Sistem organ

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Gambaran sistem saraf di dalam tubuh.

Sistem organ merupakan sekumpulan organ yang bekerja sama untuk melakukan fungsi-fungsi yang lebih kompleks. Dalam melaksanakan kerja sama ini, setiap organ tidak bekerja sendiri-sendiri, tetapi saling bergantung dan saling memengaruhi satu sama lain.

Sistem organ dan fungsinya[sunting | sunting sumber]

Ada berbagai sistem organ pada manusia, yang menyusun anatomi. Hewan juga memiliki sistem organ yang serupa, meskipun hewan yang lebih sederhana mungkin memiliki lebih sedikit organ atau bahkan lebih sedikit sistem organ. Tumbuhan juga memiliki organ, seperti bunga dan daun, yang dikelompokkan juga ke dalam sistem organ.

Sistem organ Deskripsi Organ komponen
Sistem pernapasan bernapas: pertukaran oksigen dan karbon dioksida hidung, mulut, sinus, faring, laring, trakea, bronkus, paru-paru, dan diafragma.
Sistem pencernaan pencernaan: pemecahan dan penyerapan nutrisi, ekskresi limbah padat gigi, lidah, kelenjar ludah, esofagus, lambung, hati, empedu, pankreas, usus halus, usus besar, rektum, anus
Sistem peredaran darah mengedarkan darah untuk mengangkut nutrisi, limbah, hormon, O2, CO2, dan membantu menjaga pH dan suhu darah, jantung, arteri, vena, kapiler
Sistem perkemihan menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, memurnikan darah, dan mengekskresikan limbah cair (urin) ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra
Sistem integumen perlindungan eksterior tubuh dan pengaturan suhu kulit, rambut, kelenjar eksokrin, lemak, dan kuku
Sistem rangka mendukung dan melindungi struktur tubuh, produksi sel darah tulang, kartilago, ligamen, dan tendon
Sistem otot pergerakan tubuh, produksi panas otot rangka, otot plos, dan otot jantung
Sistem endokrin komunikasi dalam tubuh menggunakan hormon yang dibuat oleh kelenjar endokrin hipotalamus, pituitari, kelenjar pineal, tiroid, paratiroid, adrenal, ovarium, testis
Sistem limfatik mengembalikan cairan (getah bening) ke aliran darah, membantu respons imun, membentuk sel darah putih limfa, kelenjar limfa, pembuluh limfa, amandel, limpa, timus
Sistem saraf merasakan dan memproses informasi, mengendalikan aktivitas tubuh otak, sumsum tulang belakang, saraf, organ sensorik (misalnya penglihatan, bau, rasa, pendengaran)
Sistem reproduksi alat kelamin yang terlibat dalam reproduksi ovarium, saluran tuba, rahim, vagina, kelenjar susu, penis, testis, vas deferens, vesikula seminalis, dan prostat

Beberapa organ berada di lebih dari satu sistem. Misalnya, hidung merupakan bagian dari sistem pernapasan dan juga merupakan organ sensorik pada sistem saraf. Testis dan ovarium merupakan bagian dari sistem reproduksi dan sistem endokrin.

Sistem tubuh dan sistem organ[sunting | sunting sumber]

Ada sistem lain di dalam tubuh yang bukan sistem organ. Misalnya, sistem imun (kekebalan tubuh) yang melindungi organisme dari infeksi, tetapi bukan merupakan sistem organ karena tidak terdiri dari organ-organ. Sistem ekskresi merupakan sistem tubuh yang bekerja secara pasif untuk mengeluarkan zat sisa, baik melalui urin maupun keringat.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]