ke-118 masih dalam tahap penelitian dan belum diproduksi secara massal, sehingga belum diketahui efeknya dalam kehidupan sehari-hari.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d Nash, Clinton S. (2005). "Atomic and Molecular Properties of Elements 112, 114, and 118". Journal of Physical Chemistry A 109 (15): 3493–3500. PMID 16833687. doi:10.1021/jp050736o. 
  2. ^ a b c d Hoffman, Darleane C.; Lee, Diana M.; Pershina, Valeria (2006). "Transactinides and the future elements". Di Morss; Edelstein, Norman M.; Fuger, Jean. The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements (3rd ed.). Dordrecht, The Netherlands: Springer Science+Business Media. ISBN 1-4020-3555-1. 
  3. ^ Bonchev, Danail; Kamenska, Verginia (1981). "Predicting the Properties of the 113–120 Transactinide Elements". Journal of Physical Chemistry (American Chemical Society) 85 (9): 1177–1186. doi:10.1021/j150609a021. 
  4. ^ a b c Eichler, R.; Eichler, B., Thermochemical Properties of the Elements Rn, 112, 114, and 118 (PDF), Paul Scherrer Institut, diakses tanggal 2010-10-23 
  5. ^ Han, Young-Kyu; Bae, Cheolbeom; Son, Sang-Kil; Lee, Yoon Sup (2000). "Spin–orbit effects on the transactinide p-block element monohydrides MH (M=element 113–118)". Journal of Chemical Physics 112 (6): 2684. Bibcode:2000JChPh.112.2684H. doi:10.1063/1.480842. 
  6. ^ a b Kaldor, Uzi; Wilson, Stephen (2003). Theoretical Chemistry and Physics of Heavy and Superheavy Elements. Springer. p. 105. ISBN 140201371X. Diakses tanggal 2008-01-18. 
  7. ^ Fricke, Burkhard (1975). "Superheavy elements: a prediction of their chemical and physical properties". Recent Impact of Physics on Inorganic Chemistry 21: 89–144. doi:10.1007/BFb0116498. Diakses tanggal 4 October 2013. 
  8. ^ Chemical Data. Ununoctium - Uuo, Royal Chemical Society
  9. ^ Oganessian, Yu. Ts.; Utyonkov, V. K.; Lobanov, Yu. V.; Abdullin, F. Sh.; Polyakov, A. N.; Sagaidak, R. N.; Shirokovsky, I. V.; Tsyganov, Yu. S. et al. (2006-10-09). "Synthesis of the isotopes of elements 118 and 116 in the 249Cf and 245Cm+48Ca fusion reactions". Physical Review C 74 (4): 044602. Bibcode:2006PhRvC..74d4602O. doi:10.1103/PhysRevC.74.044602. Diakses tanggal 2008-01-18. 
  10. ^ "IUPAC Is Naming The Four New Elements Nihonium, Moscovium, Tennessine, And Oganesson". IUPAC. 08-06-2016. Diakses tanggal 08-12-2016. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]