Lompat ke isi

Logam mulia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Logam mulia.

Logam mulia atau logam adi adalah logam yang tahan terhadap korosi maupun oksidasi. Beberapa contoh logam yang mulia secara kimia (unsur-unsur yang disetujui hampir seluruh kimiawan) diantaranya rutenium (Ru), rodium (Rh), paladium (Pd), perak (Ag), osmium (Os), iridium (Ir), platina (Pt), dan emas (Au).[1]

Daftar yang lebih inklusif memasukkan salah satu atau lebih dari tembaga (Cu), renium (Re),[2] atau raksa (Hg),[3][4][5] sebagai bagian dari logam mulia. Namun, titanium (Ti), niobium (Nb), dan tantalum (Ta) tidak termasuk sebagai logam mulia meskipun mereka sangat tahan terhadap korosi.

Umumnya logam-logam mulia memiliki harga yang tinggi, karena sifatnya yang langka dan tahan korosi. Logam mulia sangat sukar bereaksi dengan asam. Sekalipun begitu, sebagian logam mulia (misalnya emas) dapat dilarutkan dalam air raja, yaitu campuran pekat dari asam nitrat dan asam klorida. Semua logam mulia merupakan anggota dari logam transisi.

Logam mulia biasa digunakan sebagai perhiasan dan mata uang (emas, perak), bahan nirkarat (stainless) seperti lapisan perak, ataupun katalis (misalnya paladium pada karbon (Pd/C)).

Unsur Logam Mulia

[sunting | sunting sumber]

Logam mulia terdiri dari rutenium (Ru), rodium (Rh), paladium (Pd), perak (Ag), osmium (Os), iridium (Ir), platina (Pt), dan emas (Au). Daftar yang lebih inklusif memasukkan salah satu atau lebih dari tembaga (Cu), renium (Re), atau raksa (Hg), sebagai bagian dari logam mulia. Titanium (Ti), niobium (Nb), dan tantalum (Ta) tidak termasuk sebagai logam mulia meskipun mereka sangat tahan terhadap korosi.

4 5 6 7 8 9 10 11 12
22
Ti
Titanium
23
V
Vanadium
24
Cr
Kromium
25
Mn
Mangan
26
Fe
Besi
27
Co
Kobalt
28
Ni
Nikel
29
Cu
Tembaga
30
Zn
Seng
40
Zr
Zirkonium
41
Nb
Niobium
42
Mo
Molibdenum
43
Tc
Teknesium
44
Ru
Rutenium
45
Rh
Rodium
46
Pd
Paladium
47
Ag
Perak
48
Cd
Kadmium
72
Hf
Hafnium
73
Ta
Tantalum
74
W
Wolfram
75
Re
Renium
76
Os
Osmium
77
Ir
Iridium
78
Pt
Platina
79
Au
Emas
80
Hg
Raksa
  Unsur logam mulia
  Dapat dikategorikan sebagai logam mulia
  Unsur yang tahan korosi namun bukan logam mulia
  Bukan logam mulia

Platina, emas dan raksa dapat dilarutkan dalam akua regia (campuran pekat asam klorida dan asam nitrat). Iridium dan perak tidak dapat larut dalam akua regia. Paladium dan perak dapat larut dalam asam nitrat. Rutenium dapat dilarutkan dalam akua regia hanya ketika dalam keberadaan oksigen, sementara rodium harus dalam bentuk bubuk halus. Niobium dan tantalum tahan terhadap semua asam, termasuk akua regia.[6]

Elektrokimia

[sunting | sunting sumber]

Unsur metalik, termasuk logam mulia atau non-mulia (logam mulia ditulis tebal):[7]

UnsurNomor atom (Z)GolonganPeriodeReaksiPotensialKonfigurasi elektron
Emas7911 (IB)6Au3+ + 3 e → Au1.5 V[Xe] 4f14 5d10 6s1
Platina7810 (VIIIB)6PtO + 2 H+ + 2 e → Pt + H2O0.98 V[Xe] 4f14 5d9 6s1
Iridium779 (VIIIB)6IrO2 + 4 H+ + 4 e → Ir + 2 H2O0.73 V[Xe] 4f14 5d7 6s2
Paladium4610 (VIIIB)5Pd2+ + 2 e → Pd0.915 V[Kr] 4d10
Osmium768 (VIIIB)6OsO2 + 4 H+ + 4 e → Os + 2 H2O0.65 V[Xe] 4f14 5d6 6s2
Perak4711 (IB)5Ag+ + e → Ag0.7993 V[Kr] 4d10 5s1
Raksa8012 (IIB)6Hg2+2 + 2 e→ 2 Hg0.7925 V[Xe] 4f14 5d10 6s2
Polonium8416 (VIA)6Po2+ + 2 e → Po0.6 V[Xe] 4f14 5d10 6s2 6p4
Rodium459 (VIIIB)5Rh2+ + 2 e → Rh0.60 V[Kr] 4d8 5s1
Rutenium448 (VIIIB)5Ru3+ + 3 e → Ru0.60 V[Kr] 4d7 5s1
Tembaga2911 (IB)4Cu2+ + 2 e → Cu0.339 V[Ar] 3d10 4s1
Bismut8315 (VA)6Bi3+ + 3 e → Bi0.308 V[Xe] 4f14 5d10 6s2 6p3
Teknesium437 (VIIB)5TcO2 + 4 H+ + 4 e → Tc + 2 H2O0.272 V[Kr] 4d5 5s2
Renium757 (VIIB)6ReO2 + 4 H+ + 4 e → Re + 2 H2O0.276 V[Xe] 4f14 5d5 6s2
Arsen3315 (VA)4As4O6 + 12 H+ + 12 e → 4 As + 6 H2O0.24 V[Ar] 3d10 4s2 4p3
Antimon5115 (VA)5Sb2O3 + 6 H+ + 6 e → 2 Sb + 3 H2O0.147 V[Kr] 4d10 5s2 5p3
Telurium5216 (VIA)5TeO2 + 4 H+ + 4 e → Te + 2 H2O0.57 V[Kr] 4d10 5s2 5p4

Kolom golongan dan periode menunjukkan posisinya dalam tabel periodik, karenanya, menunjukkan konfigurasi elektronik. Reaksi yang disederhanakan, tercantum dalam kolom berikutnya, bisa juga dibaca secara rinci dari diagram Pourbaix dari unsur yang dipertimbangkan dalam air. Akhirnya kolom potensial menunjukkan potensial listrik dari unsur yang diukur terhadap elektrode hidrogen standar. Semua unsur yang hilang dalam tabel ini adalah entah non-logam atau memiliki potensial standar negatif.

Arsen, antimon dan telurium dianggap merupakan metaloid dan dengan demikian bukan merupakan logam mulia. Juga kimiawan dan ahli metalurgi mempertimbangkan tembaga dan bismut tidak dimasukkan sebgaai logam mulia karena mereka mudah teroksidasi karena reaksi O2 + 2 H2O + 4e ⇄ 4 OH(aq) + 0.40 V yang memungkinkan dalam udara lembap.

Film perak adalah karena sensitivitas yang tinggi terhadap hidrogen sulfida. Patina secara kimia disebabkan oleh serangan oksigen dalam udara basah dan oleh CO2 setelahnya.[6] Di sisi lain, cermin berlapis-renium dikatakan sangat tahan lama,[6] meskipun renium dan teknesium dikatakan memudar perlahan dalam atmosfer lembap.[8]

Tembaga
Rutenium
Rodium
Paladium
Perak
Renium
Osmium
Iridium
Platina
Emas
Raksa

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  • Brooks, Robert R., ed. (1992). Noble Metals and Biological Systems: Their Role in Medicine, Mineral Exploration, and the Environment. Boca Raton, Fla.: CRC Press. ISBN 9780849361647. OCLC 24379749.
Catatan
  1. A. Holleman, N. Wiberg, "Lehrbuch der Anorganischen Chemie", de Gruyter, 1985, edisi ke-33, hlm. 1486
  2. The New Encyclopædia Britannica, edisi ke-15, Vol. VII, 1976
  3. "Die Adresse für Ausbildung, Studium und Beruf". Diarsipkan dari asli tanggal 4 September 2017. Diakses tanggal 25 Maret 2017.
  4. "Dictionary of Mining, Mineral, and Related Terms", Disusun oleh American Geological Institute, edisi ke-2, 1997
  5. Scoullos, M.J., Vonkeman, G.H., Thornton, I., Makuch, Z., "Mercury - Cadmium - Lead: Handbook for Sustainable Heavy Metals Policy and Regulation", Seri: Environment & Policy, Vol. 31, Springer-Verlag, 2002
  6. 1 2 3 A. Holleman, N. Wiberg, "Inorganic Chemistry", Academic Press, 2001
  7. G. Wulfsberg, "Inorganic Chemistry", University Science Books, 2000, pp. 247–249 ✦ Bratsch S. G., "Standard Electrode Potentials and Temperature Coefficients in Water at 298.15 K", Journal of Physical Chemical Reference Data, vol. 18, no. 1, 1989, pp. 1–21 ✦ B. Douglas, D. McDaniel, J. Alexander, "Concepts and Models of Inorganic Chemistry", John Wiley & Sons, 1994, p. E-3
  8. R. D. Peack, "The Chemistry of Technetium and Rhenium", Elsevier, 1966

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]