Bebek
| Bebek / itik | |
|---|---|
| Seekor Bebek mandarin sedang berenang di atas air | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Aves |
| Ordo: | Anseriformes |
| Superfamili: | Anatoidea |
| Famili: | Anatidae |
| Subfamili yang termasuk | |
|
Lihat teks | |
Bebek atau itik adalah nama umum untuk beberapa spesies burung dalam famili Anatidae. Itik umumnya berukuran lebih kecil dan berleher lebih pendek dibandingkan soang dan angsa, yang merupakan anggota satu keluarga. Terbagi menjadi beberapa subfamili, mereka merupakan bentuk takson; mereka tidak mewakili kelompok monofiletik (kelompok yang terdiri dari semua keturunan dari satu spesies nenek moyang yang sama), karena angsa dan soang tidak dianggap bebek. Bebek sebagian besar adalah burung air, dan dapat ditemukan di air tawar dan air laut.[1]
Bebek kadang-kadang disamakan dengan beberapa burung air yang berhubungan jauh namun mirip dalam penampilan, misalnya burung-selam, titihan, ayam-rawa, dan mandar-hitam.
Beberapa jenis bebek juga dapat melakukan kawin silang, tetapi menghasilkan keturunan yang steril dan tidak bisa memiliki keturunan. Seperti persilangan antara Entog dengan bebek pelari dapat menghasilkan keturunan yang steril, brati dan tiktok.
Taksonomi
[sunting | sunting sumber]Semua bebek termasuk dalam ordo biologis Anseriformes, kelompok yang mencakup bebek, soang, dan angsa, serta burung penjerit, dan angsa murai. Semua bebek termasuk dalam famili biologis Anatidae. Dalam famili tersebut, bebek dibagi menjadi berbagai subfamili dan tribus. Jumlah dan komposisi subfamili dan tribus ini menjadi penyebab perbedaan pendapat yang cukup besar di antara para ahli taksonomi.[2] Beberapa mendasarkan keputusan mereka pada karakteristik morfologi, yang lain pada perilaku bersama atau studi genetik.[3][4] Jumlah subfamili yang disarankan berkisar antara dua hingga lima.[5][6] Tingkat hibridisasi yang signifikan yang terjadi di antara bebek liar mempersulit upaya untuk memisahkan hubungan antara berbagai spesies.[6]

Dalam sebagian besar klasifikasi modern, yang disebut "bebek sejati" termasuk dalam subfamili Anatinae, yang selanjutnya terbagi menjadi beberapa tribus.[7] Tribus terbesar di antaranya Anatini yang mencakup itik pengiprat atau "sungai", dinamai berdasarkan metode makan mereka terutama di permukaan air tawar.[8] "Bebek penyelam", yang juga dinamai berdasarkan metode makan utama mereka, membentuk tribus Aythyini.[9] "Bebek laut" dari tribus Mergini adalah bebek penyelam yang mengkhususkan diri pada ikan dan hewan bercangkang seperti kerang dan menghabiskan sebagian besar hidupnya di air asin.[10] Tribus Oxyurini mencakup stifftails, bebek penyelam yang terkenal karena ukurannya yang kecil dan ekornya yang kaku dan tegak.[11]
Sejumlah spesies lain yang disebut bebek tidak dianggap sebagai "bebek sejati", dan biasanya ditempatkan di subfamili atau suku lain. Belibis ditugaskan ke tribus Dendrocygnini di subfamili Anatinae, Anserinae,[12] atau ke subfamili tersendiri (Dendrocygninae); atau juga famili Dendrocyganidae.[6][13] Itik burik adalah satu-satunya anggota tribus Stictonettini di subfamili Anserinae,[12] atau dalam subfamilinya tersendiri (Stictonettinae).[6] Bebek umukia membentuk tribus Tadornini dalam subfamili Anserinae dalam beberapa klasifikasi,[12] atau subfamili tersendiri (Tadorninae) di klasifikasi lain,[14] sementara bebek pengarung ditempatkan dalam subfamili Anserinae tribus Tachyerini[12] atau digabung dengan bebek umukia dalam tribus Tadorini. Bebek bertengger membentuk tribus Cairinini dalam subfamili Anserinae dalam beberapa klasifikasi, sementara tribus itu dihilangkan dalam klasifikasi lain dan anggotanya dimasukan ke tribus Anatini.[6] Bebek cegar umumnya termasuk dalam subfamili Anserinae dalam tribus monotipik Merganettini,[12] tetapi terkadang termasuk dalam tribus Tadornini.[15] Bebek telinga merah muda kadang-kadang dimasukkan sebagai bebek sejati baik dalam tribus Anatini[12] atau Malacorhynchini,[16] dan di waktu lain dimasukkan dengan bebek umukia dalam tribus Tadornini.[12]
Penampilan
[sunting | sunting sumber]
Secara keseluruhan tubuh bebek berlekuk dan lebar,[1] dan memiliki leher yang relatif panjang, meski tidak sepanjang angsa dan angsa berleher pendek. Bentuk tubuh bebek bervariasi dan umumnya membulat. Paruhnya berbentuk lebar[1] dan mengandung lamellae yang berguna sebagai penyaring makanan. Pada spesies penangkap ikan, paruhnya berbentuk lebih panjang dan lebih kuat. Kakinya yang bersisik kuat dan terbentuk dengan baik, dan umumnya berada jauh di belakang tubuh, yang umum terdapat pada burung akuatik. Sayapnya sangat kuat dan umumnya pendek. Penerbangan bebek membutuhkan kepakan berkelanjutan sehingga membutuhkan otot sayap yang kuat. Tiga spesies bebek pengarung tidak dapat terbang.
Bebek jantan dari spesies di belahan bumi utara kadang-kadang memiliki warna bulu yang menarik. Spesies dari belahan bumi selatan tidak menunjukkan dimorfisme seksual kecuali umukia surga di Selandia Baru yang warna bebek betina lebih cerah daripada bebek jantan. Warna bebek muda, entah itu jantan atau betina, umumnya lebih mirip bebek betina dewasa.[17]
Makanan
[sunting | sunting sumber]Bebek memakan makanan yang bervariasi, seperti rumput, tanaman air, ikan, serangga, amfibi kecil, cacing, dan moluska kecil. Bebek penyelam dan bebek laut mencari makanan di kedalaman air. Untuk memudahkan mereka dalam menyelam, kedua jenis bebek tersebut memiliki massa yang lebih besar sehingga mereka lebih sulit untuk terbang. Bebek dari subfamili Anatinae tidak mampu menyelam jauh. Mereka hanya menyaring makanan dari perairan yang mampu mereka jangkau. Jika mereka menyelam, mereka tidak dapat menyelam sejauh bebek penyelam. Untuk memudahkan penyaringan, mereka memiliki paruh pipih dan lebar serta mengandung lamellae.[18]
Beberapa spesies seperti itik biarawati, dan itik paruh-gergaji memiliki kemampuan untuk menelan ikan besar.
Proses berkembang biak
[sunting | sunting sumber]Bebek pada umumnya monogami, meski ikatan ini umumnya hanya berlangsung dalam satu tahun. Sebagian besar bebek berkembang biak sekali setahun dan memilih kondisi yang seusai (pada musim panas, musim semi, atau musim hujan).
Ekologi
[sunting | sunting sumber]Bebek memiliki penyebaran yang sangat luas dan dapat ditemukan di hampir setiap wilayah di dunia ini kecuali Antarktika. Beberapa spesies mendiami daerah subantartika di Georgia Selatan dan Kepulauan Auckland. Beberapa jenis dapat mendiami daerah kepulauan samudra seperti di Hawaii, Selandia Baru, dan Kerguelen meski spesies jenis ini sedang dalam keadaan terancam atau telah punah.
Beberapa spesies bebek yang berkembang biak di wilayah arktik yang hangat ketika musim panas, adalah spesies migratori. Beberapa spesies di Australia di mana hujan terjadi secara periodik, bebek tersebut berperilaku nomadik; mencari perairan (danau dan kolam) yang terbentuk setelah hujan lebat.
Bebek dapat diterima di area berpenduduk padat. Pola migrasi mereka telah berubah sehingga banyak spesies yang menetap bahkan di musim dingin.
Predator
[sunting | sunting sumber]Di seluruh dunia, bebek memiliki banyak predator. Bebek muda umumnya rentan karena ketidakmampuan mereka untuk terbang. Bebek muda umumnya menjadi mangsa ikan besar seperti ikan pike, buaya, dan pemburu air lainnya, termasuk burung pemakan ikan seperti burung kuntul. Sarang bebek sering dirampok oleh predator daratan seperti rubah atau burung besar seperti elang.
Bebek dewasa adalah penerbang yang cepat, tetapi dapat ditangkap di atas air oleh pemangsa akuatik. Selama terbang, bebek umumnya aman tetapi masih terdapat predator yang mengancam seperti manusia dan Falcon Peregrine yang menggunakan kecepatan dan kekuatan mereka untuk menangkap bebek.
Peternakan bebek
[sunting | sunting sumber]
Bebek memiliki banyak kegunaan ekonomis, untuk diternakkan demi daging, bulu, telur, dan juga kotoran mereka. Bebek yang diternakkan merupakan keturunan dari bebek liar Mallard (Anas Platyrhyncos), seperti bebek pelari, kecuali bebek serati yang merupakan keturunan dari Cairina. Bebek yang diternakkan memiliki ukuran yang lebih besar dari nenek moyang mereka.
Laporan FAO menunjukkan bahwa Cina adalah produsen bebek terbesar di dunia, diikuti Vietnam dan negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Catatan kaki
[sunting | sunting sumber]Sitasi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 Parker, Sybil, P (1984). McGraw-Hill Dictionary of Biology. McGraw-Hill Company. hlm. 110. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ↑ Carboneras 1992, hlm. 536.
- ↑ Livezey 1986, hlm. 737–738.
- ↑ Madsen, McHugh & de Kloet 1988, hlm. 452.
- ↑ Donne-Goussé, Laudet & Hänni 2002, hlm. 353–354.
- 1 2 3 4 5 Carboneras 1992, hlm. 540.
- ↑ Elphick, Dunning & Sibley 2001, hlm. 191.
- ↑ Kear 2005, hlm. 448.
- ↑ Kear 2005, hlm. 622–623.
- ↑ Kear 2005, hlm. 686.
- ↑ Elphick, Dunning & Sibley 2001, hlm. 193.
- 1 2 3 4 5 6 7 Carboneras 1992, hlm. 537.
- ↑ American Ornithologists' Union 1998, hlm. xix.
- ↑ American Ornithologists' Union 1998.
- ↑ Carboneras 1992, hlm. 538.
- ↑ Christidis & Boles 2008, hlm. 62.
- ↑ "How to identify dabbling ducks | The Wildlife Trusts". www.wildlifetrusts.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-10.
- ↑ "Anatinae | bird subfamily | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-10.
Sumber
[sunting | sunting sumber]- American Ornithologists' Union (1998). Checklist of North American Birds (PDF). Washington, DC: American Ornithologists' Union. ISBN 978-1-891276-00-2. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-10-09.
- Carboneras, Carlos (1992). del Hoyo, Josep; Elliott, Andrew; Sargatal, Jordi (ed.). Handbook of the Birds of the World. Vol. 1: Ostrich to Ducks. Barcelona: Lynx Edicions. ISBN 978-84-87334-10-8.
- Christidis, Les; Boles, Walter E., ed. (2008). Systematics and Taxonomy of Australian Birds. Collingwood, VIC: Csiro Publishing. ISBN 978-0-643-06511-6.
- Donne-Goussé, Carole; Laudet, Vincent; Hänni, Catherine (July 2002). "A molecular phylogeny of Anseriformes based on mitochondrial DNA analysis". Molecular Phylogenetics and Evolution. 23 (3): 339–356. Bibcode:2002MolPE..23..339D. doi:10.1016/S1055-7903(02)00019-2. PMID 12099792.
- Elphick, Chris; Dunning, John B. Jr.; Sibley, David, ed. (2001). The Sibley Guide to Bird Life and Behaviour. London: Christopher Helm. ISBN 978-0-7136-6250-4.
- Erlandson, Jon M. (1994). Early Hunter-Gatherers of the California Coast. New York, NY: Springer Science & Business Media. ISBN 978-1-4419-3231-0.
- Fieldhouse, Paul (2002). Food, Feasts, and Faith: An Encyclopedia of Food Culture in World Religions. Vol. I: A–K. Santa Barbara: ABC-CLIO. ISBN 978-1-61069-412-4.
- Fitter, Julian; Fitter, Daniel; Hosking, David (2000). Wildlife of the Galápagos. Princeton, NJ: Princeton University Press. ISBN 978-0-691-10295-5.
- Higman, B. W. (2012). How Food Made History. Chichester, UK: John Wiley & Sons. ISBN 978-1-4051-8947-7.
- Hume, Julian H. (2012). Extinct Birds. London: Christopher Helm. ISBN 978-1-4729-3744-5.
- Jeffries, Richard (2008). Holocene Hunter-Gatherers of the Lower Ohio River Valley. Tuscaloosa: University of Alabama Press. ISBN 978-0-8173-1658-7.
- Kear, Janet, ed. (2005). Ducks, Geese and Swans: Species Accounts (Cairina to Mergus). Bird Families of the World. Oxford: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-861009-0.
- Livezey, Bradley C. (October 1986). "A phylogenetic analysis of recent Anseriform genera using morphological characters" (PDF). The Auk. 103 (4): 737–754. doi:10.1093/auk/103.4.737. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-10-09.
- Madsen, Cort S.; McHugh, Kevin P.; de Kloet, Siwo R. (July 1988). "A partial classification of waterfowl (Anatidae) based on single-copy DNA" (PDF). The Auk. 105 (3): 452–459. doi:10.1093/auk/105.3.452. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2022-10-09.
- Maisels, Charles Keith (1999). Early Civilizations of the Old World. London: Routledge. ISBN 978-0-415-10975-8.
- Pratt, H. Douglas; Bruner, Phillip L.; Berrett, Delwyn G. (1987). A Field Guide to the Birds of Hawaii and the Tropical Pacific. Princeton, NJ: Princeton University Press. ISBN 0-691-02399-9.
- Rau, Charles (1876). Early Man in Europe. New York: Harper & Brothers. LCCN 05040168.
- Shirihai, Hadoram (2008). A Complete Guide to Antarctic Wildlife. Princeton, NJ, US: Princeton University Press. ISBN 978-0-691-13666-0.
- Sued-Badillo, Jalil (2003). Autochthonous Societies. General History of the Caribbean. Paris: UNESCO. ISBN 978-92-3-103832-7.
- Thorpe, I. J. (1996). The Origins of Agriculture in Europe. New York: Routledge. ISBN 978-0-415-08009-5.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- (Inggris) Info tentang bebek liar Diarsipkan 2011-08-25 di Wayback Machine.
- (Inggris) Guide to keeping ducks
- (Inggris) Duck videos on the Internet Bird Collection
- (Indonesia) Pedoman Budidaya Ternak Bebek Diarsipkan 2018-10-15 di Wayback Machine.