Lompat ke isi

Penemuan unsur kimia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Penemuan unsur-unsur kimia yang dikenal hingga saat ini merupakan salah satu proses terpenting dan terpanjang dalam sejarah ilmu pengetahuan, dan proses tersebut masih terus berlangsung sampai sekarang. Daftar 118 unsur kimia ini disusun secara kronologis, di mana unsur-unsur umumnya dicantumkan berdasarkan urutan waktu ketika pertama kali diidentifikasi sebagai unsur murni. Namun, untuk beberapa unsur, waktu penemuannya tidak dapat ditentukan secara pasti karena sebagian sudah dikenal sejak zaman kuno.

Tabel tersebut juga memuat informasi mengenai nama unsur, simbol kimia, nomor atom, tahun pertama kali unsur tersebut dilaporkan, nama penemunya, serta penjelasan singkat tentang metode penemuannya. Emas dianggap sebagai logam pertama yang dikenal oleh manusia prasejarah. Seiring perkembangan zaman, teknik untuk menemukan dan memperoleh unsur-unsur kimia juga semakin maju. Setelah tahun 1900, sebagian besar unsur baru ditemukan melalui proses fisi dan fusi nuklir.

Tabel periodik unsur

[sunting | sunting sumber]
Tabel periodik berdasarkan era penemuannya
1 2   3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
Golongan   
 Periode  
1 1
H
2
He
2 3
Li
4
Be
5
B
6
C
7
N
8
O
9
F
10
Ne
3 11
Na
12
Mg
13
Al
14
Si
15
P
16
S
17
Cl
18
Ar
4 19
K
20
Ca
21
Sc
22
Ti
23
V
24
Cr
25
Mn
26
Fe
27
Co
28
Ni
29
Cu
30
Zn
31
Ga
32
Ge
33
As
34
Se
35
Br
36
Kr
5 37
Rb
38
Sr
39
Y
40
Zr
41
Nb
42
Mo
43
Tc
44
Ru
45
Rh
46
Pd
47
Ag
48
Cd
49
In
50
Sn
51
Sb
52
Te
53
I
54
Xe
6 55
Cs
56
Ba
1 asterisk 71
Lu
72
Hf
73
Ta
74
W
75
Re
76
Os
77
Ir
78
Pt
79
Au
80
Hg
81
Tl
82
Pb
83
Bi
84
Po
85
At
86
Rn
7 87
Fr
88
Ra
1 asterisk 103
Lr
104
Rf
105
Db
106
Sg
107
Bh
108
Hs
109
Mt
110
Ds
111
Rg
112
Cn
113
Nh
114
Fl
115
Mc
116
Lv
117
Ts
118
Og
 
1 asterisk 57
La
58
Ce
59
Pr
60
Nd
61
Pm
62
Sm
63
Eu
64
Gd
65
Tb
66
Dy
67
Ho
68
Er
69
Tm
70
Yb
 
1 asterisk 89
Ac
90
Th
91
Pa
92
U
93
Np
94
Pu
95
Am
96
Cm
97
Bk
98
Cf
99
Es
100
Fm
101
Md
102
No
 
 
Warna latar belakang menunjukkan usia penemuan:
Zaman Kuno hingga 1600 16001799 1800–1849 1850–1899 1900–1949 1950–1999 Sejak 2000
(14 unsur)
Zaman kuno sampai tahun 1600: periode penemuan dari zaman kuno hingga awal era modern
(27 unsur)
Penemuan yang terjadi selama Revolusi Ilmiah dan Zaman Pencerahan berkontribusi pada ditinggalkannya secara perlahan teori materi Aristotelian, sekaligus melahirkan definisi unsur kimia yang dirumuskan oleh Lavoisier.
(19 unsur)
Revolusi kimia dan industri membawa standarisasi metode kimia dan memicu berkembangnya teori atom sebagai dasar ilmu kimia.
(23 unsur)
Periode perkembangan klasifikasi unsur dan penyusunan tabel periodik oleh Mendeleev, ditandai dengan penerapan teknik analisis spektrum. Para ilmuwan seperti Boisbaudran, Bunsen, Crookes, Kirchhoff, dan lainnya berperan dalam “mencari” tanda khas garis emisi untuk mengidentifikasi unsur-unsur baru.
(14 unsur)
Kemajuan dalam spektroskopi sinar-X dan radiokimia memungkinkan penemuan berbagai unsur radioaktif serta unsur stabil terakhir, sekaligus menegaskan bahwa nomor atom merupakan dasar identitas suatu unsur.
(16 unsur)
Pasca Proyek Manhattan; unsur-unsur dengan nomor atom 98 dan lebih tinggi diperoleh melalui sintesis, menggunakan pemercepat partikel, metode pembombardiran, dan reaktor nuklir.
(5 unsur)
Sintesis terbaru
Primordial Hasil peluruhan Sintetis

Lini masa grafis

[sunting | sunting sumber]
OganesonTenesinLivermoriumMoskoviumFleroviumNihoniumKopernisiumRoentgeniumDarmstadtiumMeitneriumHasiumBohriumSeaborgiumDubniumRuterfordiumLawrensiumNobeliumMendeleviumFermiumEinsteiniumCaliforniumBerkeliumKuriumAmerisiumPlutoniumNeptuniumUraniumProtaktiniumToriumAktiniumRadiumFransiumRadonAstatinPoloniumTaliumIridiumOsmiumReniumTungstenTantalumHafniumLutetiumIterbiumTuliumErbiumHolmiumDisprosiumTerbiumGadoliniumEuropiumSamariumPrometiumNeodimiumPraseodimiumSeriumLantanumBariumSesiumXenonIodinTeluriumIndiumKadmiumPaladiumRodiumRuteniumTeknesiumMolibdenumNiobiumZirkoniumItriumStronsiumRubidiumKriptonBrominSeleniumGermaniumGaliumNikelKobaltManganKromiumVanadiumTitaniumSkandiumKalsiumKaliumArgonKlorinFosforSilikonAluminumMagnesiumNatriumNeonFluorinOksigenNitrogenBoronBeriliumLitiumHeliumHidrogenBismutArsenPlatinaSengRaksaBelerangAntimonTimahBesiPerakTimbalTembagaKarbonEmas

Diagram kumulatif

[sunting | sunting sumber]
Diagram ini menggambarkan laju penemuan unsur yang hampir linear antara 1750 hingga 2023. Tabel periodik yang dibuat oleh Mendeleev ditandai pada tahun 1869, saat sekitar setengah dari unsur-unsur (hingga periode 7) sudah diketahui.
Diagram kumulatif penemuan unsur

Penemuan sebelum dan awal modern

[sunting | sunting sumber]

Penemuan modern

[sunting | sunting sumber]

Untuk penemuan pada abad ke-18, sekitar waktu ketika Antoine Lavoisier pertama kali mempertanyakan teori flogiston, pengakuan terhadap sebuah "bumi" baru dianggap setara dengan penemuan sebuah unsur baru (sesuai praktik umum pada masa itu). Untuk beberapa unsur (misal Be, B, Na, Mg, Al, Si, K, Ca, Mn, Co, Ni, Zr, Mo),[50] hal ini menimbulkan kesulitan tambahan karena bentuk senyawa mereka sudah dikenal luas sejak abad pertengahan atau bahkan zaman kuno, meskipun unsur sebagai konstituen "elemental" dari senyawa tersebut belum diketahui. Karena sifat asli dari senyawa-senyawa itu kadang baru ditemukan secara bertahap, seringkali sangat sulit untuk menunjuk satu penemu tertentu.[3] Dalam kasus seperti ini, publikasi pertama mengenai kimianya dicatat, dan penjelasan lebih panjang diberikan dalam catatan.[3]

Abad ke-17 dan 18

[sunting | sunting sumber]
Z Unsur Diobservasi Diisolasi (dikenal umum) Catatan
TahunOlehTahunOleh
15 Fosfor 1669 H. Brand 1669 H. Brand Disiapkan dan diisolasi dari urin, unsur ini merupakan unsur pertama yang tanggal penemuan serta penemunya tercatat secara jelas.[51] Namanya pertama kali muncul dalam bentuk cetak pada karya Georg Kaspar Kirchmaier [de] pada tahun 1676. Unsur ini kemudian diakui sebagai suatu unsur kimia oleh Lavoisier.[3]
1 Hidrogen 1671 R. Boyle 1671 R. Boyle Robert Boyle memproduksinya dengan mereaksikan serbuk besi dengan asam encer.[52][53] Henry Cavendish pada tahun 1766 menjadi orang pertama yang membedakan H2 dari gas-gas lainnya.[54] Lavoisier menamainya pada tahun 1783.[55][56] Gas ini merupakan unsur berfasa gas pertama yang diketahui.
11 Natrium 1702 G. E. Stahl 1807 H. Davy Georg Ernst Stahl memperoleh bukti eksperimental yang mendorongnya untuk mengemukakan adanya perbedaan mendasar antara garam natrium dan kalium pada tahun 1702,[57] dan Henri-Louis Duhamel du Monceau kemudian mampu membuktikan perbedaan tersebut pada tahun 1736.[58] Andreas Sigismund Marggraf kembali mengenali perbedaan antara abu soda dan garam abu pada tahun 1758, tetapi tidak semua kimiawan menerima kesimpulannya. Pada tahun 1797, Martin Heinrich Klaproth mengusulkan nama natron dan kali untuk kedua alkali tersebut (yang kemudian menjadi asal simbol unsur). Beberapa hari setelah berhasil mengisolasi kalium, Davy mengisolasi logam natrium dengan menggunakan elektrolisis terhadap natrium hidroksida.[59] dan garam abu[60] berturut-turut.
19 Kalium 1702 G. E. Stahl 1807 H. Davy
27 Kobalt 1735 G. Brandt 1735 G. Brandt Membuktikan bahwa warna biru pada kaca disebabkan oleh jenis logam baru, dan bukan oleh bismut sebagaimana yang sebelumnya diduga.[61]
20 Kalsium 1739 J. H. Pott 1808 H. Davy Kapur telah dikenal sebagai suatu zat selama berabad-abad, tetapi sifat kimianya baru dipahami pada abad ke-18. Pott mengakui terra calcarea (tanah kapur) sebagai suatu “tanah” yang berdiri sendiri dalam risalahnya pada tahun 1739. Guyton de Morveau, Lavoisier, Berthollet, dan Fourcroy pada tahun 1787 mengusulkan bahwa zat tersebut merupakan oksida dari suatu unsur. Davy kemudian mengisolasi logamnya secara elektrokimia dari kapur tohor.[3]
14 Silikon 1739 J. H. Pott 1823 J. Berzelius Senyawa silikon (kristal batuan dan kaca) telah dikenal sejak zaman kuno, tetapi kajian kimianya baru dimulai pada abad ke-17. Johann Joachim Becher (penggagas teori flogiston) mengidentifikasi silika sebagai terra vitrescibilis, dan Johann Heinrich Pott mengakuinya sebagai suatu “tanah” yang berdiri sendiri dalam risalahnya pada tahun 1739.[3] Silika tercantum sebagai “tanah sederhana” dalam Méthode de nomenclature chimique, dan pada tahun 1789 Lavoisier menyimpulkan bahwa unsur tersebut pasti ada.[3] Pada tahun 1800, Davy berpendapat bahwa silika merupakan suatu senyawa, bukan unsur, dan pada tahun 1808 ia membuktikan hal ini meskipun belum berhasil mengisolasi unsurnya, serta mengusulkan nama silicium.[62][63]:362–364 Pada tahun 1811, Louis-Joseph Gay-Lussac dan Louis-Jacques Thénard kemungkinan telah menyiapkan silikon yang masih tidak murni,[64] dan Berzelius berhasil memperoleh unsur murninya pada tahun 1823.[65] Nama unsur tersebut diusulkan untuk diubah menjadi silicon oleh Thomas Thomson pada tahun 1817, dan usulan ini akhirnya diterima karena keserupaannya dengan boron dan karbon.
13 Aluminium 1746 J. H. Pott 1825 H.C.Ørsted Paracelsus pada tahun 1570 mengakui bahwa aluminis berbeda dari vitriol, dan Andreas Libavius dalam risalahnya tahun 1597 mengusulkan penamaan tanah tak dikenal dari tawas sebagai alumina. Pada tahun 1746, Johann Heinrich Pott menerbitkan risalah yang membedakan tawas dari kapur dan kapur tulis, dan pada tahun 1756 Marggraf mengendapkan “tanah” baru tersebut.[3] Antoine Lavoisier pada tahun 1787 memprediksi bahwa alumina merupakan oksida dari suatu unsur yang belum ditemukan, dan pada tahun 1808 Davy mencoba menguraikannya. Meskipun ia gagal, Davy membuktikan bahwa Lavoisier benar dan mengusulkan nama yang digunakan hingga kini.[62][63]:354–357 Hans Christian Ørsted menjadi orang pertama yang mengisolasi aluminium logam pada tahun 1825.[66][67] Namun, sebagian ilmuwan meragukan keberhasilan isolasi tersebut. Isolasi aluminium yang pertama dan tidak terbantahkan dilakukan oleh Friedrich Wöhler pada tahun 1827.[3]
28 Nikel 1751 F. Cronstedt 1751 F. Cronstedt Ditemukan ketika dilakukan upaya untuk mengekstraksi tembaga dari mineral yang dikenal sebagai tembaga palsu (kini dikenal sebagai nikolit).[68]
12 Magnesium 1755 J. Black 1808 H. Davy Joseph Black pada tahun 1755 mengamati bahwa magnesia alba (MgO) bukanlah kapur tohor (CaO); hingga saat itu, kedua zat tersebut sering disamakan. Davy kemudian mengisolasi logamnya secara elektrokimia dari magnesia.[69]
25 Mangan 1770 T. O. Bergman 1774 J. G. Gahn Torbern Olof Bergman membedakan pirolusit sebagai calx dari suatu logam baru, tetapi gagal mereduksinya. Ignatius Gottfred Kaim mungkin telah mengisolasinya pada tahun 1770, tetapi hal ini masih diperdebatkan. Logam tersebut kemudian diisolasi melalui reduksi mangan dioksida dengan karbon. Nama yang digunakan sekarang diberikan pada tahun 1779 oleh Guyton de Morveau; sebelumnya zat ini disebut magnesia.[3][70]
9 Fluorin 1771 W. Scheele 1886 H. Moissan Fluorspar dijelaskan oleh Georgius Agricola pada tahun 1529.[71] Scheele meneliti fluorspar dan dengan tepat menyimpulkan bahwa mineral tersebut merupakan garam kapur (kalsium) dari suatu asam.[72] Istilah radical fluorique tercantum dalam daftar unsur pada karya Lavoisier Traité Élémentaire de Chimie tahun 1789, tetapi pada daftar yang sama juga muncul radical muriatique sebagai pengganti klorin.[73] André-Marie Ampère kembali memprediksi pada tahun 1810 bahwa asam fluorida mengandung suatu unsur yang analog dengan klorin, dan antara tahun 1812 hingga 1886 banyak peneliti berupaya memperolehnya. Unsur tersebut akhirnya berhasil diisolasi oleh Moissan.[74]
8 Oksigen 1771 W. Scheele 1771 W. Scheele Scheele memperolehnya dengan memanaskan raksa(II) oksida dan nitrat pada tahun 1771, tetapi ia tidak memublikasikan temuannya hingga tahun 1777. Joseph Priestley juga menyiapkan “udara” baru ini pada tahun 1774, tetapi hanya Lavoisier yang mengakuinya sebagai unsur sejati; ia menamainya pada tahun 1777.[75][76] Sebelum itu, Sendivogius telah menghasilkan oksigen dengan memanaskan salpeter, dan secara tepat mengidentifikasikannya sebagai “makanan kehidupan”.[77]
7 Nitrogen 1772 D. Rutherford 1772 D. Rutherford Rutherford menemukan nitrogen ketika ia belajar di Universitas Edinburgh.[78] Ia menunjukkan bahwa udara yang telah dihirup oleh hewan, bahkan setelah karbon dioksida hasil hembusan napasnya dihilangkan, tidak lagi mampu menyalakan lilin. Carl Wilhelm Scheele, Henry Cavendish, dan Joseph Priestley juga mempelajari unsur ini pada waktu yang hampir bersamaan, dan Lavoisier menamainya pada tahun 1775–1776.[79]
56 Barium 1772 W. Scheele 1808 H. Davy Scheele membedakan suatu “tanah” baru (BaO) dalam barit pada tahun 1772. Ia tidak memberi nama pada temuannya; Guyton de Morveau mengusulkan nama barote pada tahun 1782.[3] Nama tersebut kemudian diubah menjadi baryte dalam Méthode de nomenclature chimique karya Louis-Bernard Guyton de Morveau, Antoine Lavoisier, Claude Louis Berthollet, dan Antoine François, comte de Fourcroy (1787). Davy mengisolasi logamnya melalui elektrolisis.[80]
17 Klorin 1774 W. Scheele 1774 W. Scheele Memperolehnya dari asam klorida, tetapi mengira zat tersebut sebagai suatu oksida. Baru pada tahun 1810 Humphry Davy mengakuinya sebagai sebuah unsur.[81][82]
42 Molibdenum 1778 W. Scheele 1788 J. Hjelm Scheele mengenali logam tersebut sebagai salah satu penyusun molibdenit.[83] Sebelumnya, Axel Cronstedt pada tahun 1758 beranggapan bahwa molibdenit mengandung suatu “tanah” baru.[3]
74 Tungsten 1781 W. Scheele 1783 J. dan F. Elhuyar Scheele menunjukkan bahwa scheelit (yang saat itu disebut tungsten) merupakan garam kalsium dari suatu asam baru, yang ia namai asam tungstat. Bersaudara Elhuyar memperoleh asam tungstat dari wolframit dan mereduksinya dengan arang, lalu menamai unsur tersebut “volfram”.[3][84] Sejak saat itu, kedua nama—tungsten dan wolfram—digunakan bergantung pada bahasa.[3] Pada tahun 1949, IUPAC menetapkan wolfram sebagai nama ilmiah, tetapi keputusan ini dibatalkan setelah adanya protes pada tahun 1951, sehingga kedua nama diakui sambil menunggu peninjauan lebih lanjut (yang tidak pernah terealisasi). Saat ini, hanya nama tungsten yang diakui untuk penggunaan dalam bahasa Inggris.[82]
52 Telurium 1782 F.-J.M. von Reichenstein 1798 H. Klaproth Müller mengamatinya sebagai suatu pengotor dalam bijih emas dari Transylvania.[85] Klaproth berhasil mengisolasinya pada tahun 1798.[82]
5 Boron 1787 L. Guyton de Morveau, A. Lavoisier, C. L. Berthollet, dan A. de Fourcroy 1809 H. Davy Boraks telah dikenal sejak zaman kuno. Pada tahun 1787, istilah radical boracique muncul dalam Méthode de nomenclature chimique karya Louis-Bernard Guyton de Morveau, Antoine Lavoisier, Claude Louis Berthollet, dan Antoine François, comte de Fourcroy.[3] Istilah ini juga tercantum dalam karya Lavoisier Traité Élémentaire de Chimie tahun 1789.[73] Pada tahun 1808, Lussac dan Thénard mengumumkan penemuan suatu unsur baru dalam garam sedatif dan menamainya bore. Davy kemudian mengumumkan isolasi suatu zat baru dari asam borat pada tahun 1809 dengan nama boracium.[86] Karena unsur tersebut ternyata bukan logam, ia merevisi usul namanya menjadi boron pada tahun 1812.[3]
1789 A. Lavoisier Lavoisier menulis daftar modern pertama unsur-unsur kimia—berisi 33 unsur, termasuk cahaya dan panas, tetapi tidak mencantumkan Na dan K (karena ia belum yakin apakah soda dan potash tanpa asam karbonat, yakni Na2O dan K2O, merupakan zat sederhana atau senyawa seperti NH3),[87] serta Te; beberapa unsur dalam tabel tersebut dicantumkan sebagai “radikal” yang belum berhasil diisolasi (Cl, F, B) atau sebagai oksida (Ca, Mg, Ba, Al, Si).[73] Ia juga mendefinisikan ulang istilah “unsur”.
40 Zirkonium 1789 H. Klaproth 1824 J. Berzelius Martin Heinrich Klaproth mengidentifikasi suatu oksida baru dalam zirkon pada tahun 1789,[88][89] dan pada tahun 1808 Davy menunjukkan bahwa oksida tersebut memiliki dasar logam, meskipun ia tidak berhasil mengisolasinya.[62][63]:360–362
92 Uranium 1789 H. Klaproth 1841 E.-M. Péligot Klaproth secara keliru mengidentifikasi suatu uranium oksida yang diperoleh dari pitchblende sebagai unsur itu sendiri, dan menamainya berdasarkan planet Uranus yang baru saja ditemukan.[90][91]
38 Stronsium 1790 A. Crawford 1808 H. Davy Adair Crawford pada tahun 1790 menemukan bahwa strontianit (stronsium karbonat) dan witerit (barium karbonat) memiliki sifat kimia yang berbeda, dan ia menduga bahwa strontianite mengandung suatu “tanah” baru. Sebelumnya, strontianit dianggap sebagai jenis witerit. Stronsium akhirnya diisolasi secara elektrokimia pada tahun 1808 oleh Davy.[92]
22 Titanium 1791 W. Gregor 1875 D. K. Kirillov[93] Gregor menemukan oksida dari suatu logam baru dalam ilmenit; Klaproth secara independen menemukan unsur tersebut dalam rutil pada tahun 1795 dan memberinya nama. Pada tahun 1825, Jöns Jacob Berzelius mengklaim telah mengisolasi titanium logam, tetapi zat yang ia peroleh tidak bereaksi dengan asam fluorida, padahal titanium seharusnya bereaksi. Pada tahun 1910, Matthew A. Hunter berhasil memperoleh titanium logam dengan kemurnian 99%.[94][95]
39 Itrium 1794 J. Gadolin 1843 H. Rose Johan Gadolin menemukan “tanah” tersebut dalam gadolinite pada tahun 1794. Ia tidak memberi nama pada temuannya, tetapi Anders Gustaf Ekeberg melakukannya ketika ia mengonfirmasi penemuan tersebut pada tahun 1797.[3] Pada tahun 1808, Davy menunjukkan bahwa itria merupakan oksida logam, meskipun ia tidak berhasil mengisolasi logamnya.[62][63]:364–366 Wöhler secara keliru mengira telah mengisolasi logam tersebut pada tahun 1828 dari suatu klorida volatil yang ia anggap sebagai itrium klorida,[96][97] namun, Rose membuktikan sebaliknya pada tahun 1843 dan pada tahun yang sama berhasil mengisolasi unsur tersebut dengan benar.[98]
24 Kromium 1797 N. Vauquelin 1798 N. Vauquelin Vauquelin menganalisis komposisi bijih krokoit pada tahun 1797, dan kemudian mengisolasi logamnya dengan memanaskan oksidanya dalam tungku arang.[3][99][100]
4 Berilium 1798 N. Vauquelin 1828 F. Wöhler dan A. Bussy Vauquelin menemukan oksida tersebut dalam beryl dan zamrud pada tahun 1798, dan pada tahun 1808 Davy menunjukkan bahwa oksida ini memiliki dasar logam, meskipun ia tidak berhasil mengisolasinya.[62][63]:358–359 Vauquelin sempat ragu mengenai nama yang akan diberikan pada oksida tersebut: pada tahun 1798 ia menamakannya la terre du beril, tetapi para editor jurnal menamainya glucine berdasarkan rasa manis senyawa berilium (yang sebenarnya sangat beracun). Johann Heinrich Friedrich Link pada tahun 1799 mengusulkan perubahan nama dari Glucine menjadi Beryllerde atau Berylline, sebuah usulan yang diadopsi oleh Klaproth pada tahun 1800 dalam bentuk beryllina. Klaproth juga secara independen meneliti beryl dan zamrud dan sampai pada kesimpulan yang sama bahwa terdapat unsur baru. Nama beryllium untuk unsur tersebut pertama kali digunakan oleh Wöhler setelah ia berhasil mengisolasinya (Davy menggunakan nama glucium). Kedua nama, beryllium dan glucinium, digunakan secara bersamaan (yang terakhir terutama di Prancis) hingga IUPAC menetapkan nama beryllium pada tahun 1949.[3]

Abad ke-19

[sunting | sunting sumber]
Z Unsur Diobservasi Diisolasi (dikenal umum) Catatan
TahunOlehTahunOleh
23 Vanadium 1801 A. M. del Río 1867 H. E. Roscoe Andrés Manuel del Río menemukan logam tersebut (yang ia sebut eritronium) dalam vanadinit pada tahun 1801, tetapi klaim ini ditolak setelah Hippolyte Victor Collet-Descotils menolaknya sebagai kromium berdasarkan pengujian yang keliru dan bersifat dangkal.[101] Nils Gabriel Sefström menemukan kembali unsur tersebut pada tahun 1830 dan menamainya vanadium. Friedrich Wöhler kemudian menunjukkan bahwa vanadium identik dengan eritronium, sehingga terbukti bahwa del Río memang benar sejak awal.[102][103] Del Río kemudian dengan kuat memperjuangkan agar klaim lamanya diakui, tetapi unsur tersebut tetap mempertahankan nama vanadium.[103] Roscoe akhirnya berhasil menghasilkan logam tersebut pada tahun 1867 dengan mereduksi vanadium(II) klorida (VCl2) menggunakan hidrogen.[104]
41 Niobium 1801 C. Hatchett 1864 W. Blomstrand Hatchett menemukan unsur tersebut dalam bijih columbite dan menamainya columbium. Pada tahun 1809, W. H. Wollaston mengklaim bahwa columbium dan tantalum adalah unsur yang sama, tetapi klaim ini kemudian terbukti keliru.[82] Heinrich Rose pada tahun 1844 membuktikan bahwa unsur tersebut berbeda dari tantalum, dan menamainya kembali sebagai niobium. Para ilmuwan Amerika umumnya menggunakan nama columbium, sedangkan ilmuwan Eropa menggunakan niobium. Nama niobium secara resmi diterima oleh IUPAC pada tahun 1949.[105]
73 Tantalum 1802 G. Ekeberg 1864 J.C.G. de Marignac Ekeberg menemukan unsur lain dalam mineral yang mirip dengan columbite, dan menamakannya berdasarkan Tantalus dari mitologi Yunani karena unsur tersebut sulit larut dalam asam (seperti Tantalus yang selalu tergoda air yang surut ketika ia mencoba meminumnya).[82] Pada tahun 1809, W. H. Wollaston mengklaim bahwa columbium dan tantalum adalah sama, tetapi klaim ini terbukti salah.[82] Pada tahun 1844, Heinrich Rose membuktikan bahwa kedua unsur tersebut berbeda dan mengganti nama columbium menjadi niobium (Niobe adalah putri Tantalus).[106] Sampel De Marignac mengandung pengotor; tantalum yang relatif murni kemudian dihasilkan oleh Werner von Bolton pada tahun 1903.
46 Paladium 1802 W. H. Wollaston 1802 W. H. Wollaston Wollaston menemukannya dalam sampel platina dari Amerika Selatan, tetapi ia tidak segera mempublikasikan hasilnya. Ia awalnya berniat menamainya sesuai dengan asteroid yang baru ditemukan, Ceres, tetapi ketika ia mempublikasikan hasilnya pada tahun 1804, nama tersebut telah digunakan untuk cerium. Wollaston kemudian menamainya berdasarkan asteroid yang lebih baru ditemukan, Pallas.[107]
58 Serium 1803 H. Klaproth, W. Hisinger, dan J. Berzelius 1875 W. F. Hillebrand dan T. H. Norton Hisinger dan Berzelius menemukan suatu “tanah” baru dalam cerit, menganggapnya sebagai oksida dari unsur baru, dan menamai unsur tersebut berdasarkan asteroid yang baru ditemukan (yang saat itu dianggap sebagai planet), Ceres. Klaproth menemukan unsur yang sama secara bersamaan dan independen dalam beberapa sampel tantalum.[108]
76 Osmium 1803 S. Tennant 1803 S. Tennant Tennant sedang meneliti sampel platina dari Amerika Selatan secara bersamaan dengan Wollaston dan menemukan dua unsur baru, yang ia namai osmium dan iridium,[109] dan mempublikasikan hasil penemuan iridium pada tahun 1804.[110] Collet-Descotils juga menemukan iridium pada tahun yang sama, tetapi tidak menemukan osmium.[82]
77 Iridium 1803 S. Tennant dan H.-V. Collet-Descotils 1803 S. Tennant
45 Rodium 1804 H. Wollaston 1804 H. Wollaston Wollaston menemukan dan mengisolasinya dari sampel platina kasar dari Amerika Selatan.[111]
53 Iodin 1811 B. Courtois 1811 B. Courtois Courtois menemukannya dalam abu rumput laut.[112] Nama iode diberikan dalam bahasa Prancis oleh Gay-Lussac dan dipublikasikan pada tahun 1813.[113] Davy memberikan nama dalam bahasa Inggris, yaitu iodine, pada tahun 1814.[113]
3 Litium 1817 A. Arfwedson 1821 W. T. Brande Arfwedson, seorang murid Berzelius, menemukan alkali tersebut dalam petalit.[114] Brande kemudian mengisolasinya secara elektrolitik dari litium oksida.[113]
48 Kadmium 1817 S. L Hermann, F. Stromeyer, dan J.C.H. Roloff 1817 S. L Hermann, F. Stromeyer, dan J.C.H. Roloff Ketiganya menemukan logam yang tidak dikenal dalam sampel seng oksida dari Silesia, tetapi nama yang diberikan Stromeyer akhirnya diterima.[115]
34 Selenium 1817 J. Berzelius dan G. Gahn 1817 J. Berzelius dan G. Gahn Saat bekerja dengan timbal, mereka menemukan suatu zat yang mereka kira adalah telurium, tetapi setelah penelitian lebih lanjut, mereka menyadari bahwa zat tersebut berbeda.[116]
35 Bromin 1825 J. Balard dan C. Löwig 1825 J. Balard dan C. Löwig Keduanya menemukan unsur tersebut pada musim gugur tahun 1825. Balard mempublikasikan hasil temuannya pada tahun berikutnya,[117] sedangkan Löwig baru mempublikasikannya pada tahun 1827.[118]
90 Torium 1829 J. Berzelius 1914 D. Lely, Jr. dan L. Hamburger Berzelius memperoleh suatu “tanah” baru (oksida dari unsur baru) dalam torit.[119]
57 Lantanum 1838 G. Mosander 1904 W. Muthmann, L. Weiss Mosander menemukan suatu “tanah” baru dalam sampel ceria pada tahun 1838.[120]
60 Neodimium 1841 G. Mosander 1901 W. Muthmann, H. Hofer, L. Weiss Ditemukan oleh Mosander dan dinamai didimium. Carl Auer von Welsbach kemudian memisahkannya menjadi dua unsur, yaitu praseodimium dan neodimium. Neodimium membentuk sebagian besar dari didimium lama dan mendapat awalan "neo-".[82][121]
68 Erbium 1843 G. Mosander 1934 W. Klemm dan H. Bommer Mosander berhasil memisahkan itria lama menjadi itria murni, erbia, dan terbia.[122] Penamaan unsur-unsur ini sempat membingungkan: erbia Mosander berwarna kuning dan terbia berwarna merah. Namun, pada tahun 1860, Nils Johan Berlin hanya menemukan “tanah” berwarna merah muda, yang secara membingungkan dinamai sebagai erbia, dan meragukan keberadaan “tanah” kuning. Marc Delafontaine mengadopsi nomenklatur Berlin, di mana erbia adalah tanah berwarna merah muda, tetapi pada tahun 1878 ia membuktikan bahwa tanah kuning juga ada. Atas dorongan Jean Charles Galissard de Marignac, tanah kuning tersebut dinamai terbia; sehingga nama Mosander tertukar dari pilihan awalnya.[113]
65 Terbium 1843 G. Mosander 1937 W. Klemm dan H. Bommer
44 Rutenium 1844 K. Claus 1844 K. Claus Gottfried Wilhelm Osann mengira bahwa ia menemukan tiga logam baru dalam sampel platina Rusia pada tahun 1826, yang ia namai polinium, pluranium, dan rutenium pada tahun 1828. Namun, hasil temuannya dipertanyakan dan ia tidak memiliki jumlah yang cukup untuk mengisolasinya, sehingga ia menarik klaimnya pada tahun 1829.[123] Namun, pada tahun 1844 Karl Karlovich Klaus mengonfirmasi bahwa terdapat satu logam baru, dan menggunakan kembali nama Osann, "rutenium".[124]
55 Sesium 1860 G. R. Kirchhoff dan R. Bunsen 1882 C. Setterberg Kirchhoff dan Bunsen adalah orang pertama yang mengusulkan pencarian unsur-unsur baru melalui analisis spektrum. Dengan metode ini, mereka menemukan sesium berdasarkan dua garis emisi berwarna biru yang tampak dalam spektrum sampel air mineral dari Dürkheim.[125] The pure metal was eventually isolated in 1882 by Setterberg.[126]
37 Rubidium 1861 G. R. Kirchhoff dan R. Bunsen 1863 R. Bunsen Kirchhoff dan Bunsen menemukan unsur ini hanya beberapa bulan setelah sesium, melalui pengamatan garis-garis spektrum baru pada mineral lepidolit.[127] Logamnya kemudian berhasil diisolasi oleh Bunsen sekitar tahun 1863.[113]
81 Tallium 1861 W. Crookes 1862 C.-A. Lamy Tak lama setelah penemuan rubidium, Crookes mengamati garis spektrum hijau baru dalam sampel selenium. Pada tahun yang sama, Lamy kemudian menunjukkan bahwa unsur tersebut bersifat logam.[128]
49 Indium 1863 F. Reich and T. Richter 1864 T. Richter Reich dan Richter pertama kali mengidentifikasi unsur ini dalam sphalerite melalui garis emisi spektroskopi berwarna biru nila terang yang khas[129] Richter isolated the metal the next year.[113]
2 Helium 1868 N. Lockyer 1895 W. Ramsay, T. Cleve, dan N. Langlet P. Janssen dan Lockyer secara terpisah mengamati sebuah garis kuning dalam spektrum Matahari yang tidak cocok dengan unsur mana pun yang telah dikenal. Namun, hanya Lockyer yang menarik kesimpulan yang benar bahwa garis tersebut berasal dari unsur baru. Peristiwa ini menjadi pengamatan pertama gas mulia, yang saat itu diketahui berada di Matahari. Beberapa tahun kemudian, setelah argon berhasil diisolasi di Bumi, Ramsay, Cleve, dan Langlet secara independen mengamati helium yang terperangkap dalam mineral cleveit.[130]
1869 D. I. Mendeleev Mendeleev menyusun 63 unsur yang telah dikenal pada saat itu—dengan mengecualikan terbium karena para kimiawan masih meragukan keberadaannya, serta helium karena belum ditemukan di Bumi—ke dalam tabel periodik modern pertama, dan secara tepat memprediksi keberadaan beberapa unsur lainnya.
31 Galium 1875 P. E. L. de Boisbaudran 1878 P. E. L. de Boisbaudran dan E. Jungfleisch Boisbaudran mengamati pada sampel blende Pirenia (sfalerit) adanya beberapa garis emisi yang sesuai dengan eka-aluminium yang telah diprediksi oleh Mendeleev pada tahun 1871. Tiga tahun kemudian, ia bersama Jungfleisch berhasil mengisolasi logam tersebut melalui elektrolisis.[113][131][132]
70 Iterbium 1878 J.C.G. de Marignac 1936 W. Klemm dan H. Bommer Pada 22 Oktober 1878, Marignac melaporkan bahwa ia berhasil memisahkan erbia (yang sebelumnya dikenal sebagai terbia menurut Mosander) menjadi dua “tanah” baru, yaitu erbia sejati dan iterbia.[133]
67 Holmium 1878 J.-L. Soret dan M. Delafontaine 1939 H. Bommer Soret menemukannya dalam samarskit. Kemudian, Per Teodor Cleve memisahkan erbia milik Marignac menjadi erbia sejati dan dua unsur baru, yaitu tulium dan holmium. Unsur yang sebelumnya dinamai philippium oleh Delafontaine ternyata identik dengan unsur yang ditemukan oleh Soret.[134][135]
21 Skandium 1879 F. Nilson 1937 W. Fischer, K. Brünger, H. Grieneisen[136] Nilson memisahkan ytterbia milik Marignac menjadi iterbia murni dan sebuah unsur baru yang ternyata sesuai dengan unsur eka-boron yang telah diprediksi oleh Mendeleev pada tahun 1871.[137]
69 Tulium 1879 T. Cleve 1936 W. Klemm dan H. Bommer Cleve memisahkan erbia milik Marignac menjadi erbia sejati serta dua unsur baru, yaitu tulium dan holmium.[138]
62 Samarium 1879 P.E.L. de Boisbaudran 1903 W. Muthmann Boisbaudran mengamati adanya tanah baru dalam mineral samarskit dan menamakannya samaria, sesuai dengan nama mineral asalnya.[139]
64 Gadolinium 1880 J. C. G. de Marignac 1935 Félix Trombe Marignac mula-mula mengamati tanah baru tersebut dalam terbia, dan kemudian Boisbaudran berhasil memperoleh sampel murninya dari samarskit.[140]
59 Praseodimium 1885 C. A. von Welsbach 1904 W. Muthmann, L. Weiss Carl Auer von Welsbach menemukannya dalam didimia yang sebelumnya diidentifikasi oleh Mosander.[141]
32 Germanium 1886 C. A. Winkler 1886 C. A. Winkler Pada Februari 1886, Winkler menemukan eka-silikon yang telah diprediksi oleh Mendeleev pada tahun 1871, di dalam mineral argirodit.[142]
66 Disprosium 1886 P.E.L. de Boisbaudran 1937 W. Klemm dan H. Bommer De Boisbaudran menemukan suatu tanah (oksida) baru di dalam erbia.[143]
18 Argon 1894 Lord Rayleigh dan W. Ramsay 1894 Lord Rayleigh dan W. Ramsay Mereka menemukan gas tersebut dengan membandingkan massa molekul nitrogen yang diperoleh melalui pencairan udara dengan nitrogen yang disiapkan melalui metode kimia. Gas ini merupakan gas mulia pertama yang berhasil diisolasi.[144]
63 Europium 1896 E.-A. Demarçay 1937 W. Klemm dan H. Bommer Demarçay menemukan garis spektrum suatu unsur baru dalam samarium milik Lecoq, sementara menamai unsur tersebut sebagai Σ, dan memberinya nama yang sekarang pada tahun 1901.[145] Europium logam berhasil diisolasi pada tahun 1937.[146]
36 Kripton 1898 W. Ramsay dan W. Travers 1898 W. Ramsay dan W. Travers Pada 30 Mei 1898, Ramsay memisahkan sebuah gas mulia dari argon cair berdasarkan perbedaan titik didihnya.[147]
10 Neon 1898 W. Ramsay dan W. Travers 1898 W. Ramsay dan W. Travers Pada Juni 1898, Ramsay memisahkan gas mulia baru dari argon cair dengan memanfaatkan perbedaan titik didih.[147]
54 Xenon 1898 W. Ramsay dan W. Travers 1898 W. Ramsay dan W. Travers Setelah neon, Ramsay memisahkan gas mulia ketiga dari argon cair berdasarkan perbedaan titik didih.[148][149]
84 Polonium 1898 P. dan M. Curie 1946 W. H. Beamer and C. R. Maxwell Dalam percobaan pada 13 Juli 1898, pasangan Curie mencatat peningkatan radioaktivitas pada uranium yang diperoleh dari pitchblende, yang mereka kaitkan dengan keberadaan unsur yang belum dikenal. Unsur ini ditemukan kembali dan diisolasi secara terpisah pada 1902 oleh Marckwald, yang menamainya radiotelurium.[150] Polonium murni berhasil diperoleh pada tahun 1946.[151]
88 Radium 1898 P. dan M. Curie 1910 Marie Curie dan André-Louis Debierne Pada 26 Desember 1898, pasangan Curie melaporkan unsur baru yang berbeda dari polonium, yang kemudian berhasil diisolasi Marie dari uraninite.[152] Pada September 1910, Marie Curie dan André-Louis Debierne mengumumkan bahwa mereka telah mengisolasi radium sebagai logam murni.[153][154]
86 Radon 1899 E. Rutherford dan R. B. Owens 1910 W. Ramsay dan R. Whytlaw-Gray Rutherford dan Owens menemukan gas radioaktif hasil peluruhan torium, yang kemudian diisolasi oleh Ramsay dan Gray. Pada tahun 1900, Friedrich Ernst Dorn menemukan isotop gas yang sama dengan umur paruh lebih panjang dari peluruhan radium. Karena istilah “radon” awalnya digunakan khusus untuk isotop Dorn, ia sering keliru dianggap sebagai penemu unsur ini.[155][156]

Abad ke-20

[sunting | sunting sumber]
Z Unsur Diobservasi Diisolasi (dikenal umum) Catatan
TahunOlehTahunOleh
89 Aktinium 1902 F. O. Giesel 1955 Joseph G. Stites, Murrell L. Salutsky, Bob D. Stone Giesel memperoleh dari pitchblende suatu zat dengan sifat mirip lantanum dan menamainya emanium.[157] André-Louis Debierne sebelumnya (1899–1900) melaporkan penemuan unsur baru bernama aktinium yang diklaim mirip titanium dan torium, tetapi kemungkinan tidak mengandung unsur 89 dalam jumlah berarti. Ketika Giesel dan Debierne bertemu pada 1904, keduanya telah memiliki sampel yang mengandung unsur 89, sehingga Debierne umumnya diberi kredit penemuan.[158]
71 Lutetium 1906 C. A. von Welsbach dan G. Urbain 1937 W. Klemm dan H. Bommer von Welsbach membuktikan bahwa iterbium lama juga mengandung unsur baru, yang ia beri nama cassiopeium (sementara bagian terbesar dari iterbium lama ia namai ulang sebagai aldebaranium). Pada waktu yang hampir bersamaan, Urbain juga sampai pada kesimpulan yang sama (makalah von Welsbach diterbitkan lebih dahulu, tetapi naskah Urbain lebih dulu dikirimkan kepada editor), dengan menamai unsur baru tersebut lutetium dan unsur lamanya neoiterbium (yang kemudian kembali disebut iterbium). Namun, sampel milik Urbain sangat tidak murni dan hanya mengandung unsur baru itu dalam jumlah jejak. Meskipun demikian, nama pilihannya, lutetium, diadopsi oleh International Committee of Atomic Weights, yang anggotanya termasuk Urbain. Sebaliknya, Komisi Bobot Atom Jerman menggunakan nama cassiopeium selama empat puluh tahun berikutnya. Akhirnya, pada tahun 1949 IUPAC memutuskan untuk menetapkan nama lutetium, karena nama tersebut lebih luas digunakan.[82][159]
75 Renium 1908 M. Ogawa 1908 M. Ogawa Masataka Ogawa menemukannya dalam torianit pada tahun 1908, tetapi ia keliru menganggapnya sebagai unsur nomor 43 dan menamainya nipponium. (Unsur 43 dan 75 berada dalam golongan yang sama pada tabel periodik.)[160] Karena penetapan unsur yang keliru, serta karena sebagian hasil utamanya hanya dipublikasikan dalam bahasa Jepang, klaimnya tidak banyak mendapat pengakuan luas. Namun, spektrum emisi optik yang dideskripsikan oleh Ogawa dan pelat fotografi sinar-X dari salah satu sampelnya sesuai dengan unsur nomor 75, sehingga klaimnya kemudian direhabilitasi dan diterima kembali dalam banyak literatur modern.[161] Pada tahun 1925, Walter Noddack, Ida Eva Tacke, dan Otto Berg mengumumkan keberhasilan pemisahan unsur tersebut dari gadolinit, mengidentifikasikannya dengan benar sebagai unsur nomor 75, dan memberinya nama yang digunakan hingga sekarang.[162][163]
91 Protaktinium 1913 K. Fajans dan O. H. Göhring 1934 A. von Grosse Keduanya memperoleh isotop pertama dari unsur ini, yaitu 234mPa, yang telah diprediksi oleh Mendeleev pada tahun 1871 sebagai bagian dari peluruhan alami 238U; mereka menamainya brevium. Isotop lain yang berumur lebih panjang, 231Pa, ditemukan pada tahun 1918 oleh Otto Hahn dan Lise Meitner dan diberi nama protaktinium; karena isotop ini lebih stabil, namanya kemudian digunakan sebagai nama unsur tersebut.[164][165] William Crookes pada tahun 1900 melaporkan penemuannya atas suatu radioelemen yang ia sebut “uranium X”, yang kemudian terbukti merupakan campuran dari uranium X1 (234Th) dan uranium X2 (234mPa).[166]
72 Hafnium 1922 D. Coster dan G. von Hevesy 1924 Anton Eduard van Arkel dan Jan Hendrik de Boer Georges Urbain mengklaim telah menemukan unsur tersebut dalam residu unsur tanah jarang, sementara Vladimir Vernadsky secara independen melaporkannya dari orthit. Namun, kedua klaim ini tidak dapat dikonfirmasi akibat terjadinya Perang Dunia I, dan juga tidak dapat diverifikasi di kemudian hari karena sifat kimia yang mereka laporkan tidak sesuai dengan karakter hafnium sebagaimana yang kini diketahui. Setelah perang berakhir, Coster dan Hevesy berhasil menemukannya melalui analisis spektroskopi sinar-X pada zirkon dari Norwegia.[167] Anton Eduard van Arkel dan Jan Hendrik de Boer merupakan orang pertama yang berhasil menyiapkan hafnium dalam bentuk logam pada tahun 1924, dengan cara mengalirkan uap hafnium tetraiodida melewati filamen tungsten yang dipanaskan.[168][169] Hafnium merupakan unsur stabil terakhir yang berhasil ditemukan, meskipun perlu dicatat bahwa proses penemuan renium juga mengalami berbagai kesulitan dan perdebatan.
43 Teknesium 1937 C. Perrier dan E. Segrè 1947 S. Fried[170] Keduanya menemukan unsur baru dalam sampel molibdenum yang digunakan di sebuah siklotron, menjadikannya unsur pertama yang ditemukan melalui sintesis. Unsur ini telah diprediksi oleh Mendeleev pada tahun 1871 dengan nama eka-mangan.[171][172][173] Pada tahun 1952, Paul W. Merrill menemukan garis spektralnya pada bintang tipe-S yang merupakan raksasa merah.[174] Jejak unsur ini dalam jumlah yang sangat kecil akhirnya ditemukan di Bumi pada tahun 1962 oleh B. T. Kenna dan Paul K. Kuroda. Mereka berhasil mengisolasinya dari pitchblende asal Kongo Belgia, di mana unsur tersebut terbentuk sebagai produk fisi spontan dari uranium.[175] Keluarga Noddack (yang dikenal sebagai penemu kembali rhenium) juga mengklaim telah menemukan unsur 43 pada tahun 1925 dan menamainya masurium (diambil dari nama wilayah Masuria). Namun, klaim ini kemudian dibantah oleh Kuroda, yang melalui perhitungannya menunjukkan bahwa jumlah teknesium dalam sampel mereka tidak mungkin cukup untuk memungkinkan pendeteksian yang sah.[176]
87 Fransium 1939 M. Perey Perey menemukannya sebagai produk peluruhan dari 227Ac.[177] Fransium merupakan unsur terakhir yang ditemukan secara alami di alam, bukan melalui sintesis di laboratorium. Namun demikian, empat unsur yang awalnya dianggap “sintetis” dan ditemukan kemudian—plutonium, neptunium, astatin, dan prometium—pada akhirnya juga berhasil ditemukan dalam jumlah jejak di alam.[178] Sebelum Perey, kemungkinan besar Stefan Meyer, Viktor F. Hess, dan Friedrich Paneth telah mengamati peluruhan 227Ac menjadi 223Fr di Wina pada tahun 1914. Namun, mereka tidak dapat menindaklanjuti dan memastikan temuan tersebut karena pecahnya Perang Dunia I.[178]
93 Neptunium 1940 E.M. McMillan dan H. Abelson 1945 S. Fried Diperoleh dengan menyinari uranium menggunakan neutron, unsur ini merupakan unsur transuranium pertama yang berhasil ditemukan.[179] Tak lama sebelum itu, Yoshio Nishina dan Kenjiro Kimura menemukan isotop uranium 237U dan menunjukkan bahwa isotop tersebut meluruh beta menjadi 23793. Namun, mereka tidak dapat mengukur aktivitas unsur hasil peluruhan bernomor atom 93 tersebut karena waktu paruhnya terlalu panjang. McMillan dan Abelson berhasil melakukannya karena mereka menggunakan 239U, sebab 23993 memiliki waktu paruh yang jauh lebih singkat.[180] McMillan dan Abelson menemukan bahwa 23993 sendiri mengalami peluruhan beta dan dengan demikian pasti menghasilkan suatu isotop dari unsur 94. Namun, jumlah bahan yang mereka miliki tidak mencukupi untuk mengisolasi dan mengidentifikasi unsur 94 tersebut bersama dengan unsur 93.[181] Jejak alami unsur tersebut ditemukan dalam bijih pitchblende dari Kongo Belgia oleh D. F. Peppard dan rekan-rekannya pada tahun 1952.[182]
85 Astatin 1940 D. R. Corson, K. R. MacKenzie dan E. Segrè Diperoleh dengan membombardir bismut menggunakan partikel alfa.[183] Pada tahun 1943, Berta Karlik dan Traude Bernert menemukan unsur ini di alam. Karena situasi Perang Dunia II, mereka pada awalnya tidak mengetahui hasil penelitian Corson dkk.[184] Sebelumnya, pada tahun 1936, Horia Hulubei dan Yvette Cauchois telah mengklaim penemuan unsur ini sebagai radioelemen alami dan menamakannya dor. Mereka kemungkinan memang mengamati isotop 218At, dan besar kemungkinan juga memiliki sensitivitas yang cukup untuk membedakan garis spektrumnya. Namun, mereka tidak berhasil mengidentifikasi unsur tersebut secara kimia. Selain itu, klaim mereka diragukan karena sebelumnya Hulubei pernah membuat klaim keliru mengenai penemuan unsur 87.[184][185]
94 Plutonium 1941 Glenn T. Seaborg, Arthur C. Wahl, W. Kennedy dan E.M. McMillan 1943 H. L. Baumbach, S. Fried, P. L. Kirk dan, R. S. Rosenfels[186] Disiapkan dengan membombardir uranium menggunakan deuteron.[187] Selanjutnya, Seaborg dan Morris L. Perlman menemukan unsur ini dalam jumlah jejak pada pitchblende alami dari Kanada pada periode 1941–1942, meskipun hasil tersebut dirahasiakan hingga 1948.[188] Sampel logam plutonium pertama berhasil dibuat pada November 1943, melalui reduksi plutonium trifluorida.[189]
96 Kurium 1944 Glenn T. Seaborg, Ralph A. James dan Albert Ghiorso 1950 J. C. Wallmann, W. W. T. Crane dan B. B. Cunningham Disiapkan dengan membombardir plutonium menggunakan partikel alfa selama Proyek Manhattan.[190] Logam kurium pertama kali diproduksi pada 1950 melalui reduksi CmF3 menggunakan barium.[191]
95 Amerisium 1944 G. T. Seaborg, R. A. James, O. Morgan dan A. Ghiorso 1951 Edgar F. Westrum Jr. dan LeRoy Eyring Disintesis dengan menyinar-radiasi plutonium menggunakan neutron selama Proyek Manhattan.[192] Logam amerisium kemudian berhasil diproduksi pada 1951 melalui reduksi AmF3 menggunakan barium.[193]
61 Prometium 1945 Jacob A. Marinsky, Lawrence E. Glendenin, dan Charles D. Coryell 1963 F. Weigel Kemungkinan pertama kali disiapkan di Ohio State University pada tahun 1942 dengan membombardir neodimium dan praseodimium menggunakan neutron, tetapi unsur tersebut belum dapat dipisahkan. Isolasi baru berhasil dilakukan Proyek Manhattan pada tahun 1945.[194] Logamnya kemudian berhasil diisolasi oleh F. Weigel pada tahun 1963 dengan mereduksi prometium fluorida menggunakan litium.[195] Prometium ditemukan di Bumi dalam jumlah jejak oleh Olavi Erämetsä pada tahun 1965; hingga kini, prometium merupakan unsur paling baru yang pernah ditemukan secara alami di Bumi.[196]
97 Berkelium 1949 G. Thompson, A. Ghiorso dan G. T. Seaborg (University of California, Berkeley) 1969 J. R. Peterson, J. A. Fahey, and R. D. Baybarz Dibuat melalui penembakan amerisium dengan partikel alfa.[197]
98 Kalifornium 1950 S. G. Thompson, K. Street, Jr., A. Ghiorso dan G. T. Seaborg (University of California, Berkeley) 1974 R. G. Haire dan R. D. Baybarz Disiapkan melalui pengeboman kurium dengan partikel alfa.[198] Logam kalifornium diproduksi pada tahun 1974 dengan mereduksi Cf2O3 menggunakan lantanum.[199]
99 Einsteinium 1952 A. Ghiorso et al. (Argonne Laboratory, Los Alamos Laboratory and University of California, Berkeley) 1979 R. G. Haire and R. D. Baybarz Terbentuk dalam ledakan termonuklir pertama pada November 1952 melalui iradiasi uranium dengan neutron; temuan ini dirahasiakan selama beberapa tahun.[200] Logam einsteinium berhasil diproduksi pada tahun 1979 dengan mereduksi Es2O3 menggunakan lantanum.[201]
100 Fermium 1953 A. Ghiorso et al. (Argonne Laboratory, Los Alamos Laboratory and University of California, Berkeley) Terbentuk dalam ledakan termonuklir pertama pada November 1952 melalui iradiasi uranium dengan neutron; pertama kali diidentifikasi pada awal tahun 1953; dan dirahasiakan selama beberapa tahun.[202]
101 Mendelevium 1955 A. Ghiorso, G. Harvey, G. R. Choppin, S. G. Thompson dan G. T. Seaborg (Berkeley Radiation Laboratory) Disiapkan melalui pembombardiran einsteinium dengan partikel alfa.[203]
103 Lawrensium 1961 A. Ghiorso, T. Sikkeland, E. Larsh dan M. Latimer (Berkeley Radiation Laboratory) Pertama kali disiapkan melalui pembombardiran kalifornium dengan atom boron.[204]
102 Nobelium 1965 E. D. Donets, V. A. Shchegolev and V. A. Ermakov (JINR di Dubna) Pertama kali disiapkan melalui pembombardiran uranium dengan atom neon.[205] Meskipun terdapat klaim sebelumnya, laporan lengkap dan tak terbantahkan mengenai deteksinya baru muncul pada tahun 1966 dari JINR di Dubna, berdasarkan eksperimen yang dilakukan pada tahun 1965.[206]
104 Rutherfordium 1969 A. Ghiorso et al. (Berkeley Radiation Laboratory) dan I. Zvara et al. (JINR di Dubna) Disiapkan melalui pembombardiran kalifornium dengan atom karbon oleh tim Albert Ghiorso, serta melalui pembombardiran plutonium dengan atom neon oleh tim Zvara.[207]
105 Dubnium 1970 A. Ghiorso et al. (Berkeley Radiation Laboratory) dan V. A. Druin et al. (JINR di Dubna) Disiapkan melalui pembombardiran kalifornium dengan atom nitrogen oleh tim Ghiorso, serta melalui pembombardiran amerisium dengan atom neon oleh tim Druin.[208]
106 Seaborgium 1974 A. Ghiorso et al. (Berkeley Radiation Laboratory) Disiapkan melalui penembakan kalifornium dengan atom oksigen.[209]
107 Bohrium 1981 G.Münzenberg et al. (GSI di Darmstadt) Diperoleh dengan membombardir bismut menggunakan kromium.[210]
109 Meitnerium 1982 G. Münzenberg, P. Armbruster et al. (GSI di Darmstadt) Disiapkan melalui penembakan bismut dengan atom besi.[211]
108 Hasium 1984 G. Münzenberg, P. Armbruster et al. (GSI di Darmstadt) Dihasilkan dengan membombardir timbal menggunakan atom besi.[212]
110 Darmstadtium 1994 S. Hofmann et al. (GSI di Darmstadt) Disiapkan melalui penembakan timbal dengan nikel.[213]
111 Roentgenium 1994 S. Hofmann et al. (GSI di Darmstadt) Dihasilkan dengan membombardir bismut menggunakan nikel.[214]
112 Kopernisium 1996 S. Hofmann et al. (GSI di Darmstadt) Disiapkan melalui penembakan timbal dengan seng.[215][216]
114 Flerovium 1999 Y. Oganessian et al. (JINR di Dubna) Dihasilkan melalui penembakan plutonium dengan kalsium. Unsur ini kemungkinan telah ditemukan di Dubna pada tahun 1998, tetapi hasil tersebut belum dikonfirmasi.[217]

Abad ke-21

[sunting | sunting sumber]
Z Unsur Diobservasi Diisolasi (dikenal umum) Catatan
TahunOlehTahunOleh
116 Livermorium 2000 Y. Oganessian et al. (JINR di Dubna) Disiapkan melalui penembakan kurium dengan kalsium.[218]
118 Oganeson 2002 Y. Oganessian et al. (JINR di Dubna) Dihasilkan melalui penembakan kalifornium dengan kalsium.[219]
115 Moskovium 2003 Y. Oganessian et al. (JINR di Dubna) Disiapkan melalui penembakan amerisium dengan kalsium.[220]
113 Nihonium 2003–2004 Y. Oganessian et al. (JINR di Dubna) dan K. Morita et al. (RIKEN di Wako, Japan) Disiapkan melalui peluruhan moskovium oleh tim Oganessian[220] serta melalui pemboman bismut dengan seng oleh tim Morita.[221] Kedua tim memulai eksperimen pada tahun 2003; tim Oganessian mendeteksi atom pertamanya pada 2003, sedangkan tim Morita pada 2004. Namun, keduanya mempublikasikan hasilnya pada tahun 2004.
117 Tenesin 2009 Y. Oganessian et al. (JINR di Dubna) Dihasilkan melalui penembakan berkelium dengan kalsium.[222]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Yannopoulos, J. C. (1991). The Extractive Metallurgy of Gold (dalam bahasa Inggris). Boston, MA: Springer US. hlm. ix. doi:10.1007/978-1-4684-8425-0. ISBN 978-1-4684-8427-4.
  2. Grande, L.; Augustyn, A.; Weinstein, J. (2009). Gems and Gemstones: Timeless Natural Beauty of the Mineral World. University of Chicago Press. hlm. 290. ISBN 978-0-226-30511-0. Diakses tanggal 2025-02-23.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 Miśkowiec, Paweł (2022). "Name game: the naming history of the chemical elements—part 1—from antiquity till the end of 18th century". Foundations of Chemistry. 25: 29–51. doi:10.1007/s10698-022-09448-5.
  4. McGuirk, Rod (18 June 2012). "Australian rock art among the world's oldest". Christian Science Monitor. AP. Diakses tanggal 30 Desember 2012.
  5. "History of Carbon and Carbon Materials – Center for Applied Energy Research – University of Kentucky". Caer.uky.edu. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-11-01. Diakses tanggal 2008-09-12.
  6. "Chinese made first use of diamond". BBC News. 17 May 2005. Diakses tanggal 2007-03-21.
  7. Ferchault de Réaumur, R-A (1722). L'art de convertir le fer forgé en acier, et l'art d'adoucir le fer fondu, ou de faire des ouvrages de fer fondu aussi finis que le fer forgé (English translation from 1956). Paris, Chicago.
  8. "CSA – Discovery Guides, A Brief History of Copper". Diarsipkan dari asli tanggal 2015-02-03. Diakses tanggal 2008-05-19.
  9. "Serbian site may have hosted first copper makers". UCL.ac.uk. UCL Institute of Archaeology. 23 September 2010. Diarsipkan dari asli tanggal 28 March 2017. Diakses tanggal 22 April 2017.
  10. Bruce Bower (17 Juli 2010). "Serbian site may have hosted first copper makers". ScienceNews. Diarsipkan dari asli tanggal 8 Mei 2013. Diakses tanggal 22 April 2017.
  11. "The History of Lead – Part 3". Lead.org.au. Diarsipkan dari asli tanggal 2004-10-18. Diakses tanggal 2008-09-12.
  12. "47 Silver".
  13. "Silver Facts – Periodic Table of the Elements". About.com Education. Chemistry.about.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-11-21. Diakses tanggal 2008-09-12.
  14. "26 Iron". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  15. Weeks, Mary Elvira; Leichester, Henry M. (1968). "Elements Known to the Ancients". Discovery of the Elements. Easton, PA: Journal of Chemical Education. hlm. 29–40. ISBN 0-7661-3872-0. LCCN 68-15217.
  16. "Notes on the Significance of the First Persian Empire in World History". Courses.wcupa.edu. Diakses tanggal 2008-09-12.
  17. "50 Tin". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  18. Hauptmann, A.; Maddin, R.; Prange, M. (2002), "On the structure and composition of copper and tin ingots excavated from the shipwreck of Uluburun", Bulletin of the American School of Oriental Research, vol. 328, no. 328, American Schools of Oriental Research, pp. 1–30, JSTOR 1357777
  19. "History of Metals". Neon.mems.cmu.edu. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-01-08. Diakses tanggal 2008-09-12.
  20. Moorey, P. R. S. (1994). Ancient Mesopotamian Materials and Industries: the Archaeological Evidence. New York: Clarendon Press. hlm. 241. ISBN 978-1-57506-042-2.
  21. Healy, John F. (1999). Pliny the Elder on Science and Technology. Oxford University Press. ISBN 978-0-19-814687-2. Diakses tanggal 26 Januari 2018.
  22. 1 2 Sarton, George (1927–1948). Introduction to the History of Science. Vol. I–III. Baltimore: Williams & Wilkins. OCLC 476555889. vol. I, p. 532: "We find in them [sc. the works attributed to Jabir] [...] preparation of various substances (e. g., basic lead carbonate; arsenic and antimony from their sulphides)." On the dating of the writings attributed to Jabir, see Kraus 1942–1943, vol. I, pp. xvii–lxv.
  23. Biringuccio, Vannoccio (1959). Pirotechnia. Courier Corporation. hlm. 91–92. ISBN 978-0-486-26134-8. Diakses tanggal 31 January 2018. Probably metallic antimony was being produced in Germany in Biringuccio's time, for later in this chapter he mentions importation of cakes of the smelted (or melted) metal to alloy with pewter or bell metal. ; ;
  24. "Sulfur History". Georgiagulfsulfur.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-09-16. Diakses tanggal 2008-09-12.
  25. Stern, Ludwig Christian (1875). Ebers, Georg (ed.). Papyros Ebers: Das hermetische Buch über die Arzeneimittel der alten Ägypter in hieratischer Schrift, herausgegeben mit Inhaltsangabe und Einleitung versehen von Georg Ebers, mit Hieroglyphisch-Lateinischem Glossar von Ludwig Stern, mit Unterstützung des Königlich Sächsischen Cultusministerium (dalam bahasa Jerman). Vol. 2 (Edisi 1). Leipzig: W. Englemann. LCCN 25012078. Diakses tanggal 2010-09-18.
  26. Rapp, George Robert (4 Februari 2009). Archaeomineralogy. Springer. hlm. 242. ISBN 978-3-540-78593-4.
  27. Kraus, Paul (1942–1943). Jâbir ibn Hayyân: Contribution à l'histoire des idées scientifiques dans l'Islam. I. Le corpus des écrits jâbiriens. II. Jâbir et la science grecque. Cairo: Institut Français d'Archéologie Orientale. ISBN 978-3-487-09115-0. OCLC 468740510. vol. II, p. 1, note 1; Weisser, Ursula (1980). Spies, Otto (ed.). Das "Buch über das Geheimnis der Schöpfung" von Pseudo-Apollonios von Tyana. Berlin: De Gruyter. doi:10.1515/9783110866933. ISBN 978-3-11-007333-1. p. 199. On the dating and historical background of the Sirr al-khalīqa, see Kraus 1942−1943, vol. II, pp. 270–303; Weisser 1980, pp. 39–72. On the dating of the writings attributed to Jābir, see Kraus 1942−1943, vol. I, pp. xvii–lxv. A more detailed and speculative account of the sulfur-mercury theory of metals is given by Holmyard, E.J. (1931). Makers of Chemistry. Oxford: Clarendon Press. hlm. 57–58.
  28. Gliozzo, Elisabetta (2021). "Pigments – Mercury-based red (cinnabar-vermilion) and white (calomel) and their degradation products". Archaeological and Anthropological Sciences. 13 (210) 210. Bibcode:2021ArAnS..13..210G. doi:10.1007/s12520-021-01402-4. hdl:2158/1346784.
  29. Yıldız, Mehmet; Bailey, Edgar H. (1978). Geological Survey Bulletin 1456: Mercury Deposits in Turkey (PDF) (Report). U.S. Government Printing Office. Diakses tanggal 7 Januari 2024.
  30. "Mercury and the environment – Basic facts". Environment Canada, Federal Government of Canada. 2004. Diarsipkan dari asli tanggal 2007-01-15. Diakses tanggal 2008-03-27.
  31. Biswas, Arun Kumar (1993). "The Primacy of India in Ancient Brass and Zinc Metallurgy" (PDF). Indian Journal of History of Science. 28 (4): 309–330. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 28 January 2024. Diakses tanggal 4 January 2024.
  32. Craddock, P. T. et al. (1983), "Zinc production in medieval India", World Archaeology 15 (2), Industrial Archaeology, p. 13
  33. "30 Zinc". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  34. Weeks, Mary Elvira (1933). "III. Some Eighteenth-Century Metals". The Discovery of the Elements. Easton, PA: Journal of Chemical Education. hlm. 21. ISBN 0-7661-3872-0.
  35. David A. Scott and Warwick Bray (1980). "Ancient Platinum Technology in South America: Its use by the Indians in Pre-Hispanic Times". Platinum Metals Review. 24 (4): 147–157. doi:10.1595/003214080X244147157. Diarsipkan dari asli tanggal 6 November 2018. Diakses tanggal 5 Nov 2018.
  36. Berthelot, M. (1901). "Sur les métaux égyptiens: Présence du platine parmi les caractères d'inscriptions hiéroglyphiques, confié à mon examn" [On Egyptian metals: Presence of platinum among the characters of hieroglyphic inscriptions, entrusted to my examination]. Comptes rendus de l'Académie des Sciences (dalam bahasa Prancis). 132: 729.
  37. Rayner W. Hesse (2007). Jewelrymaking Through History: An Encyclopedia. Greenwood Publishing Group. hlm. 155–6. ISBN 978-0-313-33507-5.
  38. Ogden, Jack M. (1976). "The So-Called 'Platinum' Inclusions in Egyptian Goldwork". The Journal of Egyptian Archaeology. 62 (1). SAGE Publications: 138–144. doi:10.1177/030751337606200116. ISSN 0307-5133. S2CID 192364303.
  39. "78 Platinum". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  40. Holmyard, Eric John (1957). Alchemy. Courier Corporation. ISBN 978-0-486-26298-7. Diakses tanggal 26 January 2018.
  41. Emsley, John (2001). Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements. Oxford University Press. ISBN 978-0-19-850341-5. Diakses tanggal 28 February 2018.
  42. Bismuth - Royal Society of Chemistry
  43. Gordon, Robert B.; Rutledge, John W. (1984). "Bismuth Bronze from Machu Picchu, Peru". Science. 223 (4636): 585–586. Bibcode:1984Sci...223..585G. doi:10.1126/science.223.4636.585. JSTOR 1692247. PMID 17749940. S2CID 206572055.
  44. Agricola, Georgious (1955) [1546]. De Natura Fossilium. New York: Mineralogical Society of America. hlm. 178. Diarsipkan dari asli tanggal 14 May 2021. Diakses tanggal 5 November 2022.
  45. Nicholson, William (1819). "Bismuth". American edition of the British encyclopedia: Or, Dictionary of Arts and sciences; comprising an accurate and popular view of the present improved state of human knowledge. hlm. 181.
  46. 1 2 Weeks, Mary Elvira (1932). "The discovery of the elements. II. Elements known to the alchemists". Journal of Chemical Education. 9 (1): 11. Bibcode:1932JChEd...9...11W. doi:10.1021/ed009p11.
  47. Giunta, Carmen J. "Glossary of Archaic Chemical Terms". Le Moyne College. See also for other terms for bismuth, including stannum glaciale (glacial tin or ice-tin).
  48. Hammond, C. R. (2004). The Elements, in Handbook of Chemistry and Physics (Edisi 81st). Boca Raton (FL, US): CRC press. hlm. 4–1. ISBN 978-0-8493-0485-9.
  49. Geoffroy, C.F. (1753). "Sur Bismuth". Histoire de l'Académie Royale des Sciences ... Avec les Mémoires de Mathématique & de Physique ... Tirez des Registres de Cette Académie: 190.
  50. Marshall, James L. (2002). Discovery of the Elements (PDF) (Edisi 2nd). Pearson Custom Publishing. ISBN 0-536-67797-2.
  51. "15 Phosphorus". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  52. Boyle, R. (1672). Tracts written by the Honourable Robert Boyle containing New experiments, touching the relation betwixt flame and air, and about explosions, an hydrostatical discourse occasion'd by some objections of Dr. Henry More against some explications of new experiments made by the author of these tracts: To which is annex't, an hydrostatical letter, dilucidating an experiment about a way of weighing water in water, new experiments, of the positive or relative levity of bodies under water, of the air's spring on bodies under water, about the differing pressure of heavy solids and fluids. Printed for Richard Davis. hlm. 64–65.
  53. Weeks, Mary Elvira. (1945). Discovery of the elements (Edisi 5th). Journal of Chemical Education. hlm. 83.
  54. Cavendish, H. (1766). "XIX. Three papers, containing experiments on factitious air". Philosophical Transactions of the Royal Society of London. 56: 141–184. doi:10.1098/rstl.1766.0019. ISSN 0261-0523. S2CID 186209704.
  55. "01 Hydrogen". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  56. Andrews, A. C. (1968). "Oxygen". Dalam Clifford A. Hampel (ed.). The Encyclopedia of the Chemical Elements. New York: Reinhold Book Corporation. hlm. 272. LCCN 68-29938.
  57. Marggraf, Andreas Siegmund (1761). Chymische Schriften. hlm. 167.
  58. du Monceau, H. L. D. (1702–1797). "Sur la Base de Sel Marin". Mémoires de l'Académie Royale des Sciences (dalam bahasa Prancis): 65–68.
  59. "11 Sodium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  60. "19 Potassium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  61. "27 Cobalt". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  62. 1 2 3 4 5 Bache, Franklin (1819). A System of Chemistry for the Use of Students of Medicine. Philadelphia: William Fry. hlm. 135. ISBN 978-0-608-43506-0.
  63. 1 2 3 4 5 Davy, Humphry (1812). Elements of Chemical Philosophy. London: W. Bulmer and Co. Cleveland-row. ISBN 978-0-598-81883-6.
  64. "14 Silicon". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  65. "Silicon". The Environmental Literacy Council. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-09-08. Diakses tanggal 2016-12-02.
  66. "13 Aluminium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  67. Örsted, H. C. (1825). Oversigt over det Kongelige Danske Videnskabernes Selskabs Forhanlingar og dets Medlemmerz Arbeider, fra 31 Mai 1824 til 31 Mai 1825 [Overview of the Royal Danish Science Society's Proceedings and the Work of its Members, from 31 May 1824 to 31 May 1825] (dalam bahasa Dansk). hlm. 15–16.
  68. "28 Nickel". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  69. "12 Magnesium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  70. "25 Manganese". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  71. Agricola, Georgius; Hoover, Herbert Clark; Hoover, Lou Henry (1912). De Re Metallica. London: The Mining Magazine.
  72. Waggoner, William H. (1976). "The Naming of Fluorine". Journal of Chemical Education. 53 (1): 27. Bibcode:1976JChEd..53Q..27W. doi:10.1021/ed053p27.1.
  73. 1 2 3 "Lavoisier 1789 – 33 elements". Elementymology & Elements Multidict. Diakses tanggal 2015-01-24.
  74. "09 Fluorine". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  75. "08 Oxygen". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  76. Cook, Gerhard A.; Lauer, Carol M. (1968). "Oxygen". Dalam Clifford A. Hampel (ed.). The Encyclopedia of the Chemical Elements. New York: Reinhold Book Corporation. hlm. 499–500. LCCN 68-29938.
  77. Stasińska, Grażyna (2012). "The discovery of oxygen in the universe" (PDF). ppgfsc.posgrad.ufsc.br. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2015-04-24. Diakses tanggal 20 April 2018.
  78. Roza, Greg (2010). The Nitrogen Elements: Nitrogen, Phosphorus, Arsenic, Antimony, Bismuth. The Rosen Publishing Group. hlm. 7. ISBN 978-1-4358-5335-5.
  79. "07 Nitrogen". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  80. "56 Barium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  81. "17 Chlorine". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  82. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Holden, Norman E. (2019). "History of the Origin of the Chemical Elements and Their Discoverers". osti.gov. Diakses tanggal 3 January 2023.
  83. "42 Molybdenum". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  84. IUPAC. "74 Tungsten". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  85. "52 Tellurium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  86. "05 Boron". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  87. Œuvres de Lavoisier, Paris, 1864, vol. 1, p. 116–120.
  88. "40 Zirconium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  89. Lide, David R., ed. (2007–2008). "Zirconium". CRC Handbook of Chemistry and Physics. Vol. 4. New York: CRC Press. hlm. 42. ISBN 978-0-8493-0488-0.
  90. M. H. Klaproth (1789). "Chemische Untersuchung des Uranits, einer neuentdeckten metallischen Substanz". Chemische Annalen. 2: 387–403.
  91. E.-M. Péligot (1842). "Recherches Sur L'Uranium". Annales de chimie et de physique. 5 (5): 5–47.
  92. Weeks, Mary Elvira. (1945). Discovery of the elements (dalam bahasa Inggris) (Edisi 5th). Journal of Chemical Education. hlm. 302–305.
  93. "Популярная библиотека химических элементов. Титан" (dalam bahasa Rusia). Diakses tanggal 2025-02-19.
  94. "Titanium". Los Alamos National Laboratory. 2004. Diarsipkan dari asli tanggal 2006-12-30. Diakses tanggal 2006-12-29.
  95. Barksdale, Jelks (1968). The Encyclopedia of the Chemical Elements. Skokie, Illinois: Reinhold Book Corporation. hlm. 732–38 "Titanium". LCCCN 68-29938.
  96. Heiserman, David L. (1992). "Element 39: Yttrium". Exploring Chemical Elements and their Compounds. New York: TAB Books. hlm. 150–152. ISBN 0-8306-3018-X.
  97. Wöhler, Friedrich (1828). "Ueber das Beryllium und Yttrium". Annalen der Physik. 89 (8): 577–582. Bibcode:1828AnP....89..577W. doi:10.1002/andp.18280890805.
  98. Rose, Heinrich (1843). "Einige Bemerkungen über die Yttererde". Annalen der Physik und Chemie. LIX (135) (5): 101–111. Bibcode:1843AnP...135..101R. doi:10.1002/andp.18431350507.
  99. Vauquelin, Louis Nicolas (1798). "Memoir on a New Metallic Acid which exists in the Red Lead of Sibiria". Journal of Natural Philosophy, Chemistry, and the Arts. 3: 146.
  100. Glenn, William (1896). "Chrome in the Southern Appalachian Region". Transactions of the American Institute of Mining, Metallurgical and Petroleum Engineers. 25: 482.
  101. Marshall, James L.; Marshall, Virginia R. (2004). "Rediscovery of the Elements: The "Undiscovery" of Vanadium" (PDF). unt.edu. The Hexagon. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 29 December 2022.
  102. "23 Vanadium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  103. 1 2 Marshall, James L.; Marshall, Virginia R. (2004). "Rediscovery of the Elements: The Second Discovery of Vanadium" (PDF). unt.edu. The Hexagon.
  104. "XIX. Researches on vanadium". Proceedings of the Royal Society of London. 18 (114–122): 37–42. 31 December 1870. doi:10.1098/rspl.1869.0012. S2CID 104146966. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 9 September 2021. Diakses tanggal 27 August 2019.
  105. "41 Niobium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  106. "73 Tantalum". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  107. "46 Palladium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  108. "58 Cerium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  109. "76 Osmium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  110. "77 Iridium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  111. "45 Rhodium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  112. "53 Iodine". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  113. 1 2 3 4 5 6 7 Miśkowiec, Paweł (2022). "Name game: the naming history of the chemical elements—part 2—turbulent nineteenth century". Foundations of Chemistry. 25 (2): 215–234. doi:10.1007/s10698-022-09451-w.
  114. "03 Lithium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  115. "48 Cadmium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  116. "34 Selenium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  117. "35 Bromine". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  118. Carl Löwig (1827) "Über Brombereitung und eine auffallende Zersetzung des Aethers durch Chlor" (On the preparation of bromine and a striking decomposition of ether by chlorine), Magazine für Pharmacie, vol. 21, pages 31–36.
  119. "90 Thorium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  120. "57 Lanthanum". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  121. "60 Neodymium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  122. Weeks, Mary Elvira (1932). "The discovery of the elements. XVI. The rare earth elements". Journal of Chemical Education (dalam bahasa Inggris). 9 (10): 1758. Bibcode:1932JChEd...9.1751W. doi:10.1021/ed009p1751. ISSN 0021-9584.
  123. Gottfried Osann (1829). "Berichtigung, meine Untersuchung des uralschen Platins betreffend". Poggendorffs Annalen der Physik und Chemie (dalam bahasa German). 15: 158. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  124. "44 Ruthenium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  125. "55 Caesium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  126. Caesium Diarsipkan 2012-03-09 di Wayback Machine.
  127. "37 Rubidium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  128. "81 Thallium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  129. "49 Indium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  130. "02 Helium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  131. "31 Gallium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  132. "The New Metal Gallium". Scientific American. 15 June 1878. Diakses tanggal 2016-06-16.
  133. "70 Ytterbium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  134. "67 Holmium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  135. Fontani, Marco; Costa, Mariagrazia; Orna, Mary Virginia (2014). The Lost Elements: The Periodic Table's Shadow Side. Oxford University Press. hlm. 123. ISBN 978-0-19-938334-4. ...today's inclination to re-evaluate the work of Delafontaine and Soret has led justifiably to their being included as co-discoverers of holmium.
  136. Fischer, Werner; Brünger, Karl; Grieneisen, Hans (1937). "Über das metallische Scandium". Zeitschrift für anorganische und allgemeine Chemie (dalam bahasa Jerman). 231 (1–2): 54–62. Bibcode:1937ZAACh.231...54F. doi:10.1002/zaac.19372310107.
  137. "21 Scandium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  138. "69 Thulium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  139. "62 Samarium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  140. "64 Gadolinium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  141. "59 Praseodymium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  142. "32 Germanium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  143. "66 Dysprosium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  144. "18 Argon". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  145. "63 Europium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  146. "Популярная библиотека химических элементов. Европий" (dalam bahasa Rusia). Diakses tanggal 2025-02-18.
  147. 1 2 "10 Neon". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  148. "54 Xenon". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  149. Ramsay, Sir William (December 12, 1904). "Nobel Lecture – The Rare Gases of the Atmosphere". Nobel prize. Nobel Media AB. Diakses tanggal February 22, 2025.
  150. "84 Polonium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  151. Skwarzec, Bogdan; Boryło, Alicja; Wieczorek, Jarosław; Lanczewska, Klaudia (2023). "Polonium on the 125th anniversary of its discovery: its chemistry, radiotoxicity and application". Journal of Environmental Radioactivity. 268–269 107259. Bibcode:2023JEnvR.26807259S. doi:10.1016/j.jenvrad.2023.107259. PMID 37523833.
  152. "88 Radium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  153. Frank Moore Colby; Allen Leon Churchill (1911). New International Yearbook: A Compendium of the World's Progress. Dodd, Mead and Co. hlm. 152 ff.
  154. Curie, Marie & Debierne, André (1910). "Sur le radium métallique" [On metallic radium]. Comptes Rendus (dalam bahasa Prancis). 151: 523–525. Diakses tanggal 1 August 2009.
  155. Partington, J. R. (May 1957). "Discovery of Radon". Nature. 179 (4566): 912. Bibcode:1957Natur.179..912P. doi:10.1038/179912a0. S2CID 4251991.
  156. Ramsay, W.; Gray, R. W. (1910). "La densité de l'emanation du radium". Comptes rendus hebdomadaires des séances de l'Académie des sciences. 151: 126–128.
  157. "89 Actinium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  158. Kirby, Harold W. (1971). "The Discovery of Actinium". Isis. 62 (3): 290–308. doi:10.1086/350760. JSTOR 229943. S2CID 144651011.
  159. van der Krogt, Peter. "71. Lutetium". Elementymology & Elements Multidict. Diakses tanggal 2008-09-12.
  160. Yoshihara, H. K. (February 3, 2000). "Nipponium: The Element Z = 75 (Re) Instead of Z = 43 (Tc)[[:Templat:Superscript]]" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2008-10-03. Diakses tanggal 2008-07-11.
  161. Hisamatsu, Yoji; Egashira, Kazuhiro; Maeno, Yoshiteru (2022). "Ogawa's nipponium and its re-assignment to rhenium". Foundations of Chemistry. 24: 15–57. doi:10.1007/s10698-021-09410-x.
  162. Noddack, W.; Tacke, I.; Berg, O (1925). "Die Ekamangane". Naturwissenschaften. 13 (26): 567. Bibcode:1925NW.....13..567.. doi:10.1007/BF01558746. S2CID 32974087.
  163. "75 Rhenium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  164. Otto Hahn, Lise Meitner: Die Muttersubstanz des Actiniums, ein Neues Radioaktives Element von Langer Lebensdauer. In: Physikalische Zeitschrift. 1918, 19, S. 208–218 (doi:10.1002/bbpc.19180241107).
  165. Lise Meitner, Otto Hahn: Über das Protactinium und die Frage nach der Möglichkeit seiner Herstellung als chemisches Element. In: Die Naturwissenschaften. 1919, 7 (33), S. 611–612 (doi:10.1007/BF01498184).
  166. Emsley, John (2001). Nature's Building Blocks (Edisi (Hardcover, First Edition)). Oxford University Press. hlm. 347. ISBN 0-19-850340-7.
  167. "72 Hafnium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  168. van Arkel, A. E.; de Boer, J. H. (1924-12-23). "Die Trennung des Zirkoniums von anderen Metallen, einschließlich Hafnium, durch fraktionierte Distillation" [The separation of zirconium from other metals, including hafnium, by fractional distillation]. Zeitschrift für Anorganische und Allgemeine Chemie (dalam bahasa Jerman). 141 (1): 289–296. Bibcode:1924ZAACh.141..289V. doi:10.1002/zaac.19241410118.
  169. van Arkel, A. E.; de Boer, J. H. (1925). "Darstellung von reinem Titanium-, Zirkonium-, Hafnium- und Thoriummetall (Production of pure titanium, zirconium, hafnium and Thorium metal)". Zeitschrift für Anorganische und Allgemeine Chemie (dalam bahasa Jerman). 148: 345–350. doi:10.1002/zaac.19251480133.
  170. Fried, Sherman (1948). "The Preparation of Technetium Metal". Journal of the American Chemical Society. 70 (1): 442. Bibcode:1948JAChS..70..442F. doi:10.1021/ja01181a537. PMID 18918853. Diakses tanggal 19 February 2025.
  171. "43 Technetium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  172. History of the Origin of the Chemical Elements and Their Discoverers, Individual Element Names and History, "Technetium"
  173. "Chemical Elements Discovered at Lawrence Berkeley National Lab". Lawrence Berkeley National Laboratory. Diakses tanggal 2017-03-02.
  174. Merrill, P. W. (1952). "Technetium in the stars". Science. 115 (2992): 479–489 [484]. Bibcode:1952Sci...115..479.. doi:10.1126/science.115.2992.479. PMID 17792758.
  175. Kenna, B. T.; Kuroda, P. K. (1964). "Technetium in Nature". Journal of Inorganic and Nuclear Chemistry. 26 (4): 493–499. doi:10.1016/0022-1902(64)80280-3.
  176. Habashi, Fathi (2006). "The History of Element 43—Technetium". Journal of Chemical Education. 83 (2): 213. Bibcode:2006JChEd..83..213H. doi:10.1021/ed083p213.1. Diakses tanggal 2 January 2023.
  177. "87 Francium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  178. 1 2 Adloff, Jean-Pierre; Kaufman, George B. (2005-09-25). Francium (Atomic Number 87), the Last Discovered Natural Element Diarsipkan 4 June 2013 di Wayback Machine.. The Chemical Educator 10 (5). [2007-03-26]
  179. "93 Neptunium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  180. Ikeda, Nagao (25 July 2011). "The discoveries of uranium 237 and symmetric fission — From the archival papers of Nishina and Kimura". Proceedings of the Japan Academy, Series B: Physical and Biological Sciences. 87 (7): 371–6. Bibcode:2011PJAB...87..371I. doi:10.2183/pjab.87.371. PMC 3171289. PMID 21785255.
  181. Clark, David L.; Hecker, Siegfried S.; Jarvinen, Gordon D.; Neu, Mary P. (2006). "Neptunium". Dalam Morss, Lester R.; Edelstein, Norman M.; Fuger, Jean (ed.). The Chemistry of the Actinide and Transactinide Elements (PDF). Vol. 3 (Edisi 3rd). Dordrecht, the Netherlands: Springer. hlm. 814. doi:10.1007/1-4020-3598-5_7. ISBN 978-1-4020-3555-5. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2010-07-17. Diakses tanggal 2014-06-29.
  182. Peppard, D. F.; Mason, G. W.; Gray, P. R.; Mech, J. F. (1952). "Occurrence of the (4n + 1) series in nature" (PDF). Journal of the American Chemical Society. 74 (23): 6081–6084. Bibcode:1952JAChS..74.6081P. doi:10.1021/ja01143a074. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2019-04-29.
  183. "85 Astatine". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  184. 1 2 Burdette, S. C.; Thornton, B. F. (2010). "Finding Eka-Iodine: Discovery Priority in Modern Times" (PDF). Bulletin for the History of Chemistry. 35 (2): 86–96. doi:10.70359/bhc2010v035p086. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-10-09.
  185. Scerri, E. (2013). A Tale of 7 Elements (Edisi Google Play). Oxford University Press. hlm. 188–190, 206. ISBN 978-0-19-539131-2.
  186. Plutonium Metal, Los Alamos Science, Number 23, 1995.
  187. "94 Plutonium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  188. Seaborg, Glenn T.; Perlman, Morris L. (1948). "Search for Elements 94 and 93 in Nature. Presence of 94239 in Pitchblende". J. Am. Chem. Soc. 70 (4): 1571–1573. Bibcode:1948JAChS..70.1571S. doi:10.1021/ja01184a083. PMID 18915775.
  189. Miner, William N.; Schonfeld, Fred W. (1968). "Plutonium". Dalam Clifford A. Hampel (ed.). The Encyclopedia of the Chemical Elements. New York (NY): Reinhold Book Corporation. hlm. 541. LCCN 68029938.
  190. "96 Curium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  191. Wallmann, J. C.; Crane, W. W. T.; Cunningham, B. B. (1951). "The Preparation and Some Properties of Curium Metal" (PDF). Journal of the American Chemical Society. 73 (1): 493–494. Bibcode:1951JAChS..73..493W. doi:10.1021/ja01145a537. hdl:2027/mdp.39015086479790.
  192. "95 Americium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  193. Westrum, Edgar F.; Eyring, LeRoy (1951). "The Preparation and Some Properties of Americium Metal 1". Journal of the American Chemical Society. 73 (7): 3396–3398. Bibcode:1951JAChS..73.3396W. doi:10.1021/ja01151a116. ISSN 0002-7863.
  194. "61 Promethium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  195. Emsley, John (2011). Nature's Building Blocks: An A-Z Guide to the Elements. Oxford University Press. hlm. 429. ISBN 978-0-19-960563-7.
  196. McGill, Ian (2005), "Rare Earth Elements", Ullmann's Encyclopedia of Industrial Chemistry, vol. 31, Weinheim: Wiley-VCH, hlm. 188, doi:10.1002/14356007.a22_607
  197. "97 Berkelium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  198. "98 Californium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  199. Haire, R. G.; Baybarz, R. D. (1974). "Crystal Structure and Melting Point of Californium Metal". Journal of Inorganic and Nuclear Chemistry. 36 (6): 1295. doi:10.1016/0022-1902(74)80067-9.
  200. "99 Einsteinium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  201. Haire, R. G.; Baybarz, R. D. (1979). "Studies of einsteinium metal". Journal de Physique, Colloque C4, supplément au n° 4. 40: C4-101–C4-102. doi:10.1051/jphyscol:1979431.
  202. "100 Fermium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  203. "101 Mendelevium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  204. "103 Lawrencium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  205. "102 Nobelium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  206. Barber, Robert C.; Greenwood, Norman N.; Hrynkiewicz, Andrzej Z.; Jeannin, Yves P.; Lefort, Marc; Sakai, Mitsuo; Úlehla, Ivan M.; Wapstra, Aaldert Hendrik; Wilkinson, Denys H. (1993). "Discovery of the transfermium elements. Part II: Introduction to discovery profiles. Part III: Discovery profiles of the transfermium elements". Pure and Applied Chemistry. 65 (8): 1757. doi:10.1351/pac199365081757. S2CID 195819585. (Note: for Part I see Pure and Applied Chemistry, vol. 63, no. 6, pp. 879–886, 1991)
  207. "104 Rutherfordium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  208. "105 Dubnium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  209. "106 Seaborgium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  210. "107 Bohrium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  211. "109 Meitnerium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  212. "108 Hassium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  213. "110 Darmstadtium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  214. "111 Roentgenium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2008-09-12.
  215. "112 Copernicium". Elements.vanderkrogt.net. Diakses tanggal 2009-07-17.
  216. "Discovery of the Element with Atomic Number 112". www.iupac.org. 2009-06-26. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-12-21. Diakses tanggal 2009-07-17.
  217. Oganessian, Yu. Ts.; Utyonkov, V. K.; Lobanov, Yu. V.; Abdullin, F. Sh.; Polyakov, A. N.; Shirokovsky, I. V.; Tsyganov, Yu. S.; Gulbekian, G. G.; Bogomolov, S. L.; Gikal, B.; Mezentsev, A.; Iliev, S.; Subbotin, V.; Sukhov, A.; Buklanov, G.; Subotic, K.; Itkis, M.; Moody, K.; Wild, J.; Stoyer, N.; Stoyer, M.; Lougheed, R. (October 1999). "Synthesis of Superheavy Nuclei in the 48Ca + 244Pu Reaction". Physical Review Letters. 83 (16): 3154. Bibcode:1999PhRvL..83.3154O. doi:10.1103/PhysRevLett.83.3154. S2CID 109929705.
  218. Oganessian, Yu. Ts.; Utyonkov, V. K.; Lobanov, Yu. V.; Abdullin, F. Sh.; Polyakov, A. N.; Shirokovsky, I. V.; Tsyganov, Yu. S.; Gulbekian, G. G.; Bogomolov, S. L.; Gikal, B.; Mezentsev, A.; Iliev, S.; Subbotin, V.; Sukhov, A.; Ivanov, O.; Buklanov, G.; Subotic, K.; Itkis, M.; Moody, K.; Wild, J.; Stoyer, N.; Stoyer, M.; Lougheed, R.; Laue, C.; Karelin, Ye.; Tatarinov, A. (2000). "Observation of the decay of 292116". Physical Review C. 63 (1) 011301. Bibcode:2000PhRvC..63a1301O. doi:10.1103/PhysRevC.63.011301.
  219. Oganessian, Yu. Ts.; Utyonkov, V. K.; Lobanov, Yu. V.; Abdullin, F. Sh.; Polyakov, A. N.; Sagaidak, R. N.; Shirokovsky, I. V.; Tsyganov, Yu. S.; Voinov, A. A.; Gulbekian, G.; Bogomolov, S.; Gikal, B.; Mezentsev, A.; Iliev, S.; Subbotin, V.; Sukhov, A.; Subotic, K.; Zagrebaev, V.; Vostokin, G.; Itkis, M.; Moody, K.; Patin, J.; Shaughnessy, D.; Stoyer, M.; Stoyer, N.; Wilk, P.; Kenneally, J.; Landrum, J.; Wild, J.; Lougheed, R. (2006). "Synthesis of the isotopes of elements 118 and 116 in the 249Cf and 245Cm+48Ca fusion reactions". Physical Review C. 74 (4) 044602. Bibcode:2006PhRvC..74d4602O. doi:10.1103/PhysRevC.74.044602.
  220. 1 2 Oganessian, Yu. Ts.; Utyonkov, V. K.; Dmitriev, S. N.; Lobanov, Yu. V.; Itkis, M. G.; Polyakov, A. N.; Tsyganov, Yu. S.; Mezentsev, A. N.; Yeremin, A. V.; Voinov, A.; Sokol, E.; Gulbekian, G.; Bogomolov, S.; Iliev, S.; Subbotin, V.; Sukhov, A.; Buklanov, G.; Shishkin, S.; Chepygin, V.; Vostokin, G.; Aksenov, N.; Hussonnois, M.; Subotic, K.; Zagrebaev, V.; Moody, K.; Patin, J.; Wild, J.; Stoyer, M.; Stoyer, N.; et al. (2005). "Synthesis of elements 115 and 113 in the reaction 243Am + 48Ca". Physical Review C. 72 (3) 034611. Bibcode:2005PhRvC..72c4611O. doi:10.1103/PhysRevC.72.034611.
  221. Morita, Kosuke; Morimoto, Kouji; Kaji, Daiya; Akiyama, Takahiro; Goto, Sin-ichi; Haba, Hiromitsu; Ideguchi, Eiji; Kanungo, Rituparna; Katori, Kenji; Koura, Hiroyuki; Kudo, Hisaaki; Ohnishi, Tetsuya; Ozawa, Akira; Suda, Toshimi; Sueki, Keisuke; Xu, HuShan; Yamaguchi, Takayuki; Yoneda, Akira; Yoshida, Atsushi; Zhao, YuLiang (2004). "Experiment on the Synthesis of Element 113 in the Reaction 209Bi(70Zn,n)278113". Journal of the Physical Society of Japan. 73 (10): 2593–2596. Bibcode:2004JPSJ...73.2593M. doi:10.1143/JPSJ.73.2593.
  222. Oganessian, Yu. Ts.; Abdullin, F. Sh.; Bailey, P. D.; Benker, D. E.; Bennett, M. E.; Dmitriev, S. N.; Ezold, J. G.; Hamilton, J. H.; Henderson, R. A.; Itkis, M. G.; Lobanov, Yu. V.; Mezentsev, A. N.; Moody, K. J.; Nelson, S. L.; Polyakov, A. N.; Porter, C. E.; Ramayya, A. V.; Riley, F. D.; Roberto, J. B.; Ryabinin, M. A.; Rykaczewski, K. P.; Sagaidak, R. N.; Shaughnessy, D. A.; Shirokovsky, I. V.; Stoyer, M. A.; Subbotin, V. G.; Sudowe, R.; Sukhov, A. M.; Tsyganov, Yu. S.; et al. (April 2010). "Synthesis of a New Element with Atomic Number Z=117". Physical Review Letters. 104 (14) 142502. Bibcode:2010PhRvL.104n2502O. doi:10.1103/PhysRevLett.104.142502. PMID 20481935.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]