Air tanah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau bebatuan di bawah permukaan tanah. Sebenarnya di bawah permukaan tanah terdapat kumpulan air yang mempersatukan kumpulan air yang ada di permukaan. Kumpulan air inilah yang disebut air tanah. Jadi benar jika kamu mengatakan bahwa air yang kita minum serta kita gunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari adalah air tanah. Pengambilan air tanah dapat dilakukan dengan menimba, memompa atau mengalirkan air dari sebuah mata air.

Air tanah mempunyai kandungan zat-zat kimia yang bervariasi, tergantung keadaan tanah dan kondisi geografis daerahnya. Air tanah pegunungan berkapur umumnya mempunyai derajat kesadahan yang tinggi (>18°), karena terlarutnya garam-garam kalsium dan magnesium didalamnya. Air pegunungan mempunyai kadar iod yang sangat rendah, jika dikonsumsi terus-menerus sebagai air minum dapat menimbulkan terjadinya penyakit gondok dan kretin.Air tanah dari daratan rendah pantai menjadi asin rasanya pada musim kemarau.

Perbedaan jenis tanah mempengaruhi kedalaman permukaan air tanah. Contohnya di daerah gurun kedalamannya bisa mencapai 50 meter atau lebih, sehingga jarang tumbuh-tumbuhan yang hidup di situ karena akar tumbuhan tidak mampu menjangkau permukaan air. Penyebab lainnya adalah faktor musim. Pada musim kemarau permukaan air tanah akan lebih dalam jika dibandingkan pada musim penghujan.

Air tanah pada dasarnya mempunyai bermacam-macam jenis seperti artesis, sungai bawah tanah, air kapiler, dan geiser. Artesis adalah air yang terjebak didalam suatu lubang tertutup, air tersebut terjebak diantara batuan dan dapat memancar ke permukaan tanah apabila terjadi perbedaan energi potensial. Sumber air artesis muncul ke permukaan bumi dengan dua cara :

• Dengan cara ilmiah, yaitu air memancar kepermukaan bumi karena tekanan hidraulis tanpa campur tangan manusia misalnya air mancur . Hal ini dapat terjadi jika sumber air artesis terletak dekat permukaan bumi.

• Dengan cara pengeboran (penggalian ) , yaitu sumber air artesis muncul kepermukaan bumi dengan cara pengeboran (penggalian ) yang disebut sumur artesis.

Beberapa manfaat air artesis adalah : untuk irigasi di daerah pertanian yang beriklim kering dan persediaan air minum.

Sungai bawah tanah adalah aliran air yang mempunyai alur mengikuti rongga-rongga yang berhubungan dengan struktur gua atau antiklin. Pada umumnya sungai ini terdapat di daerah pegunungan kapur.

Air kapiler adalah air yang masuk ke adalam tanah melalui pori-pori batuan tanpa kandungan udara. Sedangkan geiser adalah aliran atau semburan air panas yang berasal dari sumber panas di gunung berapi. Geiser memancar keluar akibat tekanan yang dihasilkan oleh panas bumi.

Air tanah merupakan salah satu sumber daya air Selain air sungai dan air hujan, air tanah juga mempunyai peranan yang sangat penting terutama dalam menjaga keseimbangan dan ketersediaan bahan baku air untuk kepentingan rumah tangga (domestik) maupun untuk kepentingan industri. Dibeberapa daerah, ketergantungan pasokan air bersih dan air tanah telah mencapai ± 70%.[1][2]

Kerusakan sumber air[sunting | sunting sumber]

Kerusakan sumber daya air tidak dapat dipisahkan dari kerusakan di sekitarnya seperti kerusakan lahan, vegetasi dan tekanan penduduk. Ketiga hal tersebut saling berkaitan dalam memengaruhi ketersediaan sumber air. Kondisi tersebut di atas tentu saja perlu dicermati secara dini, agar tidak menimbulkan kerusakan air tanah di kawasan sekitarnya. Beberapa faktor yang menyebabkan timbulnya permasalahan adalah:

  • Pertumbuhan industri yang pesat di suatu kawasan disertai dengan pertumbuhan pemukiman penduduk akan menimbulkan kecenderungan kenaikan permintaan air tanah.
  • Pemakaian air beragam sehingga berbeda dalam kepentingan, maksud serta cara memperoleh sumber air.
  • Perlu perubahan sikap sebagian besar masyarakat yang cenderung boros dalam pengggunaan air serta melalaikan unsur konservasi.

air tanah juga dapat di artikan semua air yang berapa di bawah permukaan tanah merupakan air tanah.[3][4]

Permasalahan Air Tanah[sunting | sunting sumber]

Air tanah, khususnya untuk pemakaian rumah tangga dan industri, di wilayah urban dan dataran rendah memiliki kecenderungan untuk mengandung kadar besi atau asam organik tinggi. Hal ini bisa diakibatkan dari kondisi geologis Indonesia yang secara alami memiliki deposit Fe tinggi terutama di daerah lereng gunung atau diakibatkan pula oleh aktivitas manusia. Sedangkan air dengan kandungan asam organik tinggi bisa disebabkan oleh adanya lahan gambut atau daerah bakau yang kaya akan kandungan senyawa organik. Ciri-ciri air yang mengandung kadar besi tinggi atau kandungan senyawa organik tinggi bisa dilihat sebagai berikut:

  • Air mengandung zat besi

Air dengan kandungan zat besi tinggi akan menyebabkan air berwarna kuning. Pertama keluar dari kran, air tampak jernih namun setelah beberapa saat air akan berubah warna menjadi kuning. Hal ini disebabkan karena air yang berasal dari sumber air sebelum keluar dari kran berada dalam bentuk ion Fe2+, setelah keluar dari kran Fe2+ akan teroksidasi menjadi Fe3+ yang berwarna kuning.

  • Air kuning permanen

Air kuning permanen biasanya terdapat di daerah bakau dan tanah gambut yang kaya akan kandungan senyawa organik. Berbeda dengan kuning akibat kadar besi tinggi, air kuning permanen ini sudah berwarna kuning saat pertama keluar dari kran sampai beberapa saat kemudian didiamkan akan tetap berwarna kuning.

Cekungan Air Tanah (CAT)[sunting | sunting sumber]

Adanya krisis air akibat kerusakan lingkungan, perlu suatu upaya untuk menjaga keberadaan/ketersediaan sumber daya air tanah salah satunya dengan memiliki suatu sistem monitoring penggunaan air tanah yang dapat divisualisasikan dalam data spasial dan atributnya. Dalam Undang-undang Sumber Daya Air, daerah aliran air tanah disebut Cekungan Air Tanah (CAT) yang didefinisikan sebagai suatu wilayah yang dibatasi oleh batas hidrogeologis, tempat semua kejadian hidrogeologis seperti proses pengimbunan, pengaliran dan pelepasan air tanah berlangsung.

Menurut Danaryanto, dkk. (2004), CAT di Indonesia secara umum dibedakan menjadi dua buah yaitu CAT bebas (unconfined aquifer) dan CAT tertekan (confined aquifer). CAT ini tersebar di seluruh wilayah Indonesia dengan total besarnya potensi masing-masing CAT adalah:

  • CAT Bebas: Potensi 1.165.971 juta m³/tahun
  • CAT Tertekan: Potensi 35.325 juta m³/tahun

Elemen CAT adalah semua air yang terdapat di bawah permukaan tanah, jadi seakan-akan merupakan kebalikan dari air permukaan.

Sirkulasi[sunting | sunting sumber]

Lapisan di dalam bumi yang dengan mudah dapat membawa atau menghantar air disebut lapisan pembawa air, pengantar air atau akufir, yang biasanya dapat merupakan penghantar yang baik yaitu lapisan pasir dan kerikil, atau di daerah tertentu, lava dan batu gampil.

Penyembuhan atau pengisian kembali air yang ada dalam tanah itu berlangsung akibat curah hujan, yang sebagian meresap kedalam tanah, bergantung pada jenis tanah dan batuan yang mengalasi suatu daerah curah hujan meresap kedalam bumi dalam jumlah besar atau kecil, ada tanah yang jarang dan ada tanah yang kedap. Kesarangan (porositip) tidak lain ialah jumlah ruang kosong dalam bahan tanah atau batuan, biasanya dinyatakannya dalam persen. bahan yang dengan mudah dapat dilalaui air disebut lulus. Kelulusan tanah atau batuan merupakan ukuran mudah atau tidaknya bahan itu dilalui air. Pasir misalnya, adalah bahan yang lulus air melewati pasir kasar dengan kecepatan antara 10 dan 100 sihosinya. Dalam lempeng, angka ini lebih kecil, tetapi dalam kerikil lebih besar.[5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Air tanah: rekayasa penyadapan dan pemanfaatannya untuk irigasi. Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Pengairan, Direktorat Bina Teknik kerjasama dengan Japan International Cooperation Agency. 1999. 
  2. ^ "Penuh Manfaat, Selain Air Putih Ada Juga Jenis Air Minum Lain! - Semua Halaman - Nakita.ID". nakita.grid.id. Diakses tanggal 2019-02-27. 
  3. ^ Bernhard, Adrienne (2019-02-20). "Apa saja produk alami yang bisa menggantikan plastik?" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-02-22. 
  4. ^ Comic, Wong (2013). Aku ingin tahu Sains 20 - Air dan Hidrosfer. Elex Media Komputindo. hlm. 48. ISBN 9786020004495. 
  5. ^ https://books.google.co.id/books?id=-Se-GwAACAAJ&dq=air+tanah&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwi8iqiJ-NrgAhVItY8KHVrtBXMQ6AEIKDAAArsyad, Sitanala (2008). Penyelamatan tanah, air, dan lingkungan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia. hlm. 288. ISBN 9789794617021.