Lompat ke isi

Eurokomunisme

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Eurokomunisme adalah sebuah tren pada 1970-an dan 1980-an di berbagai partai komunis Eropa Barat untuk mengembangkan teori dan praktik transformasi sosial yang lebih relevan untuk negara Eropa Barat dan kurang terpengaruh atau terkontrol Partai Komunis Uni Soviet. Tren ini meningkat di aktivitas partai komunis di Prancis, Italia dan Spanyol.[1]

Di luar Eropa Barat, tren tersebut terkadang disebut sebagai "Neokomunisme".[2]

Beberapa kritikan terhadap Eurokomunisme telah dilontarkan. Pertama, Eurokomunisme dikritik karena dinilai kurang tegas dalam melawan pengaruh Partai Komunis Uni Soviet (contoh, Partai Komunis Italia memutuskan hubungan dengan CPSU pada 1981 hanya setelah represi terhadap Solidarność di Polandia). Secara garis besar dapat dijelaskan sebagai kehilangan anggota dan pendukung lama, banyak di antara mereka mengidolakan Uni Soviet atau dengan keinginan pragmatis untuk mempertahankan dukungan dari negara yang kuat dan berkuasa.[1]

Kritikan lain yakni Eurokomunisme mengalami kesulitan dalam mendefinisikan ideologinya sendiri secara jelas.[3] Kritik mengamati bahwa partai eurokomunis sering menyatakan bahwa mereka berbeda—tidak hanya dari Uni Soviet, tetapi juga dari partai-partai demokrasi sosial—walaupun secara praktik partai-partai komunis ini mengusung visi misi yang tidak begitu berbeda dari partai sosialis dan demokrasi sosial lainnya. Akibatnya, para kritikus berpendapat bahwa Eurokomunisme tidak memiliki identitas yang jelas dan tidak dapat dianggap sebagai gerakan terpisah dengan haknya sendiri.

Dari pandangan Trotskyisme, Ernest Mandel di buku From Stalinism to Eurocommunism: The Bitter Fruits of 'Socialism in One Country' menyatakan bahwa Eurokomunisme sebenarnya sudah ada sejak 1924 pada saat Uni Soviet mengabaikan aspirasi revolusi dunia dan berkonsentrasi pada pembangunan sosial dan ekonomi Uni Soviet, yakni doktrin Sosialisme di Satu Negara. Menurut penganut Trotskyis, gerakan eurokomunisme di Italia dan Prancis bukanlah komunis, yakni nasionalisme yang di mana bersama Uni Soviet telah meninggalkan internasionalisme.

Henry Kissinger menganggap bahwa Eurokomunisme masih merupakan mahzab Komunisme dan ia menolak gagasan bahwa partai komunis di Eropa Barat bisa lebih diterima di Amerika Serikat karena tidak dipengaruhi Uni Soviet. Kissinger beralasan bahwa Josip Broz Tito yang memimpin Partai Komunis Yugoslavia juga tidak dipengaruhi Uni Soviet tetapi kebesarannya dirasakan seluruh dunia. Tegak dengan sikap antikomunisme, Kissinger menegaskan bahwa negara Eropa Barat yang jatuh ke partai komunis, walaupun dipilih melalui mekanisme demokrasi Barat, akan merusak tatanan orde pasca-Perang Dunia II.[4]

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. 1 2 Kindersley, Richard, ed. (1981). In Search of Eurocommunism. Macmillan Press. ISBN 978-1-349-16581-0.
  2. Webster, Dictionary. "Definition of Eurocommunism". Dictionary Entry. Webster's Dictionary. Diakses tanggal 9 April 2013.
  3. Deutscher, Tamara (January–February 1983). "E. H. Carr — A Personal Memoir". New Left Review. I (137): 78–86.
  4. Pons, Silvio (2010). "The rise and fall of Eurocommunism". Dalam Leffler, Melvyn P.; Westad, Odd Arne (ed.). The Cambridge History of the Cold War. Vol. III. Cambridge University Press. hlm. 45–65. ISBN 978-0-521-83721-7.

Bacaan tambahan

[sunting | sunting sumber]

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]