Natrium fluorida

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Natrium fluorida
Natrium fluorida
Nama
Nama IUPAC
Natrium fluorida
Penanda
ChEBI
ChEMBL
ChemSpider
ECHA InfoCard 100.028.789
Nomor EC 231-667-8
KEGG
Nomor RTECS WB0350000
UNII
Nomor UN 1690
Sifat
NaF
Massa molar 41.988173 g/mol
Penampilan Padat putih hingga kehijauan
Bau Tidak berbau
Densitas 2.558 g/cm3
Titik lebur 993 °C (1;819 °F; 1;266 K)
Titik didih 1;704 °C (3;099 °F; 1;977 K)
36.4 g/L (0 °C);
40.4 g/L (20 °C);
50.5 g/L (100 °C)[1]
Kelarutan Agak dapat larut dalam HF, amonia
Sangat sedikit yang larut dalam alkohol, aseton, SO2, dimetilformamida
Tekanan uap 1 mmHg @ 1077 C°[2]
−16.4·10−6 cm3/mol
Indeks bias (nD) 1.3252
Struktur
Kubik
a = 462 pm
Oktahedral
Termokimia
Kapasitas kalor (C) 46.82 J/mol K
Entropi molar standar (So) 51.3 J/mol K
Entalpi pembentukan standarfHo) -573.6 kJ/mol
Energi bebas GibbsfG) -543.3 kJ/mol
Farmakologi
Kode ATC A01AA01
A12CD01,
V09IX06 (18F)
Bahaya
Lembar data keselamatan [3]
Piktogram GHS Acute Toxicity The exclamation-mark pictogram in the Globally Harmonized System of Classification and Labelling of Chemicals (GHS) The health hazard pictogram in the Globally Harmonized System of Classification and Labelling of Chemicals (GHS)
Keterangan bahaya GHS Bahaya
H301, H315, H319, H335[3]
Titik nyala Tidak mudah terbakar
Dosis atau konsentrasi letal (LD, LC):
52–200 mg/kg (lewat mulut pada tikus dan kelinci)[5]
Batas imbas kesehatan AS (NIOSH):
PEL (yang diperbolehkan)
TWA 2.5 mg/m3[4]
REL (yang direkomendasikan)
TWA 2.5 mg/m3[4]
IDLH (langsung berbahaya)
250 mg/m3 (as F)[4]
Senyawa terkait
Anion lain
Natrium klorida
Natrium bromida
Natrium iodida
Natrium astatida
Kation lainnya
Litium fluorida
Kalium fluorida
Rubidium fluorida
Caesium fluorida
Francium fluorida
Senyawa terkait
Reagen TASF
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada temperatur dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
N verify (what is YaYN ?)
Sangkalan dan referensi

Natrium fluorida adalah senyawa kimia dengan rumus NaF. Senyawa ini merupakan senyawa padat tidak berwarna yang mudah larut dalam air. Senyawa ini sering digunakan untuk mencegah kerusakan pada gigi.

Pembuatan[sunting | sunting sumber]

NaF dibuat dengan menetralisir [[asam fluorida] atau asam heksafluorosilikat (H2SiF6). Senyawa-senyawa yang dapat digunakan untuk menetralisir asam-asam tersebut adalah natrium hidroksida dan natrium karbonat. Alkohol kadang-kadang digunakan untuk mengendapkan NaF:

HF + NaOH → NaF + H2O

Dari larutan yang mengandung HF, natrium fluorida mengendap sebagai garam bifluorida NaHF2. Pemanasan kemudian mengeluarkan HF dan menghasilkan NaF.

HF + NaF ⇌ NaHF2

Menurut laporan tahun 1986, konsumsi NaF tahunan di seluruh dunia diperkirakan mencapai jutaan ton.[6]

Kegunaan[sunting | sunting sumber]

Garam fluorida sering ditambahkan ke dalam air minum dan beberapa produk makanan di beberapa negara untuk menjaga kesehatan gigi. Fluorida memperkuat gigi dengan membentuk fluorapatit, salah satu komponen enamel gigi.[7][8][9] Walaupun natrium fluorida dapat digunakan untuk memfluoridasi air, asam heksafluorosilikat (H2SiF6) dan garamnya, natrium heksafluorosilikat (Na2SiF6), adalah bahan yang lebih sering digunakan untuk melakukan fluorodasi di Amerika Serikat.[10]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Haynes, William M., ed. (2011). CRC Handbook of Chemistry and Physics (edisi ke-92nd). CRC Press. hlm. 5.194. ISBN 1439855110. 
  2. ^ Lewis, R.J. Sax's Dangerous Properties of Industrial Materials. 10th ed. Volumes 1–3 New York, NY: John Wiley & Sons Inc., 1999., hlm. 3248
  3. ^ a b Sigma-Aldrich Co., Sodium Fluoride. Retrieved on 2015-03-17.
  4. ^ a b c "NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards #0563". National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH). 
  5. ^ Martel, B.; Cassidy, K. (2004), Chemical Risk Analysis: A Practical Handbook, Butterworth–Heinemann, hlm. 363, ISBN 1-903996-65-1 
  6. ^ Aigueperse, Jean; Mollard, Paul; Devilliers, Didier; Chemla, Marius; Faron, Robert; Romano, Renée; Cuer, Jean Pierre (2005). "Fluorine Compounds, Inorganic". Dalam Ullmann. Encyclopedia of Industrial Chemistry. Weinheim: Wiley-VCH. doi:10.1002/14356007.a11_307. ISBN 3527306730. 
  7. ^ Bourne, volume editor, Geoffrey H. (1986). Dietary research and guidance in health and disease. Basel: Karger. hlm. 153. ISBN 3-8055-4341-7. 
  8. ^ Jr, Cornelis Klein, Cornelius S. Hurlbut, (1999). Manual of mineralogy : (after James D. Dana) (edisi ke-21st ed., rev.). New York: J. Wiley. ISBN 0-471-31266-5. 
  9. ^ Selwitz, Robert H; Ismail, Amid I; Pitts, Nigel B (January 2007). "Dental caries". The Lancet. 369 (9555): 51–59. doi:10.1016/S0140-6736(07)60031-2. PMID 17208642. 
  10. ^ Division of Oral Health, National Center for Prevention Services, CDC (1993), Fluoridation census 1992 (PDF), diakses tanggal 2008-12-29.