Perkolasi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Perkolasi adalah cara penyarian yang dilakukan dengan mengalirkan cairan penyari melalui serbuk simplisia yang telah dibasahi. Kekuatan yang berperan pada perkolasi antara lain gaya berat, kekentalan, daya larut, tegangan permukaan, difusi, osmosa, adesi, daya kapiler, dan daya geseran (friksi). Cara perkolasi lebih baik dibandingkan dengan cara maserasi karena aliran cairan penyari menyebabkan adanya pergantian larutan yang terjadi dengan larutan yang konsentrasinya lebih rendah, sehingga meningkatkan derajat perbedaan konsentrasi. Selain itu, ruangan di antara serbuk-serbuk simplisia membentuk saluran tempat mengalir cairan penyari.karena kecilnya saluran kapiler tersebut, maka kecepatan pelarut cukup untuk mengurangi lapisan batas, sehingga dapat meningkatkan perbedaan konsentrasi.[1]

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Selama lima dekade terakhir, teori perkolasi, model matematika yang luas dari perkolasi, telah membawa pemahaman dan teknik baru untuk berbagai topik dalam fisika, ilmu material, jaringan yang kompleks, epidemiologi, dan bidang lainnya. Misalnya, dalam geologi, perkolasi mengacu filtrasi air melalui tanah dan batuan permeabel. Air mengalir ke penyimpanan air tanah (aquifer).

Perkolasi biasanya menunjukkan universalitas. Konsep fisika statistik seperti teori scaling, renormalization, fase transisi, fenomena kritis dan fraktal digunakan untuk mengkarakterisasi sifat perkolasi. Kombinasi umumnya digunakan untuk mempelajari ambang perkolasi.

Karena kompleksitas yang terlibat dalam mendapatkan hasil yang tepat dari model analitis perkolasi, simulasi komputer biasanya digunakan. Algoritme tercepat saat perkolasi diterbitkan pada tahun 2000 oleh Mark Newman dan Robert Ziff.[2]

Contoh[sunting | sunting sumber]

  • Kopi perkolasi, di mana pelarut air, zat permeabel adalah bubuk kopi, dan konstituen larut adalah senyawa kimia yang memberikan kopi warna, rasa, dan aroma.
  • Gerakan lapuk materi di atas lereng bawah permukaan bumi
  • Cracking pohon dengan kehadiran dua kondisi, sinar matahari dan di bawah pengaruh tekanan.
  • Ketahanan jaringan serangan acak dan ditargetkan
  • Transportasi media berpori
  • Epidemi menyebar
  • Permukaan roughening

Referensi[sunting | sunting sumber]