Permeabilitas

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Permeabilitas (K) merupakan salah satu parameter petrofisik yang berupa kemampuan batuan untuk dapat meloloskan fluida. Satuan permeabilitas yang umum digunakan ialah Darcy. Aliran fluida dalam media berpori berdasarkan Hukum Darcy diturunkan secara empiris sebagai berikut:

Qf = (K.A.ΔP)/(μ.L)

Dengan:

Qf = Laju alir fluida, cm3/sec
A = Luas penampang media berpori, cm2
μ = Viskositas fluida, cps
ΔP = P1 – P2 = Perbedaan tekanan, atm
L = Panjang media berpori, cm
K = Permeabilitas, Darcy

Pada umumnya seiring bertambahnya tingkat porositas pada suatu batuan maka akan diikuti dengan penambahan tingkat permeabilitas batuan tersebut, meskipun anggapan ini tidak selalu benar.

  • Jenis-jenis permeabilitas dibedakan menjadi:
  1. Permeabilitas absolut : Merupakan kemampuan batuan untuk dapat meloloskan satu jenis fluida yang 100% jenuh
  2. Permeabilitas efektif : Merupakan kemampuan batuan untuk dapat meloloskan satu macam fluida apabila terdapat dua macam fluida yang tidak bercampur satu sama lain. Permeabilitas efektif akan memiliki nilai yang lebih kecil dibandingkan permeabilitas absolut
  3. Permeabilitas relatif : Merupakan perbandingan antara permeabilitas efektif dan absolut. Semakin besar saturasi air maka permeabilitas relatif air tersebut akan semakin besar. Sebaliknya permeabilitas relatif minyak akan mengecil hingga nol saat kondisi Sw = Swc (critical water saturation)
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi permeabilitas antara lain:
  1. Distribusi ukuran butir : Pada suatu batuan, apabila ukuran butirnya semakin beragam, maka pori-pori batuan akan semakin kecil sehingga permeabilitas batuan juga akan semakin kecil
  2. Susunan butiran : Pada suatu batuan, apabila susunan butirannya semakin rapi, maka semakin besar pula nilai permeabilitasnya
  3. Geometri butiran : Pada suatu batuan, semakin menyudut geometri butiran, maka permeabilitasnya akan semakin kecil
  4. Hubungan antar pori : Semakin bagus hubungan antar pori pada batuan, maka permeabilitasnya akan semakin besar
  5. Sementasi : Semakin banyak kandungan semen dalam suatu batuan, maka nilai permeabilitas akan semakin kecil
  6. Kandungan lempung : Semakin banyak kandungan lempung pada suatu batuan, maka semakin kecil nilai permeabilitas batuan tersebut
  • Hubungan permeabilitas dengan porositas ialah sebagai berikut:
  1. Umumnya penambahan porositas akan diikuti dengan penambahan permeabilitas
  2. Semakin tua dan kompak suatu batuan, maka porositas dan permeabilitasnya akan semakin kecil
  3. Adanya peristiwa dolomitisasi akan menambah nilai porositas dan permeabilitas
  4. Permeabilitas dipengaruhi oleh besar, bentuk dan hubungan antar butir dalam suatu batuan

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Peng, Suping., & Zhang, Jincai. (2007). Engineering Geology for Underground Rocks. Berlin: Springer