Hawaii

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Disambig gray.svg
Negara bagian Hawaii
Mokuʻāina o Hawaiʻi
Bendera Hawaii Lambang Hawaii
Bendera Lambang
Julukan: Negara bagian Aloha
Motto: Ua Mau ke Ea o ka ʻĀina i ka Pono
(“Kehidupan Negeri Terus Berlangsung dalam Kebenaran”)

Lagu negara bagian: Hawaiʻi Ponoʻī
(“Putra-putra Sejati Milik Hawaii”)

Peta Amerika Serikat, dengan Hawaii ditandai
Bahasa resmi Inggris, Hawaii
Ibu kota Honolulu
Kota terbesar Honolulu
Area  Peringkat ke-43
 - Total 28,311 km²
 - Lebar n/a km
 - Panjang 2,450 km
 - % perairan 41.2
 - Lintang 18° 55′ N to 28° 27′ N
 - Bujur 154° 48′ W to 178° 22′ W
Penduduk  Peringkat ke-42
 - Total (2000) 1.,295.178 (2010)
 - Kepadatan 72.83 jiwa/km²
Peringkat ke-13 di Amerika Serikat
 - Median income  $63,746 (ke-5)
Ketinggian  
 - Titik tertinggi Mauna Kea[1]
4,205 m
 - Rata-rata 925 m
 - Titik terendah Samudra Pasifik[1]
0 m
Masuk ke Uni  21 Agustus 1959 (ke-50)
Gubernur Linda Lingle (R)
Senator Daniel Inouye (D)
Daniel Akaka (D)
Utusan Kongres Daftar
Zona waktu Hawaii: UTC-10
(tak ada waktu musim panas)
Singkatan HI US-HI
Situs resmi www.hawaii.gov


Hawaii atau Hawai'i (Bahasa Inggris pengucapan: Dengarkani/həˈwʲi/ hə-WY-(y)ee; locally, [həˈwɐ(ɪ)ʔi]; bahasa Hawaii: Hawaiʻi [həˈvɐjʔi]) adalah sebuah negara bagian Amerika Serikat. Hawaii adalah satu-satunya negara bagian (stata) di AS yang terpisah dari benua Amerika dan berupa kepulauan sekaligus masuk Oseania. Kepulauan ini ditemukan oleh James Cook, seorang penjelajah Inggris pada tanggal 10 Januari 1778. Penduduk asli kepulauan Hawaii adalah suku Hawai'i yang merupakan turunan bangsa Polynesia.[2]

Saat ditemukan, Hawaii masih berupa kerajaan yang berturut-turut diperintah oleh raja Kamehameha I hingga Kamehameha IV lalu dilanjutkan oleh Lunailo, Kalakaua, dan pemimpin terakhir adalah Liliuokalani. Setelah ditemukan oleh AS pada tahun 1900, kepulauan ini dikuasai dan disahkan sebagai negara bagian Amerika Serikat ke-50, pada tanggal 21 Agustus 1959. Hawaii merupakan salah satu pulau wisata paling terkenal di dunia, potensi keindahan alam serta wisata bahari yang sangat unik membuat Hawaii dikenal hampir seluruh pelosok dunia. Salah satu tokoh terkenal asal Hawaii adalah Duke Kahanamoku, yang merupakan penemu olah raga selancar.

Etimologi[sunting | sunting sumber]

Asal-usul kata Hawaii berasal dari bahasa Proto-Polinesia (Polinesia Kuno), Hawaiki atau Sawaiki yang berarti "Tanah idaman" atau "Tanah pujaan".[3] Kata ini juga digunakan di tempat-tempat lain di gugus Polynesia, seperti di Selandia Baru: Hawaiki, dan Samoa: Savai'i (Sawa i'i).[4] Beberapa pihak juga mengatakan bahwa kata Hawaii atau Hawai'i berasal dari sebutan Awa i'i (Awa iki) atau Hawa'i'i (Hawa Iki) yang berarti "Jawa Kecil" (Jawa cilik). Tetapi hingga saat ini, hanya ada 2 fakta yang dapat membuktikan kemiripan Hawaii dengan Jawa, yakni etimologi (asal-usul nama wilayah) dan kondisi geografis. Sedangkan suku Hawai'i secara genetikal, penampilan, dan figur, serta dialek bahasa (logat) mereka lebih dekat kemiripannya dengan Suku Maluku di Indonesia Timur.[5]

Namun demikian, ada alasan yang memperkuat bahwa Hawaii mirip dengan Jawa. Yakni karena sama-sama bertipe pulau vulkanik, tanahnya subur, juga banyak pohon-pohon pisang dan kelapa yang tersebar di setiap pemukiman disana seperti halnya yang dimiliki pemukiman di Jawa Tengah dan Jawa Timur, meskipun jumlah dan populasinya kalah dominan dibandingkan tanaman nanas.[6]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Elevations and Distances in the United States". U.S Geological Survey. April 29, 2005. Diakses tanggal November 3, 2006.  Unknown parameter |dateformat= ignored (bantuan)
  2. ^ http://uscode.house.gov/view.xhtml?req=granuleid:USC-prelim-title48-chapter3-front&num=0&edition=prelim | title= 48 USC 3 Hawaii}}
  3. ^ Pollex—a reconstruction of the Proto-Polynesian lexicon, Biggs and Clark, 1994. The asterisk preceding the word signifies that it is a reconstructed word form.
  4. ^ Pukui, Mary Kawena; Elbert, Samuel H. (1986). Hawaiian Dictionary. Honolulu: University of Hawaii Press. p. 62. ISBN 0-8248-0703-0. 
  5. ^ Hendrick et. al. 2008
  6. ^ Nyono & Hikuku et. al. 2010

Pranala luar[sunting | sunting sumber]