Subjek–objek–predikat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Dalam tipologi linguistik, bahasa subjek–objek–predikat (SOP) adalah bahasa yang urutan unsur struktur kalimatnya berupa atau biasanya berupa subjek, objek, dan predikat. Jika bahasa Indonesia adalah bahasa SOP, maka "Adi lantai menyapu" akan menjadi kalimat yang umum, alih-alih "Adi menyapu lantai". Tipologi ini juga dipakai untuk menjelaskan bahasa ergatif seperti bahasa Adygea dan Basque yang memiliki agen sebagai pengganti subjek sehingga urutannya menjadi agen–objek–predikat.

Penggunaan[sunting | sunting sumber]

Struktur
kalimat
Harfiah dalam
bahasa Indonesia
Persentase
bahasa
Contoh bahasa
yang menggunakan
SOP "Dia -nya mencintai." 45% 45
 
Pashto, Latin, Jepang, Afrikaans
SPO "Dia mencintainya." 42% 42
 
Indonesia, Inggris, Mandarin, Rusia
PSO "Mencintai dia -nya." 9% 9
 
Ibrani Biblikal, Irlandia, Zapotec, Tuareg
POS "Mencintainya dia." 3% 3
 
Malagasi, Baure
OPS "-nya mencintai dia." 1% 1
 
Apalaí (?), Hixkaryana (?)
OSP "-nya dia mencintai." 0% Warao

Disurvei oleh Russell S. Tomlin pada tahun 1980-an.[1][2]

Di antara bahasa-bahasa alami yang mementingkan urutan unsur kalimat, SOP merupakan jenis urutan yang paling banyak digunakan, diikuti oleh subjek–predikat–objek (SPO).[3] Bahasa yang menggunakan struktur SOP meliputi bahasa Afrikaans, Ainu, Akkadia, Amhar, Armenia, Assam, Aymara, Azerbaijan, Basque, Bengal, Burushaski, rumpun bahasa Dogon, Elam, Yunani Kuno, Hindi, Het, Hopi, Hungaria, rumpun bahasa Ijoid, Itelmen, Jepang, Kazakh, Korea, Kurdi, Latin Klasik, Manchu, rumpun bahasa Mande, Marathi, Mongolia, Myanmar, Navajo, Nepali, Nepal, Nivkh, Nobiin, Pali, Pashto, Persia, Punjab, Quechua, Sanskerta, rumpun bahasa Senufo, Seri, Sisilia, Sindhi, Sinhala dan sebagian besar anggota rumpun bahasa Indo-Iran lainnya, Somali dan anggota rumpun bahasa Kushi lainnya, Sumeria, Tagalog, Tibet dan hampir semua anggota rumpun bahasa Tibeto-Burma lainnya, Kannada, Malayalam, Tamil, Telugu, dan semua anggota rumpun bahasa Dravida lainnya, Tigrinya, rumpun bahasa Turk, Turki, Urdu, Yukaghir, serta hampir semua anggota rumpun bahasa Kaukasia.

Struktur kalimat baku bahasa Mandarin adalah SPO, tetapi untuk menyusun kalimat sederhana dengan konteks yang jelas, urutan unsur kalimatnya dapat dibolak-balik sehingga memungkinkan terbentuknya struktur SOP maupun OSP. Sementara itu, bahasa Belanda dan Jerman dianggap berstruktur SPO dalam tipologi konvensional, tetapi SOP dalam tata bahasa generatif.

Ciri-ciri[sunting | sunting sumber]

Bahasa-bahasa SOP memiliki kecenderungan kuat menggunakan posposisi daripada preposisi, meletakkan verba bantu setelah verba tindakan, meletakkan frasa nominal genitif sebelum nomina, meletakkan nama sebelum gelar atau sebutan (misalnya "Tatik Ibu" dan "Jono Kopral", alih-alih "Ibu Tatik" dan "Kopral Jono"), dan memberi subordinator pada akhir klausa subordinat. Bahasa-bahasa tersebut juga memiliki kecenderungan cukup kuat meletakkan ajektiva demonstratif sebelum nomina yang dimodifikasi. Klausa relatif yang mendahului nomina yang dirujuk biasanya menandakan struktur kalimat SOP, tetapi tidak berlaku sebaliknya: umumnya bahasa-bahasa SOP menggunakan klausa relatif prenominal dan posnominal secara berimbang. Bahasa-bahasa itu tampaknya juga memiliki kecenderungan menggunakan susunan frasa adposisional waktu–cara–tempat.

Contoh[sunting | sunting sumber]

Albania[sunting | sunting sumber]

Kalimat Agimi librin e mori.
Kata/Frasa Agimi librin e mori
Harfiah Agimi buku mengambil
Unsur Subjek Objek Predikat
Terjemahan Agimi mengambil buku.

Azerbaijan[sunting | sunting sumber]

Kalimat Yusif almanı yedi.
Kata/Frasa Yusif almanı yedi
Harfiah Yusuf apel makan
Unsur Subjek Objek Predikat
Terjemahan Yusuf makan apel.

Basque[sunting | sunting sumber]

Bahasa Basque tidak memiliki subjek, tetapi agen dengan urutan agen–objek–predikat dalam klausa transitif:

Kalimat Enekok sagarra ekarri du.
Kata/Frasa Enekok sagarra ekarri du
Harfiah Eneko (+ERGATIF) apel membawa VERBA BANTU telah
Unsur Agen Objek Predikat
Terjemahan Eneko telah membawa apel.

Myanmar[sunting | sunting sumber]

Bahasa Myanmar merupakan bahasa analitis.

Kalimat ငါက စက္ကူဘူးကို ဖွင့်တယ်။
Kata/Frasa ငါ က စက္ကူဘူး ကို ဖွင့် တယ်
IPA ŋà
nga
ɡa̰
ga.
seʔkù bú
se'ku bu:
ɡò
gou
pʰwìɴ
hpwin.

de
Harfiah Saya (subj.) kotak (obj.) membuka (sekarang)
Unsur Subjek Objek Predikat
Terjemahan Saya membuka kotak.

Tionghoa[sunting | sunting sumber]

Umumnya, semua anggota rumpun bahasa Tionghoa berstruktur kalimat SPO. Akan tetapi, terutama dalam bahasa Mandarin, penggunaan struktur SOP juga dapat diterima, bahkan ada aturan khusus untuk menyusun kalimat berstruktur SOP.

Kalimat 我把苹果吃了.
Kata/Frasa 苹果 吃了
Alih Aksara píngguǒ chīle
Harfiah Saya nomina sebelum verba apel makan
Unsur Subjek Penanda gramatikal Objek Predikat
Terjemahan Saya makan apel.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Introducing English Linguistics International Student Edition oleh Charles F. Meyer
  2. ^ Russell Tomlin, "Basic Word Order: Functional Principles", Croom Helm, London, 1986, hlm. 22
  3. ^ Crystal, David (1997). The Cambridge Encyclopedia of Language (kedua ed.). Cambridge: Cambridge University Press. ISBN 0-521-55967-7.