Kalsium

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Calcium)
Kalsium,  20Ca
Calcium unter Argon Schutzgasatmosphäre.jpg
Calcium spectrum visible.png
Garis spektrum kalsium
Sifat umum
Nama, simbolkalsium, Ca
Pengucapan/kalsium/[1]
Penampilanabu-abu kusam, perak; dengan warna kuning pucat[2]
Kalsium dalam tabel periodik
Hidrogen (diatomic nonmetal)
Helium (noble gas)
Litium (alkali metal)
Berilium (alkaline earth metal)
Boron (metalloid)
Karbon (polyatomic nonmetal)
Nitrogen (diatomic nonmetal)
Oksigen (diatomic nonmetal)
Fluorin (diatomic nonmetal)
Neon (noble gas)
Natrium (alkali metal)
Magnesium (alkaline earth metal)
Aluminium (post-transition metal)
Silikon (metalloid)
Fosforus (polyatomic nonmetal)
Belerang (polyatomic nonmetal)
Klorin (diatomic nonmetal)
Argon (noble gas)
Kalium (alkali metal)
Kalsium (alkaline earth metal)
Skandium (transition metal)
Titanium (transition metal)
Vanadium (transition metal)
Kromium (transition metal)
Mangan (transition metal)
Besi (transition metal)
Kobalt (transition metal)
Nikel (transition metal)
Tembaga (transition metal)
Seng (transition metal)
Galium (post-transition metal)
Germanium (metalloid)
Arsen (metalloid)
Selenium (polyatomic nonmetal)
Bromin (diatomic nonmetal)
Kripton (noble gas)
Rubidium (alkali metal)
Stronsium (alkaline earth metal)
Itrium (transition metal)
Zirkonium (transition metal)
Niobium (transition metal)
Molibdenum (transition metal)
Teknesium (transition metal)
Rutenium (transition metal)
Rodium (transition metal)
Paladium (transition metal)
Perak (transition metal)
Kadmium (transition metal)
Indium (post-transition metal)
Timah (post-transition metal)
Antimon (metalloid)
Telurium (metalloid)
Iodin (diatomic nonmetal)
Xenon (noble gas)
Sesium (alkali metal)
Barium (alkaline earth metal)
Lantanum (lanthanide)
Serium (lanthanide)
Praseodimium (lanthanide)
Neodimium (lanthanide)
Prometium (lanthanide)
Samarium (lanthanide)
Europium (lanthanide)
Gadolinium (lanthanide)
Terbium (lanthanide)
Disprosium (lanthanide)
Holmium (lanthanide)
Erbium (lanthanide)
Tulium (lanthanide)
Iterbium (lanthanide)
Lutesium (lanthanide)
Hafnium (transition metal)
Tantalum (transition metal)
Wolfram (transition metal)
Renium (transition metal)
Osmium (transition metal)
Iridium (transition metal)
Platina (transition metal)
Emas (transition metal)
Raksa (transition metal)
Talium (post-transition metal)
Timbal (post-transition metal)
Bismut (post-transition metal)
Polonium (post-transition metal)
Astatin (metalloid)
Radon (noble gas)
Fransium (alkali metal)
Radium (alkaline earth metal)
Aktinium (actinide)
Torium (actinide)
Protaktinium (actinide)
Uranium (actinide)
Neptunium (actinide)
Plutonium (actinide)
Amerisium (actinide)
Kurium (actinide)
Berkelium (actinide)
Kalifornium (actinide)
Einsteinium (actinide)
Fermium (actinide)
Mendelevium (actinide)
Nobelium (actinide)
Lawrensium (actinide)
Ruterfordium (transition metal)
Dubnium (transition metal)
Seaborgium (transition metal)
Bohrium (transition metal)
Hasium (transition metal)
Meitnerium (unknown chemical properties)
Darmstadtium (unknown chemical properties)
Roentgenium (unknown chemical properties)
Kopernisium (transition metal)
Nihonium (unknown chemical properties)
Flerovium (post-transition metal)
Moskovium (unknown chemical properties)
Livermorium (unknown chemical properties)
Tenesin (unknown chemical properties)
Oganeson (unknown chemical properties)
Mg

Ca

Sr
kaliumkalsiumskandium
Nomor atom (Z)20
Golongangolongan 2 (logam alkali tanah)
Periodeperiode 4
Blokblok-s
Kategori unsur  logam alkali tanah
Berat atom standar (Ar)
  • 40,078±0,004
  • 40,078±0,004 (diringkas)
Konfigurasi elektron[Ar] 4s2
Elektron per kelopak2, 8, 8, 2
Sifat fisik
Fase pada STS (0 °C dan 101,325 kPa)padat
Titik lebur1115 K ​(842 °C, ​1548 °F)
Titik didih1757 K ​(1484 °C, ​2703 °F)
Kepadatan mendekati s.k.1,55 g/cm3
saat cair, pada t.l.1,378 g/cm3
Kalor peleburan8,54 kJ/mol
Kalor penguapan154,7 kJ/mol
Kapasitas kalor molar25,929 J/(mol·K)
Tekanan uap
P (Pa) 1 10 100 1 k 10 k 100 k
pada T (K) 864 956 1071 1227 1443 1755
Sifat atom
Bilangan oksidasi+1,[3] +2 (oksida basa kuat)
ElektronegativitasSkala Pauling: 1,00
Energi ionisasike-1: 589,8 kJ/mol
ke-2: 1145,4 kJ/mol
ke-3: 4912,4 kJ/mol
(artikel)
Jari-jari atomempiris: 197 pm
perhitungan: 194 pm
Jari-jari kovalen176±10 pm
Jari-jari van der Waals231 pm
Lain-lain
Kelimpahan alamiprimordial
Struktur kristalkubus berpusat muka (fcc)
Struktur kristal Face centered cubic untuk kalsium
Kecepatan suara batang ringan3810 m/s (suhu 20 °C)
Ekspansi kalor22,3 µm/(m·K) (suhu 25 °C)
Konduktivitas termal201 W/(m·K)
Resistivitas listrik33,6 n nΩ·m (suhu 20 °C)
Arah magnetdiamagnetik
Suseptibilitas magnetik molar+40,0×10−6 cm3/mol[4]
Modulus Young20 GPa
Modulus Shear7,4 GPa
Modulus Bulk17 GPa
Rasio Poisson0,31
Skala Mohs1,75
Skala Brinell170–416 MPa
Nomor CAS7440-70-2
Sejarah
Penemuan dan isolasi pertamaH. Davy (1808)
Isotop kalsium yang utama
Iso­top Kelim­pahan Waktu paruh (t1/2) Mode peluruhan Pro­duk
40Ca 96,941% stabil
41Ca renik 9,94×104 thn ε 41K
42Ca 0,647% stabil
43Ca 0,135% stabil
44Ca 2,086% stabil
45Ca sintetis 162,6 hri β 45Sc
46Ca 0,004% stabil
47Ca sintetis 4,5 hri β 47Sc
γ
48Ca 0,187% 6,4×1019 thn ββ 48Ti
| referensi | di Wikidata

Kalsium atau zat kapur adalah sebuah elemen kimia dengan simbol Ca dan nomor atom 20. Mempunyai massa atom 40.078 amu. Kalsium merupakan salah satu logam alkali tanah, dan merupakan elemen kelima terbanyak di bumi. Kalsium juga merupakan ion kelima terbanyak di air laut dilihat dari segi molaritas dan massanya, setelah natrium, klorida, magnesium, dan sulfat.[5]

Kalsium merupakan unsur logam kelima yang paling melimpah dalam tubuh manusia. Sebagai elektrolit, ion kalsium memainkan peran penting dalam proses fisiologis dan biokimia organisme maupun sel. Adapun pada jalur transduksi sinyal, kalsium bertindak sebagai pembawa pesan kedua. Kalsium juga berperan dalam pelepasan neurotransmitter dari neuron. Unsur ini memiliki peran dalam kontraksi semua jenis sel otot dan sebagai kofaktor dalam banyak enzim, serta berperan dalam pembuahan.[6] Ion kalsium yang berada di luar sel berfungsi untuk mempertahankan perbedaan potensial melintasi membran sel, sintesis protein, dan pembentukan tulang.[6][7]

Karakteristik[sunting | sunting sumber]

Klasifikasi[sunting | sunting sumber]

Pada tabel sistem periodik, kalsium termasuk golongan 2A (atau IIA) yakni logam alkali tanah, bersama beberapa unsur lain, yakni berilium (Be), magnesium (Mg), kalsium (Ca), strontium (Sr), barium (Ba), dan radium (Ra). Sifat fisik kalsium lebih keras dari natrium, tetapi lebih lembut dari aluminium. Kalsium juga kurang reaktif secara kimia dibandingkan logam alkali dan alkali tanah lainnya.[8] Sebuah atom kalsium memiliki dua puluh elektron yang tersusun dalam konfigurasi elektron .[9]

Fisik[sunting | sunting sumber]

Kalsium lebih keras daripada timbal tetapi dapat dipotong dengan pisau dengan susah payah. Sementara kalsium adalah konduktor listrik yang lebih buruk daripada tembaga atau aluminium berdasarkan volume, kalsium adalah konduktor yang lebih baik berdasarkan massa daripada keduanya karena kepadatannya yang sangat rendah.[10]

Titik leleh kalsium adalah 850°C (1.560°F) sementara titik didihnya 1.440°C (2.620 °F). Adapun kalsium memiliki kepadatan sebesar 1,54 g/cm3.[11]

Kimia[sunting | sunting sumber]

Kalsium adalah logam alkali tanah dengan simbol Ca dan nomor atom 20, terletak di periode keempat tabel periodik dalam Golongan 2. Kalsium adalah unsur paling melimpah kelima dan logam paling melimpah ketiga menurut beratnya yang terdapat di kerak bumi.[6][12] Namun, kalsium mudah bereaksi dengan oksigen dan air sehingga kalsium tidak ditemukan dalam bentuk logam di alam, melainkan berupa batu kapur (CaCO3), kapur (CaO) dan kalsium fluorida.[12][13]

Kalsium dapat membentuk garam dengan halida, seperti CaCl2 atau CaF2. Kalsium klorida memiliki berbagai fungsi, salah satunya sebagai bahan pengering (drying agent).[13]

Kalsium karbonat penting dalam pembentukan stalaktit dan stalagmit gua. Reaksi ini memungkinkan kalsium karbonat dilarutkan ke dalam larutan sebagai kalsium bikarbonat. Reaksi sebaliknya kemudian dapat mengubah larutan menjadi kalsium karbonat padat, membentuk paku batu kapur di gua-gua saat larutan kalsium bikarbonat menetes secara vertikal selama beberapa milenium.[13] Adapun reaksi kimia berlangsung seperti berikut.

Selain itu, logam kalsium cukup reaktif dan bergabung dengan air pada suhu kamar menghasilkan gas hidrogen dan kalsium hidroksida. Produk kemudian akan membentuk gelembung hidrogen pada permukaan logam kalsium.[13]

Kalsium dapat berekasi dan larut dalam asam untuk membentuk ion terdisosiasi Ca dan Cl bersama dengan gas Hidrogen[13], seperti pada reaksi berikut.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Meskipun kalsium adalah unsur kelima yang paling melimpah di kerak bumi, kalsium tidak pernah ditemukan bebas di alam karena mudah membentuk senyawa dengan bereaksi dengan oksigen dan air. Logam kalsium pertama kali diisolasi oleh Sir Humphry Davy pada tahun 1808 melalui elektrolisis campuran kapur (CaO) dan merkuri oksida (HgO). Saat ini, kalsium metalik diperoleh dengan menggantikan atom kalsium dalam kapur dengan atom aluminium dalam wadah panas bertekanan rendah. Sekitar 4,2% dari kerak bumi terdiri dari kalsium.[14]

Kebutuhan harian[sunting | sunting sumber]

Kalsium merupakan mineral dalam tubuh dengan kebutuhan kandungan harian yang tidak terlalu banyak. Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia, kebutuhan kalsium orang dewasa dalam satu hari sebesar 1100 mg. Sementara, anak-anak memerlukan antara 1000-1200 mg kalsium per hari.[15]

Tabel Rekomendasi Kebutuhan Kalsium Harian per mg[16]
Usia Pria Wanita Ibu hamil Ibu menyusui
0-6 bulan 200 200
7-12 bulan 260 260
1-3 tahun 700 700
4-8 tahun 1000 1000
9-13 tahun 1300 1300
14-18 tahun 1300 1300 1300 1300
19-50 tahun 1000 1000 1000 1000
51-70 tahun 1000 1200
>70+ tahun 1200 1200

Sumber[sunting | sunting sumber]

Susu dan produk susu[sunting | sunting sumber]

Susu merupakan minuman yang memiliki kadar kalsium yang tinggi.

Susu merupakan minuman yang terkenal akan kandungan kalsium yang tinggi dan dapat membantu memperkuat tulang dan gigi, begitu pula dengan produk berbahan dasar susu. Satu cangkir susu, 200 gram yoghurt, atau 200 ml susu kedelai yang diperkaya kalsium mengandung sekitar 300 mg kalsium. Adapun susu khusus yang diperkaya kalsium dapat memberikan jumlah kalsium yang lebih besar dalam volume susu yang lebih kecil yakni mulai dari 280 mg hingga 400 mg per 200 ml susu.[17] Namun, kebanyakan masyarakat ras Afrika Amerika, Hispanik/Latin, dan Asia cenderung menderita intoleransi laktosa dibandingkan dengan orang keturunan Eropa.[18] Gangguan ini disebabkan ketidakmampuan tubuh untuk mencerna laktosa yang didapatkan dari susu maupun produk susu.[19] Sehingga berbagai produk susu dipilih untuk memenuhi kebutuhan kalsium bagi penderita intoleransi laktosa.

Pada 250 gram yoghurt, mengandung kalsium sebanyak 260 mg. Jumlah tersebut sudah dapat memenuhi sekitar 25% kebutuhan kalsium harian orang dewasa. Begitu pula dengan keju yang memiliki kandungan kalsium yang tinggi, adapun yang paling tinggi kandungannya yakni keju parmesan. Dalam 30 gram keju parmesan, terdapat sekitar 330 mg kalsium yang memenuhi 33% asupan kalsium harian orang dewasa.[20]

Biji-bijian[sunting | sunting sumber]

Biji-bijian merupakan sumber energi yang mengandung berbagai zat nutrisi kalsium yang tinggi, termasuk biji poppy, wijen, seledri, dan chia. Misalnya, 1 sendok makan (9 gram) biji poppy mengandung 127 mg kalsium atau 10% dari Nilai Harian, sementara biji wijen mengandung 7% kalsium yang direkomendasikan.[21]

Ikan[sunting | sunting sumber]

Ikan sarden dan salmon kalengan merupakan makanan dengan kadar kalsium yang tinggi karena tulangnya yang bisa dimakan. Satu kaleng sarden seberat 3,75 ons (92 gram) mengandung 27% dari kebutuhan kalsium, sementara salmon kaleng memiliki 19% [21]

Sayuran hijau[sunting | sunting sumber]

Bayam merupakan salah satu sayuran hijau yang mengandung kalsium dengan kadar tinggi.

Bayam terkenal akan kandungan kalsium yang tinggi. Dalam 100 gram bayam mengandung 136 mg kalsium yakni 10% dari kebutuhan harian.[22] Selain bayam, brokoli memiliki kandungan kalsium yang tinggi yakni 62 mg per cangkir.[23] Pakcoy rebus juga merupakan salah satu sayuran hijau dengan kandungan kalsium 158 mg/cangkir.[24]

Kacang-kacangan[sunting | sunting sumber]

Berbagai jenis kacang-kacangan memiliki kandungan kalsium yang tinggi, seperti hazelnut, pistacio, dan walnut. Hazelnut memiliki kandungan kalsium sebanyak 279 mg/cangkir, sementara pistacio sebanyak 132 mg/cangkir, dan walnut mengandung 115 mg/cangkir kalsium.[25]

Manfaat[sunting | sunting sumber]

Lingkungan[sunting | sunting sumber]

Senyawa kalsium karbonat akan mengikat partikel tanah dan mengubah sifat tanah, sehingga pori-pori tanah menjadi penuh yang dapat meningkatkan kekuatan dan kekakuan tanah. Kalsium menjadi bahan utama yang digunakan dalam teknik biosementasi. Kandungan kalsium dalam tanah juga berfungsi untuk mengoreksi sifat keasaman (pH) tanah, menetralisir kejenuhan zat-zat yang bersifat racun bagi tanah, meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyerapan zat-zat hara, menjaga tingkat ketersediaan unsur hara mikro, memperbaiki porositas, struktur, serta aerasi tanah yang bermanfaat bagi mikrobiologi dan kimiawi tanah, sehingga tanah menjadi gembur, dan sirkulasi udara dalam tanah menjadi lancar.[26]

Tanaman[sunting | sunting sumber]

Kalsium dalam tanaman berperan dalam proses pertumbuhan, pembelahan, dan perpanjangan sel. Komponen ini dapat membantu menguatkan, mengatur daya tembus, dan serta merawat dinding sel. Selain itu, kalsium juga memiliki peran penting pada titik tumbuh akar. Apabila terjadi defisiensi Ca atau kekurangan kalsium, maka akan mengganggu proses pembentukan dan pertumbuhan akar sehingga berperngaruh terhadap terhambatnya penyerapan zat hara. Adapun berbagai gejala dapat timbul apabila terjadi defisit unsur kalsium, antara lain, melemahnya titik tumbuh dan terjadi perubahan bentuk daun menjadi keriting, mengecil, hingga rontok. Kalsium juga dapat menyebabkan tanaman tumbuh tinggi tetapi tidak kokoh hingga terhambatnya pembentukan bunga. Namun, kelebihan kalsium tidak berdampak banyak hanya mempengaruhi pH tanah.[27]

Hewan dan Manusia[sunting | sunting sumber]

Kalsium sangat berpengaruh pada perkembangan tulang dan gigi. Struktur kerangka vertebrata terutama disusun oleh kalsium fosfat yang disebut kristal hidroksiapatit.[28]

Peran utama kalsium dalam tubuh adalah untuk memberikan struktur dan kekuatan pada kerangka. Dalam struktur eksoskeleton awal dan pada cangkang, sifat kaku struktural umumnya karena adanya kalsium karbonat. Pada vertebrata seperti reptil, ikan, mamalia, dan manusia, struktur kerangka terutama disusun oleh kalsium fosfat yang disebut kristal hidroksiapatit. Jenis kalsium fosfat ini ditemukan pula dalam kolagen. Ion kalsium pada permukaan tulang berikatan dengan ion dalam cairan tubuh, sehingga memungkinkan pertukaran ion yang penting dalam menjaga keseimbangan kalsium dalam darah dan tulang.[28]

Kalsium adalah mineral yang amat penting bagi manusia, antara lain bagi metabolisme tubuh, penghubung antar saraf, kerja jantung, dan pergerakan otot. Kalsium juga merupakan struktur yang banyak ditemui pada tulang, disebut juga sebagai bank kalsium. Hal ini berarti, apabila kalsium dalam darah menurun, maka tubuh akan mengambil cadangan dari tulang dengan bantuan beberapa hormon.[29]

Kalsium juga membantu mengatur kontraksi otot. Ketika saraf merangsang otot, tubuh akan melepaskan kalsium. Kalsium ini dapat membantu protein dalam otot melakukan kerja kontraksi. Sementara saat tubuh memompa kalsium keluar dari otot, otot akan kembali rileks.[30]

Selain itu, kalsium pun memainkan peran kunci dalam pembekuan darah. Proses pembekuan darah merupakan bagian yang kompleks dan memiliki berbagai langkah. Salah satu bagian prosesnya yakni melibatkan berbagai bahan kimia, termasuk kalsium.[30]

Berikut beberapa manfaat kalsium bagi manusia:

Setelah umur 20 tahun, tubuh manusia akan mulai mengalami kekurangan kalsium sebanyak 1% per tahun. Dan setelah umur 50 tahun, jumlah kandungan kalsium dalam tubuh akan menyusut sebanyak 30%. Kehilangan akan mencapai 50% ketika mencapai umur 70 tahun dan seterusnya mengalami masalah kekurangan kalsium.[31]

Gejala awal kekurangan kalsium adalah seperti lesu, banyak keringat, gelisah, sesak napas, menurunnya daya tahan tubuh, kurang nafsu makan, sembelit, berak-berak, insomnia, kram, dan sebagainya. Sementara kekurangan kalsium jangka panjang dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur, osteopenia, osteoporosis, hipokalsemia, hingga peningkatan risiko patah tulang.[32]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Hasil Pencarian". KBBI Daring. Diakses tanggal 17 Juli 2022. 
  2. ^ Greenwood, Norman N.; Earnshaw, A. (1997), Chemistry of the Elements (edisi ke-2), Oxford: Butterworth-Heinemann, hlm. 112, ISBN 0-7506-3365-4 
  3. ^ Krieck, Sven; Görls, Helmar; Westerhausen, Matthias (2010). "Mechanistic Elucidation of the Formation of the Inverse Ca(I) Sandwich Complex [(thf)3Ca(μ-C6H3-1,3,5-Ph3)Ca(thf)3] and Stability of Aryl-Substituted Phenylcalcium Complexes". Journal of the American Chemical Society. 132 (35): 12492–12501. doi:10.1021/ja105534w. PMID 20718434. 
  4. ^ Weast, Robert (1984). CRC, Handbook of Chemistry and Physics. Boca Raton, Florida: Chemical Rubber Company Publishing. hlm. E110. ISBN 0-8493-0464-4. 
  5. ^ Dickson, A. G. and Goyet, C. (1994). "5". Handbook of method for the analysis of the various parameters of the carbon dioxide system in sea water, version 2 (PDF). ORNL/CDIAC-74. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2011-05-25. Diakses tanggal 2011-07-05. 
  6. ^ a b c Weaver, Connie M (2017). "Calcium". Linus Pauling Institute (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-01-22. 
  7. ^ National Institutes of Health (2021). "Calcium". National Institutes of Health (NIH) Office of Dietary Supplements (ODS). Diakses tanggal 2022-01-22. 
  8. ^ Lenntech (2020). "Calcium (Ca) - Chemical properties, Health and Environmental effects". www.lenntech.com. Diakses tanggal 2022-01-31. 
  9. ^ Royal Society of Chemistry (2021). "Calcium - Element information, properties and uses | Periodic Table". www.rsc.org. Diakses tanggal 2022-01-31. 
  10. ^ Ropp, Richard C. (2012). Encyclopedia of the Alkaline Earth Compounds (dalam bahasa Inggris). Amsterdam: Newnes. hlm. 13. ISBN 978-0-444-59553-9. 
  11. ^ Editor Chemistry Explained (2016). "Calcium, Chemical Element - structure, reaction, water, uses, elements, examples, metal, gas". www.chemistryexplained.com. Diakses tanggal 2022-01-22. 
  12. ^ a b Perrone, Daniel; Monteiro, Mariana (2016). The Chemistry of Calcium. Rio de Janeiro: The Royal Society of Chemistry. hlm. 67–68. 
  13. ^ a b c d e LibreTexts (2013). "Chemistry of Calcium (Z=20)". Chemistry LibreTexts (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-01-23. 
  14. ^ Gagnon, Steve. "It's Elemental - The Element Calcium". education.jlab.org. Diakses tanggal 2022-01-23. 
  15. ^ Tony (2018). "Apakah Kebutuhan Kalsium Bisa Dipenuhi Hanya dari Segelas Susu? - RS Khusus Bedah Halimun Medical Center". RSKB Halimun. Diakses tanggal 2022-01-31. 
  16. ^ National Institutes of Health (2021). "Calcium". National Institutes of Health Office of Dietary Supplements. Diakses tanggal 2022-1-30. 
  17. ^ Departement of Health Victoria State Government (2021). "Calcium - Better Health Channel". www.betterhealth.vic.gov.au. Diakses tanggal 2022-01-28. 
  18. ^ Isella, Virly (2021). "Epidemiologi Intoleransi Laktosa". Alomedika. Diakses tanggal 2022-01-31. 
  19. ^ Pathak, Neha (2021). "Lactose Intolerance - Cause, Symptoms, Diagnosis, Treatment". WebMD (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-01-28. 
  20. ^ Adrian, Kevin (2021). "Kenali Jenis-Jenis Makanan Berkalsium Tinggi". Alodokter. Diakses tanggal 2022-01-30. 
  21. ^ a b Jennings, Kerri-Ann (2021). "Top 15 Calcium-Rich Foods (Many Are Nondairy)". Healthline (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-01-28. 
  22. ^ Whitbread, Daisy (2021). "Top 10 Foods Highest in Calcium". myfooddata (dalam bahasa english). Diakses tanggal 2022-01-30. 
  23. ^ Physicians Committee (2021). "Calcium and Strong Bones". Physicians Committee for Responsible Medicine (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-01-30. 
  24. ^ Adzani, Fadli (2020). "8 Manfaat Pakcoy, Sayuran Hijau yang Baik untuk Kesehatan". SehatQ. Diakses tanggal 2022-01-31. 
  25. ^ Souper Sage (2020). "Top Nuts High in Calcium". Soupersage (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-01-31. 
  26. ^ Triana, Ajeng; Hidayah; Ridlo; Ambarsari (2018). "PENGARUH KALSIUM TERHADAP pH TANAH DALAM PROSES BIOSEMENTASI" (PDF). Prosiding Seminar Nasional dan Konsultasi Teknologi Lingkungan: 189–190. 
  27. ^ Mukhlis (2017). "Unsur Hara Makro dan Mikro yang dibutuhkan oleh Tanaman". dtphp.luwuutarakab.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-01-28. 
  28. ^ a b Mandal, Ananya (2019). "Uses of Calcium". News-Medical.net (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-01-23. 
  29. ^ Shita, Amandia Dewi Permana; Sulistyani, Sulistyani (2015-12-16). "PENGARUH KALSIUM TERHADAP TUMBUH KEMBANG GIGI GELIGI ANAK". STOMATOGNATIC - Jurnal Kedokteran Gigi (dalam bahasa Inggris). 7 (3): 41. ISSN 2442-4935. 
  30. ^ a b Newman, Tim (2020). "Calcium: Health benefits, foods, and deficiency". www.medicalnewstoday.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-01-25. 
  31. ^ Maryusman, Taufik (2017). "Kalsium Pada Tubuh Manusia - Fakultas Ilmu Kesehatan - Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta". fikes.upnvj.ac.id. Diakses tanggal 2022-01-30. 
  32. ^ Lestari, Raka (2021). "Tanda dan Gejala Awal Kekurangan Kalsium pada Tubuh". Gaya.id. Diakses tanggal 2022-01-30. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]