Anatomi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Ilustrasi anatomi manusia yang dibuat oleh Leonardo da Vinci

Anatomi (dari bahasa Yunani Kuno anatomḗ 'pembedahan' dan anatémnō 'memotong') adalah cabang dari biologi yang mempelajari susunan tubuh makhluk hidup.[1] Istilah anatomi digunakan untuk ilmu tentang struktur tubuh manusia dan hewan,[2] sementara struktur tumbuhan dipelajari dalam anatomi tumbuhan. Anatomi telah dipelajari sejak zaman prasejarah. Anatomi dan fisiologi, yang masing-masing mempelajari struktur dan fungsi organisme dan bagian-bagiannya, merupakan pasangan alami dari disiplin ilmu yang terkait, dan keduanya sering dipelajari bersama-sama. Anatomi manusia merupakan salah satu ilmu dasar esensial yang diterapkan dalam kedokteran.[3]

Disiplin ilmu anatomi secara garis besar dibagi menjadi anatomi makroskopis dan mikroskopis. Anatomi makroskopis, atau anatomi kasar, adalah pemeriksaan bagian-bagian tubuh menggunakan penglihatan tanpa bantuan. Anatomi makroskopis juga mencakup anatomi superfisial. Anatomi mikroskopis melibatkan penggunaan instrumen optik untuk mempelajari jaringan, yang dikenal sebagai histologi, dan juga dalam studi sel.

Dalam sejarahnya, anatomi mengalami perkembangan yang progresif akan pemahaman struktur dan fungsi tubuh manusia. Metode-metode yang digunakan telah meningkat dengan drastis, dari pemeriksaan hewan dengan pembedahan kadaver dan karkas hingga teknik pencitraan medis yang dikembangkan pada abad ke-20, seperti sinar-X, ultrasonografi, dan pencitraan resonansi magnetik.

Definisi[sunting | sunting sumber]

Berasal dari bahasa Yunani Kuno ἀνατομία anatomía, dari kata ἀνατομή anatomḗ 'pembedahan' (dari ἀνατέμνω anatémnō 'saya memotong, membuka' dari ἀνά aná 'naik', dan τέμνω témnō 'saya memotong'),[4] anatomi adalah studi ilmiah tentang struktur organisme, termasuk sistem organ, organ, dan jaringannya. Anatomi mencakup tampilan dan posisi berbagai bagian tubuh, bahan penyusunnya, lokasinya, dan hubungannya dengan bagian-bagian lain. Anatomi cukup berbeda dari fisiologi dan biokimia, yang masing-masing berhubungan dengan fungsi bagian-bagian tersebut dan proses kimia yang terlibat. Misalnya, seorang ahli anatomi memperhatikan bentuk, ukuran, posisi, struktur, suplai darah, dan persarafan organ seperti hati; sementara seorang ahli fisiologi tertarik pada produksi empedu, peran hati dalam nutrisi, dan pengaturan fungsi tubuh.[5]

Disiplin anatomi dapat dibagi lagi menjadi beberapa cabang, di antaranya anatomi makroskopis dan anatomi mikroskopis.[6] Anatomi makroskopis adalah studi tentang struktur yang ukurannya cukup besar untuk dilihat dengan mata telanjang, dan juga mencakup anatomi permukaan atau anatomi superfisial, yaitu studi dengan melihat karakteristik eksternal tubuh. Anatomi mikroskopis adalah studi tentang struktur tubuh pada skala mikroskopis, bersama dengan histologi (studi tentang jaringan) dan embriologi (studi tentang organisme dalam kondisi pranatal).[7]

Anatomi dapat dipelajari baik menggunakan metode invasif maupun noninvasif dengan tujuan memperoleh informasi tentang struktur dan organisasi organ dan sistem organ.[7] Metode yang digunakan meliputi diseksi, ketika tubuh dibuka dan organnya dipelajari, dan endoskopi, ketika instrumen yang dilengkapi kamera video dimasukkan melalui sayatan kecil di permukaan tubuh dan digunakan untuk mengeksplorasi organ dalam dan struktur lainnya. Angiografi menggunakan sinar-X atau angiografi resonansi magnetik adalah metode untuk memvisualisasikan pembuluh darah.[8][9][10][11]

Istilah "anatomi" biasanya digunakan untuk merujuk pada anatomi manusia. Namun, secara substansial struktur dan jaringan yang sama juga ditemukan di seluruh kerajaan hewan dan istilah ini juga mencakup anatomi hewan lain. Istilah zootomi juga kadang-kadang digunakan untuk secara khusus merujuk pada anatomi hewan nonmanusia. Struktur dan jaringan tumbuhan memiliki sifat yang berbeda dan dipelajari dalam anatomi tumbuhan.[5]

Anatomi vertebrata[sunting | sunting sumber]

Tengkorak tikus

Semua vertebrata memiliki penampang tubuh dasar yang serupa dan pada beberapa titik dalam hidupnya (sebagian besar pada tahap embrionik), mereka memiliki karakteristik Chordata utama, yakni notokorda berupa batang kaku; tabung neuron berongga di bagian punggung dan berisi bahan saraf; lengkungan faringeal; dan sebuah ekor di belakang anus. Sumsum tulang belakang dilindungi oleh koluma vertebra dan berada di atas notokorda, sementara saluran pencernaan berada di bawahnya.[12] Jaringan saraf berasal dari ektoderm, jaringan ikat berasal dari mesoderm, sedangkan pencernaan berasal dari endoderm. Di ujung posterior terdapat ekor yang merupakan kelanjutan dari tulang belakang dan sumsum tulang belakang, tetapi bukan kelanjutan dari pencernaan. Mulut ditemukan di ujung anterior hewan, sementara anus ditemukan di pangkal ekor.[13] Karakteristik sepesifik dari vertebrata adalah koluma vertebra, yang terbentuk melalui pengembangan tulang belakang secara berseri dan tersegmentasi. Pada sebagian besar vertebrata, notokorda menjadi nukleus pulposus dari cakram intervertebral. Namun, beberapa vertebrata lain, seperti ikan sturgeon dan Coelacanth, mempertahankan notokorda hingga dewasa.[14] Vertebrata berahang dicirikan oleh ekstremitas, sirip, atau kaki yang berpasangan dan mungkin akan hilang secara sekunder. Anggota tubuh vertebrata dianggap homolog karena memiliki struktur kerangka dasar yang sama dan diwarisi dari nenek moyang bersama paling terkini mereka. Inilah salah satu argumen yang dikemukakan oleh Charles Darwin untuk mendukung teori evolusinya.[15]

Anatomi ikan[sunting | sunting sumber]

Diagram potongan yang menunjukkan berbagai organ ikan

Tubuh ikan terbagi menjadi kepala, badan, dan ekor, meskipun pembagian antara ketiganya tidak selalu terlihat dari luar. Kerangka, yang membentuk struktur pendukung di dalam ikan, bisa terbuat dari tulang rawan pada Chondrichthyes atau tulang pada Osteichthyes. Unsur kerangka yang utama adalah koluma vertebra, yang terdiri atas rangkaian tulang belakang terartikulasi yang ringan tetapi kuat. Tulang rusuk ikan menempel pada koluma vertebra dan mereka tidak memiliki ekstremitas (anggota badan) maupun gelang ekstremitas. Ciri-ciri eksternal utama ikan, yakni sirip, tidak berhubungan langsung dengan koluma vertebra, kecuali sirip ekor. Sirip didukung oleh otot-otot yang membentuk bagian utama dari badan atau batang tubuh.[16] Jantung memiliki dua ruang dan memompa darah melalui permukaan insang dan ke seluruh tubuh dalam satu putaran peredaran darah.[17] Mata teradaptasi untuk melihat bawah air dan hanya memiliki penglihatan lokal. Ada telinga dalam tetapi tidak ada telinga luar atau telinga tengah. Getaran berfrekuensi rendah dideteksi oleh gurat sisi, sebuah organ indera yang terdapat di sepanjang sisi tubuh ikan, yang dapat mendeteksi perubahan tekanan air dan pergerakan di dekat ikan.[16]

Hiu dan pari adalah ikan basal dengan banyak ciri anatomi primitif yang mirip dengan ikan purba, termasuk kerangka mereka yang tersusun dari tulang rawan. Tubuh mereka cenderung rata secara dorso-ventral dan mereka biasanya memiliki lima pasang celah insang serta mulut besar yang terletak di bagian bawah kepala. Dermis ditutupi oleh sisik plakoid dermal yang terpisah. Mereka memiliki kloaka yang menjadi muara saluran kemih dan alat kelamin, tetapi tidak memiliki gelembung renang. Ikan bertulang rawan menghasilkan sejumlah kecil telur berukuran besar yang mengandung kuning telur. Beberapa spesies mereka bersifat ovovivipar yang ikan mudanya berkembang secara internal, sementara ikan lain bersifat ovipar yang larvanya berkembang secara eksternal dalam cangkang telur.[18]

Garis keturunan ikan bertulang sejati menunjukkan karakteristik anatomi yang lebih diturunkan, sering kali dengan perubahan evolusioner besar bila dibandingkan dengan karakteristik ikan purba. Mereka memiliki kerangka dari tulang, umumnya tubuh mereka rata secara lateral, memiliki lima pasang insang yang dilindungi oleh operkulum, dan mulutnya terletak di ujung moncong atau di dekatnya. Dermis ditutupi oleh sisik yang tumpang tindih. Ikan bertulang memiliki gelembung renang yang membantu mereka mempertahankan kedalaman yang konstan di kolom air, tetapi tidak memiliki kloaka. Kebanyakan dari mereka menelurkan sejumlah besar telur berukuran kecil dengan sedikit kuning telur, yang mereka sebarkan ke kolom air.[18]

Anatomi amfibi[sunting | sunting sumber]

Frog skeleton
Kerangka dari katak bertanduk surinam (Ceratophrys cornuta)
Model katak dari plastik

Amfibi adalah kelas hewan yang terdiri dari katak, salamander, dan sesilia. Mereka merupakan tetrapoda, tetapi sesilia dan beberapa spesies salamander tidak memiliki ekstremitas atau ekstremitas mereka sangat mengecil. Tulang-tulang utama mereka berongga dan ringan serta sepenuhnya mengeras, dengan tulang belakang yang saling mengunci satu sama lain dan memiliki tonjolan artikular. Tulang rusuk mereka biasanya pendek dan dapat menyatu dengan tulang belakang. Sebagian besar dari tengkorak mereka lebar dan pendek dan sering terosifikasi dengan tidak lengkap. Kulit mereka mengandung sedikit keratin dan tidak memiliki sisik, tetapi mengandung banyak kelenjar lendir dan pada beberapa spesies, kelenjar racun. Jantung amfibi memiliki tiga ruang, dua serambi dan satu bilik. Mereka memiliki kandung kemih dan zat sisa metabolisme berupa nitrogen diekskresikan terutama sebagai urea. Amfibi bernapas dengan cara pemompaan bukal, yaitu tindakan memompa yang menarik udara melalui lubang hidung ke daerah bukofaringeal, yang kemudian ditutup dan udara dipaksa masuk ke paru-paru oleh kontraksi tenggorokan.[19] Mereka melengkapinya dengan pertukaran gas melalui kulit yang perlu dijaga kelembapannya.[20]

Katak memiliki gelang panggul yang kuat serta kaki belakang yang jauh lebih panjang dan lebih kuat dibandingkan kaki depan. Kaki memiliki empat atau lima jari dan jari-jarinya sering kali berselaput untuk berenang atau memiliki bantalan isap untuk memanjat. Katak memiliki mata yang besar dan tidak memiliki ekor. Salamander penampilannya menyerupai kadal; kaki pendek mereka menonjol ke samping, perutnya dekat atau bersentuhan dengan tanah, dan mereka memiliki ekor yang panjang. Sesilia menyerupai cacing tanah dan tidak berkaki. Mereka menggali liang melalui kontraksi otot yang bergerak di sepanjang tubuh dan mereka berenang dengan meliuk-liukkan tubuh dari sisi ke sisi.[21]

Anatomi reptil[sunting | sunting sumber]

Kerangka dari seekor ular derik punggung berlian (Crotalus atrox)

Reptil adalah kelas hewan yang terdiri dari kura-kura, tuatara, kadal, ular, dan buaya. Mereka merupakan tetrapoda, tetapi ular dan beberapa spesies kadal tidak memiliki ekstremitas atau ekstremitas mereka jauh mengecil. Tulang mereka lebih keras dan kerangka mereka lebih kuat dibandingkan amfibi. Giginya berbentuk kerucut dan sebagian besar ukurannya seragam. Sel-sel permukaan epidermis termodifikasi menjadi sisik-sisik tajam yang menciptakan lapisan kedap air. Reptil tidak dapat menggunakan kulit mereka untuk respirasi seperti halnya amfibi dan memiliki sistem pernapasan yang lebih efisien untuk menarik udara ke paru-paru mereka dengan memperluas dinding dada mereka. Jantung reptil menyerupai amfibi, tetapi ada septum yang lebih lengkap untuk memisahkan aliran darah teroksigenasi dan terdeoksigenasi. Sistem reproduksi telah berkembang untuk fertilisasi internal, dengan organ kopulasi yang terdapat di sebagian besar spesies. Telur reptil dikelilingi oleh selaput amniota yang mencegahnya mengering. Telur diletakkan di darat atau berkembang secara internal pada beberapa spesies. Kandung kemih mereka berukuran kecil karena limbah nitrogen diekskresikan sebagai asam urat.[22]

Anatomi burung[sunting | sunting sumber]

Lukisan bagian sayap burung oleh Albrecht Dürer, c. 1500–1512

Burung merupakan tetrapoda. Meskipun kaki belakang mereka digunakan untuk berjalan atau melompat, kaki depan mereka merupakan sayap yang ditutupi bulu dan teradaptasi untuk terbang. Burung bersifat endotermik, memiliki laju metabolisme yang tinggi, sistem rangka yang ringan, dan otot-otot yang kuat. Tulang-tulang panjangnya tipis, berongga, dan sangat ringan. Kantung udara yang memanjang dari paru-paru menempati bagian tengah beberapa tulang. Tulang dadanya lebar dan biasanya memiliki lunas dan vertebra belakangnya menyatu. Burung tidak memiliki gigi dan rahang sempit mereka beradaptasi menjadi paruh yang tertutup tanduk. Matanya relatif besar, terutama pada spesies nokturnal seperti burung hantu. Wajahnya menghadap ke depan pada predator dan menyamping pada bebek.[23]

Bulu merupakan perkembangan dari epidermis yang menyebar di atas kulit. Bulu besar untuk terbang terdapat pada sayap dan ekor, bulu kontur menutupi permukaan tubuh, sedangkan bulu halus turun ditemukan pada burung muda dan di bawah bulu kontur burung air. Satu-satunya kelenjar kulit adalah kelenjar uropigial tunggal di dekat pangkal ekor, yang menghasilkan sekresi berminyak yang membuat bulu menjadi kedap air saat burung membersihkan diri. Ada sisik di tungkai, kaki, dan cakar di ujung jari kaki.[23]

Anatomi mamalia[sunting | sunting sumber]

Mamalia adalah kelas hewan yang beragam, sebagian besar dari mereka terestrial, tetapi ada juga yang hidup di air dan yang lain telah berevolusi untuk terbang mengepak atau terbang meluncur. Mereka kebanyakan memiliki empat ekstremitas, tetapi beberapa mamalia air tidak memiliki ekstremitas atau termodifikasi menjadi sirip, sementara kaki depan kelelawar termodifikasi menjadi sayap. Kaki sebagian besar mamalia terletak di bawah badan, yang menapak dengan baik di tanah. Tulang mamalia mengeras dengan baik dan giginya, yang biasanya berdiferensiasi, dilapisi lapisan enamel prismatik. Selama hidupnya, gigi mereka tercabut sekali (gigi susu) atau tidak tercabut sama sekali, seperti yang terjadi pada Cetacea. Mamalia memiliki tiga tulang di telinga tengah dan koklea di telinga dalam. Kulit mereka tertutup rambut dan mengandung kelenjar yang mengeluarkan keringat. Beberapa kelenjar terspesialisasi sebagai kelenjar susu, yang menghasilkan susu untuk memberi makan anak mereka. Mamalia bernapas dengan paru-paru dan memiliki diafragma berotot yang memisahkan rongga dada dari perut, yang membantu mereka menarik udara ke paru-paru. Jantung mamalia memiliki empat ruang dengan darah teroksigenasi dan terdeoksigenasi sepenuhnya terpisah. Limbah nitrogen diekskresikan terutama sebagai urea.[24]

Mamalia tergolong amniota dan sebagian besar merupakan vivipar, melahirkan anak yang hidup. Pengecualian untuk ini adalah monotremata, platipus, dan ekidna dari Australia yang bertelur. Sebagian besar mamalia memiliki plasenta, tempat janin yang sedang berkembang memperoleh makanan, tetapi pada marsupialia, tahap janin sangat singkat dan bayi yang lahir belum matang dan harus menemukan jalan ke kantong induknya, tempat ia menempel pada puting susu dan menyelesaikan perkembangannya.[24]

Anatomi manusia[sunting | sunting sumber]

Gambaran anatomi manusia dari tahun 1728
Teknik anatomi modern, MRI, menunjukkan penampang sagital dari kepala

Manusia memiliki tubuh seperti mamalia pada umumnya. Manusia memiliki kepala, leher, batang tubuh (yang meliputi dada dan perut), dua lengan dan tangan, serta dua tungkai dan kaki. Umumnya, mahasiswa ilmu biologi tertentu, paramedis, prostetis dan ortotis, fisioterapis, terapis okupasi, perawat, dan mahasiswa kedokteran mempelajari anatomi makroskopis dan anatomi mikroskopis dari model, kerangka, buku ajar, diagram, foto, kuliah dan tutorial, dan sebagai tambahan, mahasiswa kedokteran umumnya juga belajar anatomi makroskopis melalui praktik pembedahan dan pemeriksaan kadaver. Studi anatomi mikroskopis (atau histologi) dapat dibantu dengan praktik memeriksa preparat histologis di bawah mikroskop.[25]

Anatomi, fisiologi, dan biokimia manusia merupakan ilmu kedokteran dasar yang saling melengkapi, yang umumnya diajarkan kepada mahasiswa kedokteran pada tahun pertama. Anatomi manusia dapat diajarkan secara regional (berdasarkan bagian tubuh seperti kepala dan dada) atau sistemik (seperti sistem saraf atau sistem pernapasan).[7] Buku referensi anatomi utama, Gray's Anatomy, telah direorganisasi dari format sistem ke format regional, sejalan dengan metode pengajaran modern.[26][27] Pengetahuan anatomi yang menyeluruh diperlukan oleh dokter, terutama ahli bedah dan dokter yang bekerja di beberapa spesialisasi diagnostik, seperti patologi anatomi, histopatologi, dan radiologi.[28]

Ahli anatomi akademis biasanya dipekerjakan oleh universitas, pendidikan kedokteran, atau rumah sakit pendidikan. Mereka sering terlibat dalam pengajaran anatomi dan penelitian mengenai sistem, organ, jaringan, atau sel tertentu.[28]

Anatomi invertebrata[sunting | sunting sumber]

Kepala seekor Daphnia jantan, yang tergolong krustasea planktonik

Invertebrata merupakan organisme yang sangat beragam, mulai dari eukariota uniseluler paling sederhana seperti Paramecium hingga hewan multiseluler yang kompleks seperti gurita, lobster, dan capung. Sekitar 95% dari spesies hewan merupakan invertebrata. Menurut definisi, tidak satu pun dari makhluk ini yang memiliki tulang belakang. Sel yang dimiliki oleh protozoa uniseluler memiliki struktur dasar yang sama dengan sel hewan multiseluler, tetapi beberapa bagian sel uniseluler terspesialisasi untuk menjalankan fungsi yang setara dengan jaringan dan organ. Pergerakan sel sering difasilitasi oleh silia atau flagela atau sel dapat bergerak melalui pseudopodia, makanan dapat dikumpulkan dengan fagositosis, kebutuhan energi dapat dipasok oleh fotosintesis, dan sel dapat ditopang oleh endoskeleton atau eksoskeleton. Beberapa protozoa dapat membentuk koloni multiseluler.[29]

Hewan adalah organisme multiseluler, dengan kelompok sel yang berbeda mengerjakan fungsi yang berbeda. Jenis jaringan hewan yang paling dasar adalah jaringan epitel dan jaringan ikat, yang keduanya terdapat di hampir semua invertebrata. Permukaan luar epidermis biasanya terbentuk dari sel-sel epitel dan mengeluarkan matriks ekstraseluler yang memberikan dukungan kepada organisme. Endoskeleton yang berasal dari mesoderm terdapat pada Echinodermata, Porifera, dan beberapa Cephalopoda. Eksoskeleton berasal dari epidermis dan terdiri dari kitin pada artropoda (serangga, laba-laba, kutu, udang, kepiting, lobster). Kalsium karbonat membentuk cangkang moluska, brakiopoda, dan beberapa cacing polychaeta pembentuk tabung, sementara silika membentuk kerangka luar diatom dan radiolaria yang berukuran mikroskopis.[30] Invertebrata lain mungkin tidak memiliki struktur kaku, tetapi epidermis dapat mensekresikan berbagai lapisan permukaan seperti pinakoderm pada porifera, kutikula bergelatin pada Cnidaria (polip, anemon laut, ubur-ubur), serta kutikula berkolagen pada Annelida. Lapisan epitel di bagian luar dapat berupa sel sensorik, sel kelenjar, dan sel penyengat. Mungkin juga ada tonjolan seperti mikrovili, silia, bulu atau rambut kejur, duri, dan tuberkel.[31]

Anatomi artropoda[sunting | sunting sumber]

Artropoda merupakan filum terbesar dalam kerajaan hewan yang diketahui memiliki lebih dari satu juta spesies. Serangga memiliki tubuh tersegmentasi yang dilapisi oleh penutup luar bersendi jelas, yaitu eksoskeleton, yang sebagian besar terbuat dari kitin. Segmen tubuh diatur menjadi tiga bagian yang berbeda, yakni kepala, dada, dan perut. Kepala biasanya memiliki sepasang antena sensorik, sepasang mata majemuk, satu hingga tiga mata sederhana, dan tiga set struktur yang dimodifikasi untuk membentuk bagian mulut. Dada memiliki tiga pasang kaki tersegmentasi. Ada tiga segmen pada dada yang masing-masing-masing-masing memiliki sepasang kaki, serta terdapat satu atau dua pasang sayap. Perut terdiri dari sebelas segmen, beberapa di antaranya mungkin menyatu dan berisi sistem pencernaan, pernapasan, ekskresi, dan reproduksi.[32] Ada variasi yang cukup besar di antara spesies dan banyak adaptasi pada beberapa bagian tubuh, terutama sayap, kaki, antena, dan bagian mulut.[33]

Laba-laba, yang termasuk dalam kelas Arachnida, memiliki empat pasang kaki; tubuhnya terbagi menjadi dua segmen: sefalotoraks dan perut. Laba-laba tidak memiliki sayap dan tidak memiliki antena. Mereka memiliki bagian mulut yang disebut chelicerae yang sering kali terhubung ke kelenjar racun karena kebanyakan laba-laba berbisa. Mereka memiliki sepasang struktur sekunder yang disebut pedipalpus yang melekat pada sefalotoraks. Pedipalpus memiliki segmentasi yang mirip dengan kaki dan berfungsi sebagai organ pengecap dan penciuman. Di ujung masing-masing pedipalpus jantan terdapat simbium berbentuk sendok yang berfungsi menopang organ kopulasi.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Ilustrasi awal temuan anatomi manusia

Zaman Kuno[sunting | sunting sumber]

Pada 1600 SM, Papirus Edwin Smith, sebuah teks medis Mesir Kuno, telah menggambarkan jantung, pembuluh darah, hati, limpa, ginjal, hipotalamus, rahim dan kandung kemih, serta menunjukkan bahwa pembuluh darah berasal dari jantung. Papirus Ebers (c. 1550 SM) menampilkan "risalah tentang jantung", yang menjelaskan bahwa pembuluh membawa semua cairan tubuh ke atau dari setiap anggota tubuh.[34]

Kota Iskandariyah pada masa Kerajaan Ptolemaik tidak hanya memiliki perpustakaan terbesar berisi buku-buku dan catatan medis, tetapi juga menjadi tempat tinggal bagi banyak praktisi medis dan filsuf.[35] Dua ahli anatomi dan fisiologi paling terkenal abad ketiga adalah Herofilos dan Erasistratos. Kedua dokter ini membantu merintis pembedahan manusia untuk penelitian medis. Mereka juga melakukan viviseksi terhadap mayat para penjahat yang dihukum, yang dianggap tabu sampai Renaisans. Herofilos diakui sebagai orang pertama yang melakukan pembedahan sistematis,[36] dan ia menjadi terkenal karena karya-karya anatominya memberikan kontribusi yang mengesankan pada banyak cabang anatomi dan banyak aspek kedokteran lainnya.[37] Di antara beberapa karyanya yaitu pengelompokan sistem denyut nadi, penemuan bahwa arteri manusia memiliki dinding yang lebih tebal dibandingkan vena, dan bahwa atrium adalah bagian dari jantung. Pengetahuan Herofilos tentang tubuh manusia memberi pengetahuan penting untuk memahami otak, mata, hati, organ reproduksi, dan sistem saraf, serta mengkarakterisasi perjalanan penyakit.[38] Sementara itu, Erasistratos secara akurat menggambarkan struktur otak, termasuk rongga dan membrannya, serta membuat perbedaan antara otak besar dan otak kecil.[39] Selama studi di Iskandariyah, Erasistratos secara khusus memperhatikan studi tentang sistem peredaran darah dan saraf. Ia mampu membedakan saraf sensorik dan motorik dalam tubuh manusia dan percaya bahwa udara masuk ke paru-paru dan jantung, yang kemudian dibawa ke seluruh tubuh. Pembedaan antara arteri dan vena yang dikemukakannya—bahwa arteri yang membawa udara ke seluruh tubuh, sedangkan vena yang membawa darah dari jantung—merupakan penemuan anatomi yang hebat. Erasistratos juga bertanggung jawab atas penamaan dan penggambaran fungsi epiglotis dan katup jantung, termasuk trikuspid.[40] Pada abad ketiga, dokter-dokter Yunani mampu membedakan saraf dari pembuluh darah dan tendon,[41] dan menyadari bahwa saraf menyampaikan impuls saraf.[35] Herofilos menyatakan bahwa kerusakan saraf motorik menyebabkan kelumpuhan,[42] menamai meninges dan ventrikel di otak, membuat pembagian antara otak kecil dan otak besar dan menyatakan bahwa otak adalah "pusat intelek" dan bukan "ruang pendingin" seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles.[43] Herofilos juga diakui sebagai orang yang menjelaskan saraf optikus, okulomotorius, divisi motorik dari saraf trigeminalis, wajah, vestibulokoklearis, dan hipoglosus.[44]

Peralatan bedah ditemukan pertama kali oleh Abu al-Qasim al-Zahrawi pada abad ke-11
Anatomi mata pertama kalinya dalam sejarah oleh Hunain bin Ishaq pada abad ke-9
Ilustrasi anatomi pada abad ke-13

Temuan besar terjadi pada abad ketiga SM, baik dalam sistem pencernaan maupun reproduksi. Herofilos menemukan dan mendeskripsikan kelenjar ludah, usus kecil, dan hati. Dia menunjukkan bahwa rahim adalah organ berongga dan menggambarkan ovarium dan saluran rahim. Herofilos menyatakan bahwa spermatozoa diproduksi oleh testis dan merupakan orang pertama yang mengidentifikasi kelenjar prostat.[44] Anatomi otot dan kerangka dijelaskan dalam Korpus Hippokrates, kumpulan karya medis Yunani Kuno yang ditulis oleh orang-orang yang tidak diketahui.[45] Aristoteles menggambarkan anatomi vertebrata berdasarkan pembedahan hewan, sementara Praxagoras mengidentifikasi perbedaan antara arteri dan vena.[46][47]

Pada abad ke-2, Galenus, seorang ahli anatomi, klinisi, penulis, dan filsuf,[48] menulis risalah anatomi yang terakhir dan sangat berpengaruh pada zaman kuno.[49] Dia mengumpulkan pengetahuan yang telah ada dan mempelajari anatomi melalui pembedahan hewan.[48] Galenus adalah salah satu ahli fisiologi eksperimental pertama bereksperimen melalui viviseksi pada hewan.[50] Gambar-gambar Galenus, yang sebagian besar didasarkan pada anatomi anjing, menjadi satu-satunya buku teks anatomi untuk seribu tahun berikutnya. Karyanya diketahui oleh dokter-dokter Renaisans hanya melalui pengobatan pada Zaman Kejayaan Islam sampai diterjemahkan dari bahasa Yunani pada abad ke-15.[51]

Zaman Pertengahan hingga modern awal[sunting | sunting sumber]

Studi anatomi lengan oleh Leonardo da Vinci, (sekitar 1510)
Bagan anatomis dalam epitom Vesalius,1543
Michiel Jansz van MiereveltPelajaran anatomi oleh Dr. Willem van der Meer, 1617

Anatomi hanya sedikit berkembang dari zaman klasik sampai abad ke-16; seperti yang ditulis oleh sejarawan Marie Boas, "Kemajuan dalam anatomi sebelum abad ke-16 secara misterius lambat, sama halnya dengan perkembangannya setelah tahun 1500 yang sangat pesat".[51]:120–121 Antara tahun 1275 dan 1326, ahli anatomi Mondino de Luzzi, Alessandro Achillini, dan Antonio Benivieni di Bologna melakukan pembedahan manusia sistematis pertama sejak zaman kuno.[52][53][54] Anatomi karya Mondino tahun 1316 adalah buku teks pertama pada Abad Pertengahan yang merekonstruksi ulang pemahaman anatomi manusia. Buku ini menggambarkan tubuh dalam urutan sebagaimana pembedahan yang dilakukan Mondino, dimulai dengan perut, lalu dada, lalu kepala, dan anggota badan. ini adalah buku teks anatomi standar untuk abad berikutnya.[51]

Leonardo da Vinci (1452–1519), yang diberi pengetahuan anatomi oleh Andrea del Verrocchio, memanfaatkan pengetahuannya tersebut dalam karya-karya seninya dan membuat banyak sketsa struktur rangka, otot, serta organ-organ manusia dan vertebrata lain yang dia bedah.[51][55]

Andreas Vesalius (1514–1564), profesor anatomi di Universitas Padova yang berasal dari Kadipaten Brabant, dianggap sebagai bapak anatomi manusia modern.[56] Ia menerbitkan buku yang berpengaruh, De humani corporis fabrica ("struktur tubuh manusia"), buku berformat besar dalam tujuh volume, pada 1543.[57] Ilustrasi yang akurat dan detail yang rumit, sering kali digambarkan dalam pose alegori terhadap lanskap Italia, dibuat oleh seniman Jan Stephan Kalkar, murid dari Tiziano Vecelli.[58][59] Para ahli muslim juga telah menuliskan buku-buku anatomi. Sebagai contoh, Qanun Kedokteran karya Ibnu Sina pada abad ke-10 menjelaskan tentang anatomi tulang manusia dan cara pengobatan penyakitnya. Selain itu, terdapat naskah dari sekitar abad ke-15 pada masa pemerintahan Mamluk yang memuat penjelasan terperinci mengenai anatomi kuda.[60][61]

Zaman modern akhir[sunting | sunting sumber]

Sebelum era medis modern, sarana utama untuk mempelajari struktur internal tubuh adalah diseksi jenazah, serta inspeksi, palpasi, dan auskultasi orang hidup. Penemuan mikroskop lantas membuka pemahaman tentang keberadaan blok pembangun jaringan kehidupan. Kemajuan teknis dalam pengembangan lensa akromatik meningkatkan daya resolusi mikroskop dan sekitar tahun 1839, Matthias Jakob Schleiden dan Theodor Schwann mengidentifikasi bahwa sel adalah unit dasar organisasi semua makhluk hidup. Struktur berukuran kecil dipelajari dengan melewatkan cahaya melalui sel dan menggunakan mikrotom untuk membuat irisan jaringan yang cukup tipis untuk diperiksa. Teknik pewarnaan menggunakan pewarna buatan digunakan untuk membantu membedakan berbagai jenis jaringan. Kemajuan di bidang histologi dan sitologi dimulai pada akhir abad ke-19,[62] seiring dengan kemajuan teknik bedah yang memungkinkan pengangkatan spesimen biopsi dengan aman dan tanpa rasa sakit. Penemuan mikroskop elektron membawa kemajuan besar dalam kekuatan resolusi dan memungkinkan penelitian tentang ultrastruktur sel dan organel, serta struktur lain di dalamnya. Pada sekitar waktu yang sama, tahun 1950-an, penggunaan kristalografi sinar-X untuk mempelajari struktur kristal protein, asam nukleat, dan molekul biologis lainnya memunculkan bidang baru yaitu anatomi molekuler.[62]

Kemajuan yang sama pentingnya terjadi dalam teknik noninvasif untuk memeriksa struktur interior tubuh. Sinar-X dapat melewati tubuh dan digunakan dalam radiografi dan fluoroskopi medis untuk membedakan struktur interior yang memiliki tingkat keburaman yang bervariasi. Pencitraan resonansi magnetik, tomografi terkomputasi, dan ultrasonografi medis memungkinkan pemeriksaan struktur internal dengan detail yang belum pernah diamati sebelumnya hingga tingkat yang jauh melampaui imajinasi cendekiawan pada generasi-generasi sebelumnya.[63]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Pearce, Evelyn Clare (2016). Anatomi Dan Fisiologi Untuk Paramedis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. hlm. 1. ISBN 978-979-22-5147-0. 
  2. ^ Marcovitch, Harvey, ed. (2005). Black's Medical Dictionary (PDF) (edisi ke-41). London: A&C Black. hlm. 38. 
  3. ^ Arráez-Aybar; dkk. (2010). "Relevance of human anatomy in daily clinical practice". Annals of Anatomy - Anatomischer Anzeiger. 192 (6): 341–348. doi:10.1016/j.aanat.2010.05.002. PMID 20591641. 
  4. ^ O.D.E. 2nd edition 2005
  5. ^ a b Bozman, E. F., ed. (1967). Everyman's Encyclopedia: Anatomy. J. M. Dent & Sons. hlm. 272. ASIN B0066E44EC. 
  6. ^ "Anatomy". The Free Dictionary. Farlex. 2007. Diakses tanggal 8 Juli 2013. 
  7. ^ a b c "Introduction page, "Anatomy of the Human Body". Henry Gray. 20th edition. 1918". Diarsipkan dari versi asli tanggal 16 Maret 2007. Diakses tanggal 19 Maret 2007. 
  8. ^ Gribble N, Reynolds K (1993). "Use of Angiography to Outline the Cardiovascular Anatomy of the Sand Crab Portunus pelagicus Linnaeus". Journal of Crustacean Biology. 13 (4): 627–637. doi:10.1163/193724093x00192. JSTOR 1549093. 
  9. ^ Benson KG, Forrest L (1999). "Characterization of the Renal Portal System of the Common Green Iguana (Iguana iguana) by Digital Subtraction Imaging". Journal of Zoo and Wildlife Medicine. 30 (2): 235–241. PMID 10484138. 
  10. ^ "Magnetic Resonance Angiography (MRA)". Johns Hopkins Medicine. 
  11. ^ "Angiography". National Health Service. Diakses tanggal 29 April 2014. 
  12. ^ Waggoner, Ben. "Vertebrates: More on Morphology". UCMP. Diakses tanggal 13 Juli 2011. 
  13. ^ Romer, Alfred Sherwood (1985). The Vertebrate Body. Holt Rinehart & Winston. ISBN 978-0-03-058446-6. 
  14. ^ Liem, Karel F.; Warren Franklin Walker (2001). Functional anatomy of the vertebrates: an evolutionary perspective. Harcourt College Publishers. hlm. 277. ISBN 978-0-03-022369-3. 
  15. ^ "What is Homology?". National Center for Science Education. 17 Oktober 2008. Diakses tanggal 28 Juni 2013. 
  16. ^ a b Dorit, R. L.; Walker, W. F.; Barnes, R. D. (1991). ZoologyPerlu mendaftar (gratis). Saunders College Publishing. hlm. 816–818. ISBN 978-0-03-030504-7. 
  17. ^ "The fish heart". ThinkQuest. Oracle. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 April 2012. Diakses tanggal 27 Juni 2013. 
  18. ^ a b Kotpal, R. L. (2010). Modern Text Book of Zoology: Vertebrates. Rastogi Publications. hlm. 193. ISBN 978-81-7133-891-7. 
  19. ^ Stebbins, Robert C.; Cohen, Nathan W. (1995). A Natural History of Amphibians. Princeton University Press. hlm. 24–25. ISBN 978-0-691-03281-8. 
  20. ^ Dorit, R. L.; Walker, W. F.; Barnes, R. D. (1991). ZoologyPerlu mendaftar (gratis). Saunders College Publishing. hlm. 843–859. ISBN 978-0-03-030504-7. 
  21. ^ Stebbins, Robert C.; Cohen, Nathan W. (1995). A Natural History of Amphibians. Princeton University Press. hlm. 26–35. ISBN 978-0-691-03281-8. 
  22. ^ Dorit, R. L.; Walker, W. F.; Barnes, R. D. (1991). ZoologyPerlu mendaftar (gratis). Saunders College Publishing. hlm. 861–865. ISBN 978-0-03-030504-7. 
  23. ^ a b Dorit, R. L.; Walker, W. F.; Barnes, R. D. (1991). ZoologyPerlu mendaftar (gratis). Saunders College Publishing. hlm. 881–895. ISBN 978-0-03-030504-7. 
  24. ^ a b Dorit, R. L.; Walker, W. F.; Barnes, R. D. (1991). ZoologyPerlu mendaftar (gratis). Saunders College Publishing. hlm. 909–914. ISBN 978-0-03-030504-7. 
  25. ^ "Studying medicine". Medschools Online. Diarsipkan dari versi asli tanggal 28 January 2013. Diakses tanggal 27 June 2013. 
  26. ^ Publisher's page for Gray's Anatomy. 39th edition (UK)Perlu mendaftar (gratis). 2004. ISBN 978-0-443-07168-3. 
  27. ^ Publisher's page for Gray's Anatomy. 39th edition (US)Perlu mendaftar (gratis). 2004. ISBN 978-0-443-07168-3. 
  28. ^ a b "American Association of Anatomists". Diarsipkan dari versi asli tanggal 4 April 2019. Diakses tanggal 27 June 2013. 
  29. ^ Ruppert, Edward E.; Fox, Richard, S.; Barnes, Robert D. (2004). Invertebrate Zoology, 7th edition. Cengage Learning. hlm. 23–24. ISBN 978-81-315-0104-7. 
  30. ^ "Exoskeleton". Encyclopædia Britannica. Diakses tanggal 2 July 2013. 
  31. ^ Ebling, F. J. G. "Integument". Encyclopædia Britannica. Diakses tanggal 2 July 2013. 
  32. ^ Gullan, P.J.; Cranston, P. S. (2005). The Insects: An Outline of EntomologyPerlu mendaftar (gratis) (edisi ke-3). Oxford: Blackwell Publishing. hlm. 22–48. ISBN 978-1-4051-1113-3. 
  33. ^ Ruppert, Edward E.; Fox, Richard, S.; Barnes, Robert D. (2004). Invertebrate Zoology, 7th edition. Cengage Learning. hlm. 218–225. ISBN 978-81-315-0104-7. 
  34. ^ Porter, R. (1997). The Greatest Benefit to Mankind: A Medical History of Humanity from Antiquity to the Present. Harper Collins. hlm. 49–50. ISBN 978-0-00-215173-3. 
  35. ^ a b Longrigg, James (December 1988). "Anatomy in Alexandria in the Third Century B.C". The British Journal for the History of Science. 21 (4): 455–488. doi:10.1017/s000708740002536x. JSTOR 4026964. PMID 11621690. 
  36. ^ Bay, Noel Si Yang; Bay, Boon-Huat (2010). "Greek Anatomists Herophilus: The Father of Anatomy". Anatomy and Cell Biology. 43 (3): 280–283. doi:10.5115/acb.2010.43.4.280. PMC 3026179alt=Dapat diakses gratis. PMID 21267401. 
  37. ^ Von Staden, H (1992). "The Discovery of the Body: Human Dissection and Its Cultural Contexts in Ancient Greece". The Yale Journal of Biology and Medicine. 65 (3): 223–241. PMC 2589595alt=Dapat diakses gratis. PMID 1285450. 
  38. ^ Bay, Noel Si Yang; Bay, Boon- Huat (2010). "Greek Anatomist Herophilus: The Father of Anatomy". Anatomy & Cell Biology. 43 (3): 280–283. doi:10.5115/acb.2010.43.4.280. PMC 3026179alt=Dapat diakses gratis. PMID 21267401. 
  39. ^ Eccles, John. "Erasistratus Biography (304B.C-250B.C)". faqs.org. faqs.org. Diakses tanggal 25 November 2015. 
  40. ^ Britannica. "Erasistratus of Ceos: Greek Physician". britannica.com. The Encyclopedia of Britannica. Diakses tanggal 25 November 2015. 
  41. ^ Wiltse, LL; Pait, TG (1 September 1998). "Herophilus of Alexandria (325-255 B.C.) The Father of Anatomy". Spine. 23 (17): 1904–1914. doi:10.1097/00007632-199809010-00022. PMID 9762750. 
  42. ^ Bay, Noel Si Yang; Bay, Boon-Huat (2010). "Greek Anatomist Herophilus: The Father of Anatomy". Anatomy & Cell Biology. 43 (3): 280–283. doi:10.5115/acb.2010.43.4.280. PMC 3026179alt=Dapat diakses gratis. PMID 21267401. 
  43. ^ Wills, Adrian (1999). "Herophilus, Ersasistratus, and the birth of neuroscience". The Lancet. 354 (9191): 1719–1720. doi:10.1016/S0140-6736(99)02081-4. PMID 10568587. Diakses tanggal 25 November 2015. 
  44. ^ a b Von Staden, Heinrich (October 2007). Herophilus: The Art of Medicine in Early Alexandria. Cambridge University Press. ISBN 9780521041782. Diakses tanggal 25 November 2015. 
  45. ^ Gillispie, Charles Coulston (1972). Dictionary of Scientific Biography. VI. New York: Charles Scribner's Sons. hlm. 419–427. 
  46. ^ Lang, Philippa (2013). Medicine and Society in Ptolemaic Egypt. Brill NV. hlm. 256. ISBN 978-9004218581. 
  47. ^ "Alexandrian Medicine" Diarsipkan 20 February 2017 di Wayback Machine.. Antiqua Medicina – from Homer to Vesalius. University of Virginia.
  48. ^ a b Hutton, Vivien. "Galen of Pergamum". Encyclopædia Britannica 2006 Ultimate Reference Suite DVD. 
  49. ^ Charon NW, Johnson RC, Muschel LH (1975). "Antileptospiral activity in lower-vertebrate sera". Infect. Immun. 12 (6): 1386–1391. doi:10.1128/IAI.12.6.1386-1391.1975. PMC 415446alt=Dapat diakses gratis. PMID 1081972. 
  50. ^ Brock, Arthur John (translator) Galen. On the Natural Faculties. Edinburgh, 1916. Introduction, page xxxiii.
  51. ^ a b c d Boas, Marie (1970) [first published by Collins, 1962]. The Scientific Renaissance 1450–1630. Fontana. hlm. 120–143. 
  52. ^ Zimmerman, Leo M.; Veith, Ilza (1993). Great Ideas in the History of Surgery. Norman. ISBN 978-0-930405-53-3. 
  53. ^ Crombie, Alistair Cameron (1959). The History of Science From Augustine to Galileo. Courier Dover Publications. ISBN 978-0-486-28850-5. 
  54. ^ Thorndike, Lynn (1958). A History of Magic and Experimental Science: Fourteenth and fifteenth centuries. Columbia University Press. ISBN 978-0-231-08797-1. 
  55. ^ Mason, Stephen F. (1962). A History of the SciencesPerlu mendaftar (gratis). New York: Collier. hlm. 550. 
  56. ^ "Warwick honorary professor explores new material from founder of modern human anatomy". Press release. University of Warwick. Diakses tanggal 8 July 2013. 
  57. ^ Vesalius, Andreas. De humani corporis fabrica libri septem. Basileae [Basel]: Ex officina Joannis Oporini, 1543.
  58. ^ O'Malley, C.D. Andreas Vesalius of Brussels, 1514–1564. Berkeley: University of California Press, 1964.
  59. ^ Renata, Mira. "Meneliti Anatomi". Historia - Majalah Sejarah Populer Pertama di Indonesia. Diakses tanggal 2020-11-02. 
  60. ^ Al Indunisi, Syaifuddin (2010). Ensiklopedia Anak Muslim Edisi Istimewa (Temuan yang Mengubah Dunia). Jakarta: Elex Media Komputindo. hlm. 22. ISBN 978-979-27-8767-2. 
  61. ^ May, Timothy (2017). "Review of Mamluks and Animals. Veterinary Medicine in Medieval Islam (= Sir Henry Wellcome Asian Series, 11)". Sudhoffs Archiv. 101 (2): 217–220. ISSN 0039-4564. 
  62. ^ a b "Microscopic anatomy". Encyclopædia Britannica. Diakses tanggal 14 October 2013. 
  63. ^ "Anatomical Imaging". McGraw Hill Higher Education. 1998. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 March 2016. Diakses tanggal 25 June 2013. 

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]