Bahasa Belanda

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Belanda
Nederlands
Pelafalan[ˈneːdərlɑnts]  ( dengarkan)
Dituturkan diBelanda dan Belgia
WilayahBelanda, Flandria, Suriname;
Juga di Aruba, Curaçao, dan Sint Maarten
Etnis
Penutur bahasa
25 juta jiwa  (2021)e19
Jumlah (L1 dan L2): 30 juta (2021)[1][2]
Bentuk awal
Dialek
Alfabet Latin (Belanda)
Status resmi
Bahasa resmi di
 Belgia
 Belanda
 Suriname
 Uni Eropa
Diatur olehNederlandse Taalunie
(Uni Bahasa Belanda)
Kode bahasa
ISO 639-1nl
ISO 639-2dut (B)
nld (T)
ISO 639-3nld Belanda/Flam
Glottologmode1257[3]
Linguasfer52-ACB-a
{{{mapalt}}}
Negara dan wilayah berbahasa Belanda dan Afrikaans
{{{mapalt2}}}
Penyebaran bahasa Belanda dan bahasa-bahasa Franka Hilir lainnya di Eropa
Artikel ini mengandung simbol fonetik IPA. Tanpa bantuan render yang baik, Anda akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan karakter Unicode. Untuk pengenalan mengenai simbol IPA, lihat Bantuan:IPA

Bahasa Belanda (Nederlands) adalah bahasa yang dituturkan oleh 20 juta jiwa di seluruh dunia dan merupakan bagian dari bahasa Jermanik Barat yang besar, bersama dengan Bahasa Inggris dan Bahasa Jerman di dalamnya. Bahasa Belanda berdasarkan bahasa Franka Hilir. Ketika suku-suku Jerman datang menetap di muara Sungai Rhein, Maas, dan Schelde, bangsa Franka sangat berpengaruh sehingga berkembang menjadi bahasa Belanda dan suku-suku yang masih dekat berkerabat seperti suku Frisia dan Saxon yang lebih banyak hidup di pesisir kala itu. Bahasa Belanda merupakan cabang dari bahasa Jermanik, dan juga merupakan cabang dari bahasa Indo-Eropa.

Selain itu, bahasa Belanda dan bahasa Jerman Hilir bersama-sama memiliki ciri khas tertentu yang menggolongkan keduanya pada kelompok bahasa Ingvaeonik. Bahasa Inggris dan bahasa Frisia keduanya juga memiliki ciri-ciri Ingvaeonik. Sementara itu, bahasa Jerman Hulu tidak memilikinya.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Faksimile: Abent omnes uolucres nidos inceptos nisi ego e tu. Hebban olla uogala nestas bigunnan hinase hi(c) (e)nda thu ...uug....mb ada....e nu.

Sangat lama dipercayai bahwa bukti Bahasa Belanda tertua adalah sebuah kalimat berikut:
“Hebban olla vogala nestas bigunnan hinase hic enda thu wat unbidan we nu”.
Dalam Bahasa Belanda modern:
“Hebben alle vogels nesten begonnen behalve ik en u. Waarop wachten we nog?”
Artinya:
“Semua burung sudah membuat sarang kecuali aku dan engkau, apa yang kita tunggu?”.

Kalimat ini kira-kira ditulis pada tahun 1075 oleh seorang biarawan Flandria di Rochester, Inggris.

Karya sastra pertama yang ada adalah Karel ende Elegast.

Fonologi[sunting | sunting sumber]

Bahasa Belanda mempunyai 26 fonem, yaitu 23 konsonan dan 17 vokal. Berikut ini adalah tabel fonem bahasa Belanda:

Vokal Pendek
Depan tak Bulat Depan Bulat Madya Belakang
Tertutup ɪ ʏ
Hampir Tertutup e ə o
Hampir Terbuka (ɛ) (ɔ)
Terbuka ɑ
Vokal Panjang
Depan tak Bulat Depan Bulat Madya Belakang
Tertutup i ~ y ~ u ~
Hampir Tertutup øː
Hampir Terbuka (ɛː) (ɔː)
Terbuka
Konsonan
  Dwibibir Bibir-gigi Rongga Gigi Pasca-rongga Gigi Langit-langit Belakang Celah-suara
Sengau m n ŋ
Letup p b t d k ɡ (ʔ)
Desis f v s z ʃ ʒ x ɣ ɦ
Getar r
Aproksiman ʋ l j

Sistem Penulisan[sunting | sunting sumber]

Huruf besar Huruf kecil IPA Huruf besar Huruf kecil IPA
A a /aː/ N n /n/
B b /b/ O o /o/
C c /k/ ~ /s/ P p /p/
D d /d/ Q q /k/
E e /e/ R r /r/ ~ /ɾ/ ~ /ɹ/ ~ /ʀ/ ~ /ʁ/
F f /f/ S s /s/
G g /ɣ/ ~ /x/ ~ /χ/ ~ /ʒ/ T t /t/
H h /ɦ/ U u /y/
I i /i/ V v /v/
J j /j/ W w /ʋ/
K k /k/ X x /ks/
L l /l/ Y y /ɛɪ/ ~ /j/
M m /m/ Z z /z/

Diakritik[sunting | sunting sumber]

Bahasa Belanda memiliki tambahan alfabet yaitu:

  1. Trema
    yaitu ë
  2. Aksen tirus
    yaitu é
  3. Aksen nontirus
    yaitu è

Diftong[sunting | sunting sumber]

Huruf besar Huruf kecil IPA
Ei ei /ɛi/
IJ ij /ɛi/
Au au /ɑʊ/
Ou ou /ɑʊ/
Ui ui /ʌy/

Tata bahasa Belanda[sunting | sunting sumber]

Tata Bahasa Belanda (Nederlandse grammatica) itu mencakupi sintaksis, deklensi dan konjugasi bahasa Belanda. Kata benda dibagi menjadi tiga genera (maskulin, feminin, neutrum).

Letak persebaran[sunting | sunting sumber]


Flag of Belgium.svg Flag of the Netherlands.svg Bahasa Belanda di seluruh dunia Flag of Suriname.svg Flag of the Netherlands Antilles.svg
Map of the Dutch World.svg
Bahasa Belanda
*di Belanda
*di Belgia
*di Suriname
*di Antillen Belanda dan Aruba
**di Afrika Selatan
 
*di Walonia
*di Prancis
**di Guyana Prancis
*di Jerman
*di Amerika Serikat
*di Indonesia
*di Namibia
 
Bahasa Kreol Belanda:
Petjoh, Javindo, Negerhollands,

Bahasa Belanda-Berbices, (Bahasa Afrikaans)

Bahasa Belanda terutama dipertuturkan di Belanda, Belgia (di dalam wilayah Komunitas Flandria atau Vlaanderen) dan Suriname. Juga di Aruba dan Antillen Belanda (bagian dari Kerajaan Belanda atau dalam bahasa Belanda Het Koninkrijk der Nederlanden) en juga di sudut barat Prancis en beberapa bagian Jerman di daerah perbatasan. Mengenai ketiga daerah yang disebut di awal tadi, "Uni Bahasa Belanda" (De Nederlandse Taalunie (NTU) atau Akademi Bahasa Belanda) menyebutnya sebagai bahasa Belanda Utara, bahasa Belanda Belgia dan bahasa Belanda Suriname. Di Afrika Selatan dan Indonesia, bahasa Belanda banyak dipakai sebagai bahasa sumber. Surat-surat lama dan teks-teks hukum sering kali ditulis dalam bahasa ini. Lebih dari 10.000 mahasiswa di sana bisa membaca bahasa Belanda. Pada tahun 2005, bahasa Belanda dipelajari di 40 negara pada 220 universitas oleh 500 dosen. Pada posisi terdepan adalah Jerman di mana ada 30 jurusan bahasa Belanda dan diikuti oleh Amerika Serikat dan Prancis pada 20 universitas. Kemudian, 0,7 % warga Selandia-Baru menyatakan bahwa bahasa di rumah adalah bahasa Belanda. Di Uni Eropa bahasa Belanda setelah tahun 2004, merupakan bahasa terbesar kedelapan (setelah bahasa Jerman, Prancis, Inggris, Italia, Polandia, Spanyol, dan Rumania). Sebelum tahun 2004, bahasa ini merupakan bahasa keenam.

Bahasa Afrikaans di Afrika Selatan adalah bahasa turunan bahasa Belanda.

Bahasa Belanda di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ European Commission (2006). "Special Eurobarometer 243: Europeans and their Languages (Survey)" (PDF). Europa. Diakses tanggal February 3, 2007.  "1% of the EU population claims to speak Dutch well enough in order to have a conversation." (page 153).
  2. ^ "Dutch". Languages at Leicester. University of Leicester. 
  3. ^ Hammarström, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2019). "Modern Dutch". Glottolog 4.1. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]