Radon

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Radon,  86Rn
Berkas:Radon.jpg
Radon spectrum visible.png
Garis spektrum radon
Sifat umum
Nama, simbolradon, Rn
Pengucapan/radon/[1]
Penampilangas tak berwarna
Radon dalam tabel periodik
Hidrogen (diatomic nonmetal)
Helium (noble gas)
Litium (alkali metal)
Berilium (alkaline earth metal)
Boron (metalloid)
Karbon (polyatomic nonmetal)
Nitrogen (diatomic nonmetal)
Oksigen (diatomic nonmetal)
Fluorin (diatomic nonmetal)
Neon (noble gas)
Natrium (alkali metal)
Magnesium (alkaline earth metal)
Aluminium (post-transition metal)
Silikon (metalloid)
Fosforus (polyatomic nonmetal)
Belerang (polyatomic nonmetal)
Klorin (diatomic nonmetal)
Argon (noble gas)
Kalium (alkali metal)
Kalsium (alkaline earth metal)
Skandium (transition metal)
Titanium (transition metal)
Vanadium (transition metal)
Kromium (transition metal)
Mangan (transition metal)
Besi (transition metal)
Kobalt (transition metal)
Nikel (transition metal)
Tembaga (transition metal)
Seng (transition metal)
Galium (post-transition metal)
Germanium (metalloid)
Arsen (metalloid)
Selenium (polyatomic nonmetal)
Bromin (diatomic nonmetal)
Kripton (noble gas)
Rubidium (alkali metal)
Stronsium (alkaline earth metal)
Itrium (transition metal)
Zirkonium (transition metal)
Niobium (transition metal)
Molibdenum (transition metal)
Teknesium (transition metal)
Rutenium (transition metal)
Rodium (transition metal)
Paladium (transition metal)
Perak (transition metal)
Kadmium (transition metal)
Indium (post-transition metal)
Timah (post-transition metal)
Antimon (metalloid)
Telurium (metalloid)
Iodin (diatomic nonmetal)
Xenon (noble gas)
Sesium (alkali metal)
Barium (alkaline earth metal)
Lantanum (lanthanide)
Serium (lanthanide)
Praseodimium (lanthanide)
Neodimium (lanthanide)
Prometium (lanthanide)
Samarium (lanthanide)
Europium (lanthanide)
Gadolinium (lanthanide)
Terbium (lanthanide)
Disprosium (lanthanide)
Holmium (lanthanide)
Erbium (lanthanide)
Tulium (lanthanide)
Iterbium (lanthanide)
Lutesium (lanthanide)
Hafnium (transition metal)
Tantalum (transition metal)
Wolfram (transition metal)
Renium (transition metal)
Osmium (transition metal)
Iridium (transition metal)
Platina (transition metal)
Emas (transition metal)
Raksa (transition metal)
Talium (post-transition metal)
Timbal (post-transition metal)
Bismut (post-transition metal)
Polonium (post-transition metal)
Astatin (metalloid)
Radon (noble gas)
Fransium (alkali metal)
Radium (alkaline earth metal)
Aktinium (actinide)
Torium (actinide)
Protaktinium (actinide)
Uranium (actinide)
Neptunium (actinide)
Plutonium (actinide)
Amerisium (actinide)
Kurium (actinide)
Berkelium (actinide)
Kalifornium (actinide)
Einsteinium (actinide)
Fermium (actinide)
Mendelevium (actinide)
Nobelium (actinide)
Lawrensium (actinide)
Ruterfordium (transition metal)
Dubnium (transition metal)
Seaborgium (transition metal)
Bohrium (transition metal)
Hasium (transition metal)
Meitnerium (unknown chemical properties)
Darmstadtium (unknown chemical properties)
Roentgenium (unknown chemical properties)
Kopernisium (transition metal)
Nihonium (unknown chemical properties)
Flerovium (post-transition metal)
Moskovium (unknown chemical properties)
Livermorium (unknown chemical properties)
Tenesin (unknown chemical properties)
Oganeson (unknown chemical properties)
Xe

Rn

Og
astatinradonfransium
Nomor atom (Z)86
Golongangolongan 18 (gas mulia)
Periodeperiode 6
Blokblok-p
Kategori unsur  gas mulia
Nomor massa[222]
Konfigurasi elektron[Xe] 4f14 5d10 6s2 6p6
Elektron per kelopak2, 8, 18, 32, 18, 8
Sifat fisik
Fase pada STS (0 °C dan 101,325 kPa)gas
Titik lebur202,0 K ​(−71,15 °C, ​−96,07 °F)
Titik didih211,5 K ​(−61,7 °C, ​−79,1 °F)
Kepadatan (pada STS)9,73 g/L
saat cair, pada t.d.4,4 g/cm3
Titik kritis377 K, 6,28 MPa[2]
Kalor peleburan3,247 kJ/mol
Kalor penguapan18,10 kJ/mol
Kapasitas kalor molar5R/2 = 20,786 J/(mol·K)
Tekanan uap
P (Pa) 1 10 100 1 k 10 k 100 k
pada T (K) 110 121 134 152 176 211
Sifat atom
Bilangan oksidasi0, +2, +6
ElektronegativitasSkala Pauling: 2,2
Energi ionisasike-1: 1037 kJ/mol
Jari-jari kovalen150 pm
Jari-jari van der Waals220 pm
Lain-lain
Kelimpahan alamidari peluruhan
Struktur kristalkubus berpusat muka (fcc)
Struktur kristal Face-centered cubic untuk radon
Konduktivitas termal3,61×10−3  W/(m·K)
Arah magnetnonmagnetik
Nomor CAS10043-92-2
Sejarah
PenemuanE. Rutherford dan Robert B. Owens (1899)
Isolasi pertamaW. Ramsay dan R. Whytlaw-Gray (1910)
Isotop radon yang utama
Iso­top Kelim­pahan Waktu paruh (t1/2) Mode peluruhan Pro­duk
210Rn sintetis 2,4 jam α 206Po
211Rn sintetis 14,6 jam ε 211At
α 207Po
222Rn renik 3,8235 hri α 218Po
224Rn sintetis 1,8 jam β 224Fr
| referensi | di Wikidata

Radon adalah suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang Rn dan nomor atom 86. Radon juga termasuk dalam kelompok gas mulia dan beradioaktif. Radon terbentuk dari peluruhan radium. Radon juga gas yang paling berat dan berbahaya bagi kesehatan. Rn-222 mempunyai waktu paruh 3,8 hari dan digunakan dalam radioterapi. Radon dapat memicu kanker paru paru dan telah menyebabkan 20.000 kematian di Uni Eropa setiap tahunnya.

Karakteristik[sunting | sunting sumber]

Radon tidak mudah bereaksi secara kimia, tetapi beradioaktif, radon juga adalah gas alami (senyawa gas terberat adalah tungsten heksaflorida, WF6). Pada suhu dan tekanan ruang, radon tidak berwarna tetapi apabila didinginkan hingga membeku, radon akan berwarna kuning, sedangkan radon cair berwarna merah jingga.

Penumpukan gas radon secara alamiah di atmosfer bumi terjadi amat perlahan sehingga air yang menyentuh udara bebas terus kehilangan radon karena proses “Volatilisasi”. Air bawah tanah mempunyai kandungan radon lebih tinggi di bandingkan air permukaan.

Kegunaan[sunting | sunting sumber]

Radon kadang digunakan oleh beberapa rumah sakit untuk kegunaan terapeutik. Radon tersebut diperoleh dengan pemompaan dari sumber Radium dan disimpan dalam tabung kecil yang disebut ‘’benih’’ atau ‘’jarum’’. Radon sudah jarang digunakan lagi, namun mengingat rumah sakit sekarang bisa mendapatkan benih dari ‘’supplier’’ yang menghasilkan benih dengan tingkat peluruhan yang dikehendaki. biasanya digunakan kobalt dan caesium yang tahan selama beberapa tahun, sehingga lebih praktis ditinjau dari segi logistik.

Karena peluruhannya yang cukup cepat, radon juga digunakan dalam penyelidikan hidrologi yang mengkaji interaksi antara air bawah tanah, anak sungai dan sungai. Peningkatan radon dalam anak sungai atau sungai merupakan petunjuk penting bahwa terdapat sumber air bawah tanah.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Nama radon berasal dari radium. Radon ditemukan pada tahun 1900 oleh Friedrich Ernst Dorn, yang menggelarnya sebagai pancaran radium. Pada tahun 1908 William Ramsay dan Robert Whytlaw-Gray, yang menamakannya niton (dari bahasa latin nitens berarrti "yang berkilauan"; simbol Nt), mengisolasinya, menentukan kepadatannya dan mereka menemukan bahwa Radon adalah gas paling berat pada masa itu (dan sampai sekarang). Semenjak 1923 unsur 86 ini disebut Radon.

Sumber[sunting | sunting sumber]

Rata rata, terdapat satu molekul radon dalam 1 x 1021 molekul udara. Radon dapat ditemukan di beberapa mata air dan mata air panas. Kota Misasa, Jepang, terkenal karena mata airnya yang kaya dengan radium yang menghasilkan radon.

Radon dibebaskan dari tanah secara alamiah, apalagi di kawasan bertanah di Granit. Radon juga mungkin dapat berkumpul di ruang bawah tanah dan tempat tinggal (namun ini juga bergantung bagaimana rumah itu di rawat dan ventilasinya) Uni Eropa menentukan bahwa batas aman kandungan radon adalah 400 Bq/meter3 untuk rumah lama, dan 200 Bq/m3 untuk rumah baru. ‘’Environmental Protection Agency’’ Amerika mennyarankan untuk melakukan tindakan segera bagi semua rumah dengan kepekatan Radon melebihi 148 Bq/m3 (diukur sebagai4 pCi/L). Hampir satu rumah setiap 15 di A.S. mempunyai kadar radon yang tinggi menurut statistik (U.S. Surgeon General) dan EPA mencadangkan agar semua rumah diuji bagi radon. Sejak 1985 di Amerika, jutaan rumah telah diuji kandungan radonnya.

Persenyawaan[sunting | sunting sumber]

Pengujian menunjukkan bahwa flor dapat bereaksi dengan radon dan membentuk senyawa radon florida. Senyawa radon klathrat juga pernah ditemukan.

Isotop[sunting | sunting sumber]

Diketahui ada dua puluh Isotop radon yang diketahui. Yang paling stabil adalah Rn-222 yang merupakan produk sampingan dari peluruhan radium-236, Rn-222 mempunyai waktu paruh 3,823 hari (330.307,2 detik) dan memancarkan partikel alpha. Rn-220 adalah produk sampingan dari peluruhan thorium dan disebut thoron. Waktu paruhnya 55.6 dan juga memancarkan sinar Alfa. Radon-219 diturunkan dari actinium.

Tindakan Pencegahan[sunting | sunting sumber]

Radon adalah gas karsinogen. Radon adalah zat beradioaktif dan harus ditangani secara hati-hati. Adalah sangat berbahaya untuk menghirup unsur ini karena radon menghasilkan partikel alpha.

Radon juga menghasilkan hasil peluruhan berbentuk padat, dan akibatnya, cenderung membentuk debu halus yang mudah memasuki jalur udara dan melekat permanen dalam jaringan paru-paru, menghasilkan paparan lokal yang parah. Ruang di mana radium, aktinium, atau thorium disimpan perlu diangin-anginkan dengan baik agar tidak terakumulasi dalam udara. Akumulai radon berpontensi mengancam kesehatan dalam tambang uranium dan timah hitam. Terkumpulnya radon dalam rumah juga merupakan suatu penemuan yang cukup baru dan kebanyakan penyakit kanker paru-paru dikaitkan dengan pengumpulan radon setiap tahun. Radon dalam rumah diperkirakan menyebabkan kematian akibat kanker paru-paru sekitar 21,000 orang setiap tahun di U.S. Radon adalah penyebab utama kanker paru-paru di U.S. hari ini.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Hasil Pencarian". KBBI Daring. Diakses tanggal 17 Juli 2022. 
  2. ^ Haynes, William M., ed. (2011). CRC Handbook of Chemistry and Physics (edisi ke-92). Boca Raton, FL: CRC Press. hlm. 4.122. ISBN 1439855110. 

Daftar Pustaka[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]